Skip to main content

Full text of "CONCISE QURAN DICTIONARY"

See other formats


Tafsir Al Qur 'an 

Hidayatul Insan 

Jilid 3 

(Dari Surah Al Anbiyaa' s.d Surah Al Mu'min) 



Disusun oleh: 



Marwan bin Musa 

(Semoga Allah mengampuninya, mengampuni kedua orang tuanya dan kaum 
muslimin semua, Allahumma amin) 



Disebarluaskan oleh situs: 
www.tafsir.web.id 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Juz 17 

Surah Al Anbiya' (Para Nabi) 

Surah ke-21. 112 ayat. Makkiyyah 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-10: Membicarakan tentang dekatnya hari Kiamat dan agar manusia mempersiapkan 
diri untuk menghadapinya, keadaan manusia yang lalai terhadapnya dan terhadap Al 
Qur'an, cemoohan kaum musyrik terhadap kerasulan Muhammad shallallahu 'alaihi wa 

sallam dan terhadap wahyu yang dibawanya serta bantahan Al Qur'an terhadapnya, 
menyebutkan sifat para rasul, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala membela mereka 
dan membinasakan orang-orang kafir. 

1. 'Telah semakin dekat kepada manusia hari menghisab amal mereka 2 , sedang mereka dalam lalai 
(dengan dunia) 3 lagi berpaling (dari akhirat) 4 . 




1 Ayat ini merupakan ta'ajjub (keanehan) terhadap keadaan manusia yang tetap saja lalai dan berpaling, dan 
seperti inilah keadaan mayoritas manusia -kecuali orang yang mendapatkan 'inayah (perhatian) dari Allah-, 
di mana peringatan dan nasehat tidak bermanfaat bagi mereka, padahal hari penghisaban dan pembalasan 
terhadap amal mereka telah dekat. Mereka lalai terhadap sesuatu yang karenanya mereka diciptakan 
(ibadah), dan berpaling dari peringatan. Seakan-akan mereka diciptakan untuk dunia, dan untuk bersenang- 
senanglah mereka dilahirkan ibu mereka. Namun demikian, Allah Subhaanahu wa Ta'aala senantiasa 
memperingatkan dan menasehati agar mereka kembali sebagaimana disebutkan dalam ayat selanjutnya, 
tetapi mereka senantiasa dalam kelalaian lagi berpaling. 

Tentang maksud ayat ini ada dua pendapat; pertama, bahwa umat ini (umat Nabi Muhammad shallallahu 
'alaihi wa sallam) adalah umat terakhir dan rasulnya adalah rasul terakhir, dan kiamat tegak pada umat ini, 
karena telah dekat penghisabannya jika melihat kepada umat-umat sebelumnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi 
wa sallam bersabda: 

"(Jarak) aku dibangkitan dengan kiamat itu seperti dua jari ini." Beliau menghubungkan kedua jarinya, yaitu 
antara jari telunjuk dengan jari setelahnya." (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim dan Tirmidzi) 

Kedua, maksud dekatnya hisab adalah dekatnya maut, dan bahwa barang siapa mati, maka telah tegak 
kiamatnya dan telah masuk ke tempat pembalasan amal. 

3 Bisa juga maksudnya, lalai terhadap hari kiamat atau kematian. 

4 Yakni berpaling dari mempersiapkan diri untuk menghadapi hari itu. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



2. Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan 5 , mereka mendengarkannya 6 
sambil bermain-main 7 , 

JUjIj ^-4^' ^jjjlii! 1 ^-=^L» j£a Sfj lj-^s> OiAII c^j^-" Li/^'j ^l*"^ 

3. hati mereka dalam keadaan lalai 8 . Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan 
mereka 9 , "Orang ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (jug a ) seperti kamu. 
Apakah kamu menerima sihir itu 10 , padahal kamu menyaksikannya 11 ?" 

is 

4. Dia (Muhammad) berkata, "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi 12 , dan 
Dia Maha Mendengar 13 lagi Maha Mengetahui 14 !" 

5. Bahkan mereka mengatakan, "(Al Quran itu buah) mimpi-mimpi yang kacau 15 , atau hasil 
rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair 16 , cobalah dia datangkan kepada 
kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus dahulu 17 ." 



5 Yang mengingatkan mereka hal yang bermanfaat bagi mereka dan yang mendorongnya, serta 
mengingatkan hal yang berbahaya bagi mereka dan menakut-nakutinya. 

6 Namun sebatas penegakkan hujjah bagi mereka, nasihat itu masuk ke telinga kanan dan keluar ke telinga 
kiri. 

7 Seperti mengolok-olokkannya, atau sibuk memenuhi kebutuhan syahwatnya dan mengerjakan perbuatan 
yang batil atau sia-sia. 

8 Padahal keadaan mereka seharusnya tidak seperti itu. Seharusnya hati mereka menerima perintah Allah dan 
telinga mereka mendengarkan dengan pendengaran yang meresap sampai ke hati, dan anggota badan mereka 
diarahkan untuk beribadah, di mana untuk itulah mereka diciptakan, serta memberikan perhatian terhadap 
hari kiamat, hisab dan pembalasan sehingga urusan mereka menjadi baik dan keadaan mereka lurus serta 
bersih amalnya. 

9 Sebagai bentuk pembangkangan dan sikap menolak yang hak dengan yang batil. Mereka mengadakan 
pembicaraan rahasia dan bersepakat untuk berkata tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perkataan 
yang memojokkan, menyebutkan bahwa Beliau adalah manusia seperti halnya yang lain dan bertujuan untuk 
dilebihkan oleh manusia sehingga tidak perlu ditaati dan dibenarkan, dia adalah seorang pesihir dan bahwa 
apa yang dibawanya adalah sihir. Oleh karena itu, jauhilah dia dan buatlah orang-orang menjauh. 

10 Yang mereka maksud dengan sihir di sini ialah ayat-ayat Al Quran. 

11 Bahwa hal itu adalah sihir. Sebenarnya mereka mengetahui bahwa Beliau adalah utusan Allah dengan 
sebenarnya berdasarkan ayat-ayat yang mereka saksikan yang tidak disaksikan oleh yang lain. Akan tetapi 
kecelakaan, kezaliman dan pembangkanganlah yang membuat mereka berkata dan bersikap seperti itu. 

12 Dia akan memberikan balasan terhadapnya. 

13 Terhadap semua pembicaraan mereka secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. 

14 Apa yang ada dalam hati. 

15 Seperti ucapan orang-orang yang tidur lalu mengigau, di mana ia tidak menyadari apa yang diucapkannya. 

16 Orang yang memiliki pengetahuan meskipun sedikit tentang pribadi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam dan apa yang Beliau bawa akan dapat memastikan bahwa Al Qur'an adalah ucapan yang paling 
agung dan paling mulia, dan bahwa ia berasal dari sisi Allah, dan bahwa seorang pun dari manusia tidak 
mampu mendatangkan yang semisalnya, sekalipun mereka berkumpul. Hal ini sebenarnya sudah cukup 
sebagai bukti kebenarannya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




6. Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak beriman 
(padahal telah Kami kirimkan bukti) 18 . Apakah mereka akan beriman 19 ? 



7. Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa 
orang laki-laki 20 yang Kami beri wahyu kepada mereka, 21 maka tanyakanlah kepada orang yang 
berilmu 22 , jika kamu tidak mengetahui 23 . 



8. Dan Kami tidak menjadikan mereka suatu tubuh yang tidak memakan makanan, dan mereka 
tidak (pula) hidup kekal (di dunia). 



9. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan 
mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki 24 , dan Kami binasakan orang-orang yang 



17 Mereka tidak tahu, bahwa sudah menjadi sunnatullah adalah barang siapa yang meminta bukti sesuai 
usulannya, lalu setelah didatangkan, namun tetap kafir, maka ia akan dibinasakan. 

18 Maksudnya adalah umat-umat yang dahulu telah meminta kepada rasul-rasulnya mukjizat sesuai usulan 
mereka dan Allah telah mendatangkan mukjizat itu, namun mereka tetap tidak juga beriman, lalu Allah 
menghancurkan mereka. Orang-orang musyrik itu jpun sama, kalau diberi mukjizat yang mereka minta itu, 
lalu mereka tidak beriman, maka Allah akan menyegerakan azab untuknya. 

19 Yakni apakah mereka akan beriman kepada rasul dan apa yang dibawanya jika bukti itu ditunjukkan? 
Pertanyaan ini maksudnya adalah nafyu (peniadaan), yakni mereka tentu tidak akan beriman juga. 

20 Bukan malaikat, dan bukan wanita. Ayat ini merupakan bantahan terhadap syubhat orang-orang yang 
mendustakan rasul yang mengatakan, "Mengapa rasul itu tidak seorang malaikat saja, sehingga tidak butuh 
makan, minum, pergi ke pasar? Demikian pula, mengapa mereka tidak kekal?" Allah menjawab syubhat ini, 
bahwa para rasul sebelum Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka semua adalah manusia, 
termasuk Nabi Ibrahim yang diakui semua kalangan dan bahwa mereka (orang-orang musyrik) -menurut 
persangkaannya- berada di atas ajarannya, padahal tidak. 

21 Jika kamu masih ragu-ragu dan tidak memiliki pengetahuan tentang keadaan para rasul dahulu. 
Seperti orang-orang yang mengetahui isi Taurat dan Injil. 

23 Ayat ini meskipun sebabnya khusus, yakni untuk bertanya keadaan para rasul kepada orang yang 
berpengetahuan (ahli ilmu), akan tetapi ia umum, sehingga apabila seseorang tidak memiliki ilmu tentang 
masalah agama yang ushul (dasar) maupun yang furu' (cabang), maka ia diperintahkan untuk bertanya 
kepada orang yang mengetahuinya. Dalam ayat ini tedapat perintah belajar dan bertanya kepada ahlinya. 
Kita tidak diperintahkan bertanya kepada ahli ilmu, kecuali karena ahli ilmu berkewajiban mengajarkan dan 
menjawab sesuai yang mereka ketahui. Diperintahkan bertanya kepada ahli ilmu menunjukkan dilarangnya 
bertanya kepada orang yang terkenal kebodohannya dan tidak berilmu, dan larangan baginya untuk maju 
menjawab pertanyaan. 

24 Yakni orang-orang yang membenarkan para rasul. 

25 Yakni orang-orang yang mendustakan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






melampaui batas 25 . 




10. Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu sebuah kitab (Al Qur'an) yang di dalamnya terdapat 
sebab-sebab kemuliaan kamu 26 . Maka apakah kamu tidak mengerti 27 ? 

Ayat 11-20: Peringatan dan ancaman serta menyebutkan kebinasaan orang-orang terdahulu, 
dan bahwa semua yang ada bertasbih menyucikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

1 1 . 28 Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim 29 yang telah Kami binasakan, dan Kami 
jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya). 

12. Maka ketika mereka merasakan azab Kami 30 , tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negeri)nya 
itu. 

((JxJ)} Q jiLlo ^SsIjJ ^Sc5Cl^«j 4*3 ^3 jjI l_« jJ] !jjc>-jIj ! j*h£"y S/ 

13. Janganlah kamu lari tergesa-gesa 31 ; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat- 
tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu ditanya 32 . 

14. Mereka berkata, "Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim 33 ." 

@ Oi^-Uli- ll^ai- f-fo^ -Oj cJlj lis 

15. Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan 34 , sehingga mereka Kami jadikan sebagai 
tanaman yang telah dituai 35 , yang tidak dapat hidup lagi 36 . 



26 Di dunia dan di akhirat, jika kamu membenarkan beritanya, mengerjakan perintah-perintah di dalamnya 
dan menjauhi larangan. Hal ini sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang yang beriman kepada 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, baik dari kalangan sahabat maupun generasi setelahnya, ketika 
mereka mempelajari Al Qur'an dan mengamalkannya, Allah memberikan kemuliaan dan ketinggian kepada 
mereka sebagaimana dapat kita baca dalam sejarah kaum muslimin zaman dahulu. Adapun sekarang, ketika 
kaum muslimin meninggalkan Al Qur'an, mereka mendapatkan kebalikannya, yaitu kehinaan dan 
kerendahan. 

27 Tentang hal yang memberikan manfaat bagimu dan memadharratkan kamu. Jika kamu sebagai orang yang 
berakal, tentu kamu akan mendatangi kitab itu dan memberikan perhatian yang dalam. 

28 Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman memperingatkan orang-orang yang zalim ketika itu yang 
mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan perbuatan-Nya terhadap umat-umat terdahulu 
yang mendustakan rasul. 

29 Yakni kafir. 

30 Yakni merasa akan dibinasakan dan sudah tidak mungkin lagi kembali atau bertobat. 

31 Yani tidak ada faedahnya kamu melarikan diri dan menyesal. 

32 Maksudnya, orang yang zalim itu di waktu merasakan azab Allah melarikan diri dalam keadaan menyesal, 
lalu orang-orang yang beriman (ada pula yang berpendapat, bahwa malaikat) mengatakan kepada mereka 
dengan cemooh agar mereka tetap di tempat semula dengan menikmati kelezatan-kelezatan hidup 
sebagaimana biasa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapkan kepada mereka tentang 
sikap mereka terhadap nikmat-nikmat itu. 

33 Dengan melakukan kekafiran. Allah Maha Adil, di mana Dia tidaklah membinasakan suatu negeri kecuali 
karena penduduknya berlaku zalim. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



16. Dan Kami tidak menciptakan Iangit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya 
dengan main-main 37 . 

17. Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi 
Kami 38 . Jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian. 

(^)0y-^ lL 3i?JT J53j J^ljj-* ^» ^ JW" j^^t^ [Jj 

18. 39 Sebenarya Kami melemparkan yang hak kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu 
menghancurkannya, maka seketika itu yang batil lenyap 40 . Dan celaka kamu 41 karena kamu 
menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya) 42 . 

19. Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi 43 . Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, 
tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih 44 . 



34 Mereka ulang terus kata-kata itu. 

35 Mereka dibunuh dengan pedang sebagaimana tanaman dituai. 

36 Oleh karena itu, berhati-hatilah dari tetap terus mendustakan rasul yang paling mulia (Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam), sehingga nantinya Dia akan menimpakan azab kepada kamu sebagaimana 
yang menimpa umat-umat sebelum kamu. 

37 Maksudnya, Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya itu adalah dengan 
maksud dan tujuan yang mengandung hikmah (kebijaksanaan), Dia menciptakannya dengan hak (benar) dan 
untuk yang hak, di mana dengannya mereka dapat mengetahui bahwa Allah adalah Pencipta Yang Maha 
Agung, Pengatur yang Mahabijaksana, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang memiliki semua 
kesempurnaan, semua pujian dan semua keperkasaan, yang ucapan-Nya benar, dan dengannya pula mereka 
dapat mengenali kekuasaan-Nya, di samping untuk memberikan manfaat bagi manusia. Demikian juga 
menunjukkan, bahwa yang mampu menciptakan keduanya betapa pun besar dan luas menunjukkan 
mampunya Dia menghidupkan kembali jasad yang telah mati, untuk memberikan balasan terhadap amal 
yang mereka kerjakan selama di dunia. 

38 Yakni Kami tidak akan menampakkannya kepada kamu sesuatu yang di sana terdapat main-main dan sia- 
sia, karena hal itu menunjukkan kekurangan dan merupakan sifat yang buruk. Oleh karena itu, langit dan 
bumi yang kamu lihat tidak mungkin diciptakan dengan tujuan main-main dan bersenda gurau. 

39 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan, bahwa Dia yang menjamin untuk menampakkan yang hak 
dan mengalahkan yang batil, dan bahwa setiap yang batil meskipun diucapkan dan dipakai berdebat, maka 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan menurunkan yang hak, ilmu dan penjelasan, di mana dengannya yang 
batil menjadi kalah dan semakin jelas batilnya. 

40 Hal mi umum dalam semua masalah agama, di mana tidak ada satu pun syubhat untuk membenarkan yang 
batil atau menolak yang hak kecuali pada dalil-dalil Allah terdapat sesuatu yang melenyapkan syubhat yang 
batil itu, sehingga semakin jelas kebatilannya. 

41 Yakni kerugian dan kekecewaan bagimu, apa yang kamu inginkan tidak kamu peroleh. 

42 Seperti menyifati-Nya dengan beristri, beranak dan bersekutu. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari 
penyifatan seperti itu. 

43 Semua adalah hamba-Nya dan milik-Nya. 

44 Sebagaimana halnya bernafas, tidak sulit bagi kita. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




20. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang. 

Ay at 21-29: Perdebatan dengan kaum musyrik dalam hal key a kin an mereka, bukti atas 
kesalahan keyakinan mereka, dan menguatkan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 



21. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi , yang dapat menghidupkan (orang-orang 
mati) 47 ? 



22. Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya 
telah binasa 48 . Mahasuci Allah yang memiliki Arsy dari apa yang mereka 49 sifatkan 50 . 



23. Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan 51 , tetapi merekalah yang akan ditanya 52 . 



24. 53 Atau apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), 
"Kemukakanlah alasan-alasanmu 54 ! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku, 



45 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan sempurnanya kekuasaan-Nya, kebesaran-Nya dan 
segala sesuatu tunduk kepada-Nya, Dia mengingkari orang-orang bmusyrik yang mengambil tuhan-tuhan 
dari bumi yang keadaannya sangat lemah dan tidak memiliki kemampuan. 

46 Seperti dari batu, emas, perak, dsb. 

47 Mereka tidak akan sanggup menghidupkannya. Oleh karena itu, Allah yang mampu menghidupkan 
sesuatu yang telah mati, Dialah yang berhak disembah. 

48 Yakni tidak akan tersusun rapi seperti yang kita saksikan, karena adanya keengganan dari pihak yang lain 
sebagaimana ketika ada dua penguasa yang sama-sama berkuasa dalam satu wilayah, tentu wilayah itu tidak 
akan teratur, di mana yang satu ingin seperti ini, sedangkan yang satu lagi ingin seperti itu. Dalam ayat lain 
disebutkan, "Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta- 
Nya, kalau ada Tuhan beserta-Nya, masing-masing Tuhan itu akan membawa makhlukyang diciptakannya, 
dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang 
mereka sifatkan itu," (terj. Al Mu'minun: 91) 

49 Yakni orang-orang kafir. 

50 Seperti menyifati-Nya dengan memiliki anak dan istri serta memiliki sekutu. Mahasuci Allah dari sifat itu. 

51 Karena keagungan-Nya, keperkasaan-Nya dan sempurnanya kekuasaan-Nya. Tidak ada seorang pun yang 
sanggup menghalangi-Nya atau menentang-Nya, baik dengan kata-kata maupun perbuatan. Demikian pula 
karena sempurnanya hikmah (kebijaksanaan)-Nya dan karena Dia telah menempatkan sesuatu pada 
tempatnya. Dia juga tidak ditanya, karena ciptaan-Nya tidak ada cacatnya. 

52 Tentang apa yang mereka katakan dan kerjakan, karena kelemahan mereka, butuhnya mereka, dan karena 
mereka adalah hamba. 

53 Selanjutnya Allah mencela kembali keadaan kaum musyrik. 








Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



dan peringatan bagi orang sebelumku ." Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak 
(kebenaran) 56 , karena itu mereka berpaling 57 . 

25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami 
wahyukan kepadanya, "Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah 
Aku 58 ." 

26. Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak." 
Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan 59 , 

27. Mereka tidak berbicara mendahului-Nya 60 dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. 

28. Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) 61 dan yang di 
belakang mereka 62 , dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai 
(Allah) 63 , dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. 

29. 64 Dan barang siapa di antara mereka berkata, "Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah 65 ," maka 
orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah 66 Kami memberikan pembalasan 
kepada orang-orang yang zalim 67 . 



54 Yang membenarkan perbuatanmu itu (menjadikan tuhan selain-Nya). 

55 Keyakinan tauhid (keesaan Allah dan bahwa Dia saja yang berhak disembah) itu adalah salah satu di 
antara pokok-pokok agama yang tersebut dalam Al Quran dan kitab-kitab yang dibawa oleh rasul-rasul 
sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, semua kitab sepakat terhadapnya. 

56 Yakni mereka melakukan perbuatan itu, tidak lain karena ikut-ikutan dengan generasi sebelum mereka, 
mereka membantah dengan tanpa ilmu dan petunjuk. Namun ketidaktahuan mereka terhadap kebenaran, 
bukanlah karena samarnya kebenaran itu dan tidak jelas, akan tetapi karena mereka berpaling darinya. 
Karena kalau sekiranya mereka melihamya meskipun sebentar, niscaya akan nampak kebenaran bagi 
mereka. 

57 Dari memperhatikan sesuatu yang dapat menyampaikan mereka kepada tauhid. 

58 Oleh karena itu, semua rasul dan semua kitab memerintahkan manusia menyembah hanya kepada Allah 
saja dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. 

59 Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa 
malaikat-malaikat itu anak Allah, mereka hanyalah hamba-hamba yang dimuliakan di sisi-Nya, dan keadaan 
mereka sebagai hamba yang senantiasa beribadah kepada-Nya menolak sekali anggapan sebagai anak. 

60 Yakni mereka tidaklah mengatakan suatu ucapan yang terkait tentang pengaturan kerajaan-Nya sampai 
Allah berfirman karena sempurnanya adab mereka kepada Allah dan pengetahuan mereka tentang 
sempurnanya kebijaksanaan Allah dan ilmu-Nya. 

61 Yakni apa yang telah mereka kerjakan. 

62 Yang sedang mereka kerjakan. 

63 Ucapan dan amalnya, yaitu orang yang ikhlas dan mengikuti rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Ayat 
ini termasuk dalil adanya syafaat, dan bahwa para malaikat juga memberi syafaat. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ay at 30-35: Beberapa ay at ini menghubungkan antara aturan di alam semesta dalam hal 
pembentukan dan penciptaannya dengan aturan pada manusia dalam hal tabiat dan 
kembalinya, oleh karenanya yang ada awalnya maka ada pula akhirnya. 

> ^ „ tf 

is 

@)0>-?ij Mil 

30. Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui 68 bahwa langit dan bumi keduanya dahulu 
menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya 69 ; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup 
berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman 70 ? 

31. 71 Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang 
bersama mereka 72 dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat 
petunjuk 73 . 

32. Dan Kami menjadikan langit sebagai atap 74 yang terpelihara 75 , namun mereka tetap berpaling 76 
dari tanda-tanda (kekuasaan Allah) itu 77 . 



64 Setelah Allah menerangkan, bahwa mereka (malaikat) tidak berhak disembah, Dia menerangkan bahwa 
jika di antara mereka ada yang berani mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan di samping Allah, maka Allah 
akan memberinya balasan dengan neraka Jahanam. 

65 Ada yang berpendapat, bahwa yang berkata seperti ini adalah Iblis, di mana ia mengajak manusia 
menyembah dirinya dan memerintahkan untuk menaatinya. 

66 Sebagaimana orang itu Kami balas dengan Jahanam. 

67 Yakni orang-orang musyrik. Mereka adalah orang-orang zalim, karena kezaliman apa lagi yang lebih 
besar daripada pengakuan makhluk yang lemah, fakir lagi memiliki kekurangan setara dengan Allah dalam 
keberhakannya diibadahi dan dalam rububiyyah (kepengaturannya) terhadap alam semesta. 

68 Ada pula yang mengartikan dengan "melihat," yakni apakah orang-orang kafir tidak melihat bahwa langit 
dan bumi keduanya sama-sama rekat (tidak terbelah), kemudian Kami belah langit sehingga menurunkan 
hujan, dan Kami belah bumi sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. . .dst." Bukankah yang mengadakan 
awan di langit yang sebelumnya bersih tanpa gumpalan dan menyimpan di dalamnya air yang banyak, lalu 
diarahkan ke negeri yang mati yang sebelumnya kering dan berhamburan debu, kemudian diturunkan hujan 
sehingga tumbuh berbagai tanaman dengan beraneka macam menunjukkan bahwa Allah adalah yang hak 
dan selain-Nya batil, dan bahwa Dia mampu menghidupkan orang yang telah mati, dan bahwa Dia Maha 
Pengasih lagi Maha Penyayang? 

69 Yakni lalu Kami jadikan langit berjumlah tujuh, dan bumi pun tujuh. Atau maksudnya, dibelah langit yang 
sebelumnya tidak menurunkan hujan menjadi dapat menurunkan hujan, dan dibelahnya bumi yang 
sebelumnya tidak dapat menumbuhkan, menjadi dapat menumbuhkan. 

70 Dengan iman yang benar tanpa ada keraguan dan kemusyrikan di dalamnya. 

71 Selanjutnya Allah menyebutkan kembali dalil-dalil yang ada di alam semesta yang menunjukkan keesaan- 
Nya, kekuasaan-Nya, rahmat-Nya dan keberhakan-Nya untuk diibadahi tidak selain-Nya. 

72 Sesungguhnya dataran yang kita kelilingi ini di atas perairan yang luas. Agar dataran ini tidak goyang, 
maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala tancapkan gunung-gunung. 

73 Ke tempat yang mereka tuju. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing 
beredar pada garis edarnya. 

ojjjiil <1J> 0^' ' -OlS ^ j^£J 111"*'?- L*j 

34. 78 Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau 
(Muhammad); Maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal? 

35. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan 
kebaikan 79 sebagai cobaan 80 . Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada kami 81 . 

Ayat 36-41: Bagaimana orang-orang kafir mengolok-olok Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam, penjelasan tentang lemahnya akal mereka dan bagaimana mereka ditimpa azab. 



74 Bagi bumi. 

75 Maksud yang terpelihara adalah bahwa segala yang berada di langit itu dijaga oleh Allah dengan peraturan 
dan hukum-hukum yang menyebabkan dapat berjalannya dengan teratur dan tertib. Bisa juga maksud 
terpelihara adalah terjaga dari setan-setan pencuri berita dari langit. 

76 Tidak mau memikirkannya, padahal dari sana mereka dapat mengetahui bahwa Penciptanya Mahakuasa 
dan Maha Agung, tidak ada sekutu bagi-Nya. 

77 Syaikh As Sa'diy berkata, "Hal ini adalah umum mencakup semua tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang 
ada di langit, dengan ketinggiannya, keluasannya dan kebesarannya, warnanya yang indah, susunannya yang 
rapi, dan hal lainnya yang dapat disaksikan, seperti bintang-bintang yang kokoh, planet -planet, matahari dan 
bulan yang bercahaya, di mana dari keduanya muncul malam dan siang, dan keadaannya yang selalu beredar 
pada orbitnya, demikian pula bintang-bintang sehingga dengan sebab itu manusia memperoleh banyak 
manfaat, seperti panas, dingin, pergantian musim, dan mereka dapat mengenal perhitungan waktu ibadah dan 
mu'amalah mereka, mereka dapat beristirahat di malam harinya dan dapat merasakan ketenangan, demikian 
pula dapat bertebaran di siang harinya serta berusaha untuk hal yang menghidupi mereka. Semua ini, jika 
dipikirkan oleh orang yang pandai dan diselidiki secara mendalam, akan membuahkan kepastian yang tidak 
ada keraguan lagi, bahwa Allah membatasinya sampai waktu yang ditentukan, sampai waktu yang pasti, di 
mana pada waktu-waktu itu manusia dapat memenuhi kebutuhannya, manfaat untuk mereka pun tegak, dan 
agar mereka dapat bersenang-senang dan mengambil manfaat. Setelah itu, ia akan sirna dan hilang dan akan 
ditiadakan oleh Yang menciptakannya, diberhentikan oleh yang menggerakannya, dan manusia yang 
mendapat beban (ibadah) akan berpindah ke tempat selain tempat ini, di mana pada tempat itu mereka 
mendapatkan balasan terhadap amal mereka secara penuh dan sempurna, dan akan dietahui bahwa maksud 
dari tempat ini (dunia) adalah sebagai ladang untuk kampung yang kekal, dan bahwa dunia adalah tempat 
untuk melanjutkan perjalanan, bukan tempat menetap." 

78 Oleh karena musuh-musuh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menunggu-nunggu waktu kematian 
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan bahwa tidak ada 
seorang pun yang hidup kekal di dunia dan bahwa mereka pun sama akan mati. 

79 Seperti kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat. 

80 Yakni agar Kami melihat apakah kamu bersabar dan bersyukur atau tidak. 

81 Untuk diberikan balasan. Syaikh As Sa'diy berkata, "Ayat ini menunjukkan batilnya perkataan orang yang 
mengatakan bahwa Khadhir itu kekal, dan bahwa ia hidup kekal di dunia. Perkataan ini adalah perkataan 
yang tidak ada dalilnya dan bertentangan dengan dalil-dalil syar'i." 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




36. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan 
engkau menjadi bahan ejekan 82 . (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan- 
tuhan-mu?" Padahal mereka orang yang ingkar jika disebut Allah Yang Maha Pengasih 83 . 



37. 84 Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa 85 . Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda- 
tanda azab-Ku 86 . Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya 87 . 



38. Dan mereka berkata, "Kapankah janji itu 88 (akan datang), jika kamu orang yang benar 89 ?" 



39. Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka 
dari wajah dan punggung mereka 90 , sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka 
tidak meminta disegerakan). 



82 Hal ini karena kerasnya kekafiran mereka, sampai-sampai ketika melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam, mereka menjadikannya bahan ejekan, dan berkata, "Apakah ini orang yang mencela tuhan- 
tuhanmu?" Mereka menghina dan mengolok-oloknya, padahal Beliau adalah manusia yang paling sempurna 
dan paling utama. Merekalah yang sesungguhnya hina karena menggabung semua akhlak terela, kalau pun 
tidak ada perbuatan mereka selain kafir kepada Allah Yang Maha Pengasih dan kafir kepada Rasul-Nya, hal 
itu pun sudah cukup menjadikan mereka sebagai makhluk yang paling hina karena yang mereka ingkari 
adalah Tuhan Yang Maha Pengasih, di mana tidak ada satu pun nikmat yang diperoleh hamba kecuali 
berasal dari-Nya dan tidak ada yang menghindarkan bahaya selain Dia. 

83 Mereka berkata, "Kami tidak mengenal Ar Rahman." 

84 Ayat ini turun karena mereka meminta disegerakan azab. 

85 Orang-orang mukmin meminta kepada Allah agar disegerakan azab kepada orang-orang kafir, dan orang- 
orang kafir meminta pula agar azab itu disegerakan kepada mereka saking ingkarnya mereka terhadap 
ancaman itu. Mereka berkata, "Kapankah janji itu (akan datang), jika kamu orang yang benar?" Padahal 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala menunda bukan berarti membiarkan, akan tetapi telah menetapkan waktu yang 
ditentukan, di mana apabila waktu itu datang maka mereka tidak bisa meminta diundur dan tidak pula 
meminta dimajukan. 

86 Terhadap orang yang kafir kepada-Ku. 

87 Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala memperlihatkan terbunuhnya mereka di Badar. 

88 Yakni azab atau hari kiamat. 

89 Mereka mengucapkan kata-kata ini karena tertipu, dan karena mereka belum tertimpa azab. 

90 Karena azab mengepung mereka dari berbagai sisi. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 








40. Sebenarnya (hari kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi 
panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu) 91 . 



41. 92 Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka 
turunlah (siksaan) kepada orang yang mencemoohkan apa yang selalu mereka perolok-olokkan 93 . 

Ayat 42-46: Penjelasan tentang tidak bermanfaatnya patung-patung yang mereka sembah 
dan bahwa patung-patung itu tidak bisa menolong mereka. 



42. Katakanlah, "Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari 
(siksaan) Allah Yang Maha Pengasih 97 ?" Bahkan mereka berpaling 98 dari peringatan Tuhan 
mereka 99 . 



43. Ataukah mereka mempunyai tuhan- tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) kami 100 ? 
Tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka 101 
dilindungi dari (azab) Kami. 



44. Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di 
dunia) 102 hingga panjang usia mereka 103 . Maka Apakah mereka tidak melihat bahwa Kami 



91 Untuk bertobat. Kalau seandainya mereka mengetahui keadaan ini, tentu mereka tidak akan meminta 
disegerakan azab dan mereka akan benar-benar takut. 

92 Ayat ini sebagai hiburan bagi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika orang-orang kafir mencemoohkan 
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti yang disebutkan dalam ayat 36 di atas. 

93 Yaitu azab. Demikian pula azab itu akan menimpa kepada orang-orang yang mencemoohkan engkau 
(Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam). 

94 Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menyebutkan kelemahan mereka yang mengambil tuhan-tuhan 
selain-Nya, dan bahwa mereka membutuhkan pertolongan Tuhan mereka yang sesungguhnya, yaitu Ar 
Rahman (Yang Maha Pengasih), di mana rahmat-Nya mengena kepada orang yang baik maupun yang buruk. 

95 Ketika kamu tidur dan tidak sadar. 

96 Ketika kamu sedang bertebaran di muka bumi dan sedang lalai. 

97 Yakni jika turun kepadamu. Tentu tidak ada yang mampu menjagamu. 

98 Tidak mau memikirkan. 

99 Yakni Al Qur'an. Padahal kalau mereka mau mendatangi peringatan itu dan menerima nasehatnya, tentu 
mereka ditunjuki kepada jalan yang lurus dan diberi taufiq dalam urusan mereka. 

100 Maksudnya, apakah tuhan-tuhan mereka mampu menghindarkan azab yang Kami turunkan. 

101 Yakni orang-orang kafir. 

102 Seperti harta, anak dan panjang umur. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 








mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari 
ujung-ujung negeri 104 . Apakah mereka yang menang 105 ? 



45. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan 
wahyu 106 ." Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan 107 . 



46. Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, "Celakalah Kami! 
Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri) 108 ." 



47. 109 Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak seorang pun 
dirugikan walau sedikit 110 ; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya 
(pahala). Dan cukuplah Kami yang menghisabnya 111 . 

Ay at 48-50: Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimas salam dan turunnya kitab Taurat. 



103 Sehingga mereka tertipu. Mereka sibuk bersenang-senang, dan lupa untuk apa mereka diciptakan, waktu 
yang lama berlalu bagi mereka sehingga hati mereka menjadi keras, sikap melampaui batasnya semakin 
menjadi, dan kekafiran mereka semakin besar. 

104 Maksudnya, tidakkah orang-orang kafir melihat ke sebelah kanan negeri mereka dan ke sebelah kirinya, 
di mana mereka akan melihat sebagiannya binasa, tidak terdengar lagi selain berita kematian, kematian siap 
datang ke segenap tempat untuk mencabut nyawa mereka sedikit demi sedikit sehingga diwarisi Allah. Bisa 
juga maksud, "lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri" dengan diberikannya kepada Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam dan Beliau berhasil menaklukkannya. Jika seandainya mereka 
memperhatikannya, niscaya mereka tidak akan tertipu dan tidak akan terus menerus di atas kekafiran. 

105 Tidak, bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang menang. Atau maksudnya, 
apakah mereka dapat keluar dari taqdir Allah atau lolos dari kematian? 

106 Dari Allah, bukan dari diriku sendiri. 

107 Mereka (orang-orang kafir dan musyrik) disebut sebagai orang yang tuli meskipun mereka mampu 
mendengar, karena peringatan yang disampaikan kepada mereka tidak ubahnya menyampaikan kepada 
orang yang tuli yang tidak mendengar peringatan dari orang lain dan tidak berpengaruh apa-apa. 

108 Dengan berbuat syirk dan mendustakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. 

109 Ketika manusia dikumpulkan di padang mahsyar, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memasang timbangan 
yang adil, di mana dengannya kebaikan dan keburukan mereka ditimbang. 

110 Seperti dikurangi kebaikannya dan ditambah keburukannya. 

111 Yakni cukuplah Dia yang mengetahui amalan hamba, yang menjaganya, yang menetapkannya dalam 
kitab, yang mengetahui ukurannya, dan ukuran balasannya serta keberhakannya serta yang menyampaikan 
balasan kepada orang-orang yang melakukannya. 





Ayat 47: Penjelasan tentang keadilan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



48. 112 Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, furqan (kitab Taurat) 113 dan 
penerangan 114 serta pelajaran 115 bagi orang-orang yang bertakwa 116 , 



49. (yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya 117 , dan 
mereka merasa takut akan (peristiwa) hari kiamat. 



50. Dan ini (Al Quran) adalah suatu peringatan 118 yang mempunyai berkah 119 yang telah Kami 
turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya? 

Ayat 51-61: Kisah Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama kaumnya, dialognya dengan mereka 
dan penghancuran Beliau terhadap patung-patung mereka. 



112 Syaikh As Sa'diy berkata, "Sering sekali Allah Subhaanahu wa Ta'aala menggabung dua kitab yang 
agung ini, di mana tidak pernah datang ke dunia kitab yang lebih utama daripada keduanya, lebih agung 
namanya dan lebih berkah, serta lebih agung petunjuk dan penjelasannya, yaitu Taurat dan Al Qur'an. Allah 
memberitahukan, bahwa Dia telah memberikan kepada Musa pada asalnya, dan Harun mengikuti, yaitu al 
Furqan yang membedakan antara yang hak dengan yang batil, petunjuk dan kesesatan. . .dst." 

113 Furqan artinya yang membedakan antara yang hak dengan yang batil, dan antara yang halal dengan yang 
haram. 

114 Yakni cahaya yang dipakai petunjuk untuk menerangi jalan hidup, dan dengannya diketahui hukum- 
hukum, dibedakan antara yang halal dan yang haram, serta sebagai penerang di gelapnya kesesatan. 

115 Yakni nasehat. Dengannya mereka dapat mengingat hal yang bermanfaat bagi mereka dan hal yang 
membahayakan, dan dengannya mereka dapat mengingat kebaikan dan keburukan. 

116 Disebutkan secara khusus orang-orang yang bertakwa, karena merekalah yang dapat mengambil manfaat 
daripadanya, baik sebagai ilmu maupun amal. Pada ayat selanjutnya diterangkan tentang siapakah orang- 
orang yang bertakwa. 

117 Bisa juga diartikan, di saat manusia tidak melihatnya atau di saat sepi. Jika di saat sepi saja mereka 
merasa takut kepada azab Tuhan mereka, bagaimana pada saat berada di hadapan manusia? Tentu lebih takut 
lagi. Oleh karena itu, mereka menjaga diri dari apa yang diharamkan dan mengerjakan apa yang diwajibkan. 

118 Dengan Al Qur'an, teringatlah semua tuntutan, seperti dapat mengenal Allah dengan nama-nama, sifat- 
Nya dan perbuatan-Nya, mereka dapat pula mengenal sifat-sifat para rasul, wali, dan keadaan mereka. 
Demikian pula, mereka dapat mengenal hukum-hukum syara' berupa ibadah, mu'amalah, dsb. Mengenal 
pula hukum-hukum tentang pembalasan, surga, dan neraka. Demikian pula, dengan Al Qur'an manusia dapat 
mengenal berbagai masalah dan dalil-dalil yang 'aqli (akal) maupun naqli (wahyu). Allah menamai Al 
Qur'an dengan dzikr, yang artinya ingat, karena ia mengingatkan apa yang Allah tanam dalam akal dan 
fitrah manusia berupa membenarkan berita-berita yang benar, perintah mengerjakan yang baik dan larangan 
mengerjakan yang buruk. 

119 Yakni banyak kebaikannya, berkembang lagi bertambah. Tidak ada sesuatu pun yang lebih besar 
berkahnya daripada Al Qur'an ini. Hal itu, karena setiap kebaikan dan nikmat, maka disebabkan olehnya dan 
pengaruh dari mengamalkannya. Oleh karena Al Qur'an merupakan peringatan yang mempunyai berkah, 
maka wajib diterima dan diikuti serta bersyukur kepada Allah atas nikmat ini, dijunjung, dan digali 
keberkahannya dengan mempelajari lafaz-lafaz dan maknanya. Adapun menyikapinya dengan berpaling atau 
bahkan mengingkari serta tidak beriman kepadanya, maka yang demikian termasuk kekafiran yang paling 
besar, kebodohan dan kezaliman yang paling besar. Oleh karena itulah, Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
berfirman, "Maka apakah kamu mengingkarinya?" 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



51. 120 Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim 
petunjuk 121 , dan Kami telah mengetahui dia 122 . 

52. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini 
yang kamu tekun menyembahnya 123 ?" 




53. 124 Mereka menjawab, "Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya 125 ." 

54. Ibrahim berkata, "Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang 
nyata 126 ." 

^ ^JJ! ^ cL^Wj^b UlL-l I3JIS 

55. Mereka berkata 127 , "Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran 128 atau engkau 
main-main?" 

56. Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya Tuhan kamu 129 ialah Tuhan (Pemilik) langit dan bumi; 
(Dialah) yang telah menciptakannya 130 ; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu 131 ." 



120 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang Musa dan Muhammad shallallahu 'alaihima 
wa sallam serta kitab keduanya, Dia member itahukan, bahwa sebelum diutus-Nya Musa dan Muhammad 
serta diturunkan kitab keduanya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memperlihatkan kepada Ibrahim tanda- 
tanda kerajaan-Nya di langit dan bumi (lihat Al An'aam: 75), dan memberikan petunjuk kepadanya, yang 
dengannya diri Ibrahim menjadi sempurna dan dia mengajak manusia kepada petunjuk itu yang tidak 
diberikan-Nya kepada seorang pun kecuali Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, disandarkan 
petunjuk itu kepada-Nya karena petunjuk itu sesuai keadaan Ibrahim dan ketinggian kedudukannya. Jika 
tidak demikian, maka sesungguhnya setiap mukmin mendapat petunjuk sesuai iman yang ada padanya. 

121 Sebelum Ibrahim mencapa usia baligh. 

122 Yakni kelayakannya untuk memperoleh petunjuk itu karena kebersihan dirinya dan kecerdasannya. Oleh 
karena itu, disebutkan perdebatan Beliau dengan kaumnya, larangan Beliau terhadap perbuatan syirk, 
tindakannya menghancurkan patung-patung dan mengalahkan mereka dengan hujjah yang menunjukkan 
kelayakan dirinya memperoleh petunjuk. 

123 Yakni apa sesungguhnya patung-patung itu? Apa kelebihan dan kehebatannya sehingga pantas disembah? 
Dan di mana akal kamu sehingga kamu menghabiskan waktu untuk menyembahnya? Kamu yang 
membuatnya, sedangkan patung-patung itu lemah, tidak sanggup berbuat apa-apa, bahkan lebih lemah dari 
dirimu? 

124 Mereka menjawab tanpa ilmu dan menjawab dengan jawaban yang lemah. 

125 Yakni sehingga kami mengikuti. Padahal sudah maklum, perbuatan manusia selain rasul bukanlah hujjah 
dan tidak berhak diikuti terlebih dalam pokok-pokok agama. Oleh karena itu, Ibrahim menyatakan sesat 
semuanya. 

126 Yakni jelas sekali kesesatannya bagi setiap orang yang berakal. 

127 Karena menganggap aneh perkataan Ibrahim dan menganggapnya sebagai sesuatu yang besar. 

128 Dan serius. 

129 Yang berhak untuk disembah. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




57. Dan demi Allah, Sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu 
setelah kamu pergi meninggalkannya 133 . 



58. Maka dia (Ibrahim) menghancurkan berhala-berhala itu berkeping-keping 134 , kecuali yang 
terbesar bagi mereka 135 ; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. 



59. Mereka berkata 136 , "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? 
Sungguh, dia termasuk orang yang zalim." 



60. Mereka (yang lain) berkata, "Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala- 
berhala ini), namanya Ibrahim 137 ." 



61. Mereka berkata, "(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, 
agar mereka menyaksikan 138 ." 



130 Tanpa contoh sebelumnya. 

131 Dalam perkataan ini, Beliau berdalih terhadap keberhakan Allah untuk diibadahi dengan rububiyyah-Nya. 

132 Setelah Nabi Ibrahim 'alaihis salam menerangkan bahwa patung-patung yang mereka sembah tidak 
mampu mengatur dan menguasai apa-apa, maka Beliau ingin memperlihatkan kepada mereka dengan 
tindakan yang menunjukkan lemahnya patung-patung itu dan tidak dapat membela dirinya sendiri. 

133 Ucapan ini menurut sebagian mufassir diucapkan Nabi Ibrahim 'alaihis salamdalam hatinya saja. 
Maksudnya, Nabi Ibrahim 'alaihis salam akan menjalankan tipu dayanya untuk menghancurkan berhala- 
berhala mereka, setelah mereka meninggalkan tempat-tempat berhala itu. 

134 Ketika kaumnya pergi ke tempat perkumpulan mereka di hari raya, Ibrahim diam-diam pergi mendatangi 
oatung-patung yang mereka sembah, lalu Beliau menghancurkannya dengan kapak. 

135 Nabi Ibrahim 'alaihis salam tidak menghancurkan patung yang paling besarnya karena ada maksud yang 
diinginkannya, yaitu agar mereka kembali (bertanya) kepada patung besar mereka itu sehingga mereka 
mengetahui bahwa patung itu tidak bisa memberikan jawaban apa-apa terhadap mereka. Syaikh As Sa'diy 
berkata, "Perhatikanlah kehati-hatian yang mengagumkan ini, semua yang dibenci Allah (seperti patung, 
dsb.) tidak digunakan lafaz-lafaz agung (seakan-akan ia agung dan besar) selain disebutkan pula idhafat 
(penyandarannya) bagi orang-orangnya (tertentu), sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika 
menulis surat kepada raja-raja negara yang musyrik, Beliau mengatakan, "Kepada Pembesar Persia", 
"Kepada Pembesar Romawi", dsb, dan tidak mengatakan, "Kepada Pembesar" (tanpa disandarkan). Di sini 
Alah Subhaanahu wa Ta'aala juga berfirman, "kecuali yang terbesar bagi mereka.". Oleh karena itu, hal ini 
perlu diingat dan agar berhati-hati tidak mengagungkan sesuatu yang dianggap hina oleh Allah kecuali jika 
disandarkan kepada orang-orang yang mengagungkannya." 

136 Ketika mereka kembali dan menyaksikan kadaan patung-patung sesembahan mereka. 

137 Mungkin di antara mereka ada yang mendengar perkataan Ibrahim, bahwa Beliau akan melakukan tipu 
daya terhadapnya, wallahu a'lam. 

138 Yakni bahwa Ibrahimlah pelakunya. Inilah yang diinginkan Ibrahim, yaitu dapat menerangkan yang hak 
dan menegakkan hujjah di hadapan banyak manusia. Hal ini seperti yang diinginkan Musa ketika 
mengadakan perjanjian dengan Fir'aun untuk bertemu, Beliau berkata, "Waktu untuk pertemuan (kami 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







Ayat 62-68: Penegakkan hujjah oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam kepada kaumnya dan 
bagaimana kaumnya berusaha membakarnya. 

62. Mereka bertanya 139 , "Apakah engkau yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, 
wahai Ibrahim?" 

63. Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya patung besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah 
kepada mereka 140 , jika mereka dapat berbicara." 

64. Maka mereka kembali kepada kesadaran 141 dan berkata, "Sesungguhnya kamulah yang 
menzalimi (diri sendiri) 142 ." 

65. Kemudian mereka menundukkan kepala 143 (lalu berkata), "Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa 
(berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara 144 ." 




66. Dia (Ibrahim) berkata, "Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat 
memberi manfaat sedikit pun 145 , dan tidak (pula) mendatangkan mudharat kepada kamu 146 ? 

67. Celakalah kamu 147 dan apa yang kamu sembah selain Allah. Tidakkah kamu mengerti 148 ?" 



dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu duha." (Terj. Thaha: 
59) 

139 Ketika Ibrahim telah dihadapkan. 

140 Yakni patung yang dirusak dan patung yang tidak dirusak tentang siapa yang melakukannya. Dalam 
perkataan ini, Ibrahim menyindir mereka dengan maksud menerangkan, bahwa patung itu tidak bisa berbuat 
apa-apa, sehingga tidak pantas disembah. 

141 Kesadaran mereka kembali, mereka mengetahui bahwa mereka berada dalam kesesatan, dan mereka 
mengakui bahwa perbuatan mereka selama ini adalah salah, ketika seperti ini hujjah tegak terhadap mereka. 
Akan tetapi kesadaran ini tidak berlangsung lama, bahkan mereka kembali seperti semula. 

142 Dengan menyembah sesuatu yang tidak dapat berbicara. 

143 Maksudnya, mereka kembali membangkang setelah sadar. 

144 Sehingga mengapa engkau menyuruh kami bertanya kepadanya. 

145 Seperti rezeki dan lainnya. 

146 Jika kamu tidak menyembahnya. 

147 Yakni sungguh sesat, rugi, dan hina dirimu dan apa yang kamu sembah selain Allah. 

148 Yakni bahwa patung-patung itu tidak berhak disembah, dan bahwa yang pantas disembah adalah Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



68. 149 Mereka berkata, "Bakarlah dia dan tolonglah tuhan-tuhan kamu 150 , jika kamu benar-benar 
hendak berbuat 151 ." 



Ay at 69-73: Penyelamatan Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan penjelasan nikmat-nikmat Allah 
kepada keturunannya. 



69. Kami (Allah) berfirman, "Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim 152 ," 



70. Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim 153 , maka Kami menjadikan mereka itu 



71. Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth 155 ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi 
untuk seluruh alam 156 . 



72. Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) lshak 157 , dan Ya'qub sebagai suatu 
anugerah 158 . Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh 159 



149 Setelah Nabi Ibrahim 'alaihis salam membuat mereka tidak bisa lagi menjawab, maka mereka 
menggunakan kekerasan. 

150 Dengan membakar Ibrahim. 

151 Yakni hendak membela tuhan-tuhan kamu. Maka mereka mengumpulkan kayu bakar yang banyak dan 
menyalakan api serta mengikat Nabi Ibrahim 'alaihis salam. Mereka taruh Beliau dalam Manjenik (alat 
pelempar) lalu melemparnya ke dalam api. 

152 Oleh karena itu, Nabi Ibrahim alaihis salam tidak terbakar, selain tali pengikatnya saja, panasnya hilang 
sedangkan cahayanya tetap. 

153 Yaitu ketika mereka sepakat untuk membakarnya. 

154 Di dunia dan akhirat. Sebaliknya kekasih-Nya dan para pengikutnya, merekalah orang-orang yang 
beruntung. 

155 Di antara kaum Ibrahim, yang beriman kepadanya hanyalah Luth. Beliau (Luth) adalah putera saudara 
Ibrahim. Allah menyelamatkan Ibrahim dan Luth dari raja Babil Namrud dan kaumnya. Kemudian keduanya 
berhijrah ke Syam meninggalkan kaumnya di Babil, salah satu daerah di Irak. 

156 Yang dimaksud dengan negeri di sini ialah negeri Syam, termasuk di dalamnya Palestina. Allah 
memberkahi negeri itu artinya kebanyakan nabi berasal dari negeri itu dan tanahnya pun subur 

157 Yakni ketika Ibrahim meminta dianugerahkan seorang anak dari istrinya yang mandul, yaitu Sarah. 

158 Yakni Ya'kub sebagai tambahan dari permintaannya. 

159 Yang memenuhi hak Allah dan hak hamba-hamba-Nya. Termasuk kesalehan mereka adalah, Allah 
menjadikan mereka sebagai pemimpin yang menunjukkan kepada kebaikan dengan perintah-Nya. Hal ini 
merupakan nikmat paling besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya, yakni dijadikan-Nya sebagai 
pemimpin kebaikan (a'immatul huda), di mana orang-orang mengikuti di belakangnya, yang demikian 
adalah karena kesabaran mereka dan yakin kepada ayat-ayat Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





orang-orang yang paling rugi 



154 





73. Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan 
perintah Kami 160 , dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan 161 , melaksanakan 
shalat, menunaikan zakat 162 , dan hanya kepada Kami mereka menyembah 163 . 



74. 1 Dan kepada Luth, Kami berikan hikmah 165 dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari (azab 
yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji 166 . Sungguh, mereka orang- 
orang yang jahat lagi fasik, 



75. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat kami 167 ; sesungguhnya dia termasuk golongan orang 
yang saleh. 



160 Maksudnya, dengan agama Kami, bukan memerintah berdasarkan hawa nafsu mereka, tetapi berdasarkan 
perintah Allah dan agama-Nya, dan seorang hamba tidaklah menjadi imam (pemimpin) sampai ia mengajak 
manusia kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

161 Yakni berbuat dan memerintahkannya, baik yang terkait dengan hak Allah maupun hak manusia. 

162 Hal ini termasuk pengathafan (penyertaan) yang khusus kepada yang umum (yaitu semua kebaikan). 
Disebutkan kedua ibadah ini meskipun sudah termasuk ke dalam kebaikan, karena kelebihan dan 
keutamaannya. Hal itu, karena barang siapa yang menyempurnakan keduanya sebagaimana yang 
diperintahkan, maka ia telah menegakkan agamanya, dan barang siapa yang menyia-nyiakan keduanya, 
maka berarti dia merobohkan agamanya. Jika keduanya telah ditinggalkan, maka perintah-perintah agama 
yang lain tentu lebih ditinggalkan lagi. Di samping itu, shalat adalah amal yang paling utama karena di sana 
terdapat hak Allah, dan zakat adalah amal yang paling utama, karena di sana terdapat hak hamba. 

163 Yakni sebagian besar waktu-waktu mereka diisi dengan ibadah. 

164 Syaikh As Sa'diy berkata, "Ayat ini merupakan pujian Allah Subhaanahu wa Ta'aala terhadap Rasul-Nya 
Luth 'alaihis salam dengan diberikan ilmu syar'i, memutuskan masalah yang terjadi di tengah-tengah 
manusia dengan tepat dan benar, dan bahwa Allah mengutusnya kepada kaumnya mengajak mereka 
beribadah kepada Allah dan melarang mereka berbuat keji. Beliau tinggal di tengah-tengah kaumnya 
berdakwah kepada mereka, namun kaumnya tidak mau memenuhi panggilannya, maka Allah membalikkan 
negeri mereka dan mengazab mereka sampai yang terakhirnya karena mereka adalah orang-orang yang jahat 
lagi fasik, mereka mendustakan orang yang mengajak mereka, mengancam untuk mengusirnya, dan 
kemudian Allah menyelamatkan Luth beserta keluarganya, Dia memerintahkan Luth untuk membawa pergi 
keluarganya di malam hari agar mereka menjauhi negeri itu, maka mereka pun pergi di malam hari dan 
selamat karena karunia Allah dan nikmat-Nya kepada mereka." 

165 Yakni kebijaksanaan dalam memutuskan perkara antara orang-orang yang berselisih. 

166 Maksudnya, homoseksual, menyamun (mengadakan perampokan) serta mengerjakan perbuatan tersebut 
dengan terang-terangan. 

167 Di mana orang yang masuk ke dalam rahmat-Nya akan berada dalam keamanan dari semua yang 
dikhawatirkan, memperoleh semua kebaikan, kebahagiaan, kebajikan, kesenangan dan pujian. Hal itu, 



Ayat 74-75: Kisah Nabi Luth 'alaihis salam bersama kaumnya. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 76-77: Kaum Nabi Nuh 'alaihis salam bersama kaumnya. 



76. Dan (ingatlah kisah) Nuh 168 , sebelum itu 169 ketika dia berdoa 170 . Kami perkenankan doanya, 
lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya 171 dari bencana yang besar 172 . 

77. Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. 
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka 
semuanya. 

Ayat 78-82: Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman 'alaihimas salam. 



78. Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai 
ladang, karena ladang itu dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan 
keputusan yang diberikan oleh mereka itu, 

JjLjsJlj Jy>el**0 ^]Lj>JI SjjIS £_« lS^>t-uij Llipj L*5^>- L^l* "^==J Jy-i^L-u I g ' i » g a 9 

79. Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat) 173 ; dan 
kepada masing-masing Kami berikan hikmah 174 dan ilmu 175 dan Kami tundukkan gunung-gunung 
dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud 176 . Dan Kamilah yang melakukannya 177 . 



karena dia termasuk orang-orang yang saleh, orang-orang yang baik amalnya dan bersih keadaannya. 
Kesalehan merupakan sebab seorang hamba masuk ke dalam rahmat Allah, sebagaimana kebalikannya 
(tidak saleh atau fasik) adalah sebab terhalangnya dari rahmat dan kebaikan, dan manusia yang paling saleh 
adalah para nabi 'alaihimush shalaatu was salam. 

168 Yakni ingatlah tentang Nuh dan keadaannya yang sungguh terpuji. 

169 Yakni Sebelum Ibrahim dan Luth. 

170 Setelah Beliau berdakwah di tengah-tengah mereka mengajak beribadah kepada Allah dan melarang 
berbuat syirk selama 950 tahun. Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, di 
malam dan siang hari. Namun ketika Beliau melihat bahwa nasehat dan peringatan tidak bermanfaat bagi 
mereka, maka Beliau mendoakan kebinasaan kaumnya (lihat surat Nuh: 26-27), maka Allah mengabulkan 
doa Beliau, Allah menyelamatkan Beliau dan para pengikutnya dalam kapal, dan menjadikan keturunan 
merekalah yang tetap hidup. 

171 Dalam perahu besar yang dibuat Nuh 'alaihis salam. 

172 Yaitu penenggelaman kaumnya. 

173 Menurut riwayat Ibnu Abbas bahwa sekelompok kambing telah merusak tanaman di waktu malam. Maka 
yang punya tanaman mengadukan hal ini kepada Nabi Dawud 'alaihis salam. Nabi Dawud kemudian 
memutuskan bahwa kambing-kambing itu harus diserahkan kepada yang punya tanaman sebagai ganti 
tanam-tanaman yang rusak. Tetapi Nabi Sulaiman 'alaihis salam memutuskan agar kambing-kambing itu 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



dl^J^-^ j*-^' L)4* p^^cr? (t^^^J 4*L^> 4il^lc.j 

80. Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu 178 , guna melindungi 
kamu dalam peperanganmu. Apakah kamu 179 bersyukur (kepada Allah) 180 ? 

81. Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus 
dengan perintahnya 181 ke negeri yang Kami beri berkah padanya 182 . Dan Kami Maha Mengetahui 
segala sesuatu 183 . 



diserahkan sementara kepada yang punya tanaman untuk diambil manfaatnya. Sedangkan orang yang punya 
kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanam-tanaman yang baru. Apabila tanaman yang baru 
telah dapat diambil hasilnya atau seperti keadaan sebelumnya, mereka yang mempunyai kambing itu boleh 
mengambil kambingnya kembali. Keputusan Nabi Sulaiman 'alaihis salam ini adalah keputusan yang tepat. 
Kalimat, "Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum yang tepat," tidaklah 
menunjukkan bahwa Nabi Dawud tidak diberikan kepahaman pada selain masalah ini. Oleh karena itulah, 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam lanjutan ayat-Nya berfirman, "dan kepada masing-masing Kami 
berikan hikmah dan ilmu". Ayat di atas juga menjelaskan, bahwa hakim terkadang benar dan terkadang 
salah, dan ia tidaklah tercela apabila salah setelah mengeluarkan kesungguhannya dalam berijtihad. 

174 Yakni kenabian. 

175 Tentang masalah-masalah agama. 

176 Dawud adalah di antara manusia yang paling banyak beribadah kepada Allah, paling banyak dzikrnya, 
tasbih dan tahmidnya, bahkan Allah memberikan suara yang bagus kepadanya, sehingga ketika Beliau 
bertasbih dan memuji Allah, maka gunung-gunung dan burung-burung ikut menjawab. Hal ini merupakan 
karunia Allah dan ihsan-Nya kepadanya, oleh karena itu, Dia mengatakan, "Dan Kamilah yang 
melakukannya." 

177 Maksudnya, yang menundukkan keduanya untuk bertasbih bersama Dawud meskipun menurut kamu 
sebagai sesuatu yang aneh. 

178 Nabi Dawud 'alaihis salam adalah orang pertama yang membuat baju besi dan mengajarkannya, di mana 
sebelumnya hanya sebagai lempengan-lempengan. Pengajaran Allah kepada Dawud tentang cara membuat 
baju besi dan pelunakannya menurut para mufassir adalah perkara yang berada di luar kebiasaan manusia 
karena sebagaimana dikatakan mereka, Allah melunakkan besi untuknya, sehingga Beliau mengolahnya 
seperti tepung dan tanah tanpa perlu dileburkan ke dalam api. Alasan mereka adalah firman Allah Ta'ala, 
:Wa alannaa lahul hadiid" (Dan Kami lunakkan besi untuknya), namun menurut Syaikh As Sa'diy, bahwa 
pelunakkan di sini tidak berarti tanpa sebab. Oleh karena itu, menurutnya, bahwa Allah mengajarkan kepada 
Dawud secara adat kebiasaan, yakni dengan mengajarkan sebab-sebab yang dapat meleburkannya, wallahu 
a' lam. 

179 Wahai penduduk Mekah. 

180 Yakni dengan membenarkan rasul-Ku. 

181 Maksudnya, bahwa angin dapat diarahkan sesuai perintahnya. Dalam ayat lain, Allah berfirman, "Dan 
Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan 
dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) ...dst" (Terj. Saba': 12) 
Maksudnya adalah apabila Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari, maka jarak yang 
ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula apabila ia 
mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan. 

182 Yakni Syam, di mana di sanalah tempat Beliau menetap 

183 Di antaranya adalah, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengetahui bahwa pemberiannya kepada Sulaiman 
membuatnya semakin tunduk kepada Allah, maka Allah melakukannya sesuai ilmu-Nya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




82. 184 Dan (Kami telah tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam 
(ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu 185 ; dan Kami yang 
memelihara mereka itu 186 , 



Ayat 83-86: Ujian Nabi Ayyub 'alaihis salam dan isyarat kepada nabi-nabi yang lain. 

83. Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya 187 , "(Ya Tuhanku), sungguh, 
aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang 
penyayang 188 ." 



184 Hal ini termasuk keistimewaan Nabi Sulamian 'alaihis salam, di mana Allah menundukkan setan-setan 
dan jin-jin ifrit serta memberikan kekuasaan kepadanya terhadap jin-jin itu. Oleh karena itu, mereka bekerja 
untuk Beliau, di antara mereka ada yang menyelam ke laut mengeluarkan perhiasan untuknya, ada pula yang 
membuatkan gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam 
dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bahkan di antara mereka ada yang ditugaskan membangun 
Baitulmaqdis. Ketika Nabi Sulaiman wafat, mereka masih tetap bekerja untuk Sulaiman selama setahun, 
karena ketidaktahuan mereka bahwa Sulaiman telah wafat. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menetapkan 
wafatnya Sulaiman, sedangkan ketika itu Beliau berpegangan dengan tongkatnya. Ketika itu, setan-setan 
yang melewati Beliau menyangka bahwa Beliau masih hidup karena terlihat bersandar di atas tongkat, tidak 
ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Setelah 
Beliau telah tersungkur. Ketika itu tahulah jin bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah 
mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan (lihat surah Saba': 14). Yang demikian, karena 
sebelumnya mereka (para setan) menipu manusia, bahwa mereka mengetahui yang gaib, maka Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala tunjukkan ketidaktahuan mereka terhadap yang gaib, di mana sekiranya mereka 
mengetahui yang gaib tentulah mereka akan berhenti bekerja (lihat surah Saba': 14). 

185 Seperti membuat bangunan, dan lain-lain. 

186 Sehingga setan-setan itu tidak mampu menimpakan keburukan kepada Sulaiman 'alaihis salam. Ada pula 
yang berpendapat, bahwa Allah menjaga mereka (setan-setan) sehingga mereka tidak merusak pekerjaan 
yang telah mereka selesaikan, karena biasanya mereka setelah mengerjakan sesuatu merusak kembali 
sebelum malam tiba jika tidak diberikan kesibukan yang lain. Ada pula yang menafsirkan, bahwa mereka 
tidak sanggup menolak dan melanggar perintah Sulaiman, bahkan Allah menjaga mereka untuk Sulaiman 
dengan kekuatan-Nya, keperkasaan-Nya dan kekuasaan-Nya. 

187 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menguji Ayyub dan memberikan kekuasaan kepada setan terhadap 
jasadnya sebagai cobaan baginya, setan kemudian meniup ke dalam jasad, maka keluarlah bisul yang buruk 
dan menjijikan, dan Beliau menderita penyakit itu dalam waktu yang sangat lama, (ada yang mengatakan, 
selama 18 tahun Beliau menderita penyakit itu). Lebih dari itu anak-anaknya wafat, hartanya binasa dan 
manusia menjauhinya selain istrinya, maka Allah mendapatkannya dalam keadaan sabar dan ridha terhadap 
musibah itu, dan setelah sekian lama, ia pun berdoa seperti yang disebutkan dalam ayat di atas. 

188 Beliau bertawassul kepada Allah dengan keadaannya yang begitu parah dan dengan rahmat Allah yang 
luas lagi merata, maka Allah mengabulkan doanya dan berfirman kepadanya, " Hantamkanlah kakimu; 
inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. " (Terj. Shaad: 42) Maka Beliau menghantamkan 
kakinya ke bumi, kemudian keluarlah mata air yang sejuk, lalu Ayyub mandi dan minum daripadanya, 
kemudian Allah menghilangkan derita yang menimpanya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



84. Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami 
kembalikan keluarganya kepadanya 189 , dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu 
rahmat dari Kami 190 dan untuk menjadi peringatan 191 bagi semua yang menyembah Kami 192 . 

85. Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli 193 . Mereka semua termasuk orang-orang yang 
sabar 194 . 



189 Menurut Ibnu Abbas adalah dengan dihidupkan kembali dan dikembalikan hartanya kepadanya. Menurut 
Wahab bin Munabbih, "Allah mewahyukan kepada Ayyub (yang isinya), "Aku telah mengembalikan 
keluarga dan hartamu kepadamu dan melipatgandakan jumlahnya, maka mandilah dengan air ini, karena di 
sana terdapat penyembuh bagimu, berkurbanlah untuk sahabat-sahabatmu dan mintakanlah ampunan untuk 
mereka, karena mereka telah bermaksiat kepada -Ku dalam masalah kamu." 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

tip iiills-f ^if c C_jjjf Ij : Zj alSlia t aj^jj ^ Jz^h C-j y\ Ji»j t L^-ai ^> jlj^r ZSs- "j^zii ULj^p J-~^j Ljjj! l£j » 

"Ketika Ayyub sedang mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba ada seekor belalang dari emas jatuh, lalu 
Ayyub mengeruknya ke dalam bajunya, kemudian Tuhannya memanggilnya, "Wahai Ayyub, bukankah Aku 
telah mencukupkan kamu daripada apa yang kamu lihat?" Ia menjawab, "Benar, demi keperkasaan-Mu. 
Akan tetapi, aku tetap merasa butuh dengan keberkahan-Mu." (HR. Bukhari) 

Menurut Mujahid, "Dikatakan kepada Ayyub, "Wahai Ayyub, sesungguhnya keluargamu di surga. Jika 
engkau mau, kami dapat mendatangkan mereka kepadamu, dan jika engkau mau, kami biarkan mereka di 
surga dan kami menggantikan untukmu yang serupa dengan mereka." Ayyub menjawab, "Tidak (perlu 
engkau bawa kepadaku), aku biarkan mereka di surga." Maka keluarganya yang dahulu dibiarkan di surga, 
dan digantikan untuknya yang serupa dengan mereka di dunia." 

190 Yakni karena dia bersabar dan ridha, maka Allah membalasnya dengan pahala yang disegerakan sebelum 
pahala akhirat. 

191 Yakni pelajaran dan teladan. 

192 Agar mereka tetap bersabar sehingga memperoleh pahala. 

193 Dinamakan Dzulkifli (yang siap menanggung), karena kesiapannya berpuasa di siang hari dan melakukan 
qiyamullail di malamnya, serta siap memutuskan perkara di tengah-tengah manusia serta tidak marah, maka 
Beliau mampu melaksanakan semua itu. Ada yang berpendapat, bahwa ia bukanlah seorang nabi, tetapi 
sebagai laki-laki yang salih, raja dan hakim yang adil, wallahu a lam. 

Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari jalan Dawud bin Abi Hind, dari Mujahid, bahwa ia 
berkata: Ketika usia Ilyasa' sudah tua, ia berkata, "Wahai, sekiranya aku mengangkat seseorang untuk 
memimpin manusia di masa hidupku agar aku melihat tindakannya?" Maka ia mengumpulkan orang-orang 
dan berkata, "Siapakah yang siap menerima tiga tugas dariku, maka aku akan mengangkatnya sebagai 
pemimpin; berpuasa di siang hari, shalat di malam hari dan tidak marah." Lalu ada seorang yang berdiri 
yang dipandang hina oleh mata manusia dan berkata, "Saya." Beliau bertanya, "Apakah kamu (siap) 
berpuasa di siang hari, melakukan shalat di malam hari dan tidak marah." Ia menjawab, "Ya." Maka Beliau 
menyuruh orang-orang kembali pada hari itu, dan pada hari selanjutnya, Beliau berkata lagi seperti itu, lalu 
orang-orang terdiam, dan orang (yang kemarin siap) itu berdiri dan berkata, "Saya." Maka Beliau 
mengangkatnya sebagai pemimpin. Kemudian Iblis berkata kepada para setan, "Kalian harus lakukan 
sesuatu (untuk menggoda) si fulan." Namun ternyata orang itu membuat mereka (para setan) putus asa 
menghadapinya, maka Iblis berkata, "Sudah, biarkanlah aku yang menghadapinya." Maka Iblis datang 
dalam bentuk orang yang sudah tua lagi miskin, dan ia datang kepadanya ketika orang ini (Dzulkifli) 
mendatangi tempat tidurnya untuk istirahat di siang hari, padahal ia tidak tidur di malam dan siang hari 
selain tidur pada waktu itu. Lalu Iblis mengetuk pintu, kemudian orang itu berkata, "Siapakah ini?" Iblis 
menjawab, "Orang tua yang terzalimi." Maka orang itu bangun dan membukan pintu, lalu Iblis (dalam 
bentuk manusia yang sudah tua) mengisahkan masalahnya dan berkata, "Sesungguhnya antara aku dengan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



86. Dan Kami memasukkan mereka ke dalam rahmat kami . Sungguh, mereka termasuk orang- 
orang yang saleh. 



Ay at 87-88: Kisah Nabi Yunus 'alaihis salam. 



kaumku ada masalah. Mereka menzalimiku dan melakukan ini dan itu terhadapku." Sehingga ia (Iblis) 
berbicara lama dengannya sampai tiba waktu sore dan waktu istirahat di siang hari telah habis. Ia berkata, 
"Jika sudah tiba waktu sore, maka aku akan memberikan hakmu." Maka ia (Dzulkifli) pun pergi di waktu 
sore, dan duduk di majlisnya sambil memperhatikan apakah ia melihat orang tua yang tadi, namun ternyata 
tidak dilihatnya. Besoknya, ia melakukan hal yang sama, yaitu memberikan keputusan di antara manusia dan 
menunggu kedatangan orang tua itu, namun ternyata tidak juga dilihatnya. Saat ia hendak pergi ke tempat 
tidurnya untuk istirahat di siang hari, maka orang itu itu datang dan mengetuk pintu, dan berkata, "Siapakah 
ini?" Iblis menjawab, "Orang yang tua yang terzalimi." Lalu ia (Dzulkifli) membuka pintunya dan berkata, 
"Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu, "Apabila aku sedang duduk (memberikan keputusan), maka 
datanglah kepadaku?" Iblis (dalam bentuk manusia) berkata, "Sesungguhnya mereka adalah kaum yang 
paling buruk jika mereka tahu engkau sedang duduk (memberikan keputusan). Mereka nanti akan berkata, 
"Ya, kami akan berikan hakmu, namun ketika engkau pergi, maka mereka akan mengingkarinya." Ia 
berkata, "Pergilah, apabila tiba sore hari, maka datanglah kepadaku." Maka orang ini (Dzulkifli) kehilangan 
waktu istirahatnya di siang hari, ia pun datang di sore hari, namun tidak juga melihat orang tua itu dan ia 
sangat ngantuk sekali, sehingga ia berkata kepada sebagian keluarganya, "Jangan biarkan seseorang 
mendekati pintu ini sampai aku tidur. Sesungguhnya rasa ingin tidur mendorongku (unuk istirahat)." Maka 
pada saat itu, Iblis datang, lalu ada (anggota keluarganya) yang berkata, "Tetaplah di belakang, tetaplah di 
belakang." Maka Iblis menjawab, "Aku telah datang kepadanya kemarin dan telah menyebutkan masalahku 
kepadanya." Maka ia (anggota keluarganya) berkata, "Tidak boleh (masuk). Demi Allah, ia telah menyuruh 
kami untuk tidak membiarkan seorang pun mendekatinya." Ketika ia (anggota keluarganya) membuat Iblis 
putus asa, maka Iblis melihat ke lubang dinding di rumah lalu ia naik darinya dan ternyata ia sudah berada di 
dalam rumah itu dan mengetuk pintu dari dalam, maka bangunlah orang ini dan berkata, "Wahai fulan, 
bukankah aku telah menyuruhmu (untuk tidak datang sekarang)?" Iblis menjawab, "Adapun dari pihakku, 
demi Allah, maka kamu tidak didatangi, maka lihatlah dari mana aku datang?" Maka ia bangun menuju 
pintu, namun ternyata dalam keadaan terkunci seperti sebelumnya, tetapi orang tua ini anehnya berada dalam 
rumah, maka ia (Dzulkifli) langsung mengenalinya dan berkata, "Apakah (kamu) musuh Allah?" Iblis 
menjawab, "Ya. Engkau telah membuatku putus asa dalam segala sesuatu, maka aku lakukan perbuatan yang 
engkau saksikan untuk membuatmu marah." 

Maka dari sini orang ini dinamai Allah dengan Dzulkifli, karena ia siap menanggung sesuau dan 
memenuhinya. 

194 Sabar ada tiga macam: sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi larangan 
Allah, dan sabar terhadap taqdir Allah yang terasa pedih. Seorang hamba tidak berhak mendapat gelar sabar 
secara sempurna sampai terpenuhi ketiga macam sabar ini. Para nabi, Allah sebut sebagai orang-orang yang 
sabar karena mereka telah memenuhi ketiganya. Selain itu, Allah menyifati mereka dengan kesalihan karena 
kesalehan hati mereka yang dipenuhi ma'rifatullah dan kecintaan kepada-Nya, kesalihan lisan mereka 
dengan basah menyebut nama-Nya, dan kesalihan anggota badannya karena sibuk mengerjakan ketaatan 
kepada Allah dan menjaga dirinya dari maksiat. Karena kesabaran dan kesalehan inilah, Allah masukkan 
dengan rahmat-Nya dan menjadikan mereka bersama sauadra-saudara mereka dari para rasul serta 
memberikan pahala di dunia dan akhirat. Kalau sekiranya, pahala mereka adalah dengan disebut tinggi 
namanya di alam semesta serta disebut baik sekali oleh orang-orang setelahnya, maka hal itu pun sudah 
cukup sebagai kemuliaan dan ketinggiannya. 

195 Berupa kenabian. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



87. 196 Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah 197 , lalu dia 
menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya 198 , maka dia berdoa dalam keadaan yang 
sangat gelap 199 , "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. 
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim 200 ." 

88. Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan 201 . Dan demikianlah 202 
Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman 203 . 



196 Yakni ingatlah hamba dan rasul Kami Dzunnun, yaitu Yunus bin Mata dengan menyebutkan kebaikannya 
dan memujinya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengutusnya kepada penduduk Neinawa dan mengajak 
mereka beriman, namun ternyata mereka tidak beriman, maka Beliau mengancam mereka dengan azab yang 
akan turun setelah berlalu tiga hari. Ketika azab datang, dan mereka menyaksikannya dengan mata kepala, 
maka mereka keluar ke gurun membawa anak-anak dan hewan ternak mereka, lalu mereka bersama-sama 
berdoa kepada Allah dengan merendahkan diri kepada-Nya dan bertobat, maka Allah angkat azab itu dari 
mereka sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, 
lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami 
hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada 
mereka sampai kepada waktu yang tertentu. " (Terj. Yunus: 98) dan firman-Nya, "Dan Kami utus dia 
kepada seratus ribu orang atau lebih.—Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan 
hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (Terj. Ash Shaffaat: 147-148) Kaum Yunus akhirnya 
beriman, akan tetapi Yunus pergi meninggalkan kaumnya karena marah kepada mereka padahal Allah belum 
mengizinkan, Beliau pergi bersama beberapa orang menaiki perahu dan ketika itu datang ombak yang besar, 
mereka pun khawatir akan tenggelam, maka mereka melakukan undian untuk melempar salah seorang di 
antara mereka ke laut agar beban perahu semakin ringan, ternyata hasil undian tertuju kepada Yunus, lalu 
mereka enggan melemparnya, maka mereka mengulangi lagi, dan ternyata tertuju kepada Yunus lagi, namun 
mereka tetap enggan melemparnya, maka dilakukan undian sekali lagi dan ternyata hasil undian tetap jatuh 
kepada Yunus, maka Yunus berdiri dan melepas pakaiannya lalu melemparkan dirinya ke laut, dan Allah 
telah mengirimkan ikan besar, maka ikan itu datang menelan Yunus. Allah mewahyukan kepada ikan itu 
agar tidak memakan dagingnya dan tidak meremukkan tulangnya karena Yunus bukanlah rezeki untuknya, 
perutnya hanyalah sebagai penjara baginya. Ada yang berpendapat, bahwa Beliau tinggal dalam perut ikan 
selama 40 hari. Ketika Beliau mendengar ucapan tasbih dari batu kerikil di tempatnya itu, maka Beliau 
mengucapkan, "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku 
termasuk orang-orang yang zalim." Beliau mengakui keberhakan Allah untuk diibadahi dan menyucikan- 
Nya dari segala aib dan kekurangan serta mengakui kezaliman dirinya, maka Allah mengabulkan doanya. 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang 
banyak mengingat Allah,— Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.— 
Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. — Dan Kami 
tumbuhkan untuknya sebatang pohon darijenis labu." (Terj. Ash Shaaffaat: 143-146). 

197 Kepada kaumnya. 

198 Yakni memutuskan baginya untuk ditahan dalam dalam perut ikan atau menyempitkannya. 

199 Yang dimaksud dengan keadaan yang sangat gelap ialah di dalam perut ikan, di dalam laut dan di malam 
hari. 

200 Karena meninggalkan kaumku tanpa izin-Mu. 

201 Karena kalimat yang diucapkannya itu. 

202 Yakni sebagaimana Kami telah menyelamatkan dia. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 89-91: Kisah Nabi Zakariyya, Nabi Yahya dan Nabi 'Isa 'alaihimus salam. 



89. Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah 
Engkau biarkan aku hidup seorang diri 204 dan Engkaulah ahli waris yang terbaik 205 ." 

is 

(cj| HI I jj U==j lli jj 11p j lI5 juj 

90. Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan 
istrinya dapat mengandung 206 . 207 Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) 
kebaikan 208 dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas 209 . Dan mereka orang- 
orang yang khusyu' kepada Kami 210 . 

91. Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari 
Kami ke dalam (tubuh)nya 211 ; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda kekuasaan Allah bagi 
seluruh alam 212 . 



203 Maksudnya, dari penderitaan mereka ketika mereka berdoa memohon pertolongan kepada Kami. Hal ini 
merupakan janji dan kabar gembira dari Allah untuk setiap mukmin yang sedang menderita, bahwa Alah 
akan menyelamatkannya, menghilangkan deritanya dan meringankannya karena keimanan yang ada dalam 
dirinya sebagaimana yang Dia lakukan terhadap Yunus 'alaihis salam. 

204 Maksudnya, tidak mempunyai keturunan yang mewarisi. Beliau berdoa demikian ketika merasa ajalnya 
sudah dekat dan khawatir tidak ada yang menggantikannya berdakwah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
dan mengurus masyarakat. 

205 Maksud Nabi Zakaria adalah seandainya Allah tidak mengabulkan doanya, yakni memberikan keturunan, 
maka dia (Zakaria) menyerahkan dirinya kepada Allah karena Dia ahli waris yang paling baik, yang kekal 
setelah semuanya binasa. Meskipun demikian, Zakaria menginginkan sesuatu yang menenangkan hatinya 
dan melegakan jiwanya, yaitu agar dikaruniakan kepadanya seorang anak untuk menggantikannya 
berdakwah kepada Allah. 

206 Setelah sebelumnya mandul berkat doa Zakaria. Inilah di antara pentingnya mencari teman hidup yang 
saleh agar mendapatkan pula kebaikannya. 

207 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan para nabi dan rasul secara sendiri-sendiri, maka Allah 
puji mereka secara umum. 

208 Yakni ketaatan. Mereka segera melakukannya pada waktu-waktu yang utama, menyempurnakannya dan 
tidak meninggalkan satu keutamaan pun yang mampu dilakukan kecuali dilakukannya serta memanfaatkan 
waktu sebaik-baiknya. 

209 Maksudnya, mereka meminta kepada Allah dalam hal yang yang diinginkan yang terkait dengan maslahat 
dunia dan akhirat, serta berlindung kepada-Nya dari sesuatu yang tidak diinginkan yang ada di dunia dan 
akhirat. Mereka berharap dan cemas, tidak lalai dan tidak mengulur-ulur. Menurut Ats Tsauri, maksud 
dengan harap dan cemas adalah, bahwa mereka mengharapkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi-Nya dan 
takut terhadap azab di sisi-Nya. 

210 Dalam ibadahnya. Hal ini karena tingginya ma'rifat (pengenalan) mereka terhadap Tuhan mereka. 

211 Jibril datang kepadanya dalam wujud seorang laki-laki yang sempurna, lalu karena ketinggian 'iffah 
(kesucian) diri Maryam, ia berkata, "Aku berlindung kepada Tuhan yang Maha Pengasih dari kamu, jika 
kamu seorang yang bertakwa, " maka Allah memberikan balasan terhadap amalnya yang salih dan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 92-95: Agama Allah adalah satu yaitu Islam, dan sikap manusia terhadapnya. 




92. 213 Sungguh, (agama Tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu 214 , dan Aku adalah 
Tuhanmu 215 , maka sembahlah Aku. 



93. 216 Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka 217 . Masing- 
masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami 218 . 



94. Barang siapa mengerjakan amal saleh 219 , dan dia beriman 220 , maka usahanya tidak akan 
diingkari (disia-siakan) 221 , dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya 222 . 



mengaruniakan anak tanpa bapak, bahkan dengan tiupan Jibril yang meniup ke dalam leher baju Maryam, 
lalu Maryam mengandung Isa 'alaihis salam dengan izin Allah. 

212 Karena dia lahir tanpa ada bapak, dan yang demikian adalah mudah bagi Allah, sebagaimana Dia 
menciptakan Adam tanpa ibu dan bapak dan menciptakan Hawa' dari tulang rusuk Adam. Demikian pula 
terdapat tanda kekuasaan Allah, yaitu ketika anak Maryam Isa 'alaihis salam dapat berbicara di masa buaian, 
dibersihkan-Nya Maryam dari tuduhan zina yang ditujukan kepadanya, dan diberikan mukjizat kepada 
anaknya. 

213 Setelah Allah menyebutkan semua para nabi, Dia berfirman kepada semua manusia. 

214 Yani para rasul yang telah disebutkan adalah satu umat dengan kamu dan pemimpin kamu yang harus 
kamu ikuti dan kamu pakai petunjuknya, dan bahwa mereka berada di atas agama yang satu, yaitu agama 
tauhid atau Islam, di mana mereka semua sama-sama menyeru kepada tauhid (mengesakan Allah). 



216 Oleh karena Tuhan mereka hanya satu, agama yang diturunkan Allah itu adalah satu, yaitu agama tauhid 
(agama Islam), seruan para nabi adalah sama, maka seharusnya mereka berkumpul di atas agama yang satu 
itu (Islam) dan tidak berpecah belah. Akan tetapi kedengkian dan permusuhan menghendaki mereka 
berpecah belah. 

217 Masing-masing mereka menyangka bahwa merekalah yang benar sedangkan yang lain salah dan masing- 
masing bangga dengan kelompoknya. Padahal sudah maklum, bahwa yang benar di antara mereka adalah 
orang yang menempuh jalan yang lurus mengikuti para nabi, tidak sekedar pengakuan di lisan, dan 
kebenarannya akan nyata ketika yang tersembunyi menjadi nampak, yaitu ketika Allah mengumpulkan 
semua makhluk untuk diberikan keputusan. Ketika itulah, nampak siapa yang benar dan siapa yang dusta. 

218 Untuk diberikan balasan. 

219 Amal yang diperintahkan para rasul dan didorong oleh semua kitab. 

220 Kepada rukun iman yang enam. 

221 Bahkan Allah akan melipatgandakannya. Sebaliknya, barang siapa yang tidak beramal saleh atau beramal 
saleh namun tidak beriman, maka ia terhalang mendapatkan pahala dan rugi pada agama dan akhiratnya. 

Yakni dengan memerintahkan para malaikat hafazhah (penjaga manusia) untuk mencatatnya untuk 
diberikan balasan, di samping telah dicatat dalam Al Lauhul Mahfuzh. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






215 



Semua. 



95. Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka 
tidak akan kembali (kepada Kami) 223 . 



Ayat 96-100: Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj merupakan tanda dekatnya hari Kiamat. 



96 . 224 Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Majuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari 
seluruh tempat yang tinggi. 



97. Dan (apabila) janji yang benar telah dekat 225 , maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir 
terbelalak 226 . (Mereka berkata), "Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang 
ini 227 , bahkan kami benar-benar orang yang zalim 228 ." 



98. 229 Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah 230 , adalah bahan bakar 
Jahannam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya. 



223 Ada pula yang mengartikan, bahwa mustahil bagi mereka kembali ke dunia setelah mereka mati. Yakni 
negeri-negeri yang telah dibinasakan tidak mungkin kembali ke dunia untuk mengerjakan perbuatan yang 
telah mereka lalaikan. Oleh karena itu, hendaknya manusia berhati-hati terhadap sebab yang dapat 
membinasakan mereka, di mana ketika tiba azab itu, mereka tidak mungkin menolaknya dan tidak mungkin 
mengerjakan amal saleh yang telah mereka tinggalkan. 

224 Ayat ini merupakan tahdzir (peringatan) dari Allah kepada manusia agar mereka berhenti dari kekafiran 
dan kemaksiatan, dan bahwa sesungguhnya telah dekat waktu keluarnya Ya'juj dan Ma'juj; kedua kabilah 
besar dari keturunan Adam yang telah dibuat dinding besar oleh Dzulqarnain ketika manusia pada waktu itu 
mengeluhkan kepadanya tentang pengrusakan mereka di muka bumi. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj 
merupakan tanda besar hari kiamat yang menunjukkan sudah sangat dekatnya hari kiamat. Mereka akan 
keluar dari tempat-tempat tinggi dengan bersegera dan mengadakan kerusakan di muka bumi, mengalahkan 
manusia dan tidak ada yang sanggup memerangi mereka. Oleh karena itulah Nabi Isa 'alaihis salam beserta 
pengikutnya berlindung di balik gunung, hingga kemudian Beliau berdoa kepada Allah agar mereka 
dibinasakan. 

225 Yaitu hari kiamat. 

226 Karena dahsyatnya. 

227 Yakni tentang hari kiamat sehingga mereka tidak beramal saleh dan mengisi hidup mereka dengan 
bersenang-senang. 

228 Karena mendustakan para rasul. Ketika hari kiamat itulah, mereka dan apa yang mereka sembah selain 
Allah dihadapkan ke neraka dan siap menjadi bahan bakarnya, nas 'alullahas salaamah wal 'aafiyah. 

229 Imam Thahawi meriwayatkan dalam Musykilul Atsar dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas 
radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, "Ada ayat dalam kitabullah yang tidak ditanyakan kepadaku oleh orang- 
orang dan aku tidak mengetahui, apakah mereka sudah mengetahui maksudnya sehingga tidak bertanya." 
Lalu dikatakan, "Ayat apa itu?" Ia menjawab, "Yaitu ketika turun ayat, "Sungguh, kamu (orang kafir) dan 
apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahannam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya" 
Ayat ini terasa berat bagi penduduk Mekah. Mereka berkata, "Muhammad telah mencaci-maki tuhan-tuhan 
kita." Lalu Ibnuz Zab'ariy bangkit dan berkata, "Ada apa dengan kamu?" Mereka menjawab, "Muhammad 
telah mencaci-maki tuhan-tuhan kita." Ibnuz Zab'ariy berkata, "Apa yang ia ucapkan." Mereka menjawab, 
"Dia (Muhammad) berkata, ""Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




99. Seandainya (berhala-berhala) itu tuhan 231 , tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka)' 
Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya. 



100. Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka) 233 dan mereka di dalamnya tidak dapat 
mendengar 234 . 

Ayat 101-103: Selamatnya kaum mukmin dari neraka dan keamanan mereka pada hari yang 
sangat dahsyat, yaitu hari Kiamat. 



101. Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami , 
mereka itu akan dijauhkan (dari neraka). 



adalah bahan bakar Jahannam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya." Ia (Ibnuz Zab'ariy) berkata, "Panggillah 
dia kepadaku." Maka dipanggilah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Ibnuz Zab'ariy 
berkata, "Wahai Muhammad, apakah (ayat) ini ditujukan kepada tuhan-tuhan kami saja atau untuk semua 
yang disembah selain Allah?" Beliau menjawab, "Bahkan untuk semua yang disembah selain Allah Azza 
wa Jalla." Ibnuz Zab'ariy berkata, "Kami akan pertentangkan hal itu, demi Tuhan pemilik bangunan ini. 
Wahai Muhammad, bukankah engkau mengatakan bahwa Isa adalah hamba yang saleh dan 'Uzair adalah 
hamba yang salih, demikian pula para malaikat adalah hamba yang saleh?"Beliau menjawab, "Ya." Ibnuz 
Zab'ariy berkata, "(Bukankah) Orang-orang Nasrani menyembah Isa, orang-orang Yahudi menyembah 
'Uzair, dan Bani Mulaih ini menyembah malaikat?" Penduduk Mekah pun bersorak karenanya, maka 
turunlah ayat, "Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, 
mereka itu akan dijauhkan (dari neraka" (Terj. Al Anbiyaa': 101) Demikian pula turun ayat, "Dan ketika 
putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. " (Terj. Az 
Zukhruf: 57). Hadits ini menurut Syaikh Muqbil adalah shahih lighairih. 

230 Sesembahan orang musyrik yang masuk ke dalam neraka adalah patung, berhala dan orang yang 
disembah sedang dirinya ridha. Adapun Nabi Isa 'alaihis salam yang disembah orang-orang Nasrani, 'Uzair 
yang disembah orang-orang Yahudi dan para malaikat yang disembah oleh sebagian musyrikin, maka 
mereka tidak masuk neraka, karena mereka tidak ridha disembah dan mereka tergolong ke dalam ayat 101 di 
surah ini. 

231 Sebagaimana yang kamu sangka. 

232 Inilah hikmah mengapa sesembahan mereka dimasukkan pula ke dalam neraka, agar jelas bagi mereka 
bahwa semua itu tidak pantas disembah. 

233 Karena dahsyatnya azab. Ibnu Abi Hatim menyebutkan, bahwa Ibnu Mas'ud berkata, "Apabila sudah 
tinggal orang-orang yang kekal di neraka, maka mereka ditaruh ke dalam peti-peti dari api, di dalamnya ada 
paku-paku dari api, sehingga salah seorang di antara mereka tidak melihat ada orang selainnya yang diazab 
di neraka," kemudian Ibnu Mas'ud membacakan ayat, "Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka) 
dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar. " 

234 Mereka tuli, bisu dan buta atau maksudnya mereka tidak mendengar selain suara neraka karena besarnya 
suara gejolaknya, rintihannya dan marahnya. 

235 Yakni orang-orang yang telah dicatat tergolong orang-orang bahagia dalam ilmu Allah, dalam Al Lauhul 
Mahfuzh, sehingga dimudahkan-Nya mereka di dunia mengerjakan amal saleh. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



102. Mereka tidak mendengar bunyi desis (api neraka) , dan mereka kekal dalam menikmati 
semua yang mereka inginkan 237 . 

103. Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih 238 , dan para malaikat akan 
menyambut mereka 239 (dengan ucapan), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu 240 ." 

Ayat 104-106: Di antara bukti kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan karunia-Nya 
kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. 

US' b! GJLp Ijlpj 'OJl>jl) jl^- Jjl blJu I ^ <_ jl^ssJl) Jt-^I {J a ^ ssa ^ * Lgj£> fjj 




104. 241 (Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. 
Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama 242 , begitulah Kami akan mengulanginya 
lagi 2 3 . Suatu janji yang pasti Kami tepati; Sungguh, kami akan melaksanakannya 244 . 

@ <_j j^Jl^ajT l£$*Cs< LjjjJ (3^jVl J'ilT Jbu ^ jyjf\ £ IjuI^s Jill j 

105. Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur 245 setelah (tertulis) di dalam adz dzikr (Lauh 
Mahfuzh), bahwa bumi ini 246 akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh 247 . 



Karena jauhnya mereka dari neraka. 

237 Berupa makanan, minuman, perkawinan dan pemandangan, di mana mereka mendapatkan kemkmatan 
yang belum pernah mereka lihat, belum pernah mereka dengar dan belum pernah terlintas di hati mereka. 

238 Maksudnya, kejutan pada hari kiamat tidaklah membuat mereka sedih dan gelisah. Yang demikian adalah 
ketika neraka didekatkan kepada manusia, maka ia menampakkan kemarahannya kepada orang-orang kafir 
dan pelaku maksiat. Ketika itu, manusia terkejut, sedangkan orang-orang mukmin tidak sedih dan gelisah 
karena mereka mengetahui apa yang akan mereka hadapi dan bahwa Allah akan mengamankan mereka dari 
kekhawatiran. 

239 Ketika mereka bangkit dari kubur. 

240 Oleh karena itu, bergembiralah dengan karamah (kemuliaan) yang akan diberikan kepadamu dan 
bersenanglah karena Allah mengamankan kamu dari hal yang dikhawatirkan dan hal yang tidak diinginkan. 

241 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan, bahwa pada hari kiamat Dia melipat langit yang luas dan 
besar ini seperti melipat atau menggulung lembaran kertas, lalu bintang-bintangnya berserakan, matahari dan 
bulan dilipat dan menyingkir dari tempatnya. 

242 Dari yang sebelumnya tidak ada. 

243 Yakni mengulangi kembali penciptaan seperti mengawali penciptaan. 

244 Maksudnya, akan melaksanakan janji tersebut karena sempurnanya kekuasaan-Nya. 

245 Yang dimaksud dengan Zabur di sini adalah seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya. 
Sebagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud 'alaihis salam, sedangkan 
Adz Dzikr adalah kitab Taurat. Ada pula yang menafsirkan adz dzikr dengan Lauh Mahfuzh. 

246 Ada yang menafsirkan dengan surga, dan ada pula yang menafsirkan dengan bumi yang kita tempati ini, 
yakni bahwa orang-orang saleh akan Allah berikan kekuasaan di muka bumi sebagaimana yang disebutkan 
dalam surah An Nuur: 55. 

247 Yaitu mereka yang mengerjakan perintah dan menjauhi larangan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



106. Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al Qur'an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang 
lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah) 248 . 



Ayat 107-112: Risalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan rahmat 
bagi alam semesta, di sana diserukan satu kesatuan yang menyingkirkan berbagai 
perbedaan, yaitu risalah tauhid. 



107 . 249 Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi 
seluruh alam. 



108. Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu 
adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya) 250 ?" 



109. Jika mereka berpaling 251 , maka katakanlah (Muhammad), "Aku telah menyampaikan 
kepadamu (azab) yang kita ketahui bersama 252 , dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan 
kepadamu 253 itu sudah dekat atau masih jauh 254 ." 



110. Sungguh, Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan 255 , 
dan mengetahui pula apa yang kamu rahasiakan. 



111. Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu 256 cobaan bagi kamu 257 dan kesenangan sampai waktu 
yang ditentukan. 



248 Dengan petunjuk Al Qur'an mereka bisa sampai kepada Allah dan sampai ke surga-Nya. 

249 Selanjutnya, Allah memuji Rasul-Nya yang datang membawa Al Qur'an. Diutus-Nya Beliau adalah 
rahmat bagi alam semesta. Orang-orang mukmin menerima rahmat itu dan mensyukurinya, oleh karenanya 
mereka membenarkan Beliau, sedangkan selain mereka kufur terhadap nikmat itu dan menggantinya dengan 
kekafiran serta menolak rahmat tersebut. 

250 Yakni dengan tunduk kepada apa yang diwahyukan kepadaku itu. Jika mereka melakukannya, maka 
pujilah Tuhan mereka yang telah mengaruniakan nikmat yang besar itu. 

251 Maksudnya, tidak mau beribadah kepada Allah Ta'ala saja. 

252 Maksudnya: Oleh karena itu, janganlah kamu katakan ketika azab datang menimpamu, "Tidak datang 
kepada kami seorang pemberi kabar gembira dan peringatan." Karena sekarang kita telah sama-sama 
mengetahui tentang tempat kembali bagi orang-orang kafir. 

253 Yakni azab atau hari kiamat. 

254 Karena yang mengetahuinya adalah Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

255 Demikian pula perbuatan kamu dan ucapan serta perbuatan selain kamu. 

256 Maksudnya, melambatkan datangnya azab kepada kamu. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 








112. Dia (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil 258 . Dan Tuhan kami 
Maha Pengasih tempat memohon segala pertolongan 259 atas semua yang kamu katakan 260 ." 



257 Untuk menambah keburukanmu. 

258 Yaitu antara kami dengan mereka yang mendustakanku dengan diturunkan azab atau diberikan 
kemenangan terhadap mereka, dan Allah mengabulkannya, di mana mereka diazab pada perang Badar, dan 
peperangan yang lain sebelum tiba azab akhirat. 

259 Dalam hal ini kami tidak merasa ujub dengan diri kami dan bersandar kepada kemampuan kami, bahkan 
kami meminta pertolongan kepada Tuhan kami Ar Rahman terhadap apa yang kamu katakan. 

260 Seperti ucapan kamu bahwa Tuhan mempunyai anak, aku penyihir dan bahwa Al Qur'an adalah sya'ir. 
Selesai tafsir surah Al Anbiyaa' dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi awwalan wa 
aakhiran. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah Al Hajj (Haji) 

Surah ke-22. 78 ayat. Madaniyyah 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-2: Di antara peristiwa dahsyat pada hari Kiamat, terjadinya hari Kiamat dan seruan 
kepada semua manusia agar bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

1. 261 Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu 262 ; sungguh, guncangan (hari) kiamat 263 itu 
adalah suatu kejadian yang sangat besar 264 . 

Up <^>> JiJG 1^3 ^ 

2. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihat guncangan itu, semua perempuan yang menyusui 
anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya 265 , dan setiap perempuan yang hamil akan 
keguguran kandungannya 266 , dan kamu melihat 267 manusia dalam keadaan mabuk, padahal 
sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras 268 . 



261 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengarahkan firman-Nya kepada semua manusia agar mereka bertakwa 
kepada Rabb mereka yang telah mengurus mereka dengan nikmat-nikmat-Nya yang nampak maupun 
tersembunyi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya mereka bertakwa kepada-Nya dengan meninggalkan syirk, 
kefasikan dan kemaksiatan serta melaksanakan perintah-perintah-Nya semampu mereka. Selanjutnya, Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sesuatu yang membantu mereka bertakwa dan memperingatkan 
mereka untuk tidak meninggalkannya, yaitu keadaan yang terjadi pada hari kiamat. 

262 Yakni takutlah kepada-Nya dengan menaati-Nya. 

263 Para ulama mufassir berbeda pendapat tentang guncangan hari kiamat ini, apakah setelah manusia 
bangkit dari kubur kemudian diarahkan ke padang mahsyar atau guncangan itu sebelum manusia bangkit 
dari kubur. Sebagian mereka berpendapat, bahwa guncangan ini terjadi di akhir umur dunia dan awal 
peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada hari kiamat. Dalam tafsir Al Jalaalain diterangkan, bahwa setelah 
guncangan yang dahsyat itu matahari terbit dari barat tanda tibanya kiamat. 

264 Karena sangat mengejutkan umat manusia. 

265 Padahal seorang ibu biasanya sangat memperhatikan anaknya, namun karena kerasnya guncangan itu 
sehingga membuatnya sampai tidak memperhatikan lagi anaknya. 

266 Karena demikian kagetnya. 

267 Yakni kamu kira. 

268 Sehingga membuat mereka tidak sadar, hatinya kosong dan penuh rasa kaget, hatinya naik ke atas dan 
matanya terbelalak. Pada hari itu, seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak 
dapat pula menolong bapaknya. Ketika itu, seseorang lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri 
dan anaknya, dan masing-masing sibuk dengan dirinya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 3-4: Celaan terhadap orang-orang yang membantah Allah, penjelasan bahwa setan 
adalah musuh bagi manusia dan akan menyesatkannya dari jalan yang benar serta 
membawanya ke azab neraka. 



3. 269 Dan di antara manusia ada orang yang berbantahan tentang Allah 270 tanpa ilmu dan hanya 
mengikuti 271 para setan yang sangat jahat, 

4. (Tentang setan), telah ditetapkan bahwa siapa yang berkawan 272 dengan dia, maka dia akan 
menyesatkannya 273 , dan membawanya ke azab neraka. 

Ayat 5-7: Di antara bukti kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk membangkitkan 
manusia setelah mati, proses kejadian manusia dan tumbuh-tumbuhan adalah bukti nyata 
tentang kebenaran hari berbangkit, penjelasan tentang penghisaban kepada manusia dan 
pembalasan tehadap mereka pada hari Kiamat. 

> ^ * s *i J> )■ lists ,^ j, s ^ )i 

j*5C>- j£- ^J*^* J^?"' Jjl ^ ^^J^l (Jj^j ^53 JpJ j^Pj 4^1^ 4j> a 

5. Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan 274 , maka 275 sesungguhnya Kami telah 
menjadikan kamu 276 dari tanah, kemudian 277 dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah 278 , 



269 Yakni di antara manusia ada yang menempuh jalan yang sesat, tidak hanya itu, bahkan sampai mendebat 
yang hak dengan kebatilan untuk membenarkan yang batil dan menyalahkan yang hak, padahal 
sesungguhnya mereka berada dalam kebodohan yang sangat, pegangan mereka tidak lain taqlid (ikut-ikutan) 
kepada pemimpin mereka yang sesat, yaitu setiap setan yang jahat dan durhaka, yang menentang Allah dan 
Rasul-Nya. 

270 Maksud membantah tentang Allah ialah membantah sifat-sifat dan kekuasaan Allah, misalnya dengan 
mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri- puteri Allah, Al Quran itu adalah dongengan orang- 
orang dahulu dan bahwa Allah tidak Kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati yang telah menjadi 
tanah. 

271 Dalam debatnya. 

272 Maksudnya, mengikuti. 

273 Dari kebenaran dan menjauhkannya dari jalan yang lurus. 

274 Padahal seharusnya kamu percaya dengan Tuhanmu dan dengan utusan-Nya. 

275 Yakni berikut dua dalil aqlinya (secara akal): Pertama, diciptakan-Nya pertama kali manusia dari yang 
sebelumnya tidak ada, dan bahwa yang memulainya pertama kali tentu mampu mengulangi kembali. Kedua, 
dihidupkan-Nya bumi yang sebelumnya mati menjadi subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna , agar 
Kami jelaskan kepadamu 282 ; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai 
waktu yang sudah ditentukan 283 , kemudian Kami keluarkan kamu 284 sebagai bayi 285 , kemudian 
(dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa 286 , dan di antara kamu ada yang 
diwafatkan 287 dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai usia sangat tua 
(pikun) 288 , sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya 289 . Dan kamu lihat 
bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu 
dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang indah. 

6. Yang demikian itu 290 karena sungguh, Allah, Dialah yang hak 291 , dan sungguh, Dialah yang 
menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, 

7. Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang 292 , tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah 
akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur 293 . 

Ayat 8-13: Keadaan kaum musyrik yang mengajak kepada kesesatan sambil 
menyombongkan diri dan menerangkan pembalasan untuk mereka pada hari Kiamat, serta 
celaan terhadap orang-orang yang tidak berpendirian. 



Yakni bapak kamu, yaitu Adam 'alaihis salam. 

277 Yakni Kami ciptakan keturunannya. 

278 Yakni berubah dari mani menjadi darah yang beku. 

279 Yakni berubah dari darah yang beku menjadi segumpal daging. 

280 Maksudnya, berbentuk manusia. 

281 Yakni keluar dari rahim sebelum berbentuk. 

282 Maksudnya, untuk menjelaskan asal kejadianmu meskipun sesungguhnya Dia mampu menciptakan 
menjadi manusia dalam sekejap, akan tetapi untuk menerangkan sempurnanya kebijaksanaan-Nya, 
kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Demikian pula agar mereka dapat mengetahui bahwa Dia mampu 
menciptakan mereka kembali setelah mati. 

283 Maksudnya sampai berakhir waktu mengandung. 

284 Dari perut ibumu. 

285 Di mana kamu tidak mengetahui apa-apa dan tidak memiliki kemampuan. 

286 Usia yang sudah cukup sempurna fisik dan akalnya, yaitu antara 30-40 tahun. 

287 Sebelum mencapai usia dewasa. 

288 Di samping fisiknya yang semakin melemah. Oleh karena itu, kekuatan manusia dikelilingi oleh dua 
kelemahan; kelemahan ketika kecilnya dan kelemahan ketika tuanya. 

289 'Ikrimah berkata, "Barang siapa yang membaca Al Qur'an, maka keadaannya tidak akan seperti ini." 

290 Maksudnya, yang disebutkan di ayat sebelumnya dari mulai penciptaan manusia diakhiri dengan 
hidupnya bumi setelah matinya. 

291 Maksudnya, Allah-lah Tuhan yang sebenarnya, yang berhak disembah dan Yang Mahakuasa, sedangkan 
selain-Nya adalah batil dan tidak berkuasa. 

292 Tidak ada jalan untuk mengingkarinya. 

293 Kemudian akan memberikan balasan terhadap amal yang mereka kerjakan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



8. Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu 294 , tanpa petunjuk 295 dan 
tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan 296 , 

9. 297 Sambil memalingkan lambungnya 298 (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia 299 dari 
jalan Allah 300 . Dia mendapat kehinaan di dunia 301 dan pada hari Kiamat Kami berikan kepadanya 
rasa azab neraka yang membakar. 

10. (Akan dikatakan kepadanya), "Itu karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua 
tanganmu 302 , dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya 303 ." 

11. Dan di antara manusia 304 ada yang menyembah Allah hanya di tepi 305 ; maka jika dia 
memperoleh kebaikan 306 , dia merasa puas 307 , dan jika dia ditimpa suatu cobaan 308 , dia berbalik ke 
belakang 309 . Dia rugi di dunia 310 dan di akhirat 311 . Itulah kerugian yang nyata. 



Maksudnya, dia membantah rasul-rasul Allah dan para pengikut mereka dengan kebatilan untuk 
mengalahkan yang hak. 

295 Tanpa ada orang yang menunjukinya, tidak didukung oleh akal yang sehat dan bukan orang yang 
mendapat petunjuk yang diikutinya. 

296 Maksud yang memberi penerangan ialah yang menjelaskan antara yang hak dan yang batil. Oleh karena 
itu, orang tersebut tidak memiliki dalil baik naqli maupun 'aqli, dan alasannya hanyalah sebatas syubhat 
yang disodorkan oleh setan. 

297 Tidak hanya itu. 

298 Demikian pula lehernya yang menunjukkan kesombongannya; menolak yang hak dan meremehkan 
manusia. Dia merasa bangga dengan pengetahuan yang dimilikinya padahal tidak bermanfaat dan 
merendahkan orang yang benar lagi membawa kebenaran. 

299 Yakni dia termasuk pemimpin kesesatan. 

300 Yakni dari agama Allah. 

301 Syaikh As Sa'diy berkata, "Hal ini termasuk ayat-ayat Allah yang menakjubkan, di mana engkau tidak 
akan menemukan salah seorang di antara penyeru kekafiran dan kesesatan, kecuali ia akan mendapatkan 
kemurkaan di alam semesta, mendapatkan laknat, kemarahan, celaan serta sesuatu yang layak baginya, dan 
masing-masing sesuai keadaannya." 

302 Disebutkan kedua tangan, karena kebanyakan perbuatan manusia dilakukan dengan tangannya. 

303 Seperti menyiksa mereka tanpa dosa. 

304 Yaitu mereka yang lemah iman, di mana iman tidak masuk dan menyatu ke dalam hatinya, bahkan masuk 
hanya karena takut atau hanya karena kebiasaan yang jika tersentuh cobaan langsung goyang. 

305 Maksudnya, tidak dengan penuh keyakinan. Orang yang berada di atas keraguan diumpamakan seperti 
berada di tepi gunung karena tidak kokohnya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



12. Dia menyeru kepada selain Allah 312 sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana 313 dan 
tidak (pula) memberi manfaat kepadanya 314 . Itulah kesesatan yang jauh 315 . 

13. Dia menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya 316 lebih dekat daripada 
manfaatnya 317 . Sungguh, (sembahan) itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan 318 . 

Ayat 14-16: Balasan terhadap orang yang beriman dan beramal saleh dan pertolongan Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Li {^Ju 4JdT oj jfSR 1^2- ^ c-^>- c^Jll^JT ! _^Ju^j i oijfi" D^r>y ^ oj 

14. 319 Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh 320 
ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang 
Dia kehendaki 321 . 



306 Seperti kesehatan dan keselamatan pada diri dan hartanya atau hartanya banyak dan tidak mendapatkan 
bahaya. 

307 Karena harta itu, bukan karena imannya. 

308 Seperti sakit yang menimpa dirinya dan kebinasaan pada hartanya atau memperoleh hal yang tidak 
disukainya dan hilang sesuatu yang dicintainya. 

309 Maksudnya, kembali kafir lagi. 

310 Dengan tidak memperoleh apa yang diharapkannya dari dunia ini selain bagian yang telah ditetapkan 
untuknya. 

311 Diharamkan masuk surga dan tempatnya di neraka. 

312 Seperti patung dan berhala. 

313 Jika tidak disembah. 

314 Jika disembah. 

315 Dari kebenaran. 

316 Akibat dari menyembahnya. 

317 Yang terbayang seakan-akan bermanfaat, padahal tidak. Bahkan lebih dekat mendapatkan yang bukan 
harapannya, seperti bahaya dan kerugian. 

318 Hal itu, karena yang diinginkan dari penolong dan kawan adalah manfaatnya dan terhindar dari bahaya, 
namun ternyata yang dia dapatkan darinya adalah bahaya dan tidak mendapatkan manfaat. 

319 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan orang-orang yang mendebat kebenaran dengan 
kebatilan, bahwa mereka terbagi dua; ada yang sebagai muqallid (ikut-ikutan) dan ada pula yang sebagai 
daa'i (penyeru). Allah menyebutkan, bahwa orang yang menyatakan beriman pun ada dua bagian; ada orang 
yang imannya tidak sampai masuk ke dalam hatinya, dan ada pula yang sebagai mukmin sejati, di mana ia 
membenarkan imannya dengan amal saleh. Mereka ini (orang-orang mukmin yang sejati) akan Allah 
masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Disebut tempat tinggal yang penuh 
kenikmatan itu dengan surga (jannah), karena di dalamnya terdapat tempat tinggal, istana, dan pohon-pohon 
yang melindungi bagian dalamnya dan karena lebatnya sampai menutupinya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



(^) Jfl-Ju La jOJJS tyA JU ^Jjfc 

15. Barang siapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di 
akhirat 322 , maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit 323 , lalu menggantung diri 324 , kemudian 
pikirkanlah apakah tipu dayanya 325 itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya 326 . 

A J> - < *■ s*s - J! ^ t - " ' 

X " p. 

16. Dan demikianlah 327 Kami telah menurunkan Al Quran yang merupakan ayat-ayat yang nyata 328 ; 
329 sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. 



320 Yang fardhu maupun yang sunat. 

321 Seperti memuliakan orang yang taat kepada-Nya dan menghinakan orang yang bermaksiat. Apa yang 
diinginkan Allah untuk dilakukan, maka tidak ada yang dapat menghalangi dan menentangnya. 

322 Dan menyangka bahwa agama-Nya tidak akan berkembang. 

323 Ada yang mengartikan dengan atap rumahnya, dan ada pula yang mengartikan dengan langit, karena 
pertolongan Allah turun dari langit. 

324 Ada pula yang mengartikan dengan "Lalu ia naik ke atasnya dan memutuskan pertolongan yang turun 
dari langit." 

325 Terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti merencanakan sesuatu untuk membahayakan 
Beliau dan berusaha mengalahkan agamanya. 

326 Yang menyakitkan hatiya adalah kemajuan Islam. Yakni semua usahanya tidak dapat mengobati rasa 
kesalnya. Syaikh As Sa'diy berkata, "Maksud ayat yang mulia mi adalah: Wahai musuh Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam yang berusaha memadamkan agamanya, yang mengira dengan kebodohannya 
bahwa usahanya akan memberikan sedikit manfaat baginya! Ketahuilah, betapa pun kamu telah mengerjakan 
berbagai sebab dan berusaha melakukan tipu daya terhadap Rasul, maka yang demikian tidak dapat 
menghilangkan sesuatu yang menyakitkan hatimu dan mengobati dukamu. Engkau tidak mampu 
menghilangkannya. Akan tetapi kami tawarkan kepadamu suatu pendapat yang dengannya rasa kesalmu 
terobati dan pertolongan kepada rasul dapat dihentikan jika memang bisa, yaitu datangilah perkara itu 
melalui pintunya dan tempuhlah sebab-sebabnya. Ambillah tali dari sabut atau lainnya, lalu gantungkanlah 
di langit, kemudian naiklah dengannya sampai kamu tiba di pintu-pintunya yang darinya turun pertolongan, 
lalu sumbat, tutup dan putuskanlah. Dengan cara ini rasa kesal dalam hatimu dapat terobati. Inilah 
pandangan dan cara yang tepat. Adapun selain itu, maka jangan lamu kira dapat mengobati sakit hatimu 
meskipun kamu dibantu oleh orang-orang yang membantumu. Ayat yang mulia ini, di dalamnya terdapat 
janji dan kabar gembira tentang pertolongan Allah terhadap agama-Nya dan Rasul-Nya serta hamba-hamba- 
Nya yang sungguh jelas. Demikian pula terdapat sesuatu yang membuat orang-orang kafir yang hendak 
memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka menjadi berputus asa, dan Allah akan 
menyempurnakan cahaya -Nya meskipun orang-orang kafir benci." 

Sebagian ahli tafsir mengartikan, maka hendaklah ia merentangkan tali ke atap rumahnya kemudian ia 
mencekik lehernya dengan tali itu. 

327 Yakni sebagaimana Kami telah menerangkan secara rinci Al Qur'an. 

328 Yang menerangkan semua yang dibutuhkan hamba dan mengandung masalah-masalah yang bermanfaat. 

329 Meskipun ayat-ayat Al Qur'an begitu jelas dan terang, namun hidayah di Tangan Allah. Barang siapa 
yang ingin diberi petunjuk oleh Allah, maka dia akan mengambil petunjuk dari Al Qur'an ini, 
menjadikannya sebagai imam dan panutannya serta mengambil sinarnya. Sebaliknya, barang siapa yang 
tidak diinginkan Allah mendapatkan hidayah, maka meskipun semua ayat datang kepadanya, ia tetap tidak 
akan beriman dan Al Qur'an tidak akan bermanfaat baginya, bahkan sebagai hujjah terhadapnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 17-18: Informasi tentang berbagai agama dan keputusan Allah terhadapnya, dan 
bahwa orang-orang mukmin di surga sedangkan orang-orang kafir di neraka, serta 
tunduknya segala sesuatu kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 




17. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang Yahudi, orang Shabi-in , orang Nasrani, 
orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari 
Kiamat 331 . Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu. 

0) ^« _^Ji ^ j<*J tli au! ^ <4-»l AJlP,^ jji^J 0^? js- >^ = , J v'j^'j >?*-^'j 

18. Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud 
kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang 
melata 332 dan banyak di antara manusia 333 ? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapatkan 
azab 334 . Barang siapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, 
Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki 335 . 

Ayat 19-24: Pertentangan antara iman dan kufur dan balasan bagi masing-masingnya. 

19. 336 Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar 
mengenai Tuhan mereka 337 . Maka bagi orang kafir 338 akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api 
(neraka) 339 untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. 



330 Shaabi'in menurut sebagian mufassir adalah golongan dari Yahudi. 

331 Dengan adil dan akan membalas amal mereka yang telah dijaga-Nya, dicatat-Nya dan diksaksikan-Nya. 
Dia akan memutuskan bahwa orang-orang mukmin akan masuk ke dalam surga dan memutuskan bahwa 
selain mereka akan masuk ke dalam neraka. 

332 Semua tunduk kepada-Nya. 

333 Mereka adalah kaum mukmin dengan ditambah ketundukan mereka dalam sujud ketika shalat. 

334 Mereka adalah kaum kafir, karena mereka enggan sujud disebabkan tidak ada iman dalam diri mereka. 

335 Seperti memuliakan dan menghinakan. 

336 Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Dzar ia berkata, "Turun ayat, "Inilah dua 
golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka.. .dst." 
tentang enam orang Quraisy, yaitu Ali, Hamzah, dan Ubaidah bin Harits dengan Syaibah bin Rabi'ah, Utbah 
bin Rabii'ah dan Al Walid bin 'Utbah." Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada 
Qais bin 'Ubaad, ia berkata, "Aku mendengar Abu Dzar bersumpah sebuah sumpah, "Sesungguhnya ayat, 
"Dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



J, Ml * f } , J, _ J, 

20. Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut 340 dan kulit 
(mereka). 

21. Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi 341 . 

(^^jj^IOIjlp Ijijij t^i IjJLtf I !>>■ j^-'O' Ij^ljl L«l^= 

22. Setiap kali mereka hendak keluar darinya (neraka) karena tersiksa, mereka dikembalikan lagi ke 
dalamnya 342 . (Kepada mereka dikatakan), "Rasakanlah azab yang membakar ini!" 



ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan 
gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera 344 . 

iji JL-ft^-T i?j^> Ji lj jlaj J>2-tf ^X^? J! 13^*3 

24. Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik 345 dan diberi petunjuki (pula) 
kepada jalan yang terpuji 346 . 

Ay at 25-29: Bagaimana kaum musyrik menghalangi manusia dari Islam dan dari Masjidil 
Haram, dan seruan Nabi Ibrahim 'alaihis salam untuk berhaji. 



mereka. . .dst." Turun berkenaan orang-orang yang melakukan perang tanding pada peperangan Badar, yaitu 
Hamzah, Ali dan Ubaidah bin Harits dengan Utbah dan Syaibah yang keduanya adalah putera Rabi'ah, dan 
Al Walid bin 'Utbah." 

337 Masing-masing menyangka bahwa agamanya yang benar, padahal hanya Islam saja yang benar. 

338 Mencakup semua orang kafir, baik Yahudi, Nasrani, Majusi, Shaabi'in dan orang-orang musyrik. 

339 Yakni pakaian dari ter, lalu dinyalakan dengan api, agar azab rata mengena mereka dari semua sisi. 
Sehingga mereka terkepung api. 

340 Seperti daging, lemak, usus, dsb. karena sangat panas sekali. 

341 Yang dipegang oleh para malaikat yang keras dan kasar. 

342 Dengan cambuk-cambuk itu. 

343 Kepada semua kitab dan semua rasul. 

344 Yang ketika di dunia mereka (laki-laki) diharamkan memakainya. 

345 Di mana yang terbaiknya adalah kalimatul ikhlas (Laailaahaillallah), selanjutnya ucapan-ucapan baik 
lainnya yang di sana terdapat dzikrullah, atau ihsan terhadap hamba-hamba Allah.. 

346 Yang demikian adalah karena semua syari'at mengandung hikmah dan pujian, baiknya perintah dan 
buruknya larangan. Jalan yang terpuji ini adalah agama Allah yang di sana tidak ada sikap ifrath (berlebihan 
sampai melewati aturan) dan tafrith (meremehkan), yang di dalamnya mengandung ilmu yang bermanfaat 
dan amal saleh. Bisa juga diartikan jalan Allah yang terpuji, karena Allah sering menghubungkan jalan 
kepada-Nya, dan karena jalan itu menghubungkan penempuhnya kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





25. Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi manusia dari jalan Allah dan dari 
Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana 
maupun yang datang dari luar dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di 
dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih 348 . 



26. Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), 
"Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku 350 bagi orang- 
orang yang thawaf, orang yang beribadah 351 dan orang yang ruku' dan sujud 352 . 



27. Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji , niscaya mereka akan datang kepadamu dengan 
berjalan kaki 354 , atau mengendarai setiap unta yang kurus 355 , mereka datang dari segenap penjuru 
yang jauh 356 , 



347 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan keburukan keadaan orang-orang musyrik yang kafir kepada 
Tuhan mereka, di mana mereka menggabung antara kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, menghalangi 
manusia dari jalan Allah dan melarang manusia beriman, dan menghalangi manusia dari Masjidilharam yang 
sesungguhnya bukan milik mereka dan bukan milik nenek moyang mereka, bahkan dalam hal ini manusia 
sama, baik yang mukim maupun yang datang dari luar. 

348 Jika kezaliman dan tindak kejahatan semata mengharuskan pelakunya mendapatkan azab yang pedih, lalu 
bagaimana jika yang dilakukan adalah kezaliman yang paling besar, berupa kufur dan kesyirkkan, 
menghalangi manusia dari Masjidilharam, dan menghalangi orang yang hendak ziarah kepadanya? Dalam 
ayat ini terdapat dalil wajibnya memuliakan tanah haram, menghormatinya, dan memberikan peringatan 
kepada orang yang hendak berbuat maksiat dan melakukannya. 

349 Di ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan kemuliaan Baitullah al Haram dan kemuliaan 
pembangunnya, yaitu kekasih Ar Rahman, Nabi Ibrahim 'alaihis salam. 

350 Baik dari syirk maupun maksiat, dari najis maupun kotoran. Allah hubungkan rumah tersebut kepada 
Diri-Nya karena keutamaannya, kelebihannya dan agar kecintaan manusia kepadanya sangat dalam di hati. 

351 Seperti dzikr, membaca Al Qur'an, mendalami agama dan mengajarkannya, dan berbagai bentuk ibadah 
lainnya. 

352 Yakni yang mengerjakan shalat. Maksudnya adalah sucikanlah rumah itu untuk orang-orang yang utama 
tersebut, di mana perhatian mereka adalah taat dan mengabdi Tuhan mereka, mendekatkan diri kepada-Nya 
di sisi rumah-Nya. Mereka ini berhak dimuliakan, dan termasuk memuliakan mereka adalah membersihkan 
Baitullah untuk mereka, demikian pula membersihkannya dari suara keras yang mengganggu ibadah mereka. 

353 Yakni beritahukanlah mereka, seru mereka, sampaikan kepada orang yang dekat maupun jauh kewajiban 
haji dan keutamaannya. 

354 Karena rasa rindu yang begitu mendalam. 

355 Unta yang kurus menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jamaah haji, namun demikian 
mereka tetap menempuh perjalanan itu. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




28. Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut 
nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan 359 atas rezeki yang Dia berikan kepada 
mereka berupa hewan ternak 360 . Maka makanlah sebagian darinya 361 dan (sebagian lagi) berikanlah 
untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. 



29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, 
menyempurnakan nazar-nazar mereka 363 dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah) 364 . 

Ayat 30-37: Memuliakan apa yang terhormat di sisi Allah, membatalkan kebiasaan kaum 
Jahiliyyah, menerangkan hewan hadyu dan kurban, dan bahwa Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala tidak menerima amal kecuali yang ikhlas karena-Nya. 



30. Demikianlah (perintah Allah) 365 . Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi 
Allah (hurumat) 366 , maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. 367 Dan dihalalkan bagi kamu 



356 Maka Nabi Ibrahim 'alaihis salam melakukan hal itu, demikian pula anak keturunannya, yaitu Nabi 
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Ternyata apa yang dijanjikan Allah itu terlaksana, manusia 
mendatangi Baitullah dengan berjalan kaki atau berkendaraan dari bagian timur bumi maupun baratnya. 

357 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan beberapa faedah mengunjungi Baitullah al 
Haram sambil memberikan dorongan terhadapnya. 

358 Baik manfaat agama maupun dunia. Manfaat agama adalah dapat melakukan ibadah yang utama dan 
ibadah yang tidak dapat dilakukan kecuali di sana, sedangkan manfaat dunia adalah bisa berusaha dan 
memperoleh keuntungan duniawi. Semua ini sudah kita ketahui bersama. 

359 Hari yang ditentukan itu adalah hari raya haji dan hari tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, 
di mana mereka menyebut nama Allah ketika menyembelih kurban dan banyak mengumandangkan takbir 
pada hari-hari itu sebagai dzikr mutlak. 

360 Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, sapi, 
kambing dan biri-biri. 

361 Oleh kamu wahai orang-orang yang berkurban, meskipun boleh juga menyedekahkan semuanya. 

362 Yang dimaksud dengan menghilangkan kotoran di sini ialah memotong rambut, memotong kuku, dan 
sebagainya. 

363 Yang mereka wajibkan diri mereka untuk mengerjakannya, seperti haji, umrah dan hewan ternak yang 
mereka hadiahkan ke tanah haram. 

364 la merupakan masjid yang paling utama secara mutlak. Lafaz 'atiiq dapat juga diartikan mu'taq (yang 
merdeka), yakni yang tidak dijajah oleh orang-orang kejam. Di ayat ini diperintahkan melakukan thawaf 
setelah diperintahkan menjalankan manasik secara umum karena keutamaan tawaf, dan karena itu adalah 
tujuannya, sedangkan sebelumnya hanyalah sarana kepadanya. Menurut Syaikh As Sa'diy pula, mungkin 
saja -Walahu a' lam- disebutkan thawaf karena faedah yang lain, yaitu bahwa tawaf disyariatkan di setiap 
waktu, baik mengikuti manasik atau tidak. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





semua hewan ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya) , maka jauhilah 
(penyembahan) berhala-berhala yang najis itu 369 dan jauhilah perkataan dusta 370 . 



31. (Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah 371 , tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu. 
Barang siapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh 
burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh 372 . 



32. Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah maka 
sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati 375 . 



33. Bagi kamu padanya (hewan hadyu) ada beberapa manfaat sampai waktu yang ditentukan, 
kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah). 



365 Yakni hukum-hukum yang telah disebutkan sebelumnya serta pengagungan terhadap apa yang terhormat 
(hurumat) di sisi Allah adalah karena memuliakan hurumat termasuk perkara yang dicintai Allah, dapat 
mendekatkan diri kepada Allah, di mana orang yang memuliakan dan mengagungkannya akan Allah berikan 
pahala yang besar, bahkan sebagai kebaikan baginya untuk agamanya, dunianya dan akhiratnya. 

366 Maksudnya adalah semua yang terhormat di sisi Allah dan diperintahkan untuk dimuliakan. Seperti bulan 
Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram (Mekah), ihram, ibadah-ibadah 
yang diperintahkan Allah untuk dikerjakan. Memuliakan hurumat tersebut adalah dengan membesarkannya 
di hati, mencintainya, menyempurnakan ibadah di sana, tidak meremehkan dan tidak malas, serta tidak 
merasa berat. 

367 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan nikmat dan ihsan-Nya berupa penghalalan-Nya 
untuk hamba-hamba-Nya binatang ternak, yang terdiri dari unta, sapi dan kambing. 

368 Seperti yang disebutkan dalam surah Al Maa'idah : 3, akan tetapi karena rahmat-Nya kepada hamba- 
hamba-Nya, Dia mengharamkan hal tersebut untuk menyucikan jiwa mereka, membersihkan mereka dari 
syirk dan ucapan dusta. 

369 Yang kamu jadikan sebagai tuhan-tuhan di samping Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

370 Termasuk pula persaksian dusta dan semua ucapan yang haram. 

371 Yakni menghadapkan diri dan beribadah hanya kepada-Nya serta berpaling dari selain-Nya. 

372 Iman ibarat langit yang terjaga dan tinggi di atas. Orang yang meninggalkan keimanan, maka sama saja 
jatuh dari langit siap menerima musibah dan malapetaka, di mana jika sudah jatuh, maka ia bisa disambar 
oleh burung lalu dibuat anggota badannya tercerai berai. Demikianlah orang musyrik, apabila meninggalkan 
keimanan, maka setan akan menyantapnya dari segala penjuru, merobek-robeknya, dan menjauhkan dia dari 
agama dan dunianya. 

373 Sudah diterangkan sebelumnya, bahwa maksud mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah adalah 
memuliakannya, melaksanakannya, menyempurnakannya sesuai kemampuan hamba, termasuk juga dalam 
hal hewan hadyu (yang dihadiahkan ke tanah haram), mengangungkannya adalah dengan mencari hewan 
yang baik dan gemuk lagi sempurna dari berbagai sisi. 

374 Syi'ar Allah adalah tanda-tanda agama Allah yang nampak, termasuk di antaranya segala amalan yang 
dilakukan dalam rangka ibadat haji, tempat-tempat mengerjakannya, hewan yang dihadiahkan ke Baitullah, 
dsb. 

375 Dengan demikian, mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah merupakan bukti ketakwaan di hati. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




34. Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) , agar mereka 
menyebut nama Allah 380 rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. 
Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa 381 , karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya 382 . 



Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira 383 kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada 
Allah) 384 , 



35. (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar 385 , orang yang sabar 
atas apa yang menimpa mereka 386 , dan orang yang melaksanakan shalat 387 dan orang yang 
menginfakkan sebagian 388 rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka 389 . 



376 Maksudnya, binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri 
kepada Allah, disembelih di tanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka 
ibadat haji. 

377 Maksudnya, binatang-binatang hadyu itu boleh kamu ambil manfaatnya, seperti dikendarai, diambil 
susunya dan sebagainya, sampai hari nahar untuk disembelih apabila sampai ke tempatnya, yaitu semua 
tanah Haram, seperti Mina dan lainnya. Setelah mereka menyembelihnya, maka mereka bisa makan, 
menghadiahkan dan memberikan kepada orang yang sengsara lagi fakir. 

378 Yakni yang beriman sebelum kamu. 

379 Ada pula yang menafsirkan "mansak" (lihat ayat tersebut) dengan hari raya. Oleh karena itu, hendaklah 
mereka bersegera kepada kebaikan dan berlomba-lomba kepadanya, agar Dia melihat siapa di antara kamu 
yang paling baik amalnya. Hikmah mengapa Allah mensyariatkan penyembelihan pada setiap umat adalah 
untuk mengingat-Nya dan bersyukur kepada-Nya. 

380 Ketika menyembelihnya. 

381 Meskipun syariat pada setiap umat berbeda-beda, namun semuanya sepakat terhadap asas yang satu ini, 
yaitu keberhakan Allah untuk diibadahi dan tidak berbuat syirk. 

382 Yakni tunduk dan patuhlah kepada-Nya (Islam), karena Islam merupakan jalan untuk sampai ke negeri 
keselamatan (surga). 

383 Dengan kebaikan di dunia dan akhirat. 

384 Yakni tunduk kepada Tuhannya, mengikuti perintah-Nya dan bertawadhu' kepada hamba-hamba-Nya. 
Pada ayat selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sifat orang-orang yang tunduk dan patuh 
kepada-Nya. 

385 Karena takut dan ta'zhim (mengagungkan) kepada-Nya, sehingga karenanya mereka meninggalkan 
perbuatan-perbuatan haram. 

386 Berupa musibah dan berbagai penderitaan. Mereka tidak berkeluh kesah, bahkan bersabar sambil 
mengharapkan keridhaan Allah dan mengharapkan pahalanya. 

387 Pada waktunya. Mereka kerjakan gerakan dan ucapan yang wajib maupun yang sunatnya. 

388 Disebutkan "sebagian (min)" agar diketahui mudahnya perintah Allah, dan bahwa yang diminta tidak 
banyak-banyak. Oleh karena itu, wahai orang yang mendapatkan rezeki, infakkanlah sebagian dari rezeki itu, 
niscaya kamu akan diberi nafkah dan diberikan tambahan karunia-Nya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





he- hs. _ 

36. Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syi'ar agama Allah, kamu 390 banyak 
memperoleh kebaikan padanya 391 . Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) 
dalam keadaan berdiri 392 . Kemudian apabila telah rebah (mati) 393 , maka makanlah sebagiannya dan 
berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan 
orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu 394 , agar kamu 
bersyukur 395 . 

4" • *«' j. * - 4 - - ^ * ' - - y ' *~ " > / 




37. Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah 396 , tetapi 
yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu 397 . Demikianlah Dia menundukkannya untukmu 
agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu 398 . Dan sampaikanlah 
kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik 399 . 

Ayat 38-41: Izin berperang bagi orang-orang mukmin, menjaga agama dari tipu daya 
musuh, dan pertolongan Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada orang-orang yang membela 

agama-Nya. 



389 Mencakup semua infak yang wajib, seperti zakat, kaffarat, menafkahi istri dan budak jika ada, menafkahi 
kerabat terdekat. Demikian pula infak yang sunat, seperti bersedekah dengan semua macamnya. 

390 Orang yang mengurbankan hewan tersebut atau selainnya. 

391 Maksudnya, berbagai manfaat di dunia dan mendapatkan pahala di akhirat. Manfaat di dunia misalnya, 
dapat memakannya, menyedekahkannya, memanfaatkannya dsb. 

392 Di atas kaki-kakinya yang empat, bagian depan kakinya, yaitu yang kiri diikat, lalu dinahr (ditikam). 

393 Setelah dinahr (ditikam). 

394 Sehingga kamu dapat menyembelihnya dan menungganginya. Jika Dia tidak menundukkannya, tentu 
engkau tidak akan sanggup melakukan hal itu. Dia menundukkannya untuk kamu karena rahmat-Nya dan 
ihsan-Nya kepada kamu. Oleh karena itu, pujilah Dia. 

395 Yakni terhadap nikmat-Ku kepadamu. 

396 Maksud daripadanya bukanlah hanya menyembelih semata, dan lagi daging dan darahnya sedikit pun 
tidak akan sampai kepada Allah, karena Dia Mahakaya lagi Maha Terpuji. 

397 Maksudnya amal saleh yang ikhlas karena-Nya dan di atas iman. Dalam ayat ini terdapat dorongan untuk 
berbuat ikhlas, baik dalam ibadah kurban maupun dalam ibadah lainnya, bukan untuk berbangga, riya atau 
karena kebiasaan. Semua ibadah yang tidak disertai keikhlasan seperti jasad tanpa ruh. 

398 Seperti menunjukkan kepada kita syi'ar-syi'ar agama-Nya dan manasik hajinya, serta menunjukkan 
kepada kita hal-hal lain yang di sana terdapat kebaikan bagi kita. 

399 Yaitu mereka yang beribadah seakan-akan melihat-Nya atau merasakan pengawasan dari-Nya dan orang- 
orang yang berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dengan berbagai macamnya, seperti memberikan 
manfaat harta, ilmu, kedudukan, saran, amar ma'ruf dan nahi munkar, ucapan yang baik, dsb. Orang-orang 
yang berbuat ihsan akan mendapatkan kabar gembira dari Allah dengan memperoleh kebahagiaan di dunia 
dan akhirat, dan Allah akan berbuat ihsan kepada mereka sebagaimana mereka berbuat ihsan dalam ibadah- 
Nya dan kepada hamba-hamba-Nya, dan bukankah balasan terhadap kebaikan adalah kebaikan pula? 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




38. Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman 400 . Sungguh, Allah tidak menyukai setiap 
orang yang berkhianat 401 dan kufur nikmat 402 . 



39. Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi , karena sesungguhnya mereka 
dizalimi 405 . Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu 406 , 



40. (yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya 407 tanpa alasan yang benar, hanya 
karena mereka berkata, "Tuhan kami ialah Allah 408 ." Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) 
sebagian manusia dengan sebagian yang lain 409 , tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, 
gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak 
disebut nama Allah 410 . Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, 
Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa 411 . 



400 Dari kejahatan orang-orang kafir, was-was setan, dan dari kejahatan dan keburukan diri mereka sendiri. 
Dia akan menanggung apa yang menimpa mereka sehingga musibah itu terasa ringan baginya. Setiap orang 
mukmin mendapatkan pembelaan dari Allah sesuai tingkat keimanannya. 

401 Dalam amanah yang diembankan kepadanya. Misalnya tidak memenuhi hak Allah dan hak hamba- 
hamba-Nya. 

402 Seperti halnya orang-orang musyrik. Mafhum ayat ini adalah bahwa Allah senang kepada setiap orang 
yang melaksanakan amanahnya dan bersyukur kepada Tuhannya. 

403 Ayat ini merupakan ayat pertama yang turun berkenaan dengan jihad. Sebelumnya, yakni di awal-awal 
Islam, kaum muslimin dilarang berperang melawan orang-orang kafir dan diperintahkan bersabar karena 
hikmah ilahiyyah (kebijaksanaan dari Allah). Ketika mereka berhijrah ke Madman dan masih disakiti, 
sedangkan mereka sudah memiliki kekuatan, maka Allah mengizinkan mereka berperang. 

404 Mereka yang diperangi adalah orang-orang mukmin. 

405 Mereka dilarang menjalankan ibadah dan disakiti ketika menjalankannya, bahkan sampai diusir dari 
kampung halamannya. 

406 Oleh karena itu, mintalah pertolongan kepada-Nya. 

407 Mereka terpaksa keluar dari kampung halamannya karena disakiti dan diberikan cobaan (fitnah). 

408 Ucapan ini adalah hak. Oleh karena itu, mengusirnya adalah mengusir tanpa hak. Syaikh As Sa'diy 
berkata, "Ayat ini menunjukkan hikmah disyariatkan jihad, dan bahwa maksud daripadanya adalah 
menegakkan agama Allah, menolak gangguan dan kezaliman kaum kafir terhadap kaum mukmin yang 
memulai terlebih dulu menzalimi, agar dapat beribadah kepada Allah serta menegakkan syariat Islam yang 
nampak." 

409 Dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah, Dia menghindarkan bahaya orang-orang kafir. 

410 Seperti dengan melakukan shalat, membaca kitab Allah, dan berdzikr. Bahkan ibadah bisa menjadi 
terhenti karena robohnya tempat ibadah tersebut dan orang-orang kafir menguasai kaum muslimin. Hal ini 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






menunjukkan bahwa negeri-negeri yang tercapai di sana ketenteraman beribadah kepada Allah, masjid- 
masjidnya makmur, ditegakkan syi'ar-syi'ar Islam di sana merupakan sebab perjuangan para mujahid fii 
sabilillah. Syaikh As Sa'diy berkata, "Jika anda bertanya, "Kita melihat sekarang masjid-masjid kaum 
muslimin ramai tidak roboh, padahal sebagian besamya di bawah pemerintahan kecil dan pemerintahan yang 
tidak teratur, sedang mereka tidak memiliki kekuatan untuk memerangi negara-negara sebelahnya yang 
berada di Benua Eropa. Bahkan kita menyaksikan masjid-masjid yang berada di bawah kekuasaan mereka 
ramai, penduduknya aman dan tenteram padahal para penguasa mereka yang kafir sanggup merobohkannya, 
namun Allah memberitahukan bahwa kalau seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia 
dengan sebagian yang lain tentu rumah-rumah ibadah itu hancur, dan kami tidak menyaksikan adanya 
penolakan tersebut?" Jawab: Pertanyaan dan kemusykilan ini masuk ke dalam keumuman ayat ini dan salah 
satu bagiannya. Karena barang siapa mengetahui keadaan negara-negara sekarang dan sistem 
pemerintahannya, di mana mereka memperhatikan semua umat dan semua bangsa yang berada di bawah 
kekuasaannya dan masuk ke dalam pemerintahannya, ia menganggapnya sebagai bagian dari anggota 
kerajaannya dan pemerintahannya, baik umat itu memiliki kemampuan karena jumlahnya atau karena 
perlengkapannya atau karena hartanya, atau karena pekerjaannya maupun pelayanannya, maka semua 
pemerintahan itu memperhatikan maslahat orang-orang asing tersebut baik agama maupun dunia, mereka 
khawatir jika tidak melakukan yang demikian tatanan pemerintahannya menjadi rusak dan kehilangan 
sebagian tiangnya, sehingga sebagian ajaran agama tegak karena sebab itu, khususnya masjid-masjid, di 
mana ia -wal hamdulillah- benar-benar tertata rapi, bahkan di ibukota negara-negara besar. Negara-negara 
yang merdeka itu pun memperhatikan kebutuhan rakyat mereka yang muslim meskipun terdapat kedengkian 
dan kebencian dari negara-negara Nasrani; yang Allah beritahukan bahwa hal itu akan senantiasa ada sampai 
hari kiamat. Dengan demikian, tetaplah pemerintahan Islam yang tidak sanggup dan tidak bisa membela 
dirinya selamat dari banyak bahaya mereka yang timbul karena adanya rasa hasad pada mereka, namun tidak 
ada seorang pun di antara mereka yang sanggup menguasainya karena takut terhadap perlindungan dari yang 
lain, padahal sesungguhnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala tetap akan memperlihatkan kemenangan Islam 
dan kaum muslimin kepada hamba-hamba-Nya sebagaimana yang dijanjikan-Nya dalam kitab-Nya. Dan Al 
hamdulillah, telah nampak sebab-sebab kemenangan itu dengan adanya kesadaran kaum muslimin tentang 
perlunya kembali kepada agama mereka, di mana kesadaran merupakan awal mula kebangkitan. Oleh karena 
itu, Kita memuji Allah dan meminta kepada-Nya agar Dia menyempurnakan nikmat-Nya. Oleh karena itu 
Dia berfirman dalam janji-Nya yang benar dan sesuai kenyataan, "Allah pasti akan menolong orang yang 
menolong (agama)-Nya" Yakni orang yang menegakkan agama-Nya, ikhlas dalam menegakkannya, 
berperang di jalan-Nya agar kalimatullah menjadi tinggi." 

411 Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa, semua makhluk tunduk di hadapan-Nya dan Dia berkuasa terhadap 
mereka. Maka bergembiralah kamu wahai kaum muslimin, karena meskipun jumlah atau perlengkapan 
kamu sedikit, sedangkan jumlah dan perlengkapan musuh banyak, maka sandaran kamu adalah Yang 
Mahakuat lagi Mahaperkasa. Oleh karena itu, kerjakanlah semua sebab yang diperintahkan, kemudian 
mintalah pertolongan kepada-Nya, niscaya Dia akan menolong kamu. Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
berfirman, "Wahai orang-orang mukmin! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan 
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (Terj. Muhammad: 7) Oleh karena itu, penuhilah hak iman 
dan amal saleh, karena sesungguhnya Dia telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan 
mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, 
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan 
meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar 
(keadaan) mereka, setelah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Nya 
dengan tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan-Nya. (lihat An Nuur: 55). 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



41. 412 (yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi 413 , mereka mendirikan shalat 414 , 
menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf 415 dan mencegah dari yang mungkar 416 ; dan kepada 
Allah-lah kembali segala urusan 417 . 

Ayat 42-48: Ayat-ayat Allah sebagai penawar hati Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 
sallam, ancaman bagi orang-orang yang mendustakan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, 
dan perintah agar mengambil pelajaran dari umat-umat yang kafir yang telah dibinasakan. 

42. 418 Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), Begitu pulalah 
kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, Aad dan Tsamud (juga telah mendustakan rasul- 
rasul-Nya), 

43. Dan (demikian juga) kaum Ibrahim dan kaum Luth, 




44. Dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan 419 , namun Aku beri tenggang waktu 
kepada orang-orang kafir 420 , kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku 421 . 



412 Di ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tanda orang yang menolong agama-Nya, dan dari 
sini dapat diketahui siapa yang menolong agama-Nya itu, dan barang siapa yang mengaku menolong agama 
Allah, namun pada kenyataannya, ia tidak memiliki sifat yang akan disebutkan, maka sesungguhnya 
pengakuannya dusta. 

413 Dengan dimenangkan terhadap musuh mereka atau berkuasa atas mereka. 

414 Pada waktunya dan dengan berjamaah. 

415 Yakni semua ketaatan, baik yang terkait dengan hak Allah maupun yang terkait dengan hak manusia. 

416 Jika perkara yang ma'ruf dan yang munkar kurang diketahui karena keadaan yang telah berubah, maka 
mereka mendorong rakyatnya belajar dan bagi yang berilmu untuk mengajarkan kepada yang tidak 
mengetahui. Demikian pula mereka siapkan segala sesuatu yang dapat menyempurnakan amar ma'ruf dan 
nahi munkar, seperti diadakan dewan hisbah (kepolisian yang ditugaskan melakukan amar ma'ruf dan nahi 
munkar). 

417 Semua urusan kembali kepada Allah, dan Dia telah memberitahukan bahwa akibat yang baik akan 
diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu, barang siapa yang diberikan kekuasaan oleh 
Allah, lalu ia menjalankan perintah Allah, maka ia akan memperoleh akibat yang baik. Sebaliknya, barang 
siapa yang diberikan kekuasaan oleh Allah, namun ia mengedepankan hawa nafsunya, maka meskipun ia 
memperoleh kekuasaan dalam waktu tertentu, namun akibatnya tidak baik dan kepemimpinannya tercela. 

418 Ayat ini merupakan hiburan bagi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
berfirman kepada Nabi-Nya, menerangkan bahwa Beliau bukanlah rasul pertama yang didustakan dan 
mereka bukanlah umat pertama yang mendustakan rasul. 

419 Oleh orang-orang Qibthi (Mesir). 

420 Sehingga mereka semakin melampaui batas, dan semakin bertambah kekafiran dan keburukannya. 

421 Dapat pula diartikan, "Maka betapa hebatnya pengingkaran-Ku terhadap kekafiran dan pendustaan 
mereka dengan membinasakan mereka. " Di antara mereka ada yang ditimpa hujan batu kerikil, ada yang 
ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang dibenamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang 
ditenggelamkan. Allah sekali-kali tidaklah menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri 
mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka yang mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
hendaknya mengambil pelajaran dari azab yang menimpa generasi sebelum mereka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




45. Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena penduduknya dalam keadaan 
zalim 423 , sehingga runtuh bangunan-bangunan dan (betapa banyak pula) sumur yang telah 
ditinggalkan 424 dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya) 425 , 



46 . 426 Maka tidak pernahkah mereka berjalan 427 di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat 
memahami 428 , telinga mereka dapat mendengar 429 ? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi 
yang buta ialah hati yang di dalam dada 430 . 



47. Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan 431 , padahal Allah tidak 
akan menyalahi janji-Nya 432 . Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun 
menurut perhitunganmu 433 . 



422 Dengan azab yang pedih dan kehinaan duniawi. 

423 Dengan berbuat kafir kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya, dan hukuman Allah bukanlah karena 
kezaliman-Nya, akan tetapi karena keadilan-Nya. 

424 Sumur yang sebelumnya ramai didatangi manusia menjadi sepi ditinggalkan, dan istana yang sebelumnya 
ditinggikan dan diperkuat serta diberi hiasan menjadi sepi tidak berpenghuni, semuanya menjadi pelajaran 
bagi generasi yang datang setelahnya jika mereka mau mengambil pelajaran. 

425 Karena penduduknya telah mati dibinasakan. Daerahnya yang sebelumnya makmur menjadi sepi, dan 
yang sebelumnya disenangi menjadi dijauhi. 

426 Oleh karena itulah, Allah mengajak hamba-hamba-Nya mengadakan perjalanan di muka bumi untuk 
memperhatikan keadaan orang-orang terdahulu yang telah binasa dan mengambil pelajaran daripadanya. 

427 Dengan badan dan hati mereka. 

428 Ayat-ayat Allah dan memperhatikan tempat-tempat yang terdapat ibrah (pelajaran). 

429 Untuk mendengarkan berita kebinasaan dan kehancuran orang-orang yang mendustakan, sehingga 
mereka dapat mengambil pelajaran daripadanya. Akan tetapi, jika sebatas memandang dan mendengar atau 
berjalan-jalan tanpa bertafakkur dan mengambil pelajaran, maka yang demikian tidaklah bermanfaat dan 
tidak mencapai maksud yang diingmkan. 

430 Buta yang berbahaya adalah buta dalam agama, yaitu butanya hati dari melihat yang hak sehingga ia tidak 
melihat yang hak itu sebagaimana mata yang buta tidak dapat melihat sesuatu yang terlihat. 

431 Yang demikian karena kebodohan, kezaliman, penentangannya dan karena mengira bahwa Allah lemah 
serta karena mendustakan Rasul-Nya. 

432 Oleh karena itu, apa yang diancamkan Allah pasti akan terjadi, dan tidak ada yang menghalangi mereka 
dari Allah. Adapun untuk penyegeraannya, maka itu bukan urusan Beliau, karena di hadapan mereka ada 
hari kiamat, hari di mana orang-orang terdahulu mereka dan orang-orang yang datang kemudian 
dikumpulkan dan diberikan balasan. 

433 Maksudnya adalah sehari di sisi Allah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu karena lamanya dan 
dahsyatnya, dan sama saja apakah mereka mendapat azab di dunia atau azab itu ditunda dari mereka, maka 
sesungguhnya hari yang diancamkan itu akan datang. Bisa juga maksudnya, bahwa Allah Maha Penyantun, 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







48. Dan betapa banyak negeri yang Aku tangguhkan penghancurannya 434 , karena penduduknya 
berbuat zalim 435 , kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala 
sesuatu) 436 . 

Ayat 49-57: Tugas rasul adalah memberi peringatan, Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
memberikan perlindungan kepada para rasul- Nya dari tipu daya setan, dan penjelasan 
keadaan akhir orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. 




49. Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku (diutus) sebagai pemberi 
peringatan yang nyata." 

50. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka memperoleh ampunan dan rezeki 
yang mulia 438 . 




51. Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan 
(kemauan untuk beriman), mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka Jahim. 



kalau sekiranya mereka meminta disegerakan azab, maka sesungguhnya sehari di sisi-Nya seperti seribu 
tahun menurut perhitungan manusia. Waktu tersebut, meskipun terasa lama dan manusia menganggap lama 
turunnya azab, akan tetapi Allah memberi waktu yang panjang bukan berarti membiarkan, sehingga apabila 
tiba saat Dia menyiksa orang-orang zalim, maka tidak ada yang diloloskan-Nya. Ada pula yang berpendapat, 
bahwa mereka meminta disegerakan azab, padahal sehari dari hari-hari diazabnya mereka di akhirat itu sama 
seperti seribu tahun. Ada pula yang berpendapat, bahwa maksudnya adalah sehari di sisi Allah dan seribu 
tahun dalam waktu penangguhan adalah sama, karena Dia berkuasa menyiksa mereka kapan saja, dan kalau 
pun ditunda, maka yang demikian tidaklah membuat luput, sehingga dalam kekuasaan-Nya sama saja apakah 
yang mereka minta itu terjadi atau ditunda nanti. 

434 Dengan waktu yang cukup lama. 

435 Kesegeraan mereka berbuat zalim tidaklah menjadikan Allah segera menyiksa mereka. 

436 Setelah mendapat azab di dunia, ia akan dikembalikan kepada Allah, Dia akan mengazabnya karena dosa- 
dosanya. Oleh karena itu, hendaknya orang-orang zalim takut jika sudah turun azab Allah, dan hendaknya 
mereka tidak tertipu oleh penangguhan. 

437 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan hamba-Nya dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi 
wa sallam agar berbicara kepada semua manusia, bahwa Beliau adalah utusan Allah sebagai pemberi kabar 
gembira bagi orang-orang mukmin dengan pahala dan pemberi peringatan bagi orang-orang kafir dan zalim 
dengan azab Allah. Pada ayat selanjutnya disebutkan lebih jelas kabar gembira dan peringatan itu. 

438 Yaitu surga. 

439 YakniAlQur'an. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



52. 440 Dan Kami tidak mengutus seorang rasul 441 dan tidak pula seorang nabi 442 sebelum engkau 
(Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan 443 , setan pun memasukkan 
godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan 
setan itu 444 . Dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya 445 . Dan Allah Maha Mengetahui 446 lagi 
Mahabijaksana 447 , 



440 Imam Ibnu Katsir berkata, "Banyak para mufassir yang menyebutkan di ayat ini kisah Gharaniq (sejenis 
burung air) serta kembalinya para sahabat yang sudah berhijrah ke Habasyah karena mereka mengira bahwa 
kaum musyrik Quraisy sudah masuk Islam. Singkat ceritanya adalah sebagai berikut: Dari Sa'id bin Jubair ia 
berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika di Mekah membacakan surah An Najm. Ketika 
sampai ayat, "Afara 'atumullaata wal 'uzza, wa manaatats tsaalitsatal ukhraa " (artinya: Maka apakah patut 
kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap al Lata dan al Uzza,— dan Manah yang ketiga, yang paling 
terkemudian (An Najm: 19-20)) Setan memasukkan godaan ke lisan Beliau, "Itulah gharaniq yang utama 
dan perantaraannya dapat diharapkan." Mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Beliau belum pernah 
sebelum hari ini menyebut baik tuhan-tuhan kita." Maka Beliau sujud dan mereka pun ikut sujud. Kemudian 
Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat ini, "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak pula seorang 
nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun 
memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan 
setan itu. Dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana, " 
Muhammad bin Ishaq menyebutkan kisah yang mirip seperti ini dalam As Sirah, namun semuanya adalah 
mursal dan terputus, wallahu a'lam. Imam Al Bahgawi pun sama menyebutkan kisah ini, namun Beliau 
mempertanyakan hal tersebut, "Bagaimana bisa terjadi seperti ini padahal wahyunya terpelihara dan dijamin 
oleh Allah Ta'ala untuk Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam?" Kemudian Beliau menyebutkan berbagai 
jawaban dari beberapa orang (ulama). Di antara jawaban yang paling halusnya adalah, bahwa setan 
memasukkan ke telinga kaum musyrik hal tersebut, sehingga mereka mengira bahwa kalimat tersebut keluar 
dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, padahal sesungguhnya tidak. Bahkan ia merupakan pekerjaan 
setan, bukan dari Rasul Ar Rahman shallallahu 'alaihi wa sallam, wallahu a'lam." 

Ayat ini merupakan hiburan dari Allah kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. 

441 Yaitu nabi yang diperintahkan untuk menyampaikan. 

442 Yaitu nabi yang tidak diperintahkan menyampaikan. 

443 Ibnu Abbas berkata, "Apabila Beliau hendak menyampaikan perkataan, maka setan memasukkan godaan 
dalam perkataannya, lalu Allah menghilangkan godaan tersebut." Suatu keinginan di sini adalah apabila 
hendak membaca Kitabullah. 

444 Imam Ibnu Katsir berkata, "Hakikat naskh (lihat lafaz ayat tersebut-peny) secara bahasa adalah 
menghilangkan dan mengangkat. Ibnu Abbas berkata, "Yakni Allah Subhaanahu wa Ta'aala menghilangkan 
godaan yang dimasukkan setan." As Suyuthi setelah menyebutkan riwayat-riwayat ini (yakni tentang kisah 
Gharaniq) dalam Al Lubaab berkata, "Semuanya bisa lemah atau terputus." Al Haafizh Ibnu Hajar berkata, 
"Akan tetapi banyaknya jalan menunjukkan bahwa kisah ini (kisah Gharaniq) memiliki dasarnya." Ibnul 
'Arabi berkata, "Sesungguhnya riwayat-riwayat ini batil tidak ada asalnya." Adh Dhahhak berkata, "Jibril 
dengan perintah Allah menghapuskan godaan setan dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya." Syaikh As 
Sa'diy berkata, "Dia menyingkirkan (godaan setan itu), menghilangkannya, membatalkannya dan 
menerangkan bahwa hal itu bukan termasuk ayat-ayat-Nya." 

445 Yakni merapihkannya dan memeliharanya, sehingga bersih dari godaan yang hendak dimasukkan setan. 

446 Dia mengetahui apa yang akan terjadi dan tidak ada satu pun yang samar baginya. 

447 Dia meletakkan sesuatu pada tempat-tempatnya, di antara sempurnya hikmah adalah diberikan 
kesempatan kepada setan untuk menyampaikan godaannya sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam 
hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya sebagaimana diterangkan pada ayat selanjutnya. 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



53. Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan 448 bagi orang- 
orang yang dalam hatinya ada penyakit 449 dan orang yang berhati keras 450 . Dan orang-orang yang 
zalim itu 451 benar-benar dalam permusuhan yang jauh 452 , 



54. dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu 453 meyakini bahwa (Al Quran) itu benar dari 
Tuhanmu lalu mereka beriman 454 dan hati mereka tunduk kepadanya 455 . Dan sungguh, Allah 
pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman 456 kepada jalan yang lurus 457 . 



55. Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al Quran), hingga saat 
(kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari kiamat 458 yang datang kepada 
mereka 459 . 



448 Dengannya semakin nampak keburukan yang tersembunyi dalam diri mereka. Adapun bagi orang-orang 
yang diberi ilmu, maka sebagai rahmat. 

449 Maksudnya adalah penyakit keraguan dan kemunafikan. 

450 Yaitu kaum musyrik karena enggan menolak kebenaran, di mana hal tersebut mereka jadikan hujjah 
terhadap kebatilan mereka dan mereka gunakan untuk mendebat dan menentang Allah dan Rasul-Nya. 

451 Yakni orang yang hatinya ada penyakit dan orang-orang yang kasar hatinya (kaum musyrik). 

452 Terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum mukmin. 

453 Yakni ilmu yang dengannya mereka dapat mengetahui mana yang hak dan mana yang batil, mana 
petunjuk dan mana kesesatan, mereka pun dapat membedakan keduanya; kebenaran yang tetap yang 
dikokohkan Allah dan kebatilan yang baru datang yang dihapus Allah dengan syahid (bukti) terhadap 
masing-masingnya, dan agar mereka mengetahui bahwa Allah Mahabijaksana, Dia menetapkan sebagian 
cobaan agar nampak apa yang tersembunyi dalam hatinya berupa kebaikan dan keburukan. 

454 Dengan sebab itu dan iman mereka bertambah ketika syubhat tersingkirkan. 

455 dan menerima kebijaksanaan-Nya, dan hal ini termasuk hidayah-Nya kepada mereka. 

456 Karena iman yang ada dalam diri mereka. 

457 Yaitu pengetahuan terhadap yang hak dan mengamalkannya. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang 
beriman dengan ucapan yang teguh itu (Laailaahaillallah) dalam kehidupan di dunia, dan hal ini termasuk 
peneguhan-Nya. 

458 Ada yang mengartikan '"Adzaabu yaumin 'aqiim" dengan perang Badar. Dinamakan perang badar 
dengan yaumun 'aqiim (hari yang tidak berkelanjutan) karena mereka tidak melihat malam harinya, di mana 
mereka sudah mati terbunuh sebelum sore hari, ada pula yang berpendapat, karena pada hari itu tidak ada 
kebaikan sama sekali bagi orang-orang kafir, dan ada yang berpendapat, karena tidak ada hari yang lebih 
dahsyat daripada hari itu, karena malaikat ikut berperang. Namun yang rajih menurut Ibnu Katsir, bahwa 
yaumun 'aqiim adalah hari kiamat meskipun perang Badar termasuk ke dalam hari yang diancamkan, tetapi 
itu bukan maksudnya. Tkrimah dan Mujahid berkata, "la adalah hari kiamat, di mana tidak ada malamnya." 

459 Sehingga mereka pun menyesal dan berputus asa dari semua kebaikan, dan mereka ingin sekali kalau 
seandainya mereka beriman kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengambil jalannya. Dalam 
ayat ini terdapat peringatan bagi mereka agar mereka berhenti dari keraguan dan kedustaan mereka. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




56. Kekuasaan pada hari itu 460 ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka 461 . Maka 
orang-orang yang beriman 462 dan beramal saleh 463 berada dalam surga-surga yang penuh 
kenikmatan 464 . 




57. Dan orang-orang yang kafir 465 dan yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka mereka akan 
merasakan azab yang menghinakan 466 . 

Ay at 58-66: Menerangkan keutamaan orang-orang yang berhijrah dan balasan untuk 
mereka, bolehnya membalas serangan dengan serangan yang serupa untuk membela diri dan 
agama, nikmat Allah kepada manusia, dan pentingnya memikirkan bukti kekuasaan Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. 

jj>- ^' Zi.->\3 ^^>- ^jj ^' ^y^-* j' '3^ J£ ^' Sxr* (j 'jo? - '-* ^_l-^^'j 

©CLa^P' 

58. 467 Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, 
sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik 468 (surga). Dan sesungguhnya 
Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik. 



460 Yaitu hari kiamat. 

461 Orang-orang mukmin dan orang-orang kafir dengan keputusan yang adil. 

462 Kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta beriman kepada apa yang mereka bawa. 

463 Mereka benarkan iman mereka dengan amal saleh. 

464 Karena karunia Allah. Mereka memperoleh kenikmatan hati, ruh dan badan yang sulit disebutkan sifatnya 
dan tidak dapat dicapai akal. 

465 Kepada Allah, para rasul-Nya dan mendustakan ayat-ayat-Nya yang menunjukkan kepada kebenaran, 
namun mereka berpaling darinya atau menentangnya. 

466 Karena kerasnya, pedihnya dan sampai ke hati sebagaimana mereka menghina para rasul dan ayat-ayat- 
Nya, sehingga Allah menghinakan mereka dengan azab. 

467 Ayat ini merupakan kabar gembira yang besar bagi orang yang berhijrah di jalan Allah, di mana ia keluar 
dari rumahnya, kampungnya, dan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan hendak membela agama- 
Nya, maka orang ini berhak mendapat pahala dari Allah, baik ia meninggal di atas tempat tidur atau 
terbunuh sebagai mujahid fii sabiilillah. 

468 Di alam barzakh dan pada hari kiamat dengan masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan, baik bagi 
hati maupun badan. Maksud ayat ini bisa juga, bahwa orang yang berhijrah di jalan Allah telah ditanggung 
Allah rezekinya di dunia dengan rezeki yang banyak lagi baik, baik ia akan mati di kasurnya atau terbunuh 
sebagai syahid, mereka semua ditanggung rezekinya, sehingga jangan dikira bahwa apabila ia keluar 
meninggalkan rumah dan hartanya, maka ia akan miskin, karena Tuhannya adalah Pemberi rezeki yang 
terbaik. Ternyata apa yang diberitakan terjadi sesuai kenyataan, kaum muhajirin yang meninggalkan rumah 
dan harta mereka untuk membela agama Allah tidak lama kemudian diberikan oleh Allah kemenangan di 
atas kemenangan dan mereka menjadi manusia yang kaya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



59. Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka 
sukai 469 . Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui 470 lagi Maha Penyantun 471 . 

60. Demikianlah 472 , dan barang siapa membalas seimbang dengan kezaliman (penganiayaan) yang 
pernah dia derita 473 kemudian dia dizalimi (lagi) 474 , pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah 
Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun 475 . 

(j|^aJ 4ji)T olj JJT 4 jL^IlT ^Jjjj jLgllt ^ jjf ^Jjj ^ojT ^_/l> ^OJ'i 

61. Demikianlah 476 karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan 
siang ke dalam malam 477 dan sungguh, Allah Maha Mendengar 478 lagi Maha Melihat 479 . 

62. Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) yang hak 480 . Dan apa saja yang 
mereka seru selain Dia, itulah yang batil 481 , dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi 482 lagi 
Mahabesar 483 . 



Maksud "tempat masuk yang mereka sukai" bisa maksudnya surga, dan bisa juga maksudnya diberikan 
kemenangan dan berhasil menaklukkan negeri-negeri, seperti berhasil menaklukkan Mekah, di mana mereka 
memasuki Mekah dalam keadaan ridha dan senang. Dengan demikian, mereka mendapatkan dua rezeki; 
rezeki di dunia dan di akhirat. 

470 Terhadap semua urusan, luar dan dalam, awal dan akhir. 

471 Makhluk-makhluk-Nya mendurhakai-Nya, namun Dia tidak segera memberikan hukuman padahal 
mampu melakukannya, bahkan masih tetap mengalirkan rezeki dan karunia-Nya. 

472 Maksudnya, yang kami ceritakan kepadamu. 

473 Maka sesungguhnya ia boleh membalas serupa, dan jika ia melakukan pembalasan, maka ia tidak 
disalahkan, bahkan jika ia dizalimi lagi, maka Allah akan menolongnya, karena ia terzalimi. Dalam tafsir 
Ibnu Katsir diterangkan, bahwa ayat ini turun berkenaan sariyyah (pasukan kecil) para sahabat ketika mereka 
menemui sekumpulan kaum musyrik di bulan haram, maka kaum muslimin meminta mereka agar tidak 
menyerang di bulan itu, tetapi kaum musyrik tetap ingin menyerang, maka terpaksa kaum muslimin 
memerangi mereka dan Allah memberikan pertolongan kepada kaum muslimin dalam peperangan itu. 

474 Seperti diusir dari kampung halamannya. 

475 Allah Maha Pemaaf terhadap orang-orang yang berdosa, Dia tidak menyegerakan hukuman kepada 
mereka, Dia mengampuni dosa mereka, menghilangkannya, dan menghilangkan pengaruhnya. Inilah sifat 
dzatiyah Allah yang selalu pada-Nya. Dia bermu'amalah (berhubungan) dengan hamba-hamba-Nya dalam 
setiap waktu dengan memaafkan dan mengampuni. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kamu wahai orang- 
orang yang terzalimi memaafkan dan mengampuni. 

476 Yakni pertolongan itu, atau hukum-hukum yang baik dan adil yang disyariatkan kepada kamu. 

477 Di mana hal tersebut terdapat banyak maslahat bagi hamba dan sebagai nikmat bagi mereka. 

478 Doa kaum mukmin. 

479 Dia memberikan keimanan dalam hati mereka, lalu mengabulkan doa mereka. 

480 Dia senantiasa kekal dan tidak akan fana, Dia yang pertama di mana tidak ada sesuatu sebelum-Nya, dan 
Dia yang terakhir, di mana tidak ada sesuatu setelah-Nya, Dia sempurna nama dan sifat-Nya, benar janji- 
Nya, janji-Nya hak, pertemuan dengan-Nya adalah hak, agama-Nya adalah hak, beribadah hanya kepada- 
Nya adalah hak, Dia Yang Memberikan Manfaat dan Yang Kekal selalu. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



63 . 484 Tidakkah engkau memperhatikan 485 , bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, 
sehingga bumi menjadi hijau? 486 Sungguh, Allah Mahahalus 487 lagi Maha Mengetahui 488 . 

64. Milik-Nyalah 489 apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar 
Mahakaya 490 lagi Maha Terpuji 491 . 



Dirinya batil dan menyembahnya pun batil. 

482 Dzat-Nya tinggi di atas semua makhluk-Nya, kedudukan-Nya tinggi, sifat-Nya sempurna, dan 
mengalahkan semua makhluk-Nya. 

483 Dia Mahabesar dzat-Nya, nama-Nya, sifat-Nya, di mana karena kebesaran dan keagungan-Nya bumi 
dalam genggaman-Nya pada hari kiamat, langit dilipat dengan Tangan Kanan-Nya. Karena kebesaran-Nya, 
kursi-Nya sampai meliputi langit dan bumi. Karena kebesaran-Nya, semua makhluk di bawah kekuasaan- 
Nya. Hakikat kebesaran yang tidak diketahui kecuali oleh-Nya adalah bahwa ia merupakan semua sifat 
sempurna, agung dan besar. Sifat yang dimiliki-Nya adalah sifat yang paling besar dan sempurna. Karena 
kebesaran-Nya, semua ibadah yang keluar dari penghuni langit maupun bumi tujuan-Nya adalah untuk 
membesarkan dan mengagungkan-Nya. Oleh karena itulah, takbir menjadi syiar terhadap ibadah-ibadah 
yang besar seperti shalat dan lainnya. 

484 Ayat ini merupakan dorongan dari Allah Ta'ala agar hamba-hamba-Nya memperhatikan ayat-ayat-Nya 
yang menunjukkan keesaan-Nya dan kesempurnaan. 

485 Dengan mata kepalamu dan mata hatimu. 

486 Allah menurunkan air hujan ke tanah yang gersang, lalu tanah itu menjadi hijau dan pemandangannya 
indah. Sesungguhnya yang mampu menghidupkan tanah yang mati benar-benar berkuasa menghidupkan 
orang yang telah mati. 

487 Allah mengetahui bagian dalam sesuatu serta yang samarnya, Dia memberikan kebaikan kepada hamba 
dan menghindarkan keburukan dengan cara-cara yang halus lagi tersembunyi bagi hamba. Di antara 
kelembutan-Nya adalah Dia menampakkan kepada hamba-Nya keperkasaan-Nya dalam memberikan 
hukuman dan sempurnanya kekuasaan-Nya, kemudian kelembutan-Nya akan nampak setelah seorang hamba 
hampir binasa. Di antara kelembutan-Nya juga adalah Dia mengetahui tempar-tempat untuk diturunkan 
hujan dan Dia mengetahui di mana tempat benih-benih yang berada di perut bumi, lalu Dia arahkan air itu ke 
benih tersebut sehingga tumbuhlah berbagai tumbuhan yang indah. 

488 Yang ada dalam hati mereka ketika mereka menanti turunnya hujan, Dia mengetahui rahasia segala 
urusan dan yang disembunyikan dalam dada. 

489 Yakni ciptaan-Nya dan hamba-Nya. Dia mengatur mereka dengan kekuasaan-Nya, hikmah-Nya dan 
sempurnanya kekuasaan-Nya. 

490 Dia Mahakaya dari berbagai sisi. Di antara kekayaan-Nya adalah, bahwa Dia tidak butuh kepada seorang 
pun di antara makhluk-Nya. Di antara kekayaan-Nya pula adalah, bahwa Dia tidak memiliki seorang istri 
maupun anak. Di antara kekayaan-Nya adalah Dia adalah Ash Shamad, Dia tidak makan dan tidak minum 
serta tidak membutuhkan sesuatu pun yang dibutuhkan makhluk, Dia memberi makan dan tidak diberi 
makan. Di antara kekayaan-Nya adalah semua makhluk butuh kepada-Nya, butuh diwujudkan, butuh 
diberikan kesiapan untuk menjalani hidup dan butuh diberi pertolongan. Di antara kekayaan-Nya adalah 
kalau seandainya semua orang yang ada di langit dan yang ada di bumi yang hidup maupun yang telah mati 
berkumpul di suatu tempat, lalu masing-masing mereka meminta kebutuhannya, kemudian Dia memberikan, 
maka tidaklah berkurang apa yang ada di sisi-Nya kecuali seperti jarum dimasukkan ke tengah lautan lalu 
diangkat, yakni tidak berkurang sama sekali. Dia selalu memberi nikmat dan karunia di malam dan siang 
hari, dan di antara kekayaan-Nya adalah Dia menyiapkan di surga sesuatu yang belum pernah terlihat oleh 
mata, terdengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di hati manusia. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



65. Tidakkah engkau memperhatikan 492 bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang 
ada di bumi 493 dan kapal yang berlayar di lautan 494 dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan 
langit 495 agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih lagi 
Maha Penyayang kepada manusia 496 . 

66. Dan Dialah Allah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu 497 , kemudian 
menghidupkan kamu kembali (pada hari kebangkitan) 498 . Sungguh, manusia itu 499 sangat kufur 
nikmat 500 . 



Ayat 67-72: Setiap umat mempunyai syariat tertentu, pengarahan umat Islam terhadap 
tanggungjawabnya dalam dakwah dan agar tidak menghabiskan waktu meladeni orang- 
orang yang ingkar agama. 



491 Dia Maha Terpuji dzat-Nya, nama-Nya karena semuanya indah dan sifat-Nya karena semuanya sifat 
sempurna. Dia terpuji pula perbuatan-Nya karena berjalan di antara keadilan dan ihsan, rahmat dan hikmah 
(kebijaksanaan). Dia terpuji pula dalam syariat yang ditetapkan-Nya karena Dia tidak memerintahkan 
kecuali yang di sana terdapat maslahat saja atau lebih besar maslahatnya, dan tidaklah melarang kecuali 
karena di dalamnya terdapat mafsadat saja atau lebih besar mafsadatnya. Dia berhak mendapatkan pujian 
yang memenuhi langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya dan apa yang Dia kehendaki setelahnya, di 
mana semua hamba tidak dapat menjumlahkan pujian untuk-Nya, bahkan Dia sebagaimana pujian-Nya 
untuk Diri-Nya dan di atas pujian hamba untuk-Nya. Dia Maha Terpuji karena taufiq yang diberikan-Nya 
dan karena dibiarkan-Nya orang yang dibiarkan-Nya, Dia Maha Kaya di tengah pujian untuk-Nya dan Maha 
Terpuji di tengah Mahakaya-Nya. 

492 Dengan mata dan hatimu nikmat Tuhanmu yang banyak dan karunia-Nya yang luas. 

493 Seperti makhluk hidup, tumbuhan, benda mati dan semua yang ada di muka bumi. Semuanya 
ditundukkan untuk manusia agar mereka dapat memanfaatkannya baik dengan ditunggangi, dibawa, 
dimakan, dikelola, dsb. 

494 Perahu itu dapat mengangkut kamu dan mengangkut barang-barang kamu serta menyampaikan kamu ke 
tempat yang jauh, dan kamu dapat mengeluarkan dari lautan berbagai perhiasan yang dapat kamu pakai. 

495 Demikian pula benda-benda langit. Jika tidak ditahan-Nya tentu manusia akan binasa. Yang demikian 
merupakan rahmat Allah kepada manusia. 

496 Dalam hal menundukkan semua yang ada di bumi untuk manusia dan menahan langit dan benda- 
bendanya agar tidak jatuh menimpa manusia. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang 
kepada manusia, di mana Dia lebih Penyayang kepada mereka daripada ibu bapak mereka dan diri mereka 
sendiri. Oleh karena itulah, Dia menginginkan kebaikan untuk mereka, tidak membiarkan mereka 
kebingungan, bahkan mengutus rasul dan menurunkan kitab agar mereka tidak salah jalan. 

497 Ketika sudah tiba ajalmu. 

498 Agar Dia memberikan balasan kepada kamu. 

499 Kecuali orang yang dijaga Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

500 la kufur terhadap nikmat, kufur kepada Allah, tidak mengetahui ihsan-Nya, bahkan ada yang kafir kepada 
kebangkitan dan kekuasaan Allah. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 





67. Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu 501 yang (harus) mereka amalkan, maka 
tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini 502 , dan serulah 
(mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus 503 . 



68. Dan jika mereka membantah engkau 504 , maka katakanlah, "Allah lebih tahu tentang apa yang 
kamu kerjakan 505 ." 



69. Allah akan mengadili di antara kamu 506 pada hari kiamat tentang apa yang dahulu kamu 
memperselisihkannya. 



70. Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang 
demikian itu sudah terdapat dalam sebuah kitab 507 . Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah 
bagi Allah. 



501 Yang berbeda-beda dalam sebagian masalah, namun asasnya sama yaitu tauhid (beribadah kepada Allah 
saja dan menjauhi sesembahan selain-Nya), dan masing-masing syariat sama-sama menyeru kepada keadilan 
dan kebijaksanaan. 

502 Yakni dalam masalah syariat, misalnya dalam penyembelihan, dengan mengatakan, "Apa yang dibunuh 
Allah (yakni mati sendiri) lebih berhak kamu makan daripada apa yang dibunuh kamu (dengan 
disembelih) .'' Atau seperti perkataan, "Jual beli sama dengan riba," dsb. Orang yang suka membantah seperti 
ini jika maksudnya adalah hendak mencari petunjuk, maka perlu dikatakan kepadanya, "Pembicaraan ini 
tergantung apakah anda mempercayai risalah atau tidak? Jika tidak mempercayai, maka cukup sampai di sini 
dan berarti tujuan anda membantah adalah untuk melemahkan dan mencari-cari kesalahan." Oleh karena 
itulah Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk tetap mengajak manusia kepada agama-Nya dengan hikmah 
dan nasehat yang baik, dan tetap meneruskan dakwahnya baik mereka merintangi atau tidak, karena Beliau 
di atas jalan yang lurus yang sampai ke tempat tujuan. Sama dalam hal ini firman-Nya, "Sebab itu 
bertawakkallah kepada Allah, Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata." (Terj. An Naml: 
79) 

503 Kalimat, "Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus" tedapat petunjuk agar menjawab 
orang-orang yang membantah Beliau tentang masalah syariat dengan akal, karena syariat sudah maklum 
baiknya, adil dan bijaksananya berdasarkan akal dan fitrah yang masih sehat, dan hal ini dapat diketahui 
dengan memikirkan perintah dan larangan yang rinci. 

504 Dalam urusan agama. 

505 Yakni Dia mengetahui maksud dan niatmu serta amalmu dan nanti Dia akan memberikan balasan 
terhadapnya pada hari kiamat. 

506 Wahai orang mukmin dan orang kafir dengan ilmu-Nya, karena tidak ada satu pun yang samar bagi-Nya. 

507 Yakni Lauh Mahfuzh. Ketika Allah menciptakan pena, Dia berfirman kepadanya, "Catatlah!" Pena 
berkata, "Apa yang harus aku catat?" Allah berfirman, "Catatlah semua yang akan terjadi sampai hari 
Kiamat." 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



71. Dan mereka menyembah selain Allah, tanpa dasar yang jelas tentang itu, dan mereka tidak 
mempunyai pengetahuan (pula) tentang itu 509 . Bagi orang-orang yang zalim 510 tidak ada seorang 
penolong pun 511 . 



72. Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami 512 yang terang, niscaya engkau akan 
melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu 513 . Hampir-hampir mereka 
menyerang 514 orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah 
(Muhammad), "Apakah akan aku kabarkan kepadamu (mengenai sesuatu) yang lebih buruk 
daripada itu, (yaitu) neraka?" Allah telah mengancamkannya (neraka) kepada orang-orang kafir. 
Dan (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali. 

Ayat 73-76: Perumpamaan sesembahan selain Allah dan kelemahannya, serta penjelasan 
sifat Allah Al Khaaliq (Maha Pencipta) Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. 

? >« . Ate- ' «; -* > % => " $ ^ y ' * - " » * 4 - 



73. Wahai manusia 515 ! Telah dibuat suatu perumpamaan 516 . Maka dengarkanlah! Sesungguhnya 
segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun 517 , walaupun mereka 



508 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan keadaan orang-orang musyrik, dan bahwa keadaan mereka 
sangat buruk sekali, di mana perbuatan yang mereka lakukan sama sekali tidak memiliki sandaran. Mereka 
tidak memiliki ilmu sama sekali terhadapnya, mereka hanya bertaklid (ikut-ikutan) dengan nenek moyang 
mereka yang sesat. 

509 Maksudnya, mereka tidak mengetahui apakah sesembahan-sesembahan itu berhak disembah atau tidak? 

510 Dengan berbuat syirk. 

511 Yang menolong mereka dari azab Allah ketika datang. Kemudian apakah dalam hati mereka ada 
keinginan untuk mengikuti petunjuk ketika datang? Atau apakah mereka telah ridha dengan kebatilan 
mereka? Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan keadaan hati mereka sebagaimana dalam ayat 
selanjutnya. 

512 Maksudnya, Al Qur'an. 

513 Yakni engkau akan melihat wajah mereka cemberut dan masam. 

514 Dengan memukul atau membunuh. Keadaan ini adalah keadaan yang paling buruk, akan tetapi di sana 
ada yang lebih buruk lagi, yaitu tempat kembali mereka yang tidak lain adalah neraka, di mana 
keburukannya melebar, meluas dan memanjang, dan deritanya selalu bertambah. 

515 Firman ini tertuju kepada orang mukmin dan orang kafir. Bagi orang mukmin, firman-Nya ini bertambah 
ilmu dan bashirah (pandangannya), sedangkan bagi orang-orang kafir sebagai penegak hujjah terhadapnya. 

516 Perumpamaan ini Allah buat untuk menerangkan buruknya menyembah berhala, menerangkan lemahnya 
akal orang yang menyembahnya, dan lemahnya yang disembah. 

517 Jika makhluk yang rendah dan kecil ini tidak mampu mereka ciptakan apalagi makhluk yang di atasnya. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka 518 , Mereka tidak akan 
dapat merebutnya kembali dari lalat itu 519 . Sama lemahnya yang menyembah dan yang 
disembah 520 . 

74. Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya 521 . Sungguh, Allah Mahakuat lagi 
Mahaperkasa 522 . 

4ii\ ^Ul ^-_j*3 j ^slJUI ^T^o J^.^ 

75 . 523 Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia 524 . Sesungguhnya Allah 
Maha Mendengar 525 lagi Maha Melihat 526 . 

76. Dia (Allah) mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka 527 . 
Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan 528 . 

Ayat 77-78: Penjelasan bahwa kewajiban-kewajiban yang Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
wajibkan kepada hamba-hamba-Nya tidak ada kesulitan, mcskipun demikian ia perlu 
diseriusi, dan pemuliaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada umat Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam, serta pertolongan Allah untuk mereka. 



518 Seperti wewangian yang dioleskan kepada berhala-berhala itu. 

519 Hal ini menunjukkan sangat lemah sekali. 

520 Ada pula yang menafsirkan, "Sama lemahnya yang disembah dan lalat itu." Masing-masing lemah, dan 
yang lebih lemah lagi adalah orang yang bergantung dengan yang lemah itu dan menempatkannya sejajar 
dengan Rabbul 'alamin. 

521 Karena menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lebih lemah dari lalat, menyamakan antara yang lemah 
dengan Yang Kuasa, dan menyamakan yang fakir dengan Yang Kaya. 

522 Dia sempurna kekuataan-Nya dan sempurna keperkasaan-Nya. Di antara sempurna kekuatan dan 
keperkasaan-Nya adalah bahwa semua makhluk di bawah kekuasaan-Nya, dan tidak ada satu pun yang 
bergerak dan diam kecuali dengan kehendak-Nya, apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi dan apa yang 
tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. 

523 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan kesempurnaan-Nya dan kelemahan patung-patung 
dan bahwa Dia yang berhak disembah saja, Dia menerangkan keadaan para rasul dan kelebihan mereka di 
atas manusia pada umumnya. Ayat ini menunjukkan bahwa para rasul merupakan makhluk pilihan Allah. 
Mereka diplih oleh Tuhan Yang Maha Mendengar segala suara dan Maha Melihat segala sesuatu, pilihan- 
Nya terhadap mereka (para rasul) didasari ilmu-Nya, bahwa mereka cocok menerima risalah-Nya. 

524 Ayat ini sebagai bantahan terhadap orang-orang musyrik yang tidak menerima adanya rasul (utusan) 
Allah dari kalangan manusia. 

525 Terhadap ucapan mereka. 

526 Siapa yang berhak diangkat menjadi rasul. Dari kalangan malaikat, misalnya JIbril dan Mikail, dan dari 
kalangan manusia, misalnya Ibrahim dan Muhammad shallallahu 'alaihim wa sallam. 

527 Yakni yang telah mereka kerjakan, yang sedang mereka kerjakan dan yang akan mereka kerjakan. 

528 Allah yang mengutus para rasul, di mana mereka yang mengajak manusia kepada Allah. Di antara mereka 
ada yang memenuhi panggilan-Nya, dan di antara mereka ada yang menolaknya. Ini adalah tugas para rasul, 
adapun memberikan balasan terhadap amal, maka kembalinya kepada Allah 'Azza wa Jalla. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



•1 . - 



j^Ajij *L£=Ax} Jd*} I IjUalj ^5oj Ijjl_pIj IjJljs^IIj IjjL^sajl ^^y„jJI L$jIl> 



77. 529 Wahai orang-orang yang beriman! Rukulah, sujudlah kamu, dan sembahlah Tuhanmu 530 ; dan 
berbuatlah kebaikan 531 , agar kamu beruntung 532 . 

78. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah 533 dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih 
kamu 534 , dan 535 Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama 536 . (Ikutilah) agama nenek 
moyangmu Ibrahim 537 . Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu 538 , 
dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini 539 , agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu 540 



Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan hamba-hamba-Nya mendirikan shalat. Disebutkan ruku' 
dan sujud karena keutamaan keduanya dan karena ia merupakan rukun shalat. Demikian pula Dia 
memerintahkan beribadah kepada-Nya, di mana beribadah kepada-Nya merupakan penyejuk mata dan 
penyenang hati yang sedih. Rububiyyah dan ihsan-Nya kepada para hamba menghendaki mereka untuk 
mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. 

530 Yakni esakanlah Dia. 

531 Seperti silaturrahmi dan berakhlak mulia. 

532 Keberuntungan terkait dengan beberapa perkara ini; shalat, ibadah dengan ikhlas dan berbuat baik kepada 
orang lain, seperti berusaha memberikan manfaat kepada orang lain. Arti falaah (keberuntungan) adalah 
tercapainya apa yang diharapkan dan selamat dari marabahaya, termasuk di antaranya adalah masuk ke 
dalam surga. 

533 Untuk menegakkan agama-Nya. Jihad artinya mengerahkan kemampuan untuk mencapai sesuatu. 
Berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya maksudnya adalah melaksanakan perintah Allah dan 
mengajak manusia kepada jalan-Nya dengan segala cara yang dapat mengantarkan kepadanya, seperti 
dengan nasehat, pengajian, memerangi, memberi adab, melarang, menasehati, dsb. 

534 Wahai kaum muslimin, di antara sekian manusia, Dia memilih agama Islam untukmu dan meridhainya 
bagimu. Demikian pula memilihkan untukmu kitab yang paling utama dan rasul yang paling utama, maka 
terimalah nikmat yang besar itu dengan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya. 

535 Oleh karena berjihad di jalan Allah terkadang timbul kesan, bahwa hal tersebut menyulitkan, maka Allah 
menerangkan, bahwa dalam agama tidak ada satu pun yang menyulitkan. 

536 Oleh karena itu, Dia memberikan kemudahan ketika darurat, seperti adanya qasar (mengurangi jumlah 
rakaat shalat), tayammum, memakan bangkai, berbuka ketika sakit dan kerika safar (bepergian jauh). Dari 
ayat ini dapat diambil kaidah, "Al Masyaqqah tajlibut taisir." (Kesulitan mendatangkan kemudahan) dan 
"Adh Dharuuraatu tubiihul mahzhuuraat" (Darurat itu membolehkan hal yang terlarang). 

537 Agama Beliau adalah Islam. 

538 Maksudnya, dalam kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam. 

539 Nama ini "Muslim" senantiasa dipakai untukmu dahulu maupun sekarang. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia 541 . Maka laksanakanlah shalat (selalu), 
tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah 542 . Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik 
pelindung 543 dan sebaik-baik penolong 544 . 



540 Yakni terhadap amalmu, baik dan buruk. 

541 Yakni bahwa para rasul telah menyampaikan risalah mereka. 

542 Maksudnya, percayalah kepada-Nya dan bertawakkallah kepada-Nya. 

543 Karena orang yang meminta perlindungan-Nya akan dilindungi. 

544 Bagi orang yang meminta pertolongan kepada-Nya, sehingga Dia akan menghindarkan sesuatu yang tidak 
diinginkannya. Selesai tafsir surah Al Hajj dan al Hamdulillahi Rabbil 'aalamin. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Juz 18 



Surah Al Mu'minun (Orang-orang mukmin) 

Surah ke-23. 118 ayat. Makkiyyah 

0 cA^ ^^ri 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-11: Keberuntungan orang-orang mukmin, sifat-sifat yang menjadikan mereka 
beruntung dan masuk ke surga yang paling tinggi. 

l. 545 Sungguh beruntung 546 orang-orang yang beriman 547 , 
2. (yaitu) orang yang khusyu' 548 dalam shalatnya, 




3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna 549 , 

4. dan orang yang menunaikan zakat 550 , 

5. dan orang yang memelihara kemaluannya 551 , 



545 Ayat ini merupakan peninggian dari Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin, menyebutkan 
keberuntungan dan kebahagiaan mereka, dan menyebutkan sesuatu yang dapat menyampaikan mereka 
kepada keberuntungan, sekaligus mendorong manusia agar memiliki sifat-sifat itu. Oleh karena itu, 
hendaknya seorang hamba menimbang dirinya dengan ayat ini dan setelahnya, di mana dengannya mereka 
dapat mengetahui sejauh mana keimanan mereka, bertambah atau kurang, banyak atau sedikit. 

546 Yakni berbahagia, sukses dan berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. 

547 Kepada Allah dan Rasul-Nya. 

548 Khusyu' artinya hadirnya hati dan diamnya anggota badan. Khusyu' merupakan ruhnya shalat, semakin 
besar kekhusyu'an seseorang, maka semakin besar pahalanya. 

549 Yakni yang tidak ada kebaikan dan faedahnya. Jika perbuatan yang tidak berguna mereka jauhi, maka 
perbuatan yang haram lebih mereka jauhi lagi. Oleh karena itulah, apabila seseorang mampu mengendalikan 
anggota badan yang paling ringan digerakkan (lisan), maka sudah tentu dia dapat mengendalikan anggota 
badan yang lain, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Mu'adz bin Jabal, "Maukah 
kamu aku beritahukan penopang semua itu?" Mu'adz berkata, "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda, 
"Jagalah ini." Yakni lisanmu. Nah, orang-orang mukmin, karena sifat mereka yang terpuji, mereka jaga lisan 
mereka dari perkataan sia-sia dan hal-hal haram. 

550 Mereka berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah, yaitu dengan berbuat khusyu' dan berbuat ihsan 
kepada manusia dengan membayar zakat. 

551 Dari yang haram, seperti zina, homoseksual, dsb. Menjaga kemaluan dapat menjadi sempurna ketika 
seseorang menjauhi semua yang dapat mendorong kepada zina, seperti memandang wanita, menyentuhnya, 
dsb. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki 552 ; maka 
sesungguhnya mereka tidak tercela 553 . 

7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu 554 , maka mereka itulah orang-orang yang melampaui 
batas 555 . 

8. dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara 556 amanat-amanat 557 dan janjinya 558 , 

.. > -* ^ ■■ ^ * ^ 

9. serta orang yang memelihara shalatnya 559 . 

10. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, 

11. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus 560 . Mereka kekal di dalamnya 561 . 



552 Maksudnya, budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian 
yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang 
ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini 
bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini. Kata-kata, "Hamba sahaya yang 
mereka miliki" menunjukkan, bahwa untuk halalnya budak wanita harus dimiliki semua jasadnya. Oleh 
karena itu, jika ia hanya memiliki sebagiannya, maka belum halal, karena budak itu miliknya dan milik yang 
lain. Sebagaimana tidak boleh dua orang laki-laki berserikat (bersama-sama) menikahi seorang wanita, maka 
tidak boleh pula dua orang majikan berserikat (bersama-sama) terhadap seorang budak wanita. 

553 Karena Allah telah menghalalkannya. 

554 Maksudnya, selain istri dan budak. 

555 Keumuman ayat ini menunjukkan haramnya nikah mut'ah, karena wanita itu bukan istrinya yang hakiki 
yang maksudnya adalah tetap langgeng. 

556 Mereka berusaha melaksanakan dan memenuhinya. 

557 Baik amanah yang di dalamnya terdapat hak Allah maupun yang di dalamnya terdapat hak manusia. Apa 
yang Allah wajibkan kepada hamba merupakan amanah, sehingga seorang hamba wajib melaksanakannya, 
seperti shalat lima waktu, zakat, puasa di bulan Ramadhan, dsb. Sedangkan amanah yang di sana terdapat 
hak manusia adalah apa yang dipercayakan atau dibebankan mereka kepada kita, seperti menjaga harta yang 
mereka titipkan, melaksanakan tugas yang dibebankan mereka, dsb. 

558 Baik antara mereka dengan Allah, maupun antara mereka dengan sesamanya. 

559 Yakni pada waktunya. Mereka pelihara pula syarat dan rukunnya, yang wajibnya dan melakukan adab- 
adabnya. Allah memuji mereka karena shalat mereka yang khusyu' dan karena mereka menjaganya, dengan 
demikian shalat mereka menjadi sempurna, karena tidak mungkin shalat seseorang sempurna, jika selalu 
memeliharanya namun tidak khusyu' atau khusyu' dalam shalatnya namun tidak memeliharanya. 

560 Yaitu surga yang paling tinggi, tengahnya dan yang paling utama. Bisa juga tertuju kepada semua surga 
sehingga mengena kepada semua kaum mukmin sesuai derajat dan martabat mereka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 12-16: Perkembangan kejadian manusia dan kehidupannya yang merupakan bukti dan 
dalil terhadap kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bahwa Dia berkuasa 
membangkitkan manusia setelah mati. 




12. Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah' 



13. Kemudian Kami menjadikannya 565 air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh 
(rahim) 566 . 



14. Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat , lalu sesuatu yang melekat itu 
Kami jadikan segumpal daging 568 , dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu 
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang 
(berbentuk) lain 569 . Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik 570 . 



16. Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat 572 . 

Ayat 17-22: Dalil lain yang menunjukkan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan 
penjelasan tentang nikmat-nikmat-Nya kepada manusia. 

561 Mereka tidak ingin pindah daripadanya karena di dalamnya kebutuhan mereka terpenuhi dan 
mendapatkan semua kesenangan. 

562 Di ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan proses perkembangan manusia dari awal 
penciptaannya sampai akhir hidupnya. 

563 Maksudnya, Adam 'alaihis salam. 

564 Yakni diambil dari tanah. Oleh karena itulah, keadaan keturunan Adam seperti keadaan tanah, ada yang 
baik dan ada yang buruk, ada yang mudah dikelola (diarahkan) dan ada yang keras sebagaimana tanah. 

565 Maksudnya, keturunan Adam. 

566 Terpelihara dari kerusakan, angin, dsb. 

567 Yakni darah yang beku setelah berlalu 40 hari. 

568 Setelah berlalu 40 hari. 

569 Dengan meniupkan ruh ke dalamnya, sehingga yang sebelumnya makhluk mati menjadi makhluk hidup. 

570 Semua ciptaan-Nya baik, namun manusia adalah yang terbaiknya. 

571 Setelah berwujud manusia dan ditiupkan ruh. 

572 Untuk dihisab dan diberikan pembalasan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





15. Kemudian setelah itu 571 , sungguh kamu pasti mati. 




17. 573 Dan sungguh, Kami telah menciptakan tujuh lapis langit di atasmu 574 , dan Kami tidaklah 
lengah terhadap ciptaan (kami) 575 . 

f^QjjjjJi} blj (j^j^l J 4is5\-lli jJl2j sbLUI^ ^JplJ 

18. Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran 576 , lalu Kami jadikan air itu menetap di 
bumi 577 , dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya 578 . 

19. Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur 579 ; di sana 580 
kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan, 

(cj| (j^==> £-^=3 (j-* ■-Mb c^j s U-^u j jis> ^ £7j£- 3 >? t --'J 

20. Dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai 581 , yang menghasilkan 
minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan 582 . 




573 Setelah Allah menyebutkan tentang penciptaan manusia, Dia menyebutkan tentang tempat tinggalnya dan 
menyebutkan berbagai nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada mereka dari berbagai sisi. 

574 Sebagai atap bagi bumi dan untuk maslahat kamu. Masng-masing lapisan di atas yang lain, dan telah 
dihias dengan bintang, matahari dan bulan serta menyimpankan di dalamnya berbagai maslahat bagi 
makhluk. 

575 Yang di bawah langit itu. Maksudnya, Kami tidak lalai terhadap makhluk Kami dan tidak 
membiarkannya, Kami tidak lengah terhadap langit, oleh karena itu Kami tahan langit agar tidak menimpa 
bumi, dan Kami tidak lengah terhadap makhluk sekecil biji sawi pun baik di dasar lautan maupun di tengah 
padang Sahara, kecuali Kami berikan rezekinya. Dalam Al Qur'an, Allah Subhaanahu wa Ta'aala sering 
menggabung antara penciptaan dan ilmu-Nya, yakni Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Hal itu, 
karena penciptaan makhluk terdapat dail yang kuat terhadap pengetahuan dan kebijaksanaan Allah. 

576 Yakni sebagai rezeki bagimu dan bagi hewan ternakmu seukuran yang cukup bagimu. Dia tidak 
mengurangi air sehingga tidak tercapai maksudnya (seperti sampai tidak menumbuhkan tanaman-tanaman) 
dan tidak menurunkannya secara melimpah yang malah mengakibatkan kebinasaan (seperti banjir) kecuali 
sebagai peringatan. Allah menurunkannya saat dibutuhkan, kemudian mengalihkannya setelah cukup dan 
ketika dapat menimpakan madharrat jika tidak dihentikan. 

577 Allah menyimpannya di bumi sehingga manusia dapat menggalinya dari dalam tanah. 

578 Sehingga mereka dan hewan ternak mereka mati kehausan. Allah berkuasa melenyapkannya, bisa dengan 
tidak menurunkannya, atau menurunkannya tetapi kemudian lenyap atau tidak menghasilkan maksud yang 
diinginkan. Hal ini merupakan peringatan kepada hamba-hamba-Nya agar mereka bersyukur kepada nikmat- 
nikmat-Nya serta memikirkan bagaimana jika air itu tidak ada sama sekali. 

579 Keduanya adalah pohon yang paling banyak di Arab. 

580 Yakni pada kebun itu. 

581 Disebutkan pohon Zaitun secara khusus karena tempatnya hanya khusus di negeri Syam dan karena 
manfaat-manfaat yang dihasilkannya. 

582 Yakni sebagai tambahan lauk pauk mereka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



. Kami memberi 

minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya 383 , dan padanya juga terdapat banyak manfaat 
untukmu 586 , dan sebagian darinya kamu makan, 

j, ^ ■> „ 

22. Dan di atas punggung hewan ternak 587 , dan (juga) di atas kapal-kapal kamu diangkut 588 . 

Ayat 23-30: Penguatan prinsip Aqidah di sela-sela menceritakan kisah para rasul seperti 
pada kisah Nabi Nuh 'alaihis salam bersama kaumnya. 

23. 589 Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "Wahai kaumku! 
Sembahlah Allah, (karena) tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia 590 . Maka 
mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya) 591 ?" 

4JoT s XL jJj L^saJb J-ja a: j jl Ju^j^ClLa VI I Jlla l_« ^ I j^^" OiAlf Ijla-lf Jlai 

24. Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya 592 , "Orang ini tidak lain hanyalah 
manusia seperti kamu, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia daripada kamu 593 . Dan 



Yaitu unta, sapi dan kambing. 

584 Yakni terdapat pelajaran dan manfaat. 

585 Yang keluar antara kotoran dan darah. 

586 Seperti bulunya, kulitnya, rambutnya, dan lain-lain. 

587 Yaitu unta. 

588 Kamu dan barang-barang kamu dapat dipindahkan ke tempat yang jauh yang kamu inginkan. Yang 
mengaruniakan nikmat nikmat yang banyak ini dan memberikan ihsan-Nya berhak untuk disyukuri, dipuji 
dan diibadahi dengan sungguh-sungguh serta tidak menggunakan nikmat-nikmat tersebut untuk maksiat. 

589 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan risalah hamba dan Rasul-Nya Nuh 'alaihis salam, di mana 
Beliau adalah rasul pertama yang diutus kepada manusia. Allah mengutusnya ketika mereka menyembah 
patung-patung. Beliau memerintahkan mereka menyembah Allah saja dan tidak menyembah kepada selain- 
Nya. 

590 Dalam kalimat ini terdapat pembatalan ketuhanan selain Allah dan menetapkan bahwa Allah yang berhak 
diibadhi, karena Dia adalah Pencipta dan Pemberi rezeki yang memiliki segala kesempurnaan, sedangkan 
selain-Nya idak demikian. 

591 Bisa juga diartikan, "Maka mengapa kamu tidak takut hukuman-Nya karena beribadah kepada selain- 
Nya?" Namun nasehat Beliau tidak berpengaruh apa-apa bagi mereka, bahkan mereka tetap saja menyembah 
selain Allah, meskipun demikian Beliau tetap bersabar mengajak mereka di malam dan siang hari, secara 
sembunyi atau terang-terangan dalam waktu yang cukup lama, yaitu 950 tahun. Tetapi kaumnya tetap saja 
tidak mau mengikuti ajakannya, bahkan malah semakin menjauh dan melampaui batas. 

592 Untuk menentang Nabi Nuh 'alaihis salam dan memperingatkan kaumnya agar tidak mengikutinya. 

593 Yakni, maksudnya mengaku nabi adalah agar dia berada di atas kamu dan kamu sebagai pengikutnya. 
Jika tidak demikian, apa yang melebihkannya di atas kamu sedangkan dia manusia seperti kamu? 
Penentangan seperti ini senantiasa ada dalam diri orang-orang yang mendustakan para rasul. Namun Alah 
Subhaanahu wa Ta'aala telah menjawabnya dengan jawaban yang cukup melalui lisan para rasul-Nya 
sebagaimana dalam ayat berikut: 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat . Belum pernah kami mendengar 
(seruan yang seperti) ini 595 pada masa nenek moyang kami dahulu. 



25. Ia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu 
tertentu 596 ." 



26. Dia (Nuh) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku , karena mereka mendustakan aku." 



Mereka berkata, "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti Kami juga. Kamu menghendaki untuk 
menghalang-halangi (membelokkan) Kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang Kami, karena itu 
datangkanlah kepada Kami, bukti yang nyata. "— Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, "Kami tidak 
lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki 
di antara hamba-hamba-Nya...dst. " (Terj. Ibrahim: 10-11) Mereka (para rasul) member itahukan, bahwa 
yang demikian adalah karunia Allah dan nikmat-Nya yang diberikan kepada siapa saja di antara hamba-Nya, 
kamu tidak dapat menghalangi Allah ketika Dia memberikan karunia-Nya. 

594 Penentangan dengan menyebutkan masyii'ah (jika Allah menghendaki) ini pun batil, karena jika Allah 
menghendaki, Dia akan menurunkan malaikat. Akan tetapi Dia Mahabijaksana lagi Maha Penyayang. 
Hikmah dan rahmat-Nya menghendaki Rasul itu dari kalangan manusia, karena malaikat tidak bisa berbicara 
dengan manusia kecuali jika ia menjelma menjadi manusia. 

595 Ada pula yang menafsirkan, "Kami belum pernah mendengar tentang pengutusan rasul." Hal itu, karena 
pengetahuan mereka terbatas, mereka tidak mengetahui tentang masa lalu. Ketidaktahuan mereka ini tidak 
bisa menjadi alasan bagi mereka. Kalau pun sebelumnya tidak diutus rasul, maka kemungkinan sebelum 
mereka berada di atas petunjuk sehingga tidak perlu diutus rasul, dan jika tidak demikian, maka hendaknya 
mereka memuji Tuhan mereka dan bersyukur kepada-Nya dengan beriman kepada Rasul-Nya, karena Dia 
mengaruniakan nikmat yang besar (dengan diutusnya rasul) yang belum diberikan kepada nenek moyang 
mereka. 

596 Yakni waktu kematiannya. Syubhat-syubhat yang dilemparkan orang-orang kafir itu untuk menentang 
nabi menunjukkan besarnya kekafiran mereka dan bahwa mereka berada dalam kebodohan dan kesesatan, 
kaena alasan atau syubhat itu sama sekali tidak tepat dari berbagai sisi, bahkan saling bertentangan dan 
berbenturan. Perkataan mereka, ""Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang ingin menjadi 
orang yang lebih mulia daripada kamu," pada hakikat menetapkan bahwa Beliau berakal dan mencari cara 
agar Beliau berada di atas mereka, namun pada waktu yang lain mereka juga mengatakan, "Ia hanyalah 
seorang laki-laki yang gila," Bukankah perkataan ini dengan perkataan sebelumnya bertentangan, dan 
menunjukkan bahwa maksudnya adalah menolaknya dengan berbagai cara tanpa memikirkan perkataan apa 
yang perlu dilontarkannya untuknya? Namun demikian, Allah tidak menghendaki selain menampakkan 
kehinaan orang yang memusuhi-Nya dan memusuhi Rasul-Nya. 

597 Ketika Nuh merasa bahwa seruannya tidak bermanfaat apa-apa bagi mereka selain menambah mereka 
lari, Nuh berdoa sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas. 

598 Pertolongan yang dipermohonkan oleh Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya. Lihat 
selanjutnya surat Nuh ayat 26. Beliau marah karena Allah, karena mereka menyia-nyiakan perintah-Nya dan 
mendustakan Rasul-Nya. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



27. Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, 
maka apabila perintah Kami datang 600 dan tanur 601 telah memancarkan air, maka masukkanlah ke 
dalam kapal itu sepasang-pasang 602 dari setiap jenis, juga keluargamu 603 , kecuali orang yang lebih 
dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka 604 . Dan janganlah engkau bicarakan 
dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim 605 , sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan 606 . 

28. Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka 
ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang 
zalim 607 ." 

29. Dan berdoalah 608 , "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau 
adalah sebaik-baik pemberi tempat." 

30. Sungguh, pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasan Allah) 609 ; dan 
sesungguhnya Kami benar-benar menimpakan siksaan (kepada kaum Nuh itu). 



599 Sebagai sebab dan sarana untuk selamat ketika tiba perintah-Nya. 

600 Mengirimkan banjir besar untuk menenggelamkan mereka. 

601 Yang dimaksud dengan tanur ialah semacam alat pemasak roti yang diletakkan di dalam tanah terbuat 
dari tanah liat, biasanya tidak ada air di dalamnya. Terpancarnya air di dalam tanur itu menjadi suatu tanda 
bahwa banjir besar akan tiba. 

602 Jantan dan betina. 

603 Istri dan anak-anakmu. 

604 Yaitu istrinya dan anaknya Kan' an (atau dinamai pula dengan Yaam). Adapun ketiga istrinya yang lain 
dan anak-anaknya yang lain (Haam, Saam, dan Yaafits) maka mereka ikut bersama Nabi Nuh 'alaihis salam. 
Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah orang yang ikut menaiki kapal Nabi Nuh 'alaihis salam. 
Menurut Ibnu 'Abbas, bahwa jumlah mereka 80 orang dengan wanitanya. Menurut Ka'ab Al Ahbar, bahwa 
jumlah mereka 72 orang. Ada pula yang berpendapat, bahwa jumlah mereka sepuluh orang, wallahu a 'lam 
(lihat Qashasul Anbiyaa' karya Ibnu Katsir). 

605 Maksudnya adalah, jangan engkau berdoa kepada-Ku untuk menyelamatkan mereka. 

606 Jamaah para mufassir berkata, "Air naik setinggi 15 hasta di atas puncak gunung tertinggi di muka bumi. 
Inilah yang disebutkan oleh Ahli Kitab. Ada pula yang berpendapat, 80 hasta, dan air itu merata ke seluruh 
penjuru bumi tinggi dan lebarnya, baik bagian bumi yang lunak maupun kasarnya, gunung-gunung maupun 
datarannya serta daratan berpasir, dan tidak ada lagi mata yang berkedip dari orang-orang yang hidup di 
muka bumi sebelumnya, anak-anak maupun orang dewasa (semuanya tenggelam)." lihat Qashasul Anbiyaa' 
karya Ibnu Katsir. 

607 Yakni orang-orang kafir dan pembinasaan yang menimpa mereka. Firman-Nya ini merupakan pengajaran 
dari Allah untuk Beliau dan orang-orang yang bersama Beliau untuk memuji Allah sebagai tanda syukur 
kepada-Nya. Allah juga mengajarkan Nabi Nuh 'alaihis salam untuk berdoa kepada-Nya agar dimudahkan 
Allah untuk menempati tempat yang diberkahi. 

608 Ketika engkau turun dari kapal. 

609 Pada kisah Nuh 'alaihis salam terdapat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Allah yang berhak 
disembah saja, dan bahwa Rasul-Nya Nuh 'alaihis salam adalah benar, sedangkan kaumnya dusta. Demikian 
pula menunjukkan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya karena telah mengangkutkan mereka ke kapal 
Nabi Nuh ketika penduduk bumi tenggelam. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 31-41: Kisah Nabi Hud 'alaihis salam bersama kaumnya, pendustaan kaumnya 
kepadanya dan pengingkaran mereka kepada negeri akhirat. 




32. Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri 611 (yang berkata), 
"Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia 612 . Maka mengapa 
kamu tidak bertakwa (kepada-Nya) 613 ?" 



33. Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari 
akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia, 
"(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia 



34. Dan sungguh, jika kamu menaati manusia yang seperti kamu, niscaya kamu pasti rugi 615 . 



35. 616 Adakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan 
tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu) 617 ? 



610 Maksudnya adalah kaum 'Aad. Ada pula yang berpendapat, bahwa mereka adalah kaum Tsamud 
(pendapat ini dipegang pula oleh Syaikh As Sa'diy). Namun yang pertama lebih nampak, dan itulah yang 
dipegang oleh jumhur mufassir. Oleh karena itu, rasul yang diutus dari kalangan mereka yang disebutkan 
dalam ayat 32 berikut ialah Nabi Hud 'alaihis salam. 

611 Mereka mengenali nasab Beliau, kehormatannya dan kejujurannya, di mana ini semua seharusnya 
membuat mereka segera mengikuti. 

612 Seruan para rasul adalah sama, yaitu Tauhid. 

613 Bisa juga diartikan, "Maka mengapa kamu tidak takut kepada Tuhanmu sehingga kamu beriman." 

614 Yakni di mana kelebihannya di atas kamu? 

615 Sungguh mengherankan, padahal sebenarnya kerugian dan penyesalan hanyalah bagi orang yang tidak 
mengikuti manusia yang diberi Allah wahyu dan diangkat-Nya sebagai rasul. 

616 Oleh karena mereka mengingkari kerasulannya, mereka juga mengingkari apa yang Beliau beritakan, 
yaitu adanya kebangkitan setelah mati dan pembalasan terhadap amal. 

617 Maksudnya, dikeluarkan dalam keadaan hidup sebagaimana ketika di dunia. Mereka memandang dengan 
pandangan yang sempit dan mengukur dengan kemampuan mereka yang memang tidak mungkin, mereka 
samakan kemampuan Al Khaliq (Maha Pencipta) dengan kemampuan mereka sebagai makhluk yang dicipta, 
maka Mahasuci Allah. Mereka mengingkari kemampuan Allah menghidupkan orang yang telah mati dan 
lupa penciptaan mereka dahulu, dan bahwa yang mengadakan mereka pertama kali dari yang sebelumnya 
tidak ada tentu mampu menciptakan mereka kembali setelah mereka binasa. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




minum apa yang kamu minum* 



,614 „ 





36. Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu 618 , 

37. Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan 

38. Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah 620 , 
dan kita tidak akan mempercayainya 621 ." 

39. Dia (Hud) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku 622 karena mereka mendustakan aku." 

Q^aJlLj q>t ^a-J J-Jli U>-P tJli 

40. Dia (Allah) berfirman, "Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal 623 ." 

(cj| Q^li^ ^ya)S Iju^i flip ^ ^.U-^^j-^lTi 2b>J.^a-lT ^ jug, li 

41. Lalu mereka dimusnahkan oleh suara yang mengguntur 624 dengan hak 625 , dan Kami jadikan 



Ayat 42-44: Sunnatullah pada manusia dalam pengutusan para rasul, peringatan kepada 
manusia dan hukuman bagi orang-orang yang mendustakan. 



Yakni bangkit dari kubur. 

619 Maksudnya, di samping sebagian dari manusia meninggal dunia, maka ada pula manusia yang dilahirkan. 
Mereka mengira bahwa hidup itu sebatas di dunia setelah itu selesai, tidak dibangkitkan dan tidak dimintai 
pertanggungjawaban terhadap amal yang dikerjakan. Hal ini jelas bertentangan dengan kebijaksanaan Allah. 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami 
menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?— 
Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan 
(yang mempunyai) 'Arsyyang mulia" (Terj. Al Mu'minuun: 115-116) 

620 Yaitu terhadap risalah yang dibawanya dan p ember itahuannya akan ada kehidupan setelah mati. 

621 Maksudnya, mempercayai kebangkitan setelah mati. 

622 Yakni dengan membinasakan dan menghinakan mereka di dunia sebelum di akhirat. 

623 Terhadap kekafiran dan pendustaan mereka. 

624 Menurut Ibnu Katsir, zhahirnya bahwa mereka ditimpa suara yang mengguntur dengan angin topan yang 
sangat dingin yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya. 

625 Maksudnya, tidak dengan kezaliman, bahkan dengan keadilan. 

626 Maksudnya, demikian buruknya akibat mereka, sampai mereka tidak berdaya sedikit pun, tidak ubahnya 
seperti sampah yang dihanyutkan banjir, padahal tadinya mereka bertubuh besar-besar dan kuat-kuat. Ada 
pula yang menafsirkan "ghutsaa"' dengan tumbuhan yang kering karena sudah mati. 

627 Di samping azab menimpa mereka, mereka diikuti pula oleh laknat dan celaan dari alam semesta. Oleh 
karena itulah, langit dan bumi tidak menangis terhadap kematian mereka. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



u jj3 ^Jb u Lio I 

atu umat pun yang dapat men 
menangguhkannya. 

44. Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut 6 

kepada suatu umat, mereka mendustakannya 631 , maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan 
sebagian yang lain 632 (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi 
manusia) 633 . Maka binasalah bagi kaum yang tidak beriman 634 . 

Ay at 45-50: Menyebutkan secara garis besar kisah Nabi Musa 'alaihis salam, pendustaan 
Fir'aun dan kaumnya kepadanya, selanjutnya menyebutkan secara garis besar penciptaan 
Nabi Isa 'alaihis salam dan bahwa pada penciptaan Nabi Isa 'alaihis salam juga terdapat 
dalil terhadap kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

. - " t „ „ ^ ). , > , t 

(^p) pic-* ' )° I ■ " j ^r-i^t Oj_/-* ^ 

45 . 635 Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun 636 dengan membawa tanda-tanda 
(kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata 637 , 



Maksudnya, kaum Nabi saleh, kaum Nabi Luth, dan kaum Nabi Syu'aib. 

629 Dengan binasa terlebih dahulu sebelum ajalnya tiba. Masing-masing umat telah ditetapkan ajalnya, tidak 
maju dan tidak mundur. 

630 Agar mereka beriman dan kembali kepada Allah. 

631 Padahal rasul-rasul tersebut datang dengan membawa mukjizat yang semisalnya biasanya diimani 
manusia, meskipun seruan rasul dan ajaran mereka sesungguhnya sudah cukup menunjukkan kebenaran 
yang mereka bawa. 

632 Maksudnya, oleh karena masing-masing umat itu mendustakan Rasul-Nya, maka Allah membinasakan 
mereka dengan berturut-turut. 

633 Mereka menjadi buah bibir dan pelajaran generasi setelahnya sebagai hukuman bagi orang-orang yang 
mendustakan. 

634 Yakni alangkah celaka dan ruginya mereka. 

635 Sebagian ulama menjelaskan, bahwa setelah diutus-Nya Musa dan diturunkan Taurat, Allah mengangkat 
azab terhadap umat-umat, yakni azab dalam arti membinasaan sehabis-habisnya, dan Allah mensyariatkan 
jihad terhadap orang-orang yang mendustakan. Syaikh As Sa'diy berkata, "Namun saya tidak mengetahui 
dari mana perkataan mi diambil? Tetapi setelah saya mentadabburi beberapa ayat ini dengan beberapa ayat 
yang disebutkan dalam surah Al Qashas, maka nampaklah bagiku alasannya. Adapun dalam beberapa ayat 
ini, Allah telah menyebutkan umat-umat yang dibinasakan secara berturut-turut. Setelah itu, Dia 
member itahukan bahwa setelah mereka, Dia mengutus Musa, dan menurunkan kitab Taurat kepadanya 
sebagai petunjuk bagi manusia, dan hal ini tidaklah bertentangan dengan dibinasakannya Fir'aun, karena 
kebinasaannya sebelum turun Taurat. Adapun dalam beberapa ayat di surah Al Qashas, maka jelas sekali di 
sana, bahwa setelah disebutkan kebinasaan Fir'aun, Dia berfrrman, "Dan sesungguhnya telah Kami berikan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



46. Kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya 638 , tetapi mereka angkuh 639 dan mereka memang 
kaum yang sombong 640 . 

ojJl^lp LLl 1 o g a jij LIlL« qj^vLJ ^3^' Ij-ILii 

47. Dan mereka berkata 641 , "Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita 642 , 
padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri 643 kepada kita 644 ?" 

48. Maka mereka mendustakan keduanya, karena itu mereka termasuk orang yang dibinasakan 645 . 

49. Dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepada Musa kitab (Taurat) 646 , agar mereka (Bani Israil) 
mendapat petunjuk 647 . 



kepada Musa Al-Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi 
pelita bagi manusia, petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. " (Terj. Al Qashash: 43) Ayat ini jelas, bahwa 
Allah memberikan kitab Taurat kepada Musa setelah binasanya uamt-umat yang melampaui batas, dan Allah 
memberitahukan bahwa Dia menurunkan kitab itu sebagai pelita bagi manusia, petunjuk dan rahmat. . .dst." 

636 Ketika Musa meminta kepada Tuhannya agar Dia mengikutsertakan Harun dalam tugasnya. 

637 Yang dimaksud tanda-tanda kebesaran Allah dan bukti yang nyata dalam ayat ini ialah mukjizat Nabi 
Musa yang sembilan buah. Mukjizat yang sembilan itu ialah: tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, 
taupan (banjir besar), laut, dan bukit Thur. Ada pula yang menafsirkan "tanda-tanda (kebesaran) Kami" 
maksudnya yang menunjukkan kebenaran keduanya (Musa dan Harun) dan apa yang mereka berdua bawa. 
Sedangkan maksud "bukti yang nyata" adalah hujjah yang jelas, di mana karena jelasnya dapat 
menundukkan hati dan menjadi hujjah bagi orang-orang yang keras kepala. 

638 Seperti Haman dan para memuka lainnya. 

639 Tidak mau beriman kepada ayat-ayat dan bukti yang nyata itu. 

640 Bisa juga diartikan, "dan memang mereka kaum yang berkuasa" yakni terhadap Bani Israil sehingga 
menindas mereka. 

641 Dengan sombong sambil memperingatkan kaumnya. 

642 Ucapan ini sama dengan ucapan generasi sebelumnya, hati mereka sama, maka ucapan dan perbuatan 
yang keluar pun sama. Mereka mengingkari nikmat risalah yang diberikan Allah kepada Musa dan Harun 
'alaihimas salam. 

643 Yakni taat dan tunduk serta diperbudak dengan kerja paksa. 

644 Maksudnya, bagaimana kita akan menjadi pengikut setelah sebelumnya kita sebagai pemimpin? Dan 
bagaimana mungkin mereka menjadi pemimpin? Ucapan mereka ini sama dengan ucapan kaum Nuh, 
"Apakah kami akan percaya kepada kamu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang yang rendah?" 
dsb. Jelas sekali, hal ini tidak bisa dipakai alasan untuk menolak yang hak, dan bahwa yang demikian 
merupakan pendustaan dan penentangan. 

645 Dengan ditenggelamkan, sedangkan Bani Israil menyaksikannya. 

646 Setelah Allah membinasakan Fir'aun dan menyelamatkan Bani Israil bersama Musa, dan ketika itu 
perintah Allah dapat ditegakkan dan dapat ditampakkan syi'ar-syi'ar-Nya, maka Allah menjanjikan kepada 
Musa (memberikan Taurat) setelah berlalu waktu empat puluh malam. Musa kemudian pergi untuk 
bermunajat dengan Allah pada waktu yang telah ditentukan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



50. Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata 
(bagi kekuasaan Kami) 648 , dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi 649 , (tempat yang 
tenang, rindang dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir. 

Ayat 51-61: Agama yang dibawa para nabi adalah satu, yaitu Islam, hawa nafsu memecah 
belah manusia, para nabi adalah panutan bagi manusia, serta penjelasan ujian bagi manusia 
dan keadaan kaum mukmin. 

51. 650 Allah berfirman, "Wahai para rasul! Makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah 
amal saleh 651 . Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan 652 . 

52. Dan 653 sungguh, (agama Tauhid/Islam) inilah agama kamu semua 654 , agama yang satu 655 , dan 
Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku 656 . 



647 Yakni agar mereka mengetahui secara rinci perintah dan larangan, pahala dan siksa, serta kenal dengan 
Tuhan mereka dengan nama dan sifat-Nya. 

648 Allah memberikan nikmat kepada Isa putra Maryam dan menjadikan keduanya salah satu di antara tanda- 
tanda kekuasaan Allah, di mana Maryam hamil dan melahirkan Isa tanpa bapak. Isa juga dapat berbicara di 
masa buaian dan Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya melalui kedua tangannya. 

649 Menurut Syaikh As Sa'diy, yaitu ketika Maryam melahirkan. Ada yang berpendapat, bahwa dataran 
tinggi tersebut adalah Baitulmaqdis, dan ada yang berpendapat Damaskus, dan ada pula yang berpendapat 
Palestina, wallahu a'lam. 

650 Ayat ini merupakan perintah dari Allah Ta'ala kepada para rasul-Nya untuk memakan makanan yang 
baik-baik, yakni rezeki yang baik lagi halal, dan bersyukur kepada Allah dengan beramal salrh, di mana 
dengannya hati dan badannya menjadi baik, demikian pula dunia dan akhiratnya. Dia juga memberitahukan, 
bahwa Dia mengetahui amal yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, setiap amalan dan pekerjaan yang 
mereka kerjakan, maka Allah mengetahuinya serta akan memberikan balasan terhadapnya secara sempurna. 
Hal ini menunjukkan, bahwa mereka semua sepakat dalam membolehkan makanan yang baik-baik dan 
mengharamkan makanan yang buruk, dan bahwa mereka juga sepakat dalam mengerjakan amal saleh 
meskipun berbeda-beda syariatnya, namun semua itu adalah amal saleh. Oleh karena itulah, semua amal 
saleh yang tetap cocok di setiap zaman telah disepakati oleh para nabi dan semua syariat, seperti perintah 
mengesakan Allah, beribadah dengan ikhlas kepada-Nya, mencintai-Nya, takut kepada-Nya, berharap 
kepada-Nya, berbakti kepada orang tua, jujur, menepati janji, silaturrahim, berbuat baik kepada kaum 
dhu'afa, orang miskin dan anak yatim, bersikap sayang kepada semua manusia, dan perbuatan lainnya yang 
termasuk amal saleh. Dari sinilah, mengapa orang-orang yang yang berilmu melihat isi perintah dan 
larangannya untuk membuktikan kebenaran kenabian seseorang. 

651 Yang wajib maupun yang sunat. 

652 Oleh karenanya, Dia akan memberikan balasan. 

653 Yakni ketahuilah. 

654 Maksudnya, kamu semua harus berada di atasnya. 

655 Lihat surat Al Anbiya ayat 92. 

656 Yakni dengan melaksanakan perintah-Ku dan menjauhi larangan-Ku. Allah Subhaanahu wa Ta'aala juga 
memerintahkan kaum mumkin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para rasul, karena mereka mengikuti 
dan berjalan di belakang para rasul. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, 11 Wahai orang-orang yang 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




53. Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan . 
Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing) 658 . 

54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya 659 sampai waktu yang ditentukan 660 . 

0~k3 J Cxi ^5"? "^*- ) ^-*- ) ' 0 j-^^^t 

55. Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu 
(berarti bahwa), 




56. Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka 661 ? (Tidak), tetapi mereka tidak 
menyadarinya 662 . 

57 . 663 Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati 664 , 



beriman! Makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada 
Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (Terj. Al Baqarah: 172) oleh karena itu, bagi 
mereka yang mengaku mengikuti para nabi harus melakukan demikian, akan tetapi orang-orang yang zalim 
tidak menghendaki selain durhaka sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya. 

657 Seperti Yahudi, Nasrani, dan lain-lain. 

658 Berupa pengetahuan dan agama. Masing-masing mereka bangga dengannya, dan menyangka bahwa 
merekalah yang benar sedangkan selainnya salah, padahal yang benar di antara mereka adalah yang tetap di 
atas agama para rasul, yaitu Islam dan mengikuti jejak mereka, yaitu memakan yang baik-baik dan beramal 
saleh, selainnya adalah batil. 

659 Yakni di tengah-tengah kebodohannya terhadap kebenaran dan dakwaan mereka, bahwa mereka adalah 
orang-orang yang benar. 

660 Sampai tiba ajal mereka atau sampai azab datang menimpa mereka, karena nasehat tidak bermanfaat, 
larangan tidak berguna, dan bagaimana mungkin bermanfaat nasehat kepada orang yang sudah merasa benar 
dan malah ingin mengajak orang lain kepadanya? 

661 Yakni apakah mereka menyangka bahwa pemberian-Nya kepada mereka berupa harta dan anak 
menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang berbahagia, dan bahwa mereka akan mendapatkan 
kebaikan di dunia dan akhirat? 

662 Bahwa hal itu sesungguhnya istidraj (persiapan untuk diazab). Diberikan nikmat kepada mereka, tidak 
lain agar bertambah dosa mereka, sehingga hukuman disempurnakan untuk mereka pada hari kiamat. Lihat 
pula surah At Taubah ayat 55, surah Al An'aam ayat 44 dan surah Ali Imran ayat 178. 

663 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan orang-orang yang menggabung antara sikap buruk 
dengan merasa aman, yaitu orang-orang yang menyangka pemberian Allah kepada mereka di dunia 
menunjukkan bahwa mereka di atas kebaikan dan keutamaan, maka Allah menyebutkan orang-orang yang 
berbuat ihsan dan memiliki rasa takut kepada Allah 'Azza wa Jalla. 

664 Mreka takut jika Allah meletakan keadilan-Nya kepada mereka, sehingga tidak tersisa lagi kebaikan bagi 
mereka, dan mereka menyangka bahwa mereka belum memenuhi hak Allah Ta'ala, mereka pun takut jika 
iman mereka hilang. Karena mereka kenal Tuhan mereka, dan keberhakan-Nya dimuliakan dan diagungkan 
serta takut kepada-Nya, maka yang demikian membuat mereka menahan diri dari dosa dan meremehkan 
kewajiban. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



sir,). s s * ' . -° 

58. dan mereka yang beriman dengan ayat-ayat Tuhannya (Al Qur'an) 665 , 

59. dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya 666 , 

60. Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) 667 dengan hati penuh rasa 
takut 668 (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya 669 , 

61. Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan 670 , dan merekalah orang-orang yang lebih 
dahulu memperolehnya 671 . 

Ayat 62-77: Penjelasan keadaan kaum musyrik yang mendustakan dan berpaling dari iman 
serta terus-menerus di atas kekafiran, sebab mereka bersikap seperti itu, dan azab yang 
diancamkan kepada mereka. 

((J?| 0 j^ljL Sf J±*J j^Lj (jja^j 4^ 14**"J *j Sfj 



665 Apabila ayat-ayat itu dibacakan kepada mereka, maka keimanan mereka bertambah, mereka pun 
memikirkan dan mentadabburi ayat-ayat -Nya, sehingga jelaslah bagi mereka makna-makna Al Qur'an, 
keagungannya, kesesuaiannya dan tidak ada yang bertentangan, demikian pula ajakannya untuk mengenal 
Allah, takut dan berharap kepada-Nya serta keadaan tentang pembalasan, yang dari sana muncul bagi 
mereka rincian keimanan yang tidak mungkin diungkapkan oleh lisan. Di samping itu, mereka juga 
mentafakkuri ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta. 

666 Baik syirk besar, seperti menyembah selain Allah, maupun syirk kecil seperti riya', dsb. Bahkan mereka 
ikhlas dalam ibadahnya karena Allah, baik dalam perkataan mereka, perbuatan maupun semua keadaan 
mereka. 

667 Ayat di atas dapat diartikan, "Dan mereka yang mengerjakan apa yang mereka kerjakan" sehingga 
termasuk pula amal saleh di samping sedekah, seperti shalat, zakat, haji, dan lainnya. 

668 Jika tidak diterima amal mereka. 

669 Maksudnya, karena mereka tahu bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka untuk dihisab, maka 
mereka khawatir kalau pemberian (sedekah) dan amal mereka tidak diterima Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
dan tidak menyelamatkan mereka. 

670 Perhatian mereka tertuju kepada sesuatu yang mendekatkan diri mereka kepada Allah, dan keinginan 
mereka tertuju kepada sesuatu yang menyelamatkan mereka dari azab-Nya. Oleh karena itu, semua kebaikan 
yang mereka dengar dan ada kesempatan bagi mereka melakukannya, maka mereka segera melakukannya. 
Mereka melihat wali-wali Allah dan orang-orang pilihan-Nya di hadapan mereka, di mana mereka bersegera 
kepada kebaikan dan berlomba-lomba untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka mereka pun ikut 
berlomba-lomba. Oleh karena peserta lomba biasanya ada yang menang dan ada yang kalah, maka Allah 
jelaskan di ayat tersebut bahwa mereka semua menang. 

671 Maksudnya orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat 57, 58, 59, dan 60 itu 
adalah orang yang bersegera mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan kebaikan-kebaikan itu akan diberikan 
kepada mereka dengan segera sejak di dunia ini. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



62. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya , dan pada sisi 
Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya 674 , dan mereka tidak dizalimi 
(dirugikan) 675 . 

63. 676 Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kebodohan dari (memahami Al Qur'an) ini, 
dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang 
terus mereka kerjakan 677 . 

64. Sehingga apabila Kami timpakan siksaan 678 kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah 
di antara mereka 679 , seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong. 

@oj^ v & Joj ijjS. «3 

65. Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan 
mendapat pertolongan dari kami. 

66. 680 Sungguh, ayat-ayat-Ku (Al Qur'an) selalu dibacakan kepada kamu 681 , tetapi kamu selalu 
berpaling ke belakang 682 , 



672 Setelah Allah menyebutkan kesegeraan mereka terhadap kebaikan, mungkin ada yang mengira bahwa apa 
yang diminta dari mereka dan dari selain mereka adalah perkara yang tidak disanggupi atau perkara berat, 
maka Allah menerangkan dalam ayat di atas, bahwa Dia tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan 
kemampuannya. 

673 Yakni sesuai kemampuannya dan tidak menghabiskan semua kekuatannya karena rahmat dan hikmah- 
Nya agar manusia semua dapat melakukannya. Contoh dalam hal ini adalah dalam masalah shalat, apabila 
seseorang tidak sanggup shalat sambil berdiri, maka ia boleh shalat sambil duduk, dan apabila sesorang tidak 
sanggup berpuasa, ia boleh berbuka. 

674 Maksudnya, kitab tempat malaikat-malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang, baik atau buruk, 
yang akan dibacakan pada hari kiamat (lihat surat Al-Jatsiyah ayat 29). 

675 Oleh karena itu pahala kebaikan mereka tidak dikurangi dan keburukannya tidak ditambah. 

676 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan bahwa hati orang-orang kafir berada dalam kebodohan 
dan kezaliman, kelalaian dan berpaling yang menghalangi mereka dari sampai kepada Al Quran, sehingga 
mereka tidak mengambil petunjuk darinya, dan sedikit pun dari Al Qur'an tidak sampai ke hati mereka, 
sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara 
kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, — Dan 
Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat 
memahaminya. dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke 
belakang karena bencinya," (Terj. Al Israa': 45-46) Oleh karena hati mereka berada dalam kebodohan 
terhadap Al Qur'an, sehingga mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan kufur dan menentang syara' yang 
mengharuskan mereka diazab. 

677 Oleh karena itu, janganlah mereka mengira bahwa azab tidak akan menimpa mereka, karena Allah 
memberi tangguh mereka agar bertambah dosa mereka sehingga mereka mendapatkan balasan yang 
sempurna. 

678 Maksudnya azab di akhirat. 

679 Yaitu orang-orang kaya dan para tokoh mereka. 

680 Mungkin seseorang bertanya, "Apa sebab yang membuat mereka seperti ini keadaannya?" 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



67. Dengan menyombongkan diri 683 dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al 
Qur'an dan Nabi) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari 684 . 

68. Maka tidakkah mereka menghayati firman (Allah) 685 , atau apakah karena telah datang kepada 
mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu 686 ? 

69. Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka 
mengingkarinya 687 ? 



681 Agar kamu beriman dan mendatanginya, namun ternyata kamu tidak melakukannya. 

682 Padahal sekiranya kamu mengikuti Al Qur'an, niscaya kamu akan maju ke depan. Sebaliknya, jika kamu 
berpaling darinya, maka kamu akan mundur ke belakang dan berada dalam kedudukan yang rendah. 

683 Ada yang berpendapat, bahwa maksudnya mereka menyombongkan diri dengan merasa bahwa mereka 
lebih berhak terhadap baitullah dan tanah haram, sedangkan selain mereka tidak berhak, sehingga mereka 
lebih utama daripada orang lain. 

684 Jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang mendustakan adalah berpaling dari Al Quran dan satu sama 
lain saling mengingatkan agar tidak mendengarkan Al Qur'an dan menimbulkan kegaduhan ketika Al 
Qur'an dibacakan, lihat Fushshilat: 26. Mereka berkumpul membicarakan yang buruk, sehingga sudah 
sepantasnya mereka ditimpa azab, dan jika azab itu sudah datang, maka mereka tidak memiliki penolong 
yang menolong mereka dari azab serta ditambah mendapat celaan karena perbuatan itu seperti yang 
disebutkan pada ayat 64 dan 65. 

685 Yang menunjukkan kebenaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesungguhnya jika mereka 
mau mentadabburi, maka mereka tentu akan beriman, akan tetapi musibahnya adalah mereka berpaling 
darinya. Ayat ini menunjukkan, bahwa mentadabburi Al Qur'an akan membawa seseorang kepada kebaikan 
dan melindungi dari keburukan, dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk mentadabburinya melainkan 
karena hati mereka terkunci. 

686 Yakni apakah yang menghalangi mereka beriman karena mereka kedatangan rasul dan kitab yang tidak 
datang kepada nenek moyang mereka, lalu mereka lebih ridha menempuh jalan nenek moyang mereka dan 
menentang semua yang datang menyelisihinya, sehingga mereka mengatakan seperti yang Allah beritakan, 
"Dan Demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu 
negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati 
bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".— 
(Rasul itu) berkata, "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) 
yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya? " 
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya. " 
(Terj. Az Zukhruf: 23-24) 

687 Yakni apakah alasan mereka mengingkarinya adalah karena Rasul tersebut (Nabi Muhammad shallallahu 
'alaihi wa sallam) tidak mereka kenal, mereka katakan, "Kami tidak mengenalnya dan kami tidak 
mengetahui kejujurannya sehingga biarkan kami memperhatikan keadaannya dan bertanya kepada orang 
yang berilmu." Bukankah tidak demikian? Bukankah mereka kenal Rasul mereka, bahwa Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang terkenal jujur, amanah, dan berakhlak mulia, bahkan 
sebelum Beliau diutus, mereka menggelari Beliau dengan Al Amin (orang yang terpercaya). Oleh karena itu, 
mengapa mereka tidak membenarkannya ketika Beliau membawa kebenaran yang agung dan kejujuran yang 
jelas? 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



70. Atau mereka berkata, "Orang itu (Muhammad) gila." Padahal, dia telah datang membawa 
kebenaran kepada mereka 688 , tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran 689 . 



71. 6 °Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, 
dan semua yang ada di dalamnya 691 . Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, 
tetapi mereka berpaling dari peringatan itu 692 . 



72. Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka ? Sedangkan imbalan dari 
Tuhanmu 694 lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik. 



73. Dan sungguh engkau benar-benar telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus* 



688 Yaitu Al Qur'an yang di dalamnya menerangkan tauhid dan ajaran-ajaran yang mulia yang dibenarkan 
oleh akal yang sehat dan fitrah yang selamat. Lantas, mengapa Beliau disebut orang gila? Padahal Beliau 
berada di atas ketinggian dalam hal ilmu, akal dan akhlak mulia. 

689 Inilah alasan mereka menolak kebenaran, yaitu benci kepada kebenaran. Kebenaran yang paling agung 
adalah beribadah hanya kepada Allah saja dan meninggalkan sesembahan selain Allah. Oleh karenanya, 
ketika mereka diajak kepadanya, mereka merasa heran dan berkata, "Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan 
itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. " (Terj. 
Shaad:5) 

690 Jika seorang bertanya, "Mengapa kebenaran itu tidak selalu sesuai dengan keinginan mereka agar mereka 
beriman dan segera tunduk?" Maka jawabannya adalah ayat di atas. 

691 Bagaimana tidak binasa dan hancur jika yang satu berkeinginan begini, sedangkan yang satu lagi 
berkeinginan begitu. Di samping itu, hawa nafsu atau keinginan mereka cenderung untuk bersenang-senang 
tidak memperhatikan maslahat kedepan, pengetahuan mereka terbatas, bahkan nafsu itu biasanya menyuruh 
kepada kejahatan dan kezaliman, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah. Oleh karena itu, jika 
kebenaran itu menuruti keinginan mereka tentu hancurlah dunia. 

692 Ada pula yang mengartikan, "Bahkan Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan dan 
kemuliaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu." Sehingga maksudnya, jika 
mereka mau mengikuti Al Qur'an, maka keadaan mereka menjadi tinggi, mulia dan terhormat. Al Qur'an 
merupakan nikmat besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya, namun mereka membalasnya dengan 
menolak dan berpaling, maka bukannya mereka menjadi tinggi dan terhormat, bahkan menjadi rendah dan 
terhina, lagi memperoleh kerugian. 

693 Maksudnya, apakah yang menghalangi mereka untuk mengikutimu adalah karena engkau meminta 
imbalan dari mereka? Padahal engkau tidak meminta imbalan dari mereka. Dengan demikian, mereka tidak 
memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menolak yang hak. 

694 Yang dimaksudkan imbalan dari Allah adalah rezeki yang dianugrahkan Allah di dunia, dan pahala di 
akhirat. 

695 Di ayat-ayat sebelumnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sebab-sebab yang mengharuskan 
mereka untuk beriman, demikian pula menyebutkan penghalangnya serta menerangkan batilnya penghalang 
tersebut satu persatu. Dia menerangkan, bahwa diri mereka yang jahil yang menyebabkan mereka tidak 
memahami Al Qur'an, tidak mau memikirkan isi Al Qur'an, mengikuti nenek moyang mereka yang salah, 
ditambah dengan mengatakan kata-kata yang keji terhadap rasul mereka. Selanjutnya, Allah menyebutkan 
perkara-perkara yang dapat membuat mereka beriman, yaitu mentadaburi Al Qur'an, menerima nikmat 
Allah, melihat pribadi rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan bahwa Beliau sama sekali 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



74. Dan sungguh orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat 697 benar-benar telah menyimpang 
dari jalan (yang lurus) 698 . 

75 . 699 Dan sekiranya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa 
mereka 700 , pasti mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam kesesatan 701 mereka. 

76 . 702 Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka 703 , tetapi mereka tidak mau 
tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri 704 . 



tidak meminta upah atas seruannya, bahkan ajakan Beliau manfaat dan maslahatnya untuk mereka, dan 
bahwa Beliau mengajak mereka ke jalan yang lurus, mudah ditempuh oleh semua orang, menyampaikan 
kepada maksud dan tujuan, lurus dalam 'aqidahnya dan mudah diamalkan. Seruannya kepada mereka ke 
jalan yang lurus mengharuskan orang yang menginginkan yang hak untuk mengikutinya, karena 
kebenarannya didukung oleh akal dan fitrah serta sejalan dengan maslahat. Oleh karena itu, jalan manakah 
yang mereka tempuh jika tidak mengikuti orang yang berada di atas jalan yang lurus? Jelas sekali, jika 
mereka menempuh jalan selainnya, maka mereka telah menyimpang dari jalan yang lurus sehingga mereka 
tersesat. 

696 Yaitu agama Islam, di mana jika diamalkan ajaran-ajarannya, maka akan dapat menyampaikan seseorang 
kepada Allah dan kepada surga-Nya. 

697 Yakni tidak beriman kepada kebangkitan, pahala dan siksa. 

698 Demikian pula semua orang yang menyelisihi yang hak lainnya, pasti jalannya menyimpang; tidak lurus. 

699 Ayat ini menerangkan betapa kerasnya pengingkaran mereka dan betapa membangkangnya mereka. 
Apabila mereka ditimpa bahaya, mereka berdoa kepada Allah agar dihilangkan bahaya itu dan berjanji akan 
beriman, namun ternyata ketika Allah menghilangkan musibah itu, mereka masih tetap di atas kesesatannya, 
sebagaimana yang Allah sebutkan. Oleh karena itu, sesungguhnya sangat wajar jika bahaya itu tidak 
dihilangkan. Hal ini sebagaimana keadaan mereka ketika berada di kapal lalu tertimpa bahaya, mereka pun 
berdoa kepada Allah agar dihilangkan bahaya itu, tetapi ketika Dia menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka 
kembali lagi berbuat syirk, kekufuran dan kemaksiatan lainnya. 

700 Kaum musyrik pernah mengalami kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman ke 
Mekah, sedangkan Mekah dan sekitarnya dalam keadaan paceklik, sehingga bertambah melaratlah mereka di 
waktu itu. 

701 Yang dimaksud dengan thughyaan (keterlaluan/kesesatan) dalam ayat ini adalah kekafiran yang sangat, 
kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum muslimin 
yang semuanya merupakan perbuatan yang melampaui batas perikemanusiaan. 

702 Ibnu Jarir berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, ia berkata: Telah menceritakan kepada 
kami Abu Tumailah, yaitu Yahya bin Wadhih dari Al Husain (asalnya adalah Al Hasan, namun salah tulis) 
dari Yazid, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas ia berkata, "Abu Sufyan datang kepada Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Muhammad, aku bertanya kepadamu dengan nama Allah dan karena 
hubungan kerabat. Sesungguhnya kami telah memakan 'ilhiz," yakni wabar (bulu unta) dan darah." Maka 
Allah menurunkan ayat, "Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak 
mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri." (Al Mu'minun: 76). Syaikh Muqbil 
berkata, "Hadits ini para perawinya adalah tsiqah selain guru Ath Thabari, yaitu Muhammad bin Humaid Ar 
Raaziy. Dia adalah dha'if, akan tetapi hadits ini telah datang dari beberapa jalan selain ini. Ibnu Hatim 
meriwayatkan sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 3 hal. 251, dan Nasa'i sebagaimana dalam Tafsir 
Ibnu Katsir, dan Ibnu Hibban hal. 434. Di sana pada masing-masing mereka ada Ali bin Al Husain bin 
Waqid, dan dia didha'ifkan. Hakim juz 2 hal. 394 meriwayatkan juga, demikian pula Al Waahidiy dalam 
Asbaabunnuzul, dan di sana pada masing-masing mereka ada Muhammad bin Musa bin Hatim. Muridnya Al 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



mereka menjadi putus asa' 



Ayat 78-92: Penjelasan tentang kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, nikmat-nikmat- 
Nya kepada hamba-hamba-Nya, dalil-dalil yang menunjukkan adanya kebangkitan di 

akhirat cukup banyak, namun orang-orang kafir tetap saja mengingkarinya, 
dalil-dalil di alam semesta yang menunjukkan keberadaan-Nya, dan bahwa Dia tidak 

mempunyai sekutu maupun anak, serta penjelasan pengetahuan-Nya terhadap yang gaib. 

78 . 707 Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran 7 



Qasim As Sayyaariy berkata, "Saya tidak berani menjaminnya." Ibnu Abi Sa'daan berkata, "Muhammad bin 
'Ali Al Haafizh berpandangan buruk terhadapnya." Sebagaimana dalam Lisanul Mizan, adapun Hakim, 
maka ia menshahihkannya dan didiamkan oleh Adz Dzahabiy. Hadits ini dengan keseluruhan jalannya yang 
sampai kepada Al Husain bin Waqid adalah shahih lighairih." Wallahu a'lam. Syaikh Muqbil juga berkata, 
"Kemudian saya menemukan syahidnya dalam riwayat Baihaqi di kitab Dalaa'ilunnubuwwah (2/338)." 

703 Yang dimaksud dengan azab tersebut adalah kemarau panjang yang menimpa mereka, hingga mereka 
menderita kelaparan, agar mereka kembali kepada Allah dan mau beriman (Lihat ayat 75). Ada pula yang 
mengatakan, bahwa maksudnya adalah kekalahan mereka pada peperangan Badar, di mana dalam 
peperangan itu orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak terbunuh atau tertawan 

704 Yakni tidak berharap kepada Allah dengan berdoa dan merasa tidak butuh kepada-Nya. Bahkan musibah 
itu berlalu bagi mereka, lalu hilang seakan-akan belum pernah menimpa mereka, sehingga mereka pun tetap 
di atas kekafiran dan kesesatannya, padahal di hadapan mereka ada azab yang tidak mungkin ditolak 
sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya. 

705 Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid, bahwa maksudnya adalah terbunuhnya mereka pada perang Badar. 
Ada pula yang berpendapat, bahwa maksudnya adalah kematian, dan ada pula yang berpendapat, bahwa 
maksudnya adalah tibanya kiamat. 

706 Dari semua kebaikan. Oleh karena itu, hendaknya mereka berhati-hati terhadap azab yang keras yang 
tidak mungkin ditolak, di mana azab tersebut bukan azab biasa yang terkadang dicabut-Nya azab itu dari 
mereka, seperti azab-azab duniawi yang tujuannya Allah memberikan ta'dib (pelajaran) kepada hamba- 
hamba-Nya, seperti dalam firman Allah Ta'ala, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan 
karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan 
mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). " (Terj. Ar Ruum: 41) 

707 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan nikmat-nikmat-Nya yang dikaruniakan kepada hamba- 
hamba-Nya yang menghendaki mereka untuk bersyukur kepada-Nya dan memenuhi hak-Nya. 

708 Agar kamu dapat mendengar semua yang dapat didengar sehingga kamu memperoleh manfaat baik bagi 
agama kamu maupun dunia kamu. 

709 Agar kamu dapat melihat semua yang dapat dilihat sehingga kamu memperoleh maslahatmu dengannya. 

710 Sehingga kamu mengetahui sesuatu dan dapat membedakan antara yang satu dengan yang lain, dan ia 
pula yang membedakan kamu dengan hewan ternak. Jika kamu tidak dapat mendengar dan tidak dapat 
melihat bagaimanakah keadaanmu? Dan apa saja maslahat dharuri (primer) dan kamali (sekunder) yang 
luput darimu? Tidakkah kamu bersyukur kepada yang telah memberimu nikmat-nikmat itu, sehingga kamu 
pun mentauhidkan-Nya dan menaati-Nya? 

711 Yang dimaksud dengan bersyukur di ayat ini adalah menggunakan alat-alat tersebut untuk 
memperhatikan bukti-bukti kekuasaan, kebesaran dan keesaan Allah, yang dapat membawa mereka beriman 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



79. Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi 712 dan kepada-Nyalah 
kamu akan dikumpulkan 713 . 

^^^j\Aj£> Mil jL^Ulj JJIoiilxi^l ^y£-<_£4jl jjfcj 

80. Dan Dialah yang menghidupkan 714 dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian 
malam dan siang 715 . Tidakkah kamu mengerti 716 ? 

81. 717 Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang- 
orang terdahulu. 

- * Jt s - * t * - * s> t * ■, - ( = * - 

^hjCtyy^J bp I U'^pj Gl Jj L^=j UL lip I I3JL3 

82. Mereka berkata, "Apakah betul, apabila Kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang 
belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali 718 ? 

83. Sungguh, yang demikian ini 719 sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek mo yang 
kami 720 sejak dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu! 721 " 



kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala serta taat dan patuh kepada-Nya. Kaum musyrikin ternyata tidak 
berbuat demikian. 

712 Dia menyebarkan kamu di bumi dan memberikan kekuasaan kepada kamu untuk menggali maslahat dan 
manfaat yang ada di bumi dan menjadikan bumi cukup untuk penghidupan kamu dan tempat tinggal kamu. 

713 Setelah kamu mati, lalu Dia membalas amalmu sewaktu di dunia, baik atau buruk dan bumi pun 
memberitahukan berita-beritanya. 

714 Dengan meniupkan ruh ketika fase manusia sebagai mudhghah (segumpal daging). 

715 Jika Dia menghendaki, Dia bisa menjadikan malam terus-menerus atau siang terus-menerus, dan kalau 
seandainya Dia menjadikan malam terus-menerus atau siang terus-menerus, siapakah yang mampu 
merubahnya? Tentu tidak ada yang mampu merubahnya selain Dia. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, 
"Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu 
dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada- 
Nya. " (Terj. Al Qashash: 73) 

716 Sehingga kamu dapat mengetahui bahwa yang telah mengaruniakan kamu berbagai nikmat, seperti 
pendengaran, penglihatan dan hati, dan yang menyebarkan kamu di muka bumi, yang menghidupkan dan 
mematikan dan yang mengatur malam dan siang Dialah yang berhak disembah, yaitu Allah. 

717 Bahkan mereka yang mendustakan itu mengikuti jalan yang ditempuh oleh generasi mereka terdahulu 
yang mendustakan kebangkitan dan menganggap hal tersebut mustahil. 

718 Menurut akal mereka yang tidak sehat, hal ini adalah mustahil. 

719 Maksudnya, kebangkitan setelah mati. 

720 Maksudnya diancam dengan hari berbangkit. 

721 Sungguh keji sekali ucapan mereka ini, tidakkah mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya yang lebih besar 
dari peristiwa kebangkitan itu sendiri; penciptaan langit dan bumi jelas lebih besar dari penciptaan manusia, 
penciptaan mereka pertama kali, dan bumi yang sebelumnya mati kemudian hidup setelah diturunkan-Nya 
air, dan lain-lain. Ini semua merupakan bukti nyata bahwa Dia mampu membangkitkan manusia setelah 
mati. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



84. Katakanlah (Muhammad) 722 , "Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya 723 , jika 
kamu mengetahui?" 

© ^jjjT-G Mil Ifi *ttOj} jK- 

85. Mereka akan menjawab, "Milik Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak ingat 724 ?" 

86. Katakanlah, "Siapakah Tuhan yang memiliki 725 langit yang tujuh 726 dan yang memiliki 'Arsy 
yang agung 727 ?" 




87. Mereka akan menjawab, "Milik Allah." Katakanlah 728 , "Maka mengapa kamu tidak 
bertakwa 729 ?" 

^ 0 v^jj j^f" V3 j^-" * J£ Jj== c^jSsL ^ 

88. Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu 730 . Dia 
melindungi 731 , dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya 732 , jika kamu mengetahui?" 



Kepada mereka yang mendustakan kebangkitan lagi menyekutukan Allah dengan selain-Nya, yakni 
jawab mereka dengan sesuatu yang mereka akui, yaitu rububiyyah Allah untuk menguatkan uluhiyyah-Nya, 
dan jawab pengingkaran mereka terhadap kebangkitan setelah mati dengan pengakuan mereka bahwa Allah 
yang menciptakan makhluk-makhluk yang besar yang ada di alam semesta. 

723 Yakni siapakah yang menciptakan dan menguasai bumi dan makhluk yang berada di atasnya, seperti 
hewan, tumbuhan, benda mati, lautan, sungai-sungai, gunung-gunung dan lain-lain? 

724 Sesuatu yang sudah maklum dalam benakmu dan terpendam dalam fitrahmu yang terkadang menghilang 
oleh sikap berpaling pada sebagian waktu. Padahal sesungguhnya jika kamu kembali kepada ingatan kamu 
meskipun hanya berpikir sejenak, kamu dapat mengetahui bahwa yang menciptakan dan menguasai semua 
itu Dialah yang berhak disembah, dan bahwa menuhankan sesuatu yang dicipta dan dimiliki merupakan hal 
yang paling batil. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengalihkan kepada yang lebih besar lagi. 

725 Dan menciptakan. 

726 Dan apa saja yang ada di dalamnya seperti benda-benda bercahaya dan benda-benda langit lainnya. 

727 'Arsy merupakan makhluk paling tinggi, paling luas dan paling agung. 

728 Ketika mereka mengakui hal tersebut. 

729 Dengan menyembah Tuhan Yang Maha Agung, yang sempurna kekuasaan-Nya dan yang besar kerajaan- 
Nya, dan tidak menyembah selain-Nya. Dalam ayat-ayat di atas terdapat kelembutan firman-Nya, yaitu dari 
kata-kata, ""Maka apakah kamu tidak ingat?" dan "Maka mengapa kamu tidak bertakwa?" Demikian pula 
nasehatnya yang menggunakan pertanyaan yang menggugah hati. Selanjutnya, Allah mengalihkan kepada 
sesuatu yang lebih luas dari itu. 

730 Alam bagian atas maupun bawah, yang kita lihat dan yang tidak kita lihat. 

731 Dia melindungi hamba-hamba-Nya dari keburukan dan menjaga mereka dari sesuatu yang 
membahayakan mereka. 

732 Tidak ada yang mampu menghindarkan keburukan yang telah Allah tetapkan, bahkan tidak ada yang 
dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



89. Mereka akan menjawab, "Milik Allah." Katakanlah , "(Kalau demikian), maka bagaimana 
kamu sampai tertipu 734 ?" 



90. Padahal Kami telah membawa kebenaran 735 kepada mereka, tetapi mereka benar-benar 
pendusta 736 ." 



91. Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya 737 , (sekiranya tuhan 
banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian 
dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain 738 . Mahasuci Allah dari apa yang mereka 
sifatkan itu 739 , 



92. (Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak, Mahatinggi 
(Allah) dari apa yang mereka persekutukan. 



733 Jika memang mereka mengakuinya. 

734 Yakni dipalingkan dari kebenaran, yaitu beribadah hanya kepada Allah saja, dan bagaimana terbayang 
olehmu bahwa yang demikian salah? Di manakah akal kamu? Kamu sembah sesuatu yang tidak memiliki 
kekuasaan dan lemah. Oleh karena itu, akal kamu jika seperti itu berarti telah tersihir, disihir oleh setan, 
dihiasi olehnya dan dibalikkan hakikat olehnya sehingga akal mereka tersihir, sebagaimana para pesihir 
menyihir mata-mata manusia. 

735 Yang di dalamnya mengandung berita yang benar, perintah dan larangannya adil. Termasuk ke dalam 
kebenaran yang dimaksud adalah kepercayaan tentang tauhid dan hari berbangkit. Mengapa mereka tidak 
mengakui kebenaran itu, padahal kebenaran lebih berhak diikuti? Maka berarti mereka yang dusta dan zalim. 

736 Karena menafikannya. 

737 Ya, Allah tidak memiliki anak dan tidak ada tuhan di samping-Nya. Hal ini berdasarkan berita dari Allah, 
berita para rasul-Nya dan berdasarkan akal yang sehat. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
mengingatkan dalil akalnya yang menunjukkan mustahilnya ada banyak tuhan. 

738 Seperti yang dilakukan para raja di dunia, dan yang menang itulah yang menjadi tuhan, dan lagi alam 
semesta tidak akan mungkin terwujud secara teratur seperti ini jika ada banyak tuhan. Hal ini dapat kita lihat 
dari posisi matahari, bulan, bintang-bintang dan peredaran benda-benda luar angkasa secara teratur, di mana 
sejak diciptakan ia beredar di orbitnya, dan semuanya ditundukkan dengan kekuasaan-Nya dan diatur 
dengan hikmah untuk maslahat semua makhluk, tidak hanya khusus satu makhluk, dan lagi kita tidak tidak 
melihat adanya cacat dan pertentangan dalam pengaturan. Apakah mungkin terbayang bahwa hal itu diatur 
oleh dua atau lebih tuhan? Tidak, sama sekali tidak mungkin diatur oleh dua tuhan atau lebih, karena jika 
dua tuhan atau lebih tentu hancur dan alam semesta tidak akan teratur seperti ini. 

739 Alam semesta yang teratur itu dengan lisanulhal(lisan keadaannya)nya menerangkan bahwa yang 
mengaturnya hanya satu Tuhan, di mana Dia sempurna nama dan sifat-Nya, semua makhluk butuh kepada- 
Nya, sebagaimana ada dan tetapnya alam semesta ini dengan rububiyyah-Nya. Demikian pula untuk baik 
dan tetap tegaknya alam semesta ini adalah dengan beribadah hanya kepada-Nya dan menaati-Nya. Oleh 
karena itulah, Dia mengingatkan sesuatu yang menunjukkan keagungan sifat-Nya, yaitu ilmu-Nya yang 
meliputi segala sesuatu. 

740 Baik yang wajib ada, yang mustahil dan yang mungkin ada. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 93-98: Beberapa arahan bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan perintah 
kepada Beliau agar berdoa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala ketika azab turun 
menimpa orang-orang kafir agar Beliau tidak termasuk golongan mereka, pedoman dalam 
menghadapi lawan dan perintah berlindung dari godaan setan. 

93. 741 Katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan 
kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka 742 , 

94. Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zalim 743 ." 

95 . 744 Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (Muhammad) apa yang Kami 
ancamkan kepada mereka 745 . 

* „ , J, t , „ , * J, „ , i , - 

96. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik 746 , Kami lebih mengetahui apa 
yang mereka sifatkan 747 (kepada Allah). 



741 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menunjukkan bukti-bukti-Nya yang begitu jelas kepada mereka 
yang mendustakan, namun ternyata mereka tetap tidak memperhatikannya dan tidak mau tunduk, di mana 
hal itu sesungguhnya mengharuskan mereka menerima azab dan diancam dengan turunnya azab, maka Allah 
membimbing Rasul-Nya untuk mengatakan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas. 

742 Maksudnya, kapan waktu Engkau memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan itu? Ternyata, hal itu 
pun terjadi dengan terbunuhnya mereka di perang Badar. 

743 Sehingga aku pun binasa ketika mereka binasa. Oleh karena itu, lindungilah dan sayangilah aku dari 
cobaan yang menimpa mereka berupa dosa-dosa yang mengharuskan untuk diazab, dan sayangilah aku dari 
azab yang menimpa mereka, karena azab yang umum apabila datang, maka ia menimpa semua orang tanpa 
terkecuali, baik orang yang bermaksiat maupun yang tidak. 

744 Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menerangkan dekatnya azab yang menimpa mereka. 

745 Allah menundanya karena hikmah (kebijaksanaan)-Nya, meskipun Dia mampu menimpakannya segera 
kepada mereka. 

746 Syaikh As Sa'diy berkata, "Apabila musuhmu berbuat jahat kepadamu baik dengan perkataan maupun 
perbuatan, maka janganlah membalas dengan kejahatan, meskipun sesungguhnya boleh membalas 
kejahatan dengan kejahatan yang serupa, akan tetapi membalas dengan berbuat ihsan adalah sebuah 
keutamaan darimu kepada orang yang berbuat jahat. Di antara maslahatnya adalah berkurangnya 
perbuatan jahatnya baik saat itu maupun yang akan datang, dapat membawa orang yang berbuat jahat 
kepada kebenaran dan lebih mendekatkannya untuk menyesali perbuatannya dan kembali dengan bertobat 
dari perbuatannya, dan agar orang yang memaafkan dapat memiliki sifat ihsan serta dapat mengalahkan 
musuhnya, yaitu setan serta dapat menarik pahala dari Allah. Allah Ta 'ala berfirman, "Maka barang siapa 
memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. "(Terj. Asy Syuuraa: 40) ...dst. " 

Ada yang berpendapat, bahwa perkataan dan perbuatan kaum musyrik yang tidak baik itu hendaklah 
dihadapi oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan perbuatan yang baik, misalnya dengan 
memaafkannya, yang penting tidak membawa kepada kelemahan dan kemunduran dakwah. Menurut 
penyusun tafsir Al Jalaalain, hal ini sebelum ada perintah memerangi mereka. Wallahu a'lam. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




97. Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, 

98. dan aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku 749 ." 

Ay at 99-114: Di antara hal yang akan disaksikan ketika kematian datang, sckilas tentang 
kehidupan alam barzakh, peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat dan kedahsyatannya, dan 
terputusnya hubungan nasab antara manusia. 



99 . 750 (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada 
seseorang dari mereka 751 , Dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) 752 , 




100. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan 753 . Sekali-kali tidak 754 ! Sungguh 
itu adalah dalih yang diucapkannya saja 755 . Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) 756 sampal 
pada hari mereka dibangkitkan. 



747 Maksudnya, apa yang mereka ucapkan berupa kata-kata kufur dan penolakan terhadap kebenaran, maka 
ilmu Kami meliputinya, dan Kami sabar terhadapnya serta menundanya. Oleh karena itu, engkau wahai 
Muhammad hendaknya bersabar terhadap apa yang mereka katakan dan membalas dengan perbuatan ihsan. 
Inilah cara seorang hamba dalam membalas keburukan manusia, adapun jika berasal dari setan, maka 
berbuat ihsan kepada mereka tidaklah bermanfaat karena ia selalu mengajak manusia untuk menjadi 
penghuni neraka, maka untuk menghadapinya adalah dengan mengikuti petunjuk Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya. 

748 Masudnya, berpegang kepada kekuatan-Mu sambil berlepas diri dari kekuatan-Ku. 

749 Kalimat ini merupakan perlindungan dari asal keburukan dan dari semua keburukan. Jika seseorang 
sudah dilindungi daripadanya, maka ia akan selamat dari keburukan dan akan diberi taufik kepada kebaikan. 

750 Syaikh As Sa'diy berkata, "Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang keadaan orang yang 
didatangi maut di antara mereka yang meremehkan lagi zalim, bahwa ia akan menyesal saat itu, yaitu 
apabila dia melihat tempat kembalinya dan menyaksikan keburukan amalnya, ia pun meminta kembali ke 
dunia, bukan untuk bersenang-senang dengan kelezatannya dan menikmati syahwatnya, tetapi untuk hal 
yang dia ucapkan, "Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan. " 

751 Dan dia melihat tempatnya di neraka, atau di surga jika dia beriman. 

752 Maksudnya, bahwa orang-orang kafir saat menghadapi sakaratul maut, meminta agar umur mereka 
diperpanjang, supaya mereka dapat beriman. 

753 Seperti beriman (masuk Islam) dan beramal saleh. 

754 Yakni ia tidak mungkin kembali dan diberi penangguhan. 

755 Maksudnya, hanya sebatas di lisan dan tidak ada faedahnya selain kerugian dan penyesalan, dan kalimat 
itu pun tidak jujur. Karena jika ia dikembalikan ke dunia, ia akan melakukan hal yang sama. 

756 Yang menghalangi mereka kembali ke dunia. Barzakh (alam kubur) merupakan penghalang antara dunia 
dan akhirat. Di barzakh ini, orang-orang yang taat merasakan kenikmatan, sedangkan orang-orang yang 
bermaksiat merasakan penderitaan dan azab dari sejak mereka mati sampai mereka dibangkitkan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




101 . Apabila sangkakala ditiup , maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari 
itu 758 (hari kiamat), dan tidak ada pula mereka saling bertanya 759 . 



102. 760 Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya 761 , maka mereka itulah orang-orang yang 
beruntung 762 . 



103. Dan barang siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya , maka mereka itulah orang-orang 
yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam 764 . 



104. Wajah mereka dibakar api neraka 765 , dan mereka di neraka itu dalam keadaan muram dengan 
bibir yang cacat. 



105. (Dikatakan kepada mereka), "Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu , tetapi 
kamu selalu mendustakannya 768 ?" 



757 Tiupan yang pertama atau yang kedua. 

758 Maksudnya, pada hari kiamat itu, manusia tidak dapat saling tolong menolong meskipun di kalangan 
keluarga. 

759 Berbeda dengan keadaan ketika di dunia. Hal itu, karena dahsyatnya sebagian keadaan ketika itu dan 
masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri, sedangkan pada sebagian keadaan lagi mereka bisa sadar dan 
saling bertanya-tanya. 

760 Pada hari kiamat ada beberapa tempat, di mana sebagiannya ada yang dahsyat dan sebagian lagi ada yang 
agak ringan. Di antara tempat yang dahsyat adalah pada saat disiapkan timbangan amal yang menujukkan 
keadilan Allah. Ketika itu, amal manusia baik atau buruk akan ditimbang. 

761 Mereka ini adalah orang-orang mukmin yang beramal saleh. 

762 Karena selamatnya mereka dari neraka dan berhaknya mereka masuk ke surga serta memperoleh pujian 
yang baik. 

763 Mereka ini adalah orang-orang kafir, karena kepercayaan dan amal mereka tidak dinilai oleh Allah di hari 
kiamat. Lihat pula surah Al Kahfi ayat 105. 

764 Orang yang kekal di neraka Jahanam adalah orang yang keburukannya meliputi dirinya, dan tidak ada 
yang seperti itu kecuali orang-orang kafir. Menurut Syaikh As Sa'diy, ia tidaklah dihisab seperti dihisabnya 
orang yang ditimbang kebaikan dan keburukannya, karena mereka tidak memiliki kebaikan, akan tetapi amal 
mereka dihitung dan dijumlahkan, lalu mereka dihadapkan kepadanya dan mengakuinya serta dipermalukan 
dengannya. Adapun orang yang memiliki asal keimanan, namun keburukannya lebih besar sehingga 
mengalahkan kebaikannya, maka ia meskipun masuk neraka, tetapi tidak kekal di sana sebagaimana 
ditunjukkan oleh nash-nash Al Qur'an dan As Sunnah. 

765 Yakni api neraka mengelilingi mereka, sampai membakar anggota tubuh yang paling mulia, yaitu muka. 

766 Yakni Al Qur'an. 

767 Di mana kamu telah diajak beriman dan telah ditakut-takuti dengan neraka jika tidak beriman. 

768 Karena kezaliman dan sikap membangkang, padahal ayat-ayat itu demikian jelasnya menunjukkan 
kebenaran, menerangkan mana yang hak dan mana yang batil. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







106. /by Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami 770 , dan kami 
adalah orang-orang yang sesat 771 . 

(ijl jilJi bli \li jlp oli ll^- 

107. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih 
juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim 772 ." 



108. Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan 
Aku 773 ." 

109. Sungguh, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku 774 berdoa (di dunia), "Ya Tuhan kami, kami 
telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang 
terbaik 775 ." 

110. Lalu kamu 776 jadikan mereka buah ejekan 777 , sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu 
selalu menertawakan mereka 778 , 



769 Ketika itu, mereka pun mengakui kezalimannya, namun tidak bermanfaat lagi pengakuannya. 

770 Yang lahir dari kezaliman, berpaling dari yang hak, mendatangi sesuatu yang membahayakan dan 
meninggalkan sesuatu yang bermanfaat. 

771 Dalam amalnya, meskipun mereka adalah orang-orang yang tahu dan menyadari bahwa mereka adalah 
orang-orang zalim. Mereka akan berkata, "Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) 
niscaya kami tidak termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala" . 

772 Mereka berdusta dalam janjinya ini, sekiranya mereka dikembalikan lagi ke dunia, tentu mereka akan 
mengerjakan perbuatan yang sama. Allah telah menegakkan hujjah kepada mereka, mengutus rasul-Nya, 
menurunkan kitab-Nya, memperlihatkan ayat-ayat-Nya, memberikan mereka musibah agar mereka sadar, 
memanjangkan usia yang cukup untuk berpikir, namun mereka tidak menghiraukan peringatan-peringatan 
itu. 

773 Ucapan ini merupakan ucapan yang paling keras kepada mereka sehingga harapan mereka pun hilang dan 
mereka pun berputus asa. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan sebab yang membuat 
mereka disiksa sedemikian rupa dan sampai tidak diberi keringanan. 

774 Mereka adalah kaum muhajirin atau kaum mukmin yang lemah. 

775 Mereka menggabung antara iman yang menghendaki untuk beramal saleh, berdoa meminta ampunan dan 
rahmat kepada Allah, bertawassul (menggunakan sarana) dengan rububiyyah-Nya, nikmat iman yang 
diberikan-Nya, dan dengan memberitahukan rahmat-Nya yang luas, dan ihsan-Nya yang merata. Kalimat ini 
menunjukkan ketundukan, kekhusyu'an, perebahan diri mereka di hadapan Allah, rasa takut dan harap 
kepada-Nya. Mereka adalah manusia-manusia utama. 

776 Wahaikaumkafir. 

777 Dan sibuk dengannya. 

778 Yakni terhadap perbuatan dan ibadah mereka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



lasan kepada merek, 

sungguh mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan 7 

^^^L^I Ji-Iiv'jj^y^j' IjJ^ 

113. Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari 783 , maka tanyakanlah 
kepada mereka yang menghitung 784 ." 

114. Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan hanya sebentar saja 785 , jika kamu 
benar-benar mengetahui 786 ." 

Ayat 115-118: Allah Subhaanahu wa Ta'aala menciptakan manusia bukanlah dengan 
percuma, membersihkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dari segala kekurangan dan aib dan 
pengesaan-Nya dengan beribadah hanya kepada-Nya. 

115. Maka apakah kamu 787 mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main' 88 (tanpa ada 
maksud) 789 , dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? 

779 Yakni, terhadap ejekan dan gangguan kamu dan tetapnya mereka menaati-Ku. 

780 Dengan memperoleh kenikmatan yang kekal (surga) dan selamat dari neraka. 

781 Untuk mencela dan membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yang kurang akal, karena mereka 
mengisi waktu yang singkat dengan keburukan yang sesungguhnya membawa mereka kepada kemurkaan 
Allah dan siksaan-Nya, serta tidak mengisi waktunya dengan kebaikan seperti yang dilakukan kaum 
mukmin, sehingga memperoleh kebahagiaan yang kekal dan keridhaan Tuhan mereka. 

782 Di dunia dan di kubur. 

783 Mereka meragukannya dan menganggap sebentar sekali karena dahsyatnya azab ketika itu. 

784 Yaitu para malaikat yang menjumlahkan amal manusia. 

785 Baik kamu menjumlahkan waktunya maupun tidak. 

786 Maksudnya, mereka hendaknya mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanya sebentar saja, jika 
dibandingkan dengan menetap di neraka. Oleh sebab itu, seharusnya mereka tidak hanya mencurahkan 
perhatian kepada urusan dunia saja. 

787 Wahai manusia. 

788 Yakni sekedar main-main, untuk makan, minum, bersenang-senang dan menikmati kenikmatan dunia, 
tidak diperintah dan tidak dilarang. 

789 Yang demikian jelas bertentangan dengan hikmah (kebijaksanaan) Allah. Manusia diciptakan Allah untuk 
beribadah kepada-Nya, dibebankan perintah dan larangan agar dijaga dan setelah itu mereka akan diberi 
balasan terhadap perbuatannya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



116 . 790 Maka Mahatinggi Allah 791 , Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan yang berhak disembah 
selain Dia, Tuhan (yang memiliki) 'Arsy yang mulia 792 . 



117. Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun 
baginya tentang itu 793 , maka perhitungannya 794 hanya pada Tuhannya. Sungguh, orang-orang kafir 
itu tidak akan beruntung. 



118. Dan katakanlah (Muhammad) 795 , "Ya Tuhanku, berilah ampun 796 dan berilah rahmat 797 , 
Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik 798 ." 



790 Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan dalam tafsirnya, bahwa akhir khutbah Umar bin 'Abdul 'Aziz 
setelah Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, Beliau berkata, "Amma ba'du. Wahai manusia! 
Sesungguhnya kamu tidak diciptakan untuk main-main dan tidak ditinggalkan begitu saja. Kamu 
mempunyai tempat kembali yang di sana Allah turun untuk menetapkan hukum dan keputusan-Nya di antara 
kamu. Maka sungguh, kecewa, rugi dan celaka seorang hamba yang dikeluarkan Allah dari rahmat -Nya dan 
diharamkan mendapatkan surga-Nya yang luasnya seluas langit dan bumi. Tidakkah kamu mengetahui, 
bahwa tidak ada yang diberikan keamanan dari azab Allah kecuali orang yang berhati-hati dan takut di hari 
ini, yang menjual sesuatu yang fana dengan yang kekal, yang sedikit dengan yang banyak, dan yang menjual 
rasa takut dengan keamanan. Tidakkah kamu mengetahui, bahwa kamu adalah keturunan generasi yang telah 
binasa, dan setelahmu masih ada lagi pengganti sehingga kamu dating menghadap kepada Pewaris yang 
sebaik-baiknya? Kamu pun setiap hari mengiringi orang yang pulang pagi atau sore menghadap kepada 
Allah 'Azza wa Jalla karena telah menuntaskan umurnya dan habis ajalnya, lalu kamu menurunkannya ke 
dalam belahan bumi, yang tidak diberi tikar dan bantal, yang telah berpisah dengan para kekasih, menyatu 
dengan tanah dan akan mendatangi hisab, lagi tergadai oleh amalnya, tidak butuh kepada apa yang 
ditinggalkannya, butuh kepada amalnya. Maka bertakwalah kepada Allah wahai hamba-hamba Allah, 
sebelum selesai perjanjian-Nya dan maut datang menjemputmu." Ketika itu Umar bin 'Abdul 'Aziz 
mengambil ujung selendangnya dan menaruhnya ke muka, ia pun menangis dan menangis pula orang-orang 
yang berada di sekitarnya. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari salah seorang keluarga Sa'id bin Al 
'Aaash). 

791 Dari menciptakan kamu untuk main-main dan berbuat yang tidak layak bagi-Nya 

792 'Arsy disebut karim (mulia) karena indah dipandang dan indah bentuknya. Ia merupakan atap seluruh 
makhluk. Jika 'arsy yang begitu besar diciptakan dan diatur-Nya, maka yang di bawahnya apalagi. 

793 Bahkan dalil yang ada malah menunjukkan batilnya menyembah selain Allah, namun ia malah berpaling 
dan membangkang darinya, maka orang ini akan menghadap Allah, dan Dia akan memberikan balasan 
terhadapnya serta tidak akan menyampaikannya kepada keberuntungan sedikit pun, karena dia kafir, dan 
kekafiran menghalangi seseorang beruntung. 

794 Yakni balasannya. 

795 Seraya berdoa kepada Tuhanmu dengan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. 

796 Agar kami selamat dari semua yang tidak diinginkan. 

797 Agar dengan rahmat -Mu kami dapat mencapai semua kebaikan. 

798 Setiap yang memiliki rasa kasihan kepada seorang hamba, maka Allah lebih baik lagi daripadanya. Dia 
lebih sayang kepada hamba-Nya daripada seorang ibu terhadap anaknya dan daripada rasa sayang seseorang 
terhadap dirinya. Selesai tafsir surah Al Mu'minun dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah An Nuur (Cahaya) 

Surah ke-24. 64 ayat. Madaniyyah 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-5: Penjelasan bahwa yang menetapkan syariat adalah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, 
penjelasan hukum-hukum zina, qadzaf (menuduh) dan hukumannya. 



1. (Inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum- 
hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas 801 , agar kamu ingat 802 . 



2 . 803 Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah 804 masing-masing dari keduanya seratus 
kali 805 , dan janganlah rasa belas kasihan 806 kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) 
agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah 
(pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman. 



3. 807 Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan 
perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki 



799 Yakni karena rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. 

800 Bisa juga diartikan, "Kami tetapkan", yakni Kami tetapkan di dalamnya apa yang Kami tetapkan seperti 
masalah hudud, persaksian, dsb. 

801 Maksudnya, hukum-hukum yang jelas, perintah dan larangan dan hikmah-hikmah yang agung. 

802 Yakni ketika Kami terangkan. Pada ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan hukum- 
hukum yang telah diisyaratkan itu. 

803 Hukum ini berlaku pada pezina laki-laki dan perempuan yang belum menikah, yakni bahwa keduanya 
didera seratus kali. Sedangkan yang sudah menikah, maka As Sunnah menerangkan, bahwa hadnya adalah 
dengan dirajam. 

804 Yakni memukul kulitnya (mencambuk). 

805 Ditambah dengan diasingkan setahun berdasarkan As Sunnah. Adapun budak setengah dari hukuman itu. 

806 Atau hubungan kerabat dan persahabatan. 

807 Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada 'Amr bin Syu'aib dari bapaknya dari 
kakeknya, ia berkata, "Ada seseorang yang bernama Martsad bin Abi Martsad. la adalah seorang yang biasa 
membawa para tawanan dari Mekah dan membawanya ke Madinah. Di Mekah ada seorang wanita pelacur 
bernama 'Anaq yang menjadi temannya. la pernah berjanji akan membawa salah seorang tawanan yang 
berada di Mekah untuk dibawanya (ke Madinah). Martsad berkata, "Aku pun datang, sehingga sampai di 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 








atau dengan laki-laki musyrik ; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang 
mukmin 810 . 



salah satu bayangan dinding di antara dinding-dinding Mekah di malam yang terang bulan. 'Anaq kemudian 
datang, dia melihat hitam bayanganku dari balik dinding. Ketika ia sampai kepadaku, ia pun mengenaliku 
danberkata, "(Apakah ini) Martsad?" Aku menjawab, "Martsad." Ia berkata, "Selamat datang, bermalamlah 
dengan kami malam ini." Aku berkata, "Wahai 'Anaq, Allah mengharamkan zina." Maka 'Anaq berkata, 
"Wahai penghuni kemah! Inilah orang yang akan membawa para tawananmu." Maka aku dikejar oleh 
delapan orang, dan aku pun menempuh jalan Khandamah hingga aku sampai ke sebuah gua dan masuk ke 
dalamnya. Mereka pun datang sampai berdiri di atas kepalaku lalu buang air kecil sehingga menimpa ke 
kepalaku, namun Allah membutakan mereka sehingga tidak melihatku. Mereka pun balik dan aku kembali 
kepada kawanku dan membawanya, sedangkan dia adalah seorang yang cukup berat hingga aku sampai di 
rerumputan idzkhir, lalu aku lepas rantainya, aku pun membawanya dan ia cukup memberatkanku sehingga 
aku sampai ke Madinah. Aku pun datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, 
"Wahai Rasulullah, bolehkah aku menikahi 'Anaq. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun diam dan 
tidak menjawab apa-apa kepadaku sehingga turun ayat, "Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali 
dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah 
kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi 
orang-orang mukmin." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Wahai Martsad, Pezina laki- 
laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina 
perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik. " Maka 
janganlah engkau nikahi." (Tirmidzi berkata, "Hadits ini hasan gharib, tidak diketahui kecuali dari jalan ini. 
Hadits ini diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Jarir dan dalam sanad tersebut menurutnya ada 
orang yang mubham (tidak jelas namanya), Hakim secara singkat, Hakim berkata, "Shahih isnadnya." Dan 
didiamkan oleh Adz Dzahabi). 

808 Syaikh As Sa'diy berkata, "Ayat ini menjelaskan buruknya perbuatan zina, dan bahwa ia dapat mengotori 
kehormatan pelakunya dan kehormatan orang yang menemani dan mencampurinya tidak seperti dosa-dosa 
yang lain. Allah memberitahukan, bahwa pezina laki-laki tidak ada yang maju menerima nikahnya dari 
kalangan wanita selain wanita pezina juga yang keadaannya sama atau wanita yang menyekutukan Allah, 
tidak beriman kepada kebangkitan, dan tidak beriman kepada pembalasan, serta tidak memegang teguh 
perintah Allah. Demikian juga pezina perempuan, tidak ada yang mau menikahinya selain pezina laki-laki 
atau laki-laki musyrik." 

809 Menikahi wanita pezina, atau menikahkan puterinya dengan laki-laki pezina. 

810 Maksud ayat ini menurut Syaikh As Sa'diy adalah, "Bahwa barang siapa yang berbuat zina laki-laki atau 
wanita dan tidak bertobat daripadanya, maka orang yang maju menikahinya sedangkan Allah 
mengharamkannya, tidak lepas kemungkinan orangnya tidak berpegang teguh dengan hukum Allah dan 
Rasul-Nya, dan tidak ada yang seperti itu kecuali orang musyrik, bisa juga ia berpegang dengan hukum 
Allah dan Rasul-Nya, lalu ia memberanikan diri menikahinya padahal ia tahu orang itu sebagai pezina, maka 
pernikahan itu sesungguhnya zina, dan orang yang menikahinya adalah pezina. Kalau ia beriman kepada 
Allah dengan benat, tentu ia tidak akan maju melakukannya. Ini merupakan dalil yang tegas haramnya 
menikahi wanita pezina sampai ia bertobat dan demikian pula haramnya menikahkan (puteri kita) kepada 
laki-laki pezina sampai ia bertobat, karena hubungan suami dengan istrinya dan istri dengan suaminya 
adalah hubungan yang paling kuat dan paling sepasang. Allah Ta'ala telah berfirman, "(Kepada malaikat 
diperintahkan), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka... dst," (terj. Ash 
Shaffaat: 22) yakni teman penyerta mereka. Allah mengharamkan yang demikian karena di dalamnya 
terdapat keburukan yang besar, dan di sana menunjukkan sedikitnya rasa kecemburuan, menghubungkan 
anak-anak yang bukan berasal dari suami, dan karena pezina tidak akan menjaga istrinya karena sibuk 
dengan wanita lain, di mana sebagian ini sudah cukup menjadikannya haram. Dalam ayat ini terdapat dalil 
bahwa pezina bukanlah seorang mukmin (mutlak), sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 
"Tidaklah berzina seorang pezina sedangkan dia adalam keadaan mukmin." Pezina meskipun bukan 
musyrik, namun tidak diberikan gelar yang terpuji, yaitu iman yang mutlak." 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




4. 81 *Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik 812 (berbuat zina) dan 
mereka tidak mendatangkan empat orang saksi 813 , maka deralah mereka (yang menuduh itu) 
delapan puluh kali 814 , dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka 
itulah orang-orang yang fasik 815 . 



5. Kecuali mereka yang bertobat setelah itu 816 dan memperbaiki (amalnya) 817 , maka sungguh, Allah 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

Ayat 6-10: Hukum Li'an antara suami dan istri, dan disyariatkannya hal itu untuk 
memelihara kehormatan dan menjaga nasab. 



6. 818 Dan orang-orang yang menuduh istrinya 819 (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi- 
saksi selain diri mereka sendiri 820 , maka kesaksian 821 masing-masing orang itu ialah empat kali 
bersaksi dengan nama Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar 822 . 



811 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan begitu besarnya keburukan perkara zina sehingga 
wajib didera, dan dirajam jika sudah menikah, demikian pula tidak boleh menemaninya serta bergaul 
dengannya yang seseorang dapat terimbas oleh keburukannya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
menerangkan besarnya keburukan merusak kehormatan orang lain dengan menuduhnya berzina. 

812 Yang dimaksud wanita-wanita yang baik di sini adalah wanita-wanita yang suci, akil (berakal), balig dan 
muslimah. Tetapi jika wanita yang dituduh itu bukan muhshan, yakni kurang baik, maka cukup penuduhnya 
diberi ta'zir, demikian menurut Syaikh As Sa'diy. 

813 Yang melihat langsung perzinaan itu. 

814 Yakni dengan cambuk yang pertengahan, yang membuatnya merasakan sakit tetapi tidak membuatnya 
binasa. 

815 Karena mengerjakan dosa besar itu, di mana di dalamnya terdapat pelanggaran terhadap larangan Allah, 
merusak kehormatan saudaranya, menyebarkan isu buruk terhadapnya serta memutuskan persaudaraan yang 
telah Allah ikat serta berkeinginan agar perbuatan keji tersebar di tengah-tengah kaum mukmin. Ayat ini 
menunjukkan bahwa menuduh zina merupakan dosa yang besar. 

816 Menurut Syaikh As Sa'diy, tobat dalam hal ini adalah dengan ia mendustakan dirinya sendiri, mengakui 
bahwa ucapanya dusta, dan hal ini wajib baginya, yakni mendustakan dirinya meskipun ia merasa yakin 
terjadi perbuatan itu, karena ia tidak mendatangkan empat orang saksi. Jika penuduh itu telah bertobat dan 
memperbaiki amalnya, maka ia ganti perbuatan buruknya dengan perbuatan baik, sehingga kefasikannya pun 
hilang. Demikian pula persaksiannya akan kembali diterima menurut pendapat yang sahih, karena Allah 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengampuni dosa-dosa semuanya bagi orang yang bertobat 
dan kembali. Dideranya si penuduh ini, jika ia tidak mendatangkan empat orang saksi dan jika ia bukan 
suaminya. Apabila ia sebagai suaminya, maka berlaku hukum yang lain baginya, yaitu li'an sebagaimana 
diterangkan dalam ayat selanjutnya. 

817 Dengan inilah kefasikan mereka hilang dan persaksiannya diterima. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



818 Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Sahl bin Sa'ad, bahwa 'Uwaimir 
datang kepada 'Ashim bin 'Addiy tokoh Bani 'Ajlan, ia berkata, "Bagaimana menurutmu tentang seorang 
laki-laki yang mendapati istrinya bersama laki-laki lain, apakah ia perlu membunuhnya sehingga kamu 
membunuhnya atau bagaimana yang ia lakukan? Tanyakanlah tentang hal itu kepada Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam untukku." Maka 'Ashim mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, 
"Wahai Rasulullah," Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (tampak) tidak suka terhadap pertanyaan itu, 
maka 'Uwaimir menanyakan (hal tersebut) kepadanya ('Ashim), 'Ashim menjawab, "Sesungguhnya 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak suka pertanyaan itu dan mencelanya." 'Uwaimir berkata, 
"Demi Allah, saya tidak akan berhenti sampai saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
tentang hal itu." 'Uwaimir pun datang dan berkata, "Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendapati 
istrinya bersama laki-laki lain, apakah ia harus membunuh sehingga kamu membunuhnya atau apa yang ia 
lakukan?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Allah telah menurunkan Al Qur'an tentang 
dirimu dan istrimu." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan mereka berdua 
me lakukan li'an sesuai yang Allah sebutkan dalam kitab-Nya, lalu 'Uwaimir melakukannya. Kemudian 
'Uwaimir berkata, "Wahai Rasulullah, jika aku menahannya, maka aku sama saja telah menzaliminya," ia 
pun menalaknya, dan hal itu pun menjadi sunnah bagi orang-orang setelahnya yang melakukan li'an. 
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Lihatlah! Jika anak itu lahir dalam keadaan 
berkulit hitam dan matanya lebar dan hitam, besar bokongnya, dan berisi (gemuk) betisnya, maka aku 
mengira bahwa 'Uwaimir berkata benar tentangnya. Tetapi jika anaknya agar kemerah-merahan seperti 
(warna) waharah (binatang sejenis tokek), maka menurutku 'Uwaimir dusta. Ternyata anak itu lahir sesuai 
yang disifatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang menunjukkan kebenaran 'Uwamir, oleh 
karenanya anak itu dinasabkan kepada ibunya." 

Imam Bukhari juga meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, 
bahwa Hilal bin Umayyah pernah menuduh istrinya berbuat serong dengan Syarik bin Sahmaa' di hadapan 
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Mana buktinya, atau 
jika tidak ada maka punggungmu diberi had?" Hilal berkata, "Wahai Rasulullah, apakah apabila seseorang 
di antara kami melihat ada orang lain yang berjalan dengan istrinya butuh mendatangkan bukti?" Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam tetap berkata, "Mana buktinya, atau jika tidak ada maka punggungmu diberi 
had?" Hilal berkata, "Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, sesungguhnya aku benar-benar 
jujur. Alah tentu akan menurunkan ayat yang menghindarkan had dari punggungku." Jibril kemudian turun 
dan menurunkan kepada Beliau ayat, "Walladziiyna yarmuuna azwaajahum. . .dst. sampai in kaana minash 
shaadiqin." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pergi dan mengirimkan orang kepadanya (Hilal dan 
istrinya), maka Hilal datang, lalu bersaksi, sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
"Sesungguhnya Allah mengetahui bahwa salah seorang di antara kamu berdua ada yang berdusta, adakah 
yang mau bertobat?" Lalu istrinya bangkit dan bersaksi. Ketiika ia bersaksi pada yang kelimanya, maka 
orang-orang menghentikannya dan berkata kepadanya, bahwa ucapan itu akan menimpanya. Ibnu Abbas 
berkata, "Istrinya agak lambat dan hampir mundur sehingga kami mengira bahwa ia akan mundur, lalu ia 
berkata, "Aku tidak akan mempermalukan kaumku sepanjang hari." Maka ia melanjutkan (persaksian yang 
kelima). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Lihatlah wanita itu, jika anaknya lahir dalam keadaan 
matanya seperti bercelak, besar bokongnya dan berisi (gemuk) kedua betisnya, maka ia anak Syarik bin 
Sahma', ternyata anak itu lahir seperti itu. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kalau bukan 
karena apa yang berlaku di kitab Allah, tentu antara aku dengan wanita itu ada urusan." 

Disebutkan dalam 'Aunul Ma'bud menukil dari Fathul Bari, "Para imam berselisih tentang hal ini. Di antara 
mereka ada yang menguatkan, bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan 'Uwaimir, di antara mereka ada 
yang menguatkan, bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan Hilal, dan di antara mereka ada yang 
menggabung antara kedua hadits itu, bahwa kejadian pertama menimpa pada Hilal dan ternyata bersamaan 
dengan kedatangan 'Uwaimir, sehingga ayat tersebut turun berkenaan dengan keduanya dalam waktu yang 
sama. Imam Nawawi lebih cenderung kepadanya, dan sebelumnya Al Khathib telah mendahului, ia berkata, 
"Mungkin keduanya sama-sama datang secara bersamaan dalam waktu yang sama. Tidak ada penghalang 
dengan adanya beberapa kisah namun turunnya hanya satu. Bisa juga, bahwa ayat tersebut telah lebih dulu 
turun karena sebab Hilal. Ketika 'Uwaimir datang, sedangkan dia belum mengetahui peristiwa yang 
menimpa Hilal, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan hukumnya. Oleh karena itu, dalam 
kisah Hilal disebutkan, "Jibril pun turun.", sedangkan dalam kisah 'Uwaimir disebutkan, "Sungguh, Allah 
telah menurunkan berkenaan denganmu", Maksud, "Sungguh, Allah telah menurunkan berkenaan 
denganmu" yakni berkenaan orang-orang yang sepertimu. Inilah yang dijawab oleh Ibnu Shabbagh dalam 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



7. (Persaksian) yang kelima bahwa laknat Allah akan menimpanya, jika dia termasuk orang yang 
berdusta 823 . 



8. Istri itu terhindar dari hukuman 824 apabila dia bersaksi empat kali atas nama Allah bahwa dia 
(suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta 825 , 

9. Dan (persaksian) yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (istri) jika dia 



10. Dan sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan 
menemui kesulitan) 827 . Dan sesunguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Mahabijaksana. 

Ayat 11-18: Tuduhan dusta kepada Aisyah Ummul mukminin radhiyallahu 'anha, sikap 
sebagian kaum muslimin, penjelasan tentang buruknya qadzaf dan menyebarkan berita 

dusta. 



Asy Syaamil, dan Al Qurthubi lebih cenderung bahwa mungkinnya ayat tersebut turun dua kali. Al Haafizh 
berkata, "Kemungkinan-kemungkinan ini meskipun dipandang jauh lebih layak didahulukan daripada 
menyalahkan rawi-rawi yang hafizh." (Demikianlah perkataan Al Haafizh secara singkat). 

819 Yang merdeka, bukan budak. 

820 Persaksian suami terhadap istrinya dapat menolak had qadzaf, karena biasanya suami tidaklah berani 
menuduh istrinya yang sesungguhnya juga mengotori dirinya, kecuali apabila ia benar, dan lagi ia memiliki 
hak di sana serta karena takut dinisbatkan anak kepadanya padahal bukan anaknya, dsb. 

821 Allah sebut syahadah (kesaksian) karena ia menduduki posisi para saksi. 

822 Yaitu dengan mengatakan, "Aku bersaksi dengan nama Allah, sesungguhnya aku sungguh benar dalam 
tuduhanku kepadanya." 

823 Setelah bersaksi dengan nama Allah empat kali persaksian, bahwa dia adalah benar dalam tuduhannya 
itu. Kemudian dia bersaksi sekali lagi bahwa dia akan terkena laknat Allah jika dia berdusta. Masalah ini 
dalam fiqih dikenal dengan Li'an. Dengan cara seperti ini, si penuduh terlepas dari had qadzaf (menuduh). 
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ditegakkan had terhadap wanita itu karena li'an dari suaminya dan 
si wanita mundur dari persaksiannya atau cukup dipenjarakan? Dalam masalah ini ada dua pendapat ulama, 
namun yang ditunjukkan oleh dalil adalah bahwa kepada wanita itu ditegakkan had (jika mundur) 
berdasarkan ayat 8. 

824 Yaitu had zina yang awalnya tetap berdasarkan persaksian suaminya. 

825 Istri dihindarkan dari had karena persaksian suaminya dilawan dengan persaksiannya yang sama kuat. 

826 Apabila li'an telah sempurna, maka suami-istri itu dipisahkan untuk selamanya. 

827 Jawab dari syarat (seandainya) menurut Syaikh As Sa'diy adalah, "Tentu akan menimpa kepada salah 
seorang yang berdusta di antara dua orang yang melakukan li'an doa buruk terhadapnya, dan di antara 
rahmat dan karunia-Nya adalah berlakunya hukum yang khusus terkait dengan suami-istri ini karena sangat 
diperlukan sekali, demikian pula Dia menerangkan betapa buruknya perbuatan zina, dan menuduh orang lain 
berzina, dan Dia pun mensyariatkan tobat dari dosa besar ini, dan dosa besar lainnya." 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



11. 828 Sesungguhnya orang yang membawa berita bohong itu 829 adalah dari golongan kamu juga 830 . 
Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu babkan itu baik bagi kamu 831 . Setiap orang dari 



828 Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata, 
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila keluar bepergian, melakukan undian di antara istri-istrinya, 
siapa di antara mereka yang keluar bagiannya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akan pergi 
bersamanya. 'Aisyah berkata, "Maka Beliau melakukan undian di antara kami dalam suatu perang yang 
dilakukannya, ternyata bagianku yang keluar, maka aku keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam setelah turun ayat hijab. Aku pun dibawa dalam sekedupku dan ditempatkan di situ. Kami pun 
berangkat, sehingga ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah selesai dari perang itu dan kembali 
pulang serta telah dekat ke Madinah, (saat itu Beliau telah singgah dan beristirahat pada sebagian malam) 
maka Beliau memberitahukan untuk melanjutkan perjalanan di malam itu. Ketika orang-orang saling 
memberitahukan keberangkatan, maka aku pun berdiri dan berjalan kaki melewati pasukan (untuk 
memenuhi urusannya). Setelah aku menyelesaikan urusanku, maka aku mendatangi tempatku, ternyata 
kalungku yang tersusun dari manik (berasal dari) Zhafar (daerah di Yaman) terlepas. Aku pun mencari 
kalung itu, pencarianku terhadapnya membuatku tertahan (tidak kembali), kemudian datanglah beberapa 
orang yang biasa mengangkut(sekedup)ku, lalu mereka mengangkut sekedupku dan menaruhnya di atas unta 
yang aku naiki, sedang mereka mengira bahwa aku sudah berada di dalamnya, dan biasanya kaum wanita 
agak ringan dan tidak banyak dagingnya (kurus), mereka biasa memakan sedikit makanan. Oleh karena itu, 
beberapa orang itu tidak merasakan apa-apa ketika sekedupnya ringan saat mereka angkut, dan lagi aku 
seorang wanita yang masih belia. Mereka pun membangkitkan unta-unta (yang beristirahat) dan berangkat, 
dan aku menemukan kalungku itu setelah mereka semua pergi. Aku datangi tempat mereka, ternyata tidak 
ada yang memanggil maupun memenuhi panggilan, aku pun pergi menuju tempat di mana sebelumnya aku 
berada, dan aku mengira bahwa mereka akan mencariku kemudian kembali kepadaku. Ketika aku duduk di 
tempatku, mataku tidak tahan sehingga aku tertidur. Ketika itu, Shafwan bin Al Mu'aththal As Sulami Adz 
Dzakwaniy berada di belakang pasukan, ia berjalan di akhir malam (setelah tertidur), ketika tiba waktu 
Subuh ia telah sampai di tempatku, ia pun melihat bayang-bayang hitam seorang manusia yang sedang tidur, 
ia pun mendatangiku dan mengenaliku ketika melihatku, dan ia melihatku sebelum turun ayat hijab. Aku pun 
bangun karena mendengar istirja'nya (ucapan innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun) saat ia mengenaliku, 
aku pun menutupi wajahku dengan jilbabku. Demi Allah, ia tidak berbicara satu kata pun kepadaku dan aku 
tidak mendengar kata-katanya selain istirja'nya, ia pun menundukkan untanya dan menginjak kedua kaki 
depan untanya, maka aku pun naik, dan ia pun berangkat menuntunku sampai kami menemui pasukan 
setelah mereka singgah di saat sinar matahari sangat panas di siang bolong. Ketika itu binasa orang yang 
binasa, dan orang yang mengambil bagian besar dalam kedustaan adalah Abdullah bin Ubay bin Salul. Kami 
pun tiba di Madinah, dan aku merasakan sakit selama sebulan sejak aku tiba (di Madinah), sedangkan orang- 
orang sibuk membicarakan berita dusta yang dibawa oleh yang membawanya, aku tidak menyadari sedikit 
pun tentang hal itu dan ia membuatku bimbang di tengah sakitku. Aku pun tidak melihat lagi kelembutan 
dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang biasa aku lihat ketika aku sakit. Beliau hanya masuk, 
memberi salam dan berkata, "Bagaimana keadaan dirimu?" Lalu Beliau pergi, itulah yang membuatku 
gelisah dan aku tidak menyadari keburukan (yang terjadi) sehingga aku keluar setelah agak sembuh, lalu 
Ummu Misthah mengantarkan aku menuju area tinggi (di luar Madinah) yang menjadi tempat buang air 
kami dan kami biasa tidak keluar kecuali di malam hari dan begitulah seterusnya, dan hal itu sebelum kami 
membuat jamban di dekat rumah-rumah kami, dan kebiasaan kami seperti kebiasaan kaum Arab terdahulu 
dalam buang air, yaitu pergi jauh dari rumah. Kami merasa terganggu ketika memuat jamban di dekat 
rumah, maka aku berangkat dengan Ummu Misthah, yaitu putri Abu Ruhm bin 'Abdi Manaf, sedangkan 
ibunya putri Shakhr bin 'Amir bibi (dari pihak ibu) Abu Bakar Ash Shiddiq, sedangkan anaknya adalah 
Misthah bin Utsaatsah, maka aku dan Ummu Misthah kembali ke rumahku dan kami telah menyelesaikan 
urusan kami, lalu Ummu Misthah tersandung kainnya dan berkata, "Celaka Misthah," aku pun berkata 
kepadanya, "Buruk sekali apa yang engkau ucapkan, apakah engkau memaki seseorang yang menghadiri 
perang Badar?" Ummu Misthah berkata, "Wahai wanita yang tidak sadar, tidakkah kamu mendengar 
ucapannya?" Aku berkata, "Apa yang ia ucapkan?" Maka Ummu Misthah memberitahukan ucapan orang- 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



orang yang berdusta, maka bertambah sakitah aku. Ketika aku pulang ke rumah dan menemui Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau mengucapkan salam dan berkata, "Bagaimana keadaan dirimu?" Aku 
berkata, "Aku meminta izin untuk mendatangi ibu bapakku." Aisyah berkata, "Ketika itu, aku ingin 
memastikan beritanya dari keduanya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengizinkanku, lalu aku 
datang kepada ibu bapakku, aku pun berkata kepada ibuku, "Wahai ibu, apa yang sedang dibicarakan orang- 
orang?" Ibunya menjawab, "Wahai anakku, tenangkan dirimu. Demi Allah, hampir tidak ada satu pun 
wanita cantik yang berada pada seseorang yang mencintainya dan ia memiliki banyak saningan wanita, 
kecuali mereka akan mencacatkannya." Aisyah berkata, "Subhaanallah, apakah orang-orang membicarakan 
seperti ini?" Aku pun menangis pada malam itu sampai pagi hari dan air mata tidak henti-hentinya 
mengucur, aku bergadang sampai pagi hari sambil menangis, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
memanggil 'Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid ketika wahyu terlambat turun, Beliau bermusyawarah 
dengan keduanya apakah perlu menceraikan istrinya. Adapun Usamah bin Zaid mennyerahkan kepada 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena Beliau yang mengetahui kebersihan keluarganya dan yang 
mengetahui sejauh mana rasa cinta Beliau kepada mereka. Usamah berkata, "Wahai Rasulullah, (tahanlah) 
keluargamu, kami tidak mengetahui tentangnya selain kebaikan." Sedangkan Ali bin Abi Thalib berkata, 
"Wahai Rasulullah, Allah tidak mempersempit engkau, wanita selainnya cukup banyak, jika engkau 
bertanya kepada wanita budak (milik Aisyah) tentu dia akan berkata benar terhadapmu." Maka Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil Barirah dan bersabda, "Wahai Barirah, adakah engkau melihat 
sesuatu yang meragukanmu?" Barirah menjawab, "Tidak demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, 
aku tidak melihat padanya sesuatu (yang engkau tanyakan) yang dapat membuatku mencelanya selain karena 
dia masih belia yang terkadang tidur karena (menjaga) adonan keluarganya, lalu kambing datang dan 
memakannya (adonan itu)." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit dan ketika itu Beliau 
meminta orang yang mau membelanya terhadap Abdullah bin Ubay bin Salul. Aisyah berkata, "Lalu 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda di atas mimbar, "Wahai kaum muslimin! Siapa yang mau 
membelaku dari orang yang gangguannya sampai mengena kepada keluargaku? Demi Allah, aku tidak 
mengetahui tentang keluargaku selain kebaikan. Sungguh, orang-orang telah menyebutkan seorang laki-laki 
yang tidak aku ketahui selain kebaikan, dan ia tidaklah menemui keluargaku kecuali bersamaku." Lalu Sa'ad 
bin Mu'adz Al Anshariy bangkit dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya siap membelamu darinya. Jika ia 
termasuk suku Aus, maka aku akan menebas lehernya, dan jika ia termasuk saudara kami dari suku Khazraj, 
engkau tinggal menyuruh kami, maka kami akan melaksanakan perintahmu." Lalu Sa'ad bin 'Ubadah 
bangkit, sedangkan ia adalah tokoh Khazraj, dan sebelumnya ia adalah seorang yang saleh, akan tetapi 
kemarahannya bangkit, ia pun berkata kepada Sa'ad, "Demi Allah, engkau dusta. Jangan engkau bunuh dia 
dan engkau tidak akan sanggup membunuhnya." Lalu Usaid bin Hudhair bangkit, sedang dia adalah putra 
paman Sa'ad bin Mu'adz, lalu ia berkata kepada Sa'ad bin 'Ubadah, "Demi Allah, engkau berdusta, kami 
akan membunuhnya. Engkau adalah munafik dan membela kaum munafik, maka bangkitlah kedua suku; 
Aus dan Khazraj sampai mereka ingin berperang. Sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri 
di atas mimbar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa berusaha mendiamkan mereka sehingga 
mereka pun diam, dan Beliau pun diam." Aisyah berkata, "Maka aku menangis pada hari itu tanpa berhenti 
dan tidak tidur malam." Lalu kedua ibu-bapakku mendekatiku, sedangkan aku telah menangis selama dua 
malam dan satu hari, aku tidak tidur malam dan air mataku tidak berhenti menangis. Keduanya mengira 
bahwa tangisan itu membuka isi hatiku. Ketika keduanya duduk di dekatku, sedangkan aku dalam keadaan 
menangis, maka ada seorang wanita Anshar yang meminta izin menemuiku, maka aku mengizinkannya, ia 
pun menangis bersamaku. Ketika kami seperti itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemui 
kami kemudian Beliau duduk, dan sebelumnya Beliau tidak pernah duduk di dekatku sejak diberitakan ini 
dan itu, dan sudah berlangsung sebulan tidak turun wahyu kepada Beliau berkenaan dengan aku. Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersyahadat ketika telah duduk dan berkata, "Amma ba'du, wahai 
Aisyah, telah sampai berita kepadaku tentang kamu begini dan begitu. Jika engkau tidak bersalah, maka 
Allah akan membersihkan dirimu, dan jika engkau terjatuh melakukan dosa, maka mintalah ampunan kepada 
Allah dan bertobatlah kepada-Nya, karena seorang hamba apabila mengakui dosanya kemudian bertobat 
kepada Allah, maka Allah akan menerima tobatnya." Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selesai 
mengucapkan kata-katanya, berhentilah air mataku sehingga aku tidak merasakan satu tetes pun darinya. " 
Aku pun berkata kepada bapakku, "Jawablah perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam," Dia 
(bapakku) berkata, "Demi Allah, aku tidak mengetahui apa yang harus aku ucapkan kepada Rasulullah." 
Aku pun berkata kepada ibuku, "Jawablah (perkataan) Rasulullah." Ia (ibuku) berkata, "Aku tidak tahu apa 
yang harus aku ucapkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Aku pun berkata, "Aku adalah 
seorang wanita yang masih belia, aku memang tidak banyak membaca Al Qur'an. Sesungguhnya aku, demi 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya . Dan barang siapa di antara mereka 
yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya) 833 , dia mendapat azab yang besar 
(pula). 



Allah, telah mengetahui bahwa engkau telah mendengar berita itu lalu berita itu menetap di hatimu dan 
kamu membenarkannya. Jika aku katakan, bahwa aku bersih daripadanya, dan Allah mengetahui bahwa 
diriku bersih, tentu engkau tidak akan membenarkan aku, dan jika aku mengaku terhadap suatu urusan yang 
Allah mengetahui bahwa aku bersih darinya, tentu engkau akan membenarkan aku. Demi Allah, aku tidak 
mendapatkan perumpamaan untuk kamu selain perkataan bapak Yusuf, yaitu "Kesabaran yang baik (itulah 
sikapku), dan kepada Allah-lah diminta terhadap apa yang kamu sifatkan." Kemudian aku pindah dan tidur 
di kasurku. Ketika itu, aku mengetahui bahwa diriku bersih dan Allah akan membersihkan aku, akan tetapi 
demi Allah, aku tidak mengira bahwa Allah akan menurunkan wahyu tentang aku yang kemudian dibaca dan 
aku merasa sangat kecil jika sampai dibicarakan Allah dalam wahyu yang dibaca, akan tetapi aku berharap 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermimpi dalam tidurnya, bahwa Allah membersihkan aku 
daripadanya. Demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak meninggalkan (tempatnya) dan tidak 
ada salah seorang dari ahlul bait yang keluar sampai diturunkan wahyu kepada Beliau, maka Beliau tampak 
keberatan (karena wahyu yang turun) sampai menetes keringat seperti mutiara padahal hari sangat dingin 
karena beratnya wahyu yang turun kepada Beliau. Setelah lenyap kesusahan itu dari Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam, maka Beliau tertawa, dan kalimat yang pertama Beliau ucapkan kepada Aisyah 
radhiyallahu 'anha adalah, "Allah telah membersihkan kamu." Lalu ibuku berkata, "Bangunlah kepadanya." 
Aku pun berkata, "Tidak. Demi Allah, aku tidak akan bangun kepadanya dan tidak akan memuji selain Allah 
'Azza wa Jalla." Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat, " Sesungguhnya orang yang membawa berita 
bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu mengir... dst. Sampai sepuluh ayat. Setelah 
Allah menurunkan tentang bersihnya aku, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu yang biasanya 
menafkahi Misthah bin Utsatsah karena hubungan kerabat dengannya dan karena fakirnya, berkata, "Demi 
Allah, saya tidak akan menafkahi Misthah lagi selamanya setelah ucapannya terhadap Aisyah," maka Allah 
menurunkan ayat, "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu 
bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang 
miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang 
dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi 
Maha Penyayang. " (Terj. An Nuur: 22) Abu Bakar berkata, "Benar demi Allah, sesungguhnya aku ingin 
Allah mengampuniku." Maka ia menafkahi Misthah lagi yang sebelumnya ia nafkahi, ia juga berkata, "Demi 
Allah, aku tidak akan menarik nafkah itu darinya selamanya." Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, 
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada Zainab binti Jahsy tentang masalahku, "Wahai 
Zainab, apa yang engkau ketahui atau apa pendapatmu?" la menjawab, "Wahai Rasulullah, aku menjaga 
pendengaran dan penglihatanku. Aku tidak mengetahui selain kebaikan." Aisyah berkata, "Padahal dia 
antara istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersaing denganku, maka Allah menjaganya dengan 
kewara'an, sedangkan saudarinya Hamnah hendak membelanya (dengan merendahkan Aisyah), dan ia 
termasuk orang yang binasa di antara para pemikul berita dusta." (HR. Bukhari) 

829 Berita bohong ini tertuju kepada istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Aisyah radhiyallahu 'anha 
Ummul Mu'minin, setelah perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya'ban 5 H. 

830 Yakni golongan yang menisbatkan diri kepadamu, di antara mereka ada yang mukmin namun tertipu oleh 
buaian kaum munafik, dan di antara mereka ada orang-orang munafik. 

831 Karena di dalamnya terdapat pembersihan diri ummul mukminin (Aisyah radhiyallahu 'anha) dan 
kesuciannya, disebut tinggi namanya, sampai pujian itu mengena pula kepada semua ummahatul mukminin 
(istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain selain Aisyah), dan di dalamnya juga terdapat 
penjelasan terhadap ayat-ayat yang dibutuhkan manusia, dan senantiasa diberlakukan sampai hari kiamat. 
Semuanya terdapat kebaikan yang besar, kalau tidak ada peristiwa itu, tentu tidak ada beberapa kebaikan ini. 

832 Ini merupakan ancaman untuk mereka yang membawa kebohongan, bahwa mereka akan disiksa sesuai 
ucapannya, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun menegakkan had terhadap mereka. 

833 Yang mengambil bagian terbesar dalam kebohongan adalah Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafik. 
Dialah yang pertama membicarakan berita dusta dan yang menyebarkannya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




12. Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka 
sendiri 836 ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata 837 , "Ini adalah suatu berita bohong 
yang nyata." 



13. Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat orang saksi 838 ? Oleh 
karena mereka tidak membawa saksi-saksi, maka mereka itu dalam pandangan Allah orang-orang 
yang berdusta 839 . 



14. Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, 
niscaya kamu ditimpa azab yang besar 840 , disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita 
bohong itu). 



15. (Ingatlah) ketika kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan 
dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun 841 , dan kamu menganggapnya remeh 842 , 
padahal dalam pandangan Allah itu soal besar. 



834 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengarahkan hamba-hamba-Nya ketika mendengar berita 
seperti itu. 

835 Yakni bersihnya orang yang dituduhkan itu, yaitu 'Aisyah radhiyallahu 'anha, dan lagi keimanan yang 
ada dalam diri mereka menolak berita dusta yang disampaikan itu. 

836 Maksudnya, masing-masing bersangka baik terhadap yang lain. Disebut "terhadap diri mereka sendiri" 
karena celaan yang ditujukan sebagian mereka kepada yang lain sama saja mencela diri mereka sendiri, 
karena kaum mukmin seperti sebuah jasad, dan antara mukmin yang satu dengan yang lain seperti sebuah 
bangunan, yang satu sama lain saling menguatkan. Oleh karena itu, hendaknya seseorang tidak mencela 
mukmin yang lain, karena yang demikian sama saja mencela dirinya sendiri, dan jika seseorang tidak 
bersikap seperti ini, maka yang demikian menunjukkan imannya lemah dan tidak memiliki sikap nasihah 
(tulus) terhadap kaum muslimin. 

837 Ketika mereka mendengar kata-kata itu. 

838 Yang adil lagi diridhai. 

839 Meskipun mereka yakin bahwa diri mereka benar, namun di sisi Allah mereka berdusta, karena Allah 
mengharamkan berbicara tentang itu tanpa menyertakan empat orang saksi yang menyaksikannya dengan 
mata kepala mereka. Allah tidak mengatakan, "maka mereka itu orang-orang yang berdusta" tetapi 
mengatakan, "maka mereka itu dalam pandangan Allah orang-orang yang berdusta" hal ini karena 
besarnya kehormatan seorang muslim, di mana tidak boleh asal menuduhnya tanpa ukuran persaksian yang 
dianggap benar, yaitu empat orang saksi. 

840 Yakni karena kamu sudah berhak menerimanya. Akan tetapi, karena karunia Allah dan rahmat-Nya 
kepada kamu, Dia mensyariatkan kepadamu tobat dan menjadikan hukuman sebagai penebus dosa. 

841 Keduanya adalah perkara haram; yaitu membicarakan sesuatu yang batil dan berbicara tanpa ilmu. 

842 Yakni tidak ada dosa di sana. Ulama menjelaskan, bahwa dosa kecil bisa menjadi besar apabila 
dilakukan terus-menerus, meremehkannya, bangga dalam mengerjakannya atau pun terang- 
terangan melakukannya. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




16. Dan mengapa kamu tidak berkata, ketika mendengarnya, "Tidak pantas bagi kita membicarakan 
ini. Mahasuci Engkau 843 , ini adalah kebohongan yang besar." 



17. Allah menasehati kamu 844 agar (jangan) kembali mengulangi seperti itu 845 selama-lamanya, jika 
kamu orang beriman 846 . 



18. Dan Allah menjelaskan ayat-ayat-(Nya) kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi 
Mahabij aksana 849 . 

Ayat 19-22: Penjelasan akibat orang yang suka menyebarkan perkara keji di tengah-tengah 
kaum muslimin, dan peringatan agar tidak mengikuti langkah-langkah setan. 



19. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) 
tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih 850 di dunia 851 dan 
di akhirat 852 . Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui . 



843 Kalimat tasbih disunahkan diucapkan ketika keheranan (takjub). Maksud kalimat, "Mahasuci Engkau (ya 
Allah)," di sini adalah menyucikan Allah dari semua keburukan dan dari memberikan bala' kepada hamba- 
hamba pilihan-Nya dengan menjadikan mereka mengerjakan perkara-perkara keji. 

844 Sebaik-baik nasehat adalah nasehat Allah, oleh karena itu kita wajib menerima dan tunduk serta 
bersyukur kepada-Nya. 

845 Yaitu menuduh orang mukmin berbuat keji. 

846 Ayat ini menunjukkan, bahwa iman yang benar akan menghalangi pemiliknya dari mengerjakan 
perbuatan haram. 

847 Yang mengandung hukum-hukum, nasehat, larangan, targhib dan tarhib, dsb. 

848 Tentang apa yang perlu diperintahkan kepadamu dan tentang apa yang perlu dilarang kepadamu. 

849 Dalam perintah dan larangan itu. Dia menerangkan hikmah dari perintah dengan menerangkan kebaikan 
yang ada di dalamnya, dan menerangkan hikmah dari larangan itu dengan menerangkan keburukan yang 
menghendaki untuk ditinggalkan. 

850 Baik bagi hati maupun badan. Yang demikian karena sifat ghisy (keinginan merugikan) saudaranya kaum 
muslimin, ingin keburukan menimpa mereka, dan berani menodai kehormatan mereka. Jika ancaman ini 
disebabkan karena keinginan agar perkara keji tersebar di tengah-tengah kaum mukmin, lalu bagaimana jika 
ditampakkan dan dipindahkan ke tengah-tengah kaum muslimin? Ini semua termasuk rahmat Allah kepada 
hamba-hamba-Nya kaum mukmin dan untuk menjaga kehormatan mereka, sebagaimana Dia telah menjaga 
darah dan harta mereka, dan memerintahkan mereka sesuatu yang dapat membuat mereka tetap bersatu dan 
agar mereka saling mencintai kebaikan didapatkan oleh saudaranya. 

851 Dengan mendapatkan had qadzaf. 

852 Dengan mendapat neraka. 

853 Oleh karena itulah, Dia mengajarkan kamu dan menerangkan kepada kamu apa yang tidak kamu ketahui. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



20. Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu 854 (niscaya kamu akan 
ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang. 

r s ^ & 

21. 855 Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan 856 . 
Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh 
mengerjakan perbuatan yang keji 857 dan mungkar 858 . Kalau bukan karena karunia Allah dan 
rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan 
mungkar itu) selama-lamanya 859 , tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki 860 . Dan 
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 



854 Yang meliputi kamu dari berbagai sisi. 

855 Setelah Allah melarang perkara dosa itu secara khusus, maka Dia melarang dosa-dosa yang lain secara 
umum. 

856 Termasuk langkah-langkah setan adalah semua maksiat, baik yang terkait dengan hati, lisan maupun 
anggota badan. 

857 Perbuatan keji adalah perbuatan yang dipandang keji oleh akal dan semua syariat, berupa dosa-dosa 
besar. 

858 Mungkar adalah perbuatan yang diingkari oleh akal dan syariat. Maksiat yang merupakan langkah- 
langkah setan tidak lepas dari perkara keji dan mungkar, maka Allah melarang hamba-hamba-Nya dari yang 
demikian sebagai nikmat-Nya kepada mereka agar mereka bersyukur dan mengingat-Nya, karena dengan 
menjauhinya dapat membuat diri mereka bersih dari kotoran dan noda yang mengotori dirinya. Termasuk 
ihsan-Nya adalah Dia melarang mereka dari perbuatan itu sebagaimana Dia melarang memakan racun yang 
dapat membunuhnya, dsb. 

859 Ya, kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya tentu tidak ada seorang pun yang dapat bersih dari 
perbuatan keji dan munkar, karena setan dan tentaranya mengajak manusia kepadanya dan menghiasnya 
serta berusaha semaksimal mungkin agar manusia jatuh ke dalamnya, hawa nafsu manusia juga cenderung 
kepadanya, dan kekurangan menguasai manusia dari berbagai sisi, sedangkan imannya tidak kuat. Oleh 
karena itu, jika tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya, tentu tidak seorang pun yang dapat bersih dari 
perkara keji dan mungkar serta dapat berbuat kebaikan. Oleh karena itu, di antara doa Nabi shallallahu 'alaihi 
wa sallam adalah: 

^3 °a* ^ £Oj Wjfi ^ ^ t r*w $ fy^j J*30 u^'j jP&O ^ Jl ^ » 

. « 14I L>&£4 Si oji-i Si ^ Si lJis £&, Si (JU 2x> zjA J\ jl4ui i*Si^j ^ 

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kebakhilan dan 
kepikunan serta azab kubur. Ya Allah, berikanlah kepada diriku ketakwaannya, bersihkanlah dia, 
sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang membersihkannya. Engkau Pelindung dan Penguasanya. Ya Allah, 
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari 
jiwa yang tidak puas dan dari doa yang tidak diijabah." (HR. Muslim) 

860 Ada yang menafsirkan, "Dengan menerima tobatnya." 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



C§l J J-*^" ^'j 0' 0 Jr^" Sfl Ij^t-fl-^alij I J^jj 

22. 861 Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu 
bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya) 862 , orang-orang 
miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan 
berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. 

Ayat 23-26: Perintah agar tidak bersumpah untuk meninggalkan perbuatan yang baik, 
bersihnya wanita salihah, dan bahwa balasan disesuaikan dengan ukuran amalan. 



23 . 863 Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik-baik, yang lengah 864 lagi 
beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat 865 , dan mereka akan 
mendapat azab yang besar 866 , 

(c2| Oj-L*-*^ L*-J ^-^L-jlj ^^jIj ^ gTuJI (i-p^ fji 

24. Pada hari 867 , (ketika) lidah, tangan dan kaki 868 mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa 
yang dahulu mereka kerjakan. 

25. Pada hari itu, Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka 869 , dan mereka 



Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu bahwa dia tidak akan memberikan 
apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri 
Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang Beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh memaafkan 
dan berlapang dada terhadap mereka setelah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu. 

862 Dalam ayat ini terdapat dalil menafkahi kerabat, dan bahwa menafkahi dan berbuat ihsan kepada mereka 
tidaklah ditinggalkan karena maksiat seseorang, dan terdapat anjuran memaafkan dan berlapang dada. 

863 Selanjutnya Allah menyebutkan ancaman kepada mereka yang menuduh wanita mukminah yang baik 
melakukan zina. 

864 Yang dimaksud dengan wanita-wanita yang lengah ialah wanita-wanita yang tidak teringat meskipun 
sekali melakukan perbuatan yang keji itu. Hal ini menunjukkan kebersihan dirinya. 

865 Adanya laknat terhadap suatu perbuatan menunjukkan bahwa perbuatan itu dosa besar. 

866 Di samping laknat di dunia dan akhirat. 

867 Yaitu hari kiamat. 

868 Anggota badan ini akan dijadikan dapat berbicara oleh Allah 'Azza wa Jalla. 

869 Mereka mendapatkan balasannya secara sempurna yang merupakan keadilan Allah. 

870 Sifat-sifat-Nya yang agung adalah benar, perbuatan-Nya benar, beribadah hanya kepada-Nya adalah 
benar, pertemuan dengan-Nya adalah benar, janji dan ancaman-Nya dalah benar, syari'at-Nya adalah benar, 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




26. Perempuan-perempuan yang keji 871 untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk 
perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki- 
laki yang baik 872 , dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka 
itu 873 bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan 874 dan rezeki yang 
mulia (surga) 875 . 

Ay at 27-31: Beberapa adab yang dapat menjaga jiwa, kehormatan, memelihara keluarga dan 
masyarakat seperti adab meminta izin, kehormatan rumah, hijab, menjaga pandangan dan 

lain-lain. 



27. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu 
sebelum meminta izin 876 dan memberi salam kepada penghuninya 877 . Yang demikian itu lebih baik 
bagimu 878 , agar kamu (selalu) ingat. 



balasan-Nya adalah benar. Oleh karena itu, tidak ada satu pun kebenaran kecuali pada Allah dan berasal dari 
Allah. 

871 Demikian pula ucapan dan perbuatan yang keji. 

872 Oleh karena itulah, manusia-manusia mulia seperti para nabi dan rasul tidak ada yang menjadi 
pendamping hidupnya kecuali wanita-wanita yang baik, dan bahwa mencela istrinya sama saja mencela Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam. Inilah maksud kaum munafik, mereka cela istrinya, agar Nabi shallallahu 
'alaihi wa sallam terkena celaan pula, padahal dengan keadaannya sebagai istri Nabi shallallahu 'alaihi wa 
sallam sudah dapat diketahui kesuciannya. 

873 Seperti 'Aisyah radhiyallahu 'anha dan termasuk pula wanita mukminah yang baik lagi lengah. 

874 Yang menghapuskan semua dosa. 

875 Ayat ini menunjukkan kesucian 'Aisyah radhiyallahu 'anhu. Rasulullah adalah orang yang paling baik, 
maka sudah pasti wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau. 

876 Karena jika tidak meminta izin terdapat banyak mafsadat, di antaranya dapat melihat aurat yang ada 
dalam rumah, karena rumah merupakan aurat bagi seseorang seperti halnya pakaian yang menjadi penutup 
bagi auratnya. Di samping itu, tanpa meminta izin dapat menimbulkan keraguan, tuduhan buruk terhadapnya 
sebagai pencuri misalnya, dsb. Hal itu, karena masuk secara diam-diam menunjukka keburukan. Allah sebut 
meminta izin dengan isti'nas, karena dengan meminta izin, maka akan membuat nyaman penghuni rumah 
setelah merasakan ketidaknyamanan. 

877 Yaitu dengan mengucapkan, "As Salaamu 'alaikum, bolehkah saya masuk?" 

878 Daripada masuk tanpa meminta izin, karena yang demikian menunjukkan akhlak yang mulia. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



28. Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya , maka janganlah kamu masuk 
sebelum kamu mendapat izin 880 . Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembalilah 881 !" Maka hendaklah 
kamu kembali 882 . itu lebih suci bagimu 883 , dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan 884 . 



29. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni 885 , yang di dalamnya ada 
kepentingan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan 886 . 



30. Katakanlah kepada laki-laki yang beriman 887 , "Agar mereka menjaga pandangannya 888 , dan 
memelihara kemaluannya 889 ; yang demikian itu 890 lebih suci bagi mereka 891 . Sungguh, Allah Maha 
Mengetahui apa yang mereka perbuat 892 ." 



879 Yang memberi izin kepadamu untuk masuk. 

880 Hal ini menunjukkan haramnya masuk tanpa meminta izin pada rumah yang berpenghuni. 

881 Setelah meminta izin. 

882 Yakni janganlah kamu enggan untuk kembali dan jangan pula marah karenanya, karena pemilik rumah 
tidak menghalangi hak kamu yang wajib dipenuhi, ia hanya bertabarru' (memberikan kesediaan), jika dia 
menghendaki, dia bisa mengizinkan dan jika tidak, maka dia boleh tidak mengizinkan. Oleh karena itu, 
janganlah kamu malah merasa sombong dengan menolak untuk kembali. Sa'id bin Jubair berkata tentang 
ayat tersebut, "Janganlah kamu berdiri (terus) di depan pintu manusia." 

883 Yakni lebih menyucikan kamu dari keburukan dan membina kamu di atas kebaikan. 

884 Oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan kepada kamu. 

885 Seperti rumah-rumah (pos-pos) penjagaan, rumah yang disewakan, rumah-rumah untuk tamu, dan rumah- 
rumah ibnussabil. 

886 Seperti keinginan untuk masuk ke rumah tidak berpenghuni karena tujuan baik atau mubah. Allah 
mengetahui semua keadaan kita, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, oleh karenanya Dia 
mensyariatkan kepada kita semua yang kita butuhkan berupa hukum-hukum syar'i. 

887 Yakni bimbinglah orang-orang yang beriman, dan katakanlah kepada mereka yang memiliki iman agar 
iman mereka terpelihara dan sempurna. 

888 Dari melihat yang haram dilihat, seperti memandang wanita-wanita asing, memandang sesuatu yang 
dikhawatirkan timbul fitnah dan memandang perhiasan dunia yang dapat menggoda hatinya. 

889 Dari yang haram, seperti zina. 

890 Yani menjaga pandangan dan kemaluannya. 

891 Syaikh As Sa'diy berkata, "(Yakni) lebih suci, lebih baik dan lebih mengembangkan amal mereka, karena 
barang siapa yang menjaga kemaluan dan pandangannya, maka ia akan bersih dari kotoran yang menodai 
para pelaku perbuatan keji, dan amalnya pun akan bersih disebabkan meninggalkan hal yang haram yang 
diiinginkan hawa nafsu dan didorong olehnya. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka 
Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya. Oleh karena itu, barang siapa yang menundukkan 
pandangannya dari yang haram, maka Allah akan menyinari bashirahnya (mata hatinya), dan lagi karena 
seorang hamba apabila menjaga kemaluan dan pandangannya dari yang haram serta pengantarnya meskipun 
ada dorongan syahwat kepadanya, maka tentu ia dapat menjaga yang lain. Oleh karena itulah Allah sebut 
sebagai penjagaan. Sesuatu yang dijaga jika penjaganya tidak berusaha mengawasi dan memeliharanya dan 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



l$L 'jfe, & Sf] crJ^J % oi^/j cM^5 o*jh^\ Cr^^ S^?i^i J*J 

is 



4jI 

31. 893 Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, "Agar mereka menjaga pandangannya 894 , 
dan memelihara kemaluannya 895 , dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) 896 , kecuali 
yang (biasa) terlihat 897 . Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya 898 , dan 
janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) 899 , kecuali kepada suami mereka, atau ayah 
mereka, atau ayah suami mereka 900 , atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka 901 , atau 

tidak melakukan sebab yang dapat membuatnya terjaga, maka sesuatu itu tidak akan terjaga. Demikian pula 
pandangan dan kemaluan, jika seorang hamba tidak berusaha menjaga keduanya, maka keduanya dapat 
menjatuhkannya ke dalam cobaan dan ujian. Perhatikanlah bagaimana Allah memerintahkan menjaga 
kemaluan secara mutlak, karena ia tidak diperbolehkan dalam salah satu di antara sekian keadaan, adapun 
pandangan, Dia berfirman, "Yaghuddhuu min abshaarihim (Agar mereka menundukkan pandangan)." 
Menggunakan huruf "min" yang menunjukkan sebagian, karena dibolehkan memandang dalam sebagian 
keadaan karena dibutuhkan, seperti melihatnya saksi, melihatnya pelaku, melihatnya seorang pelamar, dsb. 
Selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan kepada mereka pengetahuan-Nya terhadap amal 
mereka agar mereka berusaha menjaga diri mereka dari hal-hal yang diharamkan." 

892 Oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan terhadapnya. 

893 Setelah Allah memerintahkan kaum mukmin menjaga pandangan dan kemaluan, maka Dia 
memerintahkan kaum mukminat menjaga pula pandangan dan kemaluannya. 

894 Dari yang haram dilihat, seperti memandang laki-laki dengan syahwat. 

895 Dari yang haram. 

896 Menurut Syaikh As Sa'diy, seperti pakaian yang indah, perhiasan dan semua badan. 

897 Ulama memiliki beberapa penafsiran tentang ayat "kecuali yang (biasa) terlihat", sbb: 

Ada yang menafsirkan "kecuali perhiasan yang tampak tanpa disengaja" 
Ada juga yang menafsirkan bahwa perhiasan yang tampak itu adalah pakaian. 

Ada juga yang menafsirkan perhiasan yang biasa tampak itu adalah celak, cincin, pacar di jari tangan 
dsb., yakni yang tidak mungkin ditutupi. 

Ada pula yang menafsirkan dengan, muka dan telapak tangannya jika tidak dikhawatirkan fitnah 
menurut salah satu di antara dua pendapat ulama, sedangkan menurut pendapat yang lain, bahwa 
muka haram dibuka karena ia tempat fitnah. 

898 Sehingga menutupi kepala, leher dan dada. 

899 Yang tersembunyi, yaitu selain muka dan telapak tangan. 

900 Dan seterusnya ke atas. 

901 Dan seterusnya ke bawah. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



saudara-saudara laki-laki mereka 902 , atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra 
saudara perempuan mereka 903 , atau para perempuan (sesama Islam) mereka 904 , atau hamba sahaya 
yang mereka miliki 905 , atau para pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap 
perempuan) 906 , atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan 907 . Dan janganlah 
mereka menghentakkan kakinya 908 agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan 909 . 910 Dan 
bertobatlah kamu semua kepada Allah 911 , wahai orang-orang yang beriman agar kamu 
beruntung 912 . 



Sekandung, sebapak atau seibu. 

903 Ini semua adalah mahram wanita, boleh bagi wanita menampakkan perhiasannya, akan tetapi tanpa 
bertabarruj. (Mahram bagi wanita adalah laki-laki yang boleh memandangnya, berduaan dan bepergian 
bersamanya). 

Tidak disebutkan paman dari pihak bapak ('amm) juga dari pihak ibu (khaal) karena bila wanita terbuka di 
hadapan mereka dikhawatirkan mereka mensifatinya kepada anak-anaknya. Namun jumhur ulama 
berpendapat bahwa paman (baik dari pihak ayah maupun ibu) termasuk mahram seperti mahram lainnya 
meskipun tidak disebutkan pada ayat di atas. Termasuk juga mahram dari sepersusuan. 

Al Qurthubiy berkata, "Tingkatan para mahram berbeda-beda satu sama lain ditinjau dari segi pribadi secara 
manusiawi. Tidak diragukan lagi, keterbukaan seorang wanita di hadapan bapak dan saudara laki-lakinya 
lebih terjamin atau terpelihara daripada keterbukaannya di hadapan anak suami (anak tiri). Karena itu batas 
aurat yang boleh terbuka di hadapan masing-masing mahram berbeda-beda pula."Ada yang berpendapat 
bahwa mahram boleh melihat anggota-anggota tubuh wanita yang biasa tampak seperti anggota tubuh yang 
dibasuh ketika berwudhu'.Madzhab Maliki berpendapat bahwa aurat wanita di hadapan laki-laki mahram 
adalah sekujur tubuhnya kecuali muka dan ujung-ujung anggota tubuh seperti kepala, kuduk, dua tangan dan 
dua kaki. Adapun madzhab Hanbali, mereka berpendapat bahwa aurat wanita di hadapan laki-laki mahram 
adalah sekujur tubuhnya kecuali muka, kuduk, kepala, dua tangan, kaki dan betis. 

Namun perlu diingat bahwa kebolehan melihat bagi mahram adalah bukan untuk bersenang-senang dan 
memuaskan nafsu. Sedangkan kepada suami maka tidak ada batasan aurat sama sekali, baik suami maupun 
isteri boleh melihat seluruh tubuh pasangannya. 

904 ulama tidak berbeda pendapat tentang aurat wanita di hadapan sesama wanita, yakni tidak haram bagi 
wanita muslimah tubuhnya terbuka di hadapan sesamanya kecuali bagian antara pusat dan lutut. Wanita di 
ayat tersebut adalah wanita muslimah, adapun wanita kafir tidak termasuk, karena mereka tidak memiliki 
aturan haramnya mensifati wanita kepada laki-laki mereka. Sedangkan wanita muslimah mengetahui bahwa 
mensifati wanita muslimah lain ke laki-laki adalah haram. 

905 Oleh karena itu, budak apabila seluruh dirinya adalah milik seorang wanita, maka ia boleh melihat tuan 
putrinya itu selama tuan putrinya memiliki dirinya semua, jika kepemilikan hilang atau hanya sebagian saja, 
maka tidak boleh dilihat, demikian menurut Syaikh As Sa'diy. 

906 Di mana ia tidak berhasrat kepada wanita baik di hatinya maupun di farjinya, disebabkan cacat akal atau 
fisik seperti karena tua, banci maupun impotensi (lemah syahwat) 

907 Adapun jika anak-anak itu sudah mendekati baligh, di mana ia sudah bisa membedakan antara wanita 
jelek dengan wanita cantik, maka hendaklah wanita tidak terbuka di hadapannya. 

908 Ke tanah atau lantai. 

909 Seperti gelang-gelang kaki. 

910 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan perintah-perintah yang bijaksana ini, dan sudah 
pasti seorang mukmin memiliki kekurangan sehingga tidak dapat melaksanakannya secara maksimal, maka 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan mereka bertobat. 

911 Dari melihat sesuatu yang diharamkan dan dari dosa-dosa lainnya. 

912 Oleh karena itu, tidak ada cara lain agar seseorang dapat beruntung kecuali dengan tobat. Ayat ini 
menunjukkan bahwa setiap mukmin butuh bertobat, karena firman-Nya ini tertuju kepada semua mukmin, 
demikian pula terdapat anjuran agar ikhlas dalam bertobat, bukan karena riya', sum' ah dan maksud-maksud 
duniawi lainnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 32-34: Anjuran menikah, peringatan terhadap zina dan perkara keji. 




32. Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang 913 di antara kamu, dan juga orang-orang 
yang layak (menikah) 914 dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka 
miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya 915 . Dan Allah 
Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui 916 . 



33. 917 Dan orang-orang yang tidak mampu menikah 918 hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, 
sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya 919 . Dan jika hamba sahaya 
yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada 
mereka 920 , jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka 



913 Maksudnya, hendaklah laki-laki yang belum menikah atau tidak beristri atau wanita-wanita yang tidak 
bersuami, dibantu agar mereka dapat menikah. 

914 Lafaz shalih di ayat tersebut bisa diartikan yang baik agamanya, dan bisa juga diartikan yang layak. Jika 
diartikan yang baik agamanya, maka berarti majikan diperintahkan menikahkan hamba sahaya yang saleh 
laki-laki maupun perempuan sebagai balasan terhadap kesalehannya, dan lagi karena orang yang tidak saleh 
karena berzina dilarang menikahkannya, sehingga maknanya menguatkan apa yang disebutkan di awal 
surah, yaitu menikahi laki-laki pezina dan perempuan pezina diharamkan sampai ia bertobat. Bisa juga 
diartikan dengan yang layak menikah lagi butuh kepadanya dari kalangan hamba sahaya laki-laki dan 
perempuan. Makna ini diperkuat oleh keterangan bahwa sayyid (majikan) tidak diperintahkan menikahkan 
budaknya sebelum ia butuh menikah. Kedua makna ini tidaklah begitu jauh, wallahu a'lam. 

915 Oleh karena itu, anggapan bahwa apabila menikah seseorang dapat menjadi miskin karena banyak 
tanggungan tidaklah benar. Dalam ayat ini terdapat anjuran menikah dan janji Allah akan memberikan 
kecukupan kepada mereka yang menikah untuk menjaga dirinya. 

916 Dia mengetahui siapa yang berhak mendapat karunia agama maupun dunia atau salah satunya dan siapa 
yang tidak, sehingga Dia berikan masing-masingnya sesuai ilmu-Nya dan hikmah-Nya. 

917 Ayat ini berkenaan dengan orang yang tidak mampu menikah, Allah memerintahkannya untuk menjaga 
kesucian dirinya dan mengerjakan sebab-sebab yang dapat menyucikan dirinya, seperti mengalihkan 
pikirannya dengan menyibukkan dirinya dan melakukan saran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu 
berpuasa. 

918 Baik karena miskinnya mereka (tidak sanggup menyiapkan mahar atau memberikan nafkah), atau 
miskinnya.wali atau sayyid mereka atau karena keengganan mereka (wali atau sayyid) menikahkan mereka. 

919 Sehingga mereka dapat menikah. 

920 Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan adalah mukatabah, yaitu seorang 
hamba sahaya boleh meminta kepada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu 921 . 922 Dan janganlah kamu paksa 
hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan 
kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi 923 . 924 Barang siapa 
memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) 
setelah mereka dipaksa 925 . 

^ OifiUlJ aiiP^j jSSis ^ Yj\±- jijjf jSQ\ UJjjl laJj 

34. 926 Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan 927 , 
dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu 928 dan sebagai nasehat 929 bagi 
orang-orang yang bertakwa 930 . 



membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak 
itu menurut pandangannya sanggup melunasi perjanjian itu dengan harta yang halal. 

921 Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu hendaklah budak-budak itu ditolong baik oleh tuannya 
dengan diringankan sedikit bebannya atau oleh orang lain dengan harta yang diambilkan dari zakat atau dari 
harta mereka. Disebutkan, "Harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu" untuk mengingatkan bahwa 
harta yang ada di tangan kita adalah berasal dari Allah, oleh karena itu berbuat baiklah kepada hamba-hamba 
Allah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita. Syaikh As Sa'diy berkata, "Mafhum ayat ini 
adalah, bahwa seorang hamba sahaya apabila tidak meminta mukatabah, maka majikannya tidak 
diperintahkan memulai menawarkan mukatabah, dan bahwa apabila dia tidak mengetahui kebaikan pada 
budaknya, bahkan yang diketahui malah sebaliknya, seperti ia tidak punya usaha sehingga menjadi beban 
orang lain, terlantar, atau ada sesuatu yang dikhawatirkan jika dimerdekakan seperti membuatnya melakukan 
kerusakan, maka majikannya tidak diperintahkan melakukan mukatabah, bahkan dilarang melakukannya 
karena di dalamnya terdapat sesuatu yang dikhawatirkan tersebut." 

922 Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Jabir, ia berkata, "Abdullah bin Ubay 
bin Salul berkata kepada hamba sahayanya yang perempuan, "Pergilah! Lakukanlah pelacuran untuk kami." 
Maka Allah menurunkan ayat, "Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan 
pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan 
kehidupan duniawi. " 

923 Yakni memperoleh upah dari pelacuran itu, karena di zaman Jahiliyyah terkadang wanita budak dipaksa 
melakukan pelacuran agar majikannya memperoleh upah. 

924 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengajak orang yang telah memaksa tersebut untuk bertobat. 

925 Oleh karena itu, hendaknya dia bertobat kepada Allah dan menghentikan perbuatannya itu. Apabila dia 
telah bertobat dan berhenti dari melakukan hal itu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan 
merahmatinya. 

926 Ayat ini merupakan pengagungan terhadap ayat-ayat Al Qur'an ini yang diturunkan-Nya kepada hamba- 
hamba-Nya agar mereka mengetahui kedudukannya dan melaksanakan haknya. 

927 Terhadap semua yang kamu butuhkan, baik perkara ushul (dasar) maupun furu' (cabang) sehingga tidak 
ada lagi kemusykilan dan syubhat (kesamaran). 

928 Baik yang saleh maupun yang tidak dan menerangkan sifat amal mereka serta apa yang menimpa mereka 
agar kamu menjadikannya pelajaran, bahwa orang yang melakukan hal yang sama akan mendapatkan 
balasan yang serupa. 

929 Seperti nasehat -Nya agar rasa belas kasihan tidak menghalanginya dari menegakkan hukum Allah, dan 
nasehat agar tidak berburuk sangka kepada orang yang baik, dsb. Di samping itu, di dalamnya pun terdapat 
janji dan ancaman, targhib dan tarhib. 

930 Dikhususkan kepada orang-orang yang bertakwa, karena merekalah yang dapat mengambil manfaat 
daripadanya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 35-38: Allah Subhaanahu wa Ta'aala sebagai sumber cahaya di langit dan bumi serta 
pujian Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada orang-orang yang memakmurkan masjid- 

masjid-Nya. 

35. Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi 931 . Perumpamaan cahaya-Nya 932 , seperti 
sebuah lubang yang tidak tembus 933 yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung 
kaca (dan) tabung kaca itu 934 bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak 
dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di 
barat 935 , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api 936 . Cahaya 
di atas cahaya (berlapis-lapis) 937 , 938 Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang 



931 Dia menyinari langit dan bumi baik secara hissiy (konkrit) maupun maknawi (abstrak). Yang demikian 
karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala pada Zat-Nya bercahaya dan hijab-Nya -yang jika bukan karena 
kelembutan-Nya tentu cahaya zat-Nya akan membakar semua makhluk-Nya- juga cahaya. Dengan cahaya 
itu 'Arsy dan Kursi bersinar, demikian pula matahari dan bulan serta cahaya dapat bersinar, dan dengannya 
pula surga bersinar. Dia juga yang memberikan cahaya secara maknawi, kitab-Nya bercahaya, syariat-Nya 
bercahaya, iman dan ma'rifat (mengenal Allah) di hati para rasul dan hamba-hamba-Nya adalah cahaya. Jika 
tidak ada cahaya-Nya, tentu yang ada kegelapan di atas kegelapan. Oleh karena itulah, setiap tempat yang 
tidak mendapatkan cahaya-Nya, maka jadi gelap. 

932 Yang menunjukkan kepada-Nya, yaitu cahaya iman dan Al Qur'an yang ada di hati seorang muslim. 

933 Yang dimaksud lubang yang tidak tembus (misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak 
tembus sampai ke sebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lain. 

934 Karena bersih dan indahnya. 

935 Maksudnya, pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit, ia mendapat sinar matahari baik di waktu matahari 
terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan 
minyak yang baik. 

936 Jika tersentuh api, tentu sinarnya lebih terang lagi. 

937 Cahaya dari apinya dan cahaya dari minyaknya. Menurut Syaikh As Sadiy, inti pada perumpamaan yang 
dibuat Allah ini dan prakteknya pada keadaan orang mukmin dan pada cahaya Allah di hatinya adalah 
bahwa fitrah-Nya yang manusia diciptakan di atasnya seperti minyak yang bersih. Fitrahnya bersih dan siap 
menerima pengajaran dari Allah serta mengamalkannya. Jika ilmu sampai kepadanya, maka menyala cahaya 
yang ada di hatinya seperti halnya sumbu yang menyala di dalam lampu itu, hatinya bersih dari maksud yang 
buruk dan paham yang buruk. Apabila iman sampai kepadanya, maka akan bersinar lagi hatinya dengan 
sinar yang terang karena bersih dari kotoran, dan hal itu seperti bersihnya kaca yang berkilau, sehingga 
berkumpullah cahaya fitrah, cahaya iman, cahaya ilmu, dan bersihnya ma'rifat (mengenal Allah), sehingga 
cahaya tersebut di atas cahaya. 

938 Oleh karena cahaya tersebut berasal dari Allah Ta'ala, dan tidak setiap orang berhak mendapatkannya, 
maka Allah menerangkan bahwa Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia 
kehendaki, di mana Dia mengetahui kebersihan dan kesucian dirinya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia . Dan Allah Maha 
Mengetahui segala sesuatu 940 . 

36. 941 Di masjid-masjid 942 yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di 
dalamnya 943 . 944 Bertasbih 945 kepada Allah pada waktu pagi dan waktu petang 946 , 



939 Agar mereka dapat lebih memahami sebagai kelembutan dan ihsan dari-Nya kepada mereka, dan agar 
kebenaran semakin jelas. 

940 Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Oleh karena itu, hendaklah kamu mengetahui bahwa perumpamaan itu 
adalah perumpamaan dari yang mengetahui hakikat segala sesuatu dan rinciannya, dan bahwa perumpamaan 
itu adalah untuk maslahat bagi hamba. Oleh karena itu, hendaknya kesibukanmu adalah memikirkannya dan 
memahaminya, tidak malah membantahnya dan mempertentangkannya, karena Dia mengetahui sedangkan 
kamu tidak mengetahui. 

941 Oleh karena cahaya iman dan Al Qur'an sebabnya paling sering muncul di masjid, maka Allah 
menyebutkan masjid itu sambil meninggikannya. 

942 Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda: 

. « \^»\'^J Jll J\ aSUl 'a^'i LiJ^rll^ jlil J\ pd\ Lit » 

"Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar." (HR. 
Muslim) 

943 Kedua hal ini "meninggikan dan menyebut nama Allah" adalah keseluruhan hukum-hukum masjid. 
Termasuk ke dalam meninggikannya adalah membangunnya, menyapunya, membersihkannya dari kotoran 
dan najis, serta menjaganya dari orang gila dan anak-anak yang biasa tidak menjaga dirinya dari najis 
(namun hadits yang memerintahkan menjauhkan orang gila dan anak kecil dari masjid adalah dha'if), 
demikian juga menjaganya dari orang kafir dan dari membuat kegaduhan di dalamnya serta mengeraskan 
suara selain dzikrullah. Termasuk ke dalam menyebut nama Allah adalah semua shalat, yang fardhu maupun 
yang sunat, membaca Al Qur'an, berdzikr, mendalami ilmu dan mengajarkannya, mudzaakarah (mengingat- 
ingat pelajaran) di sana, i'tikaf dan ibadah lainnya yang dilakukan di masjid. Oleh karena itu, memakmurkan 
masjid terbagi dua; memakmurkan dalam arti membangunkannya dan memeliharanya, dan 
memakmurkannya dengan dzikrullah, seperti shalat dan lain-lain. Yang kedua lebih utama, bahkan sebagai 
tujuannya. Oleh karenanya menurut sebagian ulama wajib shalat yang lima waktu dan shalat Jum'at di 
masjid (tidak di selain masjid), sedangkan menurut yang lain hanya sunat saja. 

Faedah: 

Sebagaimana dijelaskan, bahwa membangun masjid termasuk ke dalam makna 'memakmurkan masjid', 
maka dari itu pahala orang yang membangunnya begitu besar, Allah berjanji akan membangunkan rumah 
untuknya di surga sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Masjid memiliki peranan penting 
dalam membina umat dan masyarakat dan merupakan bangunan yang diberkahi, dari masjidlah kebaikan 
muncul dan tersebar. Oleh karena itulah, saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, 
maka bangunan yang pertama kali Beliau bangun adalah masjid. Di masjid itulah, Beliau mendidik umat, 
mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, ibadah yang benar, akhlak yang benar dan bermu'amalah 
yang benar sehingga para sahabat Beliau menjadi umat yang terbaik. Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
berfirman, "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, 
dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. ..dst. " (Terj. Ali Imran: 110) 

944 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala memuji orang-orang yang memakmurkannya dengan ibadah. 

945 Yang bertasbih ialah laki-laki yang tersebut pada ayat 37 berikut. 

946 Disebutkan kedua waktu ini secara khusus karena keutamaannya dan karena longgar dan mudahnya 
beribadah dilakukan di waktu itu. Oleh karena itu, disyariatkan dzikr pagi dan petang, yang di antaranya 
adalah mengucapkan subhaanallahi wa bihamdih sebanyak 1 00 kali. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda: 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



37. Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan 947 dan jual beli 948 dari mengingat Allah, 
melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. 949 Mereka takut kepada hari ketika hati dan 
penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat), 

38. (meraka melakukan itu) agar Allah memberi balasan amal mereka yang paling baik 950 , dan agar 
Dia menambah karunia-Nya kepada mereka 951 . Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang 
Dia kehendaki tanpa batas 952 . 

Ay at 39-40: Gambaran orang-orang kafir dan amal mereka, dan bahwa kekafiran adalah 
kegelapan sedangkan keimanan adalah cahaya. 

_ ,^ A „ ^ A J, „ J, tf r J, „ ^ 



Li JjU Jli _b-f ^|l 4j fUr lL* JiaiL jillaJl Jl^-f o!j . ay 4jU o-lL>oj 4JJI 0L>4~- Oi^J lA?" Jr* * 

. « aILp Slj jl JU 

"Barang siapa yang berkata di waktu pagi dan sore hari, "Subhaanallahi wa bihamdih. " Sebanyak 100 kali, 
maka tidak ada seorang pun pada hari kiamat yang datang membawa amalan yang lebih utama daripada apa 
yang dia bawa kecuali seorang yang mengucapkan sebanyak itu atau lebih." (Muslim) 

Arti Subhaanallah bihamdih adalah aku menyucikan Allah dari semua kekurangan dan memuji-Nya dengan 
semua kesempurnaan. 

Ada pula yang menafsirkan tasbih di sini dengan shalat. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Semua 
tasbih dalam Al Qur'an adalah shalat." 

947 Mencakup semua bisnis dan usaha yang menghasilkan keuntungan. 

948 Dihubungkan yang khusus dengan yang umum sebelumnya, karena yang biasa terjadi adalah jual beli. 
Mereka itu meskipun berdagang dan berjual beli, namun tidak dibuat lalai olehnya sampai lupa mengingat 
Allah. Bahkan mereka menjadikan ketaatan kepada Allah sebagai tujuan dan maksud mereka, jika ada 
sesuatu yang menghalangi mereka dari menjalankan ketaatan kepada Allah, maka mereka tolak. 

949 Oleh karena meninggalkan dunia sangat berat bagi jiwa dan meraihkan keuntungan sangat dicintai 
olehnya dan berat untuk ditinggalkan, maka disebutkan targhib (pendorong) mereka melakukannya sekaligus 
tarhibnya. Mereka takut kepada hari yang saking dahsyatnya sampai membuat hati dan pandangan 
berguncang, sehingga mereka pun ringan dalam beramal dan meninggalkan kesibukannya. 

950 Yakni amal mereka yang saleh, karena amal saleh adalah amal mereka yang paling baik, di mana di 
antara amal mereka ada yang ibadah dan ada yang mubah, sedangkan pahala tentu diberikan karena amal 
yang menjadi ibadah, bukan yang mubah. 

951 Dengan tambahan yang banyak melebihi balasan yang sesuai amal mereka. 

952 Dia memberikan pahala kepada hamba-Nya melebihi amal yang dikerjakannya, bahkan melebihi 
harapannya, dan memberikan balasan tanpa tanggung-tanggung. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



39. Dan orang-orang yang kafir , perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar , 
yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatanginya tidak ada apa pun 956 . 
Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal- 
amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. 



40. Atau (keadaan amal orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi 
oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap 957 . Itulah gelap gulita yang 
berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya, hampir tidak dapat melihatnya 958 . Barang 
siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun 959 . 



Ayat 41-45: Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, fenomena keimanan dan petunjuk di 
alam semesta dimana semua makhluk melakukan tasbih, serta penjelasan tentang 
'kehidupan' yang berasal dari satu materi, yaitu air. 




41. 960 Tidaklah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah- lah bertasbih apa yang ada di langit 
dan di bumi 961 , dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah 
mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya 962 . Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan 963 . 



953 Ayat ini dan setelahnya merupakan perumpamaan amal orang kafir dalam hal batal, sia-sia, dan ruginya 
mereka. 

954 Kepada Tuhan mereka dan mendustakan para rasul-Nya. 

955 Yang tidak ada tumbuhan dan pepohonan. 

956 Amal orang-orang kafir seperti fatamorgana yang dilihat dan disangka oleh orang yang tidak tahu sebagai 
air, mereka mengira amal mereka bermanfaat, dan mereka pun membutuhkannya sebagaimana butuhnya 
orang yang kehausan terhadap air, sehingga ketika ia mendatangi amalnya pada hari pembalasan, ternyata ia 
dapatkan dalam keadaan hilang dan tidak memperoleh apa-apa. 

957 Dan berada dalam kegelapan malam. 

958 Padahal tangannya dekat dengannya, lalu bagaimana dengan yang berada jauh? Demikianlah orang-orang 
kafir, kegelapan di atas kegelapan menumpuk di hati mereka; gelapnya tabiat, di atasnya lagi gelapnya 
kekafiran, di atasnya lagi gelapnya kebodohan dan di atasnya lagi gelapnya amal yang muncul daripadanya. 
Sehingga mereka pun berada dalam kegelapan dan kebingungan, karena Allah telah meninggalkan mereka 
dan tidak memberikan cahaya-Nya. Kedua perumpamaan ditujukan kepada amal orang-orang kafir, atau 
yang satu untuk salah satu golongan orang kafir, sedangkan yang satu lagi untuk golongan yang lain; 
perumpamaan yang pertama ditujukan kepada orang-orang yang diikuti, sedangkan perumpamaan yang 
kedua ditujukan kepada orang-orang yang mengikuti, wallahu a'lam. 

959 Oleh karena itu, barang siapa yang tidak diberi petunjuk oleh Allah, maka ia tidak akan memperoleh 
petunjuk. 

960 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya tentang keagungan-Nya, 
sempurnanya kekuasaan-Nya dan butuhnya semua makhluk kepada-Nya serta beribadah kepada-Nya. 

961 Baik makhluk hidup maupun benda mati. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






42. Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi , dan hanya kepada Allah-lah kembali 
(seluruh makhluk) 966 . 

Li^u .3 6Cj s Lio ^ ( j^P jAjjy3JJ i LLi ^ »^ ^? ^2 J ^v* (J^? 5 U-^-I I J^? 

43. Tidakkah engkau melihat 967 bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian 
mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari 
celah-celahnya 968 , dan Dia (jug a ) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari 
(gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu 
kepada siapa yang Dia kehendaki 969 dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan 
kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan 970 . 

44. Allah mempergantikan malam dan siang 971 . Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat 
pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam) 972 . 



Masing-masing makhluk mengetahui cara shalat dan tasbih kepada Allah dengan ilham dari Allah sesuai 
keadaannya masing-masing. Kata "Qad 'alima shalaatahu wa tasbiihah" bisa juga kembalinya kepada 
Allah, sehingga maksudnya Allah mengetahui shalat dan tasbih masing-masing makhluk-Nya. Hal ini seperti 
dalam ayat lain yang berbunyi, "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada 
Allah, dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak 
mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. " (Terj. Al 
Israa': 44) 

963 Dia mengetahui semua perbuatan mereka dan tidak ada satu pun dari perbuatan mereka yang samar, dan 
Dia akan memberikan balasan terhadapnya. 

964 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan ibadah mereka dan butuhnya mereka kepada-Nya 
dari sisi ibadah dan mentauhidkan-Nya, Dia menerangkan butuhnya mereka dari sisi kepemilikan, 
pengaturan dan pengurusan-Nya. 

965 Yakni, Dialah Pencipta keduanya, Pemberi rezekinya dan Pengaturnya baik dengan hukum syar'i-Nya 
maupun hukum qadari-Nya di kehidupan dunia ini, serta Pengaturnya dengan hukum jaza'i(pembalasan)- 
Nya di akhirat. 

966 Untuk diberikan balasan. 

967 Besarnya keagungan Allah. 

968 Yakni turun rintikan-rintikan secara berhamburan agar terwujud manfaat tanpa menimbulkan bahaya. 

969 Sesuai hukum qadari-Nya dan kebijaksanaan-Nya yang terpuji. 

970 Dengan demikian, bukankah Allah -yang mengadakan awan mendung dan mengirimkannya kepada 
hamba-hamba-Nya yang membutuhkan, dan menurunkannya secara bermanfaat dan tidak menimbulkan 
bahaya- Mahasempurna kekuasaan-Nya, Mahaberlaku kehendak-Nya dan luas rahmat-Nya? 

971 Demikian pula panas ke dingin, dingin ke panas, malam ke siang, dan siang ke malam serta menggilirkan 
hari-hari kepada hamba-hamba-Nya. 

972 Sehingga ia memperhatikan pula hikmah di balik itu, berbeda dengan orang yang jahil yang 
memandangnya seperti binatang memandang. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 





45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air , maka sebagian ada yang berjalan di 
atas perutnya 974 dan sebagian berjalan dengan dua kaki 975 , sedang sebagian (yang lain) berjalan 
dengan empat kaki 976 . Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas 
segala sesuatu 977 . 

Ay at 46-54: Mengisahkan kaum munafik dan bagaimana mereka tidak dapat mengambil 
manfaat dari ayat-ayat Allah, perbedaan sikap orang-orang munafik dan orang-orang 
mukmin dalam berhakim kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 



46. Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan (Al Qur'an) . Dan 
Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki 980 ke jalan yang lurus 981 . 



47. Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan rasul 
(Muhammad), dan kami menaati (keduanya)." Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah 
itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman. 



973 Yakni dari mani, dengan bercampurnya sperma dan ovum. Meskipun materinya sama, yaitu air, namun 
hasilnya berbeda-beda, di antaranya ada yang berjalan di atas perut, ada yang berjalan di atas kedua kaki, 
dst. Ini semua menunjukkan berlakunya kehendak Allah 'Azza wa Jalla. 

974 Seperti ular dan cacing. 

975 Seperti manusia dan burung. 

976 Seperti hewan ternak. 

977 Seperti halnya Dia turunkan hujan dari langit, kemudian air hujan itu bersatu dengan bumi, maka 
tumbuhlah beraneka macam tumbuh-tumbuhan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Dan di bumi ini 
terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma 
yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian 
tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu 
terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. " (Terj. Ar Ra'd: 4) 

978 Yakni telah menyayangi hamba-hamba Kami. 

979 Yakni jelas dilalah(maksud)nya yang menunjukkan maksud-maksud syar'i, adab-adab yang terpuji, dan 
pengetahuan yang baik, sehingga menjadi jelaslah jalan yang harus ditempuh, semakin jelas mana yang hak 
dan mana yang batil sehingga tidak ada lagi syubhat dan kemusykilan, karena ia turun dari Tuhan yang ilmu- 
Nya sempurna, rahmat-Nya sempurna dan penjelasan-Nya pun sempurna. 

980 Yaitu mereka yang sudah tecatat sejak dahulu akan memperoleh kebaikan. 

981 Yang menyampaikan seseorang kepada Allah dan kepada tempat istimewa dari-Nya (surga), itulah jalan 
Islam yang di dalamnya terdapat pengetahuan terhadap yang hak (benar) dan pengamalannya. 

982 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan keadaan orang-orang zalim yang dalam hatinya ada 
penyakit atau kelemahan iman atau ada kemunafikan, keraguan dan kelemahan ilmu, bahwa mereka 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



48. Dan apabila mereka diajak kepada Allah 983 dan Rasul-Nya, agar Rasul memutuskan perkara di 
antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang 984 . 

49. Tetapi, jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada Rasul dengan 
patuh 985 . 

> < -* ^ - i „ y j, ^ -» ^ ' £ j^.»* f -M £ 

50. Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit 986 , atau (karena) 
mereka ragu-ragu 987 ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada 
mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim 988 . 

Uiislj IjJj-2-J a g'A' Ja^^rl ^J-^JJ '^1 cfe?J-*-" ^*- ) ! 

51. 989 Hanya ucapan orang-orang mukmin 990 , yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul- 
Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka 991 , mereka berkata, "Kami mendengar, dan 
kami taat 992 ." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung 993 . 



mengatakan bahwa diri mereka memegang teguh keimanan kepada Allah dan ketaatan, namun kenyataannya 
mereka tidak melakukan apa yang mereka katakan, dan sebagian dari mereka berpaling jauh dari ketaatan 
sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, "mu'ridhuun" (berpaling), karena orang yang meninggalkan 
terkadang memiliki niat untuk kembali, namun orang ini malah berpaling. Kita dapat menemukan keadaan 
seperti ini, yakni mengaku beriman dan taat namun tidak melakukan banyak ketaatan, khususnya ibadah 
yang berat bagi jiwa, seperti zakat, nafkah yang wajib maupun yang sunat, jihad fii sabilillah, dsb. 

983 Maksudnya, dipanggil utnuk berhukum kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. 

984 Mereka menginginkan hukum jahiliyyah, mereka mengutamakan undang-undang yang tidak syar'i karena 
mereka tahu bahwa mereka akan disalahkan, di mana hukum syara' tidaklah memutuskan kecuali sesuai 
kenyataan. 

985 Mereka tunduk kepadanya bukan karena ia adalah hukum syar'i, akan tetapi karena sesuai dengan hawa 
nafsu mereka. Oleh karenanya mereka dalam hal ini tidaklah terpuji meskipun mereka datang dengan 
tunduk, karena hamba yang hakiki adalah orang yang mengikuti yang hak baik dalam hal yang ia suka 
maupun tidak, baik yang membuatnya senang maupun sedih. Adapun orang yang mengikuti syariat karena 
sesuai hawa nafsu saja, maka ia bukanklah hamba hakiki. Oleh karena itu, dalam ayat selanjutnya Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala berfirman mencela mereka karena berpaling dari hukum syar'i. 

986 Yang membuat hatinya tidak sehat. 

987 Meragukan kebenaran hukum Allah dan Rasul-Nya. 

988 Karena hukum Allah dan Rasul-Nya adalah adil dan tepat (hikmah). Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa 
iman tidak sebatas di lisan saja bahkan amal pun menjadi bagiannya. Oleh karenanya, Allah menyebut 
mereka bukan mukmin karena berpaling dari ketaatan. Ayat ini juga menunjukkan wajibnya tunduk kepada 
hukum Allah dan Rasul-Nya dalam setiap keadaan, dan bahwa orang yang mengkritiknya berarti ada 
penyakit dalam hatinya dan ragu-ragu dalam keimanannya. Demikian juga menunjukkan haramnya berburuk 
sangka terhadap hukum-hukum syariat atau menyangkanya tidak adil atau tidak tepat. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



dan 

bertakwa kepada-Nya 997 , mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (surga) 998 . 

53. 999 Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah sungguh-sungguh, bahwa jika 
engkau suruh mereka berperang 1000 , pastilah mereka akan pergi. Katakanlah (Muhammad), 



Setelah Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang berpaling dari hukum syar'i, Dia menyebutkan 
keadaan orang-orang mukmin. 

990 Yang hakiki; yang membenarkan iman mereka dengan amal saleh. 

991 Maksudnya, di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin atau di antara kaum muslimin dengan non 
muslim. 

992 Baik sesuai hawa nafsu mereka maupun tidak. 

993 Yang mendapatkan apa yang dicita-citakan dan selamat dari yang dikhawatirkan 

994 Setelah Allah menyebutkan keutamaan taat dalam hal hukum, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
menyebutkan keutamaan taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala hal. 

995 Dia membenarkan berita keduanya dan melaksanakan perintahnya. 

996 Dia takut kepada Allah dengan adanya ma'rifat (mengenal Allah), ia pun meninggalkan apa yang dilarang 
dan menahan hawa nafsunya. 

997 Ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan takut kepada Allah ialah takut kepada Allah 
disebabkan dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan yang dimaksud dengan takwa ialah memelihara diri 
dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi. Kata takwa apabila disebutkan secara mutlak, maka 
maksudnya melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, dan apabila disebutkan bersamaan dengan 
melaksanakan perintah, maka takwa diartikan dengan takut kepada azab Alah dengan meninggalkan 
maksiat. 

998 Dan selamat dari neraka. Ayat ini mencakup hak yang di sana terdapat hak Allah dan Rasul-Nya, yaitu 
taat. Hak yang khusus bagi Allah, yaitu takut dan takwa, dan hak yang khusus bagi Rasul, yaitu membela 
dan memuliakannya. 

999 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan keadaan orang-orang yang meninggalkan Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam yang berangkat jihad, yaitu golongan kaum munafik, serta orang yang dalam 
hatinya ada penyakit dan lemah iman. 

1000 Di peperangan selanjutnya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



"Janganlah kamu bersumpah 1001 , (karena yang diminta) adalah ketaatan yang baik 1002 . Sungguh, 
Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan 1003 . 

ji ji -» ji V * 'J- , - • * - - , * s ■* ° * * • % £ * 

a y^aj q\j L» ^saJcj J>- L> aJlp Ujji I^J^j J j^JJ I I ^4*'j ' IS* 

54. Katakanlah, "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul 1004 ; jika kamu berpaling, maka 
sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya 1005 , dan 
kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu 1006 . Jika kamu taat kepadanya, niscaya 
kamu mendapat petunjuk 1007 . Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan 
jelas 1008 ." 

Ayat 55-57: Kekuasaan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman dan 
beramal saleh ketika mereka mengikuti ajaran Islam. 




55. 1009 Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan 
amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi 1010 sebagaimana Dia 



1001 Yakni kami tidak butuh kepada sumpah dan udzurmu, karena Allah telah member itahukan kepada kami 
berita kamu. 

1002 Ada yang menafsirkan, ketaatan kamu sudah diketahui dan tidak samar bagi kami, yaitu hanya di mulut 
dan tidak sampai dilakukan. Kami telah mengetahui rasa berat dan malas dari kamu tanpa adanya udzur, 
sehingga kami tidak butuh kepada uzur dan sumpahmu. Kami butuh kepada sumpah adalah kepada orang 
yang tidak seperti kamu, yaitu orang yang masih mengandung kemungkinan untuk selalu taat. Adapun 
kamu, maka tidak. Bahkan yang dinantikan untukmu adalah keputusan Allah dan hukuman-Nya. Oleh 
karena itu, lanjutan ayatnya mereka diancam dengan firman-Nya, "Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu 
kerjakan", yakni Dia akan memberi balasan kepadamu dengan sempurna. 

1003 Seperti perkataanmu untuk taat, tetapi kenyataannya menyelisihi. 

1004 Itulah letak kebahagiaan kamu. 

1005 Yaitu menyampaikan, dan Beliau telah melakukannya. 

iocs yaitu menaati. Namun ternyata kamu tidak berbuat demikian, maka jelas kamu dalam kesesatan dan 
berhak mendapat azab. 

1007 Ke jalan yang lurus. 

1008 Yang tidak menyisakan keraguan dan syubhat (kesamaran). Tugas Beliau adalah menerangkan dengan 
jelas, adapun menghisab, maka hal itu adalah urusan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

1009 Hakim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu ia 
berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya datang ke Madinah, maka 
orang-orang Anshar mendatangi mereka. Orang-orang Arab kemudian melempar panah dari satu busur, di 
mana mereka tidak bermalam kecuali dengan senjata dan tidak berada di pagi hari kecuali dengannya, maka 
mereka berkata, "Tidakkah kamu melihat bahwa kita bangun sampai tidur malam dalam keadaan aman, 
tenang dan tidak takut kecuali kepada Allah." Maka turunlah ayat, "Wa'adalahulladziina aamanuu 
minkum. ..dst." (Hadits ini menurut Hakim shahih isnadnya, namun keduanya (Bukhari-Muslim) tidak 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa 1011 , dan sungguh Dia akan meneguhkan 
bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam) 1012 . Dan Dia benar-benar akan mengubah 
(keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap 
menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa 
(tetap) kafir setelah (janji) itu 1013 , maka mereka itulah orang-orang yang fasik 1014 . 

56. 1015 Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), agar 
kamu 1016 diberirahmat 1017 . 



menyebutkannya, dan didiamkan oleh Adz Dzahabi). Syaikh Muqbil menjelaskan dalam Ash Shahihul 
Musnad min Asbaabin Nuzul, "Hadits ini dalam sanadnya terdapat Ali bin Al Husain bin Waqid, ia 
didha'ifkan oleh Abu Hatim, dan ditinggalkan oleh Bukhari, ia berkata, "Ishaq berpikiran buruk 
terhadapnya," namun ditsiqahkan oleh Ibnu Hibban. Sedangkan Nasa'i berkata, "Dia tidak mengapa." Akan 
tetapi Al Haitsami dalam Majma'uzzawaa'id juz 7 hal. 83 berkata, "Diriwayatkan oleh Thabrani dalam Al 
Awsath dan para perawinya adalah tsiqah" Thabari juga menyebutkan hadits ini pada juz 1 8 hal. 159 secara 
mursal dari Abul 'Aliyah. 

1010 Menggantikan orang-orang kafir. Ini termasuk janji-janji Allah yang benar; yang kenyataannya dapat 
disaksikan, Dia menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal saleh dari umat ini, bahwa Dia akan 
menjadikan mereka berkuasa di bumi, mereka akan menjadi khalifah-khalifahnya di sana dan yang 
mengaturnya, dan bahwa Dia akan meneguhkan agama yang Dia ridhai untuk mereka, yaitu Islam dan 
mereka akan dapat menegakkan perintah-perintah dalam agama ini dan menegakkan syiar-syiarnya yang 
sebelumnya dihalangi. Oleh karena itu, ketika generasi pertama umat ini beriman dan beramal saleh, maka 
Allah memberikan kekuasaan kepada mereka untuk menguasai negeri dan rakyatnya, mereka berhasil 
menaklukkan negeri yang berada di bagian timur maupun di bagian barat. Ketika itu, tercapai keamanan dan 
kekuasaan yang sempurna. Hal ini termasuk ayat-ayat Allah yang mengagumkan dan jelas, dan hal ini akan 
tetap ada sampai hari kiamat selama mereka beriman dan beramal saleh, oleh karenanya apa yang dijanjikan 
Allah akan terwujud, Dia memberikan kekuasaan kepada kaum kafir dan munafik adalah sebagai pergiliran 
untuk mereka dalam sebagian waktu disebabkan kaum muslimin tidak memperhatikan iman dan amal saleh. 

1011 Seperti berkuasanya Bani Israil terdahulu menggantikan raja-raja yang kejam. 

1012 Yaitu dengan mengunggulkannya di atas agama yang lain dan membukakan negeri-negeri untuk mereka. 

1013 Yakni setelah kaum muslimin berkuasa. 

1014 Yakni keluar dari ketaatan kepada Allah dan mengadakan kerusakan, dan tidak cocok untuk kebaikan, 
karena orang yang meninggalkan keimanan saat dalam keadaan mulia dan berkuasa, dan tidak ada yang 
menghalanginya untuk beriman menunjukkan niatnya yang rusak dan maksudnya yang buruk. 

1015 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan mendirikan shalat, yakni dengan melaksanakan rukun, 
syarat dan adab-adabnya zahir maupun batin, serta menunaikan zakat dari harta yang diberikan Allah kepada 
mereka. Keduanya adalah ketaatan yang paling besar dan paling agung, menggabung hak-Nya dan hak 
hamba-hamba-Nya, yaitu berbuat ikhlas kepada Allah dan berbuat ihsan kepada hamba-hamba Allah. Di 
samping itu, apabila seseorang telah menjalankan keduanya, maka akan mudah menjalankan perintah- 
perintah yang lain. Oleh karena itu, pada lanjutan ayatnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan 
dengan perintah umum, yaitu menaati Rasul dalam segala urusan, dengan melaksanakan perintah dan 
menjauhi larangan. 

1016 Ketika melakukan semua itu. 

1017 Oleh karena itu, barang siapa yang menginginkan rahmat, maka itulah jalannya. Maka dari itu, barang 
siapa yang mengharap rahmat, namun tidak shalat, tidak zakat dan tidak taat kepada rasul, maka ia hanyalah 
orang yang berangan-angan lagi dusta. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



57. Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di 
bumi 1018 ; sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk 
tempat kembali 1019 . 

Ayat 58-61: Adab meminta izin, masuk ke rumah, pedoman pergaulan dalam rumah tangga 
dan syariat mengucapkan salam. 

58. Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang 
kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu 1020 , meminta izin kepada 
kamu pada tiga kali (kesempatan) 1021 , yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan 
pakaian (luar)mu di tengah hari 1022 , dan setelah shalat Isya'. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi 
kamu 1023 . Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu 1024 ; 
mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebahagian yang lain. Demikianlah Allah 
menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. 

59. Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig (dewasa), maka hendaklah mereka (juga) 
meminta izin 1025 , seperti orang-orang yang sebelum mereka 1026 meminta izin 1027 . Demikianlah 



1018 Oleh karena itu, janganlah kamu tertipu hanya karena mereka diberi kesenangan dalam kehidupan dunia, 
karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala meskipun menunda mereka, tetapi tidak membiarkan. Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami 
paksa mereka (masuk) ke dalam siksayang keras. " (Terj. Luqman: 24) 

1019 Karena di dalamnya penuh keburukan, penuh penyesalan dan penuh derita dan azab yang kekal. 

1020 Dan mereka telah mengenal urusan tentang wanita. 

1021 Di mana pada tiga waktu ini, biasanya kamu memakai pakaian yang tidak biasanya. 

1022 Yakni waktu Zhuhur. 

1023 Maksudnya, tiga waktu yang biasanya badan banyak terbuka. Oleh sebab itu Allah melarang budak- 
budak dan anak-anak di bawah umur untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu- 
waktu tersebut. 

1024 Maksudnya, tidak berdosa kalau mereka tidak dicegah masuk tanpa izin, dan tidak pula mereka berdosa 
kalau masuk tanpa meminta izin. 

1025 Dalam semua waktu. 

1026 Ada yang mengartikan dengan, "orang-orang yang lebih dewasa." 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) 1031 mereka dengan tidak 
(bermaksud) menampakkan perhiasan 1032 ; tetapi memelihara kehormatan 1033 adalah lebih baik bagi 
mereka. Allah Maha Mendengar 1034 lagi Maha Mengetahui 1035 . 



Maksudnya, anak-anak dari orang-orang yang merdeka yang bukan mahram, yang telah balig haruslah 
meminta izin lebih dahulu kalau hendak masuk seperti orang-orang yang tersebut dalam ayat 27 dan 28 surat 
ini. Alqamah berkata, "Seorang laki-laki datang menemui Abdullah bin Mas'ud sambil bertanya, "Apakah 
saya harus meminta izin sebelum masuk ke kamar ibuku?" Abdullah bin Mas'ud menjawab, "Tidak setiap 
saat ibumu senang kamu melihatnya." (HR. Bukhari) 

1028 Dia menjelaskannya dan merincikan hukum-hukumnya. 

1029 Dari kedua ayat di atas (ayat 58 & 59) terdapat beberapa faedah, di antaranya: 

- Bahwa sayyid (majikan) dan wali bagi anak kecil hendaknya mengajarkan budak dan orang yang berada 
di bawah kekuasaan mereka, seperti anak-anak ilmu dan adab-ada syar'i. 

- Perintah menjaga aurat dan memeliharanya dari berbagai sisi, dan bahwa tempat yang biasanya aurat 
seseorang dapat terlihat dilarang untuk mandi di situ. 

- Boleh membuka aurat karena keperluan, seperti karena hendak tidur, buang air kecil dan buang air besar. 

- Kaum muslimin sejak dahulu mempunyai kebiasaan istirahat di siang hari sebagaimana mereka memiliki 
kebiasaan tidur di malam hari. Kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang baik dank arena badan butuh 
beristirahat. 

- Anak kecil yang belum baligh tidak diperbolehkan diberikan kesempatan melihat aurat. 

- Budak tidak diperbolehkan melihat aurat majikannya. 

- Sepantasnya bagi penasehat, pengajar dsb. yang biasa membicarakan tentang ilmu syar'i memberikan 
dalil dan alasan. 

- Bolehnya memanfaatkan orang yang berada di bawah kekuasaannya, seperti anak kecil namun tidak 
sampai memberatkannya. 

1030 Demikian pula sudah tidak suka bersenang-senang dan tidak ada rasa syahwatnya, karena keadaannya 
sudah tua atau jelek fisiknya. 

1031 Maksudnya, pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat mereka, seperti baju kurung 
(gamis), demikian pula cadarnya. 

1032 Seperti berpakaian yang menarik, menggerakkan anggota badannya agar diketahui perhiasannya yang 
tersembunyi seperti kalung, gelang tangan dan gelang kaki. 

1033 Dengan tidak melepas pakaian luar atau meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan timbul fitnah. 

1034 Semua suara. 

1035 Niat dan maksud seseorang. Oleh karena itu, hendaknya orang yang berniat dan bermaksud buruk serta 
yang berkata jelek takut terhadap sikap itu, karena Allah mengetahuinya dan akan memberikan balasan 
terhadapnya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



61. 1036 1037 Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi 
orang sakit 1038 , dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu 1039 atau 
di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di 
rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah 
saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di 
rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya 1040 atau (di 
rumah) kawan-kawanmu 1041 . Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau 
sendiri-sendiri 1042 . Apabila kamu memasuki rumah-rumah 1043 hendaklah kamu memberi salam 
kepada (penghuninya, yang berarti memberi salam) 1044 kepada dirimu sendiri, dengan salam yang 
penuh berkah 1045 dan baik 1046 dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) 
bagimu, agar kamu mengerti 1048 . 



Al Bazzar meriwayatkan (sebagaimana disebutkan dalam Kasyful Astaar juz 3 hal. 61) dengan sanadnya 
yang sampai kepada Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata, "Kaum muslimin ingin sekali berangkat perang 
bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu mereka serahkan kunci (rumah) mereka kepada orang- 
orang yang sakit dan mereka berkata kepadanya, "Kami telah halalkan kepada kamu memakan apa saja yang 
kamu sukai," tetapi mereka (orang yang diserahi kunci rumah) malah berkata, "Sesungguhnya tidak halal 
bagi kami jika mereka mengizmkan tanpa ada kerelaan dari dirinya, " maka Allah menurunkan ayat, "Laisa 
'alal a'maa...dst. Sampai, 11 Aw maa malaktum mafaatihah." (Al Bazzar berkata, "Kami tidak mengetahui 
yang meriwayatkan dari Az Zuhri selain Shalih." Al Haitsami dalam Al Majma' juz 8 hal. 84 berkata, 
"Diriwayatkan oleh Al Bazzar, dan para perawinya adalah para perawi hadits shahih." As Suyuthi berkata 
dalam Lubaabunnuqul, "Sanadnya shahih"). 

1037 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan bahwa Dia 
tidak menjadikan kesulitan dalam agama-Nya, bahkan memudahkannya semudah-mudahnya. 

1038 Bagi mereka ini tidak ada dosa meninggalkan kewajiban yang terkait dengan kondisi fisiknya, seperti 
jihad, dsb. 

1039 Termasuk pula makan di rumah anak-anakmu. 

1040 Maksudnya, rumah yang diserahkan kepadamu mengurusnya. 

1041 Yakni tidak mengapa memakan makanan yang ada di rumah orang-orang yang disebutkan meskipun 
mereka tidak ada jika telah diketahui ridhanya mereka terhadapnya. Yang demikian, karena uruf berlaku, 
bahwa mereka itu biasanya mempersilahkan makan. Qatadah berkata, "Apabila kamu masuk ke rumah 
kawanmu, maka tidak mengapa kamu memakan (makanannya) tanpa izinnya." 

1042 Ayat ini tertuju kepada orang yang sebelumnya merasa berdosa makan sendiri, yakni ketika tidak ada 
yang menemaninya makan di rumah orang-orang yang disebutkan, sehingga ia pun tidak makan. 

1043 Baik rumahnya maupun rumah orang lain, baik di dalamnya ada orang maupun tidak. 

1044 Jika tidak ada orang di dalamnya dan kamu berhak masuk ke dalamnya, maka ucapannya adalah, "As 
Salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillahish shaalihiin." Sebagaimana yang dilakukan Ibnu Umar radhiyallahu 
'anhuma. 

1045 Karena kandungannya berupa selamat dari kekurangan, mendapatkan rahmat, berkah dan tambahan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 62-64: Adab pergaulan orang-orang mukmin terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
s alia in, memuliakan Beliau dan majlisnya serta penjelasan luasnya ilmu Allah Subhaanahu 

wa Ta'aala. 




62. (Yang disebut) orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya 
(Muhammad), dan apabila mereka berada bersama-sama dengan dia (Muhammad) dalam suatu 
urusan bersama 1049 , mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) 1050 sebelum meminta izin 
kepadanya 1051 . Sungguh, orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah 
orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila mereka 



1046 Yang akan diberikan pahala terhadapnya, karena ia termasuk ucapan yang baik (al kalimuth thayyib) 
yang dicintai Allah. 

1047 Yakni rambu-rambu agama-Nya. 

1048 Dan bertambah cerdas. Yang demikian, karena mengetahui hukum-hukum syar'i dan hikmah-hikmahnya 
dapat menambah akal menjadi cerdas. Dalam ayat ini terdapat dalil terhadap kaidah yang umum, yaitu: 



'"Uruf dan adat mentakhshis lafaz, seperti lafaz ditakhshis oleh lafaz." 

Yang demikian adalah karena pada asalnya, seseorang dilarang mengambil makanan orang lain, namun 
Allah membolehkan memakan makanan mereka yang disebutkan itu karena uruf dan kebiasaan. Oleh karena 
itu, setiap masalah yang tergantung oleh izin dari pemilik sesuatu, maka apabila diketahui izinnya melalui 
ucapan atau uruf, maka boleh maju mengambilnya. Selain yang disebutkan di atas, ayat ini juga 
menunjukkan beberapa hal berikut: 

- Bapak boleh mengambil dan memiliki harta anaknya selama tidak sampai memadharratkannya. 

- Orang yang mengurus rumah seseorang, seperti istrinya, saudarinya, dsb. boleh makan dan 
memberikan makan kepada peminta-minta secara biasanya. 

- Bolehnya ikut serta dalam suatu makanan meskipun sampai mengakibatkan sebagiannya memakan 
lebih daripada yang lain. 

1049 Seperti khutbah Jum'at, shalat 'led (hari raya), shalat jama'ah atau berkumpul musyawarah, dsb. 

1050 Termasuk pula pengganti Beliau, karena kedatangan uzur secara tiba-tiba. 

1051 Para mufassir berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila naik ke mimbar pada hari Jum'at 
dan salah seorang ada yang ingin keluar dari masjid karena ada suatu keperluan atau uzur, maka ia tidak 
keluar sehingga ia berdiri lurus menghadap kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar Beliau 
melihatnya, sehingga Beliau mengetahui bahwa ia berdiri untuk meminta izin, maka Beliau mengizinkan 
siapa saja di antara mereka yang Beliau kehendaki." Mujahid berkata, "Izin imam pada hari Jum'at adalah 
berisyarat dengan tangannya." Ahli ilmu berkata, "Demikian pula setiap perkara yang kaum muslimin 
berkumpul bersama imam, maka mereka tidak menyelisihinya dan tidak pulang kecuali dengan izin. Jika ia 
telah meminta izin, maka imam berhak mengizinkan dan berhak tidak mengizinkan. Hal ini jika tidak ada 
sebab yang menghalanginya untuk tetap di tempat, namun jika ada sebab yang menghalanginya untuk tetap 
di tempat, misalnya ketika berada di masjid, lalu ada wanita yang haidh atau laki-laki yang junub, atau tiba- 
tiba sakit, maka tidak perlu meminta izin." (Dari tafsir Al Baghawi). 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki 
di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah 1052 . Sungguh, Allah 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

63. Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan 
sebagian kamu kepada sebagian (yang lain) 1053 . Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang 
keluar (secara sembunyi-sembunyi) di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya) 1054 , 
maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya 1055 takut akan mendapat 
cobaan 1056 atau ditimpa azab yang pedih. 

is 

64. Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi 1057 . Dia mengetahui 
keadaan kamu sekarang 1058 . Dan (mengetahui pula) hari ketika mereka dikembalikan kepada-Nya, 
lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan 1059 . 1060 Dan Allah Maha 
Mengetahui segala sesuatu. 



1052 Karena mungkin permintaan izin mereka dalam hal yang kurang begitu serius. 

1053 Maksudnya adalah jangan memanggil Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seperti memanggil antara 
sesama, misalnya memanggil Beliau dengan mengatakan, "Wahai Muhammad," tetapi katakanlah, "Wahai 
Nabiyullah," atau "Wahai Rasulullah," dengan ucapan yang lembut dan tawadhu' dan dengan merendahkan 
suara. Qatadah berkata, "Allah memerintahkan agar Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam disegani, 
dimuliakan, dibesarkan dan dituakan."Bisa juga maksud ayat ini adalah, tidak menjadikan panggilan 
(seruan) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seperti seruan antara sesama kita yang bisa dipenuhi dan 
bisa tidak. Oleh kaena itu, apabila Beliau memanbggil kita, maka kita wajib mendatangi bahkan meskipun 
kita sedang shalat sunat. 

1054 Misalnya dengan keluar dari masjid diam-diam disangkanya tidak ada yang tahu, padahal Allah 
mengetahui mereka dan akan memberikan balasan yang setimpal. Oleh karena itulah, pada lanjutan ayatnya 
Dia mengancam mereka. 

1055 Dengan pergi diam-diam (tanpa menampakkan dirinya) dan meminta izin karena ada urusan atau bahkan 
tidak ada urusan sama sekali, tetapi hanya mengikuti hawa nafsunya saja. 

1056 Di hatinya, seperti kekufuran, kemunafikan atau kebid'ahan. 

1057 Yakni milik-Nya, ciptaan-Nya, dan hamba-Nya, Dia mengatur mereka dengan hukum qadari-Nya dan 
hukum syar'i-Nya. 

1058 Apakah sebagai mukmin atau sebagai munafik? 

1059 Baik amal yang besar maupun yang kecil dan anggota badan mereka akan menjadi saksi terhadapnya. 

1060 Setelah disebutkan secara khusus pengetahuan-Nya terhadap amal mereka, maka disebutkan secara 
umum, bahwa pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Selesai tafsir surah An Nuur dengan pertolongan 
Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi rabbil 'aalamin. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah Al Furqaan (Pembeda) 

Surah ke-25. 77 ayat. Makkiyyah 



O cA^ ^^ri 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-2: Pengagungan bagi Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan pujian bagi-Nya karena 
menurunkan Al Qur'an kepada hamba-Nya dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi 
wa sallam, serta ajakan untuk mentauhidkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang memiliki 
kerajaan langit dan bumi. 



1. 1061 Mahatinggi 1062 Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Quran) 1063 kepada hamba-Nya 
(Muhammad) 1064 , agar dia menjadi pemberi peringatan 1065 kepada seluruh alam (jin dan manusia), 



2. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi 1066 , tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu baginya 
dalam kekuasaan(-Nya) 1067 , dan Dia menciptakan segala sesuatu 1068 , lalu menetapkan ukuran- 
ukurannya dengan tepat 1069 . 



1061 Ayat ini menerangkan tentang keagungan Allah, keesaan-Nya dan banyaknya kebaikan serta ihsan-Nya. 

1062 Yakni Mahaagung, sempurna sifat-sifat-Nya dan banyak kebaikannya yang di antara kebaikan dan 
nikmat-Nya yang terbesar adalah menurunkan Al Qur'an. 

1063 Al Qur'an disebut Al Furqan, karena ia membedakan antara yang hak dengan yang batil, yang halal 
dengan yang haram, petunjuk dengan kesesatan, dan orang yang bahagia dengan orang yang sengsara. 

1064 Yang telah sempurna martabat kehambaan, dan kedudukannya di atas para rasul yang lain. 

1065 Menakuti mereka dengan azab Allah dan menerangkan jalan yang diridhai Allah dan jalan yang 
dimurkai-Nya, sehingga barang siapa yang menerimanya dan mengamalkannya, maka ia termasuk orang 
yang selamat di dunia dan akhirat, yang memperoleh kebahagiaan yang kekal. Adakah nikmat dan karunia 
yang lebih besar daripada ini? 

1066 Dia yang mengaturnya sendiri, dan semua yang ada di dalamnya adalah milik-Nya dan hamba-Nya, 
tunduk kepada rububiyyah-Nya dan butuh kepada rahmat-Nya. 

1067 Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak dan sekutu, padahal Dia yang memiliki alam semesta, 
sedangkan selain-Nya dimiliki, Dia berkuasa, sedangkan selain-Nya dikuasai, Dia Mahakaya dari segala sisi, 
sedangkan selain-Nya butuh kepada-Nya dari segala sisi, dan bagaimana mungkin Dia memiliki sekutu 
dalam kerajaan-Nya, padahal semua makhluk di bawah ketetapan-Nya, di mana mereka tidak bertindak 
kecuali dengan izin-Nya, maka Mahatinggi Allah dari memiliki anak dan sekutu dengan ketinggian yang 
setinggi-tingginya, dan orang yang mengatakan demikian berarti tidak mengagungkan-Nya dengan 
pengagungan yang semestinya. 

1068 Baik alam bagian atas maupun alam bagian bawah, baik manusia, jin, malaikat, hewan, tumbuhan, benda 
mati, dan lain-lain. 

1069 Maksudnya, segala sesuatu yang diciptakan Allah diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan- 
persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 3-6: Menceritakan bagaimana orang-orang kafir menyekutukan Allah Subhaanahu wa 

Ta'aala dan menyembah selain-Nya, bantahan terhadap pendustaan mereka kepada Al 
Qur'an serta tuduhan dusta mereka bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam 
yang mengada-adanya. 

3. 1070 Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan- 
tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, babkan mereka sendiri diciptakan 1071 dan tidak kuasa untuk 
(menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat 1072 serta tidak kuasa 
mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. 

4. 1073 Dan orang-orang kafir berkata, "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada- 
adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain 1074 ." 1075 Sungguh, mereka telah 
berbuat zalim dan dusta yang besar. 

5. Dan mereka berkata, "(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu 1076 , yang diminta 
agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya 1077 setiap pagi dan petang 1078 



kebaikan-Nya, maka yang demikian menghendaki agar Dia yang dicintai, disembah dan diagungkan, maka 
Dia menerangkan batilnya menyembah selain-Nya. 

1071 Sungguh sangat aneh sekali dan sangat membuktikan sekali terhadap kebodohan mereka, kurangnya akal 
mereka, bahkan membuktikan kezaliman dan beraninya mereka terhadap Tuhan yang menciptakan mereka, 
yaitu sikap mereka mengambil tuhan yang keadaannya seperti yang disebutkan, yakni tidak dapat 
menciptakan, bahkan dicipta, yang tidak dapat menghidupkan, mematikan mapun membangkitkan. 

1072 Sedikit maupun banyak. 

1073 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menetapkan kebenaran tauhid dengan dalil yang qath'i (pasti) lagi 
jelas dan batilnya syirk (mengadakan tandingan bagi Allah), Dia menetapkan kebenaran risalah Nabi 
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan batilnya orang yang menolaknya dan menentangnya. 

1074 Yang dimaksud dengan orang-orang yang lain itu adalah orang-orang Ahli Kitab. 

1075 Allah membantah mereka dengan menerangkan, bahwa mereka telah bersikap sombong, zalim dan 
berdusta besar. Padahal mereka mengetahui pribadi orang yang membawanya, terkenal kejujurannya, 
amanahnya, dan akhlaknya yang mulia, dan lagi tidak mungkin bagi Beliau bahkan semua makhluk untuk 
mendatangkan Al Qur'an yang isinya begitu agung, indah, dan bijaksana, bahkan terdapat berita-berita orang 
terdahulu yang benar, yang tidak diketahui kecuali oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

1076 Yang disampaikan dari mulut ke mulut dan disalin oleh Beliau. 

1077 Agar Beliau hapal. 

1078 Dalam ucapan mereka ini terdapat kesalahan besar dan menunjukkan kedustaan mereka: 

- Tuduhan mereka kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam manusia yang paling baik dan paling 
jujur lisannya dengan tuduhan berdusta. 

- Perkataan mereka, bahwa Al Qur'an adalah dusta dan buatan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 
sallam. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




6. 1079 Katakanlah (Muhammad), "(Al Quran) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui 
rahasia 1080 di langit dan di bumi 1081 . Sungguh, Dia Maha Pengampun 1082 lagi Maha Penyayang 1083 ." 

Ayat 7-10: Protes orang-orang kafir, permintaan mereka agar didatangkan mukjizat serta 
pengingkaran mereka jika rasul diutus dari kalangan manusia biasa. 



7. Dan mereka berkata 1084 , "Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di 
pasar-pasar 1085 ? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan 
peringatan bersama dia 1086 , 



- Perkataan mereka itu sesungguhnya menunjukkan bahwa mereka mengaku mampu mendatangkan 
yang seperti Al Qur'an dan menyamakan antara ucapan makhluk yang memiliki kekurangan dari 
berbagai sisi dengan Al Khaaliq yang Mahasempurna dari berbagai sisi. 

- Kedaaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mereka ketahui, yaitu bahwa Beliau tidak 
sanggup menulis. 

1079 Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman membantah mereka. 

1080 Yakni hal gaib. 

1081 Sisi tegaknya hujjah kepada mereka adalah, bahwa yang menurunkannya adalah Tuhan yang ilmu-Nya 
meliputi segala sesuatu, termasuk mengetahui pula orang yang membawa Al Qur'an (Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam) dan mengatakan bahwa ia turun dari sisi Allah. Jika memang Al Qur'an bukan 
dari Allah, tentu Allah segera membinasakannya, namun kenyataannya Allah menguatkannya dan 
memenangkannya terhadap musuh-musuhnya. Di samping itu, disebutkan ilmu-Nya yang menyeluruh 
adalah untuk mengingatkan mereka dan mendorong mereka untuk mentadabburi Al Qur'an, di mana jika 
mereka mau mentadaburinya, tentu mereka akan melihat di antara ilmu-Nya dan hukum-hukum-Nya yang 
menunjukkan bahwa Al Qur'an turun dari Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang tampak. 

Meskipun mereka mengingkari tauhid dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, namun 
Allah bersikap lembut kepada mereka, Dia tidak segera menghukum mereka, bahkan mengajak mereka 
dengan lembut untuk bertobat dan kembali kepadanya, Dia berfirman di akhir ayat, "Sungguh, Dia Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. " Agar mereka tidak berputus asa. 

1082 Sifat-Nya mengampuni bagi pelaku dosa dan maksiat apabila mereka mengerjakan sebab-sebab untuk 
diampuni, yaitu berhenti dari maksiat dan bertobat. 

1083 Dia tidak segera menghukum mereka, padahal mereka telah melakukan perbuatan yang menghendaki 
untuk disiksa, Dia mengutus Rasul-Nya untuk kebaikan mereka, tetapi Rasul tersebut mereka sakiti baik 
dengan lisan maupun dengan perbuatan, bahkan Dia mengajak mereka bertobat dan siap menerima tobat 
mereka, menghapuskan kesalahan mereka dan menerima kebaikan mereka. 

1084 Ini di antara ucapan orang-orang yang mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, di mana 
ucapan ini dimaksudkan untuk mengkritik kerasulan Beliau, mereka mengatakan, "Mengapa rasul itu tidak 
seorang malaikat, atau seorang raja atau ada malaikat yang membantunya?" 

1085 Ini termasuk sifat-sifat manusia, makan, minum dan butuh seperti yang dibutuhkan manusia lainnya, 
demikian juga pergi ke pasar untuk berjual-beli. Menurut mereka Rasul tidak pantas seperti itu, padahal 
Allah berfirman, "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan 
makanan dan berjalan di pasar-pasar, dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain, 
maukah kamu bersabar?; Dan Tuhanmu Maha Melihat. " (Terj. Al Furqan: 20) 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




8. Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan 1087 atau (mengapa tidak ada) kebun 
baginya 1088 , sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang zalim itu berkata 1089 , 
"Kamu hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir 1090 ." 



9. Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau 1091 , 
maka sesatlah mereka 1092 , mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang 
kerasulanmu). 



10. Mahasuci 1093 (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik 
daripada itu 1094 , (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai 1095 , dan Dia jadikan 
(pula) istana-istana untukmu 1096 . 

Ayat 11-16: Pendustaan orang-orang kafir kepada hari Kiamat, dan bahwa neraka sedang 
menanti mereka serta berbagai azab yang ada di dalam neraka. 



1086 Lagi membenarkannya. 

1087 Dari langit sehingga tidak perlu berjalan ke pasar untuk memperoleh penghidupan. 

1088 Sehingga tidak perlu pergi ke pasar untuk mencari rezeki. 

1089 Kezaliman mereka membuat mereka mengatakan seperti itu, bukan karena samar. 

1090 Padahal mereka mengetahui sempurnanya akalnya, baik bicaranya dan pribadinya yang selamat dari 
cacat. 

1091 Yaitu perkataan mereka, "Mengapa rasul itu tidak malaikat, raja yang mempunyai kekayaan, tetapi 
malah manusia?" Demikian pula perkataan mereka, bahwa Beliau terkena sihir. 

1092 Ucapan mereka penuh pertentangan, semuanya merupakan kebodohan, kedunguan dan kesesatan, tidak 
ada satu pun yang ada petunjuknya. Bahkan dengan memperhatikan sebentar saja sudah dapat diketahui 
kebatilannya dan yang demikian sudah cukup untuk membantahnya. 

1093 Tabaaraka juga bisa diartikan, Mahabanyak kebaikan-Nya. 

1094 Dari apa yang mereka katakan, berupa harta kekayaan yang banyak dan kebun. 

1095 Di dunia, namun Dia menghendaki untuk memberikan surga di akhirat karena keadaan dunia yang di 
sisi-Nya sangat rendah dan hina. 

1096 Maksudnya, kalau Allah menghendaki niscaya dijadikan-Nya untuk Muhammad shallallahu 'alaihi wa 
sallam surga-surga dan istana-istana seperti yang akan diperolehnya di akhirat. tetapi Allah tidak 
menghendaki yang demikian agar manusia itu tunduk dan beriman kepada Allah, tidak terpengaruh oleh 
benda, tetapi berdasarkan kepada bukti-bukti dan dalil-dalil yang nyata. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







11. 

nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat. 



12. Apabila ia (neraka) melihat 1098 mereka dari tempat yang jauh 1099 , mereka mendengar suaranya 
yang gemuruh karena marahnya 1100 . 

13. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu 1101 , 

14. (Akan dikatakan kepada mereka), "Jangan kamu sekalian mengharapkan pada hari ini satu 
kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang 1103 ." 

* !>>■ UC^O ^_jj_aljl JLPj jJI jJjU A^^al JL^ciiJ'il jjj 

15. Katakanlah (Muhammad) 1104 , "Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang 
dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi 
mereka 1105 ?" 

16. Bagi mereka segala yang mereka kehendaki di dalamnya (surga) 1106 , mereka kekal (di 
dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya) 1107 . 



Oleh karena ucapan yang mereka ucapkan itu sudah maklum rusaknya, maka Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala memberitahukan, bahwa ucapan tersebut tidaklah muncul untuk mencari yang hak (benar) dan bukan 
pula karena mencari bukti, tetapi merupakan sikap membangkang dan zalim serta mendustakan yang hak. 

1098 Zahir ayat ini menunjukkan bahwa neraka itu dapat melihat, dan ini mungkin terjadi dengan kekuasaan 
Allah, atau ayat ini menggambarkan bagaimana dahsyat dan seramnya neraka itu agar setiap orang takut 
terhadap azab Allah sehingga mereka mau bertakwa. 

1099 Sebelum sampai kepada mereka. 

1100 Hati mereka merinding ketakutan kepadanya, bahkan hampir mati karena rasa takut yang demikian 
hebat, di mana neraka telah marah karena kemarahan Penciptanya dan bertambah gejolaknya karena 
bertambah kafir dan buruknya mereka. 

1101 Tangan ke leher mereka dengan rantai dan belenggu. 

1102 Maksudnya, mereka mengharapkan kebinasaan, agar terlepas dari siksaan yang sangat besar, yaitu azab 
di neraka yang sangat panas dengan dibelenggu, di tempat yang sempit pula, sebagaimana yang dilukiskan 
itu. 

1103 Harapan mereka untuk dibinasakan sekaligus tidak dikabulkan Allah; tetapi mereka akan mengalami 
azab yang lebih besar selama-lamanya. 

1104 Kepada mereka menerangkan kebodohan mereka karena memilih yang berbahaya daripada yang 
bermanfaat. 

1105 Lagi kekal di sana. 

1106 Baik makanan dan minuman yang enak, pakaian yang indah, wanita yang cantik, istana yang tinggi, 
kebun-kebun yang luas dan buah-buahan, sungai-sungai yang mengalir di kebun-kebun dan mereka dapat 
mengarahkan sungai itu ke arah yang mereka kehendaki, di mana mereka memancarkannya dari air yang 
tidak berubah rasa dan baunya, dari air susu yang tidak berubah rasanya, dari khamar yang lezat rasanya bagi 
peminumnya dan dari madu yang disaring. Demikian pula mereka memperoleh tempat tinggal yang indah, 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



Ay at 70-20: Tanya-jawab antara Allah dengan sembahan-sembahan orang-orang kafir di 
hari kiamat, gambaran orang-orang kafir yang satu sama lain saling mendustakan, 
pembinasaan Allah kepada mereka, dan penjelasan bahwa para rasul adalah manusia. 

>\, a * ,£ — -* , , ****** * S. * ^ ***' '* *****' 

IjL^s ^\ s^JlA (_£^L-p ^ii^l J»Z)\fi Jj-^ ^1 ^UJ-*-^ ^j-^"^ 

17. 1108 Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka 1109 bersama apa yang mereka 
sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), "Apakah kamu yang 
menyesatkan hamba-hamba-Ku itu 1110 , atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?". 

LA^TjI^J JL£X*1« jSCJj *Tlijl QA -^J- 2 (J* A^rki Q\ UJ jji-Jb £)fcf La llliL>elu< 

^ Ijjj llijS I ji Kj ^= JjT I jJo 

18. Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Mahasuci Engkau 1111 , tidaklah pantas bagi Kami 
mengambil pelindung selain Engkau 1112 , 1113 tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek 
mo yang mereka kenikmatan hidup 1114 , sehingga mereka melupakan peringatan 1115 ; dan mereka 
kaum yang binasa 1116 ." 



mendengarkan suara yang menarik, dapat mengunjungi saudara, bergembira karena bertemu para kekasih, 
dan kekalnya nikmat-nikmat tersebut serta selalu bertambah, dan nikmat yang paling besarnya adalah 
kenikmatan memandang wajah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, mendengarkan firman-Nya, dekat dengan- 
Nya, bahagia dengan memperoleh keridhaan-Nya dan aman dari kemurkaan-Nya. Allahumma innaa 
nas 'alukal jannah wa na 'uudzu bika minan naar, Allahumma innaa nas 'alukal jannah wa na 'uudzu bika 
minan naar, Allahumma innaa nas 'alukal jannah wa na 'uudzu bika minan naar. 

1107 Sebagaimana yang dimohonkan kaum mukmin (lihat surah Ali Imran: 194) dan yang dimohonkan para 
malaikat untuk kaum mukmin (lihat surah Al Mu'min: 8). Oleh karena itu, negeri manakah yang lebih utama 
dan lebih layak didahulukan; dunia atau surga? Sungguh jalan ke arah surga begitu jelas, dan kesempatan 
untuk menempuhnya masih ada selama kita masih hidup di dunia. 

1108 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan keadaan orang-orang musyrik dan para sekutu mereka pada 
hari kiamat, dan bahwa para sekutu itu akan berlepas diri dari mereka. 

1109 Yani orang-orang musyrik. 

1110 Dengan menyuruh mereka menyembah kamu. 

1111 Dari perbuatan syrik orang-orang musyrik. 

1112 Maksudnya, setelah mereka dikumpulkan bersama apa yang mereka sembah, yaitu malaikat, Uzair, Nabi 
Isa 'alaihis salam dan berhala-berhala, dan setelah Allah menanyakan kepada yang disembah itu, apakah 
mereka yang menyesatkan orang-orang itu ataukah orang-orang itu yang sesat sendiri? Maka yang disembah 
itu menjawab bahwa tidaklah patut bagi mereka untuk menyembah selain Allah, apalagi untuk menyuruh 
orang lain menyembah selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Lihat surah Al Maa'idah: 116, di sana 
diterangkan jawaban Nabi Isa 'alaihis salam ketika ditanya oleh Allah -dan Dia lebih mengetahui- apakah 
Beliau menyuruh manusia menyembah dirinya? Demikian pula lihat jawaban sesembahan yang mereka 
sembah di surah Saba': 40-41, dan bahwa sesembahan itu akan menjadi musuh bagi mereka sebagaimana di 
surah Al Ahqaaf: 6. 

1113 Setelah mereka menyatakan bahwa diri mereka tidak mengajak manusia menyembah selain Allah atau 
menyesatkan mereka, maka mereka sebutkan sebab yang menjadikan orang-orang musyrik tersesat. 

1114 Yaitu panjang umur dan rezeki yang luas. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




19. 11I7 Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan 1118 , 
maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu) 1119 , dan 
barang siapa di antara kamu berbuat zalim 1120 , niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang 
besar. 



20. 1121 Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti 
memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar 1122 . Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai 
cobaan bagi sebagian yang lain 1123 . Maukah kamu bersabar 1124 ? Dan Tuhanmu Maha Melihat 1125 . 



Ay at 21-29: Kesombongan kaum musyrik sehingga tidak beriman kepada Allah, 
permintaan mereka agar diturunkan malaikat, batalnya amal mereka, penyesalan mereka 
karena tidak mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan pentingnya memilih 

teman yang baik. 



1115 Karena sibuk dengan kesenangan dunia dan mendatangi syahwatnya, mereka jaga dunia mereka, tetapi 
agama mereka, mereka telantarkan. Inilah yang membuat mereka terhalang dari petunjuk. 

1116 Maksudnya, tidak ada kebaikannya dan tidak cocok untuk hal yang baik, bahkan cocok untuk binasa. 

1117 Setelah sesembahan itu menyatakan berlepas diri dari penyembahnya, maka Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala berfirman kepada para penyembahnya sambil mencelanya. 

1118 Yakni bahwa mereka memerintahkan kamu menyembahnya dan mereka ridha dengan perbuatan kamu 
menyembah mereka. 

1119 Karena lemahnya dirimu dan tidak ada yang menolongmu. Inilah balasan untuk orang-orang yang sesat, 
ikut-ikutan lagi jahil (bodoh), adapun orang yang menentang, yakni yang mengetahui yang hak tetapi 
berpaling darinya, maka balasannya disebutkan pada lanjutan ayatnya. 

1120 Yakni berbuat syirk, atau meninggalkan yang hak karena zalim dan menentang. 

1121 Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menjawab orang-orang yang mendustakan, yang 
mengatakan seperti yang disebutkan pada ayat 7 surah ini. 

1122 Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak menjadikan mereka malaikat agar mereka dapat ditiru dan dijadikan 
teladan. Adapun masalah kaya dan miskin, maka yang demikian adalah cobaan dan hikmah (kebijaksanaan) 
Allah sebagaimana dijelaskan pada lanjutan ayat. 

1123 Manusia diuji dengan rasul, apakah mereka akan taat atau tidak? Rasul diuji dengan mendakwahkan 
manusia, orang miskin diuji dengan orang kaya, orang sakit diuji dengan orang sehat, dan orang rendah diuji 
dengan orang terhormat, sehingga mereka berkata, "Mengapa aku tidak seperti dia yang kaya, yang sehat 
atau yang terhormat?" Oleh karena itu, tempat yang kita huni ini adalah tempat ujian, bukan tempat tujuan. 

1124 Pertanyaan ini maksudnya perintah untuk bersabar, yakni maukah kamu untuk bersabar dengan 
melaksanakan kewajiban kamu? Yaitu tetap taat dan tetap meninggalkan maksiat, serta bersabar terhadap 
musibah dengan tidak keluh kesah. 

1125 Siapa yang bersabar dan siapa yang berkeluh kesah. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





Juz 19 




21. Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) 1126 berkata, 
"Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita 1127 atau (mengapa) kita (tidak) melihat 
Tuhan kita 1128 ?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka 1129 dan benar-benar telah 
melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman 1130 ." 



22. (Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat 1131 , pada hari itu tidak ada kabar 
gembira bagi orang-orang yang berdosa 1132 dan mereka berkata, "Hijraan mahjuuraa 1133 ." 



1126 Maksudnya, orang-orang yang mendustakan janji dan ancaman Allah, di mana dalam hati mereka tidak 
ada rasa takut terhadap ancaman Allah dan tidak berharap bertemu dengan Allah. 

1127 Sebagai rasul. 

1128 Lalu Dia memberitahu kami bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya. 

1129 Karena permintaan mereka untuk melihat Allah di dunia. Nampaknya mereka tidak berkaca terhadap diri 
mereka, memangnya mereka siapa sampai meminta untuk melihat Allah dan mengira bahwa kerasulan 
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam benar tidaknya tergantung atas hal itu? Kesombongan apalagi yang 
lebih besar daripada ini. 

1130 Hati mereka lebih keras daripada batu, bahkan lebih keras daripada besi sehingga nasehat dan peringatan 
tidak bermanfaat, dan mereka tidak mau mengikuti kebenaran ketika pemberi peringatan datang kepada 
mereka, bahkan mereka menyikapi orang yang paling jujur dan paling tulus kepada orang lain dan 
menyikapi ayat-ayat Allah dengan berpaling, mendustakan dan menentangnya. Sungguh kelewatan sekali 
sikap mereka. Oleh karena itu amal-amal mereka akan batal dan mereka akan rugi serugi-ruginya 
sebagaimana diterangkan dalam ayat 23. 

1131 Yang sebelumnya mereka minta agar diturunkan. Awal mereka melihat malaikat adalah pada saat 
mereka mati, yaitu ketika malaikat turun hendak mencabut nyawa mereka. Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
berfirman, "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam 
tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah 
nyawamu, " Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu 
mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri 
terhadap ayat-ayat-Nya." (Terj. Al An'aam: 93) Setelah itu, ketika mereka dikubur, di mana mereka akan 
didatangi malaikat Munkar dan Nakir, lalu malaikat itu akan bertanya kepada mereka tentang Tuhan mereka, 
nabi mereka dan agama mereka. Mereka pun tidak bisa menjawab dengan jawaban yang menyelamatkan 
mereka, sehingga mereka akan disiksa, dan tidak memperoleh rahmat, kemudian pada hari Kiamat ketika 
para malaikat menggiring mereka ke neraka lalu menyerahkan kepada para penjaga neraka yang akan 
menyiksa mereka. Inilah sesungguhnya yang mereka usulkan dan yang mereka minta. Oleh karena itu, jika 
mereka tetap di atas perbuatan itu, maka mereka akan melihat dan menemui malaikat, dan ketika itu mereka 
malah berlindung dari malaikat serta berlari, namun tidak ada tempat berlari lagi. 

1132 Yakni orang-orang kafir, berbeda dengan orang-orang mukmin yang mendapat kabar gembira dengan 
surga. 

1133 Ini suatu ungkapan yang biasa disebut orang Arab di waktu menemui musuh yang tidak dapat dielakkan 
lagi atau ditimpa suatu bencana yang tidak dapat dihindari. Ungkapan ini berarti, "Semoga Allah 
menghindari bahaya ini dari saya", ada pula yang mengartikan, "Haram lagi diharamkan." Yakni orang kafir 
haram mendapatkan kabar gembira, diampuni dosa atau masuk ke surga pada hari itu. 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




23. Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan 1134 , lalu Kami akan jadikan amal 
itu (bagaikan) debu yang berterbangan 1135 . 



25. 1138 Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan awan putih 1139 dan para 
malaikat diturunkan secara bergelombang 1140 . 



1134 Yang dimaksud dengan amal mereka di sini ialah amal-amal yang mereka harapkan kebaikannya dan 
mereka bersusah payah melakukannya, yaitu amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia 
seperti silaturrahim, menjamu tamu, menolong orang yang kesulitan sewaktu di dunia. Amal-amal itu tidak 
dibalas oleh Allah karena mereka tidak beriman. 

1135 Yaitu seperti debu yang berhamburan yang terlihat dari lubang dinding ketika terkena sinar matahari. 
Diumpamakan seperti itu dalam hal tidak ada pahalanya karena tidak ada syarat untuk diterima, yaitu iman 
dan karena mereka telah diberi balasan ketika di dunia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 



"Sesungguhnya orang kafir, apabila mengerjakan amal yang baik, maka akan diberi makanan karenanya di 
dunia. Adapun orang mukmin, maka Allah Ta'ala akan menyimpan kebaikannya di akhirat dan akan 
mengaruniakan rezeki di dunia karena ketaatannya." (HR. Muslim) 

1136 Yaitu mereka yang beriman kepada Allah dan beramal saleh. 

1137 Daripada tempat tinggal orang-orang kafir ketika di dunia dan ketika di akhirat. 

1138 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang dahsyatnya hari Kiamat, derita dan hal yang 
menegangkan hati ketika itu. 

1139 Awan ini adalah awan yang Allah turun di situ (lihat tafsir As Sa'diy), Dia turun dari atas langit lalu 
langit terbelah dan para malaikat dari setiap langit turun bergelombang, lalu mereka berdiri berbaris-baris 
mengelilingi makhluk, wallahu a' lam. Ibnu Katsir berkata, "Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan 
tentang kedahsyatan hari Kiamat dan perkara-perkara dahsyat yang terjadi di sana, di antaranya terbelahnya 
langit dan terpecahnya serta mengeluarkan awan, yakni naungan cahaya yang besar yang menyilaukan 
penglihatan, turunnya malaikat dari langit-langit pada hari itu, lalu mengepung makhluk di padang mahsyar, 
kemudian Allah Tabaaraka wa Ta'aala datang untuk memberikan keputusan. Mujahid berkata, "Hal ini sama 
seperti firman Allah Ta'ala, "Tidak ada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan 
Malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan...dst." (Terj. Al Baqarah: 210) 

Ibnu Abbas berkata, "Langit dunia terbelah, lalu turun penghuninya yang lebih banyak dari penghuni bumi 
dari kalangan jin dan manusia, kemudian langit kedua terbelah, lalu turun penghuninya yang lebih banyak 
dari penghuni bumi dari kalangan jin dan manusia, kemudian seterusnya sampai langit ketujuh terbelah, 
dan penghuni setiap langit lebih banyak lagi daripada penghuni langit sebelumnya, kemudian malaikat 
Karrubiiyin turun, lalu para malaikat pemikul 'Arsy. " 

1140 Malaikat karena jumlahnya yang banyak dan kuatnya mereka, mereka turun mengelilingi makhluk 
sambil tunduk kepada perintah Tuhan mereka. Ketika itu, tidak ada seorang pun yang berani berbicara 
kecuali dengan izin Allah, lalu bagaimana menurutmu tentang manusia yang lemah, khususnya mereka yang 
berani berhadapan dengan Tuhan mereka dengan perkara-perkara besar yang menunjukkan beraninya 
mereka terhadap Allah, yang mengerjakan perbuatan yang mendatangkan kemurkaan-Nya, mengerjakan 



24. Penghuni-penghuni surga 1 
tempat istirahatnya. 



1136 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




26. Kerajaan yang hak 1141 pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih 1142 . Dan itulah 
hari yang sulit bagi orang-orang kafir. 

27. 1143 Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya 1144 (menyesali 
perbuatannya), seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul 1145 ." 



dosa dan tidak bertobat daripadanya. Ketika itulah, Allah Yang Maha Pengasih memberikan keputusan yang 
tidak ada kezaliman meskipun seberat dzarrah (debu). Oleh karena itulah hari itu adalah hari yang sangat 
sulit bagi orang-orang kafir, berbeda dengan orang mukmin yang diringankan bebannya. 

1141 Yang dimaksud dengan kerajaan yang hak ialah kekuasaan yang mutlak yang tidak disekutui oleh siapa 
punjuga. 

1142 Tidak ada seorang pun yang bersekutu dalam kerajaan itu. Ketika itu, raja-raja di dunia dengan 
rakyatnya adalah sama, orang merdeka dengan budak adalah sama, orang-orang terhormat dan orang-orang 
rendah adalah sama. Dan termasuk yang menenangkan hati dan menenteramkan dada adalah ketika Dia 
menyandarkan kerajaan-Nya dengan nama-Nya Ar Rahman yang rahmat-Nya mengena kepada segala 
sesuatu, di mana dengan rahmat-Nya dunia dan akhirat menjadi makmur, dengannya yang kurang menjadi 
sempurna dan semua kekurangan pun hilang, dan bahwa rahmat-Nya mengalahkan kemurkaan-Nya. Saat itu, 
semua makhluk telah hadir di tempat yang luas dalam keadaan tunduk, hina dan menunggu keputusan Allah 
apa yang Dia putuskan kepada mereka, sedangkan Dia Maha Pengasih, yang lebih pengasih daripada diri 
mereka dan daripada ibu-bapak mereka. Jika demikian, menurutmu apa yang dilakukan-Nya kepada 
mereka? Ketika itu, tidak ada yang celaka di hadapan-Nya kecuali orang yang memang celaka dan tidak ada 
orang yang keluar dari rahmat-Nya kecuali orang yang dikuasai oleh kecelakaannya dan sudah pantas 
menerima azab. 

1143 Disebutkan dalam Ad Durrul Mantsur juz 5 hal. 68, bahwa Ibnu Mardawaih dan Abu Nu'aim dalam Ad 
Dalaa'il meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari jalan Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas radhiyallahu 
'anhuma, bahwa Abu Mu'aith biasa duduk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Mekah dan tidak 
menyakitinya. la adalah orang yang santun. Oleh karenanya sebagian orang-orang Quraisy apabila duduk 
bersamanya menyakitinya. Abu Mu'aith memiliki seorang teman yang sedang berada di Syam, lalu orang- 
orang Quraisy mengatakan, "Abu Mu'aith telah pindah agama," lalu kawannya datang pada malam hari dari 
Syam dan bertanya kepada istrinya, "Sudah sampai di mana Muhammad berbuat?" Istrinya berkata, 
"Perkaranya sudah lebih parah." Ia bertanya lagi, "Apa yang dilakukan kawanku Abu Mu'aith?" Istrinya 
menjawab, "Ia telah pindah agama." Maka semalaman Ia (kawan Abu Mu'aith) merasa gelisah. Ketika tiba 
pagi harinya, Abu Mu'aith datang lalu mengucapkan salam kepadanya, tetapi salamnya tidak dijawab, maka 
Abu Mu'aith berkata, "Mengapa engkau tidak menjawab salamku?" Ia menjawab, "Bagaimana aku akan 
menjawab salammu padahal engkau telah pindah agama?" Ia berkata, "Apakah orang-orang Quraisy berkata 
seperti itu?" Ia menjawab, "Ya." Ia bertanya, "Kalau begitu perbuatan apa yang dapat mengobati dada 
mereka?" Ia menjawab, "Engkau datangi dia (Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) lalu engkau ludahi 
wajahnya dan engkau caci-maki dengan cacian yang yang terburuk yang engkau ketahui." Maka Abu 
Mu'aith melakukannya, namun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak bersikap apa-apa selain mengusap 
mukanya dari air liur, lalu Beliau menoleh kepadanya sambil berkata, "Jika aku mendapati kamu berada di 
luar pegunungan Mekah, aku akan memenggal lehermu dengan cara ditahan." Ketika tiba perang Badar dan 
kawan-kawannya berangkat, maka ia (Abu Mu'aith) enggan untuk berangkat, lalu kawan-kawannya berkata, 
"Keluarlah bersama kami." Ia berkata, "Sungguhnya orang ini (Yakni Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi 
wa sallam) telah berjanji kepadaku jika mendapatiku berada di luar pegunungan Mekah akan memenggal 
leherku dengan cara ditahan." Mereka berkata, "Engkau akan memperoleh unta merah, (tenang saja) dia 
tidak akan mendapatkan kamu jika kekalahan menimpanya." Maka ia keluar bersama mereka, dan ketika 
Allah mengalahkan kaum musyrik dan untanya jatuh ke tanah lumpur di beberapa jalan (di gunung), maka 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menangkapnya dalam 70 orang Quraisy, lalu Abu Mu'aith datang 
kepada Beliau dan bersabda, "Engkau akan bunuh aku di tengah-tengah mereka ini?" Beliau menjawab, "Ya, 
karena engkau telah meludahi wajahku." Maka Allah menurunkan ayat tentang Abu Mu'aith, " Wa yauma 
ya'addhuzh zhaalimu 'alaa yadaihi... dst. sampai ayat, "Wa kaanasy syaithaanu lil insaani khadzuulaa. " 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



28. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si Man 1146 itu teman akrab(ku). 

29. Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al Quran) ketika (Al Quran) itu telah 
datang kepadaku 1147 . Dan setan memang pengkhianat manusia 1148 . 

Ayat 30-34: Pengaduan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Tuhannya 
karena kaumnya tidak peduli terhadap Al Qur'an, bantahan terhadap syubhat orang-orang 
yang mengingkari turunnya Al Qur'an dan hikmah diturunkan Al Qur'an secara berangsur- 

angsur. 

30. Dan Rasul (Muhammad) berkata 1149 , "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku 1150 telah menjadikan 
Al Quran ini diabaikan 1151 ." 

(cj5) j/> yo'tj ^-LH l/^J O^j^*-" ifi £gj J50 LlisLs- »iiJ' aSj 



Syaikh Muqbil berkata, "Kami masih tidak berani menghukumi (kedudukan haditsnya) karena As Suyuthiy 
rahimahullah agak mudah (menshahihkan)." 

1144 Menggigit tangan (jari) maksudnya menyesali perbuatannya, berupa syirk, kufur dan mendustakan para 
rasul. 

1145 Dengan beriman kepadanya, membenarkannya dan mengikutinya. 

1146 Yang dimaksud dengan si fulan, adalah setan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia. Yakni 
mengapa aku malah memusuhi manusia yang paling tulus kepadaku, paling baik dan paling lembut 
kepadaku (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam), dan aku malah berteman dengan musuhku yang 
tidak memberiku manfaat apa-apa selain kecelakaan, kerugian, kehinaan dan kebinasaan. 

1147 Yaitu menghalangiku beriman kepadanya dengan menghias kesesatan dan memperjelek kebenaran 
dengan tipuan dan bujukannya. 

1148 Yakni yang menelantarkannya ketika manusia sedang kesulitan. Hal ini sebagaimana yang pidato setan 
kepada semua pengikutnya ketika urusan telah diselesaikan dan Allah telah menghisab makhluk-Nya: 

Dan berkatalah setan ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan 
kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali 
tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi 
seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali 
tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak 
membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. " Sesungguhnya orang- 
orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. " (Terj. Ibrahim: 22) 

Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba memperhatikan dirinya, apakah tertipu oleh setan atau tidak? 
Demikian pula memanfaatkan kesempatan hidup di dunia, mengisinya dengan iman dan amal saleh sebelum 
tiba hari di mana tidak ada lagi kesempatan, yang ada adalah pembalasan terhadap amal. 

1149 Berdoa dan mengeluhkan kepada Tuhannya serta menyayangkan tentang sikap kaumnya yang malah 
berpaling dari Al Qur'an ini. 

1150 Yakni yang Engkau utus aku untuk menerangkan petunjuk dan menyampaikan risalah kepada mereka. 

1151 Mereka meninggalkan dan mengabaikannya, padahal yang wajib bagi mereka adalah tunduk kepadanya, 
mendatangi hukum-hukumnya, dan berjalan mengikutinya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



31. 1152 Begitulah 1153 , bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa 1154 . 
Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk 1155 dan penolong 1156 . 



32. Dan orang-orang kafir berkata 1157 , "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya 
sekaligus 1158 ?" Demikianlah 1159 , agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya 1160 dan 
Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar) 1161 . 



33. Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh 1162 , 
melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik 1163 . 



1152 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menghibur Rasul-Nya dan member itahukan, bahwa mereka punya 
pendahulu yang perbuatannya sama dengan mereka. 

1153 Yakni sebagaimana telah Kami adakan untukmu musuh dari kaum musyrik Quraisy. 

1154 Di antara faedah diadakan musuh bagi setiap nabi adalah agar hak berada di atas kebatilan dan kebenaran 
semakin jelas, karena dengan adanya penentangan yang batil terhadap yang hak dapat menambah kebenaran 
semakin jelas, dan semakin jelas keistimewaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang berada di atas 
yang hak dan hukuman yang diberikan-Nya kepada orang-orang yang berada di atas kebatilan. Oleh karena 
itu, bersabarlah sebagaimana mereka (para nabi) bersabar dan janganlah kamu bersedih dan dirimu binasa 
karena kesedihan terhadap mereka. 

1155 Yakni yang menunjukimu sehingga apa yang kamu harapkan tercapai, demikian pula maslahat agama 
maupun dunia. 

1156 Terhadap musuh-musuhmu. Oleh karena itu, bertawakkallah kepada -Nya. 

1157 Perkataan ini termasuk di antara usulan orang-orang kafir. 

1158 Seperti Taurat, Injil dan Zabur. 

1159 Al Qur'an diturunkan tidak secara sekaligus. 

1160 Maksudnya, Al Quran itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur-angsur agar 
dengan begitu hati Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi kuat, tenang dan teguh. Terutama, 
ketika ada sebab-sebab gelisah, maka dengan turunnya Al Qur'an dapat menenteramkannya. 

1161 Agar mudah dipahami dan dihapal. Hal ini menunjukkan perhatian Allah terhadap kitab-Nya dan 
terhadap Rasul-Nya, di mana Dia menurunkan kitab-Nya sesuai keadaan rasul dan maslahat agamanya. 

1162 Untuk membatalkan perkaramu. 

1163 Maksudnya, setiap kali mereka datang kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam membawa 
suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah menolaknya dengan sesuatu yang benar dan nyata. Al 
Qur'an penuh dengan kebenaran dan kejelasan. Kandungannya hak (benar) dan tidak dicampuri kebatilan 
dan syubhat, sedangkan lafaz-lafaznya begitu jelas. Dalam ayat ini terdapat dalil, bahwa sepatutnya bagi 
orang yang berbicara tentang ilmu, baik yang menyampaikan hadits, pengajar dan penasehat mengikuti 
Tuhannya dalam menyesuaikan ayat-ayat-Nya dengan keadaan rasul-Nya, oleh karenanya ia membawakan 
ayat-ayat, hadits-hadits dan nasehat yang sesuai yang sesuai dengan kondisi. Dalam ayat ini juga terdapat 
bantahan terhadap kaum Jahmiyyah dan yang semisal mereka yang memandang bahwa nash-nash Al Qur'an 
harus dibawa kepada selain zhahirnya, dan bahwa ia memiliki makna selain yang dipahami darinya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






34. Orang-orang yang dikumpulkan di neraka Jahannam 1164 dengan diseret wajahnya 1165 , mereka 
itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. 

Ay at 35-40: Pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu, disebutkannnya kisah-kisah para 
nabi sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap gangguan 
yang menimpa Beliau dari kaumnya. 

35. 1166 Dan sungguh, Kami telah memberikan kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah 
menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu). 

(cg| \j^a JU \ JLi UxiJlL IjJ JlT ^_J^\ J! 

36. Kemudian Kami berfirman kepada keduanya, "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang 
mendustakan ayat-ayat kami 1167 ." Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya. 

IjIjlp ^^JliJ^JlI LSjlIpIj g^tliJ ^iLx^-j ~^ps>JA J— JJ! Ijj Jl^= UJ £-jj ^jij 

37. Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul 1168 . Kami 
tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami 
telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih 1169 ; 



1164 Yang menghimpun semua azab dan hukuman. 

1165 Oleh para malaikat yang akan mengazab. 

1166 Di ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sekilas kisah-kisah umat -umat terdahulu 
yang binasa yang sudah disebutkan secara panjang lebar di ayat yang lain untuk memperingatkan manusia 
agar mereka berhenti dari mendustakan Rasul mereka sehingga mereka akan tertimpa musibah seperti yang 
menimpa kaum-kaum yang binasa tersebut yang tidak jauh dari mereka dan mereka telah mengetahui 
kisahnya karena sudah masyhur, bahkan di antara mereka ada yang menyaksikan jejak peninggalan mereka 
dengan mata kepala seperti kaum Shalih di Hijr dan negeri yang telah dihujani dengan hujan batu. Mereka 
melewatinya dalam safar mereka, dan lagi umat-umat terdahulu tidaklah lebih buruk dari mereka (orang- 
orang kafir Quraisy), sedang rasul-rasul itu tidaklah lebih baik dari Rasul mereka (Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam). Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Apakah orang-orang kafirmu (hai 
kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari 
azab) dalam Kitab-Kitab yang dahulu. " (Terj. Al Qamar: 43). Akan tetapi yang menghalangi mereka 
beriman padahal mereka menyaksikan ayat-ayat yang menunjukkan kebenarannya adalah karena mereka 
tidak berharap kebangkitan, tidak berharap bertemu dengan Tuhan mereka serta tidak takut terhadap siksa- 
Nya sebagaimana yang diterangkan dalam ayat 40 surah ini. Oleh karena itu, mereka masih tetap di atas 
sikap membangkang, padahal telah datang kepada mereka ayat-ayat yang tidak menyisakan keraguan, 
syubat, kemusykilan dan kebimbangan. 

1167 Yaitu kaum Qibth (bangsa Mesir), mereka ini adalah Fir'aun dan kaumnya. 

1168 Kaum Nuh dikatakan mendustakan para rasul, padahal yang diutus kepada mereka hanya Nabi Nuh 
'alaihis salam, karena barang siapa yang mendustakan seorang rasul, sama saja mendustakan semua rasul, 
karena yang dibawa para rasul adalah sama dalam hal ushulnya (pokok-pokok agamanya) meskipun 
syrariatnya berbeda-beda sesuai kondisi masing-masing. 

1169 Di samping yang telah menimpa mereka di dunia. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



38. Dan (telah Kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass 1170 serta banyak (lagi) 
generasi di antara (kaum-kaum) itu. 



39. Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan 1171 dan masing-masing telah Kami 
hancurkan sehancur-hancurnya. 



40. Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) 
dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya 1172 ? Bahkan mereka itu 
sebenarnya tidak mengharapkan 1173 hari kebangkitan. 

Ayat 41-44: Di antara keburukan kaum musyrik dan kesesatan mereka, dan bahwa mereka 
mengikuti hawa nafsu sebagai pengganti dari mengikuti kebenaran. 



41. Dan apabila mereka 1174 melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau 
sebagai ejekan (dengan mengatakan) 1175 , "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul 1176 ? 



1170 Rass adalah telaga yang sudah kering airnya. kemudian dijadikan nama suatu kaum, yaitu kaum Rass. 
Mereka menyembah patung, lalu Allah mengutus seorang nabi kepada mereka. Ada yang berpendapat, 
bahwa nabi tersebut adaah Syu'aib, dan ada yang berpendapat selain Nabi Syu'aib, wallahu a'lam. 

1171 Dalam hal menegakkan hujjah kepada mereka, di mana mereka tidak dibinasakan kecuali setelah diberi 
peringatan. 

1172 Dalam safar mereka ke Syam. 

1173 Yakni tidak takut kepadanya sehingga mereka tidak beriman. 

1174 Yang mendustakanmu dan menentang ayat-ayat Allah lagi bersikap sombong di bumi. 

1175 Sambil merendahkannya. 

1176 Hal mi disebabkan sikap zalim dan pembangkangan mereka yang sungguh keras serta hendak 
memutarbalikkan fakta. Dari ucapan mereka ini dapat dipahami bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi 
wa sallam menurut mereka rendah, dan bahwa seandainya risalah itu diberikan kepada selainnya, maka lebih 
tepat. Ucapan ini tidaklah muncul kecuali dari orang yang paling bodoh dan paling sesat atau orang yang 
paling membangkang padahal tahu keadaan yang sebenarnya, di mana maksud ucapan itu adalah untuk 
menguatkan kebatilannya dengan cara mengkritik kebenaran dan orang yang membawanya. Padahal barang 
siapa yang memperhatikan keadaan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tentu dia akan 
mendapatkan bahwa Beliau orang yang cocok memegang kepemimpinan lagi orang yang paling cerdas di 
antara mereka, memiliki ilmu, ketenangan, akhlak yang mulia, 'iffah (kesucian diri), keberanian, 
kedermawanan dan semua akhlak utama, sehingga orang yang menghinanya dan membencinya telah 
menggabung antara kebodohan, kesesatan, pertentangan, kezaliman dan sikap kelewatan. Cukuplah dia 
sebagai orang yang bodoh lagi sesat jika mencacatkan Rasul yang utama ini dan ksatria yang mulia ini. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



42. 1177 Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sembahan kita 1178 , seandainya kita tidak 
dapat bertahan (menyembah)nya 1179 ." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka 
melihat azab 1180 , siapa yang paling sesat jalan-Nya 1181 . 

43. Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai 
tuhannya 1182 . Apakah engkau akan menjadi penjaganya 1183 ? 

* „ i „ £ > J* «r J', C ' J',^,£ j, „ „ J> - » £ sr £ , < , £ 

44. 1184 Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami 1185 ? 
Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya. 

Ay at 45-52: Tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, mengambil pelajaran dari apa 
yang disebutkan dalam Al Qur'an, dan peringatan dari mengikuti orang-orang kafir. 

45. Tidakkah engkau memperhatikan 1186 (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan 
(dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki niscaya Dia jadikannya 
(bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk (atas bayang-bayang 
itu) 1187 , 



1177 Maksud mereka mencacatkan Beliau dan menghinanya adalah agar mereka tetap istiqamah di atas 
kebatilan dan menipu orang-orang yang kurang akal. 

1178 Dengan menyembah hanya satu Tuhan. Mereka mengira bahwa tauhid adalah kesesatan, dan bahwa 
syirk adalah petunjuk, oleh karenanya mereka saling berwasiat untuk bersabar di atas syirk. 

1179 Sabar di semua keadaan adalah terpuji selain pada keadaan ini, maka dalam keadaan ini, sabar tersebut 
adalah sabar tercela, karena sabar untuk tetap di neraka. 

1180 Dengan mata kepala mereka di akhirat. 

1181 Mereka atau kaum mukmin. 

1182 Apa yang diinginkan hawa nafsunya dia kerjakan. Yakni tidakkah engkau heran terhadap keadaannya 
dan melihat kesesatan yang ada pada dirinya, namun menurutnya ia berada dalam keadaan yang terbaik. 

1183 Yang menjaganya dari mengikuti hawa nafsunya. Yakni Engkau (Muhammad) tidak berkuasa 
terhadapnya, engkau hanyalah pemberi peringatan dan engkau telah melakukan tugasmu, adapun hisabnya 
maka diserahkan kepada Allah. 

1184 Kemudian Allah menghukumi mereka, bahwa mereka tidak dapat mendengar dan memahami. Demikian 
juga Dia menyamakan mereka dengan hewan ternak yang tidak mendengar apa-apa selain suara panggilan 
dan teriakan saja, mereka tuli, bisu dan buta, bahkan keadaannya lebih sesat daripada binatang ternak, karena 
binatang ternak itu apabila diarahkan oleh penggembalanya akan menurut dan apabila mengetahui jalan yang 
menjurus kepada kebinasaan, ia segera menjauhinya. Binatang ternak tersebut lebih pandai daripada mereka 
itu. Oleh karena itulah, bahwa orang yang menuduh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersesat layak 
memperoleh sifat itu dan bahwa hewan ternak justru lebih lurus jalannya daripada orang tersebut. 

1185 Apa yang engkau sampaikan kepada mereka. 

1186 Dengan penglihatanmu dan mata hatimu sempurnanya kekuasaan Tuhanmu dan luasnya rahmat-Nya, 
bahwa Dia memanjangkan bayang-bayang, yaitu ketika matahari belum terbit. 

1187 Jika tidak ada matahari tentu tidak diketahui bayang-bayang itu, karena dengan mengenal kebalikan dari 
sesuatu, maka akan dikenal lawannya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




46. Kemudian Kami menariknya (bayang-bayang) itu kepada Kami sedikit demi sedikit 1188 . 

jt^Jl J-*^j 15 fj^'j I (*5sJ J-*?" J-*J 

47. Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan 
Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha (mencari rezeki) 1189 . 

48. Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan 
rahmat-Nya (hujan) 1190 ; dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih 1191 , 




49. Agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi 
minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia 
yang banyak 1192 . 

50. 1193 Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara mereka agar mereka 
mengambil pelajaran 1194 ; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka 
mengingkari (nikmat) 1195 . 



1188 Maksudnya, bayang-bayang itu Allah hapuskan dengan perlahan-lahan sesuai dengan naiknya matahari 
sedikit demi sedikit sehingga hilang secara keseluruhan.Yang demikian terdapat dalil sempurnanya 
kekuasaan Allah dan keagungan-Nya, sempurnanya rahmat dan perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya, 
dan bahwa Dia saja yang satu-satunya berhak disembah lagi berhak mendapat seluruh pujian, yang berhak 
dicintai dan diagungkan, Pemilik kebesaran dan kemuliaan. 

1189 Jika tidak ada malam tentu manusia tidak dapat merasakan ketenangan dan tentu mereka akan terus 
berbuat sehingga fisik mereka sakit, dan jika malam terus menerus, tentu mereka akan kesulitan mencari 
penghidupan, oleh karenanya karena rahmat-Nya Dia adakan siang untuk bangkit berusaha, bekerja, dll. 
sehingga banyak maslahat yang dapat tegak. 

1190 Agar mereka mempersiapkan diri sebelum hujan deras turun. 

1191 Yang membersihkan diri dari hadats dan kotoran (najis), di dalamnya terdapat suatu berkah di antara 
berkah-Nya, Dia menurunkannya untuk menghidupkan tanah yang mati lalu tumbuhlah berbagai macam 
tumbuhan dan pepohonan yang kemudian dimakan manusia dan hewan ternak. 

1192 Bukankah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira dan menggerakkannya untuk 
berbagai kepentingan dan yang menurunkan air yang suci lagi diberkahi dari langit yang kemudian menjadi 
rezeki bagi manusia dan hewan ternak mereka Dialah yang berhak untuk diibadahi dan tidak disekutukan? 

1193 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan nikmat-nikmat-Nya kepada manusia agar manusia 
mengenalinya, bersyukur dan mengingat-Nya, namun kenyataannya manusia enggan bersyukur karena 
sudah rusaknya akhlak dan tabi'at mereka. 

1194 Bisa juga diartikan, "Agar mereka mengingat nikmat Allah." 

1195 Mereka tidak mengatakan perkataan yang benar, yaitu, "Kita diberi hujan karena karunia Allah dan 
rahmat-Nya," tetapi malah mengatakan, "Kita diberi hujan karena bintang ini dan itu." 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



51. 1196 Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada 
setiap negeri. 



52. Maka janganlah engkau taati (keinginan) orang-orang kafir 1197 , dan berjuanglah terhadap 
mereka dengannya (Al Quran) dengan (semangat) perjuangan yang besar. 

Ayat 53-62: Di antara ayat-ayat Allah yang jelas di lautan dan sungai-sungai, penciptaan 
manusia dari air, dan mcskipun ayat-ayat itu telah jelas namun orang-orang musyrik tetap 
saja menyembah selain Allah sesuatu yang tidak memberikan manfaat kepada mereka dan 

tidak sanggup menimpakan bahaya, dan penjelasan penciptaan langit dan bumi serta apa 
yang ada di antara keduanya. 

I ^>t^-j te-jy, L-*4hh cJ^'J Ijll&j cJ\ j> t^j-P Ijlla i ^jj^J\ (_£JiJI ^ 



53. Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan 
yang lain sangat asin lagi pahit 1198 ; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak 
tembus 1199 . 



54. 1200 Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu Dia jadikan manusia itu (punya) 
keturunan dan mushaharah 1201 dan Tuhanmu adalah Maha Kuasa. 



1196 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan tentang berlakunya masyi'ah (kehendak)-Nya, dan 
bahwa jika Dia menghendaki tentu Dia kirim seorang rasul di setiap kota untuk memberi peringatan, akan 
tetapi hikmah dan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan kepada manusia 
menghendaki untuk mengutus Beliau kepada semua manusia; baik yang berkulit putih, hitam, coklat maupun 
yang berkulit merah, baik bangsa Arab maupun selainnya, manusia dan jinnya. Di antara hikmahnya adalah 
agar pahala Beliau semakin besar. 

1197 Agar engkau meninggalkan tugasmu, bahkan berjihadlah melawan mereka dengan ilmu (Al Qur'an). 
Jika engkau melihat di antara mereka bersikap mendustakan dan berani terhadapmu, maka kerahkanlah 
kemampuanmu dan tidak berputus asa menunjuki mereka serta tidak meninggalkan dakwah karena 
keinginan mereka. 

1198 Ada yang menafsirkan, bahwa laut yang segar dan tidak asin itu adalah sungai yang mengalir ke daratan, 
air sumur dan mata air. sedangkan laut yang asin lagi pahit adalah laut itu sendiri dan samudera. Allah 
menjadikannya masing-masing bermanfaat dan bermaslahat bagi manusia. Ada pula yang menafsirkan, 
bahwa memang ada dua air yang berdampingan, namun tidak menyatu seperti yang disebutkan dalam ayat 
tersebut karena Allah adakan dinding dan batas sehingga tidak tembus. Hal ini termasuk kekuasaan Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. Seperti yang terjadi pada sungai Sinegal yang menyatu dengan samudera atlantik di 
samping kota Sanlois. Syaikh Asy Syinqithi rahimahullah berkata, "Saya pernah berkunjung ke kota Sanlois 
pada tahun 1363 H. Pernah sekali, saya mandi di sungai Sinegal dan sesekali di lautan itu, namun saya tidak 
mendatangi tempat bersatunya (kedua air itu), akan tetapi sebagian teman saya yang terpercaya 
memberitahukan saya, bahwa dia pernah datang ke tempat bersatunya air itu. la duduk (di sana), ia ciduk 
dengan salah satu tangannya air yang rasanya tawar lagi segar dan ia ciduk air yang satunya lagi, ternyata 
asin lagi pahit, namun salah satunya tidak bercampur dengan yang lain. Maka Mahasuci Allah Jalla wa 'Alaa 
alangkah agung dan sempurna kekuasaan-Nya." 

1199 Agar tidak menyatu sehingga manfaat yang diharapkan tidak tercapai. 

1200 Allah-lah yang menciptakan manusia dari air yang hina (mani), lalu Dia menyebarkan daripadanya 
keturunan yang banyak, Dia menjadikan mereka berketurunan dan menjalin hubungan kekeluargaan, semua 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





55. Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka 1202 dan 
tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka 1203 . Orang-orang kafir itu adalah penolong (setan 



56. 1206 Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa 
kabar gembira 1207 dan pemberi peringatan 1208 . 

57. Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan risalah 
itu 1209 , melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya 1210 ." 

58. 1211 Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan 



itu berasal dari satu materi, yaitu air yang hina itu. Hal ini menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala dan menunjukkan bahwa beribadah kepada-Nyalah yang hak, sedangkan beribadah 
. selain-Nya adalah batil. 



Mushaharah artinya hubungan kekeluargaan yang berasal dari perkawinan, seperti menantu, ipar, mertua 
dan sebagainya. 

1202 Jika menyembahnya. 

1203 Jika meninggalkannya. Itulah patung dan berhala. 

1204 Yaitu dengan menaatinya. 

1205 Berhala, patung dan setan sudah jelas batil, namun orang-orang kafir malah membantunya dengan 
menyembahnya dan menaati setan sehingga sama saja membantunya berbuat durhaka kepada Tuhannya dan 
menjadikan musuh-Nya, padahal Allah yang telah menciptakan mereka dan memberinya rezeki serta 
mengaruniakan berbagai nikmat, kebaikan dan ihsan-Nya tidak berhenti diberikan kepada mereka, namun 
mereka dengan kebodohannya membalasnya dengan sikap kufur dan menentang Tuhan mereka; tidak 
bersyukur dan tunduk kepada-Nya. 

1206 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan bahwa Dia tidaklah mengutus Rasul-Nya Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berkuasa terhadap manusia, dan tidak menjadikannya malaikat serta tidak 
menjadikannya memiliki harta kekayaan yang banyak, akan tetapi Dia mengutus sebagai pemberi kabar 
gembir bagi orang yang taat dengan pahala Allah di dunia dan akhirat, serta pemberi peringatan kepada 
orang yang durhaka kepada Allah dengan hukuman segera atau lambat, dan hal ini menghendaki Beliau 
untuk menerangkan perbuatan yang dapat mendatangkan kabar gembira berupa perintah-perintah agama, 
dan menerangkan perbuatan yang mendatangkan ancaman berupa larangan. 

1207 Dengan surga. 

1208 Terhadap neraka. 

1209 Sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikutinya, karena Beliau tidak meminta upah. 

1210 Seperti dengan menginfakkan hartanya untuk mencari keridhaan-Nya jika mereka mau, dan Beliau tidak 
akan mencegahnya. Beliau tidak memaksa mereka untuknya dan tidak pula menanggung mereka mengupah 
Beliau, bahkan semua itu maslahatnya kembali kepada mereka dan dapat menyampaikan mereka kepada 
Tuhan mereka. 

1211 Kemudian Allah memerintahkan Beliau untuk bertawakkal dan meminta pertolongan-Nya dalam semua 
urusan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




59. Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari 1214 , 
kemudian Dia bersemayam di atas Arsy 1215 , (Dialah) Yang Maha Pengasih 1216 , maka tanyakanlah 
(tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui 1217 . 

(cj))lf ^-Ailjj 15^16 L^J Jl>*ZS$\ IjJli qLjS^JS IjJlie^J ^_gJ JJ lilj 

60. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih 1218 ," mereka 
menjawab 1219 , "Siapakah Yang Maha Pengasih itu 1220 ? Apakah kami harus sujud kepada Allah 
yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya) 1221 ?" dan (ucapan) 
itu 1222 menambah mereka makin jauh (dari kebenaran) 1223 . 



1212 Yakni dengan mengucapkan Subhaanallahi wal hamdulillah atau dengan melaksanakan ibadah seperti 
shalat sebagai rasa syukur terhadap nikmat-Nya. 

1213 Dan Dia akan membalasnya. Adapun Beliau, maka bukan kewajibannya menjadikan mereka mengikuti 
petunjuk dan bukan kewajibannya menjaga amal mereka. Semua itu hanyalah di Tangan Allah. 

1214 Jika Dia menghendaki, Dia mampu menciptakannya dalam sekejap, akan tetapi untuk mengajarkan sikap 
pelan-pelan (tidak tergsa-gesa) kepada makhluk, demikian pula untuk menghubungkan akibat dengan 
sebabnya sebagaimana yang dikehendaki oleh hikmah (kebijaksanaan)-Nya. 

1215 Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah 
dan keagungan-Nya. Hal ini menandakan sempurnanya kerajaan Allah dan kekuasaan-Nya. Arsy artinya 
singgasana, ia adalah atap semua makhluk. Makhluk Allah yang paling tinggi, paling besar dan luas serta 
paling indah. 

1216 Yang rahmat-Nya mengena kepada segala sesuatu. Ayat ini menetapkan penciptaan-Nya terhadap semua 
makhluk, pengetahuan-Nya terhadap zahir dan batin mereka, tingginya Dia di atas 'Arsy dan terpisahnya 
Dia dari mereka. 

1217 Yang lebih mengetahui tentang Allah adalah Allah Subhaanahu wa Ta'aala sendiri, Dialah yang 
mengetahui sifat-sifat-Nya, keagungan-Nya dan kebesaran-Nya, dan Dia telah memberitahukannya kepada 
kamu serta menerangkannya, sehingga membantu kamu untuk dapat mengenal-Nya dan tunduk kepada 
keagungan-Nya. Ada pula yang menafsirkannya dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, 
karena Beliau mengenal tentang Allah. 

1218 Yang mengaruniakan kepadamu semua nikmat dan menghindarkan bahaya. 

1219 Dengan sikap ingkar. 

1220 Dengan persangkaan mereka yang rusak, bahwa mereka tidak mengenal Ar Rahman dan menjadikannya 
di antara sekian cara mengkritik Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka berkata, "Bagaimana dia 
melarang kita mengambil sesembahan-sesembahan selain Allah, sedangkan dia sendiri menyembah tuhan 
selain-Nya, dia berdoa, "Ya Rahmaan", dsb. Padahal Ar Rahman adalah salah satu di antara nama-nama 
Allah, di mana seseorang boleh menyeru-Nya dengan menyebut Allah maupun Ar Rahman atau nama-nama- 
Nya yang lain. Nama-nama-Nya banyak karena banyak sifat-Nya dan banyak kesempurnaan-Nya, di mana 
masing-masingnya menunjukkan sifat sempurna. 

1221 Maksudnya, "Apakah kami akan sujud hanya karena perintahmu semata?" Hal ini didasari atas 
pendustaan mereka terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan sombong dari menaatinya. 

1222 Yakni ajakan kepada mereka untuk sujud kepada Ar Rahman. 

1223 Yakni lari dari kebenaran kepada kebatilan, serta bertambah kafir dan celaka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



61. 1224 Mahaagung Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang 1225 dan Dia juga 
menjadikan padanya matahari 1226 dan bulan yang bersinar 1227 . 

62. Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin 
mengambil pelajaran 1228 atau yang ingin bersyukur 1229 . 



1224 Dalam surah ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengulangi kata-kata, "Tabaaraka" yang maknanya 
menunjukkan keagungan Allah, banyak sifat-Nya, banyak kebaikan-Nya dan ihsan-Nya. Surah ini, di 
dalamnya terdapat dalil terhadap keagungan-Nya, luasnya kekuasaan-Nya, berlakunya kehendak-Nya, ilmu 
dan kekuasaan-Nya yang menyeluruh, kerajaan dan kekuasaan-Nya yang meliputi baik dalam hukum syar'i 
maupun dalam hukum jaza'i serta sempurnanya hikmah (kebijaksanan)-Nya. Di dalamnya juga terdapat dalil 
yang menunjukkan luasnya rahmat-Nya, luasnya kemurahan-Nya, banyak kebaikan-Nya baik yang terkait 
dengan agama maupun dunia, di mana itu semua menghendaki diulang-ulangnya sifat yang mulia ini 
"Tabaaraka." 

1225 Ada yang menafsirkan dengan bintang secara umum atau garis tempat perjalanan matahari dan bulan, di 
mana ia menduduki posisi benteng bagi kota, demikian pula bintang-bintang ibarat benteng yang dijadikan 
sebagai pertahanan, karena ia alat pelemper setan. 

1226 Matahari disebut siraj, karena cahaya dan panas yang ada di dalamnya. 

1227 Bulan disebut munir, karena hanya cahaya saja tanpa ada panas. Ini semua termasuk di antara dalil 
keagungan-Nya dan banyak kebaikan-Nya, karena ciptaan yang begitu menarik, pengaturan yang begitu 
tertib dan pemandangan yang indah menunjukkan keagungan Penciptanya dalam semua sifat-Nya, dan 
berbagai maslahat serta manfaat yang diperoleh makhluk yang ada di dalamnya menunjukkan banyak 
kebaikan-Nya. 

1228 Yakni bagi orang yang ingin mengambil pelajaran dan menjadikannya dalil terhadap tuntutan-tuntutan 
ilahi. 

1229 Syaikh As Sa'diy rahimahullah berkata, "Sesungguhnya hati berubah-ubah dan berpindah-pindah di 
waktu-waktu malam dan siang hari, terkadang muncul semangat dan muncul pula malas, muncul ingat dan 
muncul lalai, muncul sempit dan muncul lapang, muncul mendatangi dan muncul berpaling, maka Allah 
jadikan malam dan siang melewati para hamba dan dan datang berulang-ulang agar muncul ingat dan 
semangat serta bersyukur kepada Allah di waktu yang lain, di samping itu wirid ibadah berulang dengan 
berulangnya malam dan siang. Setiap kali waktu berulang, maka muncul bagi hamba keinginan yang bukan 
keinginan yang melemah di waktu yang lalu, sehingga bertambahlah ingat dan syukurnya. Tugas-tugas 
ketaatan ibarat siraman iman yang membantunya, jika tidak ada tugas itu tentu tanaman iman itu akan layu 
dan kering, maka pujian yang paling sempurna dan lengkap atas hal itu adalah milik Allah." 

Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang mukmin mengambil pelajaran dari pergantian malam dan siang, 
karena malam dan siang membuat sesuatu yang baru menjadi bekas, mendekatkan hal yang sebelumnya 
jauh, memendekkan umur, membuat muda anak-anak, membuat binasa orang-orang yang tua, dan tidaklah 
hari berlalu kecuali membuat seseorang jauh dari dunia dan dekat dengan akhirat. Orang yang berbahagia 
adalah orang yang menghisab dirinya, memikirkan umurnya yang telah dia habiskan, ia pun memanfaatkan 
waktunya untuk hal yang memberinya manfaat baik di dunia maupun akhiratnya. Jika dirinya kurang 
memenuhi kewajiban, ia pun bertobat dan berusaha menutupinya dengan amalan sunat. Jika dirinya berbuat 
zhalim dengan mengerjakan larangan, ia pun berhenti sebelum ajal menjemput, dan barang siapa yang 
dianugerahi istiqamah oleh Allah Ta'ala, maka hendaknya ia memuji Allah serta meminta keteguhan kepada- 
Nya hingga akhir hayat. Ya Allah, jadikanlah amalan terbaik kami adalah pada bagian akhirnya, umur 
terbaik kami adalah pada bagian akhirnya, hari terbaik kami adalah hari ketika kami bertemu dengan-Mu, 
Allahumma aamiin. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 63-77: Seorang muslim hendaknya menyifati dirinya dengan sifat hamba-hamba Allah 
yang mendapatkan kemuliaan dengan beribadah kepada-Nya dan agar ia mendapatkan 
pahala yang besar di akhirat. 




63. 1230 Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih 1231 itu adalah orang-orang yang berjalan 
di bumi dengan rendah hati 1232 dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata 
yang menghina), mereka mengucapkan, "Salam 1233 ," 



64. dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka 
dengan bersujud dan berdiri 1234 . 



65. Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami 1 
karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal," 



66. sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman 1 



1230 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan banyaknya kebaikan-Nya, nikmat-Nya kepada 
hamba-hamba-Nya serta taufiq-Nya kepada mereka untuk beramal saleh sehingga mereka berusaha 
mencapai tempat-tempat tinggi di kamar-kamar surga. 

1231 Ubudiyyah (penghambaan) terbagi menjadi dua: 

Ubudiyyah kepada rububiyyah Allah, maka dalam hal ini semua manusia ikut di dalamnya, baik yang 
muslim maupun yang kafir, yang baik maupun yang jahat, semuanya adalah hamba Allah yang 
diatur-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, 
kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. " (Terj. Maryam: 93) 

Ubudiyyah kepada uluhiyyah Allah, yaitu ibadah yang dilakukan para nabi dan para wali-Nya, dan 
penghambaan kepada uluhiyyah inilah yang dimaksud dalam ayat di atas. Oleh karena itulah, Allah 
hubungkan kata 'ibaad" (hamba-hamba) kepada Ar Rahman sebagai isyarat bagi mereka, bahwa 
mereka memperoleh keadaan ini disebabkan rahmat-Nya. 

Dalam ayat ini dan selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sifat-sifat mereka yang 
merupakan sifat yang sangat utama. 

1232 Dia bertawadhu' (berendah diri) kepada Allah dan berendah hati kepada makhluk-Nya. Ayat ini 
menerangkan sifat mereka, yaitu sopan, tenang, dan bertawadhu'. 

1233 Yakni ucapan yang bersih dari dosa. Mereka memaafkan orang yang bodoh dan tidak mengucapkan 
kecuali yang baik. Mereka santun dan tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi membalasnya 
dengan kebaikan. 

1234 Maksudnya orang-orang yang shalat tahajjud di malam hari semata-mata karena Allah. 

1235 Yakni hindarkanlah dari kami; jagalah kami dari sebab-sebab yang memasukkan kami ke dalamnya, dan 
ampunilah perbuatan kami yang mendatangkan azab. 

1236 Ucapan ini mereka ucapkan karena tadharru' (merendahkan diri) kepada Tuhan mereka, menjelaskan 
butuhnya mereka kepada Allah, dan bahwa mereka tidak sanggup memikul azab Allah serta agar mereka 
dapat mengingat nikmat-Nya. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



67. Dan (termasuk hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila 
menginfakkan (harta) 1237 , mereka tidak berlebihan 1238 , dan tidak (pula) kikir 1239 , di antara keduanya 

• 1240 

secara wajar , 

^L>A % ^ ^ cr^ 1 O^i. %J^\* H^l ^L>3*A ^ Oi^J'j 

68. 1241 dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain 1242 dan tidak 
membunuh orang yang diharamkan Allah 1243 kecuali dengan (alasan) yang benar 1244 , dan tidak 
berzina 1245 ; dan barang siapa melakukan demikian itu 1246 , niscaya dia mendapat hukuman yang 
berat, 



Baik nafkah wajib maupun sunat. 

1238 Sampai melewati batas sehingga jatuh ke dalam pemborosan dan meremehkan hak yang wajib. 

1239 Sehingga jatih ke dalam kebakhilan dan kekikiran. 

1240 Mereka mengeluarkan dalam hal yang wajib, seperti zakat, kaffarat dan nafkah yang wajib dan dalam hal 
yang patut dikeluarkan namun tidak sampai menimbulkan madharrat baik bagi diri maupun orang lain. Ayat 
ini terdapat dalil yang memerintahkan untuk hidup hemat. 

1241 Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Mas'ud ia berkata, "Aku 
bertanya - atau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya- , "Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?" 
Beliau menjawab, "Yaitu kamu adakan tandingan bagi Allah, padahal Dia menciptakanmu." Aku bertanya, 
"Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Engkau membunuh anakmu karena takut jika ia makan bersamamu." 
Aku bertanya lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Engkau menzinahi istri tetanggamu." Ibnu Mas'ud 
berkata, "Lalu turun ayat ini membenarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, " dan orang-orang 
yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan 
Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina;" 

Imam Bukhari juga meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, 
bahwa orang-orang yang sebelumnya musyrik pernah melakukan banyak pembunuhan dan melakukan 
banyak perzinaan, lalu mereka mendatangi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, 
"Sesungguhnya apa yang engkau ucapkan dan engkau serukan sungguh bagus. Sudikah kiranya engkau 
memberitahukan kepada kami penebus amal kami?" Maka turunlah ayat, "dan orang-orang yang tidak 
mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali 
dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina;" dan turun pula ayat, "Katakanlah, "Wahai hamba-hamba- 
Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. 
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi 
Maha Penyayang. " (Terj. Az Zumar: 53) 

Syaikh Muqbil berkata, "Tidak menutup kemungkinan ayat tersebut turun berkenaan dua sebab tersebut 
secara bersamaan." 

1242 Bahkan hanya beribadah kepada-Nya dengan ikhlas. 

1243 Yaitu jiwa seorang muslim dan orang kafir yang mengikat perjanjian. 

1244 Seperti membunuh seorang karena membunuh orang lain, membunuh pezina yang muhshan dan 
membunuh orang kafir yang halal dibunuh (seperti kafir harbi). 

1245 Mereka menjaga kemaluan mereka kecuali kepada istri-istri mereka dan hamba sahaya mereka. 

1246 Yakni salah satu di antara ketiga perbuatan buruk itu. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




69. (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab 
itu, dalam keadaan terhina 1247 , 



70. 1248 kecuali orang-orang yang bertobat 1249 dan beriman 1250 dan mengerjakan amal saleh 1251 , 
maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan 1252 . Allah Maha Pengampun 1253 lagi Maha 
Penyayang 1254 . 



1247 Ancaman kekal di neraka tertuju kepada mereka yang melakukan ketiga perbuatan itu (syirk, membunuh 
dan berzina) atau orang yang melakukan perbuatan syirk. Demikian pula azab yang pedih tertuju kepada 
orang yang melakukan salah satu dari perbuatan itu karena keadaannya yang berupa syirk atau termasuk 
dosa besar yang paling besar. Adapun pembunuh dan pezina, maka ia tidak kekal di neraka, karena telah ada 
dalil-dalil baik dari Al Qur'an maupun As Sunnah yang menunjukkan bahwa semua kaum mukmin akan 
dikeluarkan dari neraka dan orang mukmin tidak kekal di neraka meskipun melakukan dosa besar. Ketiga 
dosa yang disebutkan dalam ayat di atas adalah dosa besar yang paling besar, karena dalam syirk merusak 
agama, membunuh merusak badan dan zina merusak kehormatan. 

1248 Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Sa'id bin Jubair, ia berkata, 
"Abdurrahman bin Abzaa memerintahkan aku dengan mengatakan, "Bertanyalah kepada Ibnu Abbas tentang 
kedua ayat ini, apa perkara kedua (orang yang disebut dalam ayat tersebut)?" Yaitu ayat, "Dan janganlah 
kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang 
benar...dst. " (Terj. Al Israa': 33) dan ayat, "Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan 
sengaja ...dst." (Terj. An Nisaa': 93) Maka aku bertanya kepada Ibnu Abbas, ia menjawab, "Ketika turun 
ayat yang ada dalam surah Al Furqan, orang-orang musyrik Mekah berkata, "Kami telah membunuh jiwa 
yang diharamkan Allah dan kami telah menyembah selain Allah serta mengerjakan perbuatan-perbuatan 
keji." Maka Allah menurunkan ayat, "kecuali orang-orang yang bertobat. ..dst. " Adapun yang disebutkan 
dalam surah An Nisaa' itu adalah seorang yang sudah mengenal Islam dan syariatnya, lalu ia melakukan 
pembunuhan, maka balasannya adalah neraka Jahanam, ia kekal di dalamnya." Kemudian aku 
menyebutkanya kepada Mujahid, ia berkata, "Kecuali orang yang menyesali (perbuatannya)." 

1249 Dari dosa-dosa tersebut dan lainnya, yaitu dengan berhenti melakukannya pada saat itu juga, menyesali 
perbuatan itu dan berniat keras untuk tidak mengulangi lagi. 

1250 Kepada Allah dengan iman yang sahih yang menghendaki untuk meninggalkan maksiat dan 
mengerjakan ketaatan. 

1251 Yakni amal yang diperintahkan syari' (Allah dan Rasul-Nya) dengan ikhlas karena Allah. 

1252 Dalam hal ini ada dua pendapat: Pendapat pertama, perbuatan mereka yang buruk diganti dengan 
perbuatan yang baik. Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata, "Mereka adalah kaum mukmin, di mana 
sebelum beriman, mereka berada di atas kejahatan, lalu Allah menjadikan mereka benci kepada kejahatan, 
maka Allah alihkan mereka kepada kebaikan, sehingga Allah merubah kejahatan mereka dengan kebaikan. 
Sa'id bin Jubair berkata, "Allah merubah penyembahan mereka kepada berhala menjadi menyembah kepada 
Ar Rahman, yang sebelumnya memerangi kaum muslimin menjadi memerangi orang-orang musyrik dan 
Allah merubah mereka yang sebelumnya menikahi wanita musyrikah menjadi menikahi wanita mukminah." 
Al Hasan Al Basri berkata, "Allah merubah mereka yang sebelumnya amal buruk menjadi amal saleh, yang 
sebelumnya syirk menjadi ikhlas dan yang sebelumnya berbuat zina menjadi menikah, dan yang sebelumnya 
kafir menjadi muslim." Pendapat kedua, keburukan yang telah berlalu itu berubah karena tobat nashuha, 
kembali kepada Allah dan ketaatan menjadi kebaikan. 

1253 Bagi orang yang bertobat. 

1254 Kepada hamba-hamba-Nya, di mana Dia mengajak mereka bertobat setelah mereka menghadapkan 
kepada-Nya dosa-dosa besar, lalu Dia memberi mereka taufik untuk bertobat dan menerima tobat itu. 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



71. Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat 
kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya 1255 . 




72. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu 1256 , dan apabila mereka bertemu 1257 
dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah 1258 , mereka 
berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya 1259 , 

73. dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak 
bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta 1260 , 




74. dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan 
kami 1261 dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) 1262 , dan jadikanlah kami pemimpin 1263 
bagi orang-orang yang bertakwa 1264 ." 



1255 Hendaknya dia mengetahui, bahwa tobatnya telah sempurna, karena ia telah kembali ke jalan yang 
menghubungkan kepada Allah, di mana jalan itu merupakan jalan kebahagiaan dan keberuntungan. Oleh 
karena itu, hendaknya ia ikhlas dalam tobat dan membersihkannya dari campuran maksud yang tidak baik. 
Kesimpulan ayat ini adalah dorongan untuk menyempurnakan tobat, melakukannya dengan cara yang paling 
utama dan agung agar Allah menyempurnakan pahalanya sesuai tingkat kesempurnaan tobatnya. 

1256 Ada pula yang menafsirkan dengan tidak menghadiri Az Zuur, yakni ucapan dan perbuatan yang haram. 
Oleh karena itu, mereka menjauhi semua majlis yang di dalamnya penuh dengan ucapan dan perbuatan yang 
haram, seperti mengolok-olok ayat-ayat Allah, perdebatan yang batil, ghibah (gosip), namimah (mengadu 
domba), mencaci-maki, qadzaf (menuduh zina), nyanyian yang haram, meminum khamr (arak), 
menghamparkan sutera, memajang gambar-gambar, dsb. Jika mereka tidak menghadiri Az Zuur, maka tentu 
mereka tidak mengucapkan dan melakukannya.Termasuk ucapan Az Zuur adalah persaksian palsu. 

1257 Yakni tanpa ada maksud untuk menemuinya, akan tetapi bertemu secara tiba-tiba. 

1258 Yakni tidak ada kebaikan atau faedahnya baik bagi agama maupun dunia seperti obrolan orang-orang 
bodoh. 

1259 Mereka bersihkan diri mereka dari ikut masuk ke dalamnya meskipun tidak ada dosa di sana, namun hal 
itu mengurangi kehormatannya. 

1260 Mereka tidak menghadapinya dengan berpaling; tuli dari mendengarnya serta memalingkan pandangan 
dan perhatian darinya sebagaimana yang dilakukan orang yang tidak beriman dan tidak membenarkan, akan 
tetapi keadaan mereka ketika mendengarnya adalah sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya orang 
yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat 
ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah 
sombong. "(Terj. As Sajdah: 15) Mereka menghadapinya dengan sikap menerima, butuh dantunduk. Telinga 
mereka mendengarkan dan hati mereka siap menampung sehingga bertambahlah keimanan mereka dan 
semakin sempurna keimanannya serta timbul rasa semangat dan senang. 

1261 Termasuk pula kawan-kawan kami. 

1262 Yakni dengan melihat mereka taat kepada-Mu. 

Apabila kita memperhatikan keadaan dan sifat-sifat mereka (hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih), 
maka dapat kita ketahui, bahwa hati mereka tidak senang kecuali ketika melihat pasangan dan anak-anak 
mereka taat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Doa mereka agar pasangan dan anak-anak mereka 
menjadi saleh sesungguhnya mendoakan untuk kebaikan mereka, karena manfaatnya kembalinya kepada 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



75. Mereka itu akan diberi balasan yang tinggi (dalam surga) 1265 
sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam 1267 , 



mereka, bahkan kembalinya untuk manfaat kaum muslimin secara umum, karena dengan salehnya orang- 
orang yang disebutkan maka akan menjadi sebab salehnya orang yang bergaul dengan mereka dan dapat 
memperoleh manfaat darinya. 

1263 Yakni pemimpin dalam kebaikan. 

1264 Maksudnya, sampaikanlah kami ke derajat yang tinggi ini; derajat para shiddiqin dan insan kamil dari 
kalangan hamba Allah yang saleh, yaitu derajat imam (pemimpin) dalam agama dan menjadi panutan bagi 
orang-orang yang bertakwa, baik dalam perkataan maupun perbuatan mereka, di mana orang-orang yang 
baik berjalan di belakang mereka. Mereka memberi petunjuk lagi mendapat petunjuk. Sudah menjadi 
maklum, bahwa berdoa agar mencapai sesuatu berarti berdoa meminta agar diadakan sesuatu yang dapat 
meyempurnakannya, dan derajat imamah fiddin tidak akan sempurna kecuali dengan sabar dan yakin 
sebagaimana disebutkan dalam surah As Sajdah: 24. Doa agar dijadikan pemimpin bagi orang-orang yang 
bertakwa adalah doa yang menghendaki amal, bersabar di atas perintah Allah, bersabar menjauhi larangan 
Allah dan bersabar terhadap taqdir-Nya yang pedih. Demikian juga dibutuhkan ilmu yang sempurna yang 
dapat menyampaikan seseorang kepada derajat yakin. Dengan sabar dan yakin itulah mereka dapat berada 
pada derajat yang sangat tinggi setelah para nabi dan rasul. Oleh karena cita-cita mereka begitu tinggi dan 
tidak sekedar cita-cita, bahkan mereka melakukan sebab-sebabnya sambil berdoa kepada Allah, maka Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala membalas mereka dengan kedudukan yang tinggi (ghurfah) di akhirat. 

1265 Yakni kedudukan yang tinggi dan tempat-tempat yang indah; yang menghimpun semua yang disenangi 
dan sejuk dipandang oleh mata. 

1266 Di atas ketaatan kepada Allah. 

1267 Dari Tuhan mereka, dari para malaikat dan dari sesama mereka. Dalam ayat lain, Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala berfirman, "(Yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang- 
orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke 
tempat-tempat mereka dari semua pintu;— (sambil mengucapkan) , "Salamun 'alaikum bima shabartum" 
(salam atasmu karena kesabaranmu) . Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. " (Terj. Ar Ra'd: 23- 
24) 

Wal hasil, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyifati mereka dengan sikap sopan, tenang, tawadhu' kepada 
Allah dan kepada hamba-hamba-Nya, adabnya baik, santun (tidak lekas marah), berakhlak mulia, 
memaafkan orang-orang yang jahil (bodoh), dan berpaling dari mereka, membalas perbuatan buruk mereka 
dengan perbuatan baik, melakukan qiyamullail, ikhlas dalam melakukannya, takut kepada neraka, 
bertadharru' (merendahkan diri sambil berdoa) kepada Allah agar Dia menyelamatkan mereka darinya, 
mengeluarkan nafkah yang wajib dan yang sunat, berhemat dalam hal tersebut, selamat dari dosa-dosa besar, 
ikhlas dalam beribadah, tidak menzalimi darah dan kehormatan orang lain, segera bertobat jika terjadi sikap 
itu, tidak menghadiri majlis yang munkar dan kefasikan apalagi sampai melakukan, menjauhkan dirinya dari 
hal yang tidak berguna yang menunjukkan muru'ah (kesopanan) dan sempurnanya pribadi mereka, diri 
mereka jauh dari ucapan dan perbuatan yang hina, menyikapi ayat-ayat Allah dengan tunduk dan menerima, 
memahami maknanya dan mengamalkan serta berusaha mewujudkan hukum-hukumnya dan bahwa mereka 
berdoa dengan doa yang yang paling sempurna, di mana mereka mendapatkan manfaat darinya, demikian 
pula orang yang bersama mereka, dan kaum muslimin pun mendapatkan manfaat darinya, yaitu doa untuk 
kesalehan istri dan keturunan mereka, di mana termasuk ke dalamnya adalah berusaha mengajarkan agama 
kepada mereka dan menasehati mereka, karena orang yang berusaha terhadap sesuatu dan berdoa kepada 
Allah tentu mengerjakan sebab-sebabnya, dan bahwa mereka berdoa kepada Allah agar mencapai derajat 
yang tinggi yang mereka mampu, yaitu derajat imamah fiddin (pemimpin dalam agama atau shiddiiqiyyah). 
Allah mempunyai nikmat yang besar kepada hamba-hamba-Nya, Dia menerangkan sifat-sifat mereka, 
perbuatan mereka dan cita-cita mereka serta menerangkan pahala yang akan diberikan-Nya kepada mereka 
agar hamba-hamba-Nya ingin memiliki sifat tersebut, mengerahkan kemampuannya untuk itu, dan agar 
mereka meminta kepada Allah yang mengaruniakan nikmat tersebut, di mana karunia-Nya ada di setiap 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




76. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. 

77. 1268 Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan 
mengindahkan kamu, kalau tidak karena doamu 1269 . (Tetapi bagaimana Dia mengindabkan kamu), 
padahal sungguh, kamu telah mendustakan (Rasul dan Al Qur'an)? Karena itu, kelak (azab) pasti 
(menimp amu) 1 270 . " 



waktu dan tempat, Dia menunjuki mereka sebagaimana Dia telah memberi hidayah, serta mendidiknya 
dengan pendidikan khusus sebagaimana Dia telah mengurus mereka. 

Ya Allah, untuk-Mulah segala puji, kepada-Mu kami mengadu dan kepada Engkaulah kami meminta 
pertolongan dan bantuan. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Mu. Kami tidak kuasa 
memberi manfaat bagi diri kami, demikian pula menimpakan madharrat, dan kami tidak sanggup 
melakukan satu kebaikan pun jika Engkau tidak memudahkannya, karena sesungguhnya kami adalah lemah 
dari berbagai sisi. Kami bersaksi, jika Engkau menyerahkan kami kepada diri kami meskipun sekejap mata, 
maka sesungguhnya Engkau telah menyerahkan kami kepada kelemahan, kekurangan dan kesalahan. Oleh 
karena itu, kami tidak percaya selain kepada rahmat-Mu yang dengannya Engkau telah menciptakan kami 
dan memberi kami rezeki serta mengaruniakan kepada kami berbagai nikmat dan menghindarkan bencana 
dari kami. Rahmatilah kami dengan rahmat yang mencukupkan kami dari rahmat selain-Mu, sehingga tidak 
akan kecewa orangyang meminta dan berharap kepada-Mu. 

1268 Oleh karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menyandarkan sebagian hamba-hamba-Nya kepada 
rahmat -Nya dan mengkhususkan mereka dengan ibadah karena kemuliaan mereka, mungkin seseorang akan 
berkata, "Mengapa yang lain tidak dimasukkan pula dalam ubudiyyah seperti mereka?" Maka di ayat ini 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan, bahwa Dia tidak peduli dengan selain mereka, dan bahwa 
seandainya tidak karena doa mereka kepada-Nya, baik doa ibadah maupun doa masalah, maka Dia tidak 
peduli dan tidak mencintai mereka. 

1269 Yakni kepada-Nya di saat sulit, lalu Dia mengabulkannya. 

1270 Maksudnya, azab di akhirat akan menimpamu setelah sebagiannya menimpamu di dunia (oleh karena 
itu, 70 orang di antara mereka terbunuh dalam perang Badar), dan Dia akan memberikan keputusan antara 
kamu dengan hamba-hamba-Nya yang mukmin. Selesai tafsir surah Al Furqan dengan pertolongan Allah 
dan taufiq-Nya, dan segala puji bagi Allah di awal dan akhirnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah Asy Syu'araa (Para Penyair) 
Surah ke-26. 227 ayat. Makkiyyah 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-9: Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tidak perlu bersedih hati terhadap 
keingkaran kaum musyrik, sikap kaum musyrik terhadap dakwah Islam serta sikap 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap mereka. 

1. Thaa Siim Miim. 

2. 1271 Inilah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang jelas 1272 . 




3. Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu 1273 (dengan kesedihan), karena 
mereka (penduduk Mekah) tidak beriman 1274 . 

4. Jika Kami kehendaki niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit 1275 , yang akan 
membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya 1276 . 



1271 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberi isyarat yang menunjukkan keagungan terhadap ayat-ayat kitab 
Al Qur'an yang jelas, menerangkan semua tuntutan ilahi dan tujuan syari'at sehingga orang yang 
memperhatikannya tidak ragu dan samar lagi pada berita yang dikabarkannya atau apa yang ditetapkannya 
karena begitu jelasnya dan menunjukkan makna yang tinggi, keterikatan hukum-hukum dengan hikmah-Nya 
dan pengkaitan-Nya dengan munasib (penyesuainya). Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam memperingatkan manusia dengannya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus, lalu hamba-hamba 
Allah yang bertakwa memperoleh petunjuk dengannya, tetapi orang-orang yang telah tercatat sebagai orang 
yang celaka berpaling darinya. Oleh karena itu, Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sangat bersedih sekali 
ketika manusia tidak beriman karena keinginan Beliau agar mereka memperoleh kebaikan dan rasa tulus 
Beliau kepada mereka. 

1272 Menjelaskan mana yang hak dan mana yang batil. 

1273 Yakni membinasakannya dan menyusahkannya. 

1274 Maksudnya, jangan lakukan hal itu, dan janganlah engkau biarkan dirimu binasa karena kesedihan 
kepada mereka, karena hidayah di tangan Allah, dan engkau telah menunaikan kewajibanmu yaitu 
menyampaikan risalah, dan tidak ada lagi ayat (mukjizat) setelah Al Quran yang jelas ini, sehingga Allah 
perlu menurunkannya agar mereka beriman, karena ia (Al Qur'an) sudah cukup memenuhi kebutuhan orang 
yang hendak mencari hidayah. 

1275 Yang mereka usulkan. 

1276 Akan tetapi hal itu tidak perlu dan tidak ada maslahatnya, karena ketika itu iman tidaklah bermanfaat, 
karena iman hanyalah bermanfaat jika kepada yang masih ghaib (tidak nampak). 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



5. Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru 1277 dari Tuhan Yang Maha 
Pengasih, mereka selalu berpaling darinya 1278 . 




6. Sungguh, mereka telah mendustakan (Al Qur'an) 1279 , maka kelak akan datang kepada mereka 
(kenyataan) berita-berita mengenai azab yang dulu mereka perolok-olokkan 1280 . 

Oft/pi y u^jVf jj lis fijf 

7. 1281 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu 
berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik? 

8. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda kekuasaan Allah, 1282 tetapi kebanyakan mereka 
tidak beriman. 

9. Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa 1283 lagi Maha Penyayang 1284 . 

Ayat 10-22: Kisah Nabi Musa dan saudaranya Nabi Harun 'alaihimas salam, pengutusan 
keduanya kepada Fir'aun serta perintah mereka berdua kepada Fir'aun agar mengesakan 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

10. 1285 Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa 1286 (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum 
yang zalim itu, 



1277 Maksudnya, ayat-ayat Al Quran yang baru diturunkan yang di dalamnya mengandung perintah dan 
larangan untuk mereka serta mengingatkan mereka hal yang bermanfaat dan hal yang bermadharrat. 

1278 Baik dengan hati maupun dengan badan mereka. Inilah sikap mereka terhadap ayat yang baru turun, lalu 
bagaimana dengan ayat yang telah turun sebelimnya. Hal ini tidak lain, karena tidak ada lagi kebaikan dalam 
diri mereka dan semua nasehat tidak bermanfaat. 

1279 Sehingga mendustakan menjadi watak mereka yang tidak berubah. Oleh karenanya azab yang diberikan 
kepada mereka adalah azab yang kekal. 

1280 Karena mereka telah pantas menerima azab. 

1281 Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman mengingatkan mereka untuk berpikir karena yang demikian 
bermanfaat bagi mereka. 

1282 Yakni terdapat tanda yang membuktikan bahwa Allah mampu menghidupkan manusia yang telah mati 
sebagaimana Dia menghidupkan bumi setelah mati. 

1283 Dia berkuasa terhadap semua makhluk dan berkuasa membinasakan orang-orang kafir dengan berbagai 
macam hukuman. Semua alam, baik alam bagian bawah maupun atas tunduk kepada-Nya. 

1284 Kepada orang-orang mukmin, di mana Dia menyelamatkan mereka dari keburukan dan musibah. 

1285 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengulangi beberapa kali kisah Musa dalam Al Qur'an tidak seperti kisah 
yang lain, karena di dalamnya terdapat hikmah-hikmah yang besar dan pelajaran, di dalamnya terdapat berita 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



12. Dia (Musa) berkata 1290 , "Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku, 

13. sehingga dadaku terasa sempit 1291 dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun 
(bersamaku) 1292 . 

14. Sebab aku berdosa terhadap mereka 1293 , maka aku takut mereka akan membunuhku." 

15. Allah berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu) 1294 ! Maka pergilah 
kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat) 1295 ; sungguh, Kami 
bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan), 

16. maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan Katakan, "Sesungguhnya kami adalah rasul 
Tuhan seluruh alam 1296 , 



Beliau ketika berhadapan dengan orang-orang zalim, Musa juga sebagai penerima syariat yang besar, 
penerima Taurat yang merupakan kitab yang paling utama setelah Al Qur'an. 

1286 Yaitu ketika Dia berbicara dengan Musa, mengangkatnya sebagai nabi dan rasul. 

1287 Mereka menzalimi diri mereka dengan kafir kepada Allah, dan menzalimi Bani Israil dengan 
memperbudak mereka. 

1288 Maksudnya, katakanlah kepada mereka dengan kata-kata yang lembut dan halus, "Mengapa kamu tidak 
bertakwa?" yakni kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan memberimu rezeki dengan meninggalkan 
kekafiran yang selama ini kamu lakukan. 

1289 Dengan mentauhidkan-Nya dan menaati-Nya. 

1290 Meminta uzur kepada-Nya sambil menerangkan uzurnya dan meminta bantuan-Nya terhadap beban yang 
berat itu. 

1291 Karena pendustaan mereka kepadaku. 

1292 Maksudnya, agar Harun itu diangkat menjadi Rasul untuk membantunya. Maka Allah mengabulkan 
permintaannya. 

1293 Musa mengatakan bahwa dirinya berdosa terhadap orang-orang Mesir adalah menurut anggapan orang- 
orang Mesir itu, karena sebenarnya Musa tidak berdosa karena dia membunuh orang Mesir itu tidak dengan 
sengaja. Selanjutnya lihat surah Al Qashash ayat 15. 

1294 Meskipun Beliau menentang Fir'aun dan kaumnya, menganggap mereka kurang akal serta menganggap 
sesat mereka (Fir'aun dan kaumnya). 

1295 Yang menunjukkan kebenaran kamu berdua dan benarnya apa yang kamu bawa. 

1296 Yakni agar engkau beriman kepada-Nya dan kepada kami serta tunduk beribadah kepada-Nya dan 
mentauhidkan-Nya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



i) ^ ^ UJ cJLlj I jlJj UJ JUI Jii 

18. 1298 Dia (Fir'aun) menjawab, "Bukankah Kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) 
kami, waktu engkau masih kanak-kanak 1299 dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari 
umurmu 1300 . 

N> _^c-jljc-l*s jdlciixJi*icuUij 

19. Dan engkau (Musa) telah melakukan kesalahan dari perbuatan yang telah engkau lakukan 1301 
dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih. 

20. Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang 
khilaf 1302 . 

21. Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu 
kepadaku serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul 1303 . 

{^§^5 J-jt ^> CJ<SLS> £)\ ^f^~> 

22. Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah 
memperbudak Bani Israil 1304 ." 



1297 Yakni ke Syam. Hentikanlah siksaan-Mu terhadap mereka dan angkatlah tanganmu dari menahan 
mereka agar mereka dapat beribadah kepada Tuhan mereka serta menegakkan ajaran agama mereka. 

1298 Setelah keduanya (Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimas salam) mendatangi Fir'aun dan mengatakan 
kepadanya apa yang diperintahkan Allah, namun ternyata Fir'aun tidak mau beriman. 

1299 Yaitu sejak dalam buaian. 

1300 Menurut Ibnu Abbas, bahwa Nabi Musa 'alaihis salam tinggal di lingkungan keluarga Fir'aun selama 18 
tahun. Menurut Ibnus Saa'ib, 40 tahun, Sedangkan menurut Muqaatil 30 tahun, dan ini yang disebutkan 
dalam Tafsir Al Baghawi dan Al Jalaalain. 

1301 Maksudnya adalah perbuatan Nabi Musa 'alaihis salam membunuh orang Qibti. Lihat pula surah Al 
Qashash ayat 15. 

1302 Yakni belum memperoleh ilmu dan risalah dari Allah, lalu Beliau meminta ampun kepada Allah dan Dia 
mengampuninya. 

1303 Kesimpulannya, penentangan Fir'aun kepada Musa adalah penentangan dari orang jahil (bodoh) atau 
pura-pura jahil, ia menolak kerasulannya karena Musa telah melakukan pembunuhan, maka Nabi Musa 
'alaihis salam menjawab bahwa perbuatan yang Beliau lakukan itu karena khilaf (tidak disengaja) dan tidak 
ada maksud untuk membunuh, dan bahwa nikmat Allah Ta'ala, yakni kerasulan tidaklah dihalangi diberikan 
kepada seseorang. 

1304 Jika diteliti dengan seksama, maka diketahui bahwa Fir'aun tidak memberikan kebaikan kepada Nabi 
Musa 'alaihis salam, karena Fir'aun telah memperbudak kaum Nabi Musa 'alaihis salam, yaitu Bani Israil 
dan menzalimi mereka, adapun Nabi Musa 'alaihis salam, maka Allah selamatkan Beliau dari kezaliman itu. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 23-39: Dialog antara Nabi Musa 'alaihis salam dengan Fir'aun, penjelasan tentang 
kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang besar dan keesaan-Nya yang ditunjukkan 
oleh alam semesta yang diciptakan-Nya. 




23. Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu 



[305r„ 




24. Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya 
(itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya." 



25. Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya 1306 , "Apakah kamu tidak mendengar 
(apa yang dikatakannya)?" 



27. Dia (Fir'aun) berkata 1308 , "Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang 



28. Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan yang menguasai 1310 timur dan barat dan apa yang ada di 
antara keduanya; jika kamu mengerti 1311 ." 



1305 Yakni yang engkau mengaku sebagai Rasul-Nya. Ini merupakan pengingkaran Fir'aun kepada Nabi 
Musa 'alaihis salam karena zalim dan sombong, padahal ia yakin terhadap kebenaran yang diserukan Nabi 
Musa 'alaihis salam. Oleh karena tidak ada jalan bagi makhluk untuk mengetahui hakikat-Nya, dan mereka 
hanya bisa mengenal-Nya dengan sifat-sifat-Nya, maka Nabi Musa 'alaihis salam menjawab dengan 
sebagian sifat-Nya. 

1306 Membuat mereka heran. 

1307 Yakni baik kamu heran atau tidak, sombong atau tunduk, Dia adalah Tuhanmu dan Tuhan nenek 
moyangmu. 

1308 Menentang yang hak dan mengkritik orang yang membawanya. 

1309 Yakni karena ucapannya menyalahi yang mereka pegang selama ini, yaitu bahwa mereka ada tanpa 
Pencipta, demikian pula langit dan bumi ada tanpa ada yang mewujudkannya. Nampaknya mereka tidak 
berpikir terlebih dahulu sehingga menyimpulkan bahwa langit dan bumi ada dengan sendirinya, demikian 
pula diri mereka. Tidak usah jauh-jauh untuk membuktikan adanya yang menciptakan langit dan bumi, 
demikian pula diri mereka; jika ada orang yang datang kepada kita member itahukan bahwa dia melihat ada 
sebuah kapal jadi sendiri tanpa ada yang membuatnya, apakah dia menerima berita itu atau tidak? Tentu 
tidak, dia tidak akan menerimanya, bahkan jika orang yang memberitahukan hal itu bersikap keras dengan 
mengatakan bahwa kapal itu jadi dengan sendirinya, tentu dia akan mengatakan bahwa orang itu adalah 
orang gila. Jika hal kapal terwujud dengan sendirinya saja mereka tolak, lalu mengapa mereka menolak 
adanya Pencipta terhadap langit dan bumi serta diri mereka sendiri. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, 
"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?" 
(Terj. Ath Thuur: 25) 

1310 dan menciptakan. 






gila 1 



1309 „ 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




29. 1312 Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku 
masukkan engkau ke dalam penjara 1313 ." 



30. (Dia) Musa berkata, "Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu 
sesuatu (bukti) yang nyata 1314 ?" 



31. Dia (Fir'aun) berkata, "Tunjukkan sesuatu (bukti) yang nyata itu, jika engkau termasuk orang 
yang benar." 



32. Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang 
sebenarnya 1315 . 



33. Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih 
(bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya. 



34. Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya 1316 , "Sesungguhnya dia (Musa) ini 
pasti seorang pesihir yang pandai, 



35. Dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu 
sarankan 1317 ?" 



1311 Dalam kalimat, "jika kamu mengerti. " Terdapat isyarat bahwa tuduhan gila terhadap Nabi Musa 'alaihis 
salam adalah tuduhan yang keji, padahal sesungguhnya merekalah yang gila karena mengingkari keberadaan 
yang wajib ada, yaitu Pencipta langit dan bumi serta di antara keduanya. 

1312 Ketika hujjah telah mengalahkan Fir'aun dan ia (Fir'aun) tidak sanggup menjawab lagi, maka ia 
menggunakan kekerasan dan mengancam Nabi Musa 'alaihis salam. 

1313 Disebutkan dalam tafsir Al Jalaalain, bahwa penjara Fir'aun sangat keras, yaitu berada di bawah tanah, 
di mana orang yang dipenjara tidak melihat dan mendengar apa-apa. 

1314 Yakni, atas kerasulanku. Ayat atau bukti tersebut adalah mukjizat Beliau yang menunjukkan kebenaran 
yang Beliau bawa, di mana mukjizat tersebut di luar kebiasaan. 

1315 Yakni, nampak jelas bagi setiap orang, tidak hanya bayangan atau penyerupaan. 

1316 Menentang yang hak dan orang yang membawanya. 

1317 Fir'aun mengelabui mereka karena dia tahu lemahnya akal mereka, ia menggambarkan kepada mereka 
bahwa yang ditunjukkan Musa 'alaihis salam sama seperti yang dibawa para pesihir, karena sudah menjadi 
maklum oleh mereka bahwa yang membawakan hal-hal yang aneh adalah para pesihir. Dia (Fir'aun) juga 
menakut-nakuti mereka, bahwa maksud Nabi Musa 'alaihis salam dengan menunjukkan mukjizat itu adalah 
untuk mengusir mereka dari negeri mereka, agar mereka berusaha bersama dengan Fir'aun menentang orang 
yang hendak mengusir mereka itu. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




36. Mereka menjawab, "Tundalah untuk sementara dia dan saudaranya, dan utuslah 1318 ke seluruh 
negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (para pesihir), 

jtxL J^=iJ -HIjjIj 

37. niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu 1319 ." 

38. Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu yang ditetapkan pada hari yang telah 
ditentukan 1320 , 

39. dan diumumkan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu semua, 

Ayat 40-51: Pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, sepakatnya para pesihir bahwa 
apa yang ditunjukkan Nabi Musa 'alaihis salam adalah mukjizat bukan sihir dan keimanan 
mereka kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 



40. agar kita mengikuti para pesihir itu jika mereka menang 1321 ." 

41. Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar 
akan mendapat imbalan yang besar 1322 jika kami menang?" 

42. Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat 
(kepadaku) 1323 ." 



1318 Yakni para tentara. 

1319 Termasuk kelembutan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, Dia memperlihatkan kepada manusia batilnya apa 
yang dikatakan Fir'aun yang sesat lagi menyesatkan. Allah menetapkan agar mereka mengumpulkan para 
pesihir pandai kemudian disaksikan oleh rakyat, sehingga kebenaran semakin jelas dan bahwa apa yang 
dibawa Nabi Musa 'alaihis salam adalah benar dan bukan sihir. 

1320 Yaitu di waktu pagi di hari yang dirayakan, di mana pada hari itu mereka berhenti dari kesibukannya, 
berkumpul dan berhias. 

1321 Maksudnya adalah bahwa mereka mengharapkan para pesihir itulah yang akan menang agar mereka 
tetap di atas agama mereka dan tidak mengikuti Musa. Jika mereka ingin mencari kebenaran, tentunya 
mereka mengatakan, "Agar kita mengikuti yang hak di antara mereka," oleh karena itulah ketika Nabi Musa 
'alaihis salam yang menang, mereka tetap saja tidak mengikuti, dan hanya penegakkan hujjah saja atas 
mereka. 

1322 Seperti harta dan kedudukan. 

1323 Fir'aun menjanjikan imbalan dan kedudukan yang dekat untuk mereka agar mereka semakin semangat 
dan mengerahkan semua kemampuannya untuk mengalahkan Nabi Musa 'alaihis salam. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



43. 1324 Dia (Musa) berkata kepada mereka 1325 , "Lemparkanlah apa yang hendak kamu 
lemparkan 1326 ." 

44. Lalu mereka me lemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi 
kekuasaan Fir'aun, pasti kami yang akan menang 1327 ." 

(cJj)bj^Lj l^oaaJG ^ lili ol^a-p <^Jli 

45. Kemudian Musa me lemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang 
mereka ada-adakan itu 1328 . 

46. 1329 Maka menyungkurlah para pesihir, bersujud (kepada Allah), 

47. Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam, 

© bj>* 3 ^rr yj 

48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun 1330 ." 



1324 Ketika mereka semua telah berkumpul, baik para pesihir, Nabi Musa 'alaihis salam dan penduduk Mesir, 
maka Nabi Musa 'alaihis salam mengingatkan lebih dulu, "Celakalah kamu, janganlah kamu mengada- 
adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa, dan sesungguhnya telah 
merugi orang yang mengada-adakan kedustaan. " (Terj. Thaha: 61) Ketika itulah para pesihir bertengkar, 
sebagian mengatakan, bahwa perkataannya bukanlah perkataan pesihir, tetapi perkataan seorang nabi, 
sedangkan yang lain mengatakan, bahwa ia pesihir, lalu Fir'aun mendorong mereka untuk maju melawan 
Nabi Musa 'alaihis salam dan antara sesama mereka pun saling mendorong untuk maju. 

1325 Yakni setelah mereka (para pesihir) menawarkan, apakah Musa yang melempar lebih dulu ataukah 
mereka. 

1326 Dengan maksud untuk membatalkan sihir mereka dan menunjukkan bahwa yang dibawanya bukanlah 
sihir. 

1327 Kata "Bi'izzati" bisa maksudnya mereka meminta pertolongan dengan kekuasaan Fir'aun; makhluk yang 
lemah dari berbagai sisi, hanya karena ia seorang yang kejam dan ditakuti, sebagai raja dan punya tentara, 
sehingga kebesarannya membuat mereka tertipu, dan pandangan mereka tidak melihat hakikat yang 
sebenarnya. Bisa juga maksud, "Bi'izzati"adalah sumpah mereka dengan kekuasaan Fir'aun. 

1328 Maksudnya, tali temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan para pesihir itu terbayang seolah-olah 
menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat Musa yang benar-benar menjadi ular. 

1329 Ketika mereka menyaksikan hal tersebut, dan mereka mengetahui bahwa itu bukanlah tipuan pesihir, 
tetapi salah satu di antara ayat Allah, sebagai mukjizat yang membuktikan kebenaran Nabi Musa'alaihis 
salam dan apa yang Beliau bawa, maka mereka beriman kepada Allah dan bersujud kepada-Nya sambil 
berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam. . .dst." 

1330 Mereka mengetahui, bahwa apa yang mereka saksikan itu tidak bisa dilakukan dengan sihir. Ketika itu 
kebatilan kalah, para tokohnya mengakui kebatilannya dan kebenaran tampak jelas, akan tetapi Fir'aun tidak 
menghendaki selain bersikap angkuh dan sombong serta tetap di atas kekafirannya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



If^i Oj^Gg 3}-Jl3 y^xS\ IsClic is jJT Ji^53 ^50 biU o\ jri mJ ^l^U Jii 

49. Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin 
kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu 1331 . Nanti kamu 
pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang 1332 dan 
sungguh, akan kusalib kamu semuanya." 

@ b ^6 J] 4 ^ i y ^ 

50. Mereka berkata 1333 , "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan 
kami 1334 , 

Q^ajjtJ I Jj I uS" 0 1 Ujl4^>- Ujj HJ 0 ' ^^ a -> ^1 

51. Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan 
kami, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman 1335 ." 

Ayat 52-68: Perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi Musa 'alaihis salam untuk 
menyelamatkan Bani Israil dari Fir'aun, dan pembinasaan Fir'aun. 



52. 1336 Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa 1337 , "Pergilah pada malam hari dengan 
membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar 1338 ." 



1331 Padahal Fir'aun dan para pemukanya yang menyuruh mengumpulkan para pesihir dan mereka pun 
mengetahui, bahwa para pesihir itu belum pernah berkumpul dengan Musa dan belum pernah melihatnya. 
Lalu Fir'aun membesar-besarkan ucapan ini agar dianggap benar oleh kaumnya, padahal ia mengetahui tidak 
benarnya ucapan ini. 

1332 Maksudnya, memotong tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya. 

1333 Ketika merasakan manisnya iman. 

1334 Bagaimana pun keadaannya, yaitu setelah kami mati. 

1335 Di masa kami. Mungkin saja Fir'aun melakukan yang dia ancamkan kepada mereka itu, dan mungkin 
juga Allah menghalanginya sehingga ancaman itu tidak dilakukannya, wallahu a'lam. 

1336 Selanjutnya Fir'aun dan kaumnya tetap terus di atas kekafirannya meskipun Nabi Musa 'alaihis salam 
memperlihatkan berbagai mukjizat. Setiap kali mukjizat yang berupa azab datang kepada mereka, maka 
mereka mengadakan perjanjian dengan Nabi Musa 'alaihis salam, bahwa jika azab itu hilang, maka mereka 
akan beriman dan akan melepaskan Bani Israil bersamanya, lalu Allah menghilangkan azab itu, namun 
mereka mengingkari janji dan terus menerus seperti itu sampai Nabi Musa 'alaihis salam berputus asa dari 
mengharapkan keimanan mereka (Fir'aun dan kaumnya), dan mereka sudah berhak menerima azab, serta 
telah tiba waktu untuk menyelamatkan Bani Israil dari cengkeraman mereka dan memberikan tempat bagi 
mereka di bumi. 

1337 Setelah berlalu beberapa tahun, di mana Beliau mengajak mereka kepada kebenaran dengan membawa 
mukjizat, namun ajakan Beliau tidak menambah mereka selain kedurhakaan. 

1338 Dan ternyata demikian. Mereka dikejar oleh Fir'aun dan tentaranya. Para mufassir banyak yang 
menerangkan, bahwa perginya Nabi Musa 'alaihis salam membawa Bani Israil dilakukan pada waktu bulan 
muncul, dan bahwa Nabi Musa 'alaihis salam sebelumnya bertanya tentang kuburan Nabi Yusuf 'alaihis 
salam, lalu ditunjukkanlah oleh perempuan tua Bani Israil, kemudian Beliau membawa peti mayatnya, 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



igumpulkan (bala tentaranya). 

54. (Fir'aun berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil, 

55. dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita 1340 , 

56. dan sesungguhnya kita tanpa kecuali harus selalu waspada." 

57. Kemudian Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya 1341 dari taman-taman dan mata air, 

58. dan (dari) harta kekayaan 1342 dan kedudukan yang mulia 1343 , 

59. Demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil 1344 . 

60. Lalu Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit. 

^Q^jjJLl b! ^Mj^d^i^a I Jli oULIijT Urp ills 

61. Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita 
benar-benar akan tersusul." 



karena Yusuf 'alaihis salam berwasiat seperti itu, yakni apabila Bani Israil keluar (dari Mesir), ia meminta 
agar petinya dibawa bersama mereka. Ketika tiba pagi harinya dan majlis petemuan mereka sepi; tidak ada 
yang memanggil maupun menjawab, maka bertambahlah kemarahan Fir'aun dan diputuskannya untuk 
mengejar Bani Israil. 

1339 Ketika pagi harinya melihat tidak ada Bani Israil, dan mengetahui bahwa mereka telah pergi di malam 
harinya. 

1340 Oleh karena itu, Fir'aun hendak menimpakan hukumannya kepada Bani Israil. 

1341 Yakni dari Mesir. 

1342 Harta kekayaan di ayat ini disebut dengan kunuz (simpanan) karena ia (Fir'aun) tidak mengeluarkan 
untuk hak Allah di sana. 

1343 Yaitu majlis besar miliknya untuk berbicara dengan para gubernur dan mentri. Dengan pengejaran 
Fir'aun dan kaumnya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, maka mereka telah keluar dari negeri mereka 
dengan meninggalkan kerajaan, kebesaran, kemewahan dan sebagainya. 

1344 Maksudnya Allah akan memberikan kepada Bani Israil kerajaan yang kuat, kerasulan dan sebagainya di 
negeri yang telah dijanjikan (Palestina), maka Mahasuci Allah yang memberikan kerajaan kepada yang Dia 
kehendaki dan mencabutnya dari siapa yang Dia kehendaki, memuliakan orang yang Dia kehendaki karena 
taat kepada-Nya dan menghinakan orang yang Dia kehendaki karena maksiat-Nya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



62. Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, 
dia akan memberi petunjuk kepadaku." 

63. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah 



lautan itu 1345 , dan setiap belahan seperti gunung yang besar 



64. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain 13 



66. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain. 

67. Sungguh, pada yang demikian itu 1348 terdapat suatu tanda 1349 (kekuasaan Allah), tetapi 
kebanyakan mereka 1350 tidak beriman 1351 . 

68. Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa 1352 lagi Maha Penyayang 1353 . 

Ayat 69-104: Dakwah Nabi Ibrahim 'alaihis salam kepada kaumnya, dialog Beliau dengan 
mereka, pengingkaran Beliau terhadap sesembahan yang mereka sembah, pengarahan 
Beliau agar mereka beribadah hanya kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala serta 
mengingatkan mereka dengan akhirat. 



Menjadi 12 belahan, lalu Nabi Musa 'alaihis salam dan kaumnya masuk melewatinya. 

1346 Yang dimaksud golongan yang lain ialah Fir'aun dan kaumnya. Maksud ayat tersebut adalah di bagian 
yang terbelah itu Allah memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnya dengan Musa dan Bani Israil, di mana 
Fir'aun dan kaumnya masuk melewati jalan yang dilalui Nabi Musa dan Bani Israil. 

1347 Tanpa ada yang tertinggal seorang pun juga. 

1348 Yakni penenggelaman Fir'aun dan kaumnya. 

1349 Ada pula yang menafsirkan dengan terdapat pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahnya, atau 
terdapat bukti yang besar yang menunjukkan benarnya apa yang dibawa Nabi Musa 'alaihis salam dan 
batilnya apa yang dipegang oleh Fir'aun dan kaumnya selama ini. 

1350 Yakni orang-orang Qibthi. 

1351 Meskipun bukti-bukti telah ditunjukkan. Ada yang mengatakan, bahwa tidak ada yang beriman dari 
kalangan mereka selain Asiyah istri Fir'aun, Hazqil dari kalangan keluarga Fir'aun, dan Maryam binti 
Namusa yang menunjukkan tulang-belulang Nabi Yusuf (yakni kuburnya). 

1352 Dengan keperkasaan-Nya, Dia binasakan orang-orang kafrr yang mendustakan. 

1353 Kepada orang-orang mukmin, sehingga mereka diselamatkan-Nya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



70. Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?" 

71. Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala 1356 dan kami senantiasa tekun 
menyembahnya." 

72. Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah mereka (berhala-berhala itu) mendengarmu ketika kamu berdoa 
(kepadanya) 1357 ?, 

73. Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat 1358 atau mencelakakan kamu 1359 ?" 

^ lSsIjU IS IjJli 

74. Mereka menjawab, "Tidak 1360 , tetapi kami dapati nenek mo yang kami berbuat begitu 1361 ." 

^5 0j-C*j jilts' la^JL^i Jii 

75. Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah, 

76. kamu dan nenek mo yang kamu yang terdahulu? 



Ketika itu tertuju kepada kaum kafir Mekah. 

1355 Ada banyak kisah tentang Beliau, akan tetapi yang paling menakjubkan dan yang paling baiknya adalah 
adalah kisah di atas yang menerangkan tentang risalah Beliau, dakwahnya kepada kaumnya dan perdebatan 
Beliau dengan mereka serta pembatalannya terhadap keyakinan mereka. 

1356 Yakni yang kami pahat dan kami buat dengan tangan kami sendiri. 

1357 Sehingga mereka dapat mengabulkan doamu, menghilangkan deritamu dan menghilangkan segala 
musibah yang menimpamu. 

1358 Jika kamu menyembahnya. 

1359 Jika kamu tidak menyembahnya. 

1360 Mereka mengakui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat melakukan semua itu, tidak dapat mendengar, 
memberi manfaat dan menghilangkan madharrat. Mereka tidak punya alasan yang membenarkan perbuatan 
mereka selain mengikuti nenek moyang mereka yang sama sesatnya. 

1361 Yakni kami ikuti jejak mereka dan kami pertahankan tradisi mereka. Inilah kebiasaan mereka, yaitu 
memperhatankan tradisi yang salah, dan seperti inilah yang kita dapati di sebagian daerah, mereka masih 
berbuat syirk karena mempertahankan tradisi nenek moyang atau leluhur mereka. Oleh karena itu, di ayat 
lain Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang 
telah diturunkan Allah, " mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah Kami 
dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami ". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek 
moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk? " (Terj . Al Baqarah: 1 70) 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



77. Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku 1362 , lain halnya Tuhan seluruh 
alam 1363 , 

78. (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, 

79. dan Yang memberi makan dan minum kepadaku; 

^^j^^L^j* I3J3 

80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku, 

81. dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), 

82. Dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat 1364 ." 

83. (Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu 1365 dan masukkanlah aku ke dalam 
golongan orang-orang yang saleh 1366 , 

84. dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian 1367 , 

85. dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan, 



Yakni oleh karena itu, suruh mereka menimpakan bahaya kepadaku. 

1363 Yakni Dialah yang aku sembah. 

1364 Tuhan yang seperti inilah yang berhak untuk disembah dan ditaati, berbeda dengan berhala dan patung 
yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu menunjukkan, tidak mampu menyembuhkan yang sakit, tidak 
mampu memberi makan dan tidak mampu memberi minum, tidak mampu menghidupkan dan tidak mampu 
mematikan. 

1365 Yakni il 

dapat memutuskan masalah di antara manusia dengannya. 

1366 Yaitu saudara-saudaranya dari kalangan para nabi dan rasul. 

Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengabulkan doanya 
termasuk rasul-rasul yang paling utama, memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh, 
menjadikannya diterima oleh manusia lagi dicintai, disebut kebaikannya dan dimuliakan di semua golongan 
dan di setiap zaman. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



86. dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat 1368 , 

87. dan janganlah Engkau hinakan aku 1369 pada hari mereka dibangkitkan, 

88. (yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, 

89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih 1370 , 

90. 1371 dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa 1372 , 

91. dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat 1373 ," 

Cjl bj-^ ^ Oil ^ J43 

92. dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah, 

93. selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu (dari azab) atau menolong diri mereka 
sendiri?" 

94. maka mereka (sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat 1374 , 

^ 0 4?^k? 



1368 Doa ini merupakan janji Nabi Ibrahim kepada ayahknya, bahwa dia akan memintakan ampunan untuk 
ayahnya, namun setelah tampak jelas bagi Nabi Ibrahim 'alaihis salam bahwa ayahnya adalah musuh Allah, 
maka Nabi Ibrahim berlepas diri darinya, lihat surah At Taubah: 1 14. 

1369 Yakni dicela atas dosa-dosa, diberi hukuman dan dipermalukan. 

1370 Inilah hati yang bermanfaat bagi seseorang di sisi Allah, di mana dengannya ia dapat selamat dari siksa 
dan berhak memperoleh pahala. Hati yang bersih di sini maksudnya adalah hati yang bersih dari syirk, 
keraguan, kemunafikan, hasad, dendam, dengki, menipu, sombong, riya', sum'ah mencintai keburukan dan 
kemaksiatan. Oleh karena itu hatinya ikhlas, yakin, jujur, mencintai kebaikan, lapang dada dan memaafkan, 
tulus, tawadhu', keinginan dan kecintaannya mengikuti kecintaan Allah, niat dan amalnya karena mencari 
ridha-Nya, dan hawa nafsunya mengikuti yang datang dari Allah. 

1371 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sifat hari yang dahsyat itu serta menyebutkan 
pahala dan siksa di hari itu. 

1372 Yaitu orang-orang yan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta takut kepada 
kemurkaan Allah dan siksa-Nya. 

1373 Yaitu mereka yang menjatuhkan dirinya ke dalam lembah kemaksiatan, berani mengerjakan larangan- 
Nya, mendustakan rasul-rasul-Nya dan menolak kebenaran yang mereka bawa. 

1374 Yaitu para penyembahnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



95. dan bala tentara Iblis 

96. Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka) 1376 , 

97. "Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, 

98. karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam 1377 . 

99. Dan tidak ada yang menyesatkan kita 1378 kecuali orang-orang yang berdosa 1379 . 

100. Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafa'at (penolong) 1380 , 

101. dan tidak pula mempunyai teman yang akrab 1381 . 

(cj)) j2S I ^ja £)Jsl3 "of MS ol jls 

102. Maka seandainya 1382 kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang 
beriman 1383 ." 



103. Sungguh, pada yang demikian itu 1384 terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakc 
mereka tidak beriman 1385 . 



Yaitu para pengikutnya dan orang-orang yang menaatinya dari kalangan manusia dan jin. Di antara 



1375 

mereka ada yang menjadi da'inya, ada yang menjadi pengikutnya dan ada yang ikut-ikutan. 

1376 Kepada sesembahan mereka. 

1377 Yakni dalam beribadah, bukan dalam rububiyyah, karena mereka mengetahui bahwa Allah 
Rabbul 'alamin (Pencipta, Penguasa, Pengatur seluruh alam), tetapi mereka malah mengarahkan ibadah 

selain-Nya. 



Dari jalan yang lurus. 

1379 Yaitu para pemimpin yang mengajak ke neraka. 

1380 Berbeda dengan orang-orang mukmin yang memiliki pemberi syafaat, seperti para malaikat, para nabi 
dan orang-orang mukmin. 

1381 Yang memberikan manfaat kepada kami sebagaimana kebiasaan ketika di dunia, di mana teman akrab 
memberikan pertolongan dan bantuan kepada temannya. Oleh karena itu, mereka telah putus asa dari semua 
kebaikan karena perbuatan yang mereka lakukan, dan mereka berangan-angan agar kembali ke dunia agar 
menjadi orang yang beriman dan beramal saleh. 

1382 Seandainya di sini adalah tamaniy (angan-angan) yang tidak mungkin dicapai. 

1383 Yakni agar kita selamat dari siksa dan memperoleh pahala. 

1384 Yakni pada kisah Ibrahim dengan kaumnya, dan keadaan orang-orang kafir di akhirat. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



104. Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. 

Ayat 105-122: Kisah Nabi Nuh 'alaihis salam dengan kaumnya, ajakan Beliau kepada 
mereka agar bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala serta mengikuti ajakan Beliau, 
keadaan kaumnya yang tetap saja ingkar dan berpaling sehingga mereka dibinasakan. 

jJl^XJ I ^5 cuj j£ 

105. 1386 Kaum Nuh telah mendustakan para rasul 1387 . 

106. Ketika saudara mereka 1388 (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak 
bertakwa 1389 ?" 

Cgl 0^ ' J J <_«! j 

107. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu 1390 , 

108. maka bertakwalah kamu kepada Allah 1391 dan taatlah kepadaku 1392 . 

109. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu 1393 ; imbalanku hanyalah dari Tuhan 
seluruh alam 1394 , 



1385 Meskipun ayat tersebut sudah disampaikan kepada mereka. 

1386 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan pendustaan kaum Nuh kepada rasul mereka Nuh 'alaihis 
salam, bantahan Beliau terhadap mereka dan bantahan mereka terhadap Beliau, serta akibat akhir dari 
masing-masing mereka. 

1387 Kaum Nuh 'alaihis salam dikatakan telah mendustakan para rasul meskipun yang diutus kepada mereka 
hanyalah Nabi Nuh 'alaihis salam, karena yang diserukan Nabi Nuh dan para nabi yang lain adalah sama, 
yaitu mengajak kepada tauhid dan menjauhi syirk. Atau karena Nabi Nuh 'alaihis salam tinggal lama di 
tengah-tengah mereka, sehingga Beliau meskipun sendiri seakan-akan seperti beberapa orang rasul. 

1388 Yakni senasab. Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengutus rasul yang sama nasabnya dengan kaumnya agar 
mereka tidak merasa risih mengikutinya, dan karena mereka mengetahui siapa Beliau, sehingga tidak perlu 
mengkaji lebih lanjut tentang pribadinya. 

1389 Kepada Allah; dengan meninggalkan sesembahan yang selama ini kamu sembah dan hanya menyembah 
kepada Allah saja. 

1390 Keadaan Beliau yang diutus secara khusus kepada mereka, menghendaki mereka untuk menerima risalah 
Beliau, beriman kepadanya, serta bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala karena telah 
mengkhususkan kepada mereka rasul yang mulia. Keadaan pribadinya yang terpercaya menghendaki Beliau 
tidak berkata-kata tentang Allah tanpa ilmu, tidak menambah wahyu yang diwahyukan kepadanya dan tidak 
mengurangi. Hal ini menghendaki mereka untuk membenarkan Beliau dan menaati perintahnya. 

1391 Dengan menyembah hanya kepada-Nya. 

1392 Yakni dalam hal yang aku perintahkan kepadamu dan yang aku larang, karena aku adalah orang yang 
terpercaya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




110. maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku 1 



1395 „ 



111. Mereka berkata 1396 , "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu 
adalah orang-orang yang hina 1397 ?" 



113. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu 
menyadari 1398 . 



1 14. Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman 1 



1393 Sehingga kamu merasa terbebani. 

1394 Yakni aku berbuat demikian (tidak meminta imbalan) agar aku dekat dengan-Nya dan mendapatkan 
pahala dari-Nya. Adapun kepada kamu, maka keinginanku adalah memberi kebaikan kepadamu dan agar 
kamu menempuh jalan yang lurus. 

1395 Kalimat ini diulangi karena berulang kalinya Beliau mendakwahi mereka dan lamanya Beliau tinggal di 
tengah-tengah mereka, yaitu selama 950 tahun. Beliau berdakwah kepada mereka siang dan malam, namun 
dakwah Beliau tidak menambah mereka selain semakin menjauh dan lari. 

1396 Yakni membantah Beliau dan menentang dengan penentangan yang tidak cocok dipakai untuk 
menentang. 

1397 Dari sini diketahui kesombongan mereka, bodohnya mereka terhadap hakikat yang sebenarnya, karena 
jika maksud mereka adalah mencari yang hak, tentu mereka akan berkata -jika mereka masih meragukan 
tentang dakwah Beliau-, "Terangkanlah kepada kami kebenaran yang engkau bawa dengan sarana-sarana 
yang dapat membuktikannya!" Padahal jika mereka memperhatikan dengan seksama, tentu mereka akan 
mengetahui bahwa para pengikutnya adalah orang-orang yang mulia, manusia-manusia pilihan, berakal 
cerdas, dan berakhlak tinggi, dan bahwa orang yang hina adalah orang yang mencabut fungsi akalnya, 
sehingga menganggap baik menyembah batu, ridha sujud kepada yang lebih lemah darinya dan berdoa 
kepada yang tidak mampu berbuat apa-apa, serta menolak seruan para rasul; insane yang kamil (manusia 
yang sempurna). Bahkan dengan memperhatikan ucapan mereka ini, "Apakah kami harus beriman 
kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu adalah orang-orang yang hina?" sudah dapat diketahui batilnya 
bantahan mereka, dan bahwa mereka adalah orang-orang yang sesat dan salah meskipun kita tidak melihat 
ayat-ayat yang lain yang menunjukkan kebenaran Nabi Nuh 'alaihis salam dan kebenaran yang Beliau bawa. 

1398 Yakni amal mereka dan hisabnya adalah urusan Allah, aku hanyalah menyampaikan. 

1399 Tampaknya mereka meminta kepada Nabi Nuh 'alaihis salam agar Beliau mengusir mereka karena 
merasa diri mereka adalah orang-orang besar, maka Nabi Nuh 'alaihis salam menerangkan bahwa Beliau 
tidak akan mengusir mereka, dan tidak berhak bagi Beliau mengusir mereka, bahkan yang berhak mereka 
dapatkan adalah penghormatan baik dengan sikap maupun ucapan, sebagaimana firman Allah Ta'aala di 
surah Al An'aam: 54: "Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, 
maka katakanlah, "Salaamun alaikum (selamat atasmu). Tuhanmu telah menetapkan atas Diri-Nya kasih 
sayang, (yaitu) bahwa barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu karena kejahilan, kemudian ia 
bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. " 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



116. 1401 Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti 1402 , niscaya 
engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati) 1403 ." 

117. Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku; 

118. maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang 
beriman bersamaku." 

119. Kemudian Kami menyelamatkannya (Nuh) dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal 
yang penuh muatan 1404 . 



anda (kekuasaan Allah) 1408 , tetapi 



121. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) , tetapi 
kebanyakan mereka tidak beriman. 



nasehat kepada manusia. 

1401 Maka Nabi Nuh 'alaihis salam senantiasa mendakwahi mereka siang dan malam, sembunyi-sembunyi 
maupun terang-terangan, namun mereka malah bertambah jauh, bahkan mereka mengancam Beliau 
sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas. 

1402 Yakni dari mendakwahi kami. 

1403 Mereka balas nasehat yang begitu tulus dari Nabi Nuh 'alaihis salam dengan balasan yang sangat buruk. 

1404 Y an g terdiri dari manusia, hewan dan burung-burung. 

1405 Yakni setelah menyelamatkan mereka. 

1406 Maksudnya, kaum Nuh yang mendustakan. 

1407 Yakni selamatnya Nuh dan para pengikutnya dan binasanya orang-orang yang mendustakannya. 

1408 Bisa juga diartikan, benar-benar terdapat tanda yang menunjukkan kebenaran rasul Kami dan apa yang 
mereka bawa, serta batilnya apa yang dipegang oleh musuh-musuh mereka yang mendustakan. 

1409 Dengan keperkasaan-Nya, Dia mengalahkan musuh-musuh-Nya, Dia menenggelamkan mereka dengan 
banjir yang besar. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



Ayat 123-140: Kisah Nabi Hud 'alaihis salam dengan kaumnya, perintahnya kepada mereka 
agar bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala serta menaatinya, keadaan kaumnya 
yang tetap kafir dan mengingkari sehingga mereka dibinasakan. 

((jgl Q±L»yLf\ ^ip It 

123. Kaum 'Aad telah mendustakan para rasul 1411 . 

124. Ketika saudara mereka 1412 Hud berkata kepada mereka 1413 , "Mengapa kamu tidak 
bertakwa 1414 ? 

125. Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu 1415 , 

126. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku 1416 . 

127. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu 1417 ; imbalanku hanyalah dari Tuhan 
seluruh alam 1418 . 

E@5 Oy^ 3 £U J^j 0j4^' 

128. Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi 1419 untuk kemegahan 
tanpa ditempati 1420 , 



orang-orang beriman. 

1411 Yakni kabilah yang bernama Aad telah mendustakan rasul mereka, yaitu Hud 'alaihis salam, padahal 
mendustakan seorang rasul sama saja mendustakan semua rasul karena dakwahnya yang sama. 

1412 Senasab. 

1413 Dengan lembut dan bicara yang baik. 

1414 Kepada Allah, yaitu dengan meninggalkan syirk (menyekutukan Allah). 

1415 Yakni Allah mengutusku kepadamu karena rahmat-Nya kepadamu dan perhatian-Nya kepada kamu, 
sedangkan aku adalah seorang yang terpercaya, kamu sudah mengenali hal itu dariku. 

1416 Yakni penuhilah hak Allah, yaitu takwa, dan penuhilah hakku, yaitu ditaati dalam semua perintah dan 
larangan. 

1417 Yakni tidak ada penghalang bagimu untuk beriman, karena aku tidak meminta imbalan kepadamu atas 
penyampaianku kepadamu sehingga kamu merasa keberatan. 

1418 Yaitu Tuhan yang mengurus alam semesta dengan nikmat-nikmat-Nya dan melimpahkan karunia-Nya, 
terutama tarbiyah(pengurusan)-Nya terhadap para wali-Nya dan para nabi-Nya. 

1419 Yakni tempat masuk di antara gunung-gunung. 

1420 Maksudnya, untuk bermewah-mewahan dan memperlihatkan kekayaan kepada orang yang lewat tanpa 
ditempati dan tidak ada maslahatnya bagi dunia mereka dan akhiratnya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



129. dan kamu membuat benteng-benteng 1421 dengan harapan kamu hidup kekal (di dunia) 1422 ? 

130. Dan apabila kamu menyiksa 1423 , maka kamu lakukan secara kejam dan bengis 1424 . 

* £ .-{5-"° 

131. Maka bertakwalah kepada Allah 1425 dan taatlah kepadaku, 

132. dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang 
kamu ketahui 1426 . 

Ji~>J ^aiJulj J}Xa I 

133. Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak 1427 dan anak-anak 1428 , 

134. dan kebun-kebun, dan mata air, 

135. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar 1429 ." 

136. Mereka menjawab 1430 , "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak 
memberi nasihat 1431 , 



Adapula yang mengartikan, "Mashaani' dengan kolam-kolam. 

1422 Padahal tidak tidak ada seorang pun yang hidup kekal di dunia. 

1423 Seperti memukul dan membunuh manusia atau mengambil harta mereka. 

1424 Tanpa rasa kasihan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memberikan kepada mereka kekuatan yang 
besar, namun mereka tidak melakukan yang sepatutnya, yaitu menggunakan kekuatan tersebut untuk 
ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, akan tetapi kenyataannya mereka berbangga diri dan 
sombong, sampai-sampai mereka berkata, "Siapakah yang lebih hebat kekuatannnya daripada kami?" 
Padahal Alah yang telah menciptakan mereka lebih hebat lagi kekuatan-Nya (lihat surah Fushshilat: 15) 
Mereka gunakan kekuatan mereka untuk maksiat, untuk main-main dan bersikap bodoh. Oleh karena itulah, 
Nabi mereka Hud 'alaihis salam melarang mereka bersikap seperti itu. 

1425 Yakni tinggalkanlah perbuatan syirk kamu dan kesombonganmu. 

1426 Berupa berbagai nikmat dan kesenangan. 

1427 Yaitu unta, sapi dan kambing. 

1428 Yakni Dia memperbanyak harta dan keturunan kamu. Nabi Hud 'alaihis salam mengingatkan mereka 
nikmat -nikmat -Nya, dan selanjutnya mengingatkan mereka terhadap azab Allah 'Azza wa Jalla. 

1429 Yang apabila datang tidak dapat ditolak lagi baik di dunia maupun akhirat, jika kamu tetap kafir dan 
mendurhakaiku. 

1430 Sambil menolak yang hak dan mendustakan nabi mereka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



137. 



ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu 1 



1432 




138. 



Dan kami sama sekali tidak akan diazab 



1433 „ 




139. Maka mereka mendustakannya 1434 , lalu Kami binasakan mereka 1435 . Sungguh, pada yang 
demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah) 1436 , tetapi kebanyakan mereka tidak beriman 1437 . 



140. Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. 

Ayat 141-159: Kisah Nabi Saleh 'alaihis salam dengan kaumnya Tsamud, dan keadaan 
kaumnya yang tidak beriman kepadanya sehingga mereka dibinasakan. 



142. Ketika saudara mereka 1440 Saleh berkata kepada mereka 1441 , "Mengapa kamu tidak 
bertakwa 1442 ? 



1431 Ini merupakan puncak keangkuhan mereka. Padahal firman Allah Ta'ala dan nasehat-nasehat-Nya dapat 
meluluhkan gunung yang keras dan membuat hati-hati orang yang berakal terpecah-pecah, akan tetapi di sisi 
mereka sama saja. Hal ini tidak lain karena besarnya kezaliman mereka, celakanya mereka dan sudah tidak 
bisa lagi mereka diharapkan untuk mendapatkan hidayah, sehingga layak untuk menerima azab di dunia dan 
akhirat. 

1432 Maksudnya, keadaan seperti ini; terkadang kaya dan terkadang miskin, terkadang mendapat nikmat dan 
terkadang mendapat bahaya hanyalah hal biasa dari dahulu, bukan sebagai ujian atau nikmat dari Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala serta cobaan dari-Nya. 

1433 Ini merupakan pengingkaran mereka terhadap kebangkitan atau ejekan mereka kepada nabi mereka. 
Bahkan mereka sampai menyatakan, bahwa sekiranya kebangkitan itu ada, maka mereka akan diberi 
kenikmatan sebagaimana ketika di dunia (lihat surah Al Kahf: 35-36). 

1434 Bisa kembali kepada Hud atau kepada azab yang diancamkan itu. Sikap mendustakan ini menjadi tabiat 
mereka dan perilakunya. 

1435 Di dunia dengan angin topan yang sangat dingin, di mana angin tersebut terus menerus menimpa mereka 
selama tujuh malam delapan hari sehingga mereka mati bergelimpangan (lihat Al Haaqqah: 6-7). 

1436 Bisa juga diartikan tanda yang menunjukkan kebenaran Nabi Hud 'alaihis salam dan apa yang Beliau 
bawa, serta batilnya yang dipegang oleh kaumnya selama ini. 

1437 Padahal telah ada ayat -ayat yang menghendaki mereka untuk beriman. 

1438 Dengan keperkasaan-Nya, Dia membinasakan kaum 'Aad yang menganggap dirinya orang yang paling 
kuat. 

1439 Tsamud adalah nama kabilah yang terkenal di kota-kota Hijr. 





141. Kaum Tsamud 1439 telah mendustakan para rasul. 




1440 



Senasab. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



144. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 

145. Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu 1445 , imbalanku hanyalah 
dari Tuhan seluruh alam. 

146. Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) 1446 dengan aman, 

147. di dalam kebun-kebun dan mata air, 

148. dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. 

149. dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah; 

150. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; 

151. dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas, 

j, j, ^ g * » * > , 



Dengan lembut dan bicara yang baik. 

Kepada Allah, dengan meninggalakn syirk dan maksiat. 

Yakni dari Allah Tuhan kamu, Dia mengutusku kepadamu karena kelembutan dan rahmat-Nya kepada 



1443 

kamu. Oleh karena itu, terimalah rahmat-Nya dan tunduklah kepada-Nya. 

1444 yakni yang menghendaki kamu untuk beriman kepadaku dan kepada yang aku bawa. 

1445 Sehingga kamu mengatakan, "Yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu meminta 
imbalan." 

1446 Memperoleh berbagai kesenangan dan dibiarkan begitu saja tidak mendapat perintah dan larangan, dan 
menggunakan nikmat-nikmat itu untuk bermaksiat kepada-Nya. 

1447 Dengan kemaksiatan. Di tengah-tengah kaum Tsamud ada sembilan orang yang menghasut kaumnya 
agar tidak beriman kepada Nabi Saleh dan mengajak manusia kepada kekafiran dan kemaksiatan, bahkan 
mereka hendak mencelakan Nabi Saleh dan keluarganya (lihat surah An Naml: 48-49), maka Nabi Saleh 
mengingatkan kaumnya agar tidak tertipu oleh beberapa orang itu karena sikapnya yang melampaui batas; 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




154. Engkau hanyalah manusia seperti kami ; maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau 
termasuk orang yang benar 1451 ." 



155. Dia (Saleh) menjawab, "Ini seekor unta betina yang berhak mendapatkan giliran minum, dan 
kamu juga berhak mendapatkan minum pula yang ditentukan 1452 . 



156. Dan jangan kamu menyentuhnya (unta) itu dengan sesuatu kejahatan, nanti kamu akan ditimpa 
azab pada hari yang dahsyat 1453 ." 



158. maka mereka ditimpa azab 1455 . Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan 
Allah) 1456 , tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. 



yang mengadakan kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan. Namun nasehat Nabi Saleh tidak 
bermanfaat bagi mereka, bahkan mereka mengatakan, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang 
kena sihir, " 

1448 Dengan ketaatan kepada Allah. 

1449 Sehingga -menurut mereka- ucapan Beliau tidak karuan dan tidak ada maknanya. 

1450 Engkau tidak mempunyai kelebihan apa-apa di atas kami yang menjadikan kami mengikutimu. 

1451 Padahal dengan memperhatikan keadaan Beliau dan keadaan seruan Beliau sudah dapat diketahui 
kebenaran Beliau dan apa yang Beliau bawa, akan tetapi karena kerasnya hati mereka, maka mereka 
meminta ayat-ayat yang mereka usulkan, di mana pada umumnya orang yang memintanya tidak beruntung, 
karena permintaannya didasari atas sikap memberatkan diri; bukan untuk mencari petunjuk. Para pemuka 
mereka kemudian berkumpul dan meminta kepada Nabi Saleh agar Beliau mengeluarkan kepada mereka 
saat itu juga unta bunting dari sebuah batu yang keras lagi licin yang mereka tunjuk, maka Nabi Saleh 
mengambil perjanjian dari mereka, bahwa jika Beliau memenuhi keinginan mereka, mereka akan beriman 
kepadanya dan mengikutinya, lalu mereka mau berjanji. Nabi Saleh Kemudian bangkit, lalu salat, kemudian 
berdoa kepada Allah 'Azza wa Jalla agar Dia mengabulkan permintaan mereka, maka pecahlah batu yang 
keras yang mereka tunjuk itu dan keluar daripadanya unta bunting sesuai yang mereka inginkan, lalu 
sebagian mereka beriman sedangkan sebagian besarnya tetap kafir. 

1452 Maksudnya, hari ini ia meminum air sumurnya dan kamu dapat mengambil air susunya, lalu pada hari 
berikutnya, ia akan menyingkir dari kamu, sehingga kamu dapat meminum air sumur itu. 

1453 Yaitu suara keras yang mengguntur (lihat Al Qamar: 31). 

1454 Yang membunuh adalah sebagian mereka, namun yang lain meridhai perbuatan itu. 

1455 Yang telah diancamkan, sehingga mereka semua binasa. 

1456 Bisa juga diartikan, terdapat tanda yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa para rasul dan 
batilnya perkataan orang-orang yang menentang para rasul. 






157. Kemudian mereka membunuhnya 1454 , lalu mereka merasa menyesal, 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



159. Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. 

Ayat 160-175: Pendustaan kaum Luth kepada Nabi mereka Luth 'alaihis salam dan 
bagaimana mereka dibinasakan. 

160. 1457 Kaum Luth telah mendustakan para rasul, 

161. ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?" 

162. Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, 

163. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 

164. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan 
seluruh alam. 

@ bi^J T b? b ijTJilT b jjts! 

165. Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks), 

166. dan kamu tinggalkan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu 
(memang) orang-orang yang melampaui batas 1458 ." 

167. Mereka menjawab, "Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti 1459 , engkau termasuk orang-orang 
yang terusir." 



1457 Nabi Luth 'alaihis salam berdakwah sebagaimana para nabi sebelumnya, dan kaumnya menyikapi Beliau 
sebagaimana sikap orang-orang sebelum mereka yang mendustakan para rasul, hati mereka sama dalam 
kekafiran sehingga ucapannya sama. Di samping mereka (kaum Luth) berbuat syirk, mereka juga 
mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah didahului oleh seorang pun sebelum mereka, mereka lebih 
memilih menikahi laki-laki dan tidak suka kepada wanita karena sikap melampaui batasnya mereka, maka 
Nabi Luth senantiasa mendakwahi mereka agar mereka mentauhidkan Allah dan tidak berbuat keji itu, 
sehingga pada akhirnya kaum Luth berkata, "Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk 
orang-orang yang terusir. " 

1458 Dari yang halal kepada yang haram. 

1459 Melakukan nahi munkar terhadap kami. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



168. Dia (Luth) berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu." 

169. 1460 (Luth berdoa), "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan 
yang mereka kerjakan 1461 ." 

170. Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua, 

171. kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. 

172. Kemudian Kami binasakan yang lain. 

173. Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu 1462 ), maka betapa buruk hujan yang menimpa 
orang-orang yang telah diberi peringatan itu 1463 . 



174. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka 
tidak beriman. 

175. Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. 

Ayat 176-191: Kisah Nabi Syu'aib 'alaihis salam, pendustaan kaumnya kepadanya dan 
bagaimana mereka dibinasakan. 



14l-.li 



Ketika Nabi Luth melihat kaumnya tetap di atas perbuatan itu (syirk dan berbuat keji). 



1461 Yakni dari perbuatan keji itu dan akibatnya. 

1462 Dari tanah yang keras. 

1463 Sehingga mereka binasa sampai orang yang terakhir. 

1464 yang dimaksud dengan penduduk Aikah ialah penduduk Madyan Yaitu kaum Nabi Syu'aib 'alaihis 
salam. Aikah artinya belukar atau kebun-kebun yang dikelilingi pepohonan. 

1465 Tidak disebutkan saudara mereka, karena Beliau bukan dari golongan mereka. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



179. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; 

180. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan 
seluruh alam. 

@ ^jJJ I & \#P> % $S3\ I jijf ♦ 

181. 1468 Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain; 

182. dan timbanglah dengan timbangan yang benar. 

(cgl qij^Jl! (j^jV"! (J *Vj Jjbs III! i Vj 

183. Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya 1469 dan janganlah 
membuat kerusakan di bumi 1470 ; 

© ojjSVf C^'ij ^ii i jiJij 

ikan kamu dan umat-umat yang 

QiJ>^fJ \ cU>! L*j| IjJLS 
185. Mereka berkata 1472 , "Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir 1473 , 



184. dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang 
terdahulu 1471 ." 



186. dan engkau hanyalah manusia seperti kami 1474 , dan sesungguhnya kami yakin engkau 
termasuk orang-orang yang berdusta 1475 . 



Kepada Allah, dengan meninggalkan perbuatan yang membuat-Nya murka, yaitu kesyirkkan, kekafiran 



1466 

dan kemaksiatan. 

1467 Yakni oleh karena itu, seharusnya kamu bertakwa kepada Allah dan menaatiku. 

1468 Mereka di samping berbuat syirk, juga mengurangi takaran dan timbangan. 

1469 Yakni mengurangi harta mereka dan mengambilnya dengtan mengurangi takaran dan timbangan. 

1470 Seperti melakukan pembunuhan, pembajakan dan menakut-nakuti kafilah yang lewat. 

1471 Yakni sebagaimana Dia sendiri yang menciptakan kamu dan menciptakan orang-orang sebelum kamu 
tanpa sekutu, maka sembahlah Dia saja dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan sebagaimana 
Dia sendiri yang memberimu nikmat, maka sikapilah dengan bersyukur kepada-Nya. 

1472 Sambil mendustakan dan menolaknya. 

1473 Sehingga ucapanmu keluar tanpa sadar. 

1474 Yakni engkau tidak memiliki kelebihan di atas kami sehingga kami harus mengikutimu. Hal ini seperti 
ucapan orang-orang sebelum mereka dan orang-orang setelah mereka yang menentang para rasul dengan 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




187. Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit 1476 , jika engkau termasuk orang-orang 
yang benar. 



189. Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib) 1478 , lalu mereka ditimpa azab pada hari yang 
gelap 1479 . Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat 1480 . 



syubhat tersebut; syubhat yang senantiasa mereka gunakan, karena sepakatnya mereka di atas kekafiran 
sehingga hati dan ucapan mereka sama. Syubhat tersebut telah dijawab para rasul, bahwa mereka memang 
manusia seperti yang lain, akan tetapi Allah memberikan nikmat kepada siapa yang Dia kehendaki di antara 
hamba-hamba-Nya (lihat surah Ibrahim: 1 1). 

1475 Inilah sikap beraninya mereka, berbuat zalim dan berkata dusta. Padahal tidak ada seorang rasul pun 
kecuali Allah telah menampakkan melalui kedua tangannya ayat-ayat yang menunjukkan kebenaran dan 
amanahnya, terlebih Syu'aib 'alaihis salam yang digelari dengan "Khathibul anbiyaa' (juru bicara para nabi) 
karena bagusnya dalam menyampaikan nasehat dan dalam berdebat. Kaumnya telah meyakini kebenaran 
Beliau dan bahwa apa yang Beliau bawa adalah hak (benar), akan tetapi mereka mereka malah menyatakan 
bahwa Beliau berdusta. 

1476 Yakni yang membinasakan kami sampai habis. 

1477 Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya ayat yang diusulkan bukanlah Beliau yang mendatangkan dan 
menurunkannya, karena tugas Beliau hanyalah menyampaikan dan menasehati, dan hal itu telah Beliau 
lakukan, dan bahwa yang mendatangkan apa yang mereka minta adalah Allah yang mengetahui amal dan 
keadaan mereka, yang selanjutnya akan membalas dan menghisab mereka. 

1478 Sikap mendustakan telah melekat dalam diri mereka dan kekafiran telah menjadi kebiasaan mereka, di 
mana ayat-ayat dan nasehat sudah tidak lagi bermanfaat, sehingga tidak ada cara lain yang dapat 
menghentikan sikap mereka selain diberikan hukuman. 

1479 Ibnu Katsir berkata, "Ini termasuk jenis (azab) yang mereka minta, yaitu ditimpakan kepada mereka 
gumpalan (dari langit). Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjadikan hukuman mereka dengan menimpakan 
panas yang tinggi selama tujuh hari, di mana mereka tidak terlindungi oleh sesuatu apa pun, lalu sebuah 
awan datang kepada mereka dan menaungi mereka, kemudian mereka pergi ke naungan itu dan berlindung 
di bawah naungan itu dari panas yang mereka rasakan. Ketika mereka semua telah berkumpul di bawahnya, 
maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengirimkan kepada mereka percikan api, gejolaknya dan sinar yang 
sangat terang, lalu bumi mengguncang mereka, kemudian datang kepada mereka suara keras yang membuat 
ruh-ruh mereka keluar (mati). Oleh karena itu, Dia berfirman, "Sungguh, itulah azab pada hari yang 
dahsyat" Qatadah berkata, "Ubaidullah bin Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Sesungguhnya Allah 
mengirimkan kepada mereka panas selama tujuh hari, sampai-sampai tidak ada sesuatu pun yang melindungi 
mereka darinya, kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengadakan untuk mereka sebuah awan, lalu salah 
seorang di antara mereka pergi kepadanya dan bernaung dengannya, ia merasakan kesejukan dan rasa santai 
di bawahnya, kemudian ia member itahukan kepada kaumnya, lalu mereka semua mendatanginya dan 
bernaung di bawahnya, kemudian dinyalakan api kepada mereka." Abdurrahman bin Zaid bin Aslam 
berkata, "Allah mengirimkan kepada mereka naungan, sehingga ketika mereka telah berkumpul (di 
bawahnya), maka Allah singkirkan naungan itu, lalu sinar matahari dipanaskan kepada mereka, kemudian 
mereka terbakar sebagaimana belalang terbakar dalam penggorengan." Muhammad bin Jarir berkata: Dari 
Yazid Al Bahiliy, (ia berkata), "Aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang ayat ini, "lalu mereka ditimpa 
azab pada hari yang gelap" maka Beliau menjawab, "Allah mengirimkan kepada mereka guruh dan panas 
yang tinggi, lalu menimpa nafas mereka, kemudian mereka keluar dari rumah ke lapangan, lalu Allah 
mengirimkan awan kepada mereka dan menaungi mereka dari panas matahari. Mereka pun merasakan 
dingin dan kesejukannya, lalu sebagian mereka memanggil (memberitahukan) yang lain, sehingga ketika 




188. Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan 1 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



190. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) 1481 , tetapi 
kebanyakan mereka tidak beriman 1482 . 

191. Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa 1483 lagi Maha Penyayang 1484 . 

Ayat 192-212: Al Qur'an dibawa turun oleh malaikat Jibril Al Amin (yang terpercaya) 
'alaihis salam kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan bahwa para setan 
tidak sanggup menyentuhnya, bahkan mereka dijauhkan darinya. 

192. 1485 Dan sungguh, (Al Quran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam 1486 , 

193. yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin 1487 , 



mereka telah berkumpul di bawah naungan itu, maka Allah mengirimkan api kepada mereka." Ibnu Abbas 
melanjutkan, "Itu adalah azab pada hari yang gelap. Itu adalah azab hari yang besar." 

1480 Mereka tidak akan kembali lagi ke dunia untuk memperbaiki amal mereka dan mereka akan diazab 
selama-lamanya, nas'alullahas salaamahwal 'aafiyah. 

1481 Bisa juga diartikan, "terdapat tanda yang menunjukkan kebenaran Syu'aib, kebenaran dakwah Beliau 
dan batilnya bantahan kaumnya." 

1482 Padahal mereka melihat ayat-ayat itu, namun mereka tidak juga beriman karena tidak ada lagi kebaikan 
dalam diri mereka dan sudah tidak dapat diharapkan lagi. 

1483 Dengan keperkasaan-Nya Dia mengalahkan musuh-musuh-Nya ketika mereka mendustakan para rasul- 
Nya. 

1484 Rahmat (kasih sayang) adalah sifat-Nya, dan di antara atsar (hasilnya) adalah semua kebaikan yang 
diperoleh makhluk di dunia dan akhirat dari sejak Allah menciptakan alam dan seterusnya. Dengan rahmat- 
Nya Dia menyelamatkan wali-wali-Nya dan orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan kaum 
mukmin. 

1485 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan kisah para nabi bersama kaumnya masing-masing, 
bagaimana para nabi mendakwahi mereka dan bagaimana kaumnya menolak seruan para nabi, serta 
menyebutkan bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh-Nya, dan ternyata akibat baik atau 
kemenangan diperoleh para wali-Nya, maka Dia menyebutkan tentang rasul yang mulia ini, yaitu Nabi 
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kitab yang dibawanya, yang di dalamnya terdapat petunjuk 
bagi orang-orang yang berakal. 

1486 Yang menurunkan Al Qur'an adalah Pencipta langit dan bumi, yang mengatur dan menguasai seluruh 
alam. Sebagaimana Dia mengurus mereka dengan memberikan petunjuk kepada hal yang bermaslahat bagi 
dunia dan badan mereka, maka Dia mengurus mereka dengan menurunkan kitab yang mulia ini (Al Qur'an) 
yang mengandung banyak kebaikan, kebijaksanaan, hidayah untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta 
menerangkan akhlak mulia. Dalam kalimat, "Dan sungguh, (Al Quran) ini benar-benar diturunkan oleh 
Tuhan seluruh alam" terdapat pengagungan-Nya terhadap Al Qur'an ini dan perhatian-Nya terhadapnya, 
karena ia turun dari sisi Allah, tidak dari selain-Nya, dan maksudnya adalah untuk memberikan manfaat 
kepada kita serta memberi hidayah. 

1487 Yaitu Jibril yang merupakan malaikat yang paling utama dan paling kuat. Beliau adalah malaikat yang 
terpercaya, sehingga tidak mungkin menambah atau mengurangi. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



>eri peringatan 1488 , 



JjfT^i ^ IjiUp jliL o'^ 1 * j»i o^^Jjl 

197. Apakah tidak cukup menjadi bukti (kebenarannya) bagi mereka 1492 , bahwa para ulama 1493 Bani 
Israil mengetahuinya 1494 ? 



199. lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan 
beriman kepadanya 1496 . 



Yakni, agar engkau memberi petunjuk manusia dengannya kepada jalan yang lurus dan memperingatkan 
manusia dari jalan yang sesat. 

1489 Yang merupakan bahasa yang paling utama. Dalam Al Qur'an terkandung berbagai keistimewaan, ia 
merupakan kitab yang paling utama, dibawa oleh malaikat yang paling utama, diturunkan kepada manusia 
yang paling utama dan disampaikan ke dalam anggota tubuh yang paling utama, yaitu hati serta diberikan 
kepada umat yang paling utama yang ditampilkan kepada manusia, dan dengan bahasa yang paling utama 
lagi paling fasih yaitu bahasa Arab yang jelas. 

1490 Yakni diturunkan-Nya Al Qur'an kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. 

1491 Yakni telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab terdahulu seperti Taurat dan Injil. 

1492 Yakni kaum mafir Mekah ketika itu. 

1493 Yaitu mereka yang dalam ilmunya dan sebagai manusia yang paling mengetahui. Merekalah orang-orang 
yang adil, di mana jika terjadi kesamaran, maka kepada merekalah dikembalikan, sehingga ucapan mereka 
merupakan hujjah terhadap yang lain, sebagaimana para pesihir yang ahli mengetahui bahwa apa yang 
ditunjukkan Musa 'alaihis salam bukanlah sihir. Oleh karena itu, ucapan orang-orang jahil setelah mereka 
tidak perlu diperhatikan. 

1494 Seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya yang ikut beriman. 

1495 Yaitu mereka yang tidak paham bahasa Arab dan tidak sanggup mengungkapkan kepada orang-orang 
Arab secara baik. 

1496 Mereka akan berkata, "Kami tidak paham ucapannya dan kami tidak mengerti seruannya," oleh karena 
itu, hendaknya mereka memuji Tuhan mereka, karena kitab yang diturunkan-Nya datang kepada mereka 
melalui lisan manusia yang paling fasih dan paling sanggup mengungkapkan maksud dengan perkataan yang 
jelas, serta manusia yang paling tulus kepada mereka, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Mereka juga hendaknya bersegera membenarkan dan menerimanya, namun ternyata mereka malah 
mendustakannya padahal tidak ada lagi syubhat, sehingga yang demikian sebagai kekafiran dan sikap 
membangkang semata serta sebagai perkara yang diwarisi oleh umat-umat terdahulu yang mendustakan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



200. Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang 
berdosa 1497 . 

(^^jVi oiUi Ijj^ ^ -aj ^ ^Ljj Si 

201. Mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, 

202. maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya 1498 , 

203. lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu 1499 ?" 

205. Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa 
tahun 1501 , 

206. kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka, 

(cgl i ^ ^ (i-t^- (J^-'^ 4 

207. niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan 1502 . 

208. 1503 Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang 
memberi peringatan kepadanya; 

1497 Sehingga menjadi sifat mereka disebabkan kezaliman dan kejahatan mereka, oleh karena itu, mereka 
tidak akan beriman kepadanya sampai mereka melihat azab yang pedih. 

1498 Agar hukuman yang ditimpakan kepada mereka terasa lebih dahsyat. 

1499 Padahal waktunya telah berlalu, dan mereka telah ditimpa azab yang tidak akan diangkat dan dihentikan 
meskipun sesaat. 

1500 Apakah mereka memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bersabar menghadapi azab itu? Atau apakah 
mereka memiliki kekuatan untuk menolaknya atau menyingkirkannya ketika turun? 

1501 Yakni, bagaimana pendapatmu jika Kami tidak segera menurunkan azab dan memberi mereka waktu 
beberapa tahun untuk menikmati kesenangan di dunia? 

1502 Yakni, karena kenikmatan itu telah berlalu dan telah hilang, dan berakhir dengan pertanggungjawaban. 
Oleh karena itu, disegerakan atau ditunda azab itu tidaklah berguna bagi mereka. 

1503 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan tentang sempurnanya keadilan-Nya dalam 
membinasakan orang-orang yang mendustakan, dan bahwa Dia tidaklah membinasakan atau menimpakan 
azab kepada sebuah penduduk melainkan setelah Dia memperingatkan mereka dengan mengutus para rasul 
yang membawa ayat-ayat yang jelas, mengajak mereka kepada petunjuk, melarang mereka dari kebinasaan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



209. Untuk menjadi peringatan 1504 . Dan Kami tidak berlaku zalim 1 



1505 




2 1 0. 1506 Dan (Al Quran) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan. 




211. Dan tidaklah pantas bagi mereka membawa turun Al Quran itu, dan mereka pun tidak akan 
sanggup. 



212. Sesungguhnya untuk mendengarnya pun mereka dijauhkan 1507 . 

Ayat 213-227: Beberapa arahan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, perintah 
kepada Beliau untuk memberi peringatan kepada keluarga dan bersikap lemah lembut 
terhadap orang-orang mukmin, bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah penyair serta ancaman bagi orang yang zalim 
yang memusuhi dakwah Islam. 



213. 1508 Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk 
orang-orang yang diazab. 



serta mengingatkan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang 
mendustakan. 

1504 Dan penegak hujjah atas mereka. 

1505 Oleh karena itu, Allah tidak akan menghukum sebelum memberikan peringatan, dan tidak akan 
menghukum orang yang tidak melakukan kejahatan, juga tidak akan menghukum seseorang karena dosa 
yang dilakukan orang lain. Allah akan memutuskan masalah di antara manusia dengan adil, dan tidak 
mengurangi kebaikan yang dilakukan seorang hamba, bahkan akan melipatgandakannya hingga sepuluh kali 
lipat, dan seterusnya hingga kelipatan yang banyak. Allah Ta'ala berfirman: 

"Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang 
siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan 
kejahatannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). " (terj. Al An'aam: 160) 

1506 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan kesempurnaan Al Qur'an dan keagungannya, maka 
Dia membersihkannya dari segala sifat kekurangan serta melindunginya ketika turun dan setelah turun dari 
setan-setan baik dari kalangan jin maupun manusia. 

1507 Mereka telah dijauhkan dari Al Qur'an, telah disiapkan meteor untuk menyerang mereka demi menjaga 
Al Qur'an, dibawa turun oleh malaikat yang paling kuat, di mana setan tidak sanggup mendekatinya dan 
berkeliling di dekatnya. Hal mi sebagaimana firman Allah Ta'ala di surah Al Hijr: 9: "Sesungguhnya 
Kamilah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" (Terj. Al Hijr: 
9) 

1508 Allah Subhaanahu wa Ta'aala melarang Rasul-Nya dan termasuk pula umatnya dari menyembah selain 
Allah, dan bahwa yang demikian dapat menyebabkan seseorang terkena azab yang kekal, karena hal itu 
adalah perbuatan syirk, di mana Allah mengharamkan pelakunya masuk surga dan akan menempatkannya di 
neraka. Larangan terhadap sesuatu berarti perintah terhadap kebalikannya, larangan terhadap syirk berarti 
perintah mentauhidkan-Nya. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



2 1 4. 1509 Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat 1510 , 



1509 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Nabi-Nya mengerjakan sesuatu yang dapat 
menyempurnakan dirinya, maka Dia memerintahkan untuk menyempumakan orang lain. 

1510 Yaitu Bani Hasyim dan Bani Muththalib, di mana mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan 
Beliau dan paling berhak mendapatkan ihsan baik dari sisi agama maupun dunia. Hal ini tidaklah menafikan 
untuk memberikan peringatan kepada semua manusia, seperti halnya ketika seseorang diperintahkan untuk 
berbuat ihsan kepada semua manusia, lalu diperintahkan pula kepadanya untuk berbuat ihsan kepada 
kerabatnya, maka yang ini adalah lebih khusus yang menunjukkan penekanan dan memiliki hak lebih. 
Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan perintah itu, Beliau berdakwah baik kepada 
masyarakat umum maupun kepada kerabat-kerabat-kerabat Beliau, mengingatkan dan menasehati mereka 
tanpa kenal lelah, dan bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang dapat selamat dari azab Allah 
kecuali dengan beriman kepada-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala juga memerintahkan agar Beliau 
berendah diri kepada hamba-hamba Allah yang beriman, dan barang siapa yang mendurhakai Beliau siapa 
pun orangnya, maka hendaklah Beliau berlepas diri dari perbuatannya, dan dengan tetap menasehati mereka 
serta berusaha mengajak mereka kembali dan bertobat. Sikap berlepas diri dari perbuatannya adalah untuk 
menolak anggapan bahwa perintah merendahkan diri kepada orang-orang mukmin, menghendaki seseorang 
untuk bersikap ridha terhadap segala yang muncul dari mereka selama mereka mukmin, bahkan tidak 
demikian. Hal itu, karena dalam masalah wala' (setia) dan bara' (berlepas diri) ada tiga golongan: 

1. Orang-orang yang diberikan wala' murni tanpa dinuisuhi sama sekali. 

Mereka adalah kaum mukmin yang bersih dari kalangan para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan 
orang-orang shalih. Terdepannya adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian istri-istrinya 
ummahaatul mukminin, ahli baitnya yang baik dan para sahabatnya yang mulia. Kemudian dari kalangan 
para tabi'in dan orang-orang yang hidup pada abad-abad yang utama, generasi pertama ummat ini dan para 
imamnya seperti imam yang empat (Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad). 

2. Orang-orang yang diberi baraa' murni tanpa ada rasa cinta. 

Mereka adalah kaum kajir baik dari kalangan, orang-orang musyrik, orang-orang munafik orang-orang 
murtad dan orang-orang atheis dan lainnya dengan berbagai macamnya. 

3. Orang-orang yang diberi wala' dari satu sisi dan diberi bara' dari sisi lain 

Yakni wala' dan bara' berkumpul padanya, mereka adalah kaum mukminin yang berbuat maksiat. Mencintai 
mereka, karena mereka masih memiliki iman, dan membenci mereka karena maksiatnya yang tingkatannya 
di bawah kufur dan syirk. 

Membenci mukmin yang berbuat maksiat tidaklah sama dengan membenci orang kafrr dan memusuhinya, 
dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Umar bin Al Khaththab: 

J, oliLi °M |g OlTj |g 4i!l Jj^j dX>^4 Sis' j Ijl^ Li£ OlTj AiilJLi- OlST" *J&\ Ju- liij d\ 

c-Ui- ^ ^j* ' J*^ ^ ) ■ M l ^ J 1 ^ J'y- ^ ^ (U^ 1 f^°' 2r? J^j J 1 ^ 9- 9 'jfi 

( l! iJJi L^o i?i 

"Ada seseorang di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang bernama Abdullah, ia digelari "keledai", ia 
sering membuat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah 
menderanya karena ia meminum khamr, suatu ketika ia dihadapkan lagi (karena meminum khamr), lalu 
Beliau memerintahkan mendera lagi, lalu didera lagi. Kemudian salah seorang yang hadir ada yang 
mengatakan, "Ya Allah, laknatlah dia, banyak sekali ia melakukannya. " Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda: "Janganlah melaknatnya, demi Allah, apa kamu tidak tahu bahwa ia cinta kepada Allah 
dan Rasul-Nya " 

Rasa cinta kepada mereka mengharuskan kita menasehati mereka dan mengingkari mereka. Oleh karena itu, 
tidak boleh diam terhadap maksiat mereka, bahkan tetap diingkari, dinasehati dan diaak bertobat, disuruhnya 
mengerjakan yang ma'ruf dan dicegahnya dari yang mungkar, ditegakkan hukuman sampai mereka mau 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



215. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu 1511 . 

216. Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku 
tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan 1512 ." 

217. Dan bertawakkallah 1513 kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, 

(ijf|| Cfc?~ ^ ji 

218. 1514 yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk shalat), 

219. dan (melihat) perubahan gerakan badanmu 1515 di antara orang-orang yang sujud. 

220. Sungguh, Dia Maha Mendengar 1516 lagi Maha Mengetahui 1517 . 



berhenti dan bertobat dari maksiatnya. Akan tetapi, (kita) tidak membenci mereka dengan kebencian murni 
seperti halnya orang-orang khawaarij. 

1511 Yakni dengan tidak sombong kepada mereka, bersikap lembut kepada mereka, bertutur kata yang halus 
kepada mereka, mencintai mereka, berakhlak mulia dan berbuat ihsan kepada mereka. Inilah akhlak 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam; akhlak yang paling mulia yang dengannya tercapai berbagai 
maslahat. Oleh karena itu, pantaskah bagi seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengaku 
mengikuti Beliau dan meneladaninya tetapi malah menjadi beban kaum muslimin, berakhlak buruk, keras 
wataknya, hatinya keras dan mulutnya kasar, saat melihat mereka berbuat salah atau kurang adab langsung 
dijauhi, dibenci dan dimusuhi, tanpa dinasehati dengan cara yang baik dan diajak kembali. Padahal bersikap 
seperti itu menimbulkan berbagai macam bahaya dan menghilang beberapa maslahat. 

1512 Yaitu kemaksiatan yang kamu lakukan. 

1513 Yakni serahkanlah semua urusanmu kepada Allah. Penolong terbesar bagi seorang hamba untuk 
melaksanakan perintah Allah adalah bertawakkal dan bersandar kepada Tuhannya, meminta pertolongan- 
Nya agar diberi taufiq untuk menjalankan perintah-Nya. Tawakkal artinya bersandarnya hati kepada Allah 
untuk memperoleh manfaat dan menyingkirkan bahaya sambil memiliki rasa percaya kepada-Nya serta 
bersangka baik bahwa permintaan dapat dipenuhi, karena Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Dengan 
keperkasaan-Nya, Dia sanggup memberikan kebaikan kepada hamba-hamba-Nya dan menolak keburukan 
dari mereka, dan dengan rahmat-Nya Dia melakukan hal itu. 

1514 Selanjutnya Allah mengingatkan Beliau agar meminta bantuan dengan merasakan kedekatan Allah dan 
memiliki sikap ihsan (beribadah seakan-akan melihat-Nya atau paling tidak merasa diawasi-Nya). 

1515 Yakni, Dia melihatmu dalam mengerjakan ibadah yang agung ini, waktu kamu berdiri, merubah gerakan 
badan, baik dengan ruku', sujud maupun duduk. Kata sujud disebutkan secara khusus karena keutamaannya, 
dan karena barang siapa yang berusaha merasakan kedekatan Tuhannya di waktu sujud, maka badannya 
akan khusyu', tunduk dan melaksanakannya dengan baik, sedangkan shalat itu sendiri jika disempurnakan 
maka amal yang lain akan ikut sempurna dan dapat digunakan untuk membantu menghadapi segala urusan. 

1516 Semua suara. 

1517 Ilmu-Nya meliputi yang zahir (luar) maupun yang batin (dalam), yang gaib maupun yang tampak. Oleh 
karena itu, jika seorang hamba merasakan pengawasaan Allah dalam setiap keadaannya, merasakan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Setan turun kepada para pendusta dan peringatan kepada para penyair 

221. 1518 Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? 

222. Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta 1519 yang banyak berdosa 1520 , 

223. mereka menyampaikan hasil pendengaran 1521 , sedangkan kebanyakan mereka orang-orang 
pendusta 1522 . 

224. 1523 Dan penyair-penyair itu 1524 diikuti oleh orang-orang yang sesat 1525 . 

225. Tidakkah engkau melihat 1526 bahwa mereka mengembara di setiap lembah 1527 , 



pendengaran-Nya terhadap apa yang diucapkannya serta merasakan pengetahuan-Nya terhadapa apa yang 
disembunyikan dalam dada berupa rasa sedih, azam (kemauan keras) dan niat, maka akan membantunya 
mencapai derajat ihsan. 

1518 Ayat ini merupakan jawaban terhadap orang-orang yang mendustakan rasul; yang mengatakan bahwa 
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam didatangi oleh setan atau mengatakan bahwa Beliau adalah 
penyair. 

1519 Yaitu orang-orang yang suka berdusta, seperti halnya Musailamah Al Kadzdzab dan kepada para dukun. 

1520 Yakni banyak berbuat maksiat. Orang yang seperti ini keadaannya pantas jika didatangi oleh setan. 
Adapun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka keadaannya berbeda jauh dengan orang yang 
berdusta lagi banyak berdosa, Beliau adalah orang yang jujur lagi amanah, berbuat baik lagi memperoleh 
petunjuk, Beliau menggabung antara jujur hatinya, lisannya dan bersih perbuatannya. Sedangkan wahyu 
yang diturunkan kepada Beliau berasal dari sisi Allah, turun dari-Nya dalam keadaan terjaga dan dibawa 
oleh malaikat yang terpercaya. 

1521 Yang mereka curi berita itu dari para malaikat, lalu menyampaikannya kepada para dukun. 

1522 Mereka campurkan berita benar dengan seratus kedustaan, mencampurkan yang hak dan yang batil, dan 
kebenaran pun lenyap karena sedikit jumlahnya. 

1523 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala membersihkan Beliau dari tuduhan didatangi oleh setan, maka Dia 
membersihkan pula Beliau dari tuduhan penyair. 

1524 Yakni, maukah Aku beritahukan keadaan para penyair dan sifat yang melekat dalam diri mereka? 

1525 Diri mereka (para penyair) sesat dan pengikutnya pun orang-orang yang sesat. 

1526 Yakni kesesatan mereka. 

1527 Yang dimaksud dengan ayat ini adalah bahwa sebagian penyair-penyair itu suka mempermainkan kata- 
kata dan tidak mempunyai tujuan yang baik serta tidak punya pendirian. Oleh karena itu, mereka sering 
melampaui batas baik dalam memuji maupun mencela karena sebuah kepentingan, terkadang benar dan 
terkadang dusta, terkadang merayu dan terkadang menghina, dst. Mereka tidak memiliki pendirian dan 
seperti buih yang terombang ambing di tengah lautan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



226. Dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? 1528 




227. 1529 Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak 
mengingat Allah 1530 dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi 
orang-orang kafir) 1531 . Dan orang-orang yang zalim 1532 kelak akan tahu ke tempat mana mereka 
akankembali 1533 . 



1528 Inilah sifat mereka, ucapannya berbeda dengan perbuatannya. Oleh karena itu, ketika penyair merayu, 
maka terkesan sebagai orang yang sangat cinta padahal hatinya kosong dari itu. Ketika ia memuji atau 
mencela, maka seakan-akan benar padahal dusta, bahkan terkadang memuji perbuatan yang tidak mereka 
lakukan. Perumpamaannya adalah jika seorang pemberani telah berada di atas kudanya, namun kita 
mendapati mereka sebagai manusia yang paling pengecut, tetapi pura-pura berani dan seperti inilah sifat 
mereka. Kemudian perhatikanlah keadaan mereka dengan keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
seorang yang mendapat petunjuk lagi baik, dan pengikutnya juga orang-orang yang mendapat petunjuk lagi 
baik, istiqamah di atasnya dan menjauhi jalan kebinasaan. Perbuatan Beliau dengan ucapannya tidak 
bertentangan, Beliau tidak menyuruh selain kebaikan dan tidak melarang selain keburukan, tidak 
memberitakan kecuali yang benar dan tidak memerintahkan sesuatu kecuali Beliau adalah orang pertama 
yang melakukannya, dan tidaklah melarang sesuatu kecuali Beliau adalah orang pertama yang 
meninggalkannya. Kemudian apakah sama keadaan Beliau dengan para penyair atau bahkan menyelisihinya 
dari semua sisi? Maka semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada Rasul yang mulia ini, orang 
yang melakukan apa yang dikatakannya, yang bukan seorang penyair, bukan penyihir dan bukan orang yang 
gila dan tidak cocok bagi Beliau kecuali sifat sempurna. 

1529 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sifat para penyair, maka Allah mengecualikan dari 
yang disebutkan, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan beramal saleh, banyak 
mengingat Allah, dan mendapat kemenangan terhadap orang-orang musyrik dan orang-orang kafir, yang 
membela agama Allah, yang menerangkan ilmu-ilmu yang bermanfaat serta mendorong berakhlak mulia. 

1530 Sya'ir mereka tidak membuat mereka lalai dari mengingat Allah. 

1531 Yakni maka mereka tidak tercela. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Allah tidak menyukai 
ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang-terangan kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha 
Mendengar lagi Maha Mengetahui. " (Terj. An Nisaa': 148) 

1532 Baik dari kalangan penyair maupun selainnya. 

1533 Setelah mati mereka akan mendatangi mauqif (padang mahsyar) dan siap menghadapi hisab yang 
kemudian akan menerima pembalasan. 

Selesai tafsir surah Asy Syu'araa dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi rabbil 
'aalamin. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah An Naml (Semiit) 

Surah ke-27. 93 ayat. Makkiyyah 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-6: Isyarat terhadap keagungan Al Qur'an, Al Qur'an adalah pedoman hidup dan 
berita gembira bagi orang-orang mukmin, dan azab yang akan menimpa orang-orang yang 

mendustakannya. 

1. 1534 Thaa Siin. Inilah ayat-ayat Al Quran, dan kitab yang jelas 1535 , 

2. petunjuk 1536 dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman 1537 , 

3. 1538 (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat 1539 dan menunaikan zakat 1540 , dan mereka 
meyakini adanya akhirat 1541 . 



1534 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan hamba-hamba-Nya akan keagungan Al Qur'an serta 
memberikan isyarat yang menunjukkan keagungan-Nya. 

1535 Menjelaskan mana yang hak (benar) dan mana yang batil. Ayat-ayat-Nya adalah ayat yang paling agung, 
bukti yang paling kuat, dilalah(maksud)nya paling jelas, dan paling menerangkan tuntutan yang diinginkan. 
Ayat-ayat-Nya menunjukkan berita yang benar, perintah yang baik, dan larangan terhadap perbuatan yang 
membahayakan serta akhlak tercela, ayat-ayat-Nya dalam hal jelas dan terangnya bagi mata hati ibarat 
matahari bagi mata kepala, ayat-ayat-Nya menunjukkan kepada keimanan dan mengajak untuk meyakini, 
serta memberitakan berita-berita yang lalu dan yang akan datang yang akan terjadi sesuai kenyataan. Ayat- 
ayat yang mengajak untuk mengenal Allah Rabbul 'alamin dengan nama-nama-Nya yang indah dan sifat- 
sifat-Nya yang tinggi serta perbuatan-perbuatan-Nya yang sempurna, ayat-ayat yang menerangkan kepada 
kita para rasul dan wali-Nya serta menyifati mereka seakan-akan kita melihat mereka secara langsung. 
Namun demikian, banyak manusia di dunia ini yang tidak dapat mengambil manfaat daripadanya, semua 
yang menentang tidak mendapatkan petunjuk darinya sebagai penjagaan terhadap ayat-ayat ini dari orang 
yang tidak memiliki kebaikan dan kesalehan serta kebersihan hati. Hanya orang-orang yang diistimewakan 
Allah dengan iman, dan hati yang bersinar lagi bersih saja yang mendapatkan petunjuk darinya. 

1536 Agar tidak tersesat dan menerangkan kepada mereka apa yang perlu ditempuh dan apa yang perlu 
ditinggalkan, serta memberikan kabar gembira kepada mereka pahala Allah yang akan diberikan karena 
mengikuti petunjuk itu. 

1537 Yakni menyampaikan kabar gembira berupa surga untuk orang-orang yang beriman kepadanya. 

1538 Mungkin seseorang ada yang berkata, "Boleh jadi banyak orang yang mengaku beriman, lalu apakah 
dapat diterima pengakuannya sebagai mukmin? Ataukah harus ada pembuktian terhadapnya? Inilah yang 
benar, yakni harus ada bukti terhadap keimanannya. Oleh karena itu, di sini Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
menerangkan sifat orang-orang mukmin. 

1539 Sesuai dengan cara yang diperintahkan, baik shalat fardhu maupun sunat. Mereka mengerjakan 
perbuatan-perbuatannya yang tampak seperti rukun maupun syaratnya serta yang wajibnya, bahkan yang 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



4. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat 1542 , Kami jadikan terasa indah 
bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam 
kesesatan 1543 . 

5. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan buruk (di dunia) 1544 dan mereka di 
akhirat adalah orang-orang yang paling rugi 1545 . 

6. Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Al Qur'an dari sisi (Allah) 
Yang Mahabijaksana 1546 lagi Maha Mengetahui 1547 . 

Ayat 7-14: Nabi Musa 'alaihis salam menerima wahyu dari Allah dan Nabi Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam juga menerima wahyu dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan 
perbandingan antara orang-orang yang mendustakan risalah Nabi Musa 'alaihis salam 
dengan orang-orang yang mendustakan risalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 

sallam. 



7. (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya 1548 , "Sungguh, aku melihat api 1549 . Aku akan 
membawa kabar tentang itu 1550 kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu 
agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)." 

sunatnya, serta mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tersembunyi, yaitu khusyu' yang merupakan run 
shalat itu dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah serta mentadabburi apa yang dbaca dan dilakukan. 

1540 Kepada mustahiknya. 

1541 Iman yang ada pada mereka telah mencapai derajat yakin, yang merupakan ilmu yang maksimal yang 
menancap ke dalam hati dan menghendaki beramal. Keyakinan mereka kepada akhirat menghendaki untuk 
menyempurnakan usaha mereka serta mengingatkan mereka terhadap sebab-sebab azab dan hukuman, dan 
ini merupakan modal semua kebaikan. 

1542 Yakni mendustakannya dan mendustakan orang yang menetapkan adanya. 

1543 Mereka mengutamakan kemurkaan Allah daripada keridhaan manusia, hakikat yang sebenarnya sudah 
hilang dari mereka, sehingga yang batil mereka lihat sebagai kebenaran dan kebenaran mereka lihat sebagai 
kebatilan. 

1544 Seperti terbunuh, tertawan, dll. 

1545 Karena kembalinya ke neraka dan kekal di dalamnya. 

1546 Yang menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memposisikan sesuatu pada posisinya. 

1547 Segala rahasia dan hal yang tersembunyi sebagaimana Dia mengetahui yang tampak. Dari sini diketahui, 
bahwa penurunan Al Qur'an itu merupakan hikmah dan maslahat bagi hamba. 

1548 Yakni istrinya ketika Beliau berjalan bersamanya dari Madyan ke Mesir setelah tinggal di Madyan 
beberapa tahun. Saat di tengah perjalanan Beliau tersesat, dan ketika itu Beliau bersama keluarganya berada 
di malam hari yang gelap lagi dingin. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



8. Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang 
berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya 1551 . Mahasuci Allah 1552 , Tuhan 
seluruh alam." 

Q ^SyU y^/S\ %"\ lit "Ail U»jlUt 

9. (Allah berfrrman) 1553 , "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa 1554 
lagi Mahabijaksana 1555 , 

10. dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya 
bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh 1556 . 
"Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku para rasul tidak perlu takut 1557 , 

djjp) J iji^ ^-^>- L) ■-*-! J*-* ^/J^> qj» Sf j 

1 1 . kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah 
kejahatan (bertobat) 1558 ; maka sungguh, Aku Maha Pangampun lagi Maha Penyayang. 



1549 Yakni dari kejauhan. 

1550 Yaitu tentang jalan yang akan ditempuh, di mana saat itu mereka sedang tersesat. 

1551 Allah memberitahukan, bahwa tempat tersebut adalah tempat suci lagi diberkahi. Karena berkahnya, 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjadikannya sebagai tempat Allah berbicara dengan Nabi Musa 'alaihis 
salam, memanggilnya dan mengutusnya. 

1552 Yakni dari perkiraan adanya kekurangan atau keburukan, bahkan Dia sempurna sifat dan perbuatan-Nya. 

1553 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan, bahwa Dia adalah Allah Tuhan yang berhak diibadahi 
satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-Nya. 

1554 Yang mengalahkan segala sesuatu dan menundukkannya. Termasuk keperkasaan-Nya adalah engkau 
cukup bersandar kepada-Nya dan tidak perlu takut meskipun hanya sendiri, banyaknya musuh dan ganasnya 
mereka, karena ubun-ubun mereka di Tangan Allah, Dia berkuasa kepada mereka, dan diam serta gerak 
mereka dengan kehendak-Nya. 

1555 Baik dalam perintah maupun ciptaan-Nya. Termasuk kebijaksanaan-Nya adalah Dia mengutus hamba- 
Nya Musa bin Imran yang telah diketahui Allah, bahwa dia cocok memikul risalah, wahyu dan diajak bicara 
oleh-Nya. 

1556 Karena takut, sesuai tabiat manusia. 

1557 Hal itu karena semua yang ditakuti di bawah qadha' dan qadar-Nya serta pengaturan-Nya, oleh karena 
itu orang-orang yang diberi keistimewaan oleh Allah dengan risalah serta dipilih untuk menerima wahyu- 
Nya tidak patut takut kepada selain Allah, khususnya ketika bertambah dekat dengan-Nya serta diajak bicara 
oleh-Nya. 

1558 Inilah letak yang perlu ditakuti karena telah melakukan kezaliman dan karena dosa yang pernah 
dilakukannya. Adapun para rasul, maka mereka tidak perlu takut dan khawatir. Di samping itu, sapa saja 
yang menzalimi dirinya dengan berbuat maksiat, lalu Dia bertobat dan kembali kepada-Nya, ia pun merubah 
keburukannya dengan kebaikan dan maksiatnya dengan taat, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang. Oleh karena itu, jangan ada seorang pun yang berputus asa dari rahmat dan ampunan- 
Nya, karena Dia mengampuni semua dosa, dan Dia lebih sayang daripada seorang ibu terhadap anaknya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




12. Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) 
tanpa cacat 1559 . (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) 
kepada Fir'aun dan kaumnya 1560 . Mereka benar-benar orang-orang yang fasik 1561 ." 



13. Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, 



14. Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman 1563 dan kesombongannya 1564 , padahal hati 
mereka meyakini (kebenaran)nya 1565 . Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang 
berbuat kerusakan 1566 . 

Ayat 15-19: Kisah Nabi Dawud 'alaihis salam dan Nabi Sulaiman 'alaihis salam, nikmat 
Allah kepada keduanya dengan ilmu yang merupakan jalan penambah keimanan. 



15. Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu 1567 kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya 
berkata 1568 , "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang 
beriman." 



1559 Bukan karena sopak atau kekurangan, bahkan putih bersinar yang menyilaukan orang-orang yang 
melihatnya. 

1560 Untuk membuktikan kebenaran Nabi Musa 'alaihis salam dan seruannya. 

1561 Mereka menjadi fasik karena syirk mereka, melampaui batas dan bersikap sombong terhadap hamba- 
hamba Allah. Maka Nabi Musa 'alaihis salam pergi menghadap Fir'aun dan para pemukanya, mengajak 
mereka kepada Allah dan memperlihatkan ayat-ayat-Nya. 

1562 Sungguh aneh sikap mereka, ayat-ayat yang begitu jelas itu dianggap sebagai permainan sihir. Hal ini 
tidak lain karena kesombongan yang besar dalam diri mereka dan memutarbalikkan fakta. 

1563 Baik kepada hak Fuhan mereka maupun kepada diri mereka. 

1564 Ferhadap kebenaran, terhadap para hamba, dan dari tunduk kepada para rasul. 

1565 Bahwa mukjizat itu berasal dari sisi Allah. Mereka mengingkari bukan karena masih ragu-ragu, tetapi 
atas dasar yakin terhadap kebenarannya. 

1566 Allah membinasakan mereka, menenggelamkan mereka ke dalam laut dan menghinakan mereka serta 
mewariskan tempat tinggal mereka kepada hamba-hamba-Nya yang lemah. 

1567 Yakni ilmu yang banyak berdasarkan bentuk nakirah (umum) pada lafaz " 'ilmaa ", seperti ilmu qadha' 
(cara menyelesaikan masalah dengan tepat), dan lain-lain. 

1568 Sebagai tanda syukurnya kepada Allah atas nikmat yang besar itu. Keduanya memuji Allah karena 
menjadikan mereka berdua sebagai orang-orang mukmin, orang-orang yang berbahagia dan termasuk orang- 
orang yang diistimewakan. 

Perlu diketahui, bahwa kaum mukmin ada empat tingkatan: 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




'Ini sihir yang nyata 






\jjJ> q\ ^Jm JT qa LIjujIj JsK" c3^* l^-jf cT^-" <-J^J ^jl^ q^-J^ ^JJJ 

16. Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud 1569 , dan dia (Sulaiman) berkata 1570 , "Wahai manusia! 
Kami telah diajari bahasa burung 1571 dan kami diberi segala sesuatu 1572 . Sungguh, (semua) ini 1573 
benar-benar karunia yang nyata." 



17. Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung 1574 lalu mereka 
berbaris dengan tertib 1575 . 




Orang-orang saleh, 
Para syuhada' 
Para shiddiqin 
Para nabi dan rasul 

Adapun Dawud dan Sulaiman termasuk rasul-rasul pilihan, meskipun derajat mereka di bawah para rasul 
ulul 'azmi, akan tetapi mereka berdua termasuk rasul-rasul yang mulia yang Allah tinggikan nama mereka 
dan Allah puji mereka dengan pujian yang besar. Mereka memuji Allah karena mencapai derajat yang tinggi 
tersebut, dan ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba, yaitu bersyukur kepada Allah atas nikmat 
agama dan dunia yang diperoleh dan melihat bahwa semua nikmat itu berasal dari Tuhannya, sehingga dia 
tidak sombong dan ujub dengannya, bahkan dia melihat bahwa nikmat itu berhak disyukuri. Ketika kedua 
nabi itu dipuji Allah secara bersamaan, maka Allah mengkhususkan Nabi Sulaiman dengan 
keistimewaannya, yaitu diberi Allah kerajaan yang besar dan terjadi padanya beberapa kejadian yang tidak 
dialami bapaknya. 

1569 Maksudnya, Nabi Sulaiman menggantikan kenabian dan kerajaan Nabi Dawud 'alaihis salam serta 
mewarisi ilmu pengetahuannya di samping ilmu yang ada pada Sulaiman, dan kitab Zabur yang diturunkan 
kepadanya. 

1570 Sebagai rasa syukur kepada Allah, bergembira atas ihsan-Nya dan menyebut-nyebut nikmat -Nya. 

1571 Yakni memahami suara-suaranya, sebagaimana Beliau berbicara kepada burung Hud-hud dan burung 
Hud-hud berbicara dengannya, dan sebagaimana Beliau memahami ucapan semut seperti yang akan 
disebutkan. Hal ini tidak diberikan kepada seorang pun selain kepada Nabi Sulaiman 'alaihis salam. 

1572 Yakni Allah memberi kami berbagai kenikmatan, sebab-sebab berkuasa, kekuasaan, dan kenikmatan 
yang tidak diberikan-Nya kepada seorang pun manusia. Nabi Sulaiman pernah berdoa kepada Allah, "Yaa 
Rabbi, berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. " (lihat surah Shaad: 35), 
maka Allah menundukkan angin untuk Beliau, demikian pula setan-setan; yang bekerja sesuai keinginan 
Beliau. 

1573 Yang diberikan Allah, dilebihkan-Nya dan diistimewakan-Nya kepada kami ini. Beliau mengakui 
dengan sungguh-sungguh nikmat Allah tersebut. 

1574 Dalam perjalanannya. 

1575 Mereka diatur dan dirapikan sedemikian rapi baik ketika berjalan maupun berhenti. Semua tentaranya 
mengikuti perintahnya dan tidak sanggup mendurhakainya serta tidak berani membangkang. Beliau berjalan 
dengan bala tentaranya yang banyak dan rapih dalam sebagian safarnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



18. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut 1576 , "Wahai semut- 
semut! masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala 
tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." 

19. Maka dia (Sulaiman) tertawa senyum karena (mendengar) perkataan semut itu 1577 . Dan dia 
berdoa 1578 , "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham 1579 untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang 
telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku 1580 dan agar aku mengerjakan 
amal saleh yang Engkau ridhai 1581 ; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan 
hamba-hamba-Mu yang saleh 1582 ." 

Ayat 20-22: Isyarat pentingnya seorang pemimpin memeriksa keadaan bawahannya, 
tanggung jawab pemimpin terhadapnya dan tidak bolehnya meremehkan makhluk Allah. 



20. Dan dia memeriksa 1583 burung-burung 1584 lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat hud- 
hud 1585 , apakah ia termasuk yang tidak hadir 1586 ? 



1576 Ketika melihat bala tentara Nabi Sulaiman 'alaihis salam. Semut tersebut menasihati semut yang lain, 
bisa dirinya langsung (seekor semut) dengan suara yang terdengar oleh semua semut, yakni Allah telah 
memberikan kepada semut-semut pendengaran di luar kebiasaan, di mana peringatan dari satu semut 
terdengar oleh semut-semut yang lain yang telah memenuhi sebuah lembah. Hal ini termasuk hal yang 
sangat ajaib. Bisa juga semut tersebut member itahukan kepada semut-semut yang ada di sekelilingnya, lalu 
berita itu disampaikan di antara mereka sehingga sampai kepada semuanya. Semut tersebut mengetahui 
keadaan Sulaiman dan bala tentaranya serta besarnya kerajaannya, dan ia memberi uzur kepada kawan- 
kawannya, bahwa jika mereka (Sulaiman dan bala tentaranya) menginjak, maka yang demikian dilakukan 
tanpa disengaja, lalu Nabi Sulaiman mendengarkan ucapannya dan memahaminya. 

1577 Karena kagum terhadapnya dan terhadap nasehatnya. Seperti inilah keadaan para nabi 'alaihimush 
shalaatu was salaam, mereka memiliki adab yang sempurna dan kagum pada tempatnya, dan tertawa mereka 
pun hanya senyuman, sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang sebagian besar 
tertawanya adalah senyum. Hal itu, karena tertawa terbahak-bahak menunjukkan lemahnya akal dan kurang 
adab, dan jika tidak tersenyum sama sekali dan tidak kagum terhadap hal tersebut menunjukkan akhlaknya 
yang buruk dan keras, sedangkan para rasul bersih dari semua itu. Ada yang berpendapat, bahwa Beliau 
mendengar suara semut dari jarak tiga mil yang dibawa oleh angin, maka Beliau menahan bala tentaranya 
ketika telah dekat ke lembah semut, hingga semua semut masuk ke rumahnya. Ketika itu bala tentara Nabi 
Sulaiman ada yang berkendaraan dan ada yang berjalan kaki. 

1578 Sebagai rasa syukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang telah mengantarkan Beliau kepada 
kedudukan tersebut. 

1579 Yakni berilah taufiq. 

1580 Baik nikmat agama maupun dunia. 

1581 Yaitu amal yang sesuai perintah Allah dengan ikhlas menjalankannya, selamat dari hal yang 
membatalkan pahalanya dan yang menguranginya. 

1582 Yaitu para nabi dan para wali. Inilah potret Beliau yang disebutkan Allah ketika Beliau mendengar suara 
semut dan panggilannya. Selanjutnya, Allah menyebutkan potret Beliau ketika berbicara dengan burung. 

1583 Ini menunjukkan sempurnanya azam (tekad) dan keteguhan hati Beliau serta bagusnya dalam mengatur 
tentara serta mengatur secara langsung, baik perkara-perkara kecil maupun besar. Beliau memperhatikan, 
apakah tentaranya hadir semua atau ada yang tidak hadir. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



21. 

datang kepadaku dengan alasan yang jelas 1 



1584 Menurut Mujahid, Sa'id bin Jubair dan lainnya dari Ibnu Abbas serta selain Beliau, bahwa burung Hud- 
hud adalah ahli ukur yang menunjukkan letak air di padang Sahara kepada Nabi Sulaiman 'alaihis salam 
ketika Beliau memerlukannya (seperti untuk shalat, dsb.), ia melihat air di batas (di bawah) bumi, 
sebagaimana seseorang melihat sesuatu yang tampak di permukaan bumi, ia mengetahui berapa jarak 
kedalamannya dari permukaan bumi. Apabila burung Hud-hud telah menunjukkannya, maka Nabi Sulaiman 
'alaihis salam memerintahkan para jin menggali tempat tersebut untuk mengeluarkan air dari situ. Suatu 
hari, Nabi Sulaiman 'alaihis salam singgah di salah satu padang Sahara memeriksa burung-burung untuk 
melihat Hud-hud, namun ternyata Beliau tidak melihatnya, maka Beliau berkata, "Mengapa aku tidak 
melihat Hud-hud, atau apakah ia termasuk yang tidak hadir?" ...dst. Suatu hari Ibnu Abbas mengisahkan 
seperti ini, sedangkan ketika itu ada salah seorang khawarij yang bernama Nafi' bin Azraq, ia adalah seorang 
yang sering membantah Ibnu Abbas, ia pernah berkata kepadanya, "Berhentilah wahai Ibnu Abbas! Bangsa 
Romawi telah dikalahkan." Ibnu Abbas berkata, "Memangnya kenapa?" Ia menjawab, "Sesungguhnya 
engkau menceritakan tentang Hud-hud, bahwa ia melihat air di batas bumi, dan bahwa seorang anak 
menaruh sebuah biji dalam perangkap, lalu menyirami perangkap itu dengan tanah, kemudian burung Hud- 
hud datang untuk mengambil biji itu, namun jatuh dalam perangkap, lalu ditangkap oleh anak itu." Ibnu 
Abbas kemudian berkata, "Kalau bukan karena orang ini akan pergi dan berkata, "Aku telah berhasil 
membantah Ibnu Abbas, tentu aku tidak akan menjawabnya." Selajutnya Ibnu Abbas berkata kepadanya, 
"Kasihanilah dirimu! Sesungguhnya apabila kedudukan (khawatir) turun, mata akan buta dan sikap hati-hati 
akan hilang." Nafi' kemudian berkata kepadanya, "Demi Allah, aku tidak akan berdebat denganmu sedikit 
pun tentang Al Qur'an untuk selamanya." 

Kisah tentang Hud-hud di atas, yakni bahwa ia melihat air yang berada di bawah tanah menurut Syaikh As 
Sa'diy tidak ada dalilnya. Bahkan menurutnya juga, bahwa dalil 'aqli (akal) dan lafzhi (lafaz) sudah 
menunjukkan tidak benarnya. Dalil 'aqlinya adalah berdasarkan kebiasaan dan pengalaman, bahwa semua 
hewan ini tidak mampu melihat adanya air di bawah tanah. Jika memang mampu, tentu Allah akan 
menyebutkannya, karena ia termasuk ayat kauniy (di alam semesta) yang besar. Sedangkan dalil lafzhinya 
adalah, bahwa jika maksudnya seperti itu tentu lafaznya, "wa thalabal hud-huda li yanzhura lahul maa'a 
falammaa faqada qaala maa qaala" (artinya: ia meminta Hud-hud untuk melihat air. Ketika Hud-hud tidak 
ada, maka ia berkata apa yang dia katakan) atau "fatasya 'anil hud-hud" (artinya: ia mencari Hud-hud) atau 
"bahatsa 'anhu" (artinya: ia mencari Hud-hud) dsb. Namun ternyat lafaznya "tafaqqadath thaira" untuk 
melihat yang hadir dan yang tidak hadir, yang tetap ditempat yang ditentukannya dan yang tidak. Di 
samping itu, Nabi Sulaiman tidak butuh kepada keahlian Hud-hud, karena ia memiliki tentara dari kalangan 
setan dan ifrit yang siap mengeluarkan air untuknya meskipun sangat dalam di bawah permukaan bumi. 
Menurut Syaikh As Sa'diy pula, bahwa tafsir tersebut dinukil dari Bani Israil, dan yang menukilnya tidak 
memperhatikan isinya yang bertentangan dengan maknanya yang sahih, lalu hal itu senantiasa dinukil dari 
generasi sebelum mereka sehingga mengira bahwa hal itu benar. Adapun orang yang cerdas mengetahui, 
bahwa Al Qur'an ini, yang menggunakan bahasa Arab yang jelas, yang dipakai bicara oleh Allah untuk 
semua manusia, yang memerintahkan mereka untuk memikirkan makna-maknanya, mewujudkannya sesuai 
dengan lafaz-lafaz bahasa Arab yang dikenal maknanya yang tidak asing oleh orang-orang Arab, dan jika 
ditemukan ucapan-ucapan yang dinukil dari selain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka 
dikembalikan kepada prinsip tersebut, jika sesuai maka diterima, karena lafaz yang menunjukkan kepadanya. 
Tetapi, jika bertentangan dengan lafaz dan makna atau lafaz saja atau makna saja, maka ditolak, karena ada 
dasar yang sudah diketahui yang bertentangan dengannya, yaitu yang ia ketahui dari makna dan dilalah(yang 
ditunjukan)nya. Penguatnya adalah bahwa pemeriksaan Nabi Sulaiman 'alaihis salam terhadap burung- 
burung menunjukkan kecakapannya dan mampu mengatur kerajaannya sendiri serta menunjukkan 
kecerdasannya, sampai-sampai. mengetahui ketidakhadiran burung yang kecil ini. 

1585 Hud-hud adalah sejenis burung pelatuk. 

1586 Yakni tanpa izin dan perintah dariku. 

1587 Ketika itu marahlah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan mengancamnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud) 1589 , lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui 
sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' 1590 membawa suatu 
berita penting yang meyakinkan. 

Ayat 23-28: Kisah burung Hud-hud dan kecemburuannya ketika agama Allah tidak 
dihiraukan, serta gambaran dakwah dengan hikmah dan nasihat yang baik. 

23. Sungguh, kudapati ada seorang perempuan 1591 yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi 
segala sesuatu 1592 serta memiliki singgasana yang besar 1593 . 

q& ^-ftl^ai j ^ jklpl ^'K^l T o^Jj ^ 0j-> ^ ^^-LiiJ 0j^?^„ U^^j 

24. Aku (burung Hud-hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan 
setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka 1594 , sehingga 
menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk 1595 , 

25. mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di 
bumi 1596 dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan 1597 dan yang kamu nyatakan 1598 . 



1588 Hal ini menunjukkan tingginya wara' dan sikap inshaf(adil)nya, yakni bahwa ia tidaklah bersumpah akan 
menghukumnya kecuali karena perbuatannya yang salah. Oleh karena ketidakhadirannya bisa jadi karena 
uzur, maka Beliau mengecualikannya karena wara' dan kecerdasannya. 

1589 Hal ini menunjukkan rasa takut bala tentaranya kepada Nabi Sulaiman dan sangat tunduk mengikuti 
perintahnya, bahkan burung Hud-hud yang tertinggal karena uzur saja tidak berani terlambat terlalu lama. 

1590 Saba' nama kerajaan di zaman dahulu, letaknya dekat kota San'a; ibu kota Yaman sekarang ini. 

1591 Yaitu ratu Balqis yang memerintah kerajaan Saba di zaman Nabi Sulaiman. 

1592 Yang dimiliki oleh para raja seperti harta, senjata, bala tentara, benteng, perhiasan dan perlengkapan 
lainnya. 

1593 Yakni kursi yang ia duduki. Kursi itu begitu besar dan mewah, dihiasi emas, mutiara dan berbagai 
perhiasan. Besarnya kursi menunjukkan besarnya kerajaan, memiliki kekuatan dan banyaknya orang-orang 
yang hadir dalam musyawarah. Para Ahli Tarikh (sejarah) berkata, "Singgasana ini berada dalam istana yang 
besar, kokoh dan tinggi bangunannya. Di bagian timur terdapat 360 jendela, dan di bagian barat juga sama. 
Bangunannya dibuat agar siap dimasuki sinar matahari setiap hari lewat jendela dan ketika tenggelam 
berhadapan dengan matahari sehingga mereka sujud kepadanya di pagi dan sore hari." 

1594 Sehingga mereka melihat, bahwa perbuatannya benar. 

1595 Karena yang menyangka dirinya benar, padahal salah sangat sulit diharapkan untuk mendapatkan hidayah 
sampai pandangannya berubah 

1596 Seperti menurunkan hujan dari langit, menumbuhkan tanam-tanaman, mengeluarkan logam, minyak 
bumi dari bumi, mengeluarkan orang-orang yang mati dari bumi (untuk dibangkitkan dan diberikan balasan), 
dsb. 

1597 Dalam hatimu. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



26. Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia 1599 , Tuhan yang mempunyai 'Arsy 

1600 

yang agung . 

27. Dia (Sulaiman) berkata 1601 , "Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta 1602 . 

(^by^ji \'^^La1 ^Lp p ^Jl ^aJLi Ijlla (jj^^JoT 

28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka 1603 , kemudian 
berpalinglah dari mereka 1604 , lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan." 

Ay at 29-35: Isyarat terhadap pentingnya musyawarah. 

0 }j£J£ 3j jut -jj ijLJT dJ is 

29. 1605 Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku 
sebuah surat yang mulia 1606 ." 

30. Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan menyebut nama Allah Yang 
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang 1607 , 



Dengan lisanmu. 

1599 Karena Dia memiliki sifat-sifat sempurna, dan karena nikmat-nikmat yang diberikan-Nya menghendaki 
agar hanya menyembah kepada-Nya saja. 

1600 Yang merupakan atap seluruh makhluk. Pemilik 'Arsy tersebut adalah Raja Yang besar kekuasaan-Nya, 
yang berhak diruku'i dan disujudi, Dia menyelamatkan Hud-hud ketika ia menyampaikan berita besar ini, 
dan Nabi Sulaiman pun merasa takjub mengapa hal ini bisa samar bagi-Nya. 



Disebutkan dalam Tafsir Al Baghawi dan Al Jalaalain, bahwa burung Hud-hud menunjukkan tempat air 
kepada mereka, lalu mereka menggali sumur-sumur tersebut, kemudian bala tentaranya meminum airnya 
hingga hilang dahaganya, lalu berwudhu' dan shalat, kemudian Nabi Sulaiman menuliskan surat, yang 
isinya: Dari hamba Allah Sulaiman bin Dawud kepada Balqis ratu Saba, "Dengan menyebut nama Allah 
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, salam atas orang yang mengikuti petunjuk, amma ba 'du: 
"Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang 
berserah diri. " Ibnu Juraij berkata, "Sulaiman tidak menuliskan lebih dari apa yang diceritakan Allah dalam 
kitab-Nya." Qatadah berkata, "Demikianlah para nabi, menulis beberapa kalimat secara garis besar; tidak 
panjang dan tidak banyak." 

1603 Yakni Balqis dan kaumnya. 

1604 Yakni, dan berdiamlah tidak jauh dari mereka. 

1605 Lalu burung Hud-hud membawa pergi surat itu dan menjatuhkannya kepada ratu Balqis. 

1606 Yakni yang sangat agung, dari salah seorang raja besar di dunia. Ada pula yang menafsirkan dengan, 
"Yang diberi cap. " 

1607 Para ulama berkata, "Belum ada seorang pun yang menulis, "Bismillahirrahmaanirrahim" sebelum Nabi 
Sulaiman 'alaihis salam." Dalam ayat ini terdapat anjuran memulai tulisan dengan basmalah. Oleh karena 
kematangan dan kecerdasan akalnya, maka ratu Balqis segera mengumpulkan para pembesar kerajaannya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



31. Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang 
yang berserah diri 1608 ." 



32. Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku 
(ini) 1609 . Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara 1610 sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)." 



33. Mereka menjawab, "Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk 
berperang) 1611 , tetapi keputusan berada di tanganmu 1612 ; maka pertimbangkanlah apa yang akan 
engkau perintahkan 1613 ." 



34. Dia (Balqis) berkata 1614 , "Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka 
tentu membinasakannya 1615 , dan menjadikan penduduknya yang mulia 1616 jadi hina; dan demikian 
yang akan mereka perbuat 1617 . 



35. Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku 
akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu 1618 ." 

Ay at 36-37: Haramnya risywah (sogok) karena dapat menghantarkan kepada runtuhnya 

masyarakat. 



1608 jy[ ere j ca p Un mengetahui, bahwa surat itu berasal dari Nabi Sulaiman 'alaihis salam. Surat ini begitu fasih 
dan ringkas, karena maksudnya sudah tercapai dalam kata-kata yang singkat dan bagus itu. Di dalamnya 
terkandung larangan bagi mereka bersikap sombong terhadapnya, tetap di atas keadaannya (yakni 
menyembah matahari), serta memerintahkan mereka taat dan tunduk kepadanya, serta mengajak mereka 
kepada Islam. 

1609 Yakni apakah kita harus tunduk dan taat kepadanya atau apa yang kita lakukan? 

1610 Yakni tidak memutuskan sendiri atau sewenang-wenang. 

1611 Tampaknya mereka lebih cenderung untuk berperang yang sesungguhnya jika dilanjutkan, tentu mereka 
akan binasa. 

1612 Karena mereka mengetahui kecerdasan akalnya dan kematangannya. 

1613 Yakni kami akan mengikutimu. 

1614 Memberikan kepuasan terhadap usulan mereka dan menerangkan akibat dari berperang. 

1615 Yakni melakukan pembunuhan, penawanan, perampasan harta dan perobohan terhadap rumah-rumah 
mereka. 

1616 Seperti para tokohnya dan orang-orang yang terhormat di antara mereka. 

1617 Seakan-akan ratu Balqis berkata kepada mereka, bahwa pandangannya ini tidak begitu tepat, dan ia tidak 
akan memilih pandangan itu sampai mengetahui keadaan Nabi Sulaiman dengan mengutus orang yang akan 
memberitahukan kepada mereka keadaannya agar keputusannya tepat. 

1618 Ibnu Abbas berkata, "Dia (Balqis) berkata kepada kaumnya, "Jika ia menerima hadiah, maka berarti ia 
seorang raja, maka perangilah, dan jika ia tidak menerimanya, maka berarti ia seorang nabi, maka ikutilah." 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 








36. Maka ketika para utusan itu sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata 1619 , "Apakah 
kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku 1620 lebih baik daripada apa 
yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. 

37. Kembalilah kepada mereka 1621 ! Sungguh, kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala 
tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba) 
secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina 1622 ." 

Ay at 38-44: Isyarat terhadap kuatnya jin dibanding manusia, dan kuatnya malaikat 
dibanding jin, ajakan kepada Islam dan penjelasan tentang keutamaan ilmu. 

@) ^1^4^ <4>^ °* & ^sA ^ ^ 

38. Dia (Sulaiman) berkata, "Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup 
membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?" 

39. Ifrit 1623 dari golongan jin berkata, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau 
berdiri dari tempat dudukmu 1624 ; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya 1625 ." 



1619 Sambil mengingkari dan marah kepada mereka. 

1620 Berupa kenabian dan kerajaan. 

1621 Dengan membawa hadiahmu. 

1622 Jika mereka tidak taat dan tunduk. Maka utusan itu kembali kepada mereka dan menyampaikan kata-kata 
Nabi Sulaiman 'alaihis salam, dan mereka pun segera bersiap-siap untuk mengadakan perjalanan menuju 
kerajaan Sulaiman, dan Nabi Sulaiman pun tahu, bahwa mereka akan pergi menemuinya. Oleh karena itu, 
Beliau berkata kepada para pemukanya yang hadir, dari kalangan jin dan manusia. 

1623 la adalah jin yang kuat, rajin dan cerdik. 

1624 As Suddiy dan selainnya berkata, "Beliau (Nabi Sulaiman) biasa duduk untuk menyelesaikan masalah 
manusia dan memberikan keputusan dari awal siang (pagi) sampai matahari tergelincir (pertengahan siang)." 
Zhahirnya, bahwa Nabi Sulaiman 'alaihis salam ketika itu berada di Syam, sehingga jarak antara 
kerajaannya dengan kerajaan Saba di Yaman kurang lebih memakan waktu perjalanan 4 bulan; dua bulan 
pergi dan dua bulan pulang. 

1625 Nabi Sulaiman 'alaihis salam berkata, "Saya ingin lebih cepat lagi." Dari sini dapat diketahui, bahwa 
maksud Sulaiman membawa singgasana ratu Balqis adalah untuk memperlihatkan besarnya kerajaan yang 
diberikan Allah kepadanya dan bagaimana ditundukkan kepadanya bala tentara yang terdiri dari jin, manusia 
dan hewan yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun sebelum Beliau dan tidak pula diberikan kepada 
seorang pun setelah Beliau, sekaligus sebagai hujjah atas kenabiannya bagi Balqis dan kaumnya, karena 
yang demikian merupakan peristiwa yang luar biasa, di mana singgsana yang begitu besar dipindahkan 
dalam waktu yang cukup singkat, padahal jarak antara kedua kerajaan itu cukup jauh. Zhahirnya, bahwa 
kerajaan Nabi Sulaiman 'alaihis salam berada di Syam, sehingga jarak antara kerajaannya dengan kerajaan 
Saba kurang lebih memakan waktu perjalanan 4 bulan; dua bulan pergi dan dua bulan pulang. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



\^alZ^» a!*j ills vlii^L cLLJI ju^j ol JI3 ^ cLLj!* iSl ^^SCJ'l J^? Jtlc- j«Jixp Jli 

40. Seorang yang mempunyai ilmu dari kitab 1626 berkata, "Aku akan membawa singgasana itu 
kepadamu sebelum matamu berkedip 1627 ." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu 
terletak di hadapannya, dia pun berkata 1628 , "Ini termasuk karunia Tuhanku 1629 untuk mengujiku, 
apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka 
sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar 1630 , maka 
sesungguhnya Tuhanku Mahakaya 1631 lagi Mahamulia 1632 ." 

41. Dia (Sulaiman) berkata, "Ubahlah 1633 untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia 
(Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi 1634 ." 

^^O^AZ^a L5j Lgil9 JJl*J I IIjujIj j-* ->4jlTcJli <tXLj> laxi^l Jjo? Uia 



Zabur. Orang yang disebutkan itu bernama Ashaf bin Barkhiya juru tulis Nabi Sulaiman, seorang yang 
shiddiq (yang sangat membenarkan) yang mengetahui Ismul a'zham (nama Allah yang agung) yang jika 
berdoa dengannya, maka akan dikabulkan, dan jika meminta dengannya, maka akan dipenuhi. 

Syaikh Ibnu 'Utsaimin dalam tafsir Juz 'Amma (pada tafsir surah An Naazi'at) menjelaskan, para ulama 
mengatakan bahwa yang membawa singgasana itu demikian cepat adalah para malaikat. Mereka 
membawanya dari Yaman dengan sekejap, sedangkan Sulaiman berada di Syam. Hal ini menunjukkan 
bahwa kekuatan malaikat melebihi kekuatan jin, meskipun begitu mereka sangat takut kepada Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. 

1627 Ada yang berpendapat, bahwa maksudnya, "Lihatlah ke atas, jika penglihatanmu sudah terasa lelah (dan 
engkau mengedipkan matamu), maka singgasana itu akan hadir di depanmu." Menurut Wahab bin 
Munabbih, "Tetaplah melihat, maka setelah lama melihat, singgasana itu akan berada di hadapanmu." Lalu 
dia (Ashaf) bangkit kemudian berwudhu' serta berdoa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala." Mujahid 
berkata, "Dia mengucapkan (dalam doanya), "Yaa Dzal Jalaali wal ikram." 

1628 Beliau memuji Allah atas pemberian-Nya dan kemudahan dari-Nya. 

1629 Beliau 'alaihis salam tidak tertipu oleh kerajaannya dan kekuasaannya seperti halnya kebiasaan raja-raja 
yang jahil (bodoh). Bahkan Beliau mengetahui, bahwa hal itu adalah ujian dari Tuhannya, dan Beliau 
khawatir jika sampai tidak bersyukur atas nikmat itu. Selanjutnya Beliau menerangkan, bahwa manfaat 
syukur itu kembalinya kepada manusia, tidak kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

1630 Yakni, tidak berterima kasih atas nikmat itu. 

1631 Tidak butuh syukur hamba-Nya. 

1632 Kebaikan-Nya merata baik kepada orang yang bersyukur maupun orang yang kufur, hanyasaja 
mensyukuri nikmat-Nya menjadikannya bertambah, sedangkan mengkufuri nikmat-Nya menjadikannya 
hilang. 

1633 Baik dengan ditambah atau dikurangi. 

1634 Maksudnya adalah untuk menguji akalnya; apakah ia memiliki kecerdasan dan kepandaian. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



42. Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), "Serupa inikah singgasanamu?" 
Dia (Balqis) menjawab, "Seakan-akan itulah dia 1635 ." (Dan dia berkata) 1636 , "Kami telah diberi 
pengetahuan 1637 sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." 

43. Dan kebiasaannya menyembah selain Allah 1638 , mencegahnya (untuk melahirkan 
keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir." 

^ XL j, ^* >' 

^ i^-a J 15 l$Jll ^ C^a^j 4jsJ 4lL~^- 4jIj ilia £yva-ll J^ol & JJ 

|j| ^joJLlsJ I Cjj 4J0 J^L«_Jl« £_« C— ill !j (^-«-ftj CU*Jlls> (j! ->j 15 jJj Ij5 

44. 1639 Dikatakan kepadanya (Balqis), "Masuklah ke dalam istana." Maka ketika dia (Balqis) 
melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua 
betisnya 1640 . Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi 
kaca 1 41 ." Dia (Balqis) berkata 1642 , "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap 
diriku 1643 . Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam." 

Ay at 45-53: Kisah Nabi Saleh 'alaihis salam dengan kaumnya dan bagaimana kaumnya 
merencanakan untuk membunuh Beliau, serta pembinasaan mereka. 



1635 Ini menunjukkan kecerdasannya. Ia tidak mengatakan, "Memang ini." Karena adanya sedikit perubahan, 
tetapi tidak menafikan bahwa ia adalah singgasananya. Ia menjawab dengan kata-kata yang mengandung 
dua kemungkinan; yang kedua-duanya benar. 

1636 Jelaslah bagi Nabi Sulaiman bahwa jawabannya benar, dan ia (Balqis) pun akhirnya mengetahui 
kekuasaan Allah dan benarnya kenabian Sulaiman 'alaihis salam, maka Nabi Sulaiman berkata karena 
kagum terhadap diri ratu Balqis yang mendapat petunjuk dan terhadap kecerdasannya serta sebagai rasa 
syukur kepada Allah karena dikaruniakan nikmat yang lebih dari itu, "Kami telah diberi pengetahuan 
tentang Allah dan kekuasaan-Nya sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang tunduk kepada perintah 
Allah lagi mengikuti agama Islam" Bisa juga, bahwa kata-kata ini adalah kata-kata ratu Balqis, sehingga 
artinya, "Dan kami telah diberi pengetahuan tentang kerajaan Sulaiman dan kekuasaannya sebelum peristiwa 
yang saat ini kami melihatnya, yaitu membawakan singgasana dari jarak yang jauh, maka kami tunduk dan 
datang dalam keadaan menyerahkan diri." 

1637 Yakni hidayah, akal dan kematangan sebelum ratu Balqis. Inilah hidayah yang bermanfaat lagi sebagai 
modal dasarnya. 

1638 Karena tinggal di lingkungan orang-orang yang kafir, meskipun ia (Balqis) memiliki kecerdasan yang 
dengannya ia dapat mengetahui yang hak dan yang batil, akan tetapi keyakinan-keyakinan yang batil 
menghilangkan mata hatinya. 

1639 Selanjutnya Nabi Sulaiman 'alaihis salam ingin agar Balqis melihat kekuasaannya yang menyilaukan 
akal, maka Beliau memerintahkan Balqis agar masuk ke dalam Sharh, yaitu majlis Beliau yang tinggi dan 
luas, majlis itu terbuat dari kaca dan di bawahnya ada sungai yang mengalir. 

1640 Untuk menyelamkan kakinya. Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebelumnya memerintahkan kepada para 
setan untuk membuatkan istana yang besar dari kaca dan dialirkan air di bawahnya karena kedatangan 
(Balqis). Oleh karena itu, orang yang tidak mengetahui keadaannya akan mengira bahwa lantai itu adalah 
kolam air, padahal ada kaca tipis yang menghalangi antara pejalan dengan air yang di bawahnya. 

1641 Selanjutnya, Beliau mengajak Balqis masuk ke dalam Islam, dan ia pun mau memeluk Islam. 

1642 Setelah mengetahui kebesaran kearajaan Nabi Sulaiman. 

1643 Karena beribadah kepada selain-Mu. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



(^^j^j-«-^j^-0Laj La lili 4Jd! IjJl^p! o! U>Jl^> ^^Jj Jl LLjl jl2Jj 

45. Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka 1644 yaitu Saleh 
(yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang 
bermusuhan 1645 . 

^* 

y*s>~y> \ ^=?JixJ I jj&JaZZ V^J a1^>J\ Jli SillJL) jjJb^JcL^i^oJvt^-ftij Jli 

46. Dia (Saleh) berkata 1646 , "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan 
(azab) 1647 sebelum (kamu minta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada 
Allah 1648 , agar kamu mendapat rahmat 1649 ?" 

(^jQySJu ^jh JLljl Jj 4ii\ JL^P "fSj^h Jli dXiu* b j^£>\ IjJli 

47. Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang 
yang bersamamu 1650 ." Dia (Saleh) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi 
sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji 1651 ." 

48. Dan di kota itu 1652 ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi 1653 , mereka 
tidak melakukan perbaikan 1654 . 

^j_jj3JLL^aJ bjj ^aU>I bjLjic La ^-^JjJ ^ j-ftll j<4-*lj ^b Ij^-vulflJ IjJli 



Yakni senasab. 



Kepada orang-orang yang kafir. 

1647 Mereka berkata, "Jika apa yang dibawanya kepada kami adalah benar, maka datangkanlah azab." 
Menurut Syaikh As Sa'diy, maksud kata-kata Saleh adalah, "Mengapa kamu segera melakukan kekafiran 
dan mengerjakan keburukan yang dapat mendatangkan azab kepadamu sebelum mengerjakan kebaikan, 
sehingga keadaan kamu menjadi baik, agama maupun duniamu? Dan lagi tidak ada desakan bagimu untuk 
melakukan kemaksiatan. Mengapa kamu tidak meminta ampunan Allah lebih dulu dan bertobat kepada-Nya 
dengan berharap rahmat-Nya. 

1648 Dari perbuatan syirk. 

1649 Karena rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsinin), sedangkan orang 
yang bertobat dari dosa termasuk orang-orang yang muhsin. 

1650 Karena celakanya mereka, bahwa mereka tidaklah tertimpa azab atau musibah kecuali menyalahkan 
Saleh dan para pengikutnya. Seperti inilah kebiasaan mereka dalam mendustakan nabi mereka. 

1651 Dengan kesenangan dan musibah, dengan kebaikan dan keburukan agar Dia melihat, apakah kita 
berhenti dan bertobat atau tidak? 

1652 Menurut ahli tafsir yang dimaksud dengan kota ini ialah kota kaum Tsamud Yaitu kota Al Hijr. 

1653 Dengan perbuatan maksiat. Sifat mereka mengadakan kerusakan di bumi, dan tidak ada maksud untuk 
mengadakan perbaikan. Mereka telah siap memusuhi Saleh dan mencela agamanya serta mengajak kaumnya 
agar bersikap sama seperti mereka. 

1654 



Dengan melakukan ketaatan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



49. Mereka berkata 1655 , "Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan 
menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli 
warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu 1656 , dan sungguh, kita orang 
yang benar." 



50. Dan mereka membuat tipu daya, dan kami pun menyusun tipu daya 1657 , sedang mereka tidak 
menyadari 1658 . 



51. Maka perhatikanlah 1659 bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan 
mereka dan kaum mereka semuanya 1660 . 



52. Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh 1661 karena kezaliman mereka 1662 . Sungguh, pada 
yang demikian itu 1663 terdapat tanda (kekuasaan Alah) 1664 bagi orang-orang yang mengetahui 
(hakikat sesuatu) 1665 . 



1655 Antara sesama mereka. 

1656 Sehingga kita tidak mengetahui siapa yang membunuh mereka. 

1657 Dengan memberikan pertolongan kepada Saleh 'alaihis salam, memudahkan urusannya dan 
membinasakan kaumnya yang mendustakan. 

1658 Mereka belum sempat melakukan rencana itu karena telah lebih dulu dibinasakan Allah, demikian pula 
kaum mereka. Muhammad bin Ishaq berkata, "Sembilan orang itu berkata setelah membunuh unta itu, 
"Marilah kita bunuh Saleh. Jika ia memang benar, maka dia akan mendahului kita sebelum kita 
(membunuhnya), dan jika ia berdusta, maka kita telah membunuh untanya." Mereka pun mendatangi Saleh 
di malam hari untuk melakukan rencana itu di tengah keluarganya, maka para malaikat melukai kepala 
mereka dengan batu. Ketika mereka dirasakan oleh kawan-kawannya terlambat datang, maka mereka 
menyusul dengan mendatangi rumah Saleh dan mereka mendapati kawan-kawan mereka telah pecah 
kepalanya oleh batu, lalu mereka berkata kepada Saleh, "Engkaukah yang telah membunuh mereka?" 
Mereka pun hendak membunuh Saleh, lalu keluarga Saleh bangkit menghalanginya dalam keadaan memakai 
senjata sambil berkata, "Demi Allah, kamu tidak bisa membunuhnya selamanya, dan dia telah 
mengancammu, bahwa azab akan turun menimpamu dalam tempo tiga hari. Jika ia benar, maka janganlah 
menambah kemurkaan Tuhanmu kepadamu, dan jika ia berdusta, maka kamu sedang berada di belakang 
yang kamu inginkan, maka mereka pun pulang pada malam itu." Ibnu Abi Hatim berkata, "Setelah mereka 
membunuh unta itu, Saleh berkata kepada mereka, "Bersenang-senanglah kamu selama tiga hari. Itu adalah 
janji yang tidak didustakan." Mereka pun berkata, "Saleh mengira bahwa ia akan menyelesaikan urusannya 
dengan kita (yakni membinasakan) dalam tempo tiga hari, padahal kita akan akan menyelesaikan urusannya 
(yakni membinasakannya) sebelum tiga hari. Ketika itu, Saleh memiliki masjid di Hijr di daerah bukit yang 
ia biasa shalat di sana. Mereka pun keluar menuju gua yang ada di sana pada malam hari dan berkata, "Jika 
Saleh datang untuk shalat, maka kita bunuh dia. Setelah kita membunuhnya, maka kita pulang ke 
keluarganya dan menyelesaikan pula urusan kita dengan mereka (yakni membunuh juga), maka Allah 
mengirimkan kepada mereka batu besar yang hendak menjatuhi mereka, mereka pun takut jika batu itu 
menimpa mereka, maka segeralah mereka (masuk ke gua) lalu batu besar itu menutupi mereka, sedangkan 
mereka dalam gua tersebut, sehingga kaum mereka tidak mengetahui keberadaan mereka dan mereka juga 
tidak mengetahui hal yang menimpa kaum mereka, maka Allah mengazab mereka di tempat itu dan kaum 
mereka di tempat mereka dan Allah menyelamatkan Saleh serta orang-orang yang bersamanya. . .dst. (Lihat 
Tafsir Ibnu Katsir). 

1659 Dengan mengambil pelajaran, "Apakah maksud dan tujuan mereka tercapai?" 

1660 Datang kepada mereka suara keras sebagai azab dan mereka dibinasakan semuanya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






Ay at 54-58: Kisah Nabi Luth 'alaihis salam dengan kaumnya. 

54. Dan (ingatlah kisah) Luth 1668 , ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu 
mengerjakan perbuatan fahisyah (keji) 1669 padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat 
itu) 1670 ?" 

©^-ljjH^ f£ Ik * 33^. Jle-^l ojj^J 

55. "Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) 
perempuan 1671 ? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)." 




56. Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, "Usirlah Luth dan keluarganya dari 
negerimu; 1672 sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci 1673 ." 

1661 Dinding-dindingnya roboh menimpa atapnya, penghuninya telah tiada dan tidak ada lagi yang singgah di 
sana. 

1662 h 

berbagai kemaksiatan. 

1663 Pembinasaan dan penghancuran mereka. 

1664 Bisa juga diartikan, "terdapat pelajaran." Itu adalah sunatullah terhadap orang-orang yang mendustakan. 

1665 Mereka memikirkan peristiwa-peristiwa yang dialami para wali-Nya dan musuh-musuh-Nya. Mereka 
mengetahui, bahwa akibat dari perbuatan zalim adalah kehancuran dan kebinasaan, dan bahwa akibat iman 
dan keadilan adalah keselamatan dan kemenangan. 

1666 Yaitu Shaleh 'alaihis salam dan orang-orang yang beriman bersamanya. 

1667 Yakni dari syirk dan perbuatan maksiat, serta mengerjakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. 

1668 Yakni dan ingatlah hamba Kami dan Rasul Kami Luth serta beritanya yang cukup menarik. 
Yaitu homoseks. Disebut perbuatan keji,. Karena dianggap keji oleh akal, fitrah dan semua syariat. 
Yakni mengetahui buruk dan kejinya perbuatan itu, tetapi kamu malah mengerjakannya karena zalim dan 



] 669 
1670 

berani kepada Allah. 

1671 Maksudnya, mengapa kamu sampai seperti ini keadaannya, syahwatmu tertuju kepada laki-laki, padahal 
dubur mereka adalah tempat keluar kotoran, dan kamu meninggalkan apa yang Allah ciptakan untukmu, 
yaitu tempat yang baik dari kaum wanita? Kamu anggap baik perbuatan buruk dan kamu anggap buruk 
perbuatan baik. 

1672 Seakan-akan ada yang berkata, "Apa alasan yang mengharuskan kamu mengusir mereka (Luth dan 
keluarganya)?" 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




57. 1674 Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan dia 
termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). 



58. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu dari tanah yang keras), maka sangat buruklah 
hujan yang ditimpakan pada orang-orang yang diberi peringatan itu (tetapi tidak 
mengindahkan) 1 675 . 

Ayat 59-66: Perintah Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk 
memuji Allah, kewajiban beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala saja, pentingnya 
memulai perkara dengan memuji Allah dan salam kepada para rasul-Nya, dan bukti-bukti 
keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala di alam semesta. 



59. Katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah 1676 dan salam sejahtera atas hamba-hamba- 
Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan 
dengan Dia 1677 ?" 



1673 Perkataan kaum Luth kepada sesamanya ini merupakan ejekan terhadap Luth dan orang-orang beriman 
kepadanya, karena Luth dan orang-orang yang bersamanya tidak mau mengerjakan perbuatan mereka. 

1674 Ketika para malaikat datang sebagai tamu (dalam rupa manusia) kepada Nabi Luth 'alaihis salam, maka 
kaumnya mengetahui kedatangan mereka dan ingin melakukan kejahatan kepada tamu-tamu itu, maka Nabi 
Luth menutup pintunya dari mereka, dan Beliau (Nabi Luth 'alaihis salam) kebingungan, lalu para malaikat 
memberitahukan keadaan yang sebenarnya, bahwa kedatangan mereka adalah untuk menyelamatkan Nabi 
Luth dan mengeluarkannya dari tengah-tengah kaumnya, mereka ingin membinasakan mereka, di mana 
waktu pembinasaannya adalah pagi hari, dan mereka (para malaikat) memerintahkan Nabi Luth membawa 
pergi keluarganya di malam hari sehingga mereka selamat sedangkan kaumnya ditimpa azab pada pagi 
harinya; Allah membalikkan negeri mereka dan menjadikan bagian atasnya di bawah dan bawahnya menjadi 
di atas, lalu mereka ditimpa hujan batu dari yanah yang keras dan bertubi-tubi. 

1675 Seburuk-buruk hujan adalah hujan mereka dan seburuk-buruk azab adalah azab mereka, karena mereka 
telah diberi peringatan, namun tidak mau berhenti. 

1676 Allah berhak mendapatkan segala pujian dan sanjungan karena sempurna sifatnya, karena kebaikan-Nya, 
pemberian-Nya, keadilan dan kebijaksanaan-Nya dalam hal hukuman-Nya kepada orang-orang yang 
mendustakan dan mengazab orang-orang yang zalim. Dia juga memberikan salam kepada hamba-hamba 
pilihan-Nya, seperti para nabi, dan para rasul. Hal ini untuk meninggikan nama mereka, dan meninggikan 
kedudukan mereka serta selamatnya mereka dari keburukan dan kotoran, serta selamatnya apa yang mereka 
ucapkan tentang Tuhan mereka dari kekurangan dan aib. 

1677 Yakni apakah Allah Tuhan yang Mahaagung yang sempurna sifat itu lebih baik ataukah patung-patung 
dan berhala-berhala yang memiliki kekurangan dari berbagai sisi, yang tidak mampu memberi manfaat dan 
menimpakan madharrat? 

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan lebih rinci sesuatu yang dengannya diketahui dan 
dipastikan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan bahwa menyembah selain-Nya 
adalah batil. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



- f , ^JU - -» ^ f ^4 » ' i A - - . > f» £ ^ " 

(^OjJ^ fj* («-* Lh ^ ^JjI l* ji jSj ^_jl^= 

60. Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit 1678 dan bumi 1679 dan yang menurunkan air dari 
langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah 1680 ? 
Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya 1681 . Apakah di samping Allah ada tuhan 
(yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) 1682 . 

61. 1683 Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam 1684 , yang 
menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya 1685 , yang menjadikan gunung-gunung untuk 
(mengkokohkan)nya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut 1686 ? Apakah di samping 
Allah ada tuhan (yang lain) 1687 ? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui 1688 . 

62. Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan 1689 apabila dia 
berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai 
khalifah di bumi 1690 ? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain) 1691 ? Sedikit sekali (nikmat 
Allah) yang kamu ingat 1692 . 



Dan apa yang ada di dalamnya, seperti matahari, bulan, bintang dan malaikat. 
Dan apa yang ada di dalamnya, seperti gunung, lautan, sungai, pohon-pohon dan lain-lain. 
Pohonnya banyak dan bermacam-macam serta buahnya baik. 
Kalau bukan karena nikmat Allah kepadamu dengan menurunkan hujan. 

Bisa juga diartikan, "mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya." Padahal 
mereka mengetahui, bahwa hanya Dia saja yang satu-satunya menciptakan alam semesta. 

Apakah berhala dan patung yang memiliki kekurangan dari berbagai sisi, tidak mampu berbuat, memberi 
rezeki, memberi manfaat dan tidak mampu menimpakan madharrat itu lebih baik? 

Manusia dapat berdiam di atasnya, membuat tempat tinggal, mengolah tanah, membangun dan lain-lain. 

Sehingga manusia memperoleh manfaat darinya. Mereka dapat menyirami tanaman dan pepohonan 
mereka, memberi minum hewan ternak mereka dan lain-lain. 

Yang dimaksud dua laut di sini ialah laut yang asin dan sungai yang besar yang bermuara ke laut. sungai 
yang tawar itu setelah sampai di muara tidak langsung menjadi asin. 

Yang melakukan hal itu sehingga Allah disekutukan. 

Sehingga mereka menyekutukan Allah karena ikut-ikutan. Padahal jika mereka mengetahui dengan 
sebenarnya, maka mereka tidak akan menyekutukan-Nya dengan sesuatu. 

Di mana menurutnya, sudah tidak ada lagi jalan untuk selamat. 

Yang dimaksud dengan menjadikan manusia sebagai khalifah ialah menjadikan manusia berkuasa di 
bumi atau menjadikan satu sama lain saling menggantikan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




63. Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan 
lautan 1693 dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira 1694 sebelum (kedatangan) rahmat- 
Nya 1695 ? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain) 1696 ? Mahatinggi Allah terhadap apa yang 
mereka persekutukan. 



64. Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari permulaannya, kemudian 
mengulanginya (lagi) 1697 , dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit 1698 dan bumi 1699 ? 
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain) 1700 ? Katakanlah, "Kemukakanlah bukti 
kebenaranmu, jika kamu orang yang benar 1701 ." 



65. 1702 Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui 
perkara yang gaib 1703 , kecuali Allah. 1704 Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan 
dibangkitkan." 



1691 Yang melakukan hal ini. Tidak ada yang melakukan semua itu selain Allah. Oleh karena itulah, 
meskipun mereka berbuat syirk, tetapi ketika dalam bahaya, mereka tetap berdoa kepada Allah karena 
mereka tahu, bahwa hanya Allah yang mampu menghilangkan bahaya itu. 

1692 Sedikit sekali kamu mengingat dan memperhatikan perkara itu, yang sesungguhnya jika kamu 
perhatikan, kamu bisa kembali ke jalan yang lurus, akan tetapi kelalaian dan sikap berpaling meliputi 
keadaan kamu sehingga kamu tidak berhenti dan sadar. 

1693 Yang sebelumnya tidak ada tanda dan rambu-rambu serta sarana agar dapat selamat kecuali setelah Dia 
memberikan petunjuk kepada kamu, memudahkan jalan serta menyiapkan segala sebab yang dengannya 
kamu mendapatkan petunjuk. Misalnya diadakan-Nya bintang-bintang di malam hari dan tanda batas bumi 
di siang hari. 

1694 Allah melepaskan angin itu, lalu menggerakkan awan dan menyatukannya lalu mengawmkannya, setelah 
itu turunlah air hujan, sehingga manusia merasa gembira sebelum hujan turun. 

1695 Yang dimaksud dengan rahmat Allah di sini ialah air hujan yang menyebabkan suburnya tumbuh- 
tumbuhan. 

1696 Yang melakukan hal itu, atau Dia saja yang sendiri melakukannya? Jika kamu mengetahui bahwa Dia 
sendiri yang melakukan semua itu, maka mengapa kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu dan 
menyembah selain-Nya? 

1697 Yakni mengulangi lagi menciptakan pada saat mereka dibangkitkan. 

1698 Dengan turunnya hujan. 

1699 Dengan tumbuhnya pepohonan sebagai rezeki untukmu. 

1700 Yakni tidak ada yang melakukan semua yang disebutkan itu selain Allah dan tidak ada tuhan yang 
berhak disembah selain-Nya. 

1701 Bahwa di samping Allah ada pula tuhan. 

1702 Selanjutnya, mereka bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kapan 
terjadinya kiamat. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






66. Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana) 1705 . Bahkan mereka ragu- 
ragu tentangnya (akhirat itu). Bahkan mereka buta (hatinya) 1706 tentang itu. 

Ayat 67-75: Keingkaran orang-orang kafir terhadap hari kebangkitan padahal banyak bukti- 
buktinya, dan penjelasan bahwa yang gaib hanya diketahui oleh Allah Subhaanahu wa 

Ta'aala. 



© ^Lj yrj*^ &y&y*3 & lS*f oijJT Jlij 

67. Dan orang-orang yang kafir berkata 1707 , "Setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) nenek 
moyang kita, apa benar kita akan dikeluarkan (dari kubur) 1708 ? 

68. Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang 
kami 1709 . Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang terdahulu." 



1703 Allah Subhaanahu wa Ta'aala sendiri yang mengetahui hal gaib di langit dan di bumi. Contohnya adalah 
seperti yang disebutkan dalam surah Luqman ayat 34, yaitu: " Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya 
sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang 
ada dalam rahim. dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan 
diusahakannya besok, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. 
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. " 

Gaib seperti ini (gaib mutlak) tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, malaikat yang didekatkan 
maupun rasul tidak mengetahuinya. Jika hanya Allah yang mengetahui hal itu, yang ilmu-Nya meliputi 
segala rahasia dan yang tersembunyi, maka Dialah yang berhak diibadahi. Maka segala puji bagi Allah yang 
menjadikan kita sebagai orang-orang muslim, yang menyembah hanya kepada Allah; Tuhan yang sempurna 
sifat-Nya. Semoga Dia menjadikan kita istiqamah di atas Islam sampai akhir hayat, Allahumma aamin. 

1704 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan tentang lemahnya pengetahuan orang-orang 
yang mendustakan itu terhadap akhirat, berpindah dari sesuatu yang sedang menjadi yang lebih jauh lagi. 

1705 Pengetahuan mereka lemah, sedikit, dan tidak yakin serta tidak masuk sampai ke hati. Ini merupakan 
tingkatan ilmu yang paling rendah, bahkan mereka tidak memiliki ilmu sama sekali. Oleh karena itu, pada 
lanjutan ayatnya dikatakan, bahwa mereka ragu-ragu tentang akhirat itu. Sedangkan keragu-raguan 
menyingkirkan pengetahuan, karena ilmu (pengetahuan) dengan semua tingkatannya tidak berkumpul 
bersama keragu-raguan. 

no6 Yifak terlintas di hati mereka akan terjadi atau kemungkinan untuk terjadi. 

1707 Mengingkari kebangkitan. 

1708 Menurut mereka, hal ini mustahil. Yang demikian karena mereka menyamakan Zat Yang Mahakuasa 
dengan kemampuan mereka yang lemah. 

1709 Yakni ternyata tidak datang, dan kami tidak melihatnya. 

Setelah memberitakan tentang keadaan mereka yang mendustakan, selanjutnya disebutkan keadaan mereka 
sehingga seperti itu, yaitu karena mereka tidak mengetahui kapan tibanya kiamat, lemahnya pengetahuan 
mereka tentang itu, dan memberitahukan bahwa mereka masih ragu-ragu, bahkan buta tentangnya, 
selanjutnya memberitakan tentang pengingkaran mereka terhadap kebangkitan dan anggapan mustahil 
terjadi. Oleh karena itulah, rasa takut kepada akhirat hilang dari hati mereka, mereka pun berani 
mengerjakan maksiat dan menjadi ringan untuk menolak yang hak (benar), membenarkan yang batil, 
merasakan manisnya memenuhi syahwat daripada beribadah, sehingga rugi dunia dan akhiratnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



@ Cte J*lf\ aIIlp o if o4^= IjJ&t* <J°~J^ <j Is/*-? I) 3 

69. 1710 Katakanlah (Muhammad), "Berjalanlah kamu di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana 
kesudahan orang-orang yang berdosa 1711 . 

70. 1712 Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa 
sempit terhadap upaya tipu daya mereka." 

71. Dan mereka 1713 (orang kafir) berkata, "Kapankah datangnya janji (azab itu), jika kamu orang 
yang benar 1714 ." 

72. Katakanlah (Muhammad), "Boleh jadi sebagian dari (azab) yang kamu minta disegerakan itu 
telah hampir sampai kepadamu 1715 ." 

73. 1716 Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki karunia (yang diberikan-Nya) kepada 
manusia 1717 , tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya). 

74. Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang 
mereka nyatakan 1718 . 



1710 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan mereka terhadap kebenaran yang diberitakan 
para rasul. 

1711 Oleh karena itu, kamu tidak mendapatkan pelaku dosa tetap di atas dosanya kecuali kesudahannya sangat 
buruk, Allah akan menimpakan kepadanya keburukan dan hukuman yang cocok dengan keadaannya. 

1712 Ayat ini merupakan hiburan bagi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam agar tidak mempedulikan tipu daya 
mereka terhadap Beliau, karena Allah yang akan membela Beliau. 

1713 Yakni orang-orang yang mendustakan akhirat dan mendustakan kebenaran yang dibawa rasul sambil 
meminta disegerakan azab. 

1714 Ini termasuk kebodohan mereka, karena terjadinya telah Allah tetapkan waktunya, sehingga tidak 
disegerakan tidaklah menunjukkan bahwa hal itu tidak terjadi. 

1715 Para mufassir menafsirkan bahwa azab yang akan segera mereka alami ialah kekalahan mereka di 
peperangan Badar, dan selebihnya akan mereka alami setelah mati. 

1716 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan hamba-hamba-Nya terhadap luasnya kepemurahan-Nya dan 
banyak karunia-Nya serta mendorong mereka untuk mensyukurinya. Meskipun begitu, kebanyakan manusia 
berpaling dari syukur, sibuk dengan nikmat-nikmat dan lupa kepada Pemberi nikmat, tidak mengakui nikmat 
itu berasal dari-Nya, tidak mau memuji-Nya dan tidak mau mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi 
larangan-Nya. 

1717 Termasuk di antaranya ditunda-Nya azab dari orang-orang kafir. 

1718 Dengan lisan mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka berhati-hati kepada Tuhan mereka yang 
mengetahui semua yang tampak maupun tersembunyi dan merasakan pengawasan-Nya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




75. Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam 
kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh) 1719 . 

Ayat 76-81: Penjelasan yang hak ada pada Al Qur'an, hidayah berasal dari Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala, perintah bertawakkal kepada-Nya, kenabian Muhammad 
shallallahu 'alaihi wa sallam, dan bahwa Al Qur'an adalah bukti terhadap kebenarannya. 



76. 1720 Sungguh, Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail 1721 sebagian besar dari (perkara) yang 
mereka perselisihkan 1722 . 



77. Dan sungguh, (Al Qur'an) itu benar-benar menjadi petunjuk 1723 dan rahmat 1724 bagi orang-orang 
yang beriman 1725 . 



78. Sungguh, Tuhanmu akan menyelesaikan (perkara) di antara mereka 1726 dengan hukum-Nya 
(yang adil) 1727 , dan Dia Mahaperkasa 1728 lagi Maha Mengetahui 1729 . 



1719 Kitab itu meliput segala sesuatu yang telah terjadi dan akan terjadi sampai tegaknya hari kiamat. Oleh 
karena itu, segala yang terjadi besar maupun kecil kecuali sesuai yang tertulis dalam Lauh Mahfuzh. 

1720 Ayat ini member itakan tentang pengawasan Al Qur'an terhadap kitab-kitab yang terdahulu, merincikan 
dan menjelaskannya terhadap kesamaran yang ada dalam kitab-kitab tersebut dan perselisihan yang terjadi di 
kalangan Bani lsrail, maka Al Qur'an menjelaskan dengan penjelasan yang menyingkirkan kemusykilan dan 
menerangkan yang benar di antara masalah yang diperselisihkan. Jika seperti ini kemuliaannya dan 
kejelasannya, serta menyingkirkan segala khilaf dan menyelesaikan segala kemusykilan, maka ia merupakan 
nikmat yang paling besar yang diberikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada hamba-hamba-Nya, akan 
tetapi sedikit sekali yang menyikapi nikmat ini dengan sikap syukur. Oleh karena itulah, pada ayat 
selanjutnya Allah menerangkan, bahwa manfaat, cahaya dan petunjuk Al Qur'an hanyalah dikhususkan 
kepada orang-orang mukmin. 

1721 Yang ada di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. 

1722 Al Qur'an menjelaskan sesuatu yang mereka perselisihkan, sehingga tidak ada lagi kebingungan di 
benak mereka jika mereka mau mengikutinya dan masuk Islam. 

1723 Agar tidak tersesat. 

1724 Dada mereka menjadi sejuk karenanya dan urusan mereka baik yang terkait dengan agama maupun 
dunia menjadi lurus. 

1725 Yakni orang-orang yang membenarkannya, menerimanya, mentadabburinya dan memikirkan makna- 
maknanya. Mereka inilah yang memperoleh hidayah kepada jalan yang lurus dan rahmat yang mengandung 
kebahagiaan dan keberuntungan. 

1726 Di antara orang-orang yang berselisih. 

1727 Segala masalah yang di sana terdapat kesamaran antara orang-orang yang berselisih karena samarnya 
dalil atau sebagian maksudnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan menerangkan pada hari itu yang 
benarnya ketika Allah memberikan keputusan. 

1728 Dia mengalahkan semua makhluk, sehingga mereka semua tunduk. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



@ ^ijT^T jp _£b*l ^! jp 'jf^i 

79. Maka bertawakkallah kepada Allah 1730 , sungguh engkau (Muhammad) berada di atas kebenaran 
yang nyata 1731 . 

(^)^i^jL« I^Jj bl sIpjJI jL^aJI Vj *y fciJb) 

80. 1732 Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) 
menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, (terlebih) apabila mereka telah berpaling ke 
belakang 1733 . 

81. Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk orang buta dari kesesatannya. Engkau tidak 
dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat 
Kami, lalu mereka berserah diri 1734 . 

Ayat 82-88: Di antara tanda hari Kiamat keluarnya daabbah dan huru-hara pada saat 
datangnya hari kiamat itu. 

@ 

82. Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami 
keluarkan binatang me lata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka 1735 , bahwa manusia 
dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami 1736 . 



1729 Segala sesuatu, termasuk ucapan orang-orang yang berselisih, apa yang muncul dari mereka, tujuan dan 
maksudnya, dan Dia akan memberikan balasan kepada masing-masing sesuai ilmu-Nya. 

1730 Yakni serahkanlah urusan kepada-Nya atau percayalah kepada-Nya, atau bersandarlah kepada-Nya 
dalam menyampaikan risalah, menegakkan agama, dan berjihad melawan musuh. 

1731 Oleh karena itu, jangan ragu-ragu dan tetap maju sambil bertawakkal kepada-Nya karena engkau di atas 
yang hak, sedangkan mereka di atas yang batil, dan kesudahan yang baik akan didapatkan oleh orang-orang 
yang berada di atas yang hak. 

1732 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengumpamakan mereka (orang-orang kafir) dengan orang- 
orang yang mati, tuli dan buta. 

1733 Karena hal ini lebih menunjukkan bahwa mereka tidak mau mendengarkan. 

1734 Yakni mereka yang beriman kepada ayat-ayat Allah disertai sikap tunduk kepada ayat-ayat itu dengan 
amal mereka dan sikap menyerahkan diri. 

1735 Keluarnya binatang melata yang dapat berbicara dengan manusia merupakan salah satu di antara tanda- 
tanda kiamat. 

1736 Mereka tidak beriman kepada Al Qur'an yang menerangkan tentang kebangkitan, hisab dan pembalasan. 
Oleh karena lemahnya ilmu dan keyakinan mereka kepada ayat-ayat Allah, maka Allah mengeluarkan 
binatang melata tersebut yang merupakan ayat-ayat Allah yang menakjubkan untuk menerangkan kepada 
manusia apa yang mereka perselisihkan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



83. 1737 Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat segolongan orang 
yang mendustakan ayat-ayat Kami 1738 , lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok). 



84. Hingga apabila mereka datang 1739 , Dia (Allah) berfirman, "Mengapa kamu mendustakan ayat- 
ayat-Ku, padahal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu 1740 , atau apakah yang telah kamu 
kerjakan 1741 ?" 



85. Dan berlakulah perkataan (janji azab) atas mereka karena kezaliman mereka 1742 , maka mereka 
tidak dapat berkata 1743 . 



86. Apakah mereka tidak memperhatikan 1744 , bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka 
beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu 
terdapat tanda-tanda 1745 (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman 1746 . 



87. 1747 Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup 1748 , maka terkejutlah apa yang ada di 
langit dan apa yang ada di bumi 1749 , kecuali siapa yang dikehendaki Allah 1750 . Dan semua 
mereka 1751 datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri 1752 . 



1737 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan keadaan orang-orang yang mendustakan di padang 
mahsyar, dan bahwa Allah akan mengumpulkan mereka. Dia mengumpulkan dari setiap umat satu golongan 
di antara mereka yang mendustakan ayat-ayat-Nya, dari yang terdahulu hingga yang datang kemudian, lalu 
disatukan, agar pertanyaan, cercaan dan celaan merata kepada mereka. 

1738 Yaitu para tokohnya yang menjadi panutan. 

1739 Ke tempat hisab. 

1740 Maksudnya, mendustakan ayat-ayat Allah, tanpa memikirkannya lebih dahulu sampai jelas masalahnya. 

1741 Allah Subhaanahu wa Ta'aala bertanya kepada mereka tentang ilmu mereka dan amal mereka, namun 
ternyata ilmu mereka adalah mendustakan yang hak tanpa berpikir terlebih dahulu, sedangkan amal mereka 
adalah untuk selain Allah atau tidak di atas sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

1742 Karena mereka tetap terus di atasnya serta hujjah telah mengalahkan mereka. 

1743 Karena mereka sudah tidak memiliki hujjah lagi. 

iv44 Yakni ayat sekaligus nikmat yang besar ini, yaitu ditundukkan-Nya malam dan siang untuk mereka. 
Dengan adanya malam, mereka dapat merasakan ketenangan dan dapat beristirahat dari kelelahan serta 
bersiap-siap kembali untuk bekerja. Dengan adanya siang, mereka dapat bertebaran di muka bumi untuk 
mencari penghidupan dan melakukan kegiatan. 

1745 Yakni tanda yang menunjukkan sempurnanya keesaan Allah dan luas nikmat-Nya. 

1746 Disebutkan mereka secara khusus, karena hanya mereka yang dapat mengambil manfaat darinya, 
berbeda dengan orang-orang kafir. 

1747 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengan peristiwa yang akan terjadi di 
hadapan mereka, yaitu hari kiamat dengan cobaan dan kesusahan pada hari itu serta hal yang mencemaskan 
hati. 

1748 Yakni tiupan pertama malaikat Israfil. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







88. 1753 Dan engkau akan meihat gunung-gunung 1754 , yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal 
ia berjalan seperti awan berjalan 1755 . (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala 
sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan. 

Ayat 89-93: Pelipatan pahala terhadap orang yang beriman dan beramal saleh dan 
keamanan dari kejutan yang dahsyat pada hari Kiamat. 

89. 1756 Barang siapa membawa kebaikan 1757 , maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik 
daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu. 

90. Dan barang siapa membawa kejahatan 1758 , maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam 
neraka 1759 . Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang kamu kerjakan. 

{ja j£\ q\ cJjaY^ t-^Ja J-^= J ^J H^j^ SalJI aaiA o' ^-*- ) ! 



91. 

suci padanya 1 ' 01 dan segala sesuatu adalah milik-Nya 1/0Z , dan aku diperintahkan agar aku termasuk 



Sampai membuat mereka mati. 

1750 Yakni kecuali mereka yang dimuliakan Allah, diteguhkan-Nya dan dijaga-Nya dari peristiwa yang 
mengejutkan itu. Menurut sebagian mufassir, bahwa mereka yang dikecualikan Allah adalah para syuhada', 
di mana mereka hidup di sisi Allah mendapatkan rezeki. 

1751 Setelah dihidupkan kembali. 

1752 Ketika itu pemimpin dengan rakyatnya adalah sama, mereka merendahkan diri kepada Allah pemilik 
semua kerajaan. 

1753 Termasuk huru-haranya adalah seperti yang disebutkan dalam ayat di atas. 

1754 Yakni pada saat malaikat Israfil meniup sangkakala. 

1755 Maksudnya, seperti awan mendung yang didorong oleh angin. Oleh karena itu, gunung nanti sama 
seperti itu, dijalankan, lalu dihancurkan sehigga seperti bulu yang dihamburkan kemudian menjadi debu 
yang berhamburan. 

1756 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan bagaimana bentuk pembalasan-Nya. 

1757 Baik yang terkait dengan ucapan, perbuatan maupun hati. 

1758 Seperti syirk. 

1759 Jika wajah yang merupakan anggota badan yang paling mulia ditelungkupkan ke neraka, maka anggota 
badan yang lain apa lagi. 

1760 Yakni, katakanlah kepada mereka wahai Muhammad. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




92. Dan agar aku membacakan Al Quran (kepada manusia) 1764 . Maka barang siapa mendapat 
petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa 
sesat, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi 
peringatan 1765 ." 



93. Dan katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah 1766 , Dia akan memperlihatkan kepadamu 
tanda-tanda (kebesaran-)Nya, maka kamu akan mengetahuinya 1767 . Dan Tuhanmu tidak lalai 
terhadap apa yang kamu kerjakan 1768 ." 



1761 Oleh karena itu, tidak boleh ditumpahkan darah padanya, diburu binatang buruannya, dan dicabut 
rumputnya. Ini termasuk di antara nikmat yang diberikan Allah kepada kaum Quraisy yang sepatutnya 
mereka syukuri; Allah menghilangkan azab dari negeri mereka, dan menghilangkan berbagai fitnah yang 
biasa terjadi di tempat lain. 

1762 Dia yang menciptakannya dan yang memilikinya. Disebutkan kalimat ini adalah untuk menghindari 
timbulnya sangkaan, bahwa Dia hanya yang memiliki rumah tua itu (ka'bah) saja. 

1763 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukannya, dan Beliaulah orang yang pertama berserah diri 
di kalangan umat ini dan paling besar sikap berserah dirinya. 

1764 Agar kamu mengambil petunjuk darinya dan mengikutinya. Inilah tugas Nabi Muhammad shallallahu 
'alaihi wa sallam. 

1765 Yakni aku tidak berkuasa menjadikan kamu mendapatkan hidayah. 

1766 Allah berhak mendapatkan pujian di dunia dan akhirat, dan dari semua makhluk, terlebih oleh hamba 
pilihan-Nya, sehingga yang patut mereka lakukan adalah memuji dan menyanjung Tuhan mereka melebihi 
pujian yang dilantunkan oleh selain mereka, karena tingginya derajat mereka, dekatnya mereka dan 
banyaknya kebaikan yang diberikan kepada mereka. 

1767 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat-Nya, termasuk di antaranya 
terbunuhnya orang-orang yang kafir kepada-Nya pada perang Badar, ditawannya mereka, dipukulnya wajah 
dan punggung mereka oleh malaikat, dan lain-lain. Bisa juga maksudnya, bahwa Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala akan memperlihatkan ayat-ayat-Nya yang menerangkan mana yang hak dan mana yang batil serta 
menyinari keadaan yang sebelumnya gelap, sehingga kita benar-benar mengetahuinya. 

1768 Dia mengetahui amal dan keadaan yang kamu lakukan, mengetahui ukuran yang perlu diberikan kepada 
amal itu serta memberikan keputusan di antara kamu dengan keputusan yang kamu akan memuji-Nya serta 
tidak menyisakan hujjah lagi bagi kamu. 

Selesai tafsir surah An Naml dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi awwalan wa 
aakhiran. Kita meminta kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala agar kelembutan-Nya dan pertolongan-Nya 
tetap dilimpahkan kepada kita, Dia adalah Tuhan yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, membuka harapan 
bagi orang-orang yang sudah hampir putus harapan, mengabulkan doa orang-orang yang meminta, Pemberi 
kenikmatan di setiap saat dan setiap waktu, memudahkan Al Qur'an bagi orang-orang yang mengambilnya 
sebagai pelajaran serta memudahkan jalan dan pintu-pintunya, wal hamdulillahi rabbil 'aalamin wa 
shallallahu 'alaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah Al Qashash (Kisah-Kisah) 

Surah ke-28. 88 ayat. Makkiyyah 

0 j**>$ ^^ri 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-6: Kemukjizatan Al Qur'an, kisah Nabi Musa 'alaihis salam dan Fir'aun sebagai 
bukti kebenaran Al Qur'an, kekejaman Fir'aun dan pertolongan Allah kepada Bani Israil 
yang tertindas serta akibat orang-orang yang sombong. 

1. Thaa Siin Miim. 

2. Ini ayat-ayat kitab (Al Quran) yang menjelaskan 1769 . 

3. Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan sebenarnya 1770 untuk 
orang-orang yang beriman 1771 . 

4. Sungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi (Mesir) dan menjadikan penduduknya 
berpecah belah 1772 , dia menindas segolongan dari mereka 1773 , dia menyembelih anak laki-laki 



1769 Yakni menjelaskan mana yang hak dan mana yang batil, menjelaskan segala yang dibutuhkan hamba, 
seperti kebutuhan mengenal Tuhannya, mengenal hak-hak-Nya, mengenal siapa wali-Nya dan siapa musuh- 
Nya, mengenal peristiwa-peristiwa besar dan mengenal pembalasan terhadap amal. Termasuk di antara 
sekian yang dijelaskan Al Qur'an adalah kisah Musa bersama Fir'aun, di mana Al Qur'an menampilkan 
kisahnya dan mengulanginya di beberapa tempat, dan pada surah ini diterangkan secara lebih luasnya. 

1770 Karena berita keduanya asing, namun menarik. 

1771 Karena merekalah yang dapat mengambil manfaat darinya. Kepada mereka ditujukan khithab 
(perkataan) ini, di mana keimanan yang ada dalam hati mereka menghendaki untuk memikirkan peristiwa itu 
dan menjadikannya pelajaran. Iman dan keyakinan mereka bertambah dengannya, demikian pula 
kebaikannya. Adapun selain mereka, maka tidak dapat mengambil faedah selain menegakkan hujjah, dan 
Allah menjaga kitabnya dari mereka serta mengadakan dinding sehingga mereka tidak dapat memahaminya. 

1772 la bertindak semaunya terhadap mereka dan memberlakukan untuk mereka sesuatu yang ia inginkan 
karena berkuasa terhadap mereka. 

1773 Yaitu Bani Israil, di mana mereka adalah umat yang Allah lebihkan pada masa itu di atas umat-umat 
yang lain, sehingga pantas untuk dimuliakan oleh Fir'aun. Tetapi kenyataannya, Fir'aun malah menindas 
mereka karena dilihatnya mereka tidak memiliki kekuatan untuk menolak keinginannya, sehingga Fir'aun 
tidak peduli lagi mau berbuat apa terhadap mereka sampai akhirnya ia berani menyembelih anak laki-laki 
mereka yang baru lahir karena khawatir jumlah Bani Israil semakin banyak sehingga memenuhi negerinya 
dan akhirnya menguasai kerajaannya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



yang berbuat kerusakan 1775 . 

5. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan 
hendak menjadikan mereka pemimpin 1776 dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi 
(bumi) 1777 , 

6. Dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi 1778 dan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan 
Haman beserta bala tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka 1779 . 

Ay at 7-13: Kisah Nabi Musa 'alaihis salam, dihanyutkan Beliau ke sungai Nil untuk 
menyelamatkannya dari kekejaman Fir'aun, dan bahwa kisah-kisah dalam Al Qur'an 
terdapat pelajaran dan nasihat. 

7. Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir 
terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau khawatir 1780 dan jangan 

1774 Yang baru lahir. Fir'aun melakukan hal itu karena kekhawatiran kerajaannya akan hancur berdasarkan 
berita yang sampai kepadanya dari sebagian dukun, bahwa akan lahir dari Bani Israil seorang anak yang 
akan menjadi sebab hilangnya kerajaan Fir'aun. Ada pula yang berpendapat, bahwa sebab ia membunuh 
anak laki-laki dari kalangan Bani Israil adalah karena berita yang sampai kepadanya dari orang-orang Qibth 
(Mesir), di mana mereka mendengar cerita dari kaum Bani Isra'il yang mereka warisi dari Nabi Ibrahim 
'alaihissalam, bahwa akan keluar dari keturunannya seorang anak yang akan menggulingkan kekuasaan raja 
Mesir. Wallahu a 'lam. 

1775 Yakni tergolong orang-orang yang tidak memiliki keinginan untuk mengadakan perbaikan terhadap 
keadaan agamanya dan dunianya. 

1776 Dalam kebaikan, dan hal ini tidak mungkin tercapai jika kondisinya lemah, bahkan mereka perlu diberi 
keteguhan di bumi serta diberikan kemampuan yang sempurna. 

1777 Maksudnya, negeri Syam, Mesir dan negeri-negeri sekitarnya yang pernah dikuasai Fir'aun. Setelah 
kerajaannya runtuh, negeri-negeri tersebut diwarisi Bani Israil. Mereka memperoleh akibat yang baik di 
dunia sebelum di akhirat nanti. 

1778 Di negeri Mesir dan Syam. Ini semua tergantung iradah dan kehendak Allah. 

1779 Fir'aun selalu khawatir bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil, oleh karena itulah dia 
membunuh anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil. Ayat ini menyatakan bahwa akan terjadi apa 
yang dikhawatirkannya itu. Allah Subhaanahu wa Ta'aala apabila menginginkan sesuatu, maka Dia 
memudahkan sebab-sebabnya dan menyiapkan jalannya, demikian pula dalam masalah ini. Dia telah 
menakdirkan dan menjalankan sebab-sebabnya yang tidak diketahui oleh wali-wali-Nya dan musuh-musuh- 
Nya, di mana sebab tersebut dapat mencapai kepada maksud yang dikehendaki Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala. Awal sebab yang dimunculkan Allah adalah Dia mengadakan Rasul-Nya Musa 'alaihis salam, yang 
Dia jadikan sebagai orang yang akan menyelamatkan Bani Israil ini melalui tangannya dan dengan 
sebabnya, di mana ketika itu sedang terjadi peristiwa yang mengerikan, yaitu penyembelihan terhadap anak 
laki-laki yang lahir. Allah mengilhamkan kepada ibu Nabi Musa agar menyusuinya dan tetap bersamanya. 
Jika ia khawatir terhadap anaknya, maka Allah mengilhamkan agar ia memasukkan bayinya ke dalam peti 
lalu menghanyutkannya ke sungai Nil. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



(pula) bersedih hati 1781 , sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan 
menjadikannya (salah seorang) rasul 1782 . 

8. Maka dia dipungut oleh keluarga Fir'aun 1783 agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi 
mereka 1784 . Sungguh, Fir'aun dan Haman 1785 bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang 
bersalah 1786 . 

is 

9. Dan istri Fir'aun 1787 berkata 1788 , "(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah 
kamu membunuhnya 1789 , mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi 
anak 1790 ," sedang mereka tidak menyadari 1791 . 



Akan tenggelam. 

1781 Karena berpisah dengannya. 

1782 Ini adalah berita gembira yang sangat agung. Allah mendahulukan berita ini kepada ibu Nabi Musa agar 
hatinya tenteram dan hilang rasa kekhawatirannya, maka ia melakukan yang diperintahkan itu. 

1783 Mereka memungut peti itu, lalu membawanya dan menaruhnya di hadapan Fir'aun, lalu dikeluarkanlah 
bayi Musa dari peti itu. 

1784 Yakni agar akibat dari memungutnya adalah ia menjadi musuh mereka dan membuat mereka sedih 
karena sikap waspada dari mereka jika kerajaannya digulingkan tidaklah mengangkat takdir, dan karena 
orang yang mereka khawatirkan itu -tanpa mereka sadari- ternyata tumbuh besar di bawah asuhan mereka. 
Di samping itu, mereka sebenarnya tidak ingin memungut bayi itu. Jika kita perhatikan peristiwa ini, kita 
akan menemukan di dalamnya berbagai maslahat bagi Bani Israil, menyingkirkan beban berat yang 
menimpa mereka selama ini, mencegah tindak penganiayaan yang sebelumnya menimpa mereka, dsb. 
karena Nabi Musa 'alaihis salam termasuk pembesar di kerajaan Fir'aun. Maka dari itu, tentu adanya 
pembelaan terhadap hak bangsa yang lemah ini (Bani Israil), sedangkan Nabi Musa 'alaihis salam sendiri 
memiliki niat yang luhur dan semangat yang membara. Oleh karena itulah, sampai ada di antara bangsa yang 
lemah ini seorang yang berani menentang bangsa yang sombong itu (kaum Fir'aun). Ini merupakan awal 
kemenangan, karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala termasuk sunnah-Nya yang berlaku adalah mengadakan 
perkara secara bertahap, tidak sekaligus. 

Haman adalah mentri Fir'aun. 

Oleh karena itulah, Allah ingin memberikan hukuman kepada mereka. 
la bernama Asiyah binti Muzahim. 

Ketika Fir'aun dan orang-orang dekatnya hendak membunuhnya. 
Maka mereka pun menataatinya. 

Yakni, ia bisa menjadi pelayan kita yang membantu urusan kita atau kita tinggikan kedudukannya 
menjadi anak angkat kita yang kita muliakan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menakdirkannya, bahwa ia 
(Musa) ternyata bermanfaat bagi istri Fir'aun. Ketika Musa menjadi penyejuk matanya dan ia mencintainya 
sekali sehingga seperti anak kandungnya, sampai pada usia dewasa dan Allah mengangkatnya menjadi nabi 
dan rasul, ternyata ia segera masuk Islam dan beriman kepada Musa radhiyallahu 'anha. 

1791 Akibat yang akan mereka alami. Hal ini termasuk kelembutan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 





10. Dan hati ibu Musa menjadi kosong 1792 . Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia 
tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang 
beriman 1793 (kepada janji Allah). 



11. Dan dia (ibu Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, "Ikutilah dia (Musa) 1794 ." Maka 
kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya 1795 , 



12. 1796 dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau 
menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudara Musa), "Maukah aku tunjukkan 
kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?" 



1792 Setelah ibu Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesedihan di 
hatinya karena kekhawatiran atas keselamatan Musa, bahkan hampir saja ia berteriak meminta tolong kepada 
orang-orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa 
Musa adalah anaknya sendiri. 

1793 Berdasarkan ayat ini, maka seorang hamba apabila mendapatkan musibah, lalu ia bersabar, maka 
imannya akan bertambah. Ayat ini juga menunjukkan bahwa jika musibah dihadapi dengan sikap keluh 
kesah terus menerus, maka menunjukkan kelemahan imannya. 

1794 Yakni agar engkau mengetahui bagaimana keadaannya. 

1795 Bahwa ia saudarinya dan bahwa ia sedang mengawasi. 

1796 Termasuk kelembutan Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Musa dan ibunya adalah Dia mencegah 
Musa dari menyusu kepada wanita siapa pun selain ibunya. Mereka pun mencari-cari orang yang bisa 
menyusukannya, ketika itu saudari Nabi Musa melihatnya, namun mereka tidak mengetahui bahwa ia 
saudarinya. Saudarinya berkata, "Maukah kamu aku tunjukkan keluarga yang akan memeliharanya untukmu 
dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?" 

Ibnu Abbas berkata, "Ketika saudari Musa mengatakan seperti itu, mereka berkata kepadanya, "Tahu dari 
mana kamu bahwa ada orang yang siap berlaku baik dan sangat sayang kepadanya?" Saudari Musa pun 
berkata, "Karena ia ingin menggembirakan raja dan ingin mendapatkan manfaatnya." Ketika itu mereka pun 
menuruti nasehatnya. Saat mereka sampai di hadapan ibu Nabi Musa, Musa pun mau menyusui. Mereka 
tidak menyadari bahwa itu adalah ibu Musa 'alaihis salam. Mereka pun senang terhadapnya, dan 
mengirimkan seseorang untuk memberitahukan hal itu kepada Asiyah istri Fir'aun. Lalu dipanggillah ibu 
Nabi Musa serta ditawarkan untuk tinggal di rumahnya, namun ibu Nabi Musa menolak dengan alasan 
bahwa ia memiliki banyak anak yang harus diurus, ia akan siap mengurus jika Musa diurus di tempatnya 
saja. Maka Asiyah pun menerimanya dan mengirim Musa kepadanya dengan memberinya upah, di samping 
nafkah, pakaian dan pemberian lainnya. 

Subhaanallah! Nikmat yang begitu besar, anaknya kembali kepadanya, ditambah dengan mendapatkan 
imbalan yang banyak, Sungguh Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
berfirman, "Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati 
dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya. " 
(Terj. AlQashshas: 13) 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




13. Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati 
dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak 
mengetahuinya 1797 . 

Ayat 14-19: Musa 'alaihis salam diberi ilham dan hikmah sebagai persiapan untuk menjadi 

rasul. 



14. Dan setelah dia (Musa) dewasa 1798 dan sempurna akalnya 1799 , Kami anugerahkan kepadanya 
hikmah (kenabian) dan pengetahuan 1800 . Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang- 
orang yang berbuat ihsan 1801 . 



15. Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah 1802 , maka dia 
mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi 1803 ; yang seorang dari 
golongannya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir'aun). Orang yang 
dari golongannya meminta pertolongan kepadanya 1804 , untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak 



Disebutkan dalam sebagian kitab tafsir, bahwa Musa 'alaihis salam tinggal kembali bersama ibunya sampai 
masa menyapih selesai, dan ibunya mendapatkan upah karena menyusui Musa setiap hari satu dinar, dan ia 
mengambilnya, karena ia adalah harta kafir harbiy, lalu ibunya membawa ke hadapan Fir'aun dan tumbuhlah 
Nabi Musa 'alaihis salam di sisinya, ia menaiki kendaraan kerajaan, memakai pakaian mereka, dsb. wallahu 
a 'lam. 

1797 Biasanya mereka apabila melihat sebabnya tidak jelas, maka iman mereka pun goyang karena 
pengetahuan mereka yang tidak sempurna, padahal Allah Subhaanahu wa Fa'aala mengadakan ujian yang 
berat dan rintangan yang besar sebelum perkara-perkara yang mengagumkan dan mulia. 

1798 Yakni 30 atau 33 tahun. 

1799 Yakni 40 tahun. 

1800 Maksudnya, pemahaman agama. 

1801 Yakni dalam beribadah kepada Allah dan kepada hamba-hamba-Nya. 

1802 Maksudnya, pada waktu tengah hari, di waktu penduduk sedang istirahat. 

1803 Sebab terjadi perkelahian adalah seperti yang diceritakan Qatadah, yaitu, "Orang Qibthi ingin memaksa 
seorang dari Bani Israil membawa kayu bakar ke dapur Fir'aun, namun ia menolaknya." Menurut Sa'id bin 
Jubair, bahwa ia (orang Qibthi) tersebut adalah tukang masak di dapur Fir'aun. 

1804 Karena Musa 'alaihis salam telah dikenal termasuk Bani Israil. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



musuhnya , lalu Musa meninjunya , dan matilah musuhnya itu. Dia (Musa) berkata, "Ini 
adalah perbuatan setan 1808 . Sungguh, dia (setan) adalah musuh yang jelas menyesatkan 1809 ." 

16. Dia (Musa) berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka 
ampunilah aku." Maka Allah mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang. 

^IftAj^JLtt j& ^pc^joI Jli 

17. Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, oleh karena nikmat yang telah Engkau anugerahkan 
kepadaku 1810 , maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa 1811 ." 

18. Karena itu, dia (Musa) menjadi ketakutan berada di kota itu 1812 sambil menunggu (akibat 
perbuatannya), tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan 
kepadanya 1813 . Musa berkata kepadanya 1814 , "Engkau sungguh, orang yang nyata-nyata sesat 1815 ." 

19. 1816 Maka ketika dia (Musa) hendak memukul dengan keras orang yang menjadi musuh mereka 
berdua, dia berkata, "Wahai Musa! Apakah engkau bermaksud membunuhku, sebagaimana kemarin 



Maka Nabi Musa 'alaihis salam menolongnya, dan menolong orang yang terzalimi adalah wajib dalam 
semua syariat. 

1806 Beliau (Nabi Musa) 'alaihis salam adalah seorang yang memiliki tenaga yang kuat. 

1807 Yakni membunuh. 

1808 Maksudnya, Musa menyesal atas kematian orang itu disebabkan pukulannya, karena dia bukanlah 
bermaksud untuk membunuhnya, tetapi semata-mata membela kaumnya, dan yang demikian merupakan 
hiasan dan was-was setan. 

1809 Oleh karena itulah terjadi perbuatan itu disebabkan permusuhannya yang nyata dan keinginannya untuk 
menyesatkan manusia. 

1810 Seperti diterima tobatnya dan diampuni serta diberikan berbagai nikmat. 

1811 Beliau berjanji tidak akan menolong seorang pun di atas maksiat atau tidak akan menolong orang yang 
bersalah. Hal ini menunjukkan bahwa nikmat yang diberikan menghendaki agar seorang hamba mengerjakan 
kebaikan dan meninggalkan keburukan. 

1812 Yakni apakah keluarga Fir'aun tahu peristiwa itu atau tidak? Beliau takut, karena sudah diketahui, bahwa 
tidak ada yang berani berbuat seperti itu selain Musa yang berasal dari Bani Israil. 

1813 Untuk menghadapi orang Qibthi yang lain. 

1814 Yakni, mencelanya. 

1815 Karena perbuatanmu yang sekarang dan kemarin. 

1816 Selanjutnya, Nabi Musa 'alaihis salam hendak memukul orang Qibthi itu, namun orang dari Bani Israil 
itu malah mengira, bahwa Musa bermaksud memukulnya ketika ia mendengar kata-kata Musa tersebut. la 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



engkau membunuh seseorang? Engkau hanya bermaksud menjadi orang yang berbuat sewenang- 
wenang di negeri (ini), dan engkau tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang 
mengadakan perdamaian 1817 ." 

Ay at 20-22: Perginya Musa 'alaihis salam ke Madyan untuk menyelamatkan diri dari 
penangkapan Fir'aun. 



20. Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, "Wahai Musa! 
Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka 
keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat 
kepadamu." 

21. Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul 
atau mengkapnya), dia berdoa, "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim 
itu 1819 ." 

(C§| J---^JI JL^J jl ^__Jj (|_$-^ p cJLd jjJi-a sLflJj ^>-y UJj 

22. Dan ketika dia menuju arah negeri Madyan 1820 dia berdoa (lagi), "Mudah-mudahan Tuhanku 
memimpin aku ke jalan yang benar." 

Ayat 23-28: Kuatnya fisik Musa 'alaihis salam, amanahnya dan kesabarannya, dan bahwa 
malu merupakan sifat yang layak dimiliki kaum wanita. 



23. Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang 
yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua 
orang perempuan yang sedang menghambat (ternaknya) 1821 . Dia (Musa) berkata, "Ada apa dengan 

pun berkata untuk membela dirinya, "Wahai Musa! Apakah engkau bermaksud membunuhku, sebagaimana 
kemarin engkau membunuh seseorang? ...dst." 

1817 Maka orang Qibthi yang berada di situ mendengarnya dan mengetahui bahwa orang yang melakukan 
pembunuhan kemarin adalah Musa, ia pun segera pergi member itahukan Fir'aun sehingga Fir'aun marah 
besar dan hendak membunuh Musa. 

1818 Ada yang mengatakan, bahwa dia adalah orang mukmin dari keluarga Fir'aun. 

1819 Beliau telah bertobat dari dosa itu dan melakukannya karena marah dan tanpa maksud membunuhnya. 

1820 Madyan adalah negeri Nabi Syu'aib, perjalanan ke sana dari Mesir membutuhkan waktu kurang lebih 8 
hari. Madyan tidak berada di bawah kekuasaan Fir'aun. 

1821 Karena mereka tidak mungkin bercampur baur dengan laki-laki yang sedang mengambilkan air minum 
untuk ternaknya dan karena bakhilnya mereka, sehingga setelah mereka selesai memberi minum hewan 
ternak mereka, maka mereka tutup kembali mulut sumur dengan batu yang besar. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



kamu berdua 1822 ?" Kedua perempuan itu menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum (ternak 
kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah 
orang tua yang telah lanjut usianya 1823 ." 



24. Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu 1824 , kemudian dia kembali ke 
tempat yang teduh lalu berdoa 1825 , "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu 
kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku 1826 ." 



25. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan 
malu-malu 1827 , dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai 
imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami." Ketika Musa mendatangi ayahnya 1828 



1822 Yakni mengapa kamu tidak memberi minum ternakmu? 

1823 Tidak kuat untuk memberi minum hewan ternaknya. 

1824 Tanpa meminta upah, dan tidak ada niatnya selain mengharap keridhaan Allah. Para ahli tafsir 
menjelaskan bahwa para pengembala ketika selesai mendatangi sumber air, meletakkan di mulut sumur batu 
yang besar, lalu dua wanita itu datang memberi minum kambingnya dari sisa kambing yang lain. 

'Amr bin Maimun meriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu, bahwa Musa 'alaihis salam 
ketika sampai di sumber air Madyan mendapatkan sekumpulan orang yang sedang memberi minum 
ternaknya. Umar melanjutkan ceritanya, "Setelah mereka selesai (memberi minum), maka mereka bersama- 
sama mengembalikan batu ke sumur (untuk menutupinya), dan tidak ada yang mampu mengangkatnya 
kecuali dengan jumlah sepuluh orang. Tiba-tiba Beliau melihat ada dua orang perempuan yang sedang 
menghambat ternaknya, maka Musa berkata, "Ada apa dengan kamu berdua?" Maka Keduanya 
menceritakan keadaannya, lalu Musa 'alaihis salam mendatangi batu itu dan mengangkatnya (sendiri), dan 
tidak mengambil air kecuali satu ember sehingga kambing-kambing (mereka berdua) puas (meminumnya)." 
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, dan isnadnya shahih). 

1825 Permintaan Beliau ini adalah dengan ucapan dan keadaannya; lisan Beliau berdoa, dan keadaan Beliau 
menunjukkan rasa butuh. 

1826 Ayat ini sekaligus mengisyaratkan kepada kita agar senantiasa meminta kepada Allah dalam semua 
kebutuhan kita, baik yang terkait dengan agama (seperti meminta hidayah dan ampunan), maupun yang 
terkait dengan dunia (seperti meminta makan, minum dan pakaian). Demikian pula menunjukkan bahwa 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala senang diminta oleh hamba-hamba-Nya. 

1827 Hal ini menunjukkan kepribadiannya yang mulia dan akhlaknya yang terpuji, karena malu termasuk 
akhlak utama, terlebih bagi wanita. Ayat ini juga menunjukkan bahwa sikap Nabi Musa 'alaihis salam 
memberi minum kepada keduanya tidaklah sebagai pekerja atau pelayan yang biasanya tidak memiliki rasa 
malu, bahkan Beliau terhormat. Oleh karena itulah, wanita ini ketika melihat akhlak Musa yang mulia, 
membuatnya merasa malu dengannya. 

1828 Ahli tafsir berbeda pendapat tentang ayah perempuan itu siapakah dia? Ada yang berpendapat, bahwa 
ayah itu adalah Nabi Syu'aib inilah yang masyhur, dan di antara ulama yang menyatakan demikian adalah 
Al Hasan Al Bashri dan Malik bin Anas, bahkan ada hadits yang menegaskan demikian, namun dalam 
isnadnya perlu dipertimbangkan. Ada pula yang berpendapat bahwa Nabi Syu'aib berumur panjang setelah 
kaumnya dibinasakan sehingga masih hidup di zaman Nabi Musa dan menikahkan puterinya dengan Musa. 

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Al Hasan Al Bashri bahwa ayah itu bernama Syu'aib, namun bukan Nabi 
kaum Madyan. Ada pula yang berpendapat bahwa bapak itu adalah putera saudara Syu'aib. Ada pula yang 
mengatakan, "Putra pamannya," dan ada pula yang berpendapat, bahwa ia adalah salah seorang dari kaum 
Nabi Syu'aib yang beriman, ada pula yang berpendapat bahwa namanya "Yatsarun." Wallahu a'lam (lihat 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya) 1829 , dia berkata 1830 , "Janganlah engkau 
takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu 1831 ." 



26. Salah seorang dari kedua perempuan itu berkata, "Wahai ayahku! Jadikanlah ia sebagai pekerja 
(pada kita) 1832 , sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada 
kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya 1833 ." 



27. Dia berkata, "Sesungguhnya aku bermaksud ingin menikahkan engkau dengan salah seorang 
dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja 1834 padaku selama 
delapan tahun dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) 
darimu 1835 , dan aku tidak bermaksud memberatkan engkau 1836 . Insya Allah engkau akan 
mendapatiku termasuk orang yang baik 1837 ." 



28. Dia (Musa) berkata, "Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu 
yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan 
Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan 1838 ." 

Ay at 29-30: Musa 'alaihis salam pulang ke Mesir dan menerima wahyu untuk berdakwah 

kepada Fir'aun. 



Qashashul Anbiya' oleh Ibnu Katsir). Syaikh As Sa'diy dalam tafsirnya lebih cenderung menguatkan, bahwa 
ayah kedua wanita itu bukanlah Nabi Syu'aib 'alaihis salam. 

1829 Sehingga Beliau sampai di tempat ini. 

1830 Menenangkan rasa kekhawatirannya. 

1831 Karena engkau telah berada di tempat yang mereka tidak memiliki kekuasaan terhadapnya. 

1832 Untuk menggembala kambing dan memberi minumnya. 

1833 Kedua sifat ini, "Kuat dan amanah" perlu diperhatikan ketika memilih seseorang sebagai karyawannya. 
Jika kedua-duanya berkumpul bersamaan, maka akan sempurnalah pekerjaan. Umar, Ibnu Abbas, Syuraih Al 
Qaadhiy, Abu Malik, Qatadah dan lain-lain mengatakan, "Ketika wanita itu mengatakan seperti itu, ayahnya 
bertanya kepadanya, "Dari mana kamu tahu demikian?" wanita itu menjawab, "Sesungguhnya dia mampu 
mengangkat batu besar yang tidak mungkin diangkat kecuali oleh sepuluh orang, juga pada saat aku datang 
(kemari) bersamanya, aku berjalan di depannya, namun ia mengatakan, "Berjalanlah di belakangku, jika 
hendak melewati jalan lain, lemparlah batu kecil ini agar aku tahu jalan." 

1834 Yakni mengembala kambingku. 

1835 Dan tidak wajib kamu lakukan. 

1836 Yakni, aku hanyalah membebanimu dengan pekerjaan yang ringan dan tidak berat. 

1837 Keinginannya untuk memberikan kemudahan dan bermuamalah secara baik menunjukkan bahwa orang 
tersebut adalah orang yang saleh. 

1838 Disebutkan dalam tafsir Al Jalaalain, bahwa selanjutnya ayah wanita itu memerintahkan puterinya 
memberikan tongkat kepada Musa untuk menyingkirkan binatang buas yang akan menerkam kambing- 
kambingnya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






((jSj)} ^ • J J U° r" 1 ** 1 ^^*J J UJ I ^ . j ^a 8j JL>- J I f*^S"! ^ ' cJ J ^ ^ d-^-j I s 

29. Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu 1839 dan dia berangkat dengan 
keluarganya (menuju Mesir), ia melihat api di lereng gunung 1840 . Dia berkata kepada keluarganya, 
"Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu 
berita kepadamu 1841 dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat 
menghangatkan badan." 

~ j\ ^j^Ij Q\ 8 y>tJ»}\ 4-^= <j <J-*^MI ;5ljJl (J j^' £u ya ^ Sly LgJjl Uis 

Q ^T^JllsJI l&T LSI 

30. Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan 
lembah dari sebatang pohon di sebidang tanah yang diberkahi, "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah 
Allah, Tuhan seluruh alam 1 842 ! 

Ayat 31-35: Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengajak berbicara kepada Nabi Musa 'alaihis 
salam, penampakkan mukjizatnya dan pemuliaan untuknya dengan mengangkat saudaranya 

Harun sebagai nabi. 



31. Dan lemparkanlah tongkatmu." Maka ketika dia (Musa) melihatnya bergerak-gerak seakan- 
akan seekor ular yang gesit 1843 , dia lari ke belakang tanpa menoleh. (Allah berfirman), "Wahai 
Musa! Kemarilah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman 1844 . 



Beliau rindu dengan keluarganya dan kampung halamannya. 

1840 Setelah Musa 'alaihis salam menyelesaikan perjanjian dengan mertuanya. Dia berangkat dengan 
keluarganya dengan sejumlah kambing yang diberi mertuanya, maka pada suatu malam yang gelap dan 
dingin, Musa 'alaihis salam tiba di suatu tempat, di mana setiap kali Beliau menghidupkan api, ternyata api 
itu tidak menyala. Hal ini sangat mengherankan Musa, sehingga ia berkata kepada istrinya seperti yang 
disebutkan dalam ayat 29. 

1841 Tentang jalan yang harus dilalui, di mana ketika itu Beliau sedang tersesat jalan dan merasakan 
kedinginan. 

1842 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan rububiyyah-Nya (pengaturan-Nya terhadap alam 
semesta) dan uluhiyyah-Nya (keberhakan-Nya untuk disembah). Di tempat dan di saat itulah Musa 'alaihis 
salam diangkat menjadi rasul. 

1843 Yakni ular jantan yang besar. 

1844 Maka Nabi Musa 'alaihis salam menghadap dengan tidak takut, bahkan merasa tenteram dan percaya 
dengan berita Tuhannya. Imannya bertambah dan keyakinannya sempurna. 

Mukjizat ini Allah perlihatkan sebelum Beliau berangkat menghadap Fir'aun agar Beliau berada di atas 
keyakinan yang sempurna sehingga Beliau lebih berani dan lebih kuat. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala memperlihatkan mukjizat yang lain. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




32. Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu 1845 , ia akan keluar putih bercahaya tanpa cacat, dan 
dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu apabila ketakutan 1846 . Itulah dua mukjizat dari Tuhanmu 
(yang akan engkau pertunjukkan kepada Fir'aun dan para pembesarnya). Sungguh, mereka adalah 
orang-orang fasik 1847 ." 

33. Dia (Musa) berkata 1848 , "Ya Tuhanku, sungguh aku telah membunuh seorang dari golongan 
mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku. 

34. Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku 1849 , maka utuslah dia bersamaku 
sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan 
mendustakanku." 

L»SCjlJ! Llxjl UiijIIj L»xJI Qjiy^j ^ ilijaLu LoCJ J-*^3 ti*L>-Lj i) j p jusJu*. Jli 

35. Dia (Allah) berfirman, "Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan 
Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar 1850 , maka mereka tidak akan dapat 
mencapaimu 1851 ; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan 
orang yang mengikuti kamu yang akan menang 1852 ." 



1845 Maksudnya, meletakkan tangan ke dada leher baju. 

1846 Maksudnya, karena Musa merasa takut, Allah memerintahkan untuk mendekapkan tangan ke dadanya 
agar rasa takut itu hilang, yang kemudian keadaannya akan kembali seperti biasanya. 

1847 Karena mereka adalah orang-orang yang fasik, maka tidak cukup diperingatkan, bahkan harus 
ditunjukkan mukjizat kepadanya. 

1848 Yakni meminta uzur, dan meminta bantuan-Nya dalam tugas yang dipikulnya sambil menyebutkan 
penghalangnya agar Tuhannya menghilangkan apa yang dia khawatirkan. 

1849 Nabi Musa 'alaihis salam selain merasa takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar berbicara 
menghadapi Fir'aun. Maka Beliau memohon kepada Allah agar dia mengutus Harun 'alaihis salam 
bersamanya, yang lebih fasih lidahnya. 

1850 Berupa mampu berdakwah dengan hujjah dan mendapatkan kewibawaan dari Allah sehingga merasa 
terhormat di hadapan musuh mereka. 

1851 Yang demikian disebabkan ayat-ayat Allah (mukjizat yang diberikan-Nya), dan karena ayat-ayat itu 
menunjukkan kebenaran serta membuat takjub orang yang melihatnya, sehingga mereka berdua (Musda dan 
Harun) memiliki kekuasaan dan terhindar dari tipu daya musuh, bahkan mereka seperti memiliki bala tentara 
dengan jumlah yang banyak dan perlengkapan yang kuat sehingga tidak takut berhadapan dengan Fira'un 
yang kejam dan memiliki banyak pasukan. 

1852 Inilah janji Allah untuk Musa dan Harun di waktu itu, padahal mereka hanya berdua, pulang ke kampung 
halamannya setelah pergi darinya. Keadaan pun berubah sehingga akhirnya sempurnalah janji Allah dan 
Beliau beserta pengikutnya memperoleh kemenangan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 36-43: Awal kedatangan Nabi Musa 'alaihis salam kepada Fir'aun dengan membawa 
bukti-bukti yang nyata, kesombongan Fir'aun dan kaumnya, penenggelaman mereka, dan 
penurunan kitab Taurat oleh Allah kepada Bani Israil sebagai petunjuk dan rahmat untuk 

mereka. 



36. Maka ketika Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat Kami yang nyata, 
mereka berkata 1853 , "Ini hanyalah sihir yang dibuat-buat 1854 , dan kami tidak pernah mendengar 
(yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu 1855 ." 

^Uj Si jIjJI 4_4lp jjXj ^«^-p ^? c^-Mh^ *L>- ^1 ls-j-* <J^j 

37. Dan dia (Musa) menjawab 1856 , "Tuhanku lebih mengetahui siapa yang (pantas) membawa 
petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di akhirat. 
Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapat kemenangan 1857 ." 

Ji^-ti jjjajf Jp I^Ah J cj» ^=^> c-IJp U SUji L^fe 0>3? J^i 

38. Dan Fir'aun berkata 1858 , "Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan 
bagimu selain aku 1859 . Maka bakarkanlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu 



1853 Secara zalim, sombong dan membangkang. 

1854 Sebagaimana yang dikatakan Fir'aun ketika kebenaran telah jelas dan kebatilan kalah, "Sesungguhnya 
dia (Musa) adalah pemimpinmu yang mengajarkan kepadamu ilmu sihir" Fir;aun memang pintar namun 
tidak bersih sehingga berbuat licik, sampai-sampai melakukan berbagai macam tipu daya seperti yang telah 
diceritakan Allah kepada kita, padahal dia mengetahui bahwa tidak ada yang mendatangkan mukjizat yang 
besar itu kecuali Allah Tuhan langit dan bumi, akan tetapi kecelakaan lebih menguasai dirinya, sehingga dia 
tidak beriman dan malah menentangnya. 

1855 Ucapan mereka ini dusta, padahal Allah telah mengutus sebelum Musa rasul-Nya Yusuf 'alaihis salam. 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan 
membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya 
kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, "Allah tidak akan mengirim seorang (rasul pun) 
setelahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu." (Terj. Al 
Mu'min: 34) 

1856 Ketika mereka mengatakan, bahwa apa yang dibawa Musa adalah sihir dan kesesatan, dan bahwa apa 
yang mereka pegang selama ini adalah hak (benar). 

1857 Ternyata yang memperoleh kemenangan dan kesudahan yang baik adalah Musa 'alaihis salam dan para 
pengikutnya. Sedangkan orang-orang yang mendustakan Beliau memperoleh kerugian dan kesudahan yang 
buruk. 

1858 Bersikap berani terhadap Tuhannya dan mengelabui kaumnya yang bodoh dan kurang akal. 

1859 Setelah Fir'aun mengucapkan kata-kata ini yang di dalamnya mengandung kemungkinan ada Tuhan 
selainnya, maka Fir'aun hendak menguatkan ketidakadaan Tuhan selainnya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhan 
Musa, dan yakin bahwa dia termasuk pendusta 1860 ." 




39. Dan dia (Fir'aun) dan bala tentaranya berlaku sombong 1861 , di bumi (Mesir) tanpa alasan yang 
benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada kami 1862 . 

40. Maka Kami siksa dia (Fir'aun) dan bala tentaranya 1863 , lalu Kami lemparkan mereka ke dalam 
laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim 1864 . 




41. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang mengajak (manusia) ke neraka 1865 dan 
pada hari Kiamat mereka tidak akan ditolong 1866 . 

42. Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini 1867 ; sedangkan pada hari Kiamat mereka 
termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah) 1868 . 



1860 Perhatikanlah keberaniaan makhluk yang lemah dan kecil ini kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, ia 
mendustakan Rasul-Nya dan mengaku dirinya tuhan serta mencoba menguatkan dirinya dengan membuat 
bangunan yang tinggi untuk melihat Tuhan Musa dan kita. Akan tetapi, sungguh aneh para pembesar yang 
mengatur kerajaan, bagaimana akal mereka dapat dipermainkan oleh satu orang ini (Fir'aun), orang yang 
merusak agama dan akal mereka. Ini tidak lain karena keadaan mereka juga fasik dan sifat itu telah 
menancap dalam diri mereka. Oleh karena itu, kami meminta kepada-Mu ya Allah agar Engkau meneguhkan 
kami di atas keimanan dan tidak memalingkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau beri kami 
petunjuk. 

1861 Mereka bersikap sombong terhadap hamba-hamba Allah dan menimpakan azab yang berat kepada 
mereka, bersikap sombong terhadap para rasul Allah dan terhadap apa yang mereka bawa dari-Nya, serta 
menyangka bahwa apa yang mereka pegang selama ini lebih tinggi dan lebih hebat. 

1862 Kalau seandainya mereka mereka mengetahui, bahwa mereka akan kembali kepada Allah Subhaanahu 
wa Ta'aala, tentu mereka tidak akan bersikap seperti itu. 

1863 Ketika mereka tetap membangkang. 

1864 Di mana akhir kesudahannya adalah kebinasaan. Ia merupakan kesudahan yang paling buruk dan paling 
sengsara, di dunia mendapatkan hukuman yang sangat buruk dan berlanjut dengan hukuman di akhirat, 
nas 'alullahas salaamah wal 'aafiyah. 

1865 Karena mengajak manusia berbuat syirk dan kemaksiatan. 

1866 Dari azab Allah. 

1867 Sebagai tambahan terhadap azab dan penghinaan mereka. Nama mereka di hadapan semua makhluk 
begitu buruk, dibenci dan dicela oleh mereka. 

1868 Berkumpul dalam diri mereka kemurkaan dari Allah, dari makhluk-Nya dan dari diri mereka sendiri. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



43. Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat- 
umat yang terdahulu 1869 , untuk menjadi pelita bagi manusia 1870 dan petunjuk serta rahmat, agar 
mereka mendapat pelajaran. 

Ayat 44-46: Termasuk bukti kerasulan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan 
kebenarannya adalah pemberitaan kepadanya terhadap perkara-perkara gaib yang hanya 
diketahui oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 



44. 1871 Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat 1872 ketika Kami menyampaikan 
perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian 
itu) 1873 , 



45. Tetapi Kami telah menciptakan beberapa umat 1874 , dan telah berlalu atas mereka masa yang 
panjang 1875 , dan engkau (Muhammad) tidak tinggal bersama-sama penduduk Madyan 1876 dengan 
membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul 1877 . 



1869 Seperti kaum Nuh, 'Aad, Tsamud dan Fir'aun bersama bala tentaranya. Ini adalah dalil, bahwa setelah 
turun kitab Taurat, maka hilanglah pembinasaan secara merata dan disyariatkan jihad melawan orang-orang 
kafir. 

1870 Yakni menjadi cahaya bagi hati mereka, membuat mereka dapat melihat hakikat sesuatu dan 
kesudahannya serta dapat melihat hal yang bermanfaat bagi mereka dan hal yang tidak bermanfaat, sebagai 
hujjah bagi pelaku maksiat dan bermanfaat bagi orang-orang mukmin, sebagai rahmat baginya dan petunjuk 
ke jalan yang lurus. 

1871 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menceritakan kepada Rasul-Nya (Nabi Muhammad shallallahu 
'alaihi wa sallam) apa yang Dia ceritakan, seperti berita-berita di masa lalu, maka Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala mengingatkan manusia bahwa berita tersebut adalah berita murni dari Allah, tidak ada jalan bagi 
rasul untuk mengetahuinya kecuali dengan jalan wahyu. 

1872 MaKGu8v\|/a, 8v asPs^an Papax ^s|iPan au/v Tnucoa, Xir\ax aupax Tnana a\|/ax 12. 

1873 Sehingga dikatakan, bahwa engkau mengetahuinya karena ikut hadir ketika itu. 

1874 Setelah Nabi Musa 'alaihis salam. 

1875 Pesan dan perjanjian sudah dilupakan, pengetahuan agama semakin pudar dan wahyu telah terputus, 
maka Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai rasul serta mewahyukan 
kepada Beliau berita tentang Nabi Musa dan lainnya. 

1876 Sehingga engkau mengetahui kisah mereka, lalu menyampaikannya. 

1877 Maksudnya, berita yang engkau bawa baik tentang Nabi Musa maupun tentang umat-umat terdahulu 
adalah atsar (hasil) dari pengutusan Kami kepadamu dan wahyu yang tidak ada jalan bagimu untuk 
mengetahuinya jika Kami tidak mengutusmu. 








Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



46. Dan engkau (Muhammad) tidak berada di dekat Tur (gunung) ketika Kami menyeru (Musa) 1878 , 
tetapi (Kami untus engkau) sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada 
kaum (Quraisy) yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka 
mendapat pelajaran 1879 . 

Ayat 47-50: Sikap kaum musyrik ketika musibah menimpa mereka, keadaan mereka yang 
selalu mengingkari bukti, padahal dahulu memintanya, dan penjelasan bahwa Al Qur'an 
adalah kitab yang paling sempurna. 




47. Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka 
kerjakan 1880 , "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada Kami, agar 
kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan termasuk orang mukmin 1881 ." 



48. Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Al Qur'an) dari sisi Kami, mereka 
berkata 1882 , "Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan 



1878 Yakni ketika Allah memerintahkannya untuk mendatangi orang-orang yang zalim (Fir'aun dan 
kaumnya) dan menyampaikan kepada mereka risalah-Nya serta memperlihatkan ayat-ayat-Nya. 
Kesimpulannya adalah, bahwa peristiwa yang dialami Nabi Musa 'alaihis salam di beberapa tempat yang 
dikisahkan-Nya itu tidak lepas dari dua kemungkinan: (1) Beliau (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 
sallam) hadir dan menyaksikan lalu Beliau mempelajarinya dari mereka. Jika seperti ini, maka berarti Beliau 
bukan utusan Allah, karena perkara yang disampaikan dari hasil penelitian adalah perkara yang di sana ikut 
serta pula yang lain (tidak hanya para nabi saja, yang lain pun bisa). Akan tetapi, mereka (orang-orang kafir) 
sudah mengetahui, bahwa tidak mungkin seperti itu, karena Beliau tidak sezaman dengan mereka, maka 
sudah pasti yang benar adalah kemungkinan kedua; (2) Bahwa berita tersebut datang dari sisi Allah berupa 
wahyu karena Beliau adalah utusan Allah. Dengan demikian, jelaslah bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi 
wa sallam adalah seorang rasul dan kita semua menjadi saksi terhadapnya, sekaligus sebagai rahmat Allah 
bagi hamba-hamba Allah. 

1879 Yakni mereka dapat mengetahui kebaikan secara lebih rinci sehingga mereka dapat mengerjakannya, 
serta mengetahui lebih rinci keburukan, sehingga mereka dapat meninggalkannya. Jika Beliau seperti ini 
kedudukannya, maka yang wajib dilakukan mereka adalah segera beriman dan mensyukuri nikmat yang 
besar ini. 

Perlu diketahui, bahwa peringatan Beliau kepada orang-orang Arab tidak berarti khusus kepada mereka tidak 
kepada selain mereka, bahkan risalah Beliau untuk semua manusia; bangsa Arab maupun 'Ajam (non Arab). 
Tertuju pertama kali kepada orang Arab adalah karena Beliau adalah orang Arab, Al Qur'an yang 
diturunkan kepada Beliau berbahasa Arab dan orang yang pertama kali mendapatkan dakwah Beliau adalah 
orang-orang Arab. Oleh karena itu, risalah Beliau kepada orang-orang Arab adalah sebagai asalnya, 
sedangkan selain mereka mengikuti. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Katakanlah, "Wahai 
manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, ...dst." (Terj. A A'raaf: 158). 

1880 Berupa kekafiran dan kemaksiatan. 

1881 Yakni, oleh karena itulah Kami mengutus engkau wahai Muhammad untuk menyingkirkan hujjah 
mereka dan agar mereka tidak berbicara seperti itu. 

1882 Mendustakan sambil memprotesnya. 






1 t "K 




Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



kepada Musa dahulu 1883 ?" Bukankah mereka itu telah ingkar (jug a ) kepada apa yang diberikan 
kepada Musa dahulu? Mereka dahulu berkata, "Keduanya 1884 adalah sihir yang bantu 
membantu 1885 ." Dan mereka (juga) berkata, "Sesungguhnya Kami sama sekali tidak mempercayai 
masing-masingnya 1886 ." 




49. Katakanlah (Muhammad), "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu 
lebih memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al Quran), niscaya aku mengikutinya 1887 , 
jika kamu orang yang benar 1888 ." 




50. Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah 1889 mereka hanyalah mengikuti 
hawa nafsu mereka. Dan siapakah yang lebih sesat 1890 daripada orang yang mengikuti hawa 
nafsunya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun 1891 ? Sungguh, Allah tidak memberi 
petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 



Seperti tangannya yang bercahaya, tongkatnya yang berubah menjadi ular, dan lain-lain. Bisa juga 
maksudnya, mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kitab secara 
sekaligus sebagaimana kitab Taurat yang diturunkan secara sekaligus kepada Musa 'alaihis salam. Padahal 
termasuk kesempurnaan Al Qur'an ini dan perhatian Allah kepada orang yang diturunkan Al Qur'an 
kepadanya adalah diturunkan-Nya kitab itu secara berangsur-angsur untuk meneguhkan hati rasul-Nya dan 
menambah keimanan orang-orang mukmin. Pengqiyasan mereka terhadap Al Qur'an dengan kitab Taurat 
adalah qiyas yang mereka batalkan sendiri, karena mereka mengqiyaskan dengan kitab yang mereka sendiri 
mengingkarinya dan tidak beriman. Oleh karena itulah, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Bukankah 
mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? " 

1884 Yakni Al Qur'an dan Taurat. 

1885 Dalam sihirnya dan dalam menyesatkan manusia. 

1886 Dari sini diketahui, bahwa maksud mereka tidak lain hanyalah untuk membatalkan yang hak dengan 
sesuatu yang bukan merupakan alasan, mereka juga hendak membatalkan dengan sesuatu yang sebenarnya 
tidak dapat membatalkan, ucapan mereka saling berlawanan dan bertentangan, dan seperti inilah keadaan 
semua orang kafir tanpa terkecuali. Oleh karena itulah, ditegaskan bahwa mereka kafir kepada dua kitab 
(Taurat dan Al Qur'an) dan dua rasul itu (Musa dan Muhammad 'alaihimash shalaatu was salaam). Di 
samping itu, kekekafiran mereka kepada keduanya bukanlah karena hendak mencari yang hak dan memilih 
yang terbaik, akan tetapi karena mengikuti hawa nafsu sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya. 

1887 Ini merupakan sikap inshaf yang sempurna, yaitu mengikuti yang terbaik. Namun ternyata tidak ada 
kitab yang lebih baik daripada keduanya, sehingga ia tidak mengikuti selainnya. 

1888 Sudah pasti, tidak ada jalan bagi mereka dan selain mereka untuk mendatangkan yang semisal dengan Al 
Qur'an, karena tidak ada satu pun kitab yang muncul ke dunia yang lebih hebat daripada keduanya, baik 
pengetahuannya, petunjuknya, penjelasannya dan rahmatnya bagi makhluk. 

1889 Bahwa mereka tidak mengikutimu bukan karena mencari yang hak dan hidayah, tetapi sekedar menuruti 
hawa nafsu. 

1890 Maksudnya, tidak ada yang lebih sesat. 

1891 Orang yang seperti ini termasuk orang yang paling sesat, ketika disodorkan petunjuk dan jalan yang 
lurus yang menyampaikan kepada Allah dan surga-Nya, tetapi ia tidak mempedulikannya dan tidak 
mendatanginya, bahkan hawa nafsunya mengajak dirinya untuk menempuh jalan yang mengarah kepada 
kebinasaan dan kesengsaraan, dirinya pun mengikuti dan meninggalkan petunjuk. Siapakah yang lebih sesat 
daripada orang yang seperti ini sifatnya? Kezaliman, sikap melampaui batas dan tidak menyukai kebaikan 
membuatnya ingin tetap di atas kesesatannya dan Allah tidak menunjuki orang yang seperti ini. Oleh karena 
itulah, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan, bahwa Dia tidak akan memberi petunjuk kepada orang- 
orang zalim, yaitu mereka yang sudah melekat dengan kezaliman dan sikap membangkang, ketika kebenaran 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 51-55: Pujian bagi orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab dan di antara 
sifat mereka yang terpuji. 



51. 1892 Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al Quran) 1893 kepada mereka agar 
mereka selalu mengingatnya 1894 . 



datang, ia malah menolaknya dan ketika disodorkan hawa nafsu, ia malah mengikutinya. Mereka telah 
menutup untuk diri mereka pintu-pintu hidayah dan jalannya serta membuka pintu-pintu kesesatan dan 
jalannya. Oleh karena itu, mereka bingung dalam kesesatannya dan terombang-ambing dalam 
kesengsaraannya. 

1892 Ibnu Jarir berkata: Telah menceritakan kepadaku Bisyr bin Adam, ia berkata: Telah menceritakan kepada 
kami 'Affan bin Muslim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, ia berkata: 
Telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Dinar dari Yahya bin Ja'dah (dari Rifa'ah Al Qurazhi), ia 
berkata: Ayat ini turun berkenaan dengan sepuluh orang, dan saya salah satunya, "Dan sungguh, Kami telah 
menyampaikan perkataan ini (Al Quran) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya" (Hadits ini 
diriwayatkan pula oleh Thabrani juz 5 hal. 46 dan 47. Haitsami berkata dalam Majma'uzzawa'id juz 7 hal. 
88, "Diriwayatkan oleh Thabrani dengan dua isnad; salah satunya bersambung dan para perawinya tsiqah, 
yaitu hadits ini, sedangkan hadts yang lain terputus.") 

1893 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyampaikan Al Qur'an dan menurunkannya secara berangsur-angsur 
karena rahmat dan kelembutan-Nya, di mana di antara faedahnya adalah agar dapat dipahami dengan baik. 

1894 Yaitu karena ayat-ayat-Nya diulang dan penjelasannya turun saat dubutuhkan Oleh karena itulah, 
turunnya secara berangsur-angsur adalah rahmat bagi mereka, sehingga tidak pantas bagi mereka memprotes 
sesuatu yang maslahatnya untuk mereka.. 

Beberapa faedah dan pelajaran yang dapat diambil dari kisah Nabi Musa dengan Fir'aun di atas 

1. Hanya orang-orang mukmin saja yang dapat mengambil pelajaran dari ayat -ayat Allah dan 
peristiwa-peristiwa yang diberlakukan-Nya terhadap umat-umat terdahulu yang kafir. Semakin 
tinggi imannya, maka semakin bertambah pula pengambilan 'ibrah (pelajaran)nya, dan bahwa Allah 
hanyalah mengarahkan kisah untuk mereka. Adapun selain mereka, maka Allah tidak peduli 
terhadapnya, dan lagi ayat-ayat-Nya tidak menjadi cahaya dan petunjuk bagi mereka. 

2. Allah Subhaanahu wa Ta'aala apabila menginginkan terjadinya sesuatu, maka Dia siapkan sebab- 
sebabnya dan member lakukannya sedikit demi sedikit dan bertahap; tidak sekaligus. 

3. Kaum yang tertindas, meskipun sangat tertindas sekali tidak patut baginya bersikap lemah dari 
menuntut haknya dan berputus asa untuk bangkit kepada yang lebih tinggi, terlebih apabila mereka 
terzalimi sebagaimana Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyelamatkan Bani Israil kaum yang ditindas 
oleh Fir'aun dan para pemukanya, lalu Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan kedudukan 
kepada mereka di bumi serta menjadikan mereka berkuasa. 

4. Suatu umat selama dalam keadaan tertindas; maka mereka tidak mampu menuntut haknya, tidak 
mampu menegakkan perkara agamanya maupun dunianya serta tidak memiliki kepemimpinan. 

5. Kelembutan Allah Subhaanahu wa Ta'aala terhadap ibu Nabi Musa 'alaihis salam, peringanan-Nya 
terhadap musibah yang menimpanya dengan kabar gembira, yakni bahwa Allah akan 
mengembalikan kepadanya anaknya dan menjadikannya termasuk rasul. 

6. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menakdirkan untuk hamba-Nya sebagian kesusahan agar dia 
memperoleh kegembiraan yang lebih besar dari itu atau terhindar dari keburukan yang lebih besar 
dari itu, sebagaimana Dia menakdirkan kepada ibu Nabi Musa 'alaihis salam kesedihan yang berat 
itu, namun menjadi sarana agar anaknya kembali kepadanya dengan cara yang membuat tenang 
jiwanya, sejuk penglihatannya dan bertambah gembira. 

7. Rasa takut secara tabi'at tidaklah menafikan keimanan, sebagaimana yang terjadi pada ibu Nabi 
Musa dan Musa 'alaihis salam itu sendiri. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




8. Iman dapat bertambah dan berkurang, dan termasuk hal yang menambahkan keimanan dan 
memperkuat keyakinan adalah bersabar ketika menghadapi sesuatu yang mencemaskan dan 
peneguhan dari Allah ketika kondisi seperti itu, sebagaimana firman Allah Ta'ala, " Seandainya 
tidakKami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman" yakni agar bertambah 
keimanannya dan tenteram hatinya. 

9. Termasuk nikmat yang paling besar dari Allah kepada hamba-Nya adalah peneguhan Allah 
kepadanya dan penjagaan-Nya terhadap hatinya ketika terjadi hal yang mengkhawatirkan dan ketika 
menghadapi peristiwa yang menegangkan, karena dengan begitu ia dapat berbicara tepat dan berbuat 
bijak, berbeda dengan keadaaan ketika ia sedang risau, takut dan gelisah, maka pikirannya menjadi 
hilang, konsentrasinya menjadi kacau dsb. 

10. Seorang hamba, jika mengetahui bahwa qadha' dan qadar serta janji Allah pasti terlaksana, maka ia 
tidak meremehkan dalam mengerjakan sebab, dan hal itu (mengerjakan sebab) tidaklah menafikan 
keimanannya kepada berita Allah. Hal itu, karena Allah telah berjanji kepada ibu Nabi Musa 'alaihis 
salam untuk mengembalikan kepadanya anaknya. Meskipun ia yakin terhadap janji Allah tersebut, 
namun ia tetap berusaha agar anaknya kembali, sampai-sampai ia mengutus saudara Musa untuk 
menelusuri anaknya. 

11. Bolehnya seorang wanita untuk keluar memenuhi kebutuhannya dan berbicara dengan laki-laki 
selama sesuai dengan norma-norma syari'at dan tidak ada kekhawatiran timbulnya fitnah 
sebagaimana yang terjadi pada saudari Musa dan dua wanita penduduk Madyan yang berbicara 
dengan Nabi Musa 'alaihis salam. 

12. Bolehnya mengambil upah terhadap kafalah (menanggung) dan radhaa' (penyusuan) serta 
menunjukkan orang yang siap melakukannya. 

13. Termasuk rahmat Allah kepada hamba-Nya yang lemah yang hendak dimuliakan-Nya adalah Dia 
memperlihatkan di antara ayat-ayat-Nya dan bukti-bukti-Nya yang membuat imannya bertambah, 
sebagaimana Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar ibunya mengetahui bahwa janji Allah 
adalah benar. 

14. Membunuh orang kafir yang mempunyai ikatan baik dengan 'akad maupun dengan 'uruf (adat yang 
berlaku) adalah tidak boleh, karena Nabi Musa 'alaihis salam menganggap pembunuhannya 
terhadap orang Qibthi yang kafir sebagai dosa dan Beliau meminta ampunan kepada Allah dari dosa 
itu. 

15. Orang yang membunuh jiwa dengan tanpa hak, tergolong orang yang sewenang-wenang yang 
hendak mengadakan kerusakan di bumi. 

16. Pemberitahuan orang lain kepada seseorang mengenai keadaan orang tersebut dengan maksud agar 
ia berhati-hati terhadap suatu bahaya yang mungkin sekali terjadi, tidaklah termasuk namimah (adu 
domba), bahkan terkadang menjadi wajib, sebagaimana pemberitahuan seseorang yang datang dari 
ujung kota kepada Musa menasihatinya agar segera meninggalkan kota tersebut. 

17. Jika seseorang takut dibunuh atau dibinasakan jika tetap tinggal di suatu tempat, maka janganlah ia 
tetap di sana, karena sama saja menjatuhkan dirinya ke jurang kebinasaan. 

18. Ketika dua mafsadat berhadapan, maka dilakukan mafsadat yang lebih ringan. 

19. Seorang peneliti dalam suatu ilmu ketika perlu menyampaikan dan tidak ada salah satu di antara dua 
pendapat yang rajih baginya, maka ia meminta petunjuk kepada Tuhannya serta meminta agar 
ditunjuki kepada yang lebih tepat di antara dua pendapat itu setelah hatinya bermaksud mencari 
yang hak, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengecewakan orang yang seperti ini keadaannya. 

20. Sayang kepada makhluk dan berbuat ihsan kepada orang yang dia kenal dan yang tidak dia kenal 
termasuk akhlak para nabi, dan termasuk ihsan adalah memberi minum hewan ternak dan membantu 
orang yang tidak mampu. 

21. Dianjurkan ketika berdoa menerangkan keadaan dirinya meskipun Allah sudah mengetahuinya, 
karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala senang kepada permohonan yang sungguh-sungguh dari 
hamba-Nya dan menampakkan kehinaan dirinya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



52. I895 Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al Kitab 1896 sebelum Al Quran, 
mereka beriman (pula) kepadanya (Al Quran itu). 

^pji-jL^« ^413^ llTb! Ujj^J^JI 4jl l^j Gwolf I3JLJ ^iJLc- ^JlL lijj 

53. Dan apabila (Al Quran) dibacakan kepada mereka 1897 , mereka berkata, "Kami beriman 
kepadanya, sesungguhnya (Al Quran) itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami 1898 . Sungguh, 
sebelumnya kami adalah orang muslim 1899 ." 



22. Malu termasuk akhlak yang terpuji, terlebih dari orang-orang yang mulia. 

23. Membalas kebaikan orang lain adalah kebiasaan baik yang dilakukan dari sejak dahulu. 

24. Seorang hamba apabila melakukan suatu amal karena Allah, lalu mendapatkan imbalan, maka 
tidaklah tercela. Sebagaimana yang dilakukan Nabi Musa 'alaihis salam ketika Beliau menerima 
balasan dari orang tua negeri Madyan tersebut, di mana Beliau tidak memintanya dan hatinya pun 
tidak menginginkan imbalan. 

25. Disyariatkannya ijarah (menyewa atau mengupah), dan bahwa ijarah bisa berlaku dalam hal 
menggembala kambing dan sebagainya dari orang yang tidak mampu bekerja, selanjutnya 
dikembalikan kepada uruf (kebiasaan). 

26. Boleh menyewa dengan memberikan manfaat, meskipun manfaatnya adalah bisa menikah. 

27. Pilihan seorang untuk puterinya laki-laki yang dia pilih tidaklah tercela. 

28. Sebaik-baik pekerja adalah orang yang kuat lagi terpercaya. 

29. Termasuk akhlak yang mulia adalah seseorang berbuat ihsan kepada karyawan dan pembantunya 
serta tidak memberatkan pekerjaannya. 

30. Bolehnya melakukan 'akad ijarah dan lainnya tanpa menghadirkan saksi berdasarkan firman ayat, 
"Dan Allah menjadi saksi terhadap apa yang kita ucapkan. " 

31. Termasuk hukuman paling besar adalah ketika seseorang menjadi pemimpin dalam keburukan dan 
kesesatan, dan hal itu tergantung sejauh mana penentangannya terhadap ayat-ayat Allah Subhaanahu 
wa Ta'aala, sebagaimana termasuk nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada hamba- 
Nya adalah dijadikan-Nya sebagai pemimpin kebaikan, yang memberi petunjuk lagi mendapat 
petunjuk. 

32. Dalam kisah tersebut tedapat bukti kenabian dan kerasulan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, 
di samping dalam perintah dan larangan juga terdapat bukti kebenaran Beliau, demikian pula pada 
kepribadian Beliau (lihat Taisirul Karimir Rahmaan karya Syaikh As Sa'diy rahimahullah). 

1895 Ayat ini turun berkenaan dengan segolongan orang yang masuk Islam dari kalangan Yahudi (seperti 
Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya) dan Nasrani (yang datang dari Habasyah dan Syam). Ayat ini 
menerangkan keagungan Al Qur'an dan kebenarannya, di mana orang-orang yang berilmu mengetahuinya 
dan mengimaninya serta mengakui kebenarannya. 

1896 Y a itu kitab Taurat dan Injil yang masih murni. 

1897 Yakni maka mereka mendengarkan dan tunduk kepadanya. 

1898 Karena sejalan dengan yang dibawa para rasul dan sesuai dengan yang disebutkan dalam kitab-kitab, di 
samping itu beritanya benar, perintah dan larangannya sangat bijaksana. 

Persaksian dan ucapan mereka ini bermanfaat bagi mereka, karena keluar atas dasar ilmu dan bashirah (mata 
hati) di mana mereka adalah orang-orang yang adil. Adapun Ahli Kitab yang lain yang menolaknya, maka 
keadaannya antara jahil (tidak tahu), pura-pura jahil atau menentang yang hak. Oleh karena itulah dalam ayat 
lain Allah berfirman, "Katakanlah, "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak perlu beriman (sama saja bagi 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



54. Mereka itu diberi pahala dua kali 1900 (karena beriman kepada Taurat dan Al Qur'an) disebabkan 
kesabaran mereka 1901 , dan 1902 mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menginfakkan 
sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka. 

55. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk 1903 , mereka berpaling darinya dan 
berkata 1904 , "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu 1905 , semoga selamatlah 
kamu 1906 , kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang jahil." 

Ay at 56-59: Hanya Allah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman, nikmat 
Allah kepada kaum Quraisy, penjelasan keadilan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yaitu tidak 
membinasakan negeri-negeri kecuali jika penduduknya zalim. 

56. 1907 Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau 
kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui 
orang-orang yang mau menerima petunjuk. 

Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan 
kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, " (Terj. Al Israa': 107) 

1899 Yakni orang yang mentauhidkan (mengesakan) Allah. Oleh karena itu, Allah meneguhkan kami di atas 
keimanan sehingga kami benarkan pula Al Qur'an, kami imani kitab sebelumnya dan kitab yang datang 
sekarang, sedangkan selain kami membatalkan keimanannya kepada kitab sebelumnya karena mendustakan 
Al Qur'an ini. 

1900 Yakni pahala karena iman yang pertama dan iman yang kedua. 

1901 Untuk tetap beriman dan mengamalkannya. Kedudukan dan hawa nafsu tidak menghalangi mereka 
beriman. 

1902 Di antara akhlak mereka yang utama, yang timbul dari iman yang benar adalah mereka menolak 
kejahatan dengan kebaikan. Kebiasaan mereka adalah berbuat ihsan kepada setiap orang bahkan kepada 
orang yang berbuat jahat kepada mereka baik dengan ucapannya maupun dengan perbuatannya, mereka 
membalasnya dengan ucapan yang baik dan perbuatan yang baik karena mereka mengetahui keutamaan 
akhlak yang mulia ini dan bahwa tidak ada orang yang diberi taufik kepadanya kecuali orang yang 
memperoleh keberuntungan yang besar. 

1903 Dari orang yang jahil. 

1904 Sebagaimana perkataan ibaadurrahman, lihat Al Furqaan: 63. 

1905 Yakni, masing-masing akan mendapatkan balasan sesuai amal yang dikerjakannya, ia tidak menanggung 
dosa orang lain dan orang lain pun tidak menanggung dosanya. Ini menunjukkan, bahwa mereka berlepas 
diri dari orang-orang yang jahil, yakni dari perkataan dan perbuatan mereka yang sia-sia serta pembicaraan 
yang tidak ada faedahnya. 

1906 Bisa juga diartikan, bahwa kamu akan selamat atau aman dari gangguan kami, yakni kami tidak akan 
membalasnya, atau kamu tidak mendengarkan dari kami selain kebaikan. 

1907 Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada J 
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada pamannya menjelang wafatnya, "Katakanlah, 
"Laailaahaillallah" agar aku dapat bersaksi dengannya untukmu di hadapan Allah." Namun ia menolaknya, 
maka Allah menurunkan ayat, "Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang 
yang engkau kasihi, ...dst" 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



57. Dan mereka 1908 berkata, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan 
diusir 1909 dari negeri kami." (Allah berfirman), "Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan 
mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman 1910 , yang didatangkan ke tempat itu buah- 
buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi 
kebanyakan mereka tidak mengetahui. 

> - * = ^ _ t 

58. Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya 1911 
yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah 
mereka, kecuali sebagian kecil 1912 . Dan Kamilah yang mewarisinya 



Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan, bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi 
wa sallam tidaklah mampu memberikan hidayah taufiq (untuk mengikuti) kepada siapa pun, termasuk orang 
yang paling Beliau cintai seperti paman Beliau Abu Thalib. Beliau hanyalah memberikan hidayah irsyad 
(menunjukkan dan memberitahukan mana yang hak dan mana yang batil, mana jalan yang lurus dan mana 
jalan yang bengkok). Hidayah taufiq berada di Tangan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, Dia menunjuki siapa 
saja yang Dia kehendaki sehingga ia mau menempuhnya, Dia mengetahui siapa yang cocok memperoleh 
hidayah-Nya sehingga Dia berikan hidayah dan mengetahui siapa yang tidak cocok memperoleh hidayah 
sehingga Dia biarkan di atas kesesatannya. 

1908 Yakni orang-orang yang mendustakan dari kalangan kaum Quraisy dan penduduk Mekah. 

1909 Termasuk pula dibunuh, ditawan dan dirampas harta kami. Karena orang-orang telah memusuhimu dan 
menyelisihimu, jika kami mengikutimu, maka berarti kami siap dimusuhi oleh semua manusia, sedangkan 
kami tidak memiliki kemampuan. 

Ucapan ini menunjukkan buruk sangkanya mereka kepada Allah, dan menyangka bahwa Allah tidak akan 
memenangkan agama-Nya serta meninggikan kalimat-Nya. Mereka menyangka bahwa orang-orang yang 
mendustakan berada di atas orang-orang yang beriman, sehingga nanti mereka akan menimpakan siksaan 
yang pedih dan mereka mengira bahwa yang batil akan mengalahkan yang hak. Maka pada lanjutan ayatnya, 
Allah menjelaskan keadaan mereka secara khusus daripada yang lain serta kelebihan yang Allah berikan 
kepada mereka. 

1910 Di mana mereka aman dari penyerangan dan pembunuhan yang dilakukan oleh sebagian orang Arab 
kepada yang lain. Tempat tersebut dikunjungi oleh banyak orang, dihormati oleh orang yang dekat maupun 
jauh, dan penduduknya tidak dibuat ribut, sedangkan tempat-tempat yang lain di sekeliling mereka diliputi 
ketakutan dari berbagai sisi, penduduknya tidak aman dan tenteram, oleh karena itu hendaklah mereka puji 
dan syukuri Tuhan mereka karena nikmat yang sempurna itu dan karena rezeki yang banyak yang 
didatangkan kepada mereka dari setiap tempat, dan hendaknya mereka mengikuti Rasul yang mulia ini (Nabi 
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) agar keamanan dan rezeki yang banyak itu menjadi sempurna 
untuk mereka, serta hendaknya mereka tidak mendustakannya dan bersikap sombong atas nikmat Allah itu 
yang mengakibatkan keadaan mereka yang sebelumnya aman menjadi ketakutan, mulia menjadi hina, dan 
kaya menjadi miskin. Oleh karena itulah pada ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengancam 
mereka dengan mengingatkan tindakan-Nya terhadap umat-umat sebelum mereka. 

1911 Yang telah berbangga-bangga dan dibuat lalai oleh kesenangan yang diperolehnya sehingga tidak 
beriman kepada para rasul, lalu Allah membinasakan mereka, menghilangkan kesenangan itu dan 
menimpakan hukuman. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



59. 1914 Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul 
di ibukotanya 1915 yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka 1916 ; dan tidak pernah (pula) 
Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman 1917 . 

Ay at 60-66: Kehidupan dunia adalah kesenangan sementara dan kehidupan akhirat itulah 
kehidupan yang kekal dan abadi, sebagian keadaan yang akan disaksikan pada hari Kiamat, 
dan permintaan pertanggung jawaban di hari Kiamat kepada orang-orang yang 
mempersekutukan Allah. 

Q jiflJiJ I ^JU !j J<j>- 4i)T J^S> La j LgXjujj jJ I 3 j^e-lf £SL*3 f. ^Jm £jA I "L*J 

60. 1918 Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan, dsb.) yang diberikan kepada kamu, maka itu 
adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya 1919 ; sedang apa yang di sisi Allah 1920 adalah 
lebih baik dan lebih kekal 1921 . Tidakkah kamu mengerti 1922 ? 



1912 Karena kebinasaan berturut-turut menimpa mereka sehingga membuat generasi setelah mereka takut 
menempatinya kecuali sekedar lewat saja. 

1913 Maksudnya, setelah mereka hancur tempat itu kosong dan tidak diramaikan lagi, sehingga kembalilah ia 
kepada pemiliknya yang hakiki yaitu Allah. 

1914 Di antara hikmah dan rahmat Allah adalah Dia tidak mengazab suatu umat pun karena kekafiran dan 
kemaksiatan mereka kecuali setelah ditegakkan hujjah, dengan diutus para rasul kepada mereka. 

1915 Yakni di pusat kota yang sering didatangi manusia, di mana berita di sana mudah tersiar ke berbagai 
daerah. 

1916 Yang menunjukkan benarnya apa yang mereka bawa dan benarnya seruan mereka serta memberikan 
peringatan kepada mereka sebelum azab datang, sehingga firman-Nya sampai kepada orang yang dekat 
maupun jauh, berbeda dengan pengutusan rasul di daerah-daerah terpencil yang biasanya keadaannya 
tersembunyi dan penduduknya terlalu kolot, adapun di daerah kota, biasanya berita mudah tersiar dan 
penduduknya tidak terlalu kolot. 

1917 Dengan kekafiran dan kemaksiatan lagi berhak mendapatkan hukuman. Kesimpulannya, Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah mengazab seorang pun kecuali karena kezalimannya dan setelah ditegakkan 
hujjah kepadanya. 

1918 Ayat ini merupakan dorongan dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada hamba-hamba-Nya untuk 
bersikap zuhud terhadap dunia dan tidak tertipu olehnya serta lebih berharap kepada kesenangan di akhirat 
(surga) serta menjadikan hal itu sebagai cita-citanya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan, bahwa 
semua yang diberikan kepada manusia, baik emas, perak, hewan, perhiasan, barang-barang, wanita, anak- 
anak, makanan dan minuman serta kenikmatan duniawi lainnya, adalah kesenangan kehidupan dunia dan 
perhiasannya, yakni dipakai bersenang-senang dalam waktu sesaat dan terbatas, penuh dengan kekurangan, 
kesusahan dan kesedihan, kemudian akan segera hilang dan habis sehingga pemiliknya kecewa dan rugi. 

1919 Selanjutnya akan fana' (binasa). 

1920 Berupa kenikmatan yang kekal dan kehidupan yang sejahtera. 

1921 Yakni lebih baik sifatnya dan jumlahnya lagi kekal selama-lamanya. 

1922 Maksudnya, tidakkah kamu memiliki akal sehingga kamu dapat menimbang, manakah yang lebih layak 
didahulukan dan negeri mana yang lebih layak diutamakan; yang kekal atau sementara? Hal ini 
menunjukkan, bahwa semakin cerdas akal seseorang, maka semakin besar pengutamaannya kepada akhirat, 
dan bahwa tidaklah seseorang mengutamakan dunia, kecuali karena kekurangan pada akalnya. Oleh karena 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




61. Maka apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu dia 
memperolehnya 1923 , dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi 1924 , 
kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang yang diseret (ke dalam neraka)? 



62. 1925 Dan (ingatlah) hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka 1926 dan berfirman, "Di manakah 1 ' 
sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka 1928 ?" 



63. Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman berkata 1929 , "Ya Tuhan kami, 
mereka inilah 1930 orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka 



itulah, pada ayat selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyadarkan akal agar mau menimbang 
kesudahan dari mengutamakan dunia dengan kesudahan dari mengutamakan akhirat. 

1923 Yakni apakah sama seorang mukmin yang berusaha untuk akhirat karena mengingat janji Allah di 
akhirat berupa surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya dengan orang yang mengambil kesenangan 
dunia, yang makan dan minum serta bersenang-senang sebagaimana hewan, sibuk dengan dunianya sampai 
lupa dengan akhirat, tidak mempedulikan petunjuk Allah dan tidak tunduk kepada rasul-Nya, dan ia tetap 
seperti itu, di mana ia tidak mengambil bekal dari dunia mi selain kerugian dan kebinasaan? Apakah 
keduanya sama? Selain itu, di akhirat ia termasuk orang yang dihadapkan untuk dihisab sedangkan dirinya 
tidak menyiapkan kebaikan untuk dirinya, bahkan hal yang membahayakan yang dia siapkan, bagaimanakah 
keadaannya nanti dan apa yang dapat dia lakukan dengan amalnya itu? Oleh karena itu, hendaknya orang 
yang berakal melihat keadaan dirinya, mana yang lebih dia pilih dan dia dahulukan serta apa yang telah dia 
siapkan? Sesungguhnya orang yang diberi kenikmatan hidup duniawi, tetapi tidak mempergunakannya sama 
sekali untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat, maka dia siap diseret ke dalam neraka. 

1924 Yang memiliki kekurangan, keterbatasan dan tidak kekal. 

1925 Ini adalah pemberitahuan dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala tentang pertanyaan-Nya nanti kepada semua 
makhluk, dan bahwa Dia akan bertanya tentang perkara yang paling penting, yaitu tentang ibadah mereka 
kepada Allah di mana karena itulah mereka diciptakan, demikian pula tentang jawaban terhadap para rasul. 

1926 Yakni untuk menerangkan lemahnya sekutu-sekutu itu (patung dan berhala yang mereka sembah selain 
Allah). Serta menerangkan kesesatan mereka. 

1927 Yakni di mana mereka, mana manfaatnya dan mana bukti mereka mampu membela kamu? Ketika itu 
jelaslah, bahwa sekutu-sekutu yang mereka sembah selain Allah itu adalah batil, lenyap zatnya dan apa yang 
mereka harapkan darinya. Oleh karena itulah, mereka mengakui kesesatannya. 

1928 Hal ini menunjukkan bahwa sekutu-sekutu itu hanyalah sangkaan dan kedustaan mereka, padahal Allah 
tidak memiliki sekutu. 

1929 Maksudnya, para pemimpin kekafiran dan keburukan berkata sambil mengakui kesesatannya, atau bisa 
juga maksud "orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman" adalah mereka (sesembahan- 
sesembahan orang kafir) yang disekutukan dengan Allah. 

1930 Yakni para pengikutnya. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



sebagaimana kami (sendiri) sesat 1931 , kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari 
mereka 1932 ), mereka sekali-kali tidak menyembah kami 1933 ." 

64. Dan dikatakan (kepada mereka), "Serulah sekutu-sekutumu 1934 ," lalu mereka menyerunya, 
tetapi yang dieru tidak menyambutnya 1935 , dan mereka melihat azab 1936 . (Mereka itu berkeinginan) 
sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk 1937 . 

65. Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, "Apakah 
jawabanmu terhadap para rasul 1938 ?" 

66. Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu 1939 , karena itu mereka tidak 
saling bertanya. 

Ay at 67-75: Keberuntungan bagi orang-orang yang bertobat, hanya Allah sendiri yang 
berhak menentukan segala sesuatu, dan penampakkan butuhnya manusia kepada Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. 

{^5 ^_j^SjljS\ {j* ^j_jj>h l)I l_$^> l^ii^ J/j J^lsjOb j-o llli 

67. 1940 Adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah- 
mudahan dia termasuk orang yang beruntung 1941 . 



Yakni bahwa mereka menyesatkan pengikut-pengikutnya adalah dengan kemauan pengikut-pengikut itu 
sendiri, bukan karena paksaan dari pihak mereka, sebagaimana mereka sendiri sesat karena kemauan mereka 
pula. 

1932 Demikian pula ibadah yang mereka lakukan. 

1933 Yang mereka sembah adalah setan. 

1934 Untuk memberi manfaat kepadamu atau menghindarkan azab. Mereka diperintahkan memanggil sekutu- 
sekutu itu untuk menolong mereka saat itu. 

1935 Orang-orang yang kafir itu akhirnya menyadari bahwa bahwa mereka telah berdusta dan berhak 
mendapatkan hukuman. 

1936 i 



i>!37 



Dengan mata kepala mereka setelah sebelumnya mereka mendustakan dan mengingkarinya. 
Bisa juga diartikan, "Kalau sekiranya mereka mendapatkan petunjuk, tentu tidak akan terjadi hal itu, dan 



tentu mereka akan ditunjuki ke surga." 



Yakni, apakah kamu membenarkan mereka dan mengikutinya atau mendustakan mereka dan 



menyelisihinya? 



1>>3>! 



Sudah maklum (diketahui), bahwa tidak ada cara yang dapat menyelamatkan dalam kondisi seperti itu 
kecuali menjawab dengan jawaban yang benar yang sesuai dengan keadaan, yaitu menjawab dengan iman 
dan ketundukan, akan tetapi karena mereka mengetahui sikap pendustaan dan penentangan mereka, maka 
mereka tidak mengucapkan apa pun, dan tidak mungkin bagi mereka saling bertanya-tanya antara sesama 
mereka tentang apa yang mereka harus jawab meskipun dusta. 



Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan pertanyaan-Nya kepada makhluk tentang 
sesembahan mereka dan tentang rasul yang diutus kepada mereka, maka Allah menyebutkan jalan yang 
dengannya seorang hamba dapat selamat dari siksa Allah, yaitu dengan bertobat dari syirk dan maksiat, 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



68. Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak 
ada pilihan 1942 . Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan 1943 . 

Cjl ^Lj3^H ^-4>jj-L^> J^Sy L« JUL _£Jjjj 

69. Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka 
nyatakan (dengan lisan mereka). 

70. Dan Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, segala puji bagi-Nya 1944 
di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan 1945 dan kepada-Nya kamu dikembalikan 1946 . 

|ll^a_) j^sslJIj Ajdl^Lp All! ^lllaJlv.^ Jl IjLo^u, JJl J-£=*J£ 4JJ! Jj^- ol^o 1 LJ^ 

t s - 

Nil 

71. 1947 Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan malam itu terus 
menerus sampai hari kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang 
kepadamu 1948 ? Apakah kamu tidak mendengar 1949 ?" 



beriman kepada Allah lalu menyembah-Nya, beriman kepada para rasul-Nya lalu membenarkan mereka, 
beramal saleh sambil mengikuti rasul-Nya. 

1941 Yakni orang-orang yang memperoleh janji Allah. 

1942 Yakni jika Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus 
mengikuti dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. 

1943 Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari memiliki sekutu, pembantu, anak, istri dsb. yang disekutukan 
dengannya oleh orang-orang musyrik. 

1944 Karena sifat-sifat-Nya yang agung dan indah, karena pemberian-Nya kepada makhluk-Nya, dan karena 
perbuatannya berjalan di antara keadilan dan ihsan. 

1945 Maksudnya, Allah sendirilah yang menentukan segala sesuatu dan ketentuan-ketentuan itu pasti berlaku 
dan Dia pula yang mempunyai kekuasaan yang mutlak. Allah Subhaanahu wa Ta'aala hakim di dua tempat; 
di dunia dan akhirat. Di dunia, dengan hukum qadari (taqdir) dan hukum syar'i-Nya, sedangkan di akhirat 
dengan hukum qadari dan jazaa'i (pembalasan). 

1946 Dia akan membalas perbuatan masing-masingnya; baik atau buruk. 

1947 Ayat mi menjelaskan nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya, di mana Dia mengajak mereka 
mensyukuri-Nya, melaksanakan ibadah kepada-Nya dan memenuhi hak-Nya. Dia menjadikan untuk mereka 
karena rahmat-Nya siang agar mereka mencari karunia Allah dan bertebaran mencari rezeki-Nya, dan Dia 
jadikan malam agar mereka dapat tenang dan beristirahat. Badan dan diri mereka dapat beristirahat dari 
kelelahan bekerja di siang hari, ini merupakan karunia Allah dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. 
Apakah ada yang mampu berbuat seperti itu? 

1948 Untuk mencari penghidupan. 

1949 Nasehat-nasehat Allah dan ayat-ayat-Nya yang menghasilkan pemahaman lalu kamu berhenti berbuat 
syirk. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




72. Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu 
terus menerus sampai hari kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam 
kepadamu sebagai waktu beristirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan 1950 ?" 



73. Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada 
malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu 
bersyukur kepada-Nya. 



74. 1951 Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, "Di manakah 
sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka 1952 ?" 



75. Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi 1953 , lalu Kami katakan, "Kemukakanlah 
bukti kebenaranmu 1954 ," maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah 1955 dan 
lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan 1956 . 



1950 Yakni bagian-bagian yang perlu kamu ambil sebagai pelajaran sehingga bashirah(mata hati)mu bersinar 
dan kamu pun akhirnya mau menempuh jalan yang lurus, atau maksudnya, "Apakah kamu tidak 
memperhatikan kesalahan yang kamu lakukan, sehingga kamu berhenti dari berbuat syirk." 

Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengatakan, "Apakah kamu tidak mendengar?" untuk malam hari, dan 
mengatakan, "Apakah kamu tidak memperhatikan?" untuk siang hari. Karena mendengar lebih kuat di 
malam hari daripada kuatnya penglihatan, sedangkan di siang hari penglihatan lebih kuat daripada kuatnya 
pendengaran. Dalam ayat ini terdapat peringatan agar seorang hamba memikirkan nikmat yang Allah 
berikan dan mengqiaskannya jika sekiranya tidak ada, karena ketika seseorang menimbang antara keadaan 
ketika adanya dengan keadaan ketika tidak adanya, maka dapat mengingatkan akal betapa besarnya nikmat 
itu. 

1951 Pada hari Kiamat, Allah Subhaanahu wa Ta'aala ingin menampakkan sikap beraninya mereka kepada 
Allah, dustanya sangkaan mereka dan bahwa pada akhirnya mereka mendustakan diri mereka sendiri. 

1952 Yakni yang dahulu kamu sangka bahwa mereka adalah sekutu-sekutu bagi Allah, mereka berhak 
disembah, dapat memberi manfaat dan menimpakan bahaya. 

1953 Yang dimaksud saksi di sini ialah rasul yang telah diutus kepada mereka waktu di dunia. Ada pula yang 
menafsirkan, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala mendatangkan salah seorang dari mereka (yang 
mendustakan) seorang yang menjadi tokohnya yang siap membela kawan-kawannya, yang kemudian ditanya 
oleh Allah, "Kemukakanlah bukti kebenaranmu," Yakni yang membenarkan perbuatan syirkmu. Apakah 
Kami memerintahkan demikian atau para rasul kami memerintahkan demikian? Apakah hal tersebut 
disebutkan dalam salah satu di antara kitab-kitab yang Kami turunkan? 

1954 Terhadap perbuatan syirkmu. 

1955 Maksudnya, pada waktu itu mereka yakin, bahwa apa yang telah diterangkan Allah dengan perantaraan 
Rasul-Nya itulah yang benar dan bahwa hanya Allah yang berhak disembah; tidak selain-Nya. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 76-80: Kisah Karun dan kesombongannya, dan peringatan agar tidak tertipu dengan 
kesenangan dunia yang sementara. 

> j, ^ 

@ oi>- J3\ V ^osT oi V /4J J is ii s^UT J}i a^aiJL 

76. 1957 Sesungguhnya Karun termasuk kaum Musa 1958 , tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka 1959 , 
dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh 
berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat 1960 . (Ingatlah) ketika kaumnya 1961 berkata 
kepadanya, "Janganlah engkau terlalu bangga 1962 . Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang 
membanggakan diri." 

77. 1963 Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah 
kepadamu 1964 , tetapi jangan lupakan bagianmu di dunia 1965 dan berbuat baiklah (kepada orang lain) 
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di 
bumi 1966 . Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. 

>* o- 4 9-?-A" o^? ^ LA ' ^ jUji <s>}^ v*-^ 



-adakan 
ltu. 

1957 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan keadaan Qarun, perbuatan yang dilakukan olehnya, dan 
bahwa ia telah dinasihati sebelumnya. 

1958 Karun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa 'alaihis salam atau termasuk Bani Israil. 

1959 Dengan bersikap sombong. 

1960 Jika kuncinya saja sudah berat, lalu bagaimana dengan harta kekayaannya. 

1961 Yang mukmin dari kalangan Bani Israil. 

1962 Dengan kenikmatan yang besar itu dan sampai membuatnya lalai dari akhirat. 

1963 Yakni engkau wahai Qarun telah memiliki sarana-sarana untuk mengejar akhirat yang tidak dimiliki oleh 
selainmu. Oleh karena itu, carilah pahala di sisi Allah dengan harta-hartamu, seperti menyedekahkannya 
sebagian dari rezeki itu di jalan Allah dan jangan hanya digunakan untuk memuaskan nafsu. 

1964 Berupa harta, yakni agar engkau infakkan di jalan Allah. 

1965 Yakni Allah tidaklah memerintahkannya untuk menyedekahkan semua hartanya sehingga hartanya habis 
tanpa bersisa, bahkan sisihkanlah hartamu untuk akhirat, dan silahkan bersenang-senang dengan duniamu, 
namun tidak sampai melubangi agamamu dan merusak akhiratmu. 

1966 Yaitu dengan bersikap sombong serta mengerjakan kemaksiatan, dan sibuk dengan nikmat itu sampai 
lupa kepada Pemberi nikmat (Allah). 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



78. Dia (Karun) berkata 1967 , "Sesungguhnya aku diberi harta itu, semata-mata karena ilmu yang ada 
padaku 1968 ." 1969 Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang 
lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? 1970 Dan orang-orang yang berdosa 
itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka 1971 . 

v ^Jj! La Jla III CUJLIJ ^Jlll 3jI>JI ^J_JJ*L>ji ^J_J-^> ^_<XajJ (J £Tj^ 

79. 1972 Maka keluarlah dia (Karun) kepada kaumnya dengan kemegahannya 1973 . Orang-orang yang 
menginginkan kehidupan dunia 1974 berkata, "Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan 
seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai 
keberuntungan yang besar 1975 ." 

% IfJti % &J±^ J^j <J*\> ^JjS- M ±>\y jU=*fe W ^lJ$ J^i 

80. Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu 1976 berkata 1977 , "Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala 
Allah 1978 lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh 1979 , dan (pahala yang 
besar) 1980 itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar 1981 ." 



Membantah nasehat kaumnya lagi kufur kepada nikmat Tuhannya. 

1968 Maksudnya, aku memperoleh harta itu karena usaha dan pengalamanku dengan berbagai macam usaha 
serta karena kepandaianku atau karena Allah mengetahui keadaannku; Dia mengetahui bahwa aku cocok 
memperolehnya, oleh karena itu mengapa kamu menasihatiku tentang pemberian Allah kepadaku? 

1969 Ajjah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menerangkan, bahwa pemberian-Nya tidaklah menunjukkan 
bahwa keadaan orang yang diberi itu baik. 

1970 Yakni, apa yang menghalangi untuk dibinasakannya Qarun, padahal sunnatullah berlaku untuk 
membinasakan orang yang seperti itu jika ia memang melakukan perbuatan yang menghendaki untuk 
dibinasakan. 

1971 Yakni, Allah akan menghukum mereka, mengazab mereka sesuai yang Dia ketahui tentang mereka. Oleh 
karena itu, meskipun mereka menetapkan keadaan yang baik untuk diri mereka, bersaksi bahwa mereka 
berhak selamat, namun ucapan itu tidaklah diterima, dan bahwa hal itu tidaklah menolak azab sedikit pun, 
karena dosa mereka tidaklah samar. 

1972 Qarun senantiasa membangka 
bersikap ujub (bangga diri) dan harta yang diperolehnya membuatnya tertipu. 

1973 Karun keluar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan segala 
kemewahannya untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya. Ketika orang-orang melihatnya, 
maka terbagilah dua golongan; golongan yang menginginkan kehidupan dunia dan golongan yang berilmu. 

1974 Harapan mereka tertuju dan terbatas sampai di dunia. 

1975 Kalau sekiranya kehidupan itu hanya di dunia yang fana ini saja, maka memang itu adalah 
keberuntungan yang besar, karena ia memperoleh kenikmatan yang luar biasa, di mana semua kebutuhannya 
terpenuhi, namun sayang kenikmatan itu tidak sempurna, terbatas dan hanya sementara, sedangkan di sana 
ada kehidupan yang kekal abadi dan kenikmatannya pun sempurna, yaitu surga. 



l')7d 



Mereka mengetahui hakikat sesuatu, melihat bagian dalam dunia ini ketika orang banyak hanya melihat 



bagian luar. 



1977 



Sambil merasakan sakit hati karena harapan kaumnya yang salah, meratapi keadaan mereka dan 



mengingkari perkataan mereka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 81-84: Hukuman atas kesombongan Karun, dan bahwa sumber kebahagiaan adalah 

takwa. 



81. 1982 Maka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi 1983 . Maka tidak ada 
baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah. Dan dia tidak termasuk orang- 
orang yang dapat membela diri 1984 . 

82. Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Karun) itu berkata 1985 , 
"Aduhai, benarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara 
hamba-hamba-Nya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba- 
Nya) 1986 . Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita, tentu Dia telah 
membenamkan kita (pula) 1987 . Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung 1988 orang-orang yang 
mengingkari (nikmat Allah)." 

. », V ' (•» , * > " , * A s ' V" * - - " 



can di akhirat berupa surga dengan kenikmatan yang ada di dalamnya yang disenangi oleh jiwa dan 
indah dipandang mata. 

1979 Daripada yang diberikan kepada Qarun di dunia. 

1980 Bisa juga maksudnya, bahwa tidak ada yang diberi taufik kepadanya kecuali orang-orang yang sabar. 

1981 Di atas ketaatan kepada Allah dan menjauhi maksiat, serta bersabar terhadap takdir Allah yang terasa 
pedih. Mereka bersabar terhadap kesenangan dunia sehingga tidak membuat mereka lalai dari beribadah 

Tuhan mereka. 



Saat kesombongan Karun dan ujub (bangga dirinya) semakin meningkat. 

1983 Sebagai balasan yang sesuai dengan amalnya. Oleh karena dia meninggikan dirinya di hadapan hamba- 
hamba Allah, maka Allah menempatkannya pada bagian yang paling bawah, demikian pula rumah dan harta 
bendanya. 

1984 Ketika azab datang, dia tidak ditolong dan tidak dapat membela diri. 

1985 Sambil merasa sakit hatinya, mengambil pelajaran dan takut tertimpa azab seperti yang menimpa Karun. 

1986 Yakni ketika seperti ini, kami pun mengetahui bahwa pelapangan rezeki untuk Karun tidaklah 
menunjukkan bahwa dia di atas kebaikan dan bahwa ucapan kami yang menyatakan bahwa dia memperoleh 
keberuntungan yang besar ternyata salah. 

1987 Oleh karena itu, kebinasaan Karun merupakan hukuman baginya, pelajaran dan nasehat bagi selainnya. 

1988 Di dunia maupun akhirat. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



83. 1989 Negeri akhirat 1990 itu, Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri 1991 
dan tidak berbuat kerusakan di bumi 1992 . Dan kesudahan (yang baik) 1993 itu bagi orang-orang yang 
bertakwa 1994 . 

* " > ^* 

IjjlTLo SfjollLlJ! Iji^ ^^y„jJI <£j£ r 'fe 't^=r ^3 ^jJ>- 4ll>JL> 'X* ^ 

C§5 

84. 1995 Barang siapa datang dengan (membawa) kebaikan 1996 , maka dia akan mendapat (pahala) 
yang lebih baik daripada kebaikannya itu 1997 ; dan barang siapa datang dengan (membawa) 
kejahatan 1998 , maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan 
(seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. 

Ayat 85-88: Janji Allah untuk memenangkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam 

atas kaumnya. 

85. Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum- 
hukum) Al Quran 1999 , benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali 2000 . 2001 Katakanlah 



Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan Karun dan kesenangan dunia yang diberikan 
kepadanya serta kesudahan yang diperolehnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mendorong manusia 
agar mengutamakan akhirat (surga) serta menyebutkan sebab yang dapat menyampaikan ke sana. 

1990 Yang dimaksud negeri akhirat di sini ialah kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. 

1991 Mereka tidak memiliki keinginan agar berada di atas hamba-hamba Allah, bersikap sombong kepada 
mereka (dengan merendahkannya) dan kepada kebenaran (dengan menolaknya). Jika mereka tidak 
berkeinginan seperti itu, maka berarti keinginan mereka adalah tertuju kepada Allah dan kepada negeri 
akhirat, keadaan mereka tawadhu' kepada hamba-hamba Allah, serta tunduk kepada kebenaran dan beramal 
saleh. 

1992 Dengan melakukan maksiat. 

1993 Maksudnya, keberuntungan dan keberhasilan di dunia dan di akhirat. 

1994 Meskipun awalnya mereka mengalami berbagai penderitaan. 

1995 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan tentang berlipatgandanya karunia-Nya dan sempurnanya 
keadilan-Nya. 

1996 Kebaikan di sini mencakup semua yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, berupa ucapan, amal yang 
tampak maupun tesembunyi (seperti amal hati), baik yang terkait dengan hak Allah maupun hak hamba- 
hamba-Nya. 

1997 Yaitu mendapatkan sepuluh kebaikan dan bisa lebih dari itu tergantung niat, kondisi orang yang beramal, 
amal yang dikerjakannya, manfaatnya, sasarannya, dsb. 

1998 Mencakup semua yang dilarang Alah dan Rasul-Nya. 

1999 Yakni Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang menurunkan Al Qur'an, mewajibkan hukum-hukumnya 
(untuk diamalkan), menerangkan yang halal dan yang haram dan memerintahkan Beliau untuk 
menyampaikan Al Qur'an kepada manusia. 

2000 Yang dimaksud dengan tempat kembali di sini ialah kota Mekah, di mana Beliau rindu pergi kepadanya. 
Ini adalah suatu janji dari Allah bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam akan kembali ke 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



(Muhammad), "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam 
kesesatan yang nyata 2002 ." 

86. Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar kitab (Al Quran) itu diturunkan 
kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu 2003 , sebab itu janganlah sekali-kali 
engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafrr 2004 , 

_„ ^* > ^ * 

87. Dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau (Muhammad) untuk (menyampaikan) 
ayat-ayat Allah 2005 , setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah (manusia) agar 
(beriman) kepada Tuhanmu 2006 , dan janganlah engkau termasuk orang-orang musyrik. 

@ 

88. Dan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak 
disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya 2007 . Segala keputusan menjadi 
wewenangnya 2008 , dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan 2009 . 

Mekah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun kedelapan hijrah saat Nabi shallallahu 
'alaihi wa sallam menaklukkan Mekah. Ini merupakan suatu mukjizat bagi Nabi. Bisa juga maksudnya, 
bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan mengembalikan Beliau dan selain Beliau ke akhirat, yang di sana 
amal mereka diberikan balasan. 

2001 Ayat ini turun sebagai jawaban terhadap perkataan kaum kafir Mekah, bahwa Beliau berada dalam 
kesesatan. 

2002 Sudah maklum, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Beliaulah yang mendapatkan petunjuk 
lagi memberi petunjuk, sedangkan musuh-musuh Beliau jelas sebagai orang-orang yang sesat lagi 
menyesatkan. 

2003 Maksudnya, Al Quranul karim itu diturunkan bukanlah karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 
sallam mengharap agar diturunkan, melainkan karena rahmat dari Allah untuk Beliau dan untuk selain 
Beliau. Dia mengutus Beliau dengan membawa kitab Al Qur'an ini, yang dengannya alam semesta 
mendapat rahmat, dengan turunnya Al Qur'am diajarkan kepada mereka sesuatu yang sebelumnya mereka 
tidak ketahui, dengannya diri mereka disucikan diberi bimbingan, di mana sebelumnya mereka dalam 
kesesatan yang nyata. Jika kita mengetahui, bahwa diturunkan-Nya Al Qur'an adalah karena rahmat-Nya, 
maka dapat kita ketahui bahwa semua yang diperintahkan dan semua yang dilarang merupakan rahmat dan 
karunia-Nya. Oleh karena itu, jangan sampai ada dalam hati kita rasa sempit terhadapnya dan mengira 
bahwa orang yang menyelisihinya lebih baik dan lebih bermanfaat. 

2004 Terhadap agama mereka dan terhadap kekafiran mereka. 

2005 Bahkan sampaikanlah dan jangan pedulikan makar mereka serta jangan mengikuti hawa nafsu mereka. 

2006 Agar mentauhidkan-Nya dan beribadah kepada-Nya. Bisa juga maksudnya, jadikanlah dakwahmu 
kepada Allah karena-Nya menjadi pusat perhatianmu, semua yang menyalahinya maka tolaklah, seperti 
karena riya, sum'ah, dan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang berada di atas kebatilan, karena yang 
demikian menjadikan engkau bersama mereka dan membantu perkara mereka. 

2007 Yakni segala sesuatu akan binasa kecuali Allah Ta'ala, wajah-Nya tetap kekal, dan jika wajah-Nya 
kekal, maka berarti Zat-Nya juga kekal. Apabila segala sesuatu selain Allah akan binasa, maka berarti 
beribadah kepada selain Allah, di mana dia akan binasa adalah perkara yang sangat batil dan rusak. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Di dunia dan akhirat. 



2009 Untuk diberikan balasan. Oleh karena itu, hendaknya orang yang berakal beribadah kepada Allah saja, 
mengerjakan amal yang mendekatkan diri kepada-Nya, berhati-hati terhadap kemurkaan-Nya serta berhati- 
hati jangan sampai datang menemui Tuhannya dalam keadaan belum bertobat, dan belum mau berhenti dari 
dosa-dosa dan kesalahannya. 

Selesai tafsir surah Al Qashash dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya. Wal hamdulillah awwalan wa 
aakhiran. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah Al 'Ankabut (Laba-Laba) 

Surah ke-29. 69 ayat. Makkiyyah 



0 j**>$ ^^ri 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-7: Kehidupan dunia adalah tempat ujian, hikmah adanya ujian, dan bahwa balasan 
disesuaikan jenis amalan. 



2. 2010 Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah 
beriman," dan mereka tidak diuji 2011 ? 



3. Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui 
orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. 



4. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan 2012 itu mengira bahwa mereka akan luput (dari 
azab) kami 2013 ? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu 2014 ! 



2010 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang sempurnanya hikmah-Nya. Hikmah-Nya tidak 
menghendaki bahwa setiap orang yang mengaku mukmin tetap dalam keadaan aman dari fitnah dan ujian 
serta tida datang kepada mereka sesuatu yang menggoyang iman mereka. Yang demikian adalah karena jika 
tidak demikian, maka tidak dapat dibedakan antara orang yang benar-benar beriman dengan yang tidak 
(yakni berdusta) dan tidak dapat dibedakan antara orang yang benar dengan orang yang salah. Akan tetapi 
Sunnah-Nya dan kebiasaan-Nya terhadap generasi terdahulu sampai pada umat ini adalah bahwa Dia akan 
menguji mereka. 

Barang siapa yang ketika fitnah syubhat (kesamaran) datang, imannya tetap kokoh dan dapat menolak 
dengan kebenaran yang dipegangnya. Dan ketika fitnah syahwat datang yang mengajaknya berbuat dosa dan 
maksiat atau memalingkan dari perintah Allah dan Rasul-Nya, ia bersabar dalam arti mengerjakan 
konsekwensi iman dan melawan hawa nafsunya, hal ini menunjukkan kebenaran imannya. Akan tetapi 
barang siapa yang ketika syubhat datang, ada pengaruh dalam hatinya berupa keraguan dan kebimbangan 
dan ketika syahwat datang, membuatnya mengerjakan maksiat atau berpaling dari kewajiban, maka yang 
demikian menunjukkan tidak benar keimanannya. Manusia dalam hal ini berbeda-beda tingkatannya, tidak 
ada yang mengetahuinya selain Allah. Oleh karena itu, kita meminta kepada Allah agar Dia menguatkan kita 
dengan ucapan yang teguh (Laailaahaillallah) di dunia dan akhirat dan mengokohkan kita di atas agamanya. 
Ujian dan cobaan ibarat kir (alat peniup api untuk besi) yang mengeluarkan kotorannya. 

2011 Agar diketahui hakikat keimanan mereka. 

2012 Yaitu syirk dan kemaksiatan. 

2013 Yakni, apakah orang-orang yang perhatiannya mengerjakan keburukan mengira bahwa amal mereka 
akan dibiarkan, dan bahwa Allah lalai terhadap mereka atau mereka dapat lolos dari-Nya sehingga mereka 
berani mengerjakan keburukan dan mudah melakukannya. 



0^1 



1 . Alif laam miim. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



(J^JLjkJ! £~*jJ! 4l)l J^l 0]i 41)1 ;LaJ 

5. 2015 Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang 
dijanjikan) Allah pasti datang 2016 . Dan Dia Yang Maha Mendengar 2017 lagi Maha Mengetahui 2018 . 

6. Dan barang siapa berjihad 2019 , maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri 2020 . 
Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam 2021 . 

7. 2022 Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, pasti akan Kami hapus kesalahan- 
kesalahannya 2023 dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka 
kerjakan 2024 . 

Ayat 8-9: Batasan taat kepada orang tua dan bahwa tidak ada ketaatan kepada makhluk 
dalam maksiat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 



Ketetapan itu adalah ketetapan yang tidak adil, di samping itu di dalamnya mengandung pengingkaran 
kepada kekuasaan Allah dan hikmah-Nya, dan seakan-akan mereka memiliki kemampuan untuk menolak 
azab Allah, padahal mereka adalah makhluk yang lemah. 

2015 Yakni, wahai orang yang mencintai Tuhannya, yang rindu bertemu dan dekat dengan-Nya, yang segera 
mendatangi keridhaan-Nya, bergembiralah karena dekatnya pertemuan dengan kekasih, karena pertemuan 
itu akan datang, dan semua yang datang adalah dekat, oleh karena itu persiapkanlah bekal untuk bertemu 
dengan-Nya dan berjalanlah ke arahnya sambil berharap sampai kepada-Nya. Akan tetapi, tidak semua yang 
mengaku lalu diberikan dan tidak semua yang berangan-angan lalu disampaikan, karena Allah Maha 
Mendengar semua suara dan Maha Mengetahui niat seorang hamba. Jika ia benar dalam hal itu, maka ia 
akan mendapatkan keinginannya, sebaliknya jika ia dusta, maka pengakuannya tidaklah bermanfaat, dan Dia 
mengetahui siapa yang cocok memperoleh kecintaan-Nya dan siapa yang tidak. 

2016 Oleh karena itu, bersiaplah untuk menghadapinya. 

2017 Ucapan semua hamba. 

2018 Amal dan hati mereka. 

2019 Jihad melawan orang kafir atau jihad melawan hawa nafsu dan setan. 

2020 Yakni manfaatnya untuk dirinya sendiri, tidak untuk Allah. 

2021 Baik manusia, jin maupun malaikat, dan Dia tidak butuh ibadah mereka. Dia tidaklah memerintah 
mereka agar Dia memperoleh manfaat dari mereka, dan tidak pula melarang mereka karena kikir kepada 
mereka. Sudah menjadi maklum, bahwa perintah dan larangan butuh adanya jihad (kesungguhan), karena 
jiwa seseorang pada tabiatnya berat melakukan kebaikan, setan juga menghalanginya, demikian pula orang 
kafir sama menghalanginya dari menegakkan agama-Nya, semua ini adalah penghalang yang butuh dijihadi 
dan dilawan dengan kesungguhan. 

2022 Orang-orang yang dianugerahi Allah iman dan amal saleh, akan Allah hapus kesalahan mereka, karena 
kebaikan menghapuskan keburukan. 

2023 Dengan amal salehnya. 

2024 Yakni amal-amal baik yang mereka kerjakan, yang wajib maupun yang sunat. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



£jl 1 gl|aj SLs *1p J^J L« (j. iJ^Ld _Ul jl^js- oi3 *k^'y. cr^V ^**°j5 

8. 2025 Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya 2026 . 
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak 
mempunyai ilmu tentang itu 2027 , maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku 
tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan 2028 . 



2025 Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Mush'ab bin Sa'ad dari bapaknya 
(Sa'ad bin Abi Waqqas), bahwa terhadap dirinya turun beberapa ayat Al Qur'an, ia bercerita, "Ibu Sa'ad 
pernah bersumpah untuk tidak akan berbicara dengan Sa'ad sampai Sa'ad mau kafir kepada agamanya, dan 
ia berjanji akan mogok makan dan minum. Ibunya berkata, "Engkau mengatakan, bahwa Allah mewajibkan 
kamu berbuat baik kepada orang tuamu, aku ibumu, sekarang memerintahkan kamu berbuat itu (kafir kepada 
agama Islam)." Sa'ad berkata, "Ibuku berdiam diri (tidak makan dan minum) selama tiga hari sehingga ia 
merasakan kepayahan yang sangat, lalu anaknya yang bernama 'Amarah memberinya minum, kemudian 
ibunya memanggil Sa'ad, maka Allah 'Azza wa Jalla menurunkan dalam Al Qur'an ayat ini, "Dan Kami 
wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk 
mempersekutukan Aku...dst." (terj. Al 'Ankabut: 8). Di sana pun terdapat ayat, "Dan pergaulilah keduanya 
di dunia dengan baik." (Terj. Lukman: 15). Sa'ad juga bercerita, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
memperoleh ghanimah yang besar, di antaranya terdapat sebuah pedang, maka aku mengambilnya dan 
membawa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku pun berkata, "Berikanlah kepadaku pedang 
ini. Aku adalah seorang yang telah engkau ketahui keadaannya (yakni pandai memainkan pedang). " Maka 
Beliau bersabda, "Kembalikanlah ke tempat kamu mengambil." Lalu aku pergi, sehingga ketika aku hendak 
menaruhnya ke tempat barang rampasan (yang belum dibagi), maka aku mencela diriku sendiri, lalu aku 
kembali kepada Beliau dan berkata, "Berikanlah ia untukku." Maka Beliau mengeraskan suaranya, 
"Kembalikanlah ia ke tempat kamu mengambil." Maka Allah menurunkan ayat, "Yas'aluunaka 'anil anfaal 
(Mereka bertanya kepadamu tentang harta rampasan perang)." (Al Anfaal: 1). Sa'ad bercerita pula, "Aku 
pernah sakit, lalu aku kirim seseorang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Beliau datang 
kepadaku, lalu aku berkata, "Biarkanlah aku membagi hartaku sesuai yang aku kehendaki." Ternyata Beliau 
menolak." Aku berkata, "Bagaimana jika separuhnya (yakni aku wasiatkan)." Beliau ternyata menolak, 
maka aku berkata, "Bagaimana jika sepertiga?" Maka Beliau diam, oleh karenanya jika sepertiga ternyata 
dibolehkan. Sa'ad juga bercerita, "Aku pernah mendatangi sekumpulan kaum Anshar dan Muhajirin, mereka 
berkata, "Kemarilah, agar kami memberimu makan dan memberimu minuman khamr." Hal itu sebelum 
khamr diharamkan. Sa'ad juga bercerita, "Lalu aku mendatangi mereka dalam sebuah kebun, ternyata ada 
kepala hewan sembelihan yang dipanggang di dekat mereka dan sebuah geriba (tempat minum dari kulit) 
yang berisi khamr, maka aku makan dan minum bersama mereka, kemudian dibicarakanlah tentang kaum 
Muhajirin dan Anshar, aku berkata, "Kaum Muhajirin lebih baik daripada Anshar," Lalu salah seorang 
mengambil salah satu rahang kepala (hewan itu) kemudian memukulku dengannya sehingga hidungku 
terluka, maka aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukan hal itu, maka 
Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat berkenaan dengan khamr, "Sesungguhnya (meminum) khamar, 
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah termasuk perbuatan 
syaitan...dst." (Terj. Al Maa'idah: 90). 

2026 Baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. 

2027 Dan tidak ada seorang yang memiliki ilmu bahwa syirk itu benar. Hal ini untuk membesarkan masalah 
syirk. 

2028 Yakni kemudian akan Aku beri balasan amalmu. Oleh karena itu, berbaktilah kepada kedua orang tuamu 
dan dahulukanlah ketaatan kepada keduanya, namun tetap di atas ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, 
karena ia harus didahulukan di atas segalanya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



9. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka pasti akan Kami masukkan 
ke dalam (golongan) orang yang saleh 2029 . 

Ayat 10-13: Sikap orang yang lemah imannya dalam menghadapi cobaan, penjelasan 
tentang sifat orang-orang munafik dan orang-orang kafir, dan pelipatgandaan azab bagi 
orang-orang kafir. 



10. 2030 Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, "Kami beriman kepada Allah," Tetapi 
apabila dia disakiti 2031 (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu 
sebagai siksaan Allah 2032 . Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu 2033 , niscaya mereka akan 
berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu 2034 ." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada 
dalam dada semua manusia 2035 ? 



11. Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang 
yang munafik 2036 . 



2029 Maksudnya, orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, maka Allah berjanji akan 
memasukkannya ke surga tergolong ke dalam golongan orang-orang saleh, yaitu para nabi, para shiddiqin, 
para syuhada' dan orang-orang saleh, masing-masing tergantung derajat dan kedudukannya di sisi Allah. 
Oleh karena itu, iman dan amal saleh adalah tanda kebahagiaan seorang hamba. 

2030 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan bahwa Dia harus menguji orang yang mengaku 
beriman agar tampa jelas siapa yang benar imannya dan siapa yang dusta, maka Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala menjelaskan, bahwa di antara manusia ada segolongan orang yang tidak sabar terhadap ujian dan 
tidak kokoh menghadapi sedikit kegoncangan. 

2031 Seperti dipukul, diambil hartanya dan dicela, maka ia murtad dari agamanya dan kembali kepada 
kebatilan. 

2032 Maksudnya, orang itu takut kepada penganiayaan manusia terhadapnya karena imannya, seperti takutnya 
kepada azab Allah, sehingga ia tinggalkan imannya itu. 

2033 Seperti kemenangan sehingga memperoleh ghanimah (harta rampasan perang). 

2034 Yakni, oleh karena itu sertakanlah kami dalam ghanimah. Karena hal itu sesuai selera hawa nafsunya. 
Orang seperti ini sama seperti yang disebutkan dalam surah Al Hajj: 11, "Dan di antara manusia ada orang 
yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam 
keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di 
akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. " 

2035 Apakah keimanan atau kemunafikan yang bersemayam dalam dirinya. 

2036 Oleh karena itu, Dia akan mengadakan cobaan dan ujian agar pengetahuan-Nya itu jelas di hadapan 
manusia, lalu Dia membalas sesuai yang tampak itu, tidak hanya berdasarkan pengetahuan-Nya saja, karena 
bisa saja nanti mereka berhujjah di hadapan Allah, bahwa mereka jika diuji akan sabar. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







12. Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami, 
dan Kami akan memikul dosa-dosamu," padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa- 
dosa mereka sendiri 2038 . Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. 



13. Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain 
bersama dosa mereka 2039 , dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan 
yang selalu mereka ada-adakan 2040 . 

Ayat 14-15: Kisah Nabi Nuh 'alaihis salam dan kesabarannya dalam berdakwah. 



14 . 2041 Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya 2042 , maka dia tinggal 2043 bersama 
mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar 2044 , 
sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim 2045 . 



2037 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan kedustaan orang kafir dan ajakan mereka kepada kaum 
mukmin untuk mengikuti agama mereka. Di dalamnya sekaligus peringatan kepada kaum mukmin agar tidak 
tertipu oleh mereka serta terperangkap makar mereka. 

2038 Mungkin timbul sangkaan bahwa orang-orang kafir yang mengajak kepada kekafirannya, demikian pula 
orang yang sama dengan mereka di antara penyeru kebatilan, hanya memikul dosa yang mereka lakukan, 
maka pada ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjelaskan, bahwa mereka akan memikul pula 
dosa orang-orang yang mengikuti mereka. 

2039 Karena ajakan mereka kepada kaum mukmin agar mengikuti jalan mereka dan karena mereka 
menyesatkan para pengikut mereka. 

2040 Berupa keburukan, penghiasan mereka terhadap perbuatan buruk dan ucapan mereka, bahwa mereka siap 
menanggung dosa. 

2041 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan hukum (ketetapan) dan hikmah-Nya dalam mengazab 
umat-umat yang mendustakan, dan bahwa Dia mengutus hamba dan Rasul-Nya Nuh 'alaihis salam kepada 
kaumnya, mengajak mereka kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah serta melarang mereka berbua 
syirk. 

2042 Ibnu Abbas berkata, "Nuh diutus ketika berusia 40 tahun, dan Beliau tinggal (berdakwah) di tengah 
kaumnya selama seribu tahun kurang lima puluh, dan tinggal setelah banjir besar selama 60 tahun, 
sehingga banyak jumlah manusia dan bertebaran (di mana-mana). " 

2043 Sebagai nabi dan rasul; berdakwah kepada mereka. Namun Beliau tidak lemah berdakwah kepada 
mereka dan tidak putus semangat menasehati mereka, Beliau berdakwah kepada mereka di malam dan siang, 
secara sembunyi dan terang-terangan, namun mereka tidak mau mengikuti ajakan Beliau, bahkan tetap di 
atas kekafiran dan sikap melampaui batasnya, sehingga tiba saat di mana Nabi mereka Nuh 'alaihis salam 
mendoakan kebinasaan bagi mereka di tengah kesabarannya yang dalam, santunnya dan siap memikul derita 
dalam berdakwah. 

2044 Y an g menenggelamkan mereka. 

2045 Yakni berhak mendapat azab. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






15. Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan 
peristiwa itu sebagai pelajaran bagi semua manusia 2046 . 

Ayat 17-18: Dakwah Nabi Ibrahim 'alaihis salam kepada kaumnya agar menyembah Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. 



16. 2047 Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Sembahlah Allah 2048 dan 
bertakwalah kepada-Nya 2049 . Yang demikian itu 2050 lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui 2051 . 



17. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu 
membuat kebohongan 2053 . Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu 



2046 Yakni, bahwa barang siapa mendurhakai utusan-Nya, maka mereka akan mendapatkan kebinasaan, dan 
bahwa orang-orang mukmin akan Allah bukakan jalan keluar bagi mereka dari setiap kecemasan dan 
membukakan jalan keluar dari setiap kesempitan. 

2047 Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan, bahwa Dia mengutus kekasih-Nya Ibrahim 'alaihis salam 
kepada kaumnya untuk mengajak mereka beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala saja, dan inilah 
dakwah para nabi, yakni mengajak kepada tauhid dan menjauhi syirk. 

2048 Yakni sembahlah Allah saja, ikhlaskanlah dalam beribadah kepada-Nya dan laksanakanlah perintah-Nya. 

2049 Bisa juga maksudnya, takutlah kamu jika Dia sampai murka kepadamu sehingga Dia mengazab kamu, 
dan hal itu dilakukan dengan cara meninggalkan segala sesuatu yang membuat-Nya murka, yaitu 
kemaksiatan. 

2050 Yakni beribadah kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. 

2051 Akibat dari kedua perbuatan itu; tauhid dan syirk. Bertauhid akan membawa ke surga, sedangkan berbuat 
syirk akan membawa ke neraka. 

2052 Setelah Ibrahim memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya serta 
melarang mereka menyembah berhala, maka Beliau menerangkan kekurangan pada berhala itu dan 
ketidakberhakannya untuk disembah. 

2053 Maksudnya, pernyataan mereka bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat kepada mereka di sisi 
Allah atau sebagai sekutu-sekutu-Nya. Ini adalah dusta. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



memberikan rezeki kepadamu 2054 ; maka mintalah rezeki dari Allah 2055 , dan sembahlah Dia 2056 dan 
bersyukurlah kepada-Nya 2057 . Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan 2058 . 

18. Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka sungguh, umat sebelum kamu juga telah 
mendustakan (para rasul). Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan 
jelas 2059 ." 

Ayat 19-23: Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam membangkitkan dan 
menghisab, dan ajakan kepada manusia agar memperhatikan ciptaan Allah Subhaanahu wa 

Ta'aala. 




19. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), 
kemudian Dia mengulanginya (kembali pada hari Kiamat). Sungguh, yang demikian itu 2060 mudah 
bagi Allah. 

20. Katakanlah 2061 , "Berjalanlah di bumi 2062 , maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai 
penciptaan (makhluk) 2063 , kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir 2064 . Sungguh, Allah 
Mahakuasa atas segala sesuatu. 



Seakan-akan dikatakan, "Telah jelas bagi kita bahwa berhala-berhala itu dicipta dan memiliki 
kekurangan, tidak mampu memberikan manfaat dan tidak mampu menimpakan bahaya, tidak mampu 
mematikan dan tidak mampu menghidupkan serta membangkitkan, jika sifatnya seperti ini, maka berarti ia 
sangat tidak berhak untuk diibadahi dan disembah, sedangkan hati butuh menyembah dan meminta 
kebutuhan, maka pada lanjutan ayatnya, Ibrahim mendorong mereka untuk mengarahkannya kepada yang 
berhak disembah, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan meminta dipenuhi kebutuhan kepada-Nya. 

2055 Yakni karena Dia yang memudahkannya, menakdirkannya, mengabulkan doa orang yang berdoa 
kepada-Nya dalam masalah agama dan dunianya. 

2056 Karena Dia Mahasempurna, Yang mampu memberikan manfaat dan menimpakan madharrat, lagi yang 
mengatur alam semesta sendiri. 

2057 Karena semua yang sampai kepada makhluk berupa kenikmatan adalah berasal dari-Nya, dan semua 
musibah yang hendak menimpa, maka Dia yang menolaknya. 

2058 Dia akan membalas amalmu, memberitakan apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu 
tampakkan. Oleh karena itu, berhati-hatilah kamu ketika menghadap-Nya sedangkan kamu di atas perbuatan 
syirk, dan carilah hal yang mendekatkan dirimu kepada-Nya dan yang menjadikan kamu memperoleh 
pahala-Nya ketika menghadap-Nya. 

2059 Kedua kisah di atas, merupakan hiburan bagi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan pada 
ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman tentang kaumnya. 

2060 Yakni memulai penciptaan makhluk dan mengulanginya kembali. 

2061 Kepada mereka, jika mereka masih ragu-ragu. 

2062 Dengan badan dan hatimu. 

2063 Kamu akan mendapati makhluk, baik dari kalangan manusia maupun hewan senantiasa terwujud sedikit 
demi sedikit, demikian pula kamu melihat tanaman tumbuh sedikit demi sedikit, dan kamu menemukan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Cfl ^L>y^ 5^ 13 f^o- 0 p^jij f-^kcf 

21. Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki, dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia 
kehendaki 2065 , dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan 2066 . 

22. Dan kamu 2067 sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di 
langit 2068 , dan tidak ada pelindung 2069 dan penolong bagimu selain Allah. 

23. 2070 Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka 
berputus asa dari rahmat-Ku 2071 , dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih. 



awan, angin dan sebagainya mengalami pembaruan, bahkan makhluk semuanya selalu mengalami 
permulaan dan pengembalian. Perhatikanlah mereka ketika mengalami mati yang kecil, yaitu tidur ketika 
malam menimpa mereka, maka gerakan mereka pun mulai tenang, suara terhenti dan mereka di kasurnya 
seperti orang yang mati, dan mereka selama malam itu tetap seperti itu sampai tiba waktu pagi, mereka pun 
bangun dari tidurnya dan bangkit dari kematiannya, di antara mereka ada yang bersyukur dengan 
mengatakan, "Al Hamdulilallladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur" (artinya: Segala 
puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kami 
dibangkitkan) 

2064 Maksudnya, Allah membangkitkan manusia setelah mati kelak di akhirat, dan mereka akan hidup kekal 
di salah satu tempat; surga atau neraka. 

2065 Dia sendiri yang memberikan hukum jaza'i (pembalasan), yaitu mengazab mereka yang bermaksiat dan 
memberikan pahala dan rahmat kepada orang-orang yang taat. 

2066 Kamu akan dikembalikan ke negeri akhirat, negeri yang di sana berlaku hukum-hukum jaza'i (azab dan 
rahmat-Nya). Oleh karena itu, kerjakanlah sebab untuk memperoleh rahmat-Nya yaitu taat dan jauhilah 
sebab yang mendatangkan azab-Nya yaitu maksiat. 

2067 Wahai orang-orang yang mendustakan dan yang berani berbuat maksiat! 

2068 Janganlah kamu kira bahwa kamu akan dibiarkan, atau kamu dapat melemahkan Allah, dan janganlah 
kamu tertipu oleh kemampuanmu bahwa kamu dapat meloloskan diri dari azab Allah. Sesungguhnya kamu 
tidak dapat meloloskan diri dari-Nya di tempat mana pun di alam semesta ini, karena alam ini milik Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. 

2069 Waliy juga bisa diartikan pengurus, yakni bahwa kamu tidak memiliki pengurus yang mengurusmu 
terhadap hal yang bermaslahat bagimu baik dalam hal agama maupun dunia selain Allah. 

2070 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan tentang orang yang telah hilang kebaikannya dan yang 
ada hanya keburukan, bahwa mereka kafir kepada-Nya dan kepada para rasul-Nya serta apa yang mereka 
bawa, demikian pula mereka mendustakan pertemuan dengan Allah, di sisi mereka yang ada hanyalah dunia. 
Oleh karena itulah, mereka melakukan perbuatan syirk dan kemaksiatan, karena tidak ada dalam hati mereka 
rasa takut terhadap perbuatan mereka itu. 

2071 Oleh karena itulah, mereka tidak mengerjakan perbuatan yang menjadi sebab mendapatkan rahmat. Jika 
mereka berharap rahmat-Nya, tentu mereka akan melakukan perbuatan yang mendatangkan rahmat-Nya. 
Berputus asa dari rahmat Allah merupakan dosa yang besar. Ia terbagi menjadi dua: (1) Putus asa orang- 
orang kafir, di mana mereka meninggalkan semua sebab yang dapat mendekatkan mereka kepada rahmat 
Allah, (2) Putus asa para pelaku maksiat karena banyaknya dosa yang mereka lakukan sehingga membuat 
mereka berputus asa. Biasanya putus asa terjadi karena tidak mengenal siapa Allah, Allah Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang, betapa pun besar dosa yang dilakukan hamba, maka Dia tetap membuka pintu tobat 
selama ajal belum tiba dan matahari belum terbut dari barat. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ay at 24-27: Penjelasan tentang sedikitnya yang beriman kepada Nabi Ibrahim 'alaihis salam, 
keadaan kaumnya yang bersepakat untuk membakarnya, dan pemuliaan untuk Nabi 
Ibrahim 'alaihis salam dengan keturunan yang baik. 

t ^ < ■* ^. > t- , > , „£ j, t.-* . - , - 

24. Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia," 
lalu Allah menyelamatkannya dari api 2072 . Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda- 
tanda kebesaran Allah bagi orang yang beriman 2073 . 

25. Dan dia (Ibrahim) berkata 2074 , "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, 
hanya untuk menciptakan perasaan senang di antara kamu dalam kehidupan di dunia (saja), 
kemudian pada hari kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari 2075 dan saling mengutuk 2076 , 
dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu 2077 ." 

* ' ^ "' » % 

© j^^ji £ 1 > **>\ Ijj l}\ j^ 1 -^ jj J^J ±>j} ^ * 

26. Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim) 2078 . Dan dia (Ibrahim) berkata 2079 , 
"Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku 2080 ; Sungguh, Dialah 
Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana 2081 ." 



2072 Dengan menjadikannya dingin dan memberikan keselamatan bagi Ibrahim. 

2073 Karena merekalah yang dapat mengambil manfaat daripadanya. Dari sana mereka mengetahui benarnya 
apa yang dibawa para rasul dan batilnya ucapan dan sikap orang yang menyelisihi mereka. 

2074 Di antara bentuk skap tulusnya. 

2075 Yakni pemimpin mereka berlepas diri dari pengikutnya. 

2076 Yakni para pengikut mengutuk para pemimpinnya. 

2077 Dari azab Allah dan siksa-Nya. 

2078 Nabi Ibrahim 'alaihis salam senantiasa berdakwah kepada kaumnya, namun kaumnya senantiasa di atas 
pembangkangannya, hanyasaja di antara mereka ada yang beriman, yaitu Luth, yang kemudian diangkat 
Allah menjadi Rasul-Nya. 

2079 Ketika melihat bahwa kaumnya sudah tidak bisa diharapkan lagi keimanannya. 

2080 Yaitu ke Syam. 

Catatan: Setelah Ibrahim pergi dari negeri itu, sedangkan mereka tetap di atas kekafirannya tidak 
disebutkan apakah Allah membinasakan mereka dengan azab atau bagaimana selanjutnya? Adapun yang 
disebutkan dalam cerita Israiliyyat, bahwa Allah kemudian membuka kepada mereka pintu nyamuk untuk 
masuk lalu meminum darah mereka serta memakan daging mereka dan membinasakan mereka sampai 
akhirnya, maka untuk mengetahui kebenaran kisah ini dibutuhkan dalil dan ternyata belum kami temukan. 
Kalau memang Allah Subhaanahu wa Ta'aala membinasakan mereka sampai ke akar-akarnya, tentu Dia 
menyebutkan sebagaimana kebinasaan umat-umat yang mendustakan. Akan tetapi, mungkin rahasianya 
adalah bahwa Nabi Ibrahim 'alaihis salam; karena Beliau termasuk di antara manusia yang paling sayang, 
paling sabar dan paling utama, maka Beliau tidak mendoakan kebinasaan untuk kaumnya. Di antara yang 
menunjukkan demikian adalah bahwa ketika para malaikat datang kepada Ibrahim untuk membinasakan 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



27. Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim 2082 , Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian 2083 
dan kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia 2084 ; dan 
sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang yang saleh 2085 . 

Ay at 28-35: Kisah Nabi Luth 'alaihis salam, pengingkarannya terhadap perbuatan keji yang 
dilakukan kaumnya, dan penjelasan akibat dari perbuatan keji. 

28. Dan (ingatlah) ketika Luth 2086 berkata kepada kaumnya, "Kamu benar-benar melakukan 
perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari 
umat-umat sebelumkamu 2087 ." 

^* * *" >' » g. 

29. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun 2088 dan mengerjakan kemungkaran di 
tempat-tempat pertemuanmu?" Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 



kaum Luth, maka Ibrahim mendebat mereka dan mencoba untuk menahan mereka meskipun mereka bukan 
kaumnya, wallahu a'lam (lihat tafsir As Sa'diy). 

2081 Dia memiliki kekuatan dan mampu menjadikan manusia memperoleh hidayah, akan tetapi sesuai dengan 
kebijaksanaan-Nya. 

2082 Setelah Isma'il. 

2083 Semua nabi setelah Ibrahim dan Luth adalah keturunan Nabi Ibrahim. Ini merupakan keutamaan yang 
paling agung, di mana sebab hidayah, rahmat, kebahagiaan dan keberuntungannya dijadikan pada 
keturunannya. Melalui tangan keturunannya, manusia banyak yang beriman. 

2084 Y a itu dengan memberikan istri yang cantik, rezeki yang luas, anak cucu yang baik, kenabian yang terus 
menerus pada keturunannya, dan pujian yang baik di semua kalangan. 

2085 Yang memperoleh derajat yang tinggi. Bahkan Beliau dan Nabi Muhammad 'alaihimash shalaatu was 
salam adalah orang salih yang paling utama secara mutlak. Allah mengumpulkan kebahagiaan di dunia dan 
di akhirat untuknya. 

2086 Luth adalah anak saudara Ibrahim. 

2087 Kaum Luth di samping melakukan perbuatan syirk juga mengerjakan perbuatan keji, menyamun dan 
melakukan perbuatan munkar di majlis mereka, maka Luth menasehati mereka tentang perkara ini dan 
menerangkan keburukannya serta menerangkan akibat dari perbuatan itu, namun mereka tidak berhenti dan 
sadar. 

2088 Sebagian ahli tafsir mengartikan menyamun di sini dengan melakukan perbuatan keji terhadap orang- 
orang yang lewat dalam perjalanan, karena sebagian besar mereka melakukan homoseksual dengan tamu- 
tamu yang datang ke kampung mereka. Ada pula yang mengartikan dengan merusak jalan keturunan karena 
berbuat homoseksual itu, ada ada pula yang menafsirkan, dengan menghadang orang-orang yang lewat lalu 
membunuh dan merampas harta mereka. 



Bahwa perbuatan itu keji dan bahwa azab akan turun menimpa pelakunya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



30. Dia (Luth) berdoa 2090 , "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan 
yang berbuat kerusakan itu 2091 ." 

31. Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar 
gembira, mereka mengatakan, "Sungguh, Kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini 
karena penduduknya sungguh orang-orang zalim." 

EL 




32. Ibrahim berkata, "Sesungguhnya di kota itu ada Luth." Mereka (para malaikat) berkata, "Kami 
lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut- 
pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)." 

ji y^L» bl jj^- oL>J V IjJL5j Ipji . 5U^>j * ^ ^ Us jJ UJL.J c^s L>- jl bJj 




33. Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Luth, dia merasa bersedih hati 
karena (kedatangan) mereka 2092 , dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi 
mereka, dan mereka (para utusan) berkata, " Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. 
Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia 
termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)." 



2090 Karena sudah putus asa terhadap mereka, mengetahui keberhakan mereka untuk menerima azab dan 
sudah tidak sabar terhadap pendustaan dari mereka, maka Beliau mendoakan keburukan untuk mereka. 

2091 Maka Allah mengabulkan doanya, Dia mengutus para malaikat untuk membinasakan mereka, namun 
sebelumnya mereka menemui Ibrahim dan memberikan kabar gembira kepadanya akan mendapat putra; 
Ishaq dan setelahnya nanti ada Ya'kub. Kemudian Nabi Ibrahim bertanya kepada mereka tentang urusan 
mereka selanjutnya, maka para malaikat memberitahukan, bahwa mereka hendak membinasakan kaum Luth, 
lalu Beliau meminta mereka mempertimbangkan kembali dan Beliau berkata, "Sesungguhnya di sana 
terdapat Luth." Para malaikat menjawab, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti 
akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang 
tertinggal (dibinasakan)" Selanjutnya para malaikat pergi dan mendatangi Luth. 

2092 Nabi Luth 'alaihis salam merasa bersedih hati karena kedatangan para utusan Allah itu, di mana mereka 
berupa pemuda yang rupawan sedangkan kaum Luth sangat menyukai pemuda-pemuda yang rupawan untuk 
melakukan homoseksual. Beliau merasa tidak sanggup melindungi mereka jika ada gangguan dari kaumnya, 
maka para malaikat itu memberitahukan kepada Luth, bahwa mereka adalah para utusan Allah 'Azza wa 
Jalla. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



34. Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini karena 
mereka berbuat fasik 2093 . 



yang mengerti. 

Ay at 36-37: Kisah Nabi Syu'aib 'alaihis salam dan hukuman terhadap kaumnya yang 

mendustakan. 




36. Dan kepada penduduk Madyan (Kami telah mengutus) saudara mereka Syu'aib , dia berkata, 
"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir 2096 , dan jangan kamu 
berkeliaran di bumi berbuat kerusakan." 

37. Mereka mendustakannya (Syu'aib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah 
mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka, 

Ayat 38-40: Akibat yang dialami negeri-negeri yang zalim; kaum 'Ad dan Tsamud, demikian 
pula akibat yang dialami penguasa yang sombong seperti Fir'aun dan Qarun dan bagaimana 
mereka diberi hukuman karena dosa-dosanya. 

38. juga (ingatlah) kaum 'Aad dan Tsamud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) 
dari (puing-puing) tempat tinggal mereka 2097 , setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka 



2093 Maka para malaikat memerintahkan Luth untuk pergi di malam hari membawa keluarganya selain 
istrinya. Ketika tiba pagi harinya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala membalik negeri mereka, Dia 
menjungkirbalikkan bagian atas ke bawah dan penduduknya dihujani batu dari tanah yang keras secara 
bertubi-tubi sehingga mereka semua binasa, maka jadilah mereka bahan pembicaraan dan pelajaran bagi 
generasi setelah mereka. 

2094 Maksudnya, bekas-bekas runtuhan kota Sodom, negeri kaum Luth. Hal ini sebagaimana firman Allah 
Ta'ala di surah Ash Shaaffat: 137-138, "Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar 
melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, — dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan? 

2095 Beliau memerintahkan mereka beribadah kepada Allah saja, beriman kepada kebangkitan dan berharap 
pahala di hari itu dan takut terhadap peristiwa di hari itu, beramal untuk menghadapinya, serta melarang 
mereka berbuat kerusakan di bumi dengan melakukan kemaksiatan, seperti mengurangi takaran dan 
timbangan, mebegal jalan, dsb. 

2096 Bisa juga diartikan, takutlah kepada hari Kiamat. 

2097 Di Hijr dan Yaman. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



perbuatan (buruk) mereka , sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka 
adalah orang-orang berpandangan tajam, 



39. dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan 
(membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi 2099 , dan 
mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah). 



40. Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya 2100 , di antara mereka ada 
yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil 2101 , ada yang ditimpa suara keras yang 
mengguntur 2102 , ada yang Kami benamkan ke dalam bumi 2103 , dan ada pula yang Kami 
tenggelamkan 2104 . Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka 2105 , akan tetapi merekalah 
yang menzalimi diri mereka sendiri 2106 . 

Ayat 41-45: Lemahnya keyakinan syirk dan batilnya, keutamaan orang-orang yang berilmu, 
dan perintah kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya untuk mendirikan 
shalat, beramr ma'ruf dan bernahi munkar. 



2098 Berupa kekafiran dan kemaksiatan, sehingga mereka menyangka bahwa perbuatan mereka itu lebih baik 
daripada apa yang dibawa para rasul. 

2099 Mereka tidak mau mengikuti kebenaran yang dibawa Musa 'alaihis salam dan mereka merendahkan 
hamba-hamba Allah. 

2100 Yakni sesuai ukuran dosanya dan diberi hukuman yang sesuai. 

2101 Seperti kaum Luth. Ada pula yang mengatakan seperti kaum 'Aad, yaitu ketika mereka berkata, 
"Siapakah yang lebih kuat daripada kami?" Maka datang kepada mereka angin topan yang sangat dingin 
yang membawa kerikil-kerikil lalu ditimpakan kepada mereka, mengangkat mereka dari bumi sampai tinggi 
ke atas, lalu dijungkirbalikkan ke bawah, sehingga kepalanya pecah dan mereka dalam keadaan berbadan 
tanpa kepala seperti batang-batang kurma yang telah kosong (lapuk), lihat tafsir Ibnu Katsir. 

2102 Seperti kaum Saleh (Tsamud). 

2103 Seperti Karun. 

2104 Seperti kaum Nuh dan Fir'aun bersama bala tentaranya. 

2105 Dia tidak akan mengazab mereka, kecuali karena mereka berdosa. 

2106 Mereka tidak mengerjakan tugas mereka, di mana mereka diciptakan untuk beribadah, bahkan 
menyibukkan diri mereka untuk selain itu, mereka sibukkan diri mereka untuk memuaskan hawa nafsu dan 
berbuat maksiat, sehingga mereka merugikan diri mereka serugi-ruginya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






c^iii ^r^Aji 013 c->j1^==i^ji jiirruji ajji ^uji ^ ijjL^-i di^* 

41. 2107 Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung 2108 selain Allah adalah seperti laba- 
laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba 2109 
sekiranya mereka mengetahui 2110 . 

42. Sungguh, Allah mengetahui apa saja yang mereka sembah selain Dia (Allah) 2111 . Dan Dia 
Mahaperkasa 2112 lagi Mahabijaksana 2113 . 

^* - 

43. Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia 2114 ; dan tidak ada yang akan 
memahaminya kecuali mereka yang berilmu 2115 . 



2107 Setelah Allah menerangkan kelemahan sesembahan orang-orang musyrik, Dia menjelaskan kepada yang 
lebih tinggi lagi, yaitu bahwa berhala dan patung itu tidak ada apa-apanya, bahkan mereka hanya sekedar 
nama dan keyakinan yang mereka ada-adakan, padahal jika diteliti, maka akan diketahui dengan jelas 
kebatilannya. 

2108 Yakni sesembahan yang mereka harapkan manfaatnya. 

2109 Rumah tersebut tidak menghalangi panas, dingin dan bahaya yang menimpa. Laba-laba tergolong hewan 
yang lemah, dan rumahnya adalah rumah yang paling lemah. Oleh karena itu, tidak ada yang mengambilnya 
sebagai rumah pelindung kecuali akan menambah kelemahan untuknya. Demikianlah berhala dan patung 
yang mereka jadikan sebagai pelindung, mereka tidak dapat memberikan manfaat kepada para 
penyembahnya; mereka lemah dari berbagai sisi, dan jika menjadikan mereka sebagai penguat, maka hanya 
menambah kelemahan belaka. 

2110 Jika mereka memiliki pengetahuan tentang keadaan mereka dan keadaaan yang mereka jadikan sebagai 
pelindung, tentu mereka tidak akan menjadikannya sebagai pelindung dan akan berlepas diri dari mereka, 
dan tentu mereka akan menjadikan Allah Yang Mahakuasa lagi Maha Penyayang sebagai pelindung mereka, 
di mana barang siapa yang menyerahkan urusan kepada-Nya, maka Dia akan mencukupkannya dan akan 
menguatkannya. 

2111 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengetahui -di mana Dia mengetahui yang gaib dan yang tampak-, 
sesuatu yang mereka sembah selain-Nya, dan bahwa mereka tidak memiliki sifat ketuhanan sama sekali, dan 
keadaan mereka sebagaimana firman-Nya, "7?w tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak- 
bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya. 
Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka 
dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. " (Terj. AnNajm: 23) 

2112 Dengan keperkasaan-Nya Dia mengalahkan semua makhluk. 

2113 Dia menempatkan sesuatu pada tempatnya. 

2114 Yakni karena mereka, untuk manfaat mereka dan untuk mengajarkan mereka, karena perumpamaan 
termasuk di antara cara untuk memperjelas ilmu, mendekatkan perkara yang masih di akal dengan perkara 
yang dapat dirasakan, sehingga makna yang diinginkan menjadi jelas, sehingga ia merupakan maslahat 
untuk semua manusia. 

2115 Di mana ilmu tersebut masuk sampai ke hati mereka. Ayat ini merupakan pujian kepada perumpamaan 
yang Allah buat dan dorongan untuk mentadabburi dan memikirkannya, demikian pula pujian bagi orang 
yang dapat memahaminya. Dari sini diketahui, bahwa orang yang tidak memahaminya berarti tidak berilmu. 
Sebabnya adalah karena perumpamaan yang Allah buat dalam Al Qur'an adalah untuk perkara-perkara besar 
(seperti ushuluddin), tuntutan yang tinggi, serta masalah yang agung. Ahli ilmu mengetahui, bahwa 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




44. Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak 2116 . Sungguh, pada yang demikian itu pasti 
terdapat tanda-tanda (kekuasaan) 2117 Allah bagi orang-orang yang beriman 2118 . 



45. 2119 Bacalah kitab (Al Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan 
laksanakanlah shalat 2120 . Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji 2121 dan 
mungkar 2122 . Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah 
yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan 2123 . 



perumpamaan itu lebih penting daripada selainnya karena Allah memperhatikannya, mendorong hamba- 
hamba-Nya untuk memikirkannya. Jika ternyata ada orang yang tidak memahaminya padahal sangat penting 
sekali, maka yang demikian menunjukkan bahwa ia bukan ahli ilmu, karena jika masalah yang sangat 
penting saja dia tidak mengetahuinya, apalagi masalah yang di bawahnya. 

2116 Maksudnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala sendiri yang menciptakan langit dengan keadaannya yang 
tinggi, luas, indah dan apa yang ada di sana seperti matahari, bulan, bintang, malaikat, dll. demikian pula 
Allah sendiri yang menciptakan bumi dan apa yang ada di sana seperti gunung-gunung, lautan, daratan, 
padang Sahara, pepohonan dan lain-lain. Dia menjadikan semua itu bukanlah untuk main-main, melainkan 
dengan penuh hikmah, agar perintah dan syari'at-Nya tegak, agar nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya 
semakin sempurna, dan agar mereka mengetahui kebijaksanaan-Nya, keperkasaan-Nya, dan pengaturan- 
Nya, di mana hal itu menunjukkan keesaan-Nya, keberhakan-Nya untuk disembah, dan dicintai oleh semua 
makhluk-Nya. 

2117 Bisa juga maksudnya, terdapat tanda yang menerangkan tuntutan keimanan jika seorang mukmin mau 
memikirkannya. 

2118 Disebutkan "orang-orang yang beriman" secara khusus karena hanya mereka yang dapat mengambil 
manfaat daripadanya, berbeda dengan orang-orang kafir. 

2119 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan untuk mentilawahkan wahyu-Nya, yaitu kitab-Nya ini. 
Tilawah memiliki dua arti: (1) Ittiba' (mengikuti), yakni kita diperintahkan untuk mengikuti perintah yang 
ada dalam kitab itu dan menjauhi larangannya, mengambilnya sebagai petunjuk, membenarkan beritanya, 
dan mentadabburi maknanya. (2) Tilawah alfzaazhihi (membaca lafaznya), sehingga membaca merupakan 
bagiannya. Jika tilawah seperti ini maknanya (membaca dan mengikuti), maka berarti dalam tilawah terdapat 
penegakkan agama secara keseluruhan. 

2120 Ini termasuk menghubungkan yang khusus dengan yang umum sebelumnya (yakni tilawah kitab-Nya), 
hal ini karena keistimewaan shalat dan pengaruhnya yang indah dalam kehidupan. 

2121 Keji adalah perbuatan yang dianggap sangat buruk di antara perbuatan maksiat yang disenangi oleh jiwa. 

2122 Mungkar adalah semua maksiat yang diingkari oleh akal dan fitrah. Sebab mengapa shalat dapat 
mencegah dari perbuatan keji dan mungkar adalah karena seorang hamba yang mendirikannya; yang 
menyempurnakan syarat dan rukunnya disertai sikap khusyu' (hadirnya hati) sambil memikirkan apa yang ia 
baca, maka hatinya akan bersinar dan menjadi bersih, imannya bertambah, kecintaannya kepada kebaikan 
menjadi kuat, keinginannya kepada keburukan menjadi kecil atau bahkan hilang, sehingga jika terus 
menerus dilakukan, maka akan membuat pelakunya mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, 
hubungannya dengan Allah terjalin, sehingga Allah memberikan kepadanya penjagaan, dan setan yang 
mengajak kepada kemaksiatan merasa kesulitan untuk menguasai dirinya. Inilah buah yang dihasilkan dari 
shalat, namun di sana terdapat maksud yang lebih besar dari itu, yaitu dapat tercapai dzikrullah (mengingat 



Juz21 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 46-47: Cara berdebat dengan orang-orang non muslim, dan ajakan kepada mereka 
untuk mentauhidkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik 2124 , kecuali 
dengan orang-orang yang zalim di antara mereka 2125 , dan katakanlah 2126 , "Kami telah beriman 
kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu 2127 ; Tuhan kami 
dan Tuhan kamu satu 2128 ; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri (taat) 2129 ." 



Allah) seperti yang dikandung oleh shalat itu sendiri, di mana di dalamnya terdapat dzikrullah baik dengan 
hati, lisan maupun dengan anggota badan, dan lagi Allah Subhaanahu wa Ta'aala menciptakan manusia 
untuk beribadah kepada-Nya, sedangkan ibadah yang paling utama adalah shalat yang di sana terdapat bukti 
penghambaan anggota badan secara keseluruhan yang tidak terdapat pada ibadah selainnya. Oleh karena 
itulah, pada lanjutan ayatnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Dan (ketahuilah) mengingat Allah 
(shalat) itu lebih besar...dst." 

2123 Baik atau buruk, oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan kepadamu. 

2124 Seperti mengajak kepada Allah dengan ayat-ayat-Nya dan mengingatkan hujjah-hujjah-Nya. 

2125 Yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim ialah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya 
keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang baik, mereka tetap membantah dan 
membangkang dan tetap menyatakan permusuhan. Ada pula yang menafsirkan tentang orang-orang yang 
zalim, yaitu orang-orang yang malah memerangi dan enggan membayar jizyah (pajak), maka bantah mereka 
dengan pedang (perang) sampai mereka mau masuk Islam atau membayar jizyah. Qatadah dan selainnya 
berkata, "Ayat ini dimansukh dengan ayat pedang (perang), sehingga tidak lagi berdebat dengan mereka, 
yang ada hanyalah masuk Islam, membayar jizyah atau perang." Sedangkan menurut yang lain, bahwa ayat 
ini tetap berlaku hukumnya, yakni bagi orang yang ingin mengkaji lebih lanjut terhadap agama Islam dari 
kalangan mereka, maka dilakukan perdebatan dengan cara yang baik. Syaikh As Sa'diy berkata, "Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala melarang mendebat Ahli Kitab jika pendebatnya tidak di atas ilmu atau tidak di atas 
kaidah yang diridhai, dan melarang mereka agar tidak berdebat kecuali dengan cara yang baik seperti akhlak 
yang baik, lembut dan tutur kata yang halus, mengajak kepada yang hak dan menghiasnya, membantah 
kebatilan dan memperburuknya dengan cara yang lebih dekat sampai kepada maksud, dan agar tidak ada 
maksud untuk sekedar berdebat, memenangkan diri dan cinta ketinggian, bahkan maksudnya adalah 
menerangkan yang hak, dan memberi petunjuk kepada manusia kecuali Ahli kitab yang zalim, di mana 
tampak dari niat dan keadaannya tidak menginginkan yang hak, bahkan maksudnya mengacaukan dan 
memenangkan diri, maka orang ini tidak ada faedahnya mendebatnya, karena maksud yang diinginkan 
daripadanya tidak ada." 

2126 Yakni kepada orang-orang yang mau menerima jizyah apabila mereka memberitakan sesuatu yang 
berasal dari kitab-kitab mereka. 

2127 Dengan tidak membenarkan mereka dan tidak mendustakan. 

2128 Yakni hendaknya perdebatan kamu dengan Ahli kitab didasari atas iman kepada kitab yang diturunkan 
kepada kamu dan kitab yang diturunkan kepada mereka, demikian juga di atas keimanan kepada rasul kamu 
dan rasul mereka serta di atas dasar bahwa Tuhan yang berhak disembah hanya satu, yaitu Allah Subhaanahu 
wa Ta'aala. Janganlah perdebatan kamu dengan mereka malah mencacatkan salah satu di antara kitab-kitab 
yang diturunkan atau salah seorang rasul sebagaimana yang dilakukan orang yang jahil terhadap lawannya 
sampai-sampai ia mencacatkan semua yang ada pada mereka, yang hak maupun yang batil. Ini adalah 
kezaliman dan keluar dari yang wajib serta keluar dari adab berdebat. Karena yang wajib adalah membantah 
kebatilan yang ada pada orang yang berdebat dan menerima kebenaran yang ada padanya dan jangan sampai 
ia menolak yang hak karena ucapannya meskipun kafir. Di samping itu mendasari perdebatan dengan 
mereka di atas dasar ini membuat mereka mengakui Al Qur'an dan Rasul yang membawanya. Hal itu, 
karena apabila berbicara tentang dasar-dasar agama yang disepakati oleh para nabi dan rasul serta disepakati 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



47. Dan demikianlah Kami turunkan kitab (Al Quran) 2130 kepadamu 2131 . Adapun orang-orang yang 
telah Kami berikan kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al Quran) 2132 , dan di antara 
mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya 2133 . Dan hanya orang-orang 
kafir 2134 yang mengingkari ayat-ayat Kami. 

Ayat 48-52: Bantahan terhadap syubhat orang-orang kafir. 

|g| ^alLlTodj'Sf li| V3<— ^ I cL^" L«j 

48. Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al Quran) dan engkau 
tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca 
dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya 2135 . 



oleh semua kitab, lalu dasar-dasar itu diakui semua pihak, di mana kitab-kitab yang diturunkan dan para 
rasul yang diutus menerangkan sama dengan yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
dan Al Qur'an, maka yang demikian menghendaki untuk membenarkan semua kitab dan semua rasul, dan 
inilah di antara keistimewaan Islam. Adapun jika dikatakan, "Kami beriman dengan kitab yang dibawa rasul 
mi, tidak rasul yang itu, padahal ia juga hak dan membenarkan kitab sebelumnya, maka ia berarti zalim dan 
berbuat tidak adil, dan secara tidak langsung ia juga mendustakan kitab yang diturunkan kepada rasul yang 
ia sebutkan, karena barang siapa mendustakan Al Qur'an yang sama menunjukkan seperti yang ditunjukkan 
kitab sebelumnya, bahkan membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, maka sama saja ia 
mendustakan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. 

2129 Oleh karena itu, barang siapa yang beriman kepada-Nya, menjadikan-Nya sebagai Tuhannya yang 
disembah, beriman kepada semua kitab dan semua rasul, tunduk kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, maka dia 
adalah orang yang berbahagia, dan barang siapa yang menyimpang daripadanya, maka dia adalah orang 
yang celaka. 

2130 Yang menerangkan berita yang besar, yang mengajak kepada akhlak yang mulia dan perintah yang 
sempurna serta membenarkan kitab-kitab sebelumnya, dan dikabarkan oleh para nabi sebelumnya. 

2131 Yakni sebagaimana Kami turunkan Taurat dan selainnya kepada mereka. 

2132 Mereka mengetahuinya dengan sebenar-benarnya dan tidak dimasuki hasad dan hawa nafsu, seperti 
sikap yang diambil Abdullah bin salam dan kawan-kawannya. Mereka meyakini kebenaran Al Qur'an 
karena kesamaan dengan apa yang mereka pegang selama ini. 

2133 Yakni beriman di atas pandangannya yang tajam, bukan karena sekedar senang atau takut kepadanya. 

2134 Yakni yang kebiasaannya adalah menolak yang hak dan membangkang terhadapnya. Hal ini adalah 
pembatasan untuk orang-orang yang kafir kepada Al Qur'an, bahwa tidak ada maksudnya untuk mengikuti 
yang hak, padahal siapa saja yang memiliki maksud yang benar, maka ia pasti beriman kepadanya karena 
kandungannya yang terdiri dari bukti dan keterangan yang nyata bagi orang yang mempunyai akal, siap 
mendengarkan dan hadir hatinya. Di antara dalil yang menunjukkan kebenarannya adalah bahwa ia dibawa 
oleh nabi yang terpercaya, di mana kaumnya sudah mengenal kejujurannya, amanahnya, dan semua 
keadaannya yang seluruhnya baik. Di samping itu, sebagaimana diterangkan pada ayat selanjutnya, Beliau 
tidak mampu menulis dan tidak bisa membaca, sehingga jika Beliau membawa kitab yang agung ini, maka 
hal itu merupakan bukti yang nyata yang tidak menerima lagi keraguan bahwa kitab itu turun dari sisi Allah 
Yang Mahaperkasa lagi Maha terpuji. 

2135 Tentu mereka akan berkata, "Ia belajar dari kitab-kitab sebelumnya atau menyalin darinya." Tetapi 
ketika turun kepada Beliau kitab yang agung, yang kemudian Beliau menantang para ahli satra dan musuh 
yang keras kepala untuk mendatangkan yang serupa dengan Al Qur'an yang dibawanya atau satu surat saja, 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



49. Sebenarnya, (Al Quran) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang 
berilmu 2136 . Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami 2137 . 

50. Dan mereka (orang-orang kafir Mekah) berkata, "Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat 
dari Tuhannya 2138 ?" Katakanlah (Muhammad), "Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku 
hanya seorang pemberi peringatan yang jelas 2139 ." 



namun ternyata mereka tidak sanggup mendatangkannya, bahkan diri mereka tidak ada keinginan untuk 
membantahnya, karena mereka tahu ketinggian bahasanya dan kefasihannya, dan karena ucapan salah 
seorang dari manusia tidak ada yang sampai sejalan dengannya atau sesuai caranya. Oleh karena itulah, 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Sebenarnya, (Al Quran) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam 
dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami. " 

2136 Mereka adalah manusia utama dan orang-orang yang berakalnya. Jika ayat-ayat itu terdapat dalam hati 
orang-orang mulia tersebut, maka berarti sebagai hujjah atas selain mereka, dan bahwa pengingkaran selain 
mereka tidaklah diperhatikan, dan sudah pasti mengingkarinya adalah suatu kezaliman. Maksud "dalam 
dada" adalah bahwa ayat-ayat Al Quran terpelihara dalam dada dengan dihapal oleh banyak kaum muslimin 
turun temurun dan dipahami oleh mereka, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengubahnya. 

2137 Setelah jelas bagi mereka. Karena tidak ada yang menolaknya kecuali orang yang jahil yang berbicara 
tanpa ilmu, tidak mengikuti ahli ilmu, padahal ia mampu mengetahuinya secara hakiki, atau orang yang 
pura-pura bodoh yang mengetahui yang hak, namun menolaknya dan mengetahui kebenarannya, tetapi 
menyelisihinya. 

2138 Yakni sesuai yang mereka usulkan, seperti ucapan mereka, "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu 
hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami...dst. "(lihat surah Al Israa': 90-96) Padahal 
menentukan ayat atau mukjizat tertentu bukanlah diserahkan kepada mereka, dan bukan pula diserahkan 
kepada rasul, tetapi diserahkan kepada Allah, jika Dia menghendaki, maka Dia menurunkannya dan jika 
tidak, maka Dia tidak menurunkannya. Jika maksudnya adalah menjelaskan yang hak, dan ternyata bisa 
dilakukan dengan cara apa pun, maka mengusulkan ayat tersebut adalah suatu kezaliman, dan sikap 
sombong terhadap Allah dan terhadap kebenaran. Bahkan jika ditakdirkan ayat yang mereka usulkan itu 
turun dan ternyata hati mereka tidak beriman kecuali dengannya, maka yang demikian bukanlah keimanan, 
akan tetapi hanya sesuai hawa nafsu mereka sehingga mereka beriman, bukan karena ia sebuah kebenaran, 
bahkan karena ayat atau mukjizat itu sesuai dengan yang mereka usulkan. Akan tetapi karena maksud 
utamanya adalah untuk menerangkan yang hak, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan jalannya, 
Dia berfirman, "Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu kitab (Al 
Quran) yang dibacakan kepada mereka?" di dalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas dan penjelasan yang 
sangat bagus, tepat dan bijak, padahal yang membawanya seorang yang ummi (tidak kenal baca tulis). Hal 
ini merupakan bukti yang paling besar terhadap kebenarannya, terlebih mereka tidak mampu mendatangkan 
yang semisalnya. Selain itu, isinya terdapat berita yang gaib; berita tentang umat-umat terdahulu dan yang 
akan terjadi selanjutnya yang ternyata sesuai kenyataan. Demikian pula pengawasannya terhadap kitab-kitab 
terdahulu, pembenarannya terhadap yang benar dan pembersihannya terhadap penyelewengan tangan 
manusia terhadap kitab-kitab tersebut. Ditambah lagi dengan petunjuknya ke jalan yang lurus, perintahnya 
kepada semua kebaikan dan larangannya dari semua keburukan, perintah dan larangannya sejalan dengan 
keadilan dan kebijaksanaan lagi dapat dimengerti dan diterima oleh fitrah, di samping itu petunjuknya 
sejalan dengan setiap zaman dan setiap umat, di mana urusan mereka tidak akan baik kecuali dengan 
petunjuknya. Semua itu sebenarnya sudah cukup bagi orang yang membenarkan yang hak (benar) dan 
mencarinya. 

2139 Yakni aku tidak memiliki kedudukan lebih di atas ini. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



51. Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) 
yang dibacakan kepada mereka 2140 ? Sungguh, dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan 
pelajaran bagi orang-orang yang beriman 2141 . 

IjjJils ^j_y^3 ^_Jpj^3 >jl-> , jiS>JJ\ , I Lo JUju IJi^iy j^==dljj ajoL ^JjS' <ji 

52. Katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah menjadi saksi 2142 antara aku dan kamu. Dia 
mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil 2143 dan 
ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi 2144 ." 

Ayat 53-55: Penundaan azab untuk orang-orang zalim bukan berarti membiarkan, hikmah 
dari tidak disegerakan azab adalah sebagai ujian bagi kaum mukmin dan untuk membuka 
pintu tobat bagi mereka yang zalim. 

C|p Oj(/^ ^ r»-*J j»-tHB^J ^J^> J-?- 1 Jl*JLj cLb j!>JclZ^3 

53. 2145 Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya 
yang telah ditetapkan 2146 , niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang 
kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya 2147 . 



2140 Yang merupakan ayat Allah (mukjizat) yang terus menerus, berbeda dengan ayat-ayat-Nya yang lain 
(mukjizat). 

2141 Hal itu, karena di dalamnya terdapat ilmu yang banyak, kebaikan yang melimpah, membersihkan hati 
dan rah, menyucikan keyakinan, menyempurnakan akhlak, dan lain-lain. 

2142 Yakni atas kebenaranku. Jika aku berdusta, maka Dia akan menimpakan kepadaku hukuman yang kalian 
dapat mengambil pelajaran darinya. Akan tetapi, jika ternyata Dia malah menolongku, membelaku dan 
memudahkan urusanku, maka cukuplah persaksian yang agung ini dari sisi Allah. Jika dalam hatimu, 
persaksian-Nya -karena kamu tidak melihat dan mendengarnya- tidak cukup sebagai dalil, maka 
sesungguhnya Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, termasuk di antaranya terhadap keadaanku 
dan keadaanmu. Jika aku berkata dusta tentang-Nya padahal Dia mengetahui aku, tentu Dia akan 
menghukumku. 

2143 Yaitu yang disembah selain Allah. 

2144 Karena mereka membeli kekafiran dengan keimanan, membeli azab dengan kenikmatan dan membeli 
kerugian dengan keuntungan. 

2145 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang kebodohan orang-orang yang mendustakan 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan apa yang Beliau bawa, dan bahwa mereka meminta disegerakan 
azab sebagai tambahan terhadap pendustaan mereka. 

2146 Yang dimaksud dengan waktu yang telah ditetapkan ialah menjanjikan azab itu pada waktu yang 
ditentukan, seperti pada perang Badar, dan pada hari pembalasan nanti di akhirat. 

2147 Maka terjadilah sesuai yang diberitakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Saat mereka datang ke Badar 
dalam keadaan sombong lagi membanggakan diri dan mereka mengira bahwa maksud mereka akan tercapai, 
ternyata Allah menghinakan mereka, pemuka mereka terbunuh, sejumlah orang-orang jahat dari mereka 
dihabiskan sehingga tidak ada satu pun keluarga mereka kecuali merasakan musibah itu. Kalau pun mereka 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



0 



54. Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab (di dunia). Dan sesungguhnya neraka 
Jahanam itu meliputi orang-orang kafir 2148 , 

^ La I Jj^j ^_gl>- j I cu^- q* (* 6 » fy. 

55. Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan Allah 
berkata (kepada mereka), "Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan 2149 !" 

Ayat 56-63: Hijrah dari negeri kufur ke negeri iman ketika tidak dapat menjalankan ibadah 
dan ketaatan, kematian telah ditetapkan untuk makhluk yang hidup, dan bahwa Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala yang menanggung rezeki makhluk-makhluk-Nya. 

56. 2150 Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku 
(saja) 2151 . 

57. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu 
dikembalikan. 

£ „ j, < < -^J" „ x ^ -« ■ -» - • >^ 



58. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, sungguh, mereka akan Kami 
tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai- 
sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan, 



Q*y*±x}\ j>-\ L*j 

lereka akan Kami 
bawahnya sungai- 
rbuat kebajikan, 



tidak tertimpa azab duniawi, namun di hadapan mereka ada azab akhirat, di mana tidak ada seorang pun 
yang dapat meloloskan diri darinya. 

2148 Oleh karena itu, mereka tidak dapat meloloskan diri darinya karena Jahanam mengepung mereka 
sebagaimana dosa dan kekafiran mengepung diri mereka. 

2149 Amal mereka berubah menjadi azab, dan azab itu menutupi mereka sebagaimana kekafiran dan 
kemaksiatan menutupi diri mereka. 

2150 Ayat ini turun berkenaan dengan kaum muslimin yang lemah yang berada di Mekah, di mana mereka 
berada dalam kesulitan menampakkan syiar-syiar islam di sana. 

2151 Oleh karena itu, jika kamu kesulitan beribadah kepada Tuhanmu di suatu negeri, maka pindahlah ke 
negeri yang lain, karena bumi Allah itu luas. 

2152 Yakni terhadap gangguan orang-orang musyrik serta berhijrah untuk menampakkan agama. 

2153 Oleh karena itu, Allah memberi rezeki kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Tawakkal 
menghendaki untuk bersandar kepada Allah dan bersangka baik kepada-Nya, bahwa Dia akan mewujudkan 
amal yang mereka 'azamkan dan menyempurnakannya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




60. Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) 
rezekinya sendiri 2154 . Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu 2155 . Dia Maha 
Mendengar lagi Maha Mengetahui 2156 . 



61. 2157 Dan jika engkau bertanya kepada mereka 2158 , "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi 
dan menundukkan matahari dan bulan?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Maka mengapa 
mereka bisa dipalingkan 2159 (dari kebenaran). 



62. Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba- hamba-Nya 2160 dan 
Dia (pula) yang membatasi baginya 2161 . Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 



63. Dan jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan 
air itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah 2162 ." 
Katakanlah, "Segala puji bagi Allah, 2163 " tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti 2164 . 



2154 Karena lemahnya. 

2155 Wahai orang-orang yang berhijrah! Meskipun kamu tidak membawa bekal setelah berusaha 
membawanya. Kamu semua adalah tanggungan Allah, rezekimu diurus-Nya sebagaimana Dia yang 
menciptakan kamu dan mengaturmu.. 

2156 Oleh karena itu, tidak ada satu pun yang samar bagi-Nya, dan tidak ada satu pun makhluk yang binasa 
karena tidak mendapatkan rezeki disebabkan samar oleh-Nya. 

2157 Ayat ini menetapkan tauhid uluhiyyah dengan dalil tauhid rububiyyah, yakni oleh karena Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala yang menciptakan dan mengatur alam semesta, maka Dia pula yang berhak 
diibadahi. 

2158 Yakni orang-orang kafir. 

2159 Yakni bagaimana mereka dipalingkan dari tauhid (beribadah hanya kepada-Nya) padahal mereka 
mengetahui bahwa Allah adalah Rabbul 'alamin. 

2160 Sebagai ujian. 

2161 Sebagai ujian. 

2162 Mereka akan mengakui kelemahan berhala dan patung yang mereka sembah selain-Nya. Oleh karena itu, 
mengapa mereka sampai menyekutukan Allah dengan sesuatu? Kita tentu tidak akan menemukan orang 
yang paling lemah akalnya dan paling sedikit ketajaman hatinya daripada orang yang mendatangi batu, 
kuburan dan sebagainya untuk disembah, sedangkan dirinya mengetahui bahwa benda-benda itu tidak 
memberikan manfaat dan tidak dapat menolak bahaya, tidak dapat menciptakan dan tidak dapat memberikan 
rezeki. Anehnya, mereka malah memberikan keikhlasan dan pengabdian kepadanya serta menyekutukannya 
dengan Allah Yang Maha Pencipta lagi Yang memberi rezeki, Yang memberi manfaat dan menimpakan 
bahaya. 

2163 Karena telah tegak hujjah bagimu, atau karena Dia telah menerangkan petunjuk daripada kesesatan serta 
menerangkan kebatilan yang dipegang oleh kaum musyrik selama ini. Demikian pula segala puji bagi-Nya, 
karena Dia telah menciptakan alam semesta, mengatur dan memberikan rezeki kepada mereka, melapangkan 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ay at 64-69: Dunia adalah tempat kesenangan yang sementara, sedangkan akhirat adalah 
tempat kesenangan dan kebahagiaan yang kekal, sikap kaum musyrik ketika musibah 
menimpa mereka, jaminan Allah terhadap keamanan tanah suci, dan keutamaan orang- 
orang yang berjihad dan bersungguh-sungguh. 



64 . 2165 Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan 2166 . Dan sesungguhnya negeri 
akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya 2167 , sekiranya mereka mengetahui 2168 . 



65. Maka apabila mereka naik kapal 2169 , mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa 
pengabdian (ikhlas) kepada-Nya 2170 , tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, 
malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah) 2171 , 



66. biarlah 2172 mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka 2173 dan 
silahkan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui 
(akibat perbuatannya) 2174 . 



dan menyempitkan siapa yang Dia kehendaki karena kebijaksanaan-Nya, dan karena Dia mengetahui hal 
yang pantas bagi hamba-hamba-Nya. 

2164 Pertentangan mereka dalam hal pengakuan dan prakteknya. 

2165 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang keadaan dunia dan akhirat, yang maksudnya 
adalah untuk membuat kita zuhud terhadap dunia dan membuat kita rindu kepada akhirat. 

2166 Adapun ibadah, maka termasuk perkara akhirat yang jelas buahnya. Dunia dikatakan permainan dan 
senda gurau, karena apa yang Allah jadikan di sana berupa perhiasan, kenikmatan, dan kesenangannya dapat 
memikat hati-hati yang lalai, menyejukkan pandangan-pandangan yang lengah, menggembirakan jiwa-jiwa 
yang suka terhadap kesia-siaan, padahal kemudian akan hilang segera, dan tidak ada yang diperoleh 
pencintanya selain penyesalan, kekecewaan, dan kerugian. 

2167 Yakni kehidupan yang sempurna. Penghuninya hidup selamanya, senang selamanya, sehat selamanya 
dan muda selamanya. Ya Allah, masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah, 
masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah, masukkanlah kami ke surga dan 
jauhkanlah kami dari neraka. Allahumma aamin, aamiin, aamiin. 

2168 Sekiranya mereka mengetahui, tentu mereka tidak akan mengutamakan dunia di atas akhirat. 

2169 Lalu kapal itu diterjang oleh ombak yang besar dan mereka takut tenggelam. 

2170 Maksudnya, mereka meninggalkan sesembahan mereka selain Allah dan hanya berdoa kepada-Nya, 
karena mereka tahu tidak ada yang mampu menyelamatkan mereka selain Dia. 

2171 Mereka balas nikmat itu dengan keburukan. Mengapa mereka tidak berdoa dan beribadah pula kepada- 
Nya saja dalam kondisi tenang dan aman agar mereka menjadi orang-orang mukmin, berhak memperoleh 
pahala dan terhindar dari hukuman-Nya. 

2172 Ini merupakan ancaman. 

2173 Termasuk di antaranya nikmat dihindarkan dari bahaya. 

2174 Yaitu ketika mereka meninggalkan dunia menuju akhirat. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







4J0 1 <L«jlxj j Q jJw«^j (J^alJ Li I I_£J jj>- ^« ^« LJ I oija^tXj j LL« I ? L lilacs- b I ^Jj I 

67. Tidakkah mereka memperhatikan 2175 , bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci 
yang aman, padahal manusia sekitarnya saling merampok 2176 . Mengapa (setelah nyata kebenaran) 
mereka masih percaya kepada yang batil 2177 dan ingkar kepada nikmat Allah 2178 ? 

^^>- LJ (j^Jb O Jo jl bj_^= <j-»-? 

68. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah 
atau orang yang mendustakan yang hak 2179 ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah 
dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir 2180 ? 

© oi^^lii '&\ ojj bill 'j^?- oijftj 

69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami 2181 , Kami akan tunjukkan 
kepada mereka jalan-jalan kami 2182 . Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik 2183 . 



2175 Nikmat-Nya pula kepada mereka. 

2176 Mengapa mereka tidak menyembah kepada Tuhan yang memberikan makan kepada mereka di saat lapar 
dan mengamankan mereka di saat takut. 

2177 Yaitu perbuatan syirk mereka, demikian pula ucapan dan perbuatan mereka yang batil. 

2178 Di manakah mereka taruh akal mereka? Sampai-sampai, mereka rela mengutamakan kesesatan di atas 
petunjuk, kebatilan di atas yang hak, dan kesengsaraan di atas kebahagiaan. 

2179 Maksudnya, mendustakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam atau Al Qur'an. 

2180 Di hadapan orang yang zalim lagi keras kepala ini ada neraka Jahanam, di mana dari mereka diambil hak 
itu dan mereka dihinakan di sana, tempat tinggal mereka kekal dan mereka tidak akan dikeluarkan 
daripadanya. 

2181 Mereka adalah orang-orang yang berhijrah di jalan Allah dan berjihad melawan musuh mereka. Mereka 
mengerahkan kemampuannya untuk mencari keridhaan-Nya. 

2182 Yakni yang menyampaikan mereka kepada Kami, karena mereka adalah orang-orang yang berbuat ihsan. 

2183 Dengan memberikan bantuan, pertolongan dan hidayah. Ayat ini menunjukkan, bahwa orang yang layak 
mendapatkan kebenaran adalah orang yang sungguh-sungguh, dan bahwa orang yang berbuat ihsan dalam 
melaksanakan perintah Allah, maka Dia akan membantunya serta memudahkan sebab-sebab hidayah. Ayat 
ini juga menunjukkan, bahwa orang yang ber sungguh-sungguh mencari ilmu syar'i, maka dia akan 
mendapatkan hidayah dan pertolongan dari Allah. Di samping itu, mencari ilmu merupakan salah satu di 
antara dua jihad, di mana tidak ada yang melakukannya kecuali manusia-manusia pilihan, yang pertama 
yaitu jihad dengan ucapan dan lisan kepada kaum kafir dan munafik, jihad untuk berusaha mengajarkan 
agama dan membantah orang-orang yang menyelisihi yang hak, sedangkan yang kedua adalah jihad fisik 
(perang). Selesai tafsir surah Al 'Ankabut dengan memuji Allah dan dengan pertolongan-Nya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



Surah Ar Ruum (Bangsa Romawi) 

Surah ke-30. 60 ayat. Makkiyyah 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-7: Kebenaran berita Al Qur'an tentang peristiwa yang akan terjadi, berita 
kemenangan Bangsa Romawi terhadap Bangsa Persia yang musyrik. 



0^' 

1. Alif laam Miim. 

2. Bangsa Romawi 2184 telah dikalahkan 2185 , 

3. di negeri yang terdekat 2186 dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang 2187 , 

4. dalam beberapa tahun lagi 2188 . Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang) 2189 . 
Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman 2190 , 



2184 Maksudnya, Romawi timur yang berpusat di Konstantinopel. 

2185 Yakni oleh bangsa Persia, namun tidak sampai ke kerajaan Romawi, bahkan di negeri yang terdekat. 

2186 Maksudnya, terdekat ke negeri Arab yaitu Syria dan Palestina sewaktu menjadi jajahan kerajaan Romawi 
Timur. 

2187 Bangsa Romawi adalah satu bangsa yang beragama Nasrani yang mempunyai kitab suci, sedangkan 
bangsa Persia beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Keduanya adalah bangsa yang besar 
di dunia ketika itu, dan keduanya saling berperang. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Romawi oleh 
bangsa Persia, maka kaum musyrik Mekah menyambutnya dengan gembira karena berpihak kepada orang- 
orang musyrik Persia. Sedangkan kaum muslimin berduka cita karenanya. Disebutkan, bahwa orang-orang 
musyrik Mekah sampai berkata kepada kaum muslimin, "Kami akan mengalahkan kamu sebagaimana 
bangsa Persia mengalahkan bangsa Romawi. " Kemudian turunlah ayat mi dan ayat yang berikutnya 
menerangkan bahwa bangsa Romawi setelah kalah itu akan mendapat kemenangan dalam masa beberapa 
tahun saja. Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun setelah itu menanglah bangsa Romawi dan kalahlah 
bangsa Persia. Dengan kejadian itu jelaslah kebenaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam 
sebagai Nabi dan Rasul dan kebenaran Al Quran sebagai firman Allah. 

2188 Ialah antara tiga sampai sembilan tahun. Waktu antara kekalahan bangsa Romawi (tahun 614-615) 
dengan kemenangannya (tahun 622 M) kira-kira tujuh tahun. 

2189 Kemenangan dan kekalahan adalah dengan kehendak Alah dan qadar-Nya, bukan karena adanya sebab. 

2190 Sedangkan orang-orang musyrik berduka cita. Meskipun bangsa Romawi juga orang-orang kafir, namun 
sebagian keburukannya lebih ringan daripada bangsa Persia. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



f^^j>-j)\ ZlZA^^jA yya^J ^Ij-ysilj 

5. karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa 2191 lagi 
Maha Penyayang 2192 . 

6. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya 2193 , tetapi kebanyakan manusia tidak 
mengetahui 2194 . 

7. Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia 2195 ; sedangkan terhadap 
(kehidupan) akhirat mereka lalai 2196 . 

Ayat 8-16: Dorongan untuk merenungi alam semesta dan diri manusia, menguatkan adanya 
kebangkitan dan hisab, serta terbaginya manusia menjadi mukmin dan kafir. 



2191 Dengan keperkasaan-Nya Dia tundukkan semua makhluk, Dia memberikan kerajaan kepada siapa yang 
Dia kehendaki dan mencabut kerajaan dari siapa yang Dia kehendaki, Dia memuliakan siapa yang Dia 
kehendaki dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki. 

2192 Kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin, di mana Dia telah menetapkan segala sebab yang 
membahagiakan mereka dan memenangkan mereka. 

2193 Maka kaum muslimin yakin dan memastikan kemenangan itu. Ketika turun ayat ini, kaum muslimin 
membenarkannya, sedangkan kaum musyrik mengingkarinya. Saking yakinnya dengan janji itu, sampai di 
antara kaum muslimin ada yang melakukan taruhan dengan kaum musyrikin terhadap hal itu. Ketika tiba 
waktu yang Allah tetapkan, maka menanglah bangsa Romawi terhadap bangsa Persia, dan mereka diusir dari 
negeri-negeri yang sebelumnya mereka rebut dari bangsa Romawi dan terwujudlah janji Allah itu. 

2194 Bahwa janji Allah adalah hak (benar). Oleh karena itulah ada sebagian yang mendustakan janji Allah dan 
mendustakan ayat-ayat-Nya. Mereka itu tidak mengetahui hakikat segala sesuatu dan kesudahannya. Bahkan 
yang mereka ketahui sebagaimana yang disebutkan pada ayat selanjutnya adalah perkara yang lahir (tampak) 
dari kehidupan dunia. 

2195 Mereka hanya melihat kepada sebab dan memastikan perkara karena ada sebab-sebabnya, dan mereka 
meyakini tidak akan terjadi perkara apa pun tanpa ada sebab-sebabnya. Mereka hanya berdiri bersama sebab, 
dan tidak melihat kepada yang mengadakan sebab itu. 

2196 Hati mereka, hawa nafsu mereka, dan keinginan mereka tertuju kepada dunia dan perhiasannya. Oleh 
karena itu, mereka lakukan sesuatu untuknya dan berusaha keras kepadanya dan lalai dari akhirat. Mereka 
berbuat bukan karena rindu kepada surga dan takut kepada neraka serta takut berhadapan dengan Allah nanti 
pada hari Kiamat. Ini merupakan tanda kecelakaan seseorang. Namun sangat mengherangkan sekali, orang 
yang seperti ini adalah orang yang pandai dan cerdas dalam urusan dunia sampai membuat manusia 
terkagum kepadanya. Mereka membuat kendaraan darat, laut dan udara, serta merasa ujub (kagum) dengan 
akal mereka dan mereka melihat selain mereka lemah dari kemampuan itu yang sesungguhnya Allah yang 
memberikan kepada mereka kemampuan itu, sehingga mereka merendahkan orang lain, padahal mereka 
adalah orang yang paling bodoh dalam urusan agama, paling lalai terhadap akhirat, dan paling kurang 
melihat akibat (kesudahan dari segala sesuatu). Selanjutnya mereka melihat kepada kemampuan yang 
diberikan Allah berupa berpikir secara teliti tentang dunia dan hal yang tampak daripadanya, namun mereka 
dihalangi dari berpikir tinggi, yaitu mengetahui bahwa semua perkara milik Allah, hukum (keputusan) hak- 
Nya, memiliki rasa takut kepada-Nya dan meminta kepada-Nya agar Dia menyempurnakan pemberian-Nya 
kepada mereka berupa cahaya akal dan iman. Semua perkara itu jika diikat dengan iman dan menjadikannya 
sebagai dasar pijakan tentu akan membuahkan kemajuan, kehidupan yang tinggi, akan tetapi karena 
dibangun di atas sikap ilhad (ingkar Tuhan), maka tidak membuahkan selain turunnya akhlak, menjadi sebab 
kebinasaan dan kehancuran. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




8. Dan mengapa mereka 2197 tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka 2198 ? Allah tidak 
menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang 
benar 2199 dan dalam waktu yang ditentukan 2200 . Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar- 
benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya 2201 . 



9. Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum 
mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka 
telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. 
Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka 
Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka 2202 , tetapi merekalah yang berlaku zalim 
kepada diri mereka sendiri. 



2197 Yakni mereka yang mendustakan para rasul Allah dan pertemuan dengan-Nya. 

2198 Sesungguhnya dalam diri mereka terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa yang mengadakan 
mereka dari yang sebelumnya tidak ada akan mengulangi penciptaan lagi, dan bahwa yang mengubah 
mereka dari satu keadaan kepada keadaan yang lain; dari mani menjadi segumpal darah, lalu menjadi 
segumpal daging dan selanjutnya menjadi manusia yang memiliki ruh, dari anak kecil menjadi anak muda, 
lalu menjadi orang tua hingga menjadi kakek-kakek, tidak mungkin yang menjadikan seperti itu membiarkan 
mereka begitu saja, tidak diperintah dan tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Ini tidak 
mungkin. 

2199 Yakni untuk menguji manusia siapakah yang paling baik amalnya; paling ikhlas dan sesuai sunnah 
Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. 

2200 Maksudnya, keutuhan langit dan bumi telah ditentukan sampai waktu tertentu, di mana ketika itu bumi 
dan langit diganti dengan bumi dan langit yang baru. 

2201 Oleh karena itu, mereka tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi pertemuan dengan-Nya, tidak 
membenarkan para rasul yang memberitakannya, dan kekafiran ini merupakan kekafiran yang tidak didasari 
dalil. Bahkan dalil-dalil yang ada memastikan adanya kebangkitan dan pembalasan. Oleh karena itulah, di 
ayat selanjutnya Allah mengingatkan mereka untuk melakukan perjalanan di bumi dan melihat kesudahan 
yang menimpa orang-orang mendustakan para rasul dan menyelisihi perintahnya yang keadaannya lebih 
kuat dan lebih banyak peninggalannya di bumi, seperti sisa-sisa istana dan benteng-benteng, pepohonan 
yang mereka tanam, sungai yang mereka gali, tetapi kenyataannya kekuatan itu tidak berguna bagi mereka, 
dan peninggalan mereka tidak bermanfaat apa-apa saat mereka mendustakan rasul-rasul mereka yang datang 
membawa keterangan yang nyata yang menunjukkan kebenaran mereka dan kebenaran yang mereka bawa. 
Karena ketika melihat bekas peninggalan mereka, maka kita tidak menemukan selain sebagai umat-umat 
yang binasa, tempat tinggalnya pun sepi dijauhi manusia dan celaan dari manusia pun bertubi-tubi. Ini 
merupakan balasan yang disegerakan sekaligus sebagai contoh untuk balasan di akhirat dan awal baginya. 
Semua umat itu telah binasa, Allah tidak menzalimi mereka, akan tetapi mereka yang menzalimi diri mereka 
dan menyebabkan binasa. 

2202 Dengan membinasakan mereka tanpa dosa. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



l^j^Jjiji^i IjiDj IjjJL^= Ol (^IjJJl lj*LJ Oi^JI 4_4LP OO 

10. Kemudian, azab yang lebih buruk 2203 adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan 
kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokannya. 

1 1 . 2204 Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian 
kepada-Nya kamu dikembalikan. 

12. Dan pada hari (ketika) terjadi kiamat 2205 , orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) terdiam 
berputus asa 2206 . 

13. Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat 2207 (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala 
mereka, sedangkan mereka mengingkari 2208 berhala-berhala mereka itu 2209 . 

14. Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam 
kelompok) 2210 . 

15. Adapun orang-orang yang beriman 2211 dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam 
taman 2212 (surga) bergembira 2213 . 



Yaitu neraka Jahanam. 

2204 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan, bahwa Dia sendiri yang memulai penciptaan dan 
mengulangi kembali, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan untuk diberikan balasan. Oleh karena 
itulah pada ayat selanjutnya disebutkan balasan orang-orang yang berbuat kebaikan dan balasan orang-orang 
yang berbuat keburukan. 

2205 Yakni ketika manusia bangkit menghadap Rabbul 'alamin dan menyaksikan peristiwa yang terjadi di 
alam akhirat, maka orang-orang yang berdosa berputus asa dari semua kebaikan, karena tidak ada yang 
mereka siapkan selain dosa, berupa syirk, kekafiran dan kemaksiatan. 

2206 Karena hujjah mereka telah terputus, dan karena tidak ada yang mereka siapkan untuk menghadapi hari 
itu selain sebab-sebab untuk disiksa. Saat itu pula, hilanglah semua yang mereka ada-adakan selama mi, 
berupa anggapan bahwa sesembahan-sesembahan mereka selain Allah akan memberikan syafaat. 

2207 Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau menghindarkan 
sesuatu mudharat bagi orang lain. 

2208 Ketika itu, orang-orang musyrik berlepas diri dari sesembahannnya, dan sesembahan mereka pun 
berlepas diri pula dari para penyembahnya. 

2209 Menurut sebagian ahli tafsir, ayat ini diartikan, "Sedangkan mereka menjadi kafir disebabkan berhala- 
berhala itu." 

2210 Ada orang mukmin dan ada orang kafir. 

2211 Dengan hati mereka dan mereka benarkan dengan amal. 

2212 Di dalamnya terdapat berbagai pepohonan dan berbagai kesenangan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



(cji) o lr^£- v»l J Jljli S^^ff c^LaJj UfLfe i y.^j 1 jjis' # jJT & Ij 

16. Dan adapun orang-orang yang kafir 2214 dan mendustakan ayat-ayat Kami 2215 serta 
(mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka) 2216 . 

Ayat 17-26: Perintah menyucikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, bukti-bukti terhadap 
keberadaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, kekuasaan-Nya dan indahnya perbuatan-Nya di 

alam semesta. 



7 Maka bertasbihlah kepada Allah 2218 pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh), 
bagi-Nya baik c 

Zuhur (tengah hari). 

19. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati 2220 dan mengeluarkan yang mati dari yang 
hidup 2221 dan menghidupkan bumi setelah mati (kering) 2222 . Dan seperti itulah kamu akan 
dikeluarkan (dari kubur) 2223 . 



2213 Mereka menikmati makanan dan minuman yang lezat di sana, memperoleh bidadari yang bermata jeli, 
memiliki para pelayan, mendengarkan suara yang merdu, melihat pemandangan yang indah, mencium 
wewangin yang semerbak, dan kenikmatan lainnya yang sulit disifatkan. 

2214 Mengingkari nikmat itu dan menyikapinya dengan kufur; tidak bersyukur. 

2215 Yakni yang dibawa para rasul Kami. 

2216 Neraka Jahanam mengepung mereka dan azabnya membakar sampai naik ke hati, airnya yang panas 
membuat cacat muka dan memutuskan usus-usus mereka. 

2217 Syaikh As Sa'diy berkata, "Ini merupakan pemberitaan tentang kesucian-Nya dari keburukan dan 
kekurangan, dan kesucian-Nya dari kesamaan dengan salah satu di antara makhluk-Nya, demikian pula 
memerintahkan hamba untuk menyucikan-Nya di waktu sore dan pagi hari, serta di waktu malam dan siang 
hari. Ini adalah lima waktu; waktu-waktu shalat yang lima, di mana Allah memerintahkan hamba-hamba- 
Nya untuk bertasbih di sana dan memuji-Nya. Termasuk di dalamnya, yang wajib daripadanya seperti yang 
dikandung dalam shalat yang lima waktu, yang sunat seperti dzikr pagi dan petang serta setelah shalat, 
demikian pula yang bergandengan dengannya berupa perkara-perkara sunat, karena waktu-waktu tersebut 
adalah waktu yang dipilih Allah untuk waktu ibadah yang wajib (shalat), di mana waktu tersebut lebih utama 
daripada selainnya. Bertasbih, bertahmid dan beribadah di waktu itu lebih utama daripada selainnya. Bahkan 
beribadah meskipun tidak ada ucapan "subhaanallah", tetapi ketika seseorang ikhlas melakukannya 
merupakan bentuk penyucian Allah dengan perbuatan, yakni menyucikan-Nya dari memiliki sekutu dalam 
ibadah, atau adanya yang merasa berhak seperti berhaknya Dia untuk diberikan keikhlasan dan sikap 
kembali." 

2218 Ada yang menafsirkan, "Shalatlah." Yakni perintah untuk mendirikan shalat yang lima waktu. 

2219 Yakni penduduk langit dan bumi memuji-Nya. 

2220 Seperti manusia dari mani, burung dari telur, tumbuhan dari tanah yang mati, pohon dari sebuah biji, 
dsb. 

2221 Seperti keluarnya mani dan telur dari makhluk hidup. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




20. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah' 
kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak 2226 . 



21. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya 2227 ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan 
untukmu dari jenismu sendiri 2228 , agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia 
menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang 2229 . Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar 
terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir 2230 . 



22. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan 
bahasamu dan warna kulitmu 2231 . Sungguh, pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda- 
tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang mengetahui 2232 . 



Dia menurunkan hujan ke bumi, lalu hiduplah bumi itu dan menjadi subur serta menumbuhkan berbagai 
jenis pasangan tumbuhan yang indah. 

2223 la merupakan dalil yang pasti, bahwa yang menghidupkan bumi setelah matinya mampu menghidupkan 
orang-orang yang telah mati. Menurut akal yang sehat, kedua hal itu tidaklah berbeda, dan tidak ada 
anggapan mustahil sedangkan kita menyaksikan keadaannya yang sama. 

2224 Ayat mi dan selanjutnya mulai menyebutkan ayat-ayat yang menunjukkan keberhakan Allah untuk 
diibadahi dan hanya Dia yang berhak untuk itu, demikian pula menunjukkan sempurnanya keagungan-Nya, 
berlakunya kehendak-Nya, kuatnya kemampuan-Nya, indahnya ciptaan-Nya, luasnya rahmat-Nya dan ihsan- 
Nya. 

2225 Yakni nenek moyang kamu, yaitu Adam dari tanah. 

2226 Hal ini menunjukkan bahwa yang menciptakan kamu dari asal yang satu dan mengembangbiakkan ke 
berbagai penjuru bumi adalah Tuhan yang berhak disembah, Raja yang berhak dipuji, Maha Penyayang lagi 
Mahakasih, yang akan mengembalikan kamu setelah mati dengan adanya kebangkitan. 

2227 Yakni yang menunjukkan kasih sayang-Nya, perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya, kebijaksanaan- 
Nya yang besar, dan ilmu-Nya yang meliputi. 

2228 Maksudnya, yang sesuai dan seperti kamu.. 

2229 Dengan adanya pasangan, kedua belah pihak dapat bersenang-senang, tidak kesepian, memperoleh 
manfaat adanya anak, serta mendidik mereka dan cenderung kepada pasangannya. Oleh karena itu, kita 
hampir tidak menemukan rasa cinta dan sayang lebih dalam seperti yang terdapat dalam pernikahan. 

2230 Yakni yang menjalankan akal pikirannya, mentadabburi ayat-ayat Allah, dan berpindah dari satu 
keadaan kepada keadaan yang lain. 

2231 Padahal asalnya hanya satu, dan tempat keluarnya huruf juga satu. Meskipun demikian, kita akan 
menemukan sedikit atau banyak perbedaan antara suara dan warna kulit yang membedakan antara yang satu 
dengan yang lain. Hal ini menunjukkan sempurnanya kekuasaan-Nya, dan berlakunya kehendak-Nya. 
Termasuk perhatian dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia menetapkan adanya perbedaan 
itu agar tidak terjadi kesamaran sehingga terjadi kekacauan dan hilang maksud dan tujuan. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 








23. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari 
dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar 
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan 2234 . 



24. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya 2235 , Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk 
(menimbulkan) ketakutan 2236 dan harapan 2237 , dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu 
dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar- 
benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti 2238 . 



25. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak- 
Nya 2239 . 2240 Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, ketika itu kamu 
keluar (dari kubur) 2241 . 



2232 Mereka adalah ahli ilmu; yang memahami pelajaran, dan mentadabburi ayat-ayat Allah. Dari penciptaan 
langit dan bumi, mereka dapat mengetahui besarnya kerajaan Allah dan sempurnya kekuasaan-Nya sehingga 
mampu mengadakan makhluk yang besar ini. Dari sana pula mereka dapat mengetahui kebijaksanaan Allah 
karena kerapian ciptaannya serta mengetahui luasnya ilmu-Nya, karena yang menciptakan pasti mengetahui 
makhluk yang diciptakan-Nya. Dari sana pun mereka mengetahui meratanya rahmat-Nya dan karunia-Nya 
karena di dalamnya terdapat manfaat yang besar, dan bahwa Dia memang menginginkan, di mana Dia 
memilih apa yang Dia kehendaki karena di dalamnya terdapat kelebihan dan keistimewaan, dan bahwa 
hanya Dia yang berhak disembah dan diesakan, karena Dia yang sendiri menciptakan maka Dia yang wajib 
disembah saja. Semua ini merupakan dalil akal yang Allah ingatkan, agar akal mau memikirkannya dan 
mengambil pelajaran daripadanya. 

2233 Apa yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah dalil yang menunjukkan kasih sayang Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala dan sempurnanya hikmah-Nya, karena hikmah-Nya menghendaki agar manusia 
diam pada waktu tertentu untuk beristirahat dan bertebaran lagi pada waktu yang lain untuk maslahat agama 
dan dunia mereka, dan hal itu tidaklah sempurna kecuali dengan adanya pergantian malam dan siang. Zat 
yang sendiri mengatur itu Dialah yang berhak diibadahi. 

2234 Yakni mendengarkan sambil memikirkan. 

2235 Yakni termasuk tanda-tanda yang menunjukkan merata ihsan-Nya, luas ilmu-Nya, sempurna kerapian- 
Nya, besarnya hikmah-Nya adalah apa yang disebutkan pada ayat di atas. 

2236 Bagi musafir karena takut kepada halilintar. 

2237 Bagi yang mukim karena ingin hujan turun. 

2238 Yakni mengerti apa yang didengar dan dilihatnya, dan dari sana mereka dapat mengetahui sesuatu yang 
ditunjukkan olehnya. 

2239 Sehingga tidak terjadi kegoncangan, dan langit tidak menimpa bumi. Kekuasaan-Nya yang besar mampu 
menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




26. Dan milik-Nya 2242 apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. 

Ayat 27-32: Allah Subhaanahu wa Ta'aala Dialah Yang Maha Pencipta yang mcmiliki semua 
sifat sempurna dan bersih dari sifat kekurangan, Islam dan tauhid sesuai fitrah manusia, 
perintah bersatu dan larangan berpecah belah serta mengikuti hawa nafsu. 

27. Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah 
bagi-Nya 2243 . 2244 Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi 2245 . Dan Dialah Yang 
Mahaperkasa lagi Mahabijaksana 2246 . 

28. 2247 Dia membuat perumpamaan bagimu 2248 dari dirimu sendiri. Apakah (kamu re la) 2249 jika ada 
di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang 



2240 Yaitu dengan tiupan sangkakala kedua oleh malaikat Israfil untuk bangkit dari kubur. Hal itu adalah 
mudah bagi Allah, karena Dia mampu menciptakan langit dan bumi yang lebih besar daripada manusia. 

2241 Dalam keadaan hidup. Itu pun termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya. 

2242 Yakni milik-Nya, ciptaan-Nya, dan hamba-Nya. Dia pula yang mengatur tanpa ada yang menentang, dan 
tanpa pembantu. Semuanya tunduk kepada keagungan dan kesempurnaan-Nya. 

2243 Yakni daripada memulai penciptaan. Hal ini jika dihubungkan dengan alam pikiran manusia, yaitu 
bahwa mengulangi kembali lebih mudah daripada memulai penciptaan, karena mengulangi kembali 
sebagiannya sudah ada, sedangkan memulai sama sekali tidak ada. Meskipun demikian, keduanya (memulai 
penciptaan dan mengulangi kembali) sama-sama mudah bagi Allah Subhaanahu wa Ta'aala; tidak sulit sama 
sekali. 

2244 Setelah sebelumnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan ayat-ayat-Nya yang agung yang 
terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran, membuat orang-orang mukmin ingat 
dan menjadikan orang yang berpandangan tajam mendapatkan hidayah, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
menyebutkan perkara yang besar dan tuntutan yang besar. 

2245 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memiliki semua sifat sempurna, dan yang sempurna dari sifat itu. Hati 
hamba-hamba-Nya yang ikhlas dipenuhi rasa cinta dan kembali secara sempurna kepada-Nya, nama-Nya 
disebut-sebut oleh mereka dan ditujukan ibadah oleh mereka. Matsalul ATaa artinya sifat -Nya yang 
Mahatinggi serta hasil daripadanya. Oleh karena itulah, ahli ilmu menggunakan Qiyasul Awlaa untuk Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala. Mereka mengatakan, "Setiap sifat sempurna yang ada pada makhluk, maka 
Penciptanya lebih berhak memilikinya namun tidak ada yang menyamai dalam sifat itu, dan setiap sifat 
kekurangan yang makhluk bersih darinya, maka Penciptanya lebih bersih lagi darinya." 

2246 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memiliki keperkasaan yang sempurna dan hikmah yang besar. Dengan 
keperkasaan-Nya, Dia mengadakan makhluk dan menampakkan perintah-Nya, dan dengan kebijaksanaan- 
Nya, Dia merapikan ciptaan-Nya dan merapikan syari'at-Nya. 

2247 Ayat ini merupakan perumpamaan yang Allah Subhaanahu wa Ta'aala buat untuk menerangkan 
buruknya syirk, dan perumpamaannya adalah diri kita. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu 
kamu takut kepada mereka 2250 sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami 
jelaskan ayat-ayat itu 2251 bagi kaum yang mengerti 2252 . 

29. Tetapi orang-orang yang zalim 2253 , mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka 
siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah 2254 . Dan tidak ada 
seorang penolong pun bagi mereka 2255 . 

- ^ % - - - £ * + ,< ' 4* „ „ . E ✓ , * . „ , 

30 . 2256 Maka hadapkanlah wajahmu 2257 dengan lurus 2258 kepada agama (Islam) 2259 ; sesuai fitrah 
Allah 2260 disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu 2261 . Tidak ada perubahan 



Wahai kaum musyrik! 

2249 Kalimat istifham (pertanyaan) pada ayat di atas maksudnya adalah untuk menafikan, yakni bahwa hamba 
sahayamu tidaklah menjadi sekutumu dalam hal harta maupun lainnya sehingga mereka setara denganmu, 
dan tentu kamu tidak rela. Jika demikian mengapa kamu rela menjadikan sebagian milik Allah sebagai 
sekutu bagi-Nya? 

2250 Yakni seakan-akan hamba sahayamu adalah orang-orang merdeka yang menjadi sekutumu. 

2251 Yaitu memperjelasnya melalui perumpamaan-perumpamaan. 

2252 Maksudnya, mengerti hakikat yang sebenarnya. Adapun orang yang tidak mengerti, jika diperjelas ayat- 
ayat kepadanya, maka tetap saja tidak mengerti. Kepada orang-orang yang mengerti atau berakal itulah 
ditujukan pembicaraan. Dari perumpamaan tersebut dapat diketahui, bahwa barang siapa yang mengambil 
sekutu selain Allah, di mana dia beribadah dan bertawakkal kepadanya dalam semua urusannya, maka 
sesungguhnya dia beribadah dan bertawakkal kepada sesuatu yang tidak memiliki hak apa-apa. Tetapi 
mengapa mereka masih saja melakukan perkara yang batil itu? Yang jelas sekali kebatilannya dan jelas 
buktinya. Sudah pasti, tidak ada yang mereka ikuti selain hawa nafsu semata sebagaimana diterangkan pada 
ayat selanjutnya. 

2253 Dengan berbuat syirk. 

2254 Yakni jangan kamu heran karena mereka tidak mendapatkan hidayah, karena Allah Ta'ala telah 
menyesatkan mereka karena kezaliman mereka, dan tidak ada jalan untuk menunjuki orang yang disesatkan 
Allah, karena tidak ada yang dapat menentang Allah atau menentang-Nya dalam kerajaan-Nya. 

2255 Yang menolong mereka dari azab Allah. 

2256 Dalam ayat ini Alah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada Allah 
dan karena-Nya dalam semua keadaan, dan memerintahkan untuk menegakkan agama-Nya. 

2257 Yakni hati, niat dan badanmu. Allah sebut "wajah" secara khusus, karena dengan menghadapnya wajah, 
maka yang lain ikut pula menghadap (seperti hati dan anggota badan). 

2258 Yakni menghadap kepada Allah dan berpaling dari selain-Nya. 

2259 Yang di dalamnya terdapat Islam, iman dan ihsan. Yaitu dengan mengarahkan hati, niat dan badan kita 
untuk menegakkan syari'at Islam yang tampak, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dsb. Demikian pula untuk 
menegakkan syari'at Islam yang tersembunyi, seperti cinta, takut, berharap, kembali dan berbuat ihsan 
dalam mengerjakan semua syariat yang tampak itu dan yang tersembunyi, yaitu dengan beribadah kepada 
Allah seakan-akan melihat-Nya, dan jika tidak merasakan begitu, maka sesungguhnya Dia melihat kita. 

2260 Maksudnya, yang diperintahkan itu adalah fitrah Allah. 

2261 Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menetapkan indahnya semua syariat Allah, seperti tauhid, 
mendirikan shalat, berbuat baik, dsb. dalam pandangan manusia dan buruknya selain itu. Karena semua 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



pada ciptaan Allah 2262 . (Itulah) agama yang lurus 2263 , tetapi kebanyakan manusia tidak 
mengetahui 2264 , 

Cjl Cy^r^ J&*1\ ' y * jlyaJ I I 'j * J-^ 'j Cfc-£* * 

31. Dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya 2265 serta laksanakanlah 
shalat 2266 dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah 2267 , 

32. 2268 yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka 2269 dan mereka menjadi beberapa 
golongan 2270 . Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka 2271 . 



hukum-hukum syariat yang tampak maupun tersembunyi telah Allah tanamkan dalam hati semua makhluk, 
cenderung kepadanya, sehingga dalam hati mereka ada kecintaan kepada kebenaran dan mengutamakan 
yang hak. Ini adalah hakikat fitrah Oleh karena itu, barang siapa yang keluar dari fitrah ini, maka 
disebabkan pengaruh luar yang datang kepada fitrah itu sehingga merusaknya, sebagaimana sabda Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam: 

"Tidak ada seorang anak pun yang lahir, kecuali di atas dasar fitrah (Islam). Kedua orang tuanyalah yang 
menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Dengan demikian, Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid (Islam). Jika 
ada manusia tidak bertauhid, maka hal itu tidak wajar. Mereka tidak bertauhid itu hanyalah karena pengaruh 
lingkungan. 

2262 Yakni agama-Nya. Atau maksudnya, tidak ada seorang pun yang dapat merubah ciptaan Allah, seperti 
menjadikan makhluk di atas selain fitrah itu. 

2263 Yakni yang menyampaikan kepada Allah dan kepada pemberian-Nya yang istimewa (surga-Nya), karena 
barang siapa yang menghadapkan wajahnya dengan lurus kepada agama Islam ini, maka dia telah 
menempuh jalan yang lurus yang menyampaikan kepada Allah dan surga-Nya. 

2264 Kebanyakan mereka tidak mengetahui agama yang lurus, dan kalau pun mengetahui, namun mereka 
tidak mau menempuhnya. 

2265 Ini merupakan tafsiran dari menghadapakan wajah dengan lurus kepada agama Islam, karena maksud 
kembali adalah kembalinya hati dan pengarahannya kepada hal yang diridhai Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 
Konsekwensinya adalah membawa badan untuk mengerjakan perbuatan yang diridhai Allah dengan 
melakukan ibadah yang tampak maupun tersembunyi, dan hal itu tidaklah sempurna kecuali dengan 
meninggalkan maksiat yang tampak maupun tersembunyi. Oleh karena itu, dalam ayat tersebut disebutkan 
pula bertakwa kepada-Nya yang kandungannya adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. 

2266 Disebutkan shalat secara khusus, karena shalat mengajak pelakunya untuk kembali dan bertakwa, ia 
mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sehingga membantu tercapainya ketakwaan. 

2267 Disebutkan syirk secara khusus, karena ia merupakan larangan utama, di mana amal apa pun yang baik 
tidak akan diterima. Di samping itu, syirk bertentangan dengan sikap kembali, di mana ruhnya adalah ikhlas. 

2268 Selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan keadaan kaum musyrik sambil menerangkan 
buruknya keadaan mereka. 

2269 Dalam sebuah qira'aat, dibaca "Faaraquu" (meninggalkan). Maksudnya, meninggalkan agama tauhid 
(Islam) dan menganut berbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka. Di antara mereka ada yang 
menyembah patung dan berhala, ada pula yang menyembah api, ada pula yang menyembah matahari, ada 
yang menyembah wali dan orang-orang saleh, dsb. 

2270 Para pengikut golongan tersebut bersikap fanatik kepada golongannya dan membela kebatilan yang ada 
pada golongan tersebut, serta menentang orang yang berada di luar golongannya dan memeranginya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 33-37: Sifat-sifat manusia yang tercela. 





33. 2272 Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya 2273 , mereka menyeru Tuhannya dengan 
kembali (bertobat) kepada-Nya 2274 , kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya 2275 
kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Tuhannya 2276 , 



34. Biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, 
maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu). 



35. Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan 
(membenarkan) apa yang selalu mereka persekutukan dengan Tuhan 2277 ? 



2271 Berupa ilmu yang menyelisihi ilmu para rasul. Mereka bangga dengannya, sehingga mereka 
memutuskan bahwa yang ada pada mereka adalah yang hak, sedangkan selain mereka adalah batil. Dalam 
ayat ini terdapat peringatan kepada kaum muslimin agar tidak terpecah-pecah ke dalam beberapa kelompok, 
di mana masing-masing bersikap fanatik kepada apa yang ada bersama mereka, hak atau batil, sehingga 
mereka mirip dengan kaum musyrik dalam perpecahan, padahal agamanya satu, rasul mereka satu, dan 
Tuhan yang disembah hanya satu. 

Kebanyakan masalah-masalah agama (seperti masalah ushuluddin) telah terjadi kesepakatan di kalangan 
para ulama dan para imam, dan persaudaraan seiman pun telah Allah ikat dengan kuat, maka mengapa 
semua itu tidak dianggap dan perpecahan di antara kaum muslimin malah dibangun di atas masalah-masalah 
yang samar, masalah furu' yang di sana terjadi khilaf, sampai-sampai yang satu menyesatkan yang lain, dan 
sebagian mereka memisahkan diri dari yang lain. Ini tidak lain karena godaan setan yang ditimpakan kepada 
kaum muslimin. Oleh karena itu, usaha untuk menyatukan kesatuan mereka, menghilangkan pertengkaran 
yang terjadi yang didasari atas asas yang batil termasuk jihad fii sabilillah dan amal utama yang 
mendekatkan diri kepada Allah? 

2272 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan kembali kepada-Nya, dan kembali tersebut adalah 
perkara ikhtiyari (pilihan), yang bisa dilakukan ketika keadaan susah maupun lapang, luas maupun sempit, 
maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan kembali yang sifatnya mendesak, di mana keadaan ini 
biasanya dilakukan semua manusia ketika kondisi dalam bahaya, namun sayangnya, biasanya ketika bahaya 
itu hilang, ternyata mereka malah membuang sikap kembali itu ke belakang punggungnya, dan kembali 
seperti sebelumnya. Sikap kembali seperti ini tidaklah bermanfaat apa-apa bagi pelakunya. 

2273 Seperti sakit atau khawatir akan binasa. 

2274 Mereka melupakan semua yang mereka sekutukan dengan Allah saat kondisi seperti itu, karena mereka 
mengetahui, bahwa tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

2275 Yang dimaksudkan dengan rahmat disini ialah lepas dari bahaya itu atau dari sakit yang dideritanya. 

2276 Mereka membatalkan sikap kembali itu yang timbul dari diri mereka, lalu menyekutukan Allah kembali 
dengan sesuatu yang tidak dapat menghilangkan bahaya dan memberikan manfaat. Ini semua merupakan 
sikap kufur terhadap nikmat Allah, di mana Dia telah menyelamatkan mereka dari kesulitan. Maka mengapa 
mereka tidak menyikapi nikmat itu dengan sikap syukur dan senantiasa ikhlas dalam semua keadaan? 

2277 Yakni apakah ada keterangan yang turun kepada mereka; yang mengatakan, "Tetaplah kamu berbuat 
syirk, karena yang kamu pegang selama ini adalah hak dan yang diserukan para rasul adalah batil." Adakah 
keterangan itu sehingga mengharuskan mereka berpegang dengan syirk? Bahkan yang ada dari wahyu dan 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




.lit HiSi iS]3 



36. Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka bergembira 
dengan rahmat itu. Tetapi apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka 
sendiri, seketika itu mereka berputus asa (dari rahmat-Nya) 2279 . 

Ayat 37-41: Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengatur pemberian rezeki dan penggunaannya, 
keutamaan infak dan sedekah untuk mencari keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, 
penjelasan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala Dialah Yang sendiri menciptakan alam 
semesta, dan penjelasan bahwa maksiat merupakan sebab kerusakan di bumi. 



37. Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang 
Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki) 2280 . Sungguh, pada 
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman 2281 . 



38. Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat 2282 , juga kepada orang miskin 2283 dan orang- 
orang yang dalam perjalanan 2284 . Itulah yang lebih baik 2285 bagi orang-orang yang mencari 
keridhaan Allah. Dan mereka 2286 itulah orang-orang beruntung 2287 . 



akal sehat, dari kitab-kitab samawi (yang turun dari langit), dan dari para rasul serta panutan manusia, adalah 
melarang mereka berbuat syirk, melarang mereka menempuh jalan-jalan yang mengarah kepada syirk serta 
menghukumi rusaknya akal dan agama orang yang melakukan syirk. Dengan demikian, syirk yang mereka 
lakukan itu tidak didasari hujjah dan dalil, tetapi sekedar hawa nafsu dan bisikan setan. 

2278 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tabiat kebanyakan manusia ketika menghadapi 
kesenangan dan kesulitan, yaitu bahwa mereka ketika diberi Allah rahmat, seperti kesehatan, kekayaan, 
pertolongan, dsb. Mereka bergembira ria dengan sikap sombong, bukan bergembira dengan rasa syukur 
terhadap nikmat Allah. Tetapi ketika mereka mendapatkan musibah disebabkan kemaksiatan yang mereka 
lakukan, tiba-tiba mereka berputus asa dari harapan hilangnya sakit itu atau kefakiran itu. Hal ini merupakan 
kebodohan mereka dan tidak mengetahui. 

2279 Berbeda dengan orang mukmin, saat mendapatkan nikmat, ia bersyukur, dan saat mendapatkan musibah 
dia bersabar dan tidak berputus asa, bahkan tetap berharap kepada Tuhannya. 

2280 Sebagai ujian. Oleh karena itu, setelah mengetahui bahwa kebaikan dan keburukan ditetapkan oleh 
Allah, demikian pula rezeki, lapang dan sempitnya termasuk taqdir-Nya, maka berputus asa adalah hal sia- 
sia yang tidak ada kamusnya. Oleh karena itu, janganlah kamu wahai orang yang berakal melihat sebab saja, 
bahkan lihatlah siapa yang mengadakan sebab itu. 

2281 Mereka dapat mengambil pelajaran dari pelapangan rezeki yang diberikan Allah dan penyempitan-Nya, 
dan dengan begitu mereka dapat pula mengetahui kebijaksanaan Allah, rahmat-Nya, dan kepemurahan-Nya, 
sehingga menarik hati mereka untuk selalu meminta kepada-Nya dalam semua kebutuhannya. 

2282 Seperti diberikan kebaikan (nafkah, sedekah, hadiah, penghormatan, dan pemaafan terhadap 
ketergelincirannya) dan disambung silaturrahminya. 

2283 Agar kebutuhan pokoknya dapat terpenuhi, seperti diberikan makan, minum dan pakaian. 

2284 Yakni musafir yang kehabisan bekal. 

2285 Karena manfaatnya untuk orang lain, terlebih ketika disertai dengan niat ikhlas mencari keridhaan Allah, 
maka Allah memberikan kepadanya pahala yang besar. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




39. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah , maka 
tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat 2290 yang kamu 
maksudkan untuk memperoleh keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan 
(pahalanya) 2291 . 



40. Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian 
menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang 
dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? 2293 Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka 
persekutukan. 



41. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut 2294 disebabkan karena perbuatan tangan manusia; 
Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka 2295 , agar 
mereka kembali (ke jalan yang benar) 2296 . 



2286 Yakni yang mengerjakan amal itu dan amal lainnya karena mencari keridhaan Allah. 

2287 Karena akan memperoleh pahala Allah dan akan selamat dari siksa-Nya. 

2288 Setelah Allah menyebutkan amal yang maksudnya mencari keridhaan Allah, seperti infak, maka Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan amal yang maksudnya adalah untuk memperoleh keuntungan duniawi. 

2289 Yakni ketika kamu memberikan harta dengan maksud agar orang yang kamu beri harta itu menggantikan 
dengan yang lebih banyak dari yang kamu berikan, maka balasannya tidaklah berkembang di sisi Allah, 
karena hilangnya syarat untuk diterima, yaitu ikhlas. Amal yang maksudnya memperoleh keuntungan 
duniawi, seperti agar kedudukannya tinggi, atau karena riya' kepada manusia, maka semua itu tidaklah 
bertambah di hadapan Allah. 

2290 Atau sedekah. 

2291 Pahala mereka dilipatgandakan, infak mereka bertambah di sisi Allah, dan Allah akan 
mengembangkannya untuk mereka sehingga menjadi jumlah yang sangat banyak. 

2292 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan, bahwa Dia sendiri yang menciptakan, memberi rezeki, 
mematikan dan menghidupkan, dan tidak ada satu pun sesembahan kaum musyrik (seperti patung dan 
berhala) yang ikut serta dalam hal itu. Oleh karena itu, mengapa mereka menyekutukan sesuatu yang tidak 
berkuasa apa-apa dengan Allah yang mengurus semua itu (mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan 
mematikan) sendiri. Maka Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari syrik mereka, dan hal itu tidaklah 
merugikan-Nya, Karena akibat perbuatan mereka itu kembalinya kepada mereka. 

2293 Jelas tidak ada. 

2294 Yakni telah tampak kerusakan di darat dan lautan, seperti rusaknya penghidupan mereka, turunnya 
musibah, dan turunnya penyakit yang menimpa diri mereka, dan lain-lain disebabkan perbuatan buruk 
(maksiat) yang mereka lakukan. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 42-45: Mengambil pelajaran dari kesudahan umat-umat terdahulu; bagaimana mereka 
dibinasakan dan bahwa balasan disesuaikan jenis amalan. 

42. Katakanlah (Muhammad), "Bepergianlah 2297 di bumi lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan 
orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan 
(Allah) 2298 ." 

(tgl ^?»y~ ^ cr? ^j- 4 ^ fyi uj^O* ^4*-" Oi^^-^K?^^ 

43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) 2299 sebelum datang 
dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak 2300 , pada hari itu mereka terpisah-pisah 2301 . 

44. Barang siapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang 
siapa yang beramal saleh 2302 maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang 
menyenangkan) 2303 , 



Yakni agar mereka mengetahui bahwa Allah memberikan balasan terhadap amal, Dia menyegerakan 
sebagiannya sebagai contoh pembalan terhadap amal. 

2296 Maka Mahasuci Allah yang mengaruniakan nikmat dengan musibah dan memberikan sebagian hukuman 
agar manusia kembali sadar, sekiranya Allah menimpakan hukuman kepada mereka terhadap semua 
perbuatan buruk mereka, niscaya tidak ada satu pun makhluk yang tinggal di bumi. 

2297 Dengan badan dan hatimu untuk memperhatikan akibat yang menimpa orang-orang terdahulu, engkau 
akan mendapati mereka memperoleh kesudahan yang paling buruk dan tempat kembali mereka adalah 
tempat yang paling buruk. Mereka dibinasakan oleh azab yang menghabiskan mereka, mendapatkan celaan, 
dan laknat dari makhluk Allah, serta memperoleh kehinaan yang terus-menerus. Oleh karena itu, berhati- 
hatilah jangan sampai melakukan perbuatan yang sama dengan mereka, sehingga kamu ditimpa azab seperti 
mereka, karena keadilan Allah dan hikmah-Nya berlaku di setiap zaman dan setiap tempat. 

2298 Mereka dibinasakan karena perbuatan syirknya. 

2299 Yakni hadapkanlah hatimu, wajahmu dan badanmu untuk menegakkan agama yang lurus (Islam), 
mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangarmya dengan sungguh-sungguh, serta kerjakanlah 
kewajibanmu baik ibadah yang tampak maupun yang tersembunyi, dan manfaatkanlah segera waktu 
luangmu, hidupmu dan masa mudamu. 

2300 Hari Kiamat apabila sudah datang tidak mungkin ditolak, dan ketika itu tidak ada lagi kesempatan untuk 
beramal, yang ada adalah pembalasan terhadap amal. 

2301 Yakni mereka terpisah-pisah setelah dihisab, sebagian mereka masuk ke surga dan sebagian lagi masuk 
ke neraka. 



Di samping itu, mereka tidak diberi balasan hanya sebatas yang mereka kerjakan, bahkan Allah akan 
menambahkan lagi dari karunia-Nya dan kepemurahan-Nya yang tidak dicapai oleh amal mereka. Hal itu, 
karena Allah mencintai mereka, dan apabila Dia mencintai seorang hamba, maka Dia melimpahkan ihsan 
dan pemberian yang membanggakan, serta memberikan nikmat yang banyak, baik nikmat zahir (lahir) 
maupun batin. Berbeda dengan orang kafir, maka Allah membenci dan murka kepada mereka, Dia akan 
menghukum dan mengazab mereka. Oleh karena itu pada lanjutan ayatnya, Allah berfirman, "Sungguh, Dia 
tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir)." 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




45. agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari 
karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir). 

Ayat 46-53: Bukti kekuasaan Allah dan keesaan-Nya pada alam semesta, memperhatikan 
alam dapat menambah keyakinan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bahwa hidayah 
berasal dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 



46. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya 2304 adalah bahwa Dia mengirimkan angin 2305 sebagai 
pembawa berita gembira 2306 dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya 2307 dan agar kapal 
dapat berlayar dengan perintah-Nya 2308 dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia- 
Nya 2309 , dan agar kamu bersyukur 2310 . 



47. Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada 
kaumnya 2311 , mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup) 2312 , 



2304 Yakni di antara tanda yang menunjukkan rahmat-Nya dan bahwa Dia akan membangkitkan manusia 
yang telah mati, demikian pula menunjukkan bahwa Dia yang berhak disembah dan Penguasa Yang Maha 
terpuji adalah apa yang disebutkan di atas. 

2305 Sebelum turunnya hujan. 

2306 Pembawa berita gembira akan turunnya hujan, di mana angin itu menggerakkan awan, lalu 
mengumpulkannya sehingga jiwa manusia merasa gembira sebelum turunnya. Dari hujan itu tumbuhlah biji- 
biji yang telah disemaikan dan menghijaulah tanaman-tanaman serta berbuahlah pohon-pohonan dan 
sebagainya sehingga jiwa manusia bergembira. 

2307 Yaitu hujan dan kesuburan. Sehingga kamu merasakan bahwa rahmat Allah itulah yang menyelamatkan 
hamba dan mendatangkan rezeki, dengan begitu kamu ingin beramal saleh yang sesungguhnya membuka 
perbendaharaan rahmat. 

2308 Yaitu dengan seizin Allah atau perintah-Nya yang qadari (menjadi taqdir-Nya) terhadap alam semesta. 

2309 Seperti dapat mengimpor dan mengekspor barang untuk diperdagangkan, sehingga memperoleh 
keuntungan. 

2310 Terhadap nikmat-nikmat-Nya sehingga kamu mentauhidkan-Nya, karena Dia telah menundukkan semua 
sebab untuk manusia, menjalankan semua urusan untuk mereka. Inilah maksud dari nikmat yang diberikan, 
yakni agar disikapi dengan bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, agar Dia menambah dan 
mengekalkan nikmat itu kepada kita. Adapun menyikapi nikmat-Nya dengan kufur dan berbuat maksiat, 
maka ini adalah keadaan orang yang merubah nikmat Allah dengan kekafiran dan merubah nikmat-Nya 
menjadi cobaan, sehingga siap untuk hilangnya nikmat itu dan berpindah kepada yang lain. 

2311 Yakni ketika mereka tidak mentauhidkan Allah dan mendustakan yang hak, maka rasul-rasul mereka 
datang mengajak mereka kepada tauhid dan ikhlas, membenarkan yang hak, membatalkan kekafiran dan 
kesesatan yang ada pada mereka, rasul-rasul tersebut juga membawa bukti-bukti yang menunjukkan 
kebenaran mereka (mukjizat), namun mereka tetap saja tidak beriman dan tidak berhenti dari kesesatannya. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa 2313 . Dan merupakan hak 
Kami menolong orang-orang yang beriman 2314 . 

Jj-ij-H \JuS ^aU^j f LLiioLi' 5 ULU! (J j^JaJll^ uL>t_« c^^JI ^ 

48 . 2315 Allahlah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah 
membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, 
lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya 2316 , maka apabila Dia menurunkannya kepada 
hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira 2317 . 

49. Padahal sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa. 

Jpybj lfjli\ ^jJj j£iJ;i oj tf>« ^(j^j^ 1 es^"^^ ^'s^J <3J 3^ 

50. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah 
mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia 
Mahakuasa atas segala sesuatu 2318 . 

51. 23I9 Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) 
menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap ingkar 2320 . 



2312 Yang membuktikan kebenaran mereka. 

2313 Dengan menyiksa orang yang berdosa dan menolong orang-orang mukmin para pengikut rasul. 

2314 Oleh karena itu, kalian wahai orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 
sallam, jika tetap di atas sikap itu, maka kamu akan mendapatkan hukuman-Nya dan Allah akan menolong 
Beliau. 

2315 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang sempurnanya kekuasaan-Nya dan sempurnanya 
nikmat-Nya, bahwa Dia mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, kemudian membentangkan 
dan melebarkannya menurut yang Dia kehendaki, lalu Dia jadikan awan yang lebar itu tebal bergumpal- 
gumpal. 

2316 Yakni tidak turun sekaligus sehingga menghasilkan maslahat bagi manusia. 

2317 Sebagian mereka memberikan kabar gembira kepada yang lain tentang turunnya, kebutuhan mereka 
menjadi terpenuhi sehingga mereka bergembira dan senang, padahal sebelumnya mereka telah berputus asa. 

2318 Kekuasaan-Nya tidak dapat ditolak oleh sesuatu meskipun sulit dipikirkan mereka dan akal mereka tidak 
dapat membayangkannya. 

2319 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan keadaan makhluk-Nya, bahwa mereka di samping 
memperoleh nikmat yang banyak itu, jika sekiranya Allah mengirimkan angin besar yang menimpa 
tumbuhan-tumbuhan mereka yang baru tumbuh hasil siraman hujan itu, lalu mereka melihatnya menjadi 
kuning. 

2320 Mereka akan lupa terhadap nikmat -nikmat yang lalu dan segera kufur kepada nikmat-Nya. Mereka itu, 
sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya, tidak berguna lagi nasehat dan larangan seperti orang- 
orang yang mati yang tidak mungkin mendengarkan pelajaran. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



52. Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat 
mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, (terlebih) apabila 
mereka berpaling ke belakang 2321 . 

53. Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) 
dari kesesatannya 2322 . Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Allah) kecuali kepada 
orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami 2323 , maka mereka itulah orang-orang yang 
berserah diri (kepada Kami) 2324 . 



Ay at 54-55: Kekuasaan Allah dalam penciptaan-Nya terhadap manusia dari sejak lahir 
hingga matinya kemudian dibangkitkan-Nya. 



(^jj^T j^U/lyfcj f{j^{^^-' 

54 . 2325 Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah 2326 , kemudian Dia menjadikan 
(kamu) setelah keadaan lemah itu 2327 menjadi kuat 2328 , kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah 
kuat itu lemah (kembali) 2329 dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki 2330 . Dan Dia 
Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. 



2321 Orang-orang kafir itu disamakan Allah dengan orang-orang mati yang tidak mungkin lagi mendengarkan 
pelajaran-pelajaran. Demikian pula disamakan dengan orang-orang tuli yang tidak bisa mendengar panggilan 
sama sekali, terlebih apabila mereka sedang membelakangi kita. 

2322 Disebabkan kebutaan mata hatinya itu. 

2323 Kepada merekalah bermanfaat memperdengarkan petunjuk, mereka mengimani ayat-ayat Allah dengan 
hati mereka, tunduk mengerjakan perintah-Nya lagi berserah diri kepada-Nya. Hal itu, karena pada mereka 
terdapat pendorong yang kuat untuk menerima nasehat dan pelajaran, yaitu kesiapan mereka beriman kepada 
setiap ayat Allah dan kesiapan mereka untuk melaksanakan perintah Allah yang mampu mereka lakukan. 

2324 Dengan mentauhidkan Allah. 

2325 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang luasnya ilmu-Nya, besarnya kemampuan-Nya 
dan sempurnanya hikmah-Nya, di mana Dia menciptakan manusia dari keadaan yang lemah, yakni tahapan 
pertama penciptaannya, yaitu mani yang selanjutnya berubah menjadi segumpal darah dan berubah menjadi 
segumpal daging sampai menjadi makhluk hidup dalam rahim, selanjutnya ia dilahirkan dan menjadi kanak- 
kanak. Setelah itu, kekuatannya semakin bertambah hingga tiba usia muda, dewasa, dan usia seorang bapak 
di mana keadaan lahir dan batinnya telah sempurna. Setelah tahapan ini dilalui, maka ia sedikit demi sedikit 
menjadi lemah kembali; tua, beruban dan pikun. 

2326 Yaitu air mani yang hina. 

2327 Yakni masa kanak-kanak. 

2328 Pemuda. 

2329 Karena sudah tua. 

2330 Sesuai kebijaksanaan-Nya. Termasuk kebijaksanaan-Nya adalah Dia memperlihatkan kepada hamba- 
hamba-Nya kekuatan mereka yang diliputi oleh dua kelemahan; ketika kecil dan ketika sudah tua, di mana 
hal ini menunjukkan kekurangannya. Jika bukan karena penguatan dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala, tentu 
dia tidak akan sampai pada usia kuat dan memiliki kemampuan. Di samping itu, jika kekuatannya semakin 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




55. Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa 2331 bersumpah, bahwa 
mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja) 2332 . Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari 
kebenaran) 2333 . 

Ay at 56-60: Keadaan orang-orang kafir pada hari Kiamat, perintah memperhatikan 
perumpamaan yang terdapat dalam Al Qur'an dan pentingnya sabar di atas kebenaran. 

^tXS\ Jjj 1.143 ^tXS\ fy> J 1 ^jT j j^Lj jlLi j^ujT jijjT Jiij 



56. Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan 2334 berkata (kepada orang-orang kafir), 
"Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah 2335 , sampai hari 
berbangkit 2336 . Maka inilah hari berbangkit itu 2337 , tetapi kamu tidak mengetahui(nya) 2338 ." 



57. Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) permintaan maaf 2339 orang-orang yang zalim, dan 
mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi. 



bertambah, tentu dia akan bersikap sombong dan melampuai batas serta berbuat yang semena-mena. Selain 
itu, agar manusia mengetahui sempurnanya kemampuan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang senantiasa 
kekal, di mana dengan kemampuan-Nya Dia menciptakan segala sesuatu, mengatur segala urusan tanpa 
merasakan kelemahan dan kelelahan. 

2331 Yakni orang-orang kafir. 

2332 Ini adalah pengajuan uzur mereka dengan maksud agar permohonan maaf mereka diterima. 

2333 Maksudnya, sebagaimana mereka di dunia dipalingkan dari kebenaran dan malah berkata dusta, mereka 
mendustakan yang hak yang dibawa para rasul, sehingga di akhirat mereka juga dipalingkan dari perkataan 
yang hak (benar) tentang lama tinggal mereka di kubur, mereka mengingkari perkara yang dapat dirasakan, 
yaitu lamanya tingga di dunia, dan seorang hamba nanti akan dibangkitkan sesuai keadaan yang dia pegang 
sampai matinya. 

2334 Allah mengaruniakan kepada mereka ilmu dan keimanan, sehingga mereka disifati sebagai orang yang 
berilmu dan beriman, mereka tahu yang hak dan mengutamakannya karena keimanan mereka. Oleh karena 
mereka tahu yang hak dan mengutamakannya, maka ucapan mereka pun sesuai dengan kenyataan dan 
sejalan dengan keadaan mereka. Karenanya, mereka berkata yang benar, seperti yang disebutkan dalam ayat 
di atas. 

2335 Yakni qadha' dan qadar-Nya yang ditetapkan-Nya untuk kamu. 

2336 Maksudnya sampai waktu di mana biasanya manusia sadar dan berpikir serta bersikap bijaksana, dan 
seterusnya sampai tiba hari berbangkit. 

2337 Yang kamu ingkari. 

2338 Oleh karena ketidaktahuan kamu itu, kamu mengingkarinya di dunia, kamu mengingkari waktu kamu 
tinggal di dunia, padahal pada waktu tersebut kamu bisa kembali dan bertobat, tetapi ketidaktahuan menjadi 
ciri khasmu, di mana pengaruhnya adalah membuat kamu mendustakannya. 

2339 Oleh karena itu, jika mereka mengatakan, bahwa hujjah belum tegak kepada mereka atau mereka tidak 
memungkinkan untuk beriman, maka jelas sekali kedustaan mereka berdasarkan persaksian ahli ilmu dan 
iman, demikian pula berdasarkan persaksian kulit, tangan dan kaki mereka nanti di akhirat. Jika mereka 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



58. Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia 2340 segala macam perumpamaan dalam 
Al Quran ini 2341 . Dan jika engkau membawa suatu ayat 2342 kepada mereka, pastilah orang-orang 
yang kafir itu akan berkata, "Kamu 2343 hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka 2344 ." 

59. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami 2345 . 

60. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) 2346 . Sungguh, janji Allah itu 2347 benar 2348 dan sekali- 
kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu 
menggelisahkan engkau 2349 . 



meminta kembali ke dunia, maka mereka tidak akan dikembalikan, karena waktu untuk meminta maaf telah 
hilang, sehingga permohonan maaf mereka tidak diterima. 

2340 Karena perhatian-Nya kepada mereka, rahmat-Nya dan kelembutan-Nya kepada mereka, serta bagusnya 
pengajaran-Nya. 

2341 Dengan perumpamaan itu semakin jelaslah hakikat, perkara dapat diketahui dengan jelas, dan hujjah 
menjadi tegak. Ayat ini umum kepada semua perumpamaan yang Allah buat untuk mendekatkan perkara 
yang masih dalam bayangan akal dengan perkara yang nyata. Demikian pula pada berita tentang yang akan 
terjadi dan jelasnya hakikatnya sehingga seakan-akan terjadi. Allah juga menyebutkan hal yang akan terjadi 
pada hari Kiamat dan keadaan orang-orang yang berdosa serta penyesalan mendalam dari mereka, di mana 
Dia tidak menerima lagi tobat mereka, akan tetapi orang-orang zalim lagi kafir tidak menghendaki selain 
membantah yang hak. Oleh karena itulah, Allah berfirman, "Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada 
mereka, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Kamu hanyalah orang-orang yang membuat 
kepalsuan belaka. " 

2342 Yang membuktikan kebenaran yang engkau bawa. 

2343 Yakni Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya. 

2344 Yang demikian adalah akibat kekafiran mereka dan beraninya mereka kepada Allah, dan karena 
kebodohan mereka yang sangat, sehingga Allah mengunci hati mereka. 

2345 Oleh karena itu, hati mereka tidak dapat dimasuki kebaikan, tidak dapat mengenal hakikat segala 
sesuatu, bahkan melihat yang hak sebagai batil dan yang batil sebagai yang hak. 

2346 Di atas perintah-Nya dan berdakwah kepada mereka meskipun engkau melihat mereka berpaling. 
Janganlah hal itu menghalangimu dari menjalankan tugasmu. 

2347 Yakni pertolongan-Nya. 

2348 Hal ini dapat membantu seseorang untuk bersabar, karena seorang hamba apabila mengetahui bahwa 
amalnya tidak akan sia-sia, bahkan ia akan memperolehnya secara sempurna, maka akan ringan segala derita 
yang akan dihadapinya dan semua yang susah pun menjadi mudah, dan amal yang banyak pun menjadi 
sedikit. 

2349 Iman dan keyakinan mereka lemah sehingga akalnya pun lemah dan kesabarannya pun ikut lemah. Oleh 
karena itu, janganlah kamu digelisahkan oleh mereka yang lemah iman itu. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah Luqman 

Surah ke-31. 34 ay at. Makkiyyah 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-9: Al Qur'anul Karim adalah kitab yang penuh hikmah, sifat orang-orang mukmin, 
dan akibat orang-orang yang menggunakan kata-kata yang sia-sia untuk menghalangi 
manusia dari jalan Allah. 

1. Alif laam Miim. 

2. 2350 Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah, 

3. Sebagai petunjuk 2351 dan rahmat 2352 bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, 



Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang kuat iman dan keyakinan, maka akalnya kuat, mudah bersabar, 
sedangkan orang yang lemah iman dan keyakinan, maka akalnya ikut lemah dan tidak bersabar. Orang yang 
kuat itu ibarat inti dalam buah, sedangkan yang lemah itu ibarat kulit buah, wallahul mustaa 'an. 

Selesai tafsir surah Ar Ruum dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi rabbil 'aalamiin. 

2350 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengisyaratkan dengan isyarat yang menunjukkan keagungan kepada 
ayat-ayat Al Qur'an ini. Ayat-ayatnya penuh hikmah (bijaksana), turun dari Yang Mahabijaksana lagi Maha 
Mengetahui. Di antara kebijaksanaannya adalah bahwa ayat-ayat tersebut datang dengan lafaz yang begitu 
jelas dan fasih, lagi menunjukkan makna yang paling agung dan paling baik. Termasuk kebijaksanannya 
pula adalah semua yang ada di dalamnya berupa berita yang lalu dan yang akan datang serta berita gaib 
semuanya sesuai kenyataan, tidak diselisihi oleh satu kitab pun di antara kitab-kitab samawi yang masih 
murni, dan tidak menyalahi berita yang disampaikan para nabi, di samping itu tidak ada ilmu yang dirasakan 
dan ilmu yang masuk akal menyalahi apa yang ditunjukkan oleh ayat-ayatnya. Termasuk kebijaksanaan 
ayat-ayatnya adalah ia tidaklah memerintahkan kecuali yang murni maslahat atau lebih kuat maslahatnya, 
dan tidaklah ia melarang kecuali yang murni mafsadat atau lebih kuat mafsadatnya, dan pada umumnya ia 
tidaklah memerintahkan sesuatu kecuali menyebutkan hikmah dan faedahnya, serta tidak melarang sesuatu 
kecuali menyebutkan bahayanya. Termasuk kebijaksanaannya adalah ia menggabung antara targhib dan 
tarhib (dorongan dan ancaman), dan nasehatnya begitu menyentuh. Termasuk kebijaksanaannya adalah 
adanya pengulangan, seperti pada kisah, hukum, dan sebagainya, agar tetap diingat di mana semuanya 
bersesuaian, dan tidak bertentangan. Oleh karena itu, setiap kali orang yang berpandangan tajam 
mentadabburinya dan menggerakkan akal pikirannya untuk merenunginya, maka akalnya akan terkagum- 
kagum kepadanya karena kesesuaiannya, sehingga ia akan memastikan bahwa ia turun dari yang 
Mahabijaksana lagi Maha terpuji. Akan tetapi, meskipun ayat-ayatnya begitu bijaksana dan mengajak 
kepada akhlak yang bijaksana serta melarang akhlak yang buruk, namun banyak manusia yang tidak 
mengambilnya menjadi petunjuk, berpaling dari beriman kepadanya dan mengamalkannya kecuali orang 
yang Allah beri taufik dan Allah jaga, yaitu mereka yang berbuat ihsan dalam beribadah dan berbuat ihsan 
kepada hamba-hamba Allah. Maka ayat-ayatnya menjadi petunjuk dan rahmat bagi mereka sebagaimana 
diterangkan dalam ayat selanjutnya. 

2351 Yang menunjukkan mereka ke jalan yang lurus. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



4. (yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat, menunaikan zakat 2353 dan mereka meyakini 2354 
adanya akhirat. 

5. Merekalah 2355 orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya 2356 dan mereka itulah 
orang-orang yang beruntung 2357 . 

6. 2358 Dan di antara manusia 2359 (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang sia-sia 2360 untuk 
menyesatkan (manusia) 2361 dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu 
akan memperoleh azab yang menghinakan. 

2352 Dengannya mereka dapat berbahagia di dunia dan akhirat, memperoleh kebaikan yang banyak, pahala 
yang besar, kegembiraan dan keberuntungan, serta terhindar dari kesesatan dan kesengsaraan. 

2353 Disebutkan shalat dan zakat secara khusus di antara sekian banyak amal saleh karena keutamaannya, 
karena dalam shalat terdapat keikhlasan, bermunajat dengan Allah, ibadah secara merata dari hati, lisan dan 
anggota badan. Sedangkan dalam zakat, terdapat ihsan kepada hamba-hamba Allah, membersihkan 
pelakunya dari sifat buruk, memberi manfaat kepada saudaranya yang muslim, menutupi kebutuhan mereka, 
dan membuktikan (burhan) bahwa pelakunya lebih mencintai Allah daripada hartanya, sehingga ia keluarkan 
sesuatu yang dicintainya untuk memperoleh sesuatu yang lebih dicintainya yaitu keridhaan Allah. 

2354 Yakin merupakan ilmu yang sempurna, di mana hal itu menjadikan mereka mau beramal, takut kepada 
siksa Allah sehingga meninggalkan maksiat. 

2355 Yakni orang-orang yang berbuat ihsan tersebut, yang menggabung antara ilmu yang sempurna (yakin) 
dan amal. 

2356 Yang senantiasa mengurus mereka dengan nikmat-nikmat-Nya dan menghindarkan musibah dari 
mereka. Dialah yang memberikan tarbiyah (pendidikan) khusus, tarbiyah untuk batin mereka dengan kitab 
yang diturunkan-Nya, dan ini merupakan bentuk tarbiyah yang paling utama. 

2357 Mereka memperoleh ridha Tuhan mereka, pahala-Nya di dunia dan akhirat, serta selamat dari kemurkaan 
dan siksa-Nya, karena mereka menempuh jalan yang mengarah kepada keberuntungan, yang di antara 
jalannya adalah mendirikan shalat sebagaimana biasa dikumandangkan oleh setiap muazin, Hayya 'alal 
falaah. 

2358 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang orang-orang yang mengambil Al Qur'an 
sebagai petunjuk dan mendatanginya, maka Dia menyebutkan orang yang berpaling darinya, tidak peduli 
terhadapnya, dan akhirnya ia mendapat hukuman, yaitu dengan digantikan untuknya ucapan yang batil, ia 
pun meninggalkan ucapan yang tinggi dan ucapan yang baik, dan mengantinya dengan ucapan yang paling 
buruk dan jelek. 

2359 Yaitu orang yang berpaling dari Al Qur'an. 

2360 Yaitu ucapan-ucapan yang memalingkan hati dan menghalanginya dari tuntutan yang agung. Termasuk 
ke dalam perkataan yang sia-sia ini adalah setiap ucapan yang haram, setiap ucapan yang batil dan sia-sia, 
ucapan yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, ucapan orang-orang yang menolak 
kebenaran, syubhat, ghibah (menggunjing orang lain), namimah (adu domba), dusta, mencaci-maki, 
nyanyian, hal-hal yang melalaikan yang tidak ada manfaatnya bagi agama maupun dunia. 

2361 Setelah dirinya sesat, dia sesatkan orang lain. Ucapannya yang menyesatkan itu menghalanginya dari 
ucapan yang bermanfaat, dari amal yang bermanfaat, dari kebenaran dan jalan yang lurus. Ucapan yang sesat 
itu menjadi sempurna kesesatannya ketika ia mencacatkan petunjuk dan kebenaran dan menjadikan ayat-ayat 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 




7. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami , dia berpaling dengan menyombongkan 
diri 2364 seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya 2365 , 
maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih 2366 . 



8. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh 2367 , mereka akan 
mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan 2368 , 



9. mereka kekal di dalamnya, sebagai janji Allah yang benar 2369 . Dan Dia Mahaperkasa 2370 lagi 
Mahabijaksana 2371 . 

Ayat 10-11: Atsar (pengaruh) kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala di alam semesta, dan 
bagaimana hal itu menunjukkan keesaan-Nya. 



10. Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya , dan Dia meletakkan 
gunung-gunung (di permukaan) bumi 2374 agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan 



Allah sebagai bahan olokan, dia mengolok-olokkannya, demikian pula mengolok-olokkan orang yang 
membawanya. Sehingga ketika dipadukan antara memuji yang batil dan mendorong orang lain kepadanya, 
mengkritik yang hak, mengolok-olokkannya, dan mengolok-olokkan orang yang membawanya, ditambah 
lagi dengan menyesatkan orang yang tidak berilmu, dan menipunya, maka semakin sempurnalah 
kesesatannya, dan bagi mereka azab yang pedih. 

2362 Yang dimaksud dengan kepadanya ialah kepada orang yang mempergunakan perkataan-perkataan yang 
sia-sia untuk menyesatkan manusia. 

2363 Agar dia beriman dan tunduk. 

2364 Ayat itu tidak masuk ke dalam hatinya, dan tidak berpengaruh apa-apa, bahkan menolaknya serta 
berpaling darinya. 

2365 Sehingga tidak ada satu pun suara yang masuk, dan tidak ada celah untuk memberinya petunjuk. 

2366 Pedih bagi hatinya dan pedih bagi badannya. 

2367 Mereka menggabung antara ibadah batin dengan iman, dan ibadah zahir (lahir) dengan Islam (syariat 
Islam atau amal saleh). 

2368 Baik kenikmatan bagi hati, ruh maupun badan. 

2369 Yang tidak mungkin diingkari dan dirubah. 

2370 Oleh karena itu, tidak ada yang dapat menghalangi pelaksanaan janji dan ancaman-Nya. 

2371 Dia menempatkan sesuatu pada tempatnya. Di antara kebijaksanaan-Nya adalah Dia memberikan taufik 
atau membiarkan seseorang sesuai ilmu dan hikmah-Nya. 

2372 Allah Subhaanahu wa Ta'aala membacakan kepada hamba-hamba-Nya atsar (pengaruh) yang berasal 
dari qudrat (kekuasaan)-Nya, keindahan yang berasal dari kebijaksanaan-Nya dan nikmat-nikmat-Nya yang 
berasal dari rahmat-Nya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi 2375 . 
2376 Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh- 
tumbuhan yang baik 2377 . 



11. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh 
sembahan-sembahan(mu) selain Allah 2378 . Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam 
kesesatan yang nyata. 

Ayat 12-13: Kisah Luqman yang bijaksana, nasihatnya kepada anaknya tentang pentingnya 
syukur dan bahaya syirk. 



12. 2379 Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada 
Allah 2380 ! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk 



2373 Jika memang ada tiangnya, tentu akan kelihatan. Namun temyata tidak terlihat, dan ia bertahan tidak 
jatuh ke bumi dengan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

2374 Dia menancapkannya di berbagai penjuru bumi. 

2375 Semuanya ditundukkan untuk anak Adam, untuk maslahat dan manfaat mereka. 

2376 Oleh karena Dia memperkembangbiakkan berbagai hewan di bumi, dan Dia mengetahui, bahwa hewan- 
hewan tersebut butuh rezeki agar bisa hidup, maka Dia menurunkan air dari langit sebagaimana diterangkan 
dalam lanjutan ayatnya. 

2377 Sehingga hewan-hewan dapat mengembala di sana. 

2378 Yakni yang kamu jadikan mereka (sembahan-sembahanmu) sebagai sekutu-sekutu Allah, kamu berdoa 
dan menyembah kepada mereka. Hal mi jelas mengharuskan sesuatu yang kamu sembah itu memiliki 
ciptaan dan memberikan rezeki. Jika memang mereka punya ciptaan dan rezeki, maka tunjukkanlah 
kepadaku. Tetapi ternyata apa yang kamu sembah itu tidak mampu berbuat apa-apa, tidak mampu mencipta 
apalagi memberi rezeki, bahkan sesembahan itu juga dicipta. Di samping itu, penyembahanmu kepada 
mereka tidak di atas ilmu dan keterangan, bahkan di atas kebodohan dan kesesatan. Oleh karena itu, pada 
lanjutan ayatnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada 
di dalam kesesatan yang nyata. " Karena mereka menyembah sesuatu yang tidak berkuasa memberikan 
manfaat dan menolak bahaya, tidak mampu menghidupkan dan mematikan, apalagi membangkitkan, bahkan 
mereka meninggalkan ikhlas kepada Allah Pencipta, Pemberi rezeki dan Pemilik segala sesuatu. 

2379 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan tentang nikmat-Nya yang diberikan kepada hamba-Nya 
yang mulia; Luqman. Nikmat yang diberikan-Nya itu adalah hikmah (kebijaksanaan), yaitu pengetahuan 
terhadap kebenaran sesuai keadaan yang sebenarnya dan mengetahui rahasianya. Hikmah adalah mengetahui 
hukum-hukum dan mengetahui rahasia yang terkandung di dalamnya, karena terkadang seseorang berilmu 
namun tidak mengetahui hikmahnya. Berbeda dengan hikmah, maka ia mencakup ilmu, amal, dan hikmah 
atau rahasianya. Oleh karena itulah, ada yang menafsirkan hikmah dengan ilmu yang bermanfaat dan amal 
yang saleh. 

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan nikmat yang besar ini, Dia memerintahkan Beliau untuk 
bersyukur, agar nikmat itu diberkahi dan bertambah. Demikian pula memberitahukan, bahwa syukur yang 
dilakukan seseorang manfaatnya untuk dirinya sendiri, dan jika kufur, maka bencananya pun untuk dirinya 
sendiri. 

2380 Yakni karena hikmah yang telah Kami anugerahkan kepadamu. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



dirinya sendiri 2381 ; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya 
lagi Maha Terpuji 2382 ." 

13. 2383 Dan (ingatlah) ketika Luqman 2384 berkata kepada anaknya 2385 , ketika dia memberi pelajaran 
kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya 
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." 



2381 Karena pahalanya untuk dirinya sendiri. 

2382 Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah butuh kepada syukur seorang hamba, dan Dia Maha Terpuji 
dalam qada' dan qadar-Nya terhadap orang yang menyelisihi perintah-Nya. Sifat kaya pada-Nya termasuk 
sifat lazim (mesti) pada zat (Diri)-Nya. Dia yang terpuji karena sifat-sifat-Nya yang sempurna dan karena 
perbuatannya yang baik dan indah, termasuk lazim zat-Nya. Masing-masing sifat ini adalah sifat sempurna, 
dan ketika keduanya berkumpul bersama, maka semakin sempurna. 

2383 Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 
'anhu, ia berkata: Ketika turun ayat, "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman 
mereka dengan kezaliman." (Terj. Al An'aam: 82) Para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
berkaa, "Siapakah di antara kami tidak melakukan kezaliman kepada dirinya?" Maka Allah 'Azza wa Jalla 
menurunkan ayat, "sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar" 
(Terj. Luqman: 13) 

Al Hafizh dalam Al Fath juz 1 hal. 95 berkata, "Riwayat Syu'bah ini menghendaki, bahwa pertanyaan 
tersebut merupakan sebab turunnya ayat yang ada dalam surah Luqman, akan tetapi Bukhari dan Muslim 
meriwayatkan dari jalan yang lain dari Al A'masy, yaitu Sulaiman yang disebutkan dalam hadits bab ini, 
maka dalam riwayat Jarir darinya disebutkan, bahwa mereka (para sahabat) berkata, "Siapakah di antara 
kami yang tidak mencampuradukkan keimanannya dengan kezaliman?" Maka Beliau bersabda, "Bukan 
seperti itu. Tidakkah kamu mendengar kata-kata Luqman." Dalam riwayat Waki' darinya (Ibnu Mas'ud) 
pula disebutkan, "Bukan seperti yang kamu kira," sedangkan dalam riwayat Tsa bin Yunus disebutkan, 
"Sesungguhnya ia adalah syirk. Tidakkah kamu mendengar kata-kata Luqman." Zahir hadits ini 
menunjukkan, bahwa ayat yang disebutkan dalam surah Luqman sudah diketahui oleh mereka (para 
sahabat), oleh karenanya Beliau mengingatkannya. Bisa juga turunnya pada saat itu, lalu Beliau 
membacakanya kepada mereka, kemudian Beliau mengingatkan mereka, sehingga kedua riwayat dapat 
disatukan." 

2384 Para mufassir berbeda pendapat, apakah Luqman seorang nabi atau hamba yang saleh (wall)? Namun 
kebanyakan mereka berpendapat, bahwa Beliau adalah hamba yang saleh, wallahu a'lam. Allah Subhaanahu 
wa Ta'aala hanya menyebutkan tentang hikmah yang diberikan-Nya dan menyebutkan sebagian hal yang 
menunjukkan kebijaksanaannya dalam menasehati anaknya. Di sana Beliau menyebutkan ushul (dasar- 
dasar) hikmah dan kaedah-kaedahnya yang besar. 

2385 Oleh karena kebijaksanaannya, maka dalam nasehatnya ia sebutkan perintah dan larangan disertai 
dengan targhib dan tarhib (dorongan dan ancaman). Dia memerintahkan anaknya berbuat ikhlas dan 
melarangnya berbuat syirk serta menerangkan sebab mengapa dilarang, yaitu karena syirk adalah kezaliman 
yang besar. Di tafsir surah An Nisaa' ayat 36, kami sudah menerangkan secara lebih rinci tentang syirk dan 
pembagiannya, maka lihatlah. Syirk dikatakan sebagai kezaliman yang besar adalah karena di sana 
seseorang menyamakan makhluk yang dicipta dengan Yang Maha Pencipta, menyamakan makhluk yang 
memiliki kekurangan lagi fakir dari berbagai sisi dengan Yang Mahasempurna lagi Mahakaya dari berbagai 
sisi. Bukankah ini merupakan kezaliman yang luar biasa? Adakah kezaliman yang lebih besar daripada 
seseorang yang diciptakan Allah untuk menyembah dan mentauhidkan-Nya, namun malah membawa dirinya 
ke lembah kehinaan, menjadikan dirinya menyembah sesuatu yang tidak mampu berbuat apa-apa? 

Syirk disebut kezaliman, di mana arti zalim adalah menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya, 
karena dalam syrik seseorang menempatkan ibadah kepada yang bukan tempatnya, seperti kepada patung, 
berhala dan makhluk-makhluk lainnya. Padahal yang seharusnya disembah adalah yang menciptakan alam 
semesta, yang memberinya rezeki dan yang menguasainya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



Ayat 14-15: Pentingnya seorang bapak memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana 
mendidik anak secara Islami, dan perintah menaati kedua orang tua selama isinya bukan 
maksiat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

Q\ cLC JlJ'jJj ^^==lL\ q\ Q^fc (j j4ll^aij pJnj llij Ai\ 4xb^ 4j jJ ij^^P '-C^'JJ 

14. 2386 Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. 
2387 Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah 2388 , dan 
menyapihnya dalam usia dua tahun 2389 . Bersyukurlah kepada-Ku 2390 dan kepada kedua orang 
tuamu 2391 . Hanya kepada Aku kembalimu 2392 . 

((j5| o jJUju J»1a5 L»_) ^ ^Sjc>-^« ^j! JiJ £jl Obi ^ J-s-^-- £-h[3 ^jl/*-* 

15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau 
tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya 2393 , dan pergaulilah 
keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku 2394 . Kemudian 



Larangan Luqman kepada anaknya agar tidak berbuat syirk terdapat perintah untuk mentauhidkan Allah dan 
beribadah hanya kepada-Nya. 

2386 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan untuk memenuhi hak-Nya, yaitu dengan 
mentauhidkan-Nya dan menjauhi syirk, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan untuk 
memenuhi hak kedua orang tua, yaitu dengan berbakti kepada keduanya. 

2387 Selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sebab yang mengharuskan berbakti kepada 
kedua orang tua, terutama ibu. 

2388 Ibu merasakan berbagai derita. Sejak calon bakal anak sebagai mani, si ibu merasakan ngidam dan 
kurang nafsu makan, merasakan sakit, lemah, dan semakin bertambah lemah ketika janin semakin 
membesar, kelemahan pun bertambah ketika hendak melahirkan dan ketika melahirkan. 

2389 Maksudnya, waktu menyapih yang paling lambat ialah setelah anak berumur dua tahun. 

2390 Yaitu dengan beribadah kepada-Nya dan memenuhi hak-hak-Nya, serta tidak menggunakan nikmat- 
nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya. 

2391 Yaitu dengan berbuat ihsan kepada keduanya baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Misalnya 
adalah mengucapkan kata-kata yang lembut dan halus, sedangkan dengan perbuatan adalah dengan 
merendahkan diri, menghormati, memuliakan, dan memikul bebannya, serta menjauhi sikap yang 
menyakitkannya, baik bentuknya ucapan maupun perbuatan. 

2392 Yakni kamu wahai manusia akan dikembalikan kepada Tuhan yang memerintahkan dan membebanimu 
demikian, Dia akan bertanya kepadamu, "Apakah kamu telah melaksanakannya sehingga kamu akan diberi 
pahala, atau kamu malah melalaikannya sehingga kamu memperoleh siksa?" 

2393 Yakni jangan kamu kira bahwa menaati orang tua yang menyuruh berbuat syirk termasuk berbuat ihsan 
kepada keduanya, karena hak Allah harus didahulukan atas hak semua manusia. Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala tidak mengatakan, "Maka durhakailah kedua orang tua, " tetapi mengatakan, "maka janganlah 
engkau menaati keduanya? karena berbuat baik harus tetap dilakukan kepada kedua orang tua, tetapi ketika 
kedua orang tua menyuruh kufur dan maksiat, seperti berbuat syirk, maka tidak boleh ditaati. 

2394 Mereka ini adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul- 
Nya, hari akhir dan qadar, lagi berserah diri dan kembali kepada Tuhannya. Mengikuti jalan mereka adalah 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



hanya kepada-Ku tempat kembalimu 2395 , maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah 
kamu kerjakan 2396 . 

Ayat 16-19: Penjelasan tentang luasnya ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala, pentingnya 
menanamkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah Subhaanahu wa Ta'aala) ke dalam diri 
anak, pentingnya mengajarkan anak akhlak yang mulia dan mengingatkan kepadanya agar 
menjauhi akhak tercela. 

S** K <v ,i , * ,£ , -44,*' 
4)1 I^c^Lj^j^I ,J j! c^'y^lJI (jj! Oj^o (Jj^ J-^*" cx? JL^? ^ Oj tfj 

16. (Luqman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi 2397 , 
dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan 2398 . 
Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahateliti 2399 . 

17. Wahai anakku! Laksanakanlah shalat 2400 dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma'ruf dan 
cegahlah (mereka) dari yang mungkar 2401 dan 2402 bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, 
sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting 2403 . 



menempuh jalan mereka ketika kembali kepada Allah, yaitu dengan menarik hati lalu badan untuk 
mengerjakan perbuatan yang diridhai Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. 

Firman-Nya, "Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku." Terdapat dalil perintah mengikuti para 
sahabat, karena mereka adalah orang-orang yang sangat semangat sekali kembali kepada Allah, terutama 
para khalifah rasyidin radhiyallahu 'anhum, dan ayat ini juga menunjukkan bahwa ucapan mereka (para 
sahabat) adalah hujjah. 

2395 Baik yang taat maupun yang bermaksiat. 

2396 Karena tidak ada satu pun amalmu yang luput dari pantauan Allah, dan selanjutnya Dia akan 
memberikan balasan. 

2397 Yaitu sesuatu yang paling kecil dan tidak dipedulikan. 

2398 Karena ilmu-Nya yang luas, sempurnanya ketelitian-Nya, dan sempurnanya kemampuan-Nya. 

2399 Dia halus dalam pengetahuan dan ketelitian-Nya sehingga mengetahui secara detail dan mengetahui 
sesuatu yang tersembunyi dan rahasia. Maksud ayat ini adalah untuk mendorong manusia untuk memiliki 
rasa pengawasan Allah, mengerjakan ketaatan sesuai kemampuan, serta menakut-nakuti agar tidak 
mengerjakan keburukan, besar atau kecil. 

2400 Karena ia merupakan ibadah yang paling besar. 

2401 Hal ini menghendaki untuk mengetahui yang ma'ruf dan yang mungkar, demikian pula mengetahui 
sesuatu yang menyempurnakan amar ma'ruf dan nahi mungkar seperti lembut dan bersabar. Dalam ayat ini 
terdapat penyempurnaan terhadap diri dengan mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan, dan 
menyempurnakan orang lain dengan memerintah dan melarang. 

2402 Oleh karena dalam memerintah dan melarang terdapat ujian, dan karena memerintah dan melarang berat 
dilakukan oleh jiwa, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan untuk bersabar. 

2403 Dan tidak ada yang diberi taufik kepadanya kecuali orang yang memiliki kemauan yang keras. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



18. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) 2404 dan janganlah 
berjalan di bumi dengan angkuh 2405 . Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong 2406 
dan membanggakan diri 2407 . 

19. Dan sederhanakanlah dalam berjalan 2408 dan lunakkanlah suaramu 2409 . Sesungguhnya seburuk- 
buruk suara ialah suara keledai 2410 . 

Ay at 20-25: Perintah memikirkan dan memperhatikan nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala, tercelanya taqlid buta dan penjelasan tentang keadaan orang mukmin dan orang 

kafir. 

aS1>[jj 8 jA^ju j*5^JiP ^-r^'j (j^j*^' (j o»ji-«-^JI (j L« ^iO j>t^« a^I <jl 

20. 24I1 Tidakkah kamu memperhatikan 2412 bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di 
langit 2413 dan apa yang di bumi 2414 untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya 



Yakni janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia ketika kamu berbicara dengan mereka atau 
mereka berbicara denganmu sebagai sikap perendahanmu terhadap mereka. Zaid bin Aslam mengatakan, 
"Janganlah kamu berbicara sambil berpaling." 

2405 Bangga dengan nikmat, tetapi lupa dengan yang memberikan nikmat, serta ujub kepada diri sendiri. 

2406 Pada diri dan sikapnya lagi membesarkan diri. 

2407 Dengan ucapannya. 

2408 Maksudnya, ketika kamu berjalan, janganlah terlalu cepat dan jangan pula terlalu lambat. Atau 
berjalanlah dengan tawadhu' dan tenang, tidak berjalan seperti orang sombong dan tidak berjalan seperti 
orang yang lemah. 

2409 Yakni jangan berlebihan dalam berbicara dan janganlah meninggikan suara dalam hal yang tidak perlu 
sebagai adab terhadap Allah dan terhadap manusia. 

2410 Yakni orang yang mengeraskan suara dan meninggikannya adalah seperti keledai bersuara. 

Wasiat Luqman kepada anaknya mengandung hukum-hukum penting. Luqman memerintahkan kepada 
anaknya dasar agama, yaitu tauhid dan melarangnya berbuat syirk, serta menerangkan pula sebab untuk 
menjauhinya. Beliau juga memerintahkan berbakti kepada kedua orang tua dan menerangkan sebab yang 
mengharuskan untuk berbakti kepada keduanya. Beliau juga memerintahkan anaknya untuk bersyukur 
kepada Allah dan bersyukur kepada kedua orang tuanya, dan menerangkan, bahwa menaati perintah orang 
tua tetap dilakukan selama orang tua tidak memerintahkan berbuat maksiat, meskipun begitu, seseorang 
tetap tidak boleh mendurhakai orang tua, bahkan tetap berbuat baik kepada keduanya. Luqman juga 
memerintahkan anaknya agar memiliki rasa pengawasan Allah dan bahwa Dia tidaklah meninggalkan 
sesuatu yang kecil atau yang besar kecuali Dia akan mendatangkannya. Luqman juga melarang anaknya agar 
tidak bersikap sombong dan membanggakan diri, serta memerintahkan untuk bertawadhu', dan 
memerintahkannya agar tenang dalam bergerak dan agar merendahkan suara. Demikian pula Beliau 
memerintahkan anaknya beramar ma'ruf dan bernahi mungkar serta tetap mendirikan shalat dan berlaku 
sabar, di mana dengan keduanya (shalat dan sabar), maka semua masalah menjadi mudah. 

2411 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan hamba-hamba-Nya akan nikmat-nikmat -Nya dan mengajak 
mereka bersyukur, dan agar mereka melihat nikmat itu dan tidak melupakannya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



untukmu lahir 2415 dan batin 2416 . Tetapi 2417 di antara manusia ada 2418 yang membantah tentang 
(keesaan) Allah 2419 tanpa ilmu atau petunjuk 2420 dan tanpa kitab yang memberi penerangan 2421 . 

21. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah 2422 !" Mereka 

.2423 



menjawab , "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek 

ka 

5 ? 



moyang kami 2424 ." 2425 Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun 



22. Dan barang siapa berserah diri kepada Allah 2427 , sedang dia orang yang berbuat kebaikan 2428 , 
maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh 2429 . Hanya kepada Allah 
kesudahan segala urusan 2430 . 



Dengan mata dan hatimu. 

2413 Seperti matahari, bulan dan bintang agar kamu mengambil manfaat daripadanya. 

2414 Seperti hewan, pohon-pohon, tanaman, sungai, barang tambang dan lain-lain. 

2415 Yakni yang tampak terlihat, seperti penampilan yang menarik, sempurnanya fisik, nikmat harta, dsb. 

2416 Yakni yang tersembunyi, seperti pengetahuan, iman, nikmat agama, memperoleh manfaat dan terhindar 
dari bahaya dan lain-lain. Oleh karena itu, sikap yang seharusnya kamu lakukan adalah mensyukuri nikmat 
itu, mencintai Pemberi nikmat dan tunduk kepada-Nya, menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah dan 
tidak menggunakannya untuk maksiat. 

2417 



Meskipun nikmat itu turun berturut-turut. 
Yakni ada orang yang tidak bersyukur, bahkan kufur kepada nikmat itu dan kufur kepada Pemberinya, 



dan mengingkari yang hak yang ada dalam kitab -kitab -Nya dan yang dibawa para rasul-Nya. 



2-JN 



Dia mendebat yang hak dengan yang batil untuk mengalahkannya, padahal perdebatannya tidak di atas 



ilmu. 



Dengan demikian perdebatannya tidak di atas dalil 'aqli (akal), dalil nakli, dan tidak mengikuti rasul dan 
orang-orang yang mendapat petunjuk, bahkan hanya sekedar ikut-ikutan dengan nenek moyang mereka yang 
tidak mendapatkan petunjuk, yang sesat lagi menyesatkan sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya. 

2422 Kepada para rasul-Nya, karena ia adalah hak (benar). 

2423 Yakni membantah. 

2424 Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan apa yang kami dapati dari nenek moyang kami hanya karena 
perkataan seseorang, siapa pun dia. 

2425 Allah Subhaanahu wa Ta'aala membantah mereka dan membantah nenek moyang mereka. 

2426 Ternyata nenek moyang mereka malah mengikuti setan, berjalan di belakangnya dan menjadi murid- 
muridnya, sehingga mereka pun dikuasai oleh kebingungan. Setan mengajak mereka bukanlah karena cinta 
dan kasihan kepada mereka, tetapi karena permusuhannya kepada mereka dan tipu dayanya, oleh karena 
itulah ajakannnya adalah ke neraka, namun dihias menjadi indah jalan yang mengarah ke neraka tersebut 
olehnya. 

2427 Yakni tunduk kepada-Nya mengerjakan syariat dengan ikhlas. 

2428 Dalam amalnya, di mana amalnya memang disyariatkan dan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam. Bisa juga maksudnya, barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dengan mengerjakan 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad) 2431 . 
Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah 

Mengetahui segala isi hati. 2433 

24. Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar 2434 , kemudian Kami paksa mereka 2435 (masuk) 
ke dalam azab yang keras 2436 . 

25. Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka 2437 , "Siapakah yang 
menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah." 2438 Katakanlah, "Segala 
puji bagi Allah 2439 ," tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui 2440 . 

semua ibadah, dan ia melakukannya dengan ihsan, yakni beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, 
dan jika tidak merasakan begitu, maka dia merasakan pengawasan-Nya. Kesimpulannya, barang siapa 
mengerjakan syariat agama dengan cara yang diterima, maka berarti dia telah menyerahkan dirinya. 

2429 Yang tidak perlu khawatir akan putus, sehingga dia akan selamat dan memperoleh semua kebaikan. 
Sebaliknya, barang siapa yang tidak berpegang dengannya, maka ia akan terjatuh dan binasa. 

2430 Nanti Dia akan memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dan membalas amal mereka. Oleh karena itu, 
bersiap-siaplah dari sekarang dengan memperbanyak amal saleh. 

2431 Yakni karena engkau telah menunaikan tugasmu, berupa dakwah dan menyampaikan. Kalau pun mereka 
tidak mendapatkan petunjuk, maka engkau tetap akan mendapatkan pahala, dan tidak perlu bersedih karena 
orang yang engkau dakwahkan tidak mau mengikuti petunjuk, karena jika padanya terdapat kebaikan, 
niscaya Allah akan menunjukinya. Demikian juga, janganlah engkau bersedih karena beraninya mereka dan 
terang-terangannya mereka menampakkan permusuhan, tetap di atas kesesatan dan kekafirannya, serta 
janganlah terburu nafsu karena azab tidak disegerakan kepada mereka. 

2432 Berupa kekafiran dan permusuhan mereka serta usaha mereka untuk memadamkan cahaya Allah serta 
menyakiti para rasul-Nya. 

2433 Yang tidak diucapkan oleh seseorang, lalu bagaimana dengan yang tampak? Tentu lebih mengetahui 
lagi. 

2434 Di dunia agar dosa mereka bertambah dan hukuman mereka semakin sempurna. 

2435 Di akhirat. 

2436 Yaitu azab neraka yang begitu besar azabnya, begitu mengerikan siksanya dan begitu pedih rasanya, di 
mana mereka tidak menemukan tempat untuk melarikan diri di sana. 

2437 Yakni orang-orang musyrik; yang mendustakan kebenaran. 

2438 Tentu mereka akan mengetahui, bahwa patung dan berhala yang mereka sembah tidak mampu 
menciptakan apa-apa, dan tentu mereka akan segera mengatakan, "Allah yang menciptakannya." 

2439 Karena telah tegak hujjah tentang kebenaran tauhid kepada mereka. Maka segala puji bagi Allah, karena 
Dia telah menerangkan kebenaran, memperjelas dalilnya dari diri mereka sendiri. Jika sekiranya mereka 
mengetahui, tentu mereka akan memastikan, bahwa yang menciptakan dan mengatur alam semesta itulah 
yang berhak disembah saja. Oleh karena itulah pada lanjutan ayatnya, Allah berfirman, "tetapi kebanyakan 
mereka tidak mengetahui." Akibat ketidaktahuan itu, mereka menyekutukan sesuatu dengan-Nya, meridhai 
pertentangan yang mereka pegang (mereka akui bahwa Allah yang telah menciptakan alam semesta, namun 
pada kenyataannya yang mereka sembah malah selain-Nya) sedang mereka di atas keraguan bukan di atas 
pengetahuan. 

2440 Wajibnya tauhid atas mereka. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Ayat 26-28: Luasnya ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan kalimat-Nya tidak terhingga. 




26. 2441 Milik Allah-lah 2442 apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang 
Mahakaya 2443 lagi Maha Terpuji 2444 . 



27. Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan 
kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) 
kalimat-kalimat Allah 2446 . Sesungguhnya Allah Mahaperkasa 2447 lagi Mahabijaksana. 



2441 Pada ayat ini dan setelahnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan contoh luasnya sifat-sifat-Nya 
untuk mengajak hamba-hamba-Nya mengenal dan mencintai-Nya serta mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. 
Disebutkan dalam ayat di atas meratanya kerajaan-Nya, dan bahwa semua yang ada di langit dan di bumi - 
hal ini mencakup alam bagian atas dan alam bagian bawah- adalah milik-Nya, Dia bertindak terhadap 
mereka dengan hukum-hukum kerajaan-Nya, Dia menetapkan dengan hukum qadari-Nya (terhadap alam 
semesta), hukum perintah-Nya, dan hukum jaza'i (pembalasan)-Nya. Semuanya adalah hamba dan milik- 
Nya, diatur dan ditundukkan-Nya, dan mereka tidak memiliki kerajaan sedikit pun. 

2442 Yakni milik-Nya, ciptaan-Nya, dan hamba-Nya, oleh karenanya tidak ada yang berhak disembah selain- 
Nya. 

2443 Dia Mahakaya sehingga tidak butuh kepada apa yang dibutuhkan oleh makhluk-Nya, dan bahwa amal 
para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang salih tidaklah memberikan manfaat sedikit pun bagi 
Allah, bahkan hanya bermanfaat bagi pelakunya. Dia tidak butuh kepada mereka dan tidak butuh kepada 
amal mereka. Oleh karena Dia Mahakaya, maka Dia mengkayakan dan memberikan kecukupan di dunia dan 
akhirat. 

2444 Dia Maha Terpuji, pujian bagi-Nya termasuk yang lazim (mesti) pada zat-Nya, sehingga Dia tidak dipuji 
kecuali dengan pujian dari berbagai sisi, Dia Maha Terpuji pada zat-Nya dan Maha Terpuji pada sifat-Nya. 
Setiap sifat di antara sifat-Nya berhak mendapatkan pujian yang paling sempurna, karena sifat-Nya adalah 
sifat keagungan dan kesempurnaan, semua perbuatan dan ciptaan-Nya terpuji, semua perintah dan larangan- 
Nya terpuji, semua keputusan-Nya pada hamba atau antara hamba, di dunia dan di akhirat adalah terpuji. 

2445 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang luasnya kalimat-Nya dan besarnya 
ucapan-Nya dengan penjelasan yang meresap ke hati, setiap akal akan takjub kepadanya, hatinya pun akan 
terpukau olehnya, dan bahwa orang-orang yang berakal dan berpengetahuan akan melayang untuk 
mengenal-Nya. 

2446 Yang dimaksud dengan kalimat Allah ialah firman dan ucapan-Nya yang tidak habis-habisnya. Karena 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang pertama tanpa ada permulaan dan yang terakhir tanpa ada kesudahan. 
Dia senantiasa berbicara dengan apa yang Dia kehendaki apabila Dia menghendaki, sehingga tidak ada batas 
terhadap firman-Nya tentang yang telah lalu dan yang akan datang, jika ditaqdirkan pohon dan lautan 
digunakan untuk mencatat kalimat Allah, maka tidak akan habis. Hal bukanlah berlebihan yang tidak ada 
hakikatnya, karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengetahui bahwa akal tidak mampu meliputi sebagian 
sifat-Nya, dan Dia mengetahui bahwa pengenalan terhadap-Nya oleh hamba-hamba-Nya adalah nikmat yang 
paling utama yang dikaruniakan-Nya kepada mereka, keutamaan yang paling besar yang mereka peroleh, 
namun pengenalan itu tidak mungkin diketahui sesuai keadaan-Nya, akan tetapi karena jika tidak dapat 
dicapai secara keseluruhan, maka tidak ditinggalkan seluruhnya (bahkan sebagiannya) perlu dicapai, maka 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan dengan pengingatan yang membuat hati mereka bersinar, dada 
mereka menjadi lapang, dan dengan yang mereka capai itu, mereka dapat mengambil dalil terhadap yang 
belum mereka capai, mereka berkata sebagaimana yang dikatakan orang utama dan alim mereka, "Kami 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 





28 . 2448 Menciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan 
membangkitkan) satu jiwa saja (mudah) 2449 . Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha 
Melihat. 

Ayat 29-32: Orang yang memperhatikan alam semesta akan berdalih darinya bahwa Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala Dialah Tuhan yang satu-satunya berhak disembah, dan bahwa tidak 
ada yang mengingkari hal itu selain orang yang keras kepala. 

3J iS >"t^^iJl3 J-llil j JJ! jL^J! jL^J! j JJ! ^ S Jjf > Jj1 

29 . 2450 Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan 
memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan masing-masing 



tidak dapat menjumlahkan pujian untuk-Mu. Engkau sebagaimana yang telah Engkau puji diri-Mu. " Oleh 
karena itu, keadaannya lebih agung dari itu. Permisalan ini termasuk mendekatkan makna yang tidak dapat 
dicapai oleh pikiran, karena maksudnya pohon-pohon meskipun jumlahnya lebih dari yang disebutkan, 
demikian pula lautan, maka ia tetap akan habis pula. Adapun kalimat Allah, maka tidak akan habis, dalil 
naqli dan aqli menunjukkan demikian. Segala sesuatu akan habis dan terbatas kecuali Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala dan sifat-Nya. Jika terbayang dalam pikiran tentang hakikat awalnya Allah dan akhir-Nya, dan 
bahwa awal itu adalah apa yang diduga pikiran berupa waktu-waktu sebelumnya, namun Allah Subhaanahu 
wa Ta'aala sebelum itu tanpa batasnya, dan meskipun pikiran manusia, bahwa yang akhir itu adalah zaman- 
zaman terakhir, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala setelah itu tanpa ada batasan. Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala pada setiap waktu memutuskan, berbicara, berfirman, berbuat bagaimana saja yang Dia kehendaki, 
dan jika Dia mengingikan sesuatu, maka tidak ada yang menghalangi ucapan dan perbuatan-Nya, jika akal 
manusia membayangkan, maka ia akan mengetahui bahwa permisalan yang Allah buat untuk kalimat-Nya 
adalah agar hamba mengetahui sebagian darinya, karena perkara yang sebenarnya lebih agung dan lebih 
besar lagi. 

2447 Tidak ada yang dapat melemahkan-Nya. Dia memiliki keperkasaan semuanya, di mana tidak ada 
kekuatan di alam bagian atas maupun bagian bawah kecuali berasal dari-Nya. Dia memberikannya kepada 
makhluk-Nya, dan tidak ada daya dan pertolongan kecuali dari-Nya. Dengan keperkasaan-Nya, Dia 
kalahkan semua makhluk, bertindak terhadap mereka dan mengatur mereka. Dengan hikmah-Nya, Dia 
menciptakan makhluk, dan Dia memulainya dengan hikmah serta menjadikan akhir dan maksudnya karena 
hikmah, demikian pula perintah dan larangan, ada dengan hikmah, dan maksudnya pun hikmah 
(kebijaksanaan); Dia Mahabijaksana dalam ciptaan-Nya dan perintah-Nya. 

2448 Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan keagungan kekuasaan dan kesempurnaan-Nya, 
dan bahwa hal itu sulit dibayangkan oleh akal, tetapi segala sesuatu adalah mudah bagi-Nya. 

2449 Karena cukup dengan kata, "Kun" (jadilah), maka jadilah ia. Hal ini merupakan sesuatu yang 
mengherankan akal, karena Dia mencipta semua makhluk meskipun banyak, dan membangkitkan setelah 
mati setelah terpisah-pisah dalam satu kejapan mata saja, seperti Dia menciptakan satu jiwa saja. Oleh 
karena itu, tidak ada alasan untuk menganggap mustahil kebangkitan dan pembalasan terhadap amal, 
pengingkaran terhadapnya hanyalah disebabkan kebodohannya terhadap keagungan Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala. 

2450 Ayat ini juga menerangkan keesaan-Nya dalam mengatur dan bertindak, Dia memasukkan malam ke 
dalam siang dan siang ke dalam malam, yakni jika salah satunya masuk, maka yang lain pergi. Demikian 
pula Allah Subhaanahu wa Ta'aala menundukkan matahari dan bulan, keduanya berjalan secara teratur, tidak 
kacau sejak keduanya diciptakan untuk menegakkan maslahat hamba, baik agama maupun dunia mereka, di 
mana mereka dapat mengambil pelajaran dan manfaat darinya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



beredar sampai kepada waktu yang ditentukan 2451 . Sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu 
kerjakan 2452 . 

^ j^=J I JjJIyb aJj! q\j Jj?' ; ll Oj^-^! ^ 0^(3^1 j-* ^1 O^^J'i 

30. Demikianlah 2453 , karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya 2454 dan apa saja 
yang mereka seru selain Allah adalah batil 2455 . Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang 
Mahatinggi 2456 lagi Mahabesar 2457 . 




31. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan 
nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. 
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya 2459 bagi setiap orang yang 
sangat sabar 2460 dan banyak bersyukur 2461 . 

32. Dan apabila mereka 2462 digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah 
dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di 



Yaitu hari Kiamat. Ketika tiba hari Kiamat, maka keduanya berhenti beredar, matahari akan digulung 
dan bulan pun dihilangkan cahayanya, kehidupan dunia berakhir dan kehidupan akhirat telah dimulai. 

2452 Tidak samar bagi-Nya perbuatanmu baik atau buruk meskipun kecil, Dia akan memberinya balasan, 
dengan memberikan pahala kepada orang yang berbuat kebaikan dan memberikan hukuman kepada orang- 
orang yang berbuat kejahatan. 

2453 Dia telah menerangkan sebagian di antara keagungan dan sifat-sifat-Nya. 

2454 Maksudnya, zat-Nya hak (benar), sifat-Nya hak, agama-Nya hak, para rasul-Nya hak, janji-Nya hak, 
ancaman-Nya hak, dan beribadah hanya kepada-Nya itulah yang hak. 

2455 Baik zatnya maupun sifatnya. Kalau Allah tidak mewujudkannya, tentu ia tidak ada. Oleh karena ia 
adalah batil, maka menyembahnya adalah kebatilan yang paling batil. 

2456 Zat-Nya Mahatinggi di atas semua makhluk, sifat-Nya pun tinggi, sehingga tidak bisa dibandingkan 
dengan sifat makhluk, Dia berada di atas makhluk-Nya dan mengungguli mereka. 

2457 Dia memiliki kebesaran baik zat-Nya maupun sifat-Nya. Dia pun dibesarkan dan diagungkan di hati para 
penduduk langit dan bumi. 

2458 Yakni tidakkah engkau memperhatikan di anatar atsar (pengaruh) qudrat (kekuasaan)-Nya, rahmat-Nya 
dan perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya, Dia menundukkan lautan sehingga kapal dapat berlayar di 
sana dengan perintah qadari-Nya, dengan kelembutan dan ihsan-Nya. 

2459 Di sana terdapat manfaat dan pelajaran. 

2460 Dari maksiat kepada Allah. 

2461 Mereka yang bersabar terhadap musibah dan bersyukur terhadap kenikmatan itulah yang dapat 
mengambil manfaat dari ayat-ayat-Nya. 



24h2 



Yakni orang-orang kafir. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 



daratan, lalu sebagian mereka bersikap pertengahan . Adapun yang mengingkari ayat-ayat 
Kami 2464 hanyalah pengkhianat 2465 yang tidak berterima kasih 2466 . 

Ayat 33-34: Ajakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada manusia untuk bertakwa kepada- 
Nya, memperingatkan mereka dengan hari akhir, tanggung jawab setiap manusia, dan 
bahwa hal gaib hanya diketahui oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala. 

33 . 2467 Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) 
seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong 
bapaknya sedikit pun 2468 . Sungguh, janji Allah pasti benar 2469 , maka janganlah sekali-kali kamu 



2463 Selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan keadaan manusia ketika menaiki kapal, lalu 
mereka diterjang oleh ombak besar, maka ketika itu mereka berdoa kepada Allah saja, tetapi setelah Allah 
menyelamatkan mereka, maka mereka terbagi menjadi dua bagian; ada yang bersikap pertengahan, yakni 
mereka tidak bersyukur kepada Allah secara sempurna, tetapi mereka dalam keadaan berdosa dan menzalimi 
diri mereka, dan ada pula yang kufur kepada nikmat Allah lagi mengingkari nikmat itu. Ada pula yang 
mengartikan "sikap pertengahan", bahwa di antara mereka ada yang mengakui keesaan Allah, dan di antara 
mereka ada yang tetap di atas kekafirannya. 

2464 Termasuk di antaranya adalah penyelamatan-Nya dari ombak yang besar. 

2465 Dia mengkhianati perjanjian dengan Tuhannya, di mana dia berjanji bahwa jika Allah 
menyelamatkannya, dia akan bersyukur dan akan mengesakan-Nya. Tetapi, ternyata dia tidak memenuhi 
janjinya. 

2466 Padahal tidak ada sikap yang pantas dilakukan bagi orang yang telah diselamatkan Allah selain 
bersyukur. 

2467 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan manusia untuk bertakwa kepada-Nya, yaitu dengan 
mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, menyuruh mereka untuk memperhatikan hari 
Kiamat, hari yang sangat dahsyat, di mana pada hari itu tidak ada yang dipikirkannya selain dirinya. Dia 
mengingatkan mereka tentang hari itu agar membantu seorang hamba dan memudahkannya dalam 
mengerjakan ketakwaan. Ini termasuk rahmat Allah kepada hamba-Nya, Dia memerintahkan mereka 
bertakwa yang di sana terdapat kebahagiaan bagi mereka dan menjanjikan pahala untuk mereka, demikian 
pula mengingatkan mereka agar berhati-hati terhadap siksa-Nya, serta menyadarkan mereka dengan nasehat 
dan hal-hal yang menakutkan, maka segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin. 

2468 Yakni masing-masing tidak dapat menambahkan kebaikan atau mengurangi keburukan bagi yang lain. 

2469 Oleh karena itu, janganlah kamu ragu terhadapnya dan jangan mengerjakan amal orang yang tidak 
membenarkan janji-Nya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



terpedaya oleh kehidupan dunia , dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu (setan) 
dalam (menaati) Allah 2472 . 

34. 2473 Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat 2474 ; dan Dia yang menurunkan 
hujan 2475 , dan mengetahui apa yang ada dalam rahim 2476 . Dan tidak ada seorang pun yang dapat 
mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok 2477 . Dan tidak ada seorang pun yang 
dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. 2478 Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha 
Mengenal 2479 . 



dari jalan Islam. 

2471 Setan senantiasa menipu manusia, dan tidak lengah terhadapnya dalam semua waktu. Manusia 
berkewajiban memenuhi hak Allah, dan Dia berjanji akan memberi balasan kepada mereka, namun apakah 
mereka memenuhi hak-Nya atau tidak? Hak-Nya adalah diibadahi. Hal ini adalah sesuatu yang perlu diingat 
manusia dan dijadikannya di hadapan matanya serta tujuan dalam melanjutkan langkahnya. Di antara sekian 
penghalang yang menghalangi seseorang dari beribadah adalah dunia dan setan yang menipu yang 
membisikkan ke dalam hati manusia dan menjadikan manusia memiliki angan-angan yang panjang dan 
tinggi, maka dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan hamba-hamba-Nya agar tidak 
terpedaya oleh kehidupan dunia dan oleh setan. 

2472 Karena penangguhan waktu dari-Nya. 

2473 Telah jelas, bahwa ilmu Allah meliputi yang gaib dan yang tampak, yang zahir (tampak) maupun yang 
batin (terrsembunyi). Kelima perkara yang disebutkan dalam ayat di atas adalah perkara gaib yang 
disembunyikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, sehingga tidak diketahui oleh nabi, malaikat yang dekat 
maupun manusia. 

2474 Yakni kapan terjadinya. 

2475 Dia sendiri yang menurunkannya, dan mengetahui kapan turunnya. 

2476 Dia yang menciptakannya, dan Dia yang mengetahui hal yang terjadi padanya, apakah nantinya dia akan 
menjadi orang yang berbahagia atau sengsara, dst. Jika ada yang berkata, "Bukankah dengan alat canggih 
sudah dapat diketahui keadaan janin, apakah ia laki-laki atau perempuan?" Maka jawabnya adalah, bahwa 
ayat tersebut menggunakan lafaz "maa" (apa), bukan "man" (siapa) yang menunjukkan laki-laki atau 
perempuan, maka perhatikanlah. 

2477 Maksudnya, manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau 
yang akan diperolehnya, Namun demikian mereka diwajibkan berusaha. 

2478 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan secara khusus lima perkara gaib, maka Dia 
mengumumkan pengetahuan-Nya, bahwa pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. 

2479 Dia mengenal yang tersembunyi sebagaimana Dia mengenal yang zahir (tampak). Di antara hikmah-Nya 
yang sempurna adalah Dia menyembunyikan kelima perkara ini karena dalam menyembunyikannya terdapat 
maslahat sebagaimana telah diketahui dengan jelas bagi orang yang memikirkannya. 

Selesai tafsir surah Luqman dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi rabbil 'aalamiin. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah As Sajdah 

Surah ke-32. 30 ayat. Makkiyyah 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-9: Al Qur'an adalah firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala, kekuasaan Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala dalam menciptakan langit dan bumi, mengatur keduanya dan 
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. 

1 . Alif laam miim 

0 C/j^^CZjH y^=^' 'ikP 



2. Turunnya Al-Quran itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam. 




3. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada- 
adakannya." Tidak, Al Quran itu kebenaran 2481 (yang datang) dari Tuhanmu 2482 , agar engkau 
memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan 
sebelum engkau 2483 , agar mereka mendapat petunjuk 2484 . 



2480 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan, bahwa kitab yang mulia ini turun dari-Nya Tuhan 
seluruh alam, yang mengurus mereka dengan nikmat-nikmat-Nya, dan di antara pengurusan-Nya kepada 
mereka adalah dengan menurunkan kitab Al Qur'an ini, di mana di dalamnya terdapat sesuatu yang 
memperbaiki keadaan mereka, menyempurnakan akhlak mereka, dan bahwa tidak ada keraguan di 
dalamnya. Meskipun begitu, orang-orang yang mendustakan Rasul lagi berlaku zalim malah berkata, bahwa 
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengada-ada dari dirinya sendiri. Ini merupakan keberanian yang 
besar dalam mengingkari firman Allah, dan menuduh Beliau dengan tuduhan yang paling dusta. Oleh karena 
itu, pernyataan mereka dibantah oleh Allah sebagaimana pada ayat ketiga. 

2481 Yang tidak dimasuki kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang. 

2482 Sebagai rahmat-Nya kepada manusia. 

2483 Mereka berada dalam keadaan yang sangat cocok untuk diutusnya rasul dan diturunkan kitab karena 
tidak ada yang memberi peringatan, bahkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan dan kebodohan, 
maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menurunkan Al Qur'an agar mereka mendapatkan perunjuk, mereka 
dapat mengenal yang hak sehingga mengutamakannya. 

2484 Semua yang ada di ayat ini membantah pendustaan mereka kepada Beliau, dan bahwa apa yang 
disebutkan di dalamnya menghendaki mereka beriman dan membenarkan secara sempurna, yaitu karena ia 
turun dari Rabbul 'alamin, karena ia adalah kebenaran dan tidak ada keraguan di dalamnya dari berbagai 
sisi. Oleh karena itu, di dalamnya tidak terdapat sesuatu yang menjadikan mereka ragu, tidak ada berita yang 
bertentangan dengan kenyataan, tidak ada kesamaran dalam maknanya, dan bahwa mereka berada dalam 
kebutuhan kepada risalah, dan bahwa di dalam kitab Al Qur'an terdapat petunjuk kepada semua kebaikan 
dan ihsan. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



4. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam 
hari 2485 , kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy 2486 . Bagimu tidak ada seorang pun pelindung 2487 
maupun pemberi syafaat 2488 selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan 2489 ? 

5. Dia mengatur segala urusan 2490 dari langit ke bumi 2491 , kemudian (urusan) itu naik kepada- 
Nya 2492 dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. 

@ JU^T j^IT SJL4SJT3 y^JT ^ * 

6. Yang demikian itu 2493 , ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang 
Mahaperkasa lagi Maha Penyayang 2494 . 



7. Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan 2495 dan 2496 yang memulai penciptaan 
manusia dari tanah 2497 , 



Awalnya hari Ahad, dan akhirnya hari Jum'at. Allah Subhaanahu wa Ta'aala sesungguhnya mampu 
menciptakan dalam sekejap, akan tetapi Dia Mahalembut lagi Mahabijaksana. 

2486 Bersemayam di atas 'Arsy adalah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah 
dan keagungan-Nya. 

2487 Yang mengurusi semua urusanmu, sehingga dia memberimu manfaat. 

2488 Untuk menghindarkan azab-Nya ketika datang. 

2489 Sehingga kamu mengetahui, bahwa yang menciptakan langit dan bumi, yang bersemayam di atas 'arsy, 
yang sendiri mengatur dan mengurusmu dan yang memiliki semua syafaat, Dialah yang berhak diibadahi. 

2490 Baik qadari (taqdir) maupun syar'i (syariat-Nya), semuanya Dia yang mengaturnya. Pengaturan tersebut 
turun dari Allah Yang Maha Memiliki lagi Mahakuasa. 

2491 Lalu dengan pengaturan-Nya Dia membahagiakan dan mencelakan, mengkayakan dan membuat fakir, 
memuliakan dan menghinakan, mengangkat suatu kaum dan merendahkannya, dan menurunkan rezeki. 

2492 Para malaikat turun dengan membawa perintah Allah ke bumi, lalu naik dengan perintah-Nya. Dalam 
ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan ketinggian Allah Subhaanahu wa Ta'aala di atas makhluk-Nya. 
Ibnu Jarir Ath Thabari berkata, "Perkataaan yang lebih dekat dengan kebenaran tentang hal itu menurutku 
adalah, pendapat orang yang mengatakan, bahwa maknanya adalah Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, 
lalu naik kepada-Nya dalam sehari yang lamanya tentang naiknya urusan itu kepada-Nya dan turunnya ke 
bumi adalah seribu tahun menurut perhitunganmu dari hari-harimu; 500 tahun ketika turun dan 500 tahun 
ketika naik, karena hal itu makna yang paling tampak dan paling mirip dengan zahir ayat." 

2493 Yakni yang menciptakan dan yang mengatur itu. 

2494 Dengan keluasan ilmu-Nya, sempurnanya keperkasaan-Nya dan meratanya rahmat-Nya, Dia 
mewujudkan makhluk-Nya yang besar, menyimpan berbagai manfaat di dalamnya dan tidak sulit bagi-Nya 
mengaturnya. 

2495 Sehingga sesuai dan cocok. 

2496 Disebutkan secara khusus manusia karena keutamaannya. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




9. Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam 
(tubuh)nya 2499 dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu 2500 , (tetapi) sedikit 
sekali kamu bersyukur 2501 . 

Ayat 10-14: Keingkaran kaum musyrik kepada kebangkitan, tempat kembali mereka pada 
hari Kiamat, dan bahwa kehendak Allah Subhaanahu wa Ta'aala itulah yang berlaku. 



10. Dan mereka berkata 2502 , "Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan 
berada dalam ciptaan yang baru 2503 ?" Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan 
Tuhannya 2504 . 



1 1 . Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, 
kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan 2505 ." 



2497 Yaitu dengan menciptakan Adam 'alaihis salam, bapak manusia. 

2498 Dengan menjadikannya segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, lalu Dia meniupkan ruh ke 
dalamnya. 

2499 yaitu dengan mengirimkan seorang malaikat, lalu meniupkan ruh ke dalamnya yang sebelumnya sebagai 
benda mati, sehingga dengan izin Allah, jadilah ia makhluk hidup. 

2500 Yakni Dia senantiasa memberikan kepadamu berbagai manfaat dengan proses, sehingga Dia 
memberikan pendengaran, penglihatan dan hati. 

2501 Kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan membentukmu. 

2502 Mengingkari kebangkitan karena menganggapnya mustahil. 

2503 Maksudnya dihidupkan kembali untuk menerima balasan Allah pada hari kiamat. Yang demikian, karena 
mereka mengqiyaskan kekuatan Allah dengan kekuatan mereka. Perkataan mereka tersebut sebenarnya 
bukan mencari yang hak, tetapi karena zalim dan sikap membangkang, dan ingkar kepada pertemuan dengan 
Tuhannya. 

2504 Dari sini dapat diketahui, awal dan akhir ucapan mereka. Kalau seandainya niat mereka mencari yang 
benar, tentu dalil-dalil yang ada cukup membuat mereka beriman, di mana dalil-dalil itu seperti matahari 
bagi penglihatan. Cukuplah bagi mereka, bahwa mereka diawali dari ketidakadaan, dan karena mengulangi 
lebih mudah daripada memulai, demikian pula dengan tumbuh suburnyat tanah yang sebelumnya mati saat 
Allah menurunkan hujan, dan lagi langit dan bumi lebih besar dari mereka, namun Dia mampu 
menciptakannya. 

2505 Lalu Dia membalas amalmu. Oleh karena kamu telah mengingkari kebangkitan, maka lihatlah apa yang 
Allah lakukan terhadap kamu. 







Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



12. 2506 Alangkah ngerinya, jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu 2507 
menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya 2508 , (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah 
melihat 2509 dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan 
amal saleh. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin 2510 ." 



13. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk baginya 2511 , 
tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Pasti akan Aku penuhi neraka Jahannam 
dengan jin dan manusia bersama-sama." 



14. 2512 Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu 
ini (hari Kiamat) 2513 . Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu 2514 dan rasakanlah azab yang 
kekal 2515 , atas apa yang telah kamu kerjakan 2516 . 

Ayat 15-22: Sifat orang-orang mukmin dan balasan untuk mereka, sifat orang-orang fasik 
dan balasan untuk mereka, serta perbedaan antara kedua orang itu. 



2506 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan kembalinya mereka kepada-Nya pada hari Kiamat, 
Dia menyebutkan keadaan mereka saat berdiri di hadapan-Nya. 

2507 Yakni orang-orang kafir atau yang senantiasa mengerjakan dosa-dosa besar. 

2508 Karena malu, dan mereka mengakui dosa-dosa mereka, sambil meminta kembali ke dunia. 

2509 Apa yang kami ingkari, yaitu kebangkitan. 

2510 Ketika itu, kamu akan melihat peristiwa yang mengerikan, keadaan yang menegangkan, orang-orang 
yang rugi, pertanyaan yang tidak dijawab, dsb. dan pada saat itu, bukanlah kesempatan lagi untuk beramal 
sehingga permintaan mereka untuk kembali ke dunia tidak dikabulkan. Ini semua adalah dengan qadha dan 
qadar Allah, karena Dia sudah membiarkan mereka di atas kekafiran dan kemaksiatan, nas'alullahas 
salaamah wal 'aafiyah. 

2511 Tentu Dia akan menunjuki manusia semuanya dan mengumpulkan mereka di atasnya. Kehendak-Nya 
cocok untuk itu, akan tetapi hikmah tidak menghendaki mereka di atas petunjuk. Oleh karena itu, Allah 
Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, " "Pasti akan 
Aku penuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia bersama-sama. " 

2512 Akan dikatakan kepada orang-orang yang berdosa yang telah dikuasai oleh kehinaan, yang meminta 
kembali ke dunia untuk mengejar hal yang telah luput dari mereka, padahal tidak mungkin lagi kembali ke 
dunia, sedangkan yang ada pada saat itu adalah azab. 

2513 Yakni karena kamu berpaling darinya, tidak beriman dan beramal saleh untuk menghadapinya, seakan- 
akan kamu tidak akan menghadap dan menemui-Nya. 

2514 Yakni membiarkan kamu dalam azab. 

2515 Yakni azab yang tidak akan berhenti. Demikianlah azab Jahannam -semoga Allah melindungi kita 
darinya-, tidak ada kesempatan untuk beristirahat. 

2516 Berupa kekafiran, pendustaan, kefasikan dan kemaksiatan. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



15. /31 'Orang -orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila 
diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami) 2519 , mereka menyungkur sujud 2520 dan bertasbih serta 
memuji Tuhannya 2521 , dan mereka tidak menyombongkan diri 2522 . 

16. 2523 Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya 2524 , mereka berdoa kepada Tuhannya 2525 dengan 



rasa takut dan penuh harap 2526 , dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan 



2527 



kepada mereka 

17. Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam- 
macam nikmat) yang menyenangkan hati 2528 sebagai balasan terhadap apa yang mereka 
kerjakan 2529 . 



517 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat- 
Nya dan azab yang telah Dia siapkan untuk mereka, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan 
tentang orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat-Nya dan menyifati keadaan mereka, serta pahala yang 
Dia siapkan untuk mereka. 

2518 Yang hakiki. 

2519 Yakni dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al Qur'an, disampaikan nasihat oleh para rasul Allah, diajak 
berpikir dan merenungi, mereka mau mendengarnya, sehingga mereka menerima dan mengikutinya. 

2520 Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk dan tunduk merendahkan diri. Disunahkan 
mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini. 

2521 Yakni mengucapkan "Subhaanallahi wa bihamdih." 

2522 Baik dengan hati maupun dengan badan. Oleh karena itu, mereka tawadhu' kepadanya, menerimanya, 
dan menghadapinya dengan sikap lapang dada dan menerima, dan dengannya mereka dapat mencapai 
keridhaan Allah dan terbimbing ke jalan yang lurus. 

2523 Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Anas bin Malik, bahwa ayat ini, 
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya" turun berkenaan dengan penantian mereka terhadap shalat 
yang biasa disebut 'atamah (shalat Isya)." Tirmidzi berkata, "Hadits ini hasan shahih gharib, kami tidak 
mengetahui kecuali dari jalan ini." Ibnu Jarir juga menyebutkannya di juz 12 hal. 100, Ibnu Katsir dalam 
tafsirnya berkata, "Sanadnya jayyid." 

2524 Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur, untuk mengerjakan shalat Isya atau shalat 
malam (tahajjud) bermunajat kepada Allah, yang sesungguhnya lebih nikmat dan lebih dicintai mereka. 

2525 Untuk meraih maslahat agama maupun dunia, dan terhindar dari bahaya. 

2526 Mereka menggabung kedua sifat itu, mereka takut amal mereka tidak diterima, dan berharap sekali agar 
diterima, mereka takut kepada azab Allah dan berharap sekali pahala-Nya. 

2527 Tidak disebukan batasan infak dan orang yang diberi infak untuk menunjukkan keumuman, oleh 
karenanya masuk ke dalamnya infak yang wajib seperti zakat, kaffarat, menafkahi istri dan kerabat dan 
berinfak pada jalur-jalur kebaikan. Berinfak dan berbuat ihsan dengan harta adalah baik secara mutlak, akan 
tetapi pahala tergantung niat dan manfaat yang dihasilkan. Inilah amal orang-orang yang beriman. Adapun 
balasannya adalah seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya. 

2528 Berupa kebaikan yang banyak, kenikmatan yang sempurna, kegembiraan, kelezatan sebagaimana firman 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam hadits Qudsi: 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 




18. 2530 Maka apakah orang yang beriman 2531 seperti orang yang fasik (kafir) 2532 ? Mereka tidak 
sama 2533 . 



19. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh 2534 , maka mereka akan 
mendapat surga-surga tempat kediaman 2535 , sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan 2536 . 



20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat kediaman mereka adalah neraka 
Setiap kali mereka hendak keluar darinya 2538 , mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan 
dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan 2539 ." 



"Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar 
oleh telinga dan terlintas di hati manusia. " (HR. Bukhari dan Muslim) 

2529 Sebagaimana mereka shalat di malam hari dan berdoa, serta menyembunyikan amal, maka Allah 
membalas mereka dengan pahala besar yang disembunyikan sebagai balasan terhadap amal yang mereka 
kerjakan. 

2530 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan kepada akal apa yang terpendam di dalamnya, yaitu 
berbedanya orang mukmin dengan orang kafir. 

2531 Yang mengisi hatinya dengan keimanan, anggota badannya tunduk kepada syariatnya, imannya 
menghendaki adanya pengaruh dan konsekwensi, yaitu meninggalkan kemurkaan Allah yang keberadaannya 
merugikan keimanan. 

2532 Yang mengosongkan hatinya dari keimanan, di dalamnya tidak terdapat pendorong dari sisi agama, 
sehingga anggota badannya segera mengerjakan kebodohan dan kezaliman, seperti dosa dan maksiat, dan 
keluar dengan kefasikannya dari ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Apakah orang ini sama 
dengan orang mukmin? 

2533 Baik secara akal maupun syara', sebagaimana tidak sama antara malam dengan siang, cahaya dengan 
kegelapan. 

2534 Yang wajib maupun yang sunat. 

2535 Yakni surga-surga yang merupakan tempat kelezatan, ladang kebaikan, tempat kesenangan, 
menyenangkan hati, jiwa maupun ruh, tempat yang kekal, berada di dekat Tuhan Yang Maha Penguasa, 
bersenang-senang karena dekat dengan-Nya, karena melihat wajah-Nya dan mendengarkan ucapan-Nya. 

2536 Amal yang Allah karuniakan kepada mereka, itulah yang membuat mereka sampai ke tempat-tempat 
yang tinggi dan indah itu, yang tidak mungkin diraih dengan pengorbanan harta, pembantu dan anak, bahkan 
tidak juga dengan jiwa dan ruh, selain dengan iman dan amal saleh. 

2537 Di dalamnya terdapat kesengsaraan dan siksa, dan tidak akan diringankan meskipun sesaat siksa yang 
menimpa mereka. 

2538 Karena azabnya yang begitu dahsyat. 

2539 Inilah azab yang lebih besar yang akan mereka hadapi setelah sebelumnya menerima azab yang dekat (di 
dunia), seperti dibunuh, ditawan, dan sebagainya, dan ketika mati, di mana para malaikat mencabut nyawa 
mereka dengan keras, serta disempurnakan azab yang dekat ini di alam barzakh, nas 'alullahas salaamah wal 
'aafiyah. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 







21. Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) 2540 sebelum azab 
yang lebih besar (di akhirat); agar mereka 2541 kembali (ke jalan yang benar) 2542 . 

^ Oj-*-^-* <_J^J^\^ja bj LjiP ^^p! CUjUj jfi ^ j»iJe»! 

22. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat 
Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada 
orang-orang yang berdosa 2543 . 

Ayat 23-25: Perintah untuk menerima Al Qur'an dengan tidak ragu-ragu, perintah untuk 
bersabar dan mengambil pelajaran dari perjalanan Nabi Musa 'alaihis salam, dan bahwa 
imamah (kepemimpinan) dalam agama hanya diraih dengan sabar dan \ akin. 

23 . 2544 Dan sungguh, telah Kami anugerahkan kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau 
(Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Al-Quran) dan Kami jadikan kitab (Taurat) itu petunjuk 
bagi Bani Israil 2545 . 



2540 Seperti dibunuh atau ditawan, kemarau panjang atau penyakit, saat dicabut nyawa dan ketika di alam 
barzakh. Ayat ini di antara dalil adanya azab kubur 

2541 Yang masih hidup di antara mereka. 

2542 Dengan beriman. 

2543 Yakni tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat Tuhannya, yang 
telah disampaikan kepadanya oleh Tuhannya, padahal Tuhannya ingin mendidiknya, menyempurnakan 
nikmat-Nya kepadanya melalui tangan rasul-Nya. Ayat-ayat-Nya memerintahkan dan mengingatkannya 
terhadap hal yang bermaslahat baginya baik bagi agamanya maupun dunianya, melarangnya terhadap hal 
yang merugikan agama dan dunianya yang seharusnya disikapi dengan beriman dan menerima, tunduk dan 
bersyukur, namun orang ini malah membalasnya dengan sikap yang sebaliknya, ia tidak beriman dan tidak 
mengikutinya, bahkan berpaling dan membelakangi. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala 
berfirman, "Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa" 

2544 Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan ayat-ayat -Nya, yaitu Al Qur'an untuk 
memperingatkan hamba-hamba-Nya, Dia menyebutkan, bahwa peringatan dengan kitab dan dengan 
pengiriman rasul bukanlah hal yang baru, karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala juga telah menurunkan kitab 
dan mengirim rasul, seperti yang Dia turunkan kepada Musa, yaitu kitab Taurat yang membenarkan Al 
Qur'an dan dibenarkan oleh Al Qur'an (saling membenarkan), sehingga hak keduanya sama dan kuat 
buktinya. Oleh karena itu, Dia memerintahkan kita agar tidak ragu menerima Al Qur'an, karena telah datang 
dalil-dalil dan bukti-buktinya yang tidak menyisakan lagi keraguan. Ada yang mengatakan, maksudnya 
adalah, sebagaimana telah diberikan kepada Nabi Musa 'alaihis salam kitab Taurat, begitu juga diberikan 
kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kitab Al-Quran. Sebagaimana Taurat dijadikan 
petunjuk bagi Bani Israil, maka Al Quran juga dijadikan petunjuk bagi ummat Nabi Muhammad shallallahu 
'alaihi wa sallam. 

2545 Mereka mengambil petunjuk darinya dalam masalah dasar maupun furu' (cabang). Syariat-syariat dalam 
kitab Taurat sesuai pada zaman itu bagi Bani Israil. Adapun Al Qur'an ini, maka Allah jadikan sebagai 
petunjuk untuk semua manusia baik untuk urusan agama mereka maupun dunia dan tetap sesuai dan relevan 
sampai hari Kiamat karena kesempurnaan dan ketinggiannya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan 
perintah Kami selama mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat kami 2547 . 



25 . 2548 Sungguh Tuhanmu, Dia yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat 
tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan padanya. 

Ay at 26-30: Peringatan kepada kaum musyrik, bukti kekuasaan Allah Subhaanahu wa 
Ta'aala dalam menghidupkan bumi setelah matinya dan perintah untuk bersabar menunggu 
kebinasaan orang-orang zalim. 

<t=e - 



26. Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka , betapa banyak umat-umat sebelum mereka 
yang telah Kami binasakan 2550 , sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman 
mereka itu 2551 . Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) 2552 . 
Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan) 2553 ? 



2546 Yakni para ulama yang diikuti umat. Diri mereka memperoleh hidayah (petunjuk) dan menunjukkan 
orang lain dengan hidayah itu. Kitab yang diurunkan kepada mereka adalah hidayah, dan orang-orang yang 
beriman kepadanya ada dua golongan; golongan yang menjadi pemimpin yang membimbing umat dengan 
perintah Allah, dan golongan yang mengikuti yang sama mendapatkan petunjuk. Golongan pertama ini 
derajatnya sangat tinggi, menduduki posisi di bawah kenabian dan kerasulan. Derajat yang mereka tempati 
adalah derajat shiddiqin. Mereka memperoleh derajat itu karena sabar dalam beramal, belajar dan berdakwah 
serta bersabar dalam memikul derita di jalan-Nya. Mereka pun menahan diri mereka dari terjun ke dalam 
maksiat dan terbawa syahwat. 

2547 Iman mereka kepada ayat-ayat Allah Ta'ala mencapai derajat yakin, yang merupakan pengetahuan 
sempurna yang menghendaki untuk beramal. Mereka memperoleh derajat yakin, karena mereka belajar 
dengan benar dan mengambil masalah dari dalil-dalilnya yang membuahkan keyakinan. Dengan kesabaran 
dan keyakinan itulah mereka memperoleh kedudukan imamah fiddin (pemimpin agama). 

2548 Namun di sana terdapat berbagai permasalahan yang diperselisihkan Bani Israil, di antara mereka ada 
yang memperoleh kebenaran, dan di antara mereka ada yang keliru sengaja atau tidak. Pada hari Kiamat, 
Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan memutuskan permasalahan yang mereka perselisihkan. Dan Al Qur'an 
ini juga menerangkan perkara yang benar dalam masalah yang mereka perselisihkan, oleh karenanya setiap 
perselisihan yang terjadi di antara mereka, maka akan ditemukan dalam Al Qur'an jawabannya yang benar. 
Apa yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah kebenaran, dan yang menyelisihinya adalah kebatilan. 

2549 Yakni orang-orang yang mendustakan Rasul. 

2550 Yang menempuh jalan seperti yang mereka sekarang ini tempuh. 

2551 Yaitu ketika mereka bepergian ke Syam atau lainnya, yang seharusnya mereka mengambil pelajaran 
darinya. 

2552 Yang menunjukkan kebenaran para rasul yang datang kepada mereka, yang menunjukkan batilnya apa 
yang mereka pegang selama ini, seperti kemusyrikan dan kebiasaan buruk (adat-istiadat yang bertentangan 
dengan syariat), dan bahwa siapa saja yang berbuat seperti mereka, akan diberlakukan hukuman yang sama. 
Demikian juga menunjukkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan membangkitkan mereka dan 
memberikan balasan kepada mereka. 

2553 Ayat-ayat Allah, lalu mereka dapat mengambil manfaat darinya. Jika mereka memiliki pendengaran 
yang baik dan akal yang cerdas, tentu mereka tidak akan tetap seperti itu. 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 





27. Dan tidakkah mereka memperhatikan , bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) 
air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman sehingga 
hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak 
memperhatikan 2555 ? 



28. Dan mereka bertanya , "Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang 
benar?" 



29. Katakanlah, "Pada hari kemenangan 2558 itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir 2559 , 
keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan 2560 ." 



30. Maka berpalinglah engkau dari mereka 2561 dan tunggulah 2562 , sesungguhnya mereka (jug a ) 
menunggu 2563 . 



2554 Yakni nikmat-nikmat Kami dan sempurnanya kebijaksanaan Kami. 

2555 Nikmat itu, di mana Allah Subhaanahu wa Ta'aala menghidupkan dengan air itu bumi setelah matinya. 
Dari sana pun mereka dapat mengetahui bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala mampu menghidupkan 
kembali orang-orang yang telah mati. Akan tetapi, kebutaan dan kelalaian menguasai mereka, mereka 
memperhatikan dengan perhatian yang lalai, tidak meresapi dan tidak mengambil pelajaran darinya, 
sehingga mereka tidak diberi taufik kepada kebaikan. 

2556 Yakni orang-orang yang berdosa itu. 

2557 Kepada orang-orang mukmin tentang azab yang diancamkan kepada mereka itu karena pendustaan 
mereka, kebodohan dan sikap membangkang. 

2558 Hari kemenangan ialah hari Kiamat, atau kemenangan dalam perang Badar, atau penaklukan kota 
Makkah, di mana ketika itu mereka merasa terpukul dan tertimpa azab. 

2559 Karena beriman ketika itu karena terpaksa. 

2560 Untuk bertobat dan mengejar hal yang telah mereka tinggalkan. 

2561 Ketika percakapan mereka menjadi kebodohan dan meminta disegerakan azab. 

2562 Peristiwa dahsyat yang akan menimpa mereka. Karena azab itu sudah harus menimpa mereka, akan 
tetapi ada waktunya yang jika datang tidak dapat dimajukan dan tidak dapat ditunda. 

2563 Mereka pun sama menunggu musibah yang menimpa Beliau, seperti kematian atau terbunuh. Padahal 
kesudahan yang baik akan diberikan kepada orang-orang yang bertakwa. 

Selesai tafsir surah As Sajdah dengan pertolongan Allah dan taufik-Nya, bukan dengan kekuatan dan 
kemampuan kami, oleh karena itu segala puji bagi Allah di awal dan akhir. 






Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



Surah Al Ahzaab (Sekutu-Sekutu) 

Surah ke-33. 73 ayat. Madaniyyah 



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ayat 1-6: Beberapa perintah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya, 

pembatalan kebiasaan zhihar dan pengangkatan anak yang biasa dilakukan pada zaman 
jahilyyah, pembatasan warisan hanya untuk kerabat, dan bahwa istri-istri Nabi shallallahu 
'alaihi wa sallam seperti ibu bagi kaum mukmin sehingga patut dihormati. 



1. Wahai Nabi! 2564 Bertakwalah kepada Allah 2565 dan janganlah engkau menuruti (keinginan) 
orang-orang kafir dan orang-orang munafik 2566 . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui 2567 lagi 
Mahabijaksana, 



2. Tetapi ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu 2568 . Sungguh, Allah Mahateliti 
terhadap apa yang kamu kerjakan. 



3. 2569 Dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara 2 ' 



2564 Maksudnya, wahai orang yang dikaruniakan kenabian oleh Allah, dikhususkan dengan wahyunya, dan 
dilebihkan di antara sekian makhluk-Nya! Syukurilah nikmat Tuhanmu yang dilimpahkan kepadamu dengan 
melakukan ketakwaan kepada-Nya, di mana engkau lebih harus bertakwa daripada selainmu, kewajibanmu 
lebih besar daripada selainmu, maka kerjakanlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya serta 
sampaikanlah risalah dan wahyu-Nya serta berikanlah sikap tulus (nasihat) kepada makhluk-Nya. Jangan 
sampai ada yang menghalangimu dari tujuan ini, oleh karenanya janganlah menaati setiap orang kafir yang 
menampakkan permusuhan kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang munafik yang menyembunyikan 
kekafiran dan pendustaan, tetapi yang ia tampakkan malah sebaliknya. Janganlah menaati mereka dalam 
sebagian perkara yang berlawanan dengan ketakwaan, dan jangan ikuti hawa nafsu mereka, sehingga 
nantinya mereka menyesatkanmu dari jalan yang lurus. 

2565 Yakni tetaplah bertakwa kepada-Nya. 

2566 Dalam hal yang menyelisihi syariatmu. 

2567 Apa yang akan terjadi sebelum terjadinya. 

2568 Karena ia adalah petunjuk dan rahmat, dan haraplah pahala Tuhanmya dengannya, karena Dia 
mengetahui apa yang kamu kerjakan, Dia akan membalas amal yang kamu lakukan sesuai yang Dia ketahui 
darimu, baik atau buruk. 

2569 Jika dalam hatimu ada perasaan, bahwa jika kamu tidak menaati keinginan mereka yang menyesatkan, 
maka akan timbul bahaya atau terjadi kekurangan dalam menunjuki manusia, maka berlepaslah dari 
kemampuan dirimu dan gunakanlah sesuatu yang dapat menghadapinya, yaitu tawakkal kepada Allah, 
dengan bersandar kepada Tuhanmu agar Dia menyelamatkan kamu dari keburukan mereka dalam 
menegakkan agama yang engkau diperintahkan menegakkannya, dan percayalah kepada-Nya dalam 
mencapai hal itu. 

Tafsir Al Qur'an Al Karim Marwan Bin Musa www, tafsir. web, id 






0 J-JLJI (^jl^^aj^^JI J^L 4l)!j j^A'^sLj pJ'i p^UpSl JjL£- 

4 . 2571 Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya 2572 ; dan Dia tidak 
menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar 2573 itu sebagai ibumu 2574 , dan Dia tidak menjadikan anak 
angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri) 2575 . Yang demikian itu hanyalah perkataan di 
mulutmu saja 2576 . Allah mengatakan yang sebenarnya 2577 dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). 



2570 Bagimu dan bagi umatmu. Dia akan mengurus masalahmu dengan cara yang lebih bermaslahat bagimu, 
karena Dia mengetahui maslahat hamba-Nya dari arah yang tidak diketahui hamba, Dia mampu 
menyampaikannya kepada hamba dari arah yang tidak diketahui hamba, dan Dia lebih sayang kepada 
hamba-Nya daripada diri hamba itu sendiri, daripada orang tuanya, bahkan lebih sayang melebihi siapa pun, 
khususnya kepada hamba-hamba pilihan-Nya yang Dia senantiasa mentarbiyah mereka, melimpahkan 
keberkahan-Nya yang tampak maupun yang tesembunyi, terlebih Dia telah memerintahkan untuk 
menyerahkan urusan kepada-Nya dan berjanji akan mengurus orang yang bertawakkal kepada-Nya. Oleh 
karena itu, urusan yang susah akan menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, kebutuhan dapat terpenuhi, 
bahaya terhindar dan keburukan terangkat jika bertawakkal kepada-Nya. Kita dapat melihat, seorang hamba 
yang lemah ketika dia menyerahkan urusannya kepada Tuhannya, ternyata dia dapat melakukan perkara 
yang tidak dapat dilakukan banyak orang, hal itu karena Allah telah memudahkannya, dan kepada Allah-lah 
tempat memohon pertolongan. 

2571 Ayat mi merupakan kaidah umum dalam berbicara tentang segala sesuatu, memberitakan hal yang terjadi 
atau terwujudnya sesuatu yang Allah tidak mewujudkannya. Dikhususkan tentang masalah di atas adalah 
karena terjadinya masalah itu dan perlu sekali dijelaskan. 

2572 Ayat ini sebagai bantahan terhadap salah seorang di antara orang-orang kafir yang menyatakan, bahwa 
dirinya memiliki dua buah hati yang masing-masingnya berfungsi, sehingga menurutnya, akalnya lebih 
utama daripada akal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam Padahal, Allah tidak menjadikan bagi 
seseorang dua hati dalam tubuhnya. 

2573 Zhihar ialah perkataan seorang suami kepada istrinya, "Punggungmu haram bagiku seperti punggung 
ibuku atau seperti ibuku," atau perkataan lain yang sama maksudnya. Sudah menjadi adat kebiasaan orang 
Arab Jahiliyah bahwa apabila suami berkata demikian kepada istrinya, maka istrinya itu haramnya baginya 
untuk selama-lamanya. Tetapi setelah Islam datang, maka yang haram untuk selama-lamanya itu 
dihapuskan, dan istri-istri itu kembali halal bagi suaminya dengan membayar kaffarat (denda) sebagaimana 
disebutkan dalam surah Al Mujadilah ayat 1 -4. 

2574 Yakni sebagai ibumu yang melahirkan kamu, di mana ia adalah orang yang paling besar kehormatan dan 
keharamannya bagimu, sedangkan istrimu adalah orang yang paling halal bagimu, lalu bagaimana kamu 
menyamakan orang yang berbeda? Hal ini tidaklah boleh. 

2575 Karena anak kandungmu adalah anak yang kamu lahirkan atau dari kamu, sedangkan anak angkat bukan 
darimu. 

2576 Menurut Jalaaluddin Al Mahalli, ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menikahi Zainab binti Jahsy 
yang sebelumnya sebagai istri Zaid bin Haritsah (yang sebelumnya dijadikan anak angkat Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam), maka orang-orang Yahudi dan kaum munafik berkata, "Muhammad menikahi 
istri (bekas) anaknya." Maka Allah mendustakan mereka dengan firman-Nya ini, "Yang demikian itu 
hanyalah perkataan di mulutmu saja. " Adapun menurut Ibnu Katsir, maksud ayat, "Yang demikian itu 
hanyalah perkataan di mulutmu saja, " adalah pengangkatan seseorang sebagai anak angkat adalah sebatas 
ucapan saja, yang tidak menghendaki sebagai anak hakiki, karena ia dicipta melalui tulang shulbi orang lain. 

2577 Yakni yang yakin dan benar. Oleh karena itulah, Dia memerintahkan kamu untuk mengikuti perkataan 
dan syariat-Nya. Perkataan-Nya adalah hak dan syariat-Nya adalah hak, sedangkan perkataan dan perbuatan 
yang batil tidaklah dinisbatkan kepada-Nya dari berbagai sisi, dan tidak termasuk petunjuk-Nya, karena Dia 
tidaklah menunjukkan kecuali kepada jalan yang lurus dan benar. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 





5. Panggilah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka ; itulah 
yang adil 2580 di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggilah mereka 
sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu 2581 . Dan tidak ada dosa atasmu jika 
kamu khilaf tentang itu 2582 , tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu 2583 . Allah 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 2584 . 



6. 2585 Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri 2586 dan istri- 
istrinya adalah ibu-ibu mereka 2587 . Orang-orang yang mempunyai hubungan darah 2588 satu sama 



2578 Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu 
'anhuma, bahwa Zaid bin Haritsah maula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebelumnya biasa kami 
panggil dengan Zaid bin Muhammad, sampai Allah menurunkan ayat, "Panggilah mereka (anak angkat itu) 
dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka;" 

Ibnul Jarud meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Sahlah binti Suhail bin 'Amr (ia adalah 
istri Abu Hudzaifah bin 'Utbah) datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, 
"Sesungguhnya Salim biasa masuk menemui kami sedangkan kami biasa memakai pakaian harian (yang di 
rumah), dan kami menganggapnya sebagai anak. Abu Hudzaifah mengangkatnya sebagai anak sebagaimana 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat Zaid sebagai anak, maka Allah menurunkan ayat, 
"Panggilah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka;" Syaikh Muqbil 
berkata, "Mungkin saja ayat ini berkenaan dengan keduanya," wallahu a 'lam. 

2579 Yang melahirkan mereka. Oleh karena itulah, Zaid dipanggil dengan Zaid bin Haritsah, karena bapaknya 
adalah Haritsah. 

2580 Lebih lurus dan mendapatkan petunjuk. 

2581 Maula-maula ialah seorang hamba sahaya yang sudah dimerdekakan atau seorang yang pernah dijadikan 
anak angkat, seperti Salim anak angkat Huzaifah, dipanggil Salim maula Huzaifah. 

2582 Termasuk ke dalamnya ketika lisannya kelepasan sehingga memanggil anak angkat itu dengan 
menasabkan kepada yang bukan bapaknya, atau hanya mengetahui sebatas zhahirnya bahwa itu adalah 
bapaknya, padahal bukan, karena ketidaktahuannya, maka dalam hal ini tidak berdosa. 

2583 Setelah mengetahui larangannya. 

2584 Dia tidak menghukummu karena perbuatanmu di masa lalu dan memaafkan kesalahanmu yang tidak 
disengaja dan merahmatimu karena menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya yang memperbaiki agama 
dan duniamu, maka segala puji bagi-Nya atas hal itu. 

2585 Allah Subhaanahu wa Ta'aala member itahukan kepada kaum mukmin tentang keadaan Rasul dan 
kedudukannya agar mereka menyikapi Beliau dengan sikap yang pantas. 

2586 Maksudnya, orang-orang mukmin itu sepatutnya mencintai Nabi mereka lebih dari mencintai diri mereka 
sendiri dalam segala urusan. Oleh karena itu, ajakan Beliau harus lebih dituruti daripada ajakan diri mereka 





Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang- 
orang muhajirin 2589 , kecuali kalau kamu hendak berbuat baik 2590 kepada saudara-saudaramu 
(seagama). Demikianlah 2591 telah tertulis 2592 dalam kitab (Allah) 2593 . 

Ay at 7-8: Pengambilan perjanjian dari para nabi untuk menyampaikan risalah, khususnya 
dari para nabi ulul 'azmi. 

j*4L? b Ji^lj pjj* g>\ LS -~pj {&'J)f3 £y <ji3 } Cr*^\ ^ boi>l ilj 

7. 2594 Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (sendiri) 
dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam 2595 , dan Kami telah mengambil dari mereka 
perjanjian yang teguh 2596 , 



yang menginginkan kepada selain itu. Yang demikian adalah karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
telah mengorbankan pikiran dan tenaganya untuk kebaikan mereka, Beliau adalah orang yang paling sayang 
kepada mereka, paling banyak kebaikannya bagi mereka. Dengan demikian, apabila keinginan dirinya atau 
keinginan orang lain berbenturan dengan keinginan Beliau, maka keinginan Beliau harus didahulukan, 
demikian pula tidak membantah ucapan Beliau dengan ucapan seseorang siapa pun dia, dan mereka harus 
rela mengorbankan diri mereka dan harta mereka untuk Beliau, mendahulukan kecintaan kepada Beliau di 
atas kecintaan kepada siapa pun, tidak berkata sampai Beliau berkata dan tidak maju berada di depan Beliau. 

2587 Dalam hal haramnya menikahi mereka, berhak dimuliakan dan dihormati, bukan dalam hal khalwat 
(yakni tetap tidak boleh berkhalwat dengan istri Beliau). 

2588 Yakni kerabat jauh atau dekat. 

2589 Yakni daripada kewarisan yang didasarkan keimanan dan hijrah yang pernah terjadi di awal Islam, lalu 
kemudian dihapus. Jika tidak dihapus tentu akan menimbulkan kerusakan, keburukan dan hilat (tipu daya) 
untuk menghalangi kerabat dari memperoleh warisan. Ayat ini merupakan hujjah tentang kewalian kerabat 
dalam semua kewalian, seperti nikah, harta, dan lain-lain. 

2590 Yang dimaksud dengan berbuat baik di sini adalah berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta, atau 
berbuat baik dengan harta kepada mereka dari hartamu. 

2591 Yakni dihapuskan kewarisan karena iman dan hijrah dengan kewarisan yang didasarkan karena 
hubungan kekerabatan. 

2592 Dan ditakdirkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala sehingga harus diberlakukan. 

2593 Maksudnya, Al Lauhul Mahfuzh. 

2594 Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa Dia mengambil perjanjian yang teguh dari para 
nabi secara umum, dan dari para rasul ulul 'azmi secara khusus untuk menegakkan agama Allah dan berjihad 
di jalan-Nya, dan bahwa jalan ini adalah jalan yang dilalui para nabi terdahulu sampai diakhiri oleh penutup 
para nabi, yaitu Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia juga memerintahkan manusia untuk mengikuti 
mereka. 

Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan bertanya kepada para nabi dan para pengikut mereka tentang janji yang 
teguh ini, apakah mereka memenuhinya sehingga Dia akan memberikan balasan kepada mereka dengan 
surga yang penuh kenikmatan, atau bahkan mereka tidak memenuhinya sehingga Dia mengazab mereka 
dengan azab yang pedih? Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman di ayat lain, "Di antara orang-orang 
mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara 
mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak 
merobah (janjinya)," (Al Ahzaab: 23) 

2595 Yakni agar mereka semua beribadah kepada Allah dan mengajak manusia beribadah kepada-Nya. 

2596 Perjanjian yang teguh ialah kesanggupan menyampaikan agama kepada umatnya masing-masing. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



ang-orang yan; 
menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir. 

Ayat 9-17: Mengingatkan karunia Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi shallallahu 
'alaihi wa sallam dan kaum mukmin dengan diberi-Nya pertolongan dalam perang Ahzab, 
serta membongkar kedok kaum munafik. 

Ujy p I3jj^-j L£j ^IJlp Ulljli :>jj^>- ^5op I?- il^LJc. 4J0I 4_^Ju IjjTil Ijj^oIp QijJI tpbj 

9. 2598 Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) 
kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan 
dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu 2599 . Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. 

0 J „ ^ 

10. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu 2600 , dan ketika 
penglihatanmu terpana 2601 dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan 2602 dan kamu berprasangka 
yang bukan-bukan terhadap Allah 2603 . 



Pada hari kiamat Allah akan menanyakan kepada para rasul sampai di mana usaha mereka 
menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada umatnya dan sampai di mana umatnya melaksanakan ajaran 
Allah itu. 

2598 Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin nikmat-Nya 
kepada mereka dan mendorong mereka untuk mensyukurinya, yaitu ketika datang kepada mereka penduduk 
Mekah dan Hijaz dari atas mereka, penduduk Nejd dari bawah mereka, dan mereka bekerja sama dan 
bersekutu untuk memusnahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya, yaitu pada saat 
perang Khandaq. Pasukan yang bersekutu itu juga dibantu oleh orang-orang Yahudi yang berada di sekitar 
Madinah, sehingga mereka datang menyerang kaum muslimin dalam jumlah yang besar. Ketika itu parit 
telah dibuat di sekitar Madinah, dan musuh telah mengepung Madinah, keadaan pun menjadi parah sampai 
hati mereka menyesak ke tenggorokan dan banyak yang berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah 
karena mereka melihat sebab-sebab kehancuran mereka dari berbagai arah, dan pengepungan itu terus 
berlalu dalam beberapa hari. 

2599 Ayat ini menerangkan kisah Ahzab, yaitu golongan-golongan yang dihancurkan pada perangan Khandaq 
karena menentang Allah dan Rasul-Nya. Yang dimaksud dengan tentara yang tidak dapat kamu lihat adalah 
para malaikat yang sengaja didatangkan Allah untuk menghancurkan musuh-musuh-Nya itu. 



Melihat musuh ada di berbagai arah. 

Maksudnya ialah menggambarkan bagaimana hebatnya perasaan takut dan perasaan gentar pada waktu 



itu. 



Seperti menyangka bahwa Allah tidak akan memenangkan agama-Nya dan tidak akan meninggikan 
kalimat-Nya. 



Tafsir Al Qur'an Al Karim 



Marwan Bin Musa 



www, tafsir. web, id 



11. Disitulah diuji orang-orang mukmin 2604 dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang 
dahsyat 2605 . 

© % 3^J3 ^ ^3 ^ fv. 3& O Cf-^3 0 j ov\if\ £j i|$ 

12. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit 2606 
berkata, "Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada Kami hanya tipu daya belaka 2607 ." 

oj OjJ 3^- Zsr^ ?4i&J o^^j ' 3*?:^ f lL* "3 s-^J J*^ f&? t^lL cJli ijj 

13. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka 2608 berkata, "Wahai penduduk Yatsrib 
(Madinah)! 2609 Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu 2610 ." Dan sebahagian dari mereka 
meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah 
kami terbuka (tidak ada penjaga) 2611 ." Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah 
hendak lari. 

{^J l\ Uby^ ailaJ! IjJL^u J) UbjlJaSI pjS&cJ^Zjij 

14. Dan kalau (Madinah) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta agar melakukan 
fitnah 2 



Agar tampak jelas, siapa yang ikhlas dan siapa yang tidak. 

2605 Ketika itu kelihatan sekali -wal hamdulillah- keimanan kaum mukmin, iman mereka menjadi bertambah 
dan keyakinan mereka meningkat sehingga mereka mengungguli kaum mukmin di masa lalu dan di masa 
mendatang. Ketika itu, kaum mukmin berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya, dan benarlah 
Allah dan Rasul-Nya" Peristiwa itu malah menambah iman mereka. Berbeda dengan orang-orang munafik, 
mereka malah berkata, "Yang dijanjikan Allah da